Differences of the Twins’ Fate (Chapter 6)

Title: Differences of the twins’ fate [Part 6]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: chapter

Genre: Romance, angst

Ratted: Teen

Cast:

–          Jung Jooyeon

–          Oh Sehun

–          Jung Miyeon

Other Cast:

–          Park Chanyeol

–          Choi Shinyoung/ Oh Jinra

Note: Annyeong, Laras Imnida. akhirnya saya bisa menyempatkan diri bisa datang lebih cepat dari dugaan. aku sedang malas berbasa basi, Happy reading dan jangan lupa comment atau like, Gomawo ^^

Kediaman keluarga Jung terlihat semakin sepi dari hari ke hari sejak kepergian anak bungsu tuan dan nyonya Jung, Jung Jooyeon. Hanya tersisa anak tertua mereka, Jung miyeon yang menemani kehidupan mereka. Sejak kejadian itu hubungan keluarga Jung menjadi kurang harmonis, tuan Jung yang selalu menuntut kejujuran dari seorang Jung Miyeon, Nyonya Jung yang selalu mengkhawatirkan anak bungsunya dan mulai mengabaikan kasih sayangnya pada anak tertuanya sedangkan Miyeon, ia mulai terpojok dengan segala kondisi yang memang pada awalnya disebabkan oleh dirinya.

Oh Sehun, calon suami dari Jung Miyeon menghilang begitu saja bak di telan bumi. Sosoknya sudah tak terlihat di sekitar keluarga Jung selama 1 bulan ini, hal itu juga membuat tuan Jung resah pasalnya kunci permasalahannya ada pada dirinya. Tuan Jung sudah menanyakan pada Miyeon untuk jujur padanya tapi rupanya Miyeon masih tetap pada pendiriannya, ia memilih untuk tetap bungkam.

“Tolong untuk tetap melakukan pencarian, aku ingin Jooyeon-ku kembali” perintah nyonya Jung pada seorang pelayannya yang bertugas mengatur segala urusan di rumah keluarga Jung.

“Baik nyonya” bungkuk pelayan itu lalu berjalan pergi dari sana.

Sudah 2 bulan nyonya Jung melakukan pencarian terhadap Jooyeon tapi mereka belum juga menemukannya. Sejak hilangnya Jooyeon di rumah sakit membuatnya semakin kalut dan memaksa untuk mencari keberadaan Jooyeon. Bagi nyonya Jung bagaimanapun kondisinya dan permasalahannya, Jooyeon tetaplah anaknya. Karena kekeras kepalaan suaminya Jooyeon terusir, dan tanpa ia ketahui juga karena keegoisan anak tertuanya Jooyeon hidup tersiksa.

“Permisi nyonya” panggilan pelayannya membuat nyonya Jung melihat ke arahnya, “Ada tuan Chanyeol” lanjut pelayannya setelah nyonya Jung mengisyaratkan untuk pelayannya itu mengatakan apa yang hendak ia katakan.

“Chanyeol oppa?” sambung suara seorang yeoja yang baru saja turun dari tangga lantai 2, anak tertua keluarga Jung, Jung Miyeon.

————-

“Bicara denganku?” heran Miyeon menatap Chanyeol yang baru saja datang dan meminta Miyeon ikut dengannya karena ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan, “kenapa?” lanjut Miyeon bertanya.

“Soal Jooyeon” jawab Chanyeol sehingga Miyeon yang mendengarnya langsung mengernyitkan dahinya bingung, pasalnya keberadaan adiknya saja ia tak tahu dan tiba-tiba saja namja itu mengajaknya bicara mengenai adiknya.

“tunggu Chanyeol, kau tahu keberadaan Jooyeon?” sambung nyonya Jung yang langsung menanyakan soal anak bungsunya itu. Chanyeol menjawabnya dengan tersenyum dan lambat laun Chanyeol mengangguk, “Dimana? Kenapa kau tak memberitahuku? Apa dia tinggal sendirian?” sergah nyonya Jung dengan rentetan pertanyaan yang ia lontarkan pada Chanyeol.

Chanyeol diam dan ia merundukan kepalanya, “Mianhae ahjumma, aku tak bisa mengatakannya” sesal Chanyeol yang memang ini adalah permintaan Jooyeon untuk tak memberitahu keberadaannya pada siapapun.

“Kumohon Chanyeol, katakan pada ahjumma mengenai kondisinya? Ahjumma merindukannya” lirih nyonya Jung meminta pada Chanyeol untuk mengatakan keadaan Jooyeon.

Chanyeol akhirnya menatap nyonya Jung dengan sebuah senyuman menghiasi wajah tampannya itu, “dia sekarang tinggal bersama Sehun”

“Mwo?!” pekik nyonya Jung bersamaan dengan Miyeon, “Ba-bagaimana bisa?” heran nyonya Jung sedangkan Miyeon mulai panik takut kebohongannya itu terbongkar.

“Sehun adalah Appa dari anak yang dikandung Jooyeon” lanjut Chanyeol dan langsung membuat nyonya Jung melebarkan matanya tak percaya selama ini orang yang ia percaya untuk menikah dengan anak tertuanya malah menghamili anak bungsunya.

“Jadi ini yang kau sembunyikan selama ini Jung Miyeon?” suara berat seseorang yang datang dan melangkahkan kakinya semakin mendekat pada mereka membuat Miyeon semakin berada dalam ketakutannya, namja itu adalah Appanya, “Jawab pertanyaanku Jung Miyeon” perintah Appanya dengan menahan kekesalan yang mulai memuncak pada dirinya hingga akhirnya Miyeon mengangguk pasrah.

PLAKH

Tamparan keras melayang di pipi kiri Miyeon, tangan tuan Jung gemetar dan mulai mengepal. Tuan Jung baru saja menampar Miyeon dan matanya yang melebar menatap Miyeon menyiratkan kemarahan yang ada pada dirinya saat ini. kemarahan yang tadi sudah sampai di ujung tanduk dan meledak begitu ia menampar Miyeon. Emosinya sudah tak terkendali itu berarti tuan Jung menyadari, dirinya dibohongi oleh anaknya sendiri dan itu menyiksa anaknya yang satunya lagi.

“Aku-aku terlalu takut untuk mengakuinya..” terbata Miyeon, matanya mulai mengeluarkan air mata yang menggumpal di sudut matanya.

“kau harusnya mengatakan sebenarnya bukannya membuat Jooyeon tersiksa seperti ini!!” bentak tuan Jung, “Katakan padaku kenapa bisa seperti ini!!” perintah tuan Jung dengan nada yang benar-benar lantang.

Akhirnya Miyeon mengakui semuanya tentang kejadian yang memang dibuat olehnya dan melibatkan Sehun yang akhirnya menghamili adiknya hingga rasa cemburunya. Tapi Miyeon tak mengatakan perasaan sebenarnya pada Chanyeol, ia hanya mengisyaratkan kecemburuannya itu dengan sebutan ‘namja’. Tuan Jung memijat dahinya merasa masalahnya begitu rumit sedangkan Nyonya Jung menangis tersedu harus menerima kenyataan masalah yang dibuat anaknya melukai anaknya yang lain.

“Appa, Eomma, maafkan aku..” mohon Miyeon yang sekarang tertunduk dan duduk bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya itu.

“Bukan kami yang menjadi tempat mohon ampunmu tapi Jooyeon dan Sehun. kau telah melibatkan mereka dalam masalah ini, tapi kau harus utamakan Jooyeon, bagaimanapun kau yang telah membuat masa depannya menuju kekelaman.” Tutur tuan Jung dengan nada yang bisa dibilang datar namun tetap tegas dalam setiap kata-kata yang ia lontarkan.

“joisonghamnida” potong Chanyeol dan membuat semua yang ada diruang tamu itu menoleh padanya, “Soal itu Jooyeon meminta Sehun berjanji untuk menikahi Miyeon” ragu Chanyeol untuk mengatakannya namun pada akhirnya tetap ia sampaikan juga.

“Bagaimana bisa? Sebodoh itukah dia” cela tuan Jung pada Jooyeon secara tak langsung.

“dia ingin menjalani kehidupannya sendiri mungkin rasa sakitnya sudah banyak sehingga dia memilih merawat anaknya itu sendiri, tapi aku tahu ia sayang pada Miyeon sehingga ia mengambil keputusan ini. aku yakin Jooyeon menginginkan Miyeon bahagia bersama Sehun” ucap Chanyeol mencoba mengatakan apa yang ada dalam pikirannya selama ini.

—————

Sehun POV

Hari ini setidaknya aku ingin mengukir sebuah senyuman yang akan menghiasi wajah cantiknya itu. wajah Miyeon dan Jooyeon kalau dilihat dengan seksama ada sedikit perbedaan. Pipi Jooyeon sedikit berisi dan matanya tak selebar Miyeon. Postur tubuhnya lebih tinggi dari Miyeon, mungkin Miyeon 162cm sedangkan Jooyeon 168cm. Dulu banyak yang memuja si kembar Jung ini di kampus, mereka lebih cenderung menyukai Jooyeon sedangkan aku Miyeon. Mungkin dulu aku buta dengan kecantikan yang ada pada diri Jooyeon, dan ternyata benar dia jauh lebih baik.

Dia menganggap Shinyoung sebagai adik yang sangat dia sayang padahal mereka tak ada hubungan darah sama sekali. Dia selalu memperhatikan semua orang yang ada di sekelilingnya dan siap melakukan apapun meski dia yang harus menanggung derita.

Aku mengajaknya jalan-jalan ke mall, kami mau menyiapkan pakaian untuk anak kami. Menurut USG dia akan melahirkan anak laki-laki, alangkah senangnya jika aku tetap bersama mereka. aku akan bangga jika dia dapat melindungi Jooyeon jika sudah besar nanti dan aku akan bangga juga jika dia punya kebesaran hati seperti Jooyeon.

“Sehun-ssi kita mau kemana?” tanyanya kebingungan yang sekarang duduk tenang di sampingku yang sedang menyetir mobilku menyusuri jalanan kota Seoul.

Aku lupa satu hal, dia tak memanggilku Oppa. Bagaiamana caranya supaya dia mau memanggilku Oppa? Aku ingin sekali dipanggil Oppa olehnya. kkkk~ pasti akan sangat menyenangkan sekali jika dia mau memanggilku Oppa, benar kan?

“Eh Sehun-ssi m-m-mau apa kau?” paniknya begitu aku menepikan mobilku dan tiba-tiba saja aku memajukan tubuhku ke arahnya. Kukalungkan tanganku di lehernya dan bernafas tepat di telinganya, dia langsung menekuk lehernya sepertinya aku membuatnya geli.

“Jooyeon-ah” panggilku di telinganya dan dia semakin bergidik karena kegelian, “Aku takkan melepaskanmu” lanjutku.

“Sehun-ssi, apa maksudmu? C-cepat lepaskan aku” pintanya dengan nada yang pelan, dia ketakutan rupanya dengan ulahku saat ini.

Aku semakin mendekatkan tubuhku padanya dan dia semakin mencoba mendorong tubuhku ke belakang tapi tenaganya terlalu lemah jadi dia tak bisa menghindar. Aku cium pipinya hingga membuatnya sedikit memundurkan kepalanya, tanganku lalu mengulur menahan wajahnya agar tak bisa bergerak bebas.

“Sehun-ssi maumu a-a-apa? Jangan seperti ini” tanyanya gelagapan.

“panggil aku Oppa” pintaku dan dia langsung melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang kukatakan, “Kalau tak mau aku akan menciummu” ancamku mendekatkan bibirku ke arah bibirnya tapi dia langsung menutup mulutku dengan tangannya.

“Sadar tidak, kau sudah menciumku berapa kali?” tanyanya mengernyitkan dahinya.

“Anniyo, 3 kali? “ tebakku asal.

Dia menggeleng, “ 6 kali selama dalam 2 bulan ini kau sudah menciumku, belum lagi dihitung yang dulu”  dengusnya kesal.

“kalau kejadian itu.. lebih baik tak usah dihitung, aku yakin banyak” rundukku malu mengingat kejadian dulu tapi aku ada rasa bersalah juga padanya, “kau hafal? Apa kau menyukaiku?” setelah ada jeda sedikit spontan aku mengeluarkan pertanyaan yang bisa dibilang aneh itu.

Dia langsung meronta kembali memintaku melepaskannya tapi aku tentu tetap pada pendirianku, dia harus memanggilku Oppa, “Siapa yang… akh lepaskan aku Oh Sehun!” mohonnya dengan sedikit bentakan di akhir kalimatnya.

“Shiro, kau harus memanggilku Oppa atau perlu kucium” aku kembali mendekatkan wajahku dengan wajahnya tapi dia kembali menutup mulutku.

“Arrasseo!!” teriaknya dan membuatku berhenti berulah lalu memasang telinga di dekat mulutnya. dia diam dulu sejenak lama kelamaan kudengar dia menghela nafasnya, berat. “Sehun.. ng.. Sehun O-Oppa tolong lepaskan aku” Oh my god!! Ini kenyataan!! Dia benar-benar membuatku senang setengah mati rupanya. Jung Jooyeon kau membuatku gila.

Aku mengangguk senang dan kembali mengendarai mobilku yang sempat menepi tadi dengan senyuman yang tak hentinya merekah sejak tadi. Aku merasa seperti menjadi namja paling bahagia sedunia.

“Cih, licik” cibirnya pelan sedangkan aku hanya terkekeh mendengar cibirannya itu.

————-

Author POV

Setelah mereka berjalan-jalan, Jooyeon dan Sehun mengunjungi Shinyoung yang katanya akan berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke kediaman Oh seperti apa yang di perintahkan kedua orang tuanya. Merekapun segera mendatangi apartemen sederhana yang disewa Shinyoung.

“Eonnie…!!!” lantang Shinyoung begitu melihat kedatangan Jooyeon diiringi Sehun, Shinyoung yang tak rela berpisah dengan Jooyeon segera menghambur padanya dan menangis dipelukan Jooyeon.

“Wae?” heran Jooyeon.

“Eonnie, aku tak mau berpisah tapi orang tuaku tetap ingin aku kembali. Ottokhae? Aku ingin bersama Eonnie” rengek Shinyoung.

“bagaimanapun mereka keluargamu, selama kau masih bisa berbakti dan membahagiakan mereka, laksanakanlah. Kau harus membuat mereka bangga pada dirimu, arra?” pinta Jooyeon dan Shinyoung mengangguk dipelukan Jooyeon.

Entah apa yang ada di pikiran Shinyoung hingga ia akhirnya mempunyai ide untuk tetap bersama Jooyeon. Dalam sepersekian detik, air matanya segera ia hapus dan melepas pelukannya pada Jooyeon.

“Oppa bawa barang-barangku ke rumah ya, aku mau mengajak jalan Eonnie dulu. aku janji aku akan langsung pulang” ucap Shinyoung.

“Arrasseo tapi jangan terlalu lama, Jooyeon bisa kelelahan” kata Sehun dan dibalas anggukan oleh Shinyoung.

————

“Kita dimana Shinyoung-ah? Ini rumah siapa?” heran Jooyeon yang dibawa entah kemana oleh Shinyoung, dan tiba-tiba saja mereka sekarang sudah tiba di rumah yang cukup mewah dan megah.

Shinyoung hanya tersenyum hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu rumah itu tapi suara mobil yang datang membuat mereka menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya Jooyeon melihat mobil itu pasalnya itu adalah mobil Sehun. mata Jooyeon semakin terbelalak begitu melihat yang keluar dari mobil itu benar-benar Sehun. Sehun yang melihat mereka segera berlari ke arah mereka dan menarik Jooyeon menjauhi tempat itu tapi, Shinyoung menahan tangan Jooyeon untuk tetap bersamanya dan menatap Oppanya begitu dingin.

“Apa yang kau lakukan Jinra-ya? (Inget itu nama asli Shinyoung)” tanya Sehun berbisik.

“aku ingin Eonnie tinggal bersamaku” jawab Shinyoung tanpa berbisik sedikitpun.

“Kecilkan suaramu” perintah Sehun tetap berbisik, “Jooyeon kita pulang” tarik Sehun kembali pada tangan Jooyeon.

“Ada apa sebenarnya ini?” bingung Jooyeon yang masih ditahan oleh Shinyoung dan tangannya yang tetap ditarik oleh Sehun, “Dimana ini sebenarnya? Kenapa kalian seperti ini?” cecar Jooyeon.

Belum sempat terjawab tiba-tiba saja pintu rumah yang cukup lebar itu terbuka dan sosok wanita paruh baya yang membukanya itu menatap mereka yang berada di depan rumahnya. Dia tersenyum menatap Shinyoung tapi matanya langsung tertuju pada Jooyeon.

“Miyeon?” tebak wanita paruh baya itu, “kenapa kau seperti ini? perasaan 1 bulan yang lalu kamu kecil dan kamu sekarang lebih tinggi” bingung Wanita itu yang menduga Jooyeon adalah Miyeon.

“Eonnie, ini Eommaku” unjuk Shinyoung pada wanita paruh baya itu dan membuat Jooyeon terkejut setengah mati, itu berarti yang berada di depannya saat ini adalah nyonya Oh.

Jooyeon langsung merasa ketakutan, dia melepas genggaman Shinyoung dan mengumpat dibalik punggung Sehun. Sehun menatap sinis adiknya itu dan membiarkan Jooyeon berada di belakangnya. Tangan sehun menjulur ke belakang dan menggenggam erat tangan Jooyeon yang gemetar, ia takut ulah Shinyoung akan semakin menjadi.

“Eomma dia adik kembar Jung Miyeon, namanya Jung Jooyeon” Shinyoung semakin menjadi, Jooyeon mulai menutup matanya tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.

“Jung Jooyeon? Kenapa dia ada.. dan bisa.. ah apa kau sedang hamil?” tanya nyonya Oh mencoba mencari sosok Jooyeon dibelakang anak sulungnya, tapi rupanya Sehun tak membiarkannya ia tetap menyembunyikan Jooyeon di belakangnya.

“Kita pulang” ajak lagi Sehun dan sekarang mereka segera pergi dari sana tapi langkah mereka terhenti ketika Shinyoung kembali membuka mulut sehingga membuat Sehun refleks memeluk Jooyeon yang begitu ketakutan.

“Anak yang dikandungnya itu adalah cucu Eomma. Jooyeon Eonnie sedang hamil anak Sehun Oppa”

To Be Continued

 

 

77 pemikiran pada “Differences of the Twins’ Fate (Chapter 6)

  1. Astagah shinyoung XD huaa bukan menjadi jadi lagi tapi udah jadi/? Hahaha 😀 duh tp kasian jooyeon sampe takut kek gitu :”’ tambah seru inih XD keep writing thor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s