Half of My Heart: Tao

Sub Title         : My Cold Blooded Prince

Author            : Kim_Mus2 & Inhi_Park

Main Casts      : Hwang Zi Tao & Choi Eun Kyung

Length              : Series

Genre              : Romance

Rating             : General

Summary        : Cinta ini hanya milik kita, biarlah orang berkata apa.”

(Eun Kyung’s side)

Ding… dong….

Akhirnya bel istirahat pertama sudah berbunyi. Baiklah, sekarang saatnya aku pergi ke kantin, perutku belum diisi sejak tadi pagi. Tunggu dulu, ada apa ini? Kenapa para namja itu menuju ke kelasku? Sepertinya sekarang mereka berjalan ke arahku. Ya Tuhan, kenapa setiap hari aku harus didatangi para namja ini? Aku benar-benar takut, apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Eun Kyung, ayo ikut oppadeul” ajak seorang namja yang bisa dibilang sebagai leadernya, dia  adalah Junpyo sunbaenim.

“Mianhae sunbaenim, aku harus pergi ke kantin sekarang” jawabku sambil terus menundukkan wajah.

“Kalau begitu ayo oppa antar kesana, kau benar-benar manis seperti biasanya chagiya” lanjut Junpyo, terus mendesak Eun Kyung. Aku benar-benar takut dengan para namja ini, tapi tak satupun temanku yang mau menolongku, mungkin mereka juga takut karena para namja ini adalah para sunbae.

 

 

Sekarang, para sunbae itu malah mengajakku ke belakang sekolah dan bukannya ke kantin. “Eun Kyung, kau mau jadi yeojachinguku kan?” tanya Junpyo Sunbae sambil memainkan rambutku dengan tatapannya yang nakal.

Lama kelamaan Junpyo Sunbae memegang kedua bahuku dan terus mendekatkan wajahnya dengan wajahku, sementara para namja yang mengikutinya terus bersorak. Seketika itu badanku terasa kaku, bibirku terkunci rapat dan tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Apa yang akan terjadi padaku? Aku benar-benar takut, air mataku pun tanpa sadar telah mengalir deras di pipiku. Tuhan…tolong aku!!! Siapapun, tolong aku!!!

Bruukkk!!!

Seorang namja jatuh dari pohon dan sekarang berhasil mendarat di punggung Junpyo sunbae dengan posisi seperti orang yang sedang menunggang kuda. Terima kasih Tuhan, akhirnya kau mengirimkan malaikat penolong untukku.

“Yaaa!!! Kurang ajar kau! Menyingkirlah dari tubuhku!” bentak sunbae itu pada namja penolongku.

“Hooaaaammmm…. berisik….kalian mengganggu tidurku, aku sampai terjatuh seperti ini” jawab namja penolongku itu sambil menguap dan menggaruk-garuk kepalanya.

“Kau yang menggangguku! Heh kalian, ngapain bengong? Cepat hajar namja sialan ini!” Junpyo Sunbae langsung menyuruh para pengikutnya mengeroyok namja penyelamatku itu. Ottoke? Aku tak bisa apa-apa. Oh iya, itu ada ranting, mungkin bisa sedikit membantu.

“Tangkap ranting ini!” aku berteriak sekuat tenaga mencoba keluar dari rasa takutku dan kemudian melemparkan ranting ke arah namja penyelamatku.

(Author’s Side)

Tak lama kemudian, namja penyelamat Eun Kyung itu, sebut saja Tao, memainkan ranting di tangannya dengan sangat elegan sambil tetap menduduki Junpyo. Hanya butuh waktu 5 detik bagi Tao untuk menjatuhkan para namja itu ke tanah. Namja pertama mendapat colokan tepat di lubang hidungnya dan kini sukses membuatnya mimisan. Namja kedua mendapat serangan di bagian pantatnya dan kini celana bagian belakangnya pun robek. Junpyo, namja yang menggoda Eun Kyung masih dalam posisi tengkurap karena Tao masih mendudukinya.

“Hey! Lain kali jangan mengganggu tidurku” ujar Tao dengan nada suaranya yang datar pada Junpyo.

“Aaaarrrrgggghhh!!! Menyingkir dari badanku, ppalli!!!!” bentak Junpyo.

“Baiklah, tapi aku mau main dulu ya” lagi-lagi menjawab dengan ekspresi dan nada bicara yang datar.

“Satu…dua…tiga…empat…lima…bulu kakimu banyak juga ya ternyata.” Sepertinya Tao benar-benar menikmati kegiatannya mencabuti bulu-bulu kaki namja itu. Selagi Tao asik bermain, sang korban hanya bisa menangis tak bisa melawan ataupun bangun dari posisinya karena sekarang Tao sedang menduduki pantatnya.

“Hentikaaan….huhuhu…..appo….ampuuunn….jangan cabut bulu kakiku lagi, nanti aku tidak seksi lagi, hiks …hiks…” pinta Junpyo pada Tao sambil merintih kesakitan.

“Baiklah, kalian aku lepaskan sekarang. Tapi jangan pernah mengganggu tidurku lagi, arra?” jelas Tao.

“Ne… jeongmal mianhae” ketiga namja itu meminta maaf sambil membungkuk 90 derajat dan sesegera mungkin menghilang dari hadapan Tao.

Kini tinggal Eun Kyung dan Tao berdua di tempat itu.  Eun Kyung memberanikan diri untuk mengucapkan terima kasih pada Tao. “Jeongmal kamsahamnida eeeuu….” Eun Kyung tak tahu nama namja ini. “Tao imnida, cepat pakai sapu tangan ini, wajahmu basah sekali” ujar Tao, masih dengan nada suaranya yang datar. “Gomawoyoo….joneun Eun Kyung imnida” Eun Kyung menjawab dengan malu dan tanpa disadarinya, Tao sudah tak ada di hadapannya lagi.

 

 

Di Kelas Tao   

“Aiissh…lama-lama aku bisa gila! Kemana lagi sih dia? Apa masih tidur di pohon? Heuu…pelajaran sudah mau dimulai lagi, tapi masiih aja keluyuran.” Chen,  teman sebangku sekaligus tetangga Tao ini hanya bisa menggerutu kesal di bangkunya dengan harap-harap cemas menunggu kedatangan Tao.

<><><> 

Keesokan harinya, seolah tak pernah luput dari masalah, Eun Kyung dilabrak segerombolan yeoja di toilet. Mereka menyalahkan Eun Kyung karena namjachingu mereka meminta putus gara-gara ingin mengejar Eun Kyung.

Kepopuleran Eun Kyung di kalangan para namja ini dimulai sejak Eun Kyung dihukum berjemur di lapangan sewaktu masa orientasi. Pada waktu itu, semua namja yang melihat paras cantik Eun Kyung mulai tergila-gila dan hampir setiap hari para namja mengunjungi kelas Eun Kyung untuk menyatakan cintanya. Alhasil, sekarang ini Eun Kyung dicap sebagai yeoja perebut namjachingu orang lain oleh para yeoja di sekolahnya.

“Yaa!! Berani-beraninya kau merebut namjachinguku huh?!!” Yeoja ini berteriak tepat di depan muka EunKyung dan langsung mendorong Eun Kyung sampai terjatuh ke lantai. Tanpa sengaja, Tao melewati toilet dan melihat kejadian ini. Entah apa yang ada dipikirannya, tak disangka-sangka Tao masuk ke toilet yeoja dengan memasang wajah yang hampir tanpa ekspresi. Melihat Tao yang terkenal dengan reputasinya sebagai cold blooded prince yang meskipun berwajah tampan tapi memiliki tatapan yang tajam dan paling rutin berkelahi itu, para yeoja yang melabrak Eun Kyung mulai ketakutan.

“Jerawat dan kerutan di wajah kalian banyak sekali” Tao mengucapkan hal yang tidak terduga pada para yeoja itu. “Neol….antar aku ke toilet namja, aku lupa jalan” lanjut Tao sambil menarik Eun Kyung keluar dari toilet.

Sejak insiden itu, Eun Kyung dan Tao menjadi trending topic di seantero sekolah.  Mereka dijuluki sebagai Trouble Maker Couple *to Hyuna & Hyunseng, author pinjem dulu istilahnya ya ^^.*

(Eun Kyung’s Side)

Sekarang aku malah digosipkan dengan Tao, aku benar-benar pabbo! Bukannya membalas budi pada Tao, aku malah semakin menyusahkannya dengan gosip-gosip negatif yang beredar. Semuanya semakin kacau saja. Berhenti dijuluki yeoja perebut namjachingu orang, aku malah dituduh telah dihamili Tao, sampai-sampai kepala sekolah memanggilku dan membawaku ke dokter untuk tes kehamilan. Haaahhh…benar-benar melelahkan!

Hal yang paling membuatku bersalah pada Tao adalah karena setiap pulang sekolah, pasti ada saja yang mengajak Tao bertarung dan itu semua gara-gara aku. Orang-orang yang menyerang Tao adalah para namja yang dulu gagal mendekatiku. Akhirnya, karena khawatir pada Tao, aku putuskan untuk selalu membuntutinya sampai tiba di rumahnya. Aku kesana hanya sekedar untuk menyimpan peralatan dan obat-obatan P3K di depan pintu rumahnya supaya Tao bisa merawat lukanya.

<><><>

(Author’s Side)

Hari ini Eun Kyung kehilangan jejak saat mengikuti Tao. “Ya sudahlah kalau begitu aku langsung pulang saja” gerutu Eun Kyung sambil bersembunyi di balik kotak pos di pinggir jalan *ya ampun pasti keliatan dong.* Tapi ternyata, namja yang dibuntutinya itu kini sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Annyeong! Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Tao pada Eun Kyung dengan tatapan bingung.

“Ahaha…aku mau memasukan surat ke kotak ini, tapi ternyata suratnya ketinggalan.” Eun Kyung menjawab dengan gugup.

“Punya waktu? Ayo kita pergi ke bioskop” ajak Tao dengan nada datar seperti biasanya. Pikiran Eun Kyung dibuat blank dengan ajakan Tao yang begitu mendadak sampai dia tak menyadari kalau sekarang dia sudah bersama Tao duduk bersebelahan menonton sebuah Movie bergenre Drama. “Apa? Drama? Tao menyukai Drama percintaan?” Eun Kyung memenuhi pikirannya dengan pertanyaan-pertanyaan itu, sama sekali tidak percaya dengan seleranya Tao. Hal yang lebih menakjubkan lagi, sekarang Tao sedang menangis tersedu-sedu karena terharu dengan adegan suami isteri yang bercerai. “Pfffttt….Tao benar-benar lucu, ternyata dia namja yang polos,” gumam Eun Kyung dalam hati.

<><><>

 At School

“Choi Eun Kyung! Kalau kau tak mau namjachingumu terluka, kau harus menjadi yeojachinguku!” bentak Junpyo, namja yang dulu dihajar Tao. Sepertinya Junpyo ingin membalas dendam pada Tao dengan memanfaatkan kelemahan Eun Kyung. “Perlu kamu ketahui, aku bisa membuat Tao lumpuh oleh preman-preman suruhanku, kalau kamu tak mau juga menjadi yeojachinguku.” Junpyo terus mengancam sampai akhirnya Eun Kyung pun setuju menjadi yeojachingunya.

“Bagus! Ayo kita temui Tao di kelasnya sekarang, ulurkan tanganmu” ujar nappeun namja itu sambil langsung meraih dan menggandeng tangan Eun Kyung. Semuanya benar-benar serba kebetulan. Tao keluar dari kelasnya dan langsung melihat pemandangan yang tidak mengenakan. Kali ini wajah Tao tak sedatar biasanya, matanya memandang namja di sebelah Eun Kyung dengan tatapan penuh kebencian.

“Perkenalkan, ini adalah yeojachinguku yang baru Tao-shii” ujar Junpyo sengaja memancing kemarahan Tao.

“Chagi, kau mencintaiku kan?” tanya Junpyo pada Eun Kyung.

Eun Kyung mengangguk pelan sambil terus menundukkan wajahnya karena terlalu sedih untuk memandang Tao yang ada di hadapannya.

“Oh jadi begitu, baiklah semoga kalian berdua bahagia” ucapan Tao terdengar datar seperti biasanya. Mendengar perkataan Tao itu, entah kenapa Eun Kyung tak bisa membendung tangisannya dan kemudian pergi mengurung diri di toilet sekolah untuk meluapkan semua kesedihannya itu.

Di Jalan ke rumah Eun Kyung

“Hey, Eun Kyung! Seenaknya saja kau pulang meninggalkan namjachingumu ini huh?!” bentak Junpyo pada Eun Kyung.

“Mianhae…aku…aku disuruh segera pulang oleh appa dan ummaku hari ini” jawab Eun Kyung terbata-bata.

“Kalau kau mau dimaafkan, beri aku ciuman pertamamu sekarang juga!” Junpyo memaksa Eun Kyung dan langsung menggenggam erat kedua tangan Eun Kyung, tapi Eun Kyung dengan sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan genggaman itu.

Buukkk!!!!

Tao datang dan langsung meninju Junpyo tepat di bagian depan bibirnya. Alhasil, gigi kelinci Junpyo pun copot. Karena murka dengan perlakuan dari Tao, Junpyo langsung memanggil preman untuk menghajar Tao.

Dalam pertarungannya dengan para preman itu, Tao menang dengan sempurna. Hanya dalam waktu 5 menit, 8 orang algojo bertubuh kekar yang menyerangnya, kini bertekuk lutut di hadapan Tao dan mereka malah menjadikan Tao sebagai ketua mereka. Tapi, tentunya Tao menolak tawaran konyol para preman itu.

Melihat kemenangan Tao atas para preman itu, Junpyo langsung melarikan diri dan kini dirinya dipenuhi dengan perasaan takut yang luar biasa pada Tao. Semoga saja, di lain hari dia tidak berulah lagi.

“Tao, ujung bibir kananmu berdarah, boleh aku mengobatinya?” Eun Kyung benar-benar sedih melihat keadaan Tao yang selalu terluka karenanya. Eun Kyung pun mengeluarkan kotak P3K yang selalu siap di dalam tasnya khusus untuk membawa obat-obatan yang nantinya akan dia taruh di depan pintu rumah Tao.

Saking paniknya melihat darah segar yang keluar dari luka Tao, Eun Kyung langsung menyuruh Tao untuk duduk dan pengobatan pun dimulai. Saat mengobati bibir Tao, tiba-tiba Tao mengangkat Eun Kyung dan mendudukannya di pangkuannya. Tao memandang Eun Kyung dengan mata yang berkaca-kaca dan tak lama kemudian Tao pun menangis tepat di depan mata Eun Kyung.

(Tao’s Side)

Aku menangis karena akau cemburu melihatmu dengan namja gila itu, Eun Kyung. Aku benci melihatmu bergandengan tangan dengannya. Aku sedih melihatmu mengangguk untuk menyatakan cinta padanya. Akulah yang mencintaimu Eun Kyung. Aku selalu memperhatikanmu, aku berlatih bela diri hanya untuk melindungimu Eun Kyung. Kau tak pernah tau perasaanku ini kan?

(Eun Kyung’s Side)

Tao, kenapa kau menangis seperti ini? Aku pun menyeka setiap butiran air mata di pipinya dan Tao pun membalasnya dengan kecupan lembut di keningku. Lalu dengan tangannya yang kuat itu, Tao menarik tubuhku untuk terbenam dalam pelukannya. Ku balas pelukannya dengan pelukan yang lebih erat dan kini kurasakan tangan Tao mengelus rambutku dan sebuah kecupan lembut menyentuh puncak kepalaku. “Saranghaeyo My Cold Blooded Prince….”

THE END-

Authors’ talk:

Omo…omo… Half of My Heart versi TAO  udah bisa publish juga, senangnya….

Gimana readers? Mudah-mudahan memuaskan ya hehe, mudah-mudahan masih semangat buat baca cerita selanjutnya juga ya 😀

Okey deh, ditunggu Comment & Like nya ya…Chuseo…

Iklan

95 pemikiran pada “Half of My Heart: Tao

  1. Waaaaaahhh!!!! Keren!!! Dingin, sering berkelahi tapi pas nonton drama nangis.. haha.. Cuma, di endingnya kurang gimana yaa… pernyataan cinta dari Tao. Iya kek gitu..keep writing ya thor ^^

  2. Whoaaaaahhh aku suka…
    Oh iya annyeong aku new reader disini..
    Mau minta ijin… Sering main dan baca2 ff nya ya…
    Gumawo sebelumnya

Tinggalkan Balasan ke Kim Hyun Na Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s