You’re a Liar

  • Title : You’re a Liar
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Angst and Romance
  • Cast :

–       Oh Sehun

–       Baek Jin Ah

–       Do Kyungsoo

  • Other Cast: Temuin aja ya sendiri di dalam cerita.
  • Length : Oneshoot

 

NB: Author Hyeri is back, back, back,back! *alaSHINee* Hahaha annyeonghaseyo readers-deul! Udah lama gak mampir kesini dan udah lama juga nggak ngirim ff kesini. Kangen sama semuanyaaaaaaaa *hug* Oh iya author bawa ff baru lho! Ayo yang bias, terus bini-bininya Sehun sama D.O merapat dong! Mampir gitu baca ff ini XD Jangan lupa dibaca ya, hope you like it ^^ And don’t forget to leave comment, aracchi? Happy Reading  \(´▽`)/

 

AUTHOR’S POV

 

“Sehun~ah,” panggil seorang namja. Namja yang bernama Sehun itu pun menoleh kearahnya.

“Wae?” tanya Sehun singkat

“Kau tak menjemput Jin Ah?”

“Tidak. Dia kan bisa pulang sendiri. Dia tak perlu kuantar jemput setiap hari kan? Aku bukan supir pribadinya,” jawab Sehun ketus

“Yak tapi kan dia …..”

“Yeojachingu-ku?” potong namja itu cepat. Sedangkan sahabat nya itu hanya mengangguk.

“Dia memang kekasihku, tapi aku tak mencintainya.” Sehun berpaling pada buku yang sedang ia baca. Kalau tentang Jin Ah, namja ini sedang malas membahasnya.

“Mwoya? Ja..jadi kau selama ini mempermainkannya?”

 

Namja bernama Sehun itu mengangguk pelan membuat sahabatnya terkejut setengah mati.

“Aku kembali dengan nya kemarin hanya karena rasa kasihan saja. Selebihnya, aku sama sekali tak mencintainya.” kata Sehun santai membuat Chanyeol mengangakkan mulut nya lebar.

“Kau tega sekali, Sehun~ah. Dia juga punya perasaan. Kalau dia tau, dia pasti akan sangat terluka sekali ..” ujar Chanyeol

“Aku tak peduli. Lebih cepat dia mengetahuinya, lebih cepat aku bisa pergi dari kehidupannya.”

 

Chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Sehun tak mungkin seperti ini, ia tahu sekali kalau sahabatnya itu sangat mencintai Baek Jin Ah. Tapi kenapa sekarang keadaan jadi berbeda? Apa yang membuat Sehun berkata seperti itu pada Chanyeol?

 

***

 

JIN AH’S POV

 

Oh Sehun dimana kau? Kenapa jam segini kau belum menjemputku juga? Ini sudah jam 10 malam. Tapi kau belum juga menjemputku. Sudah 2 jam aku menunggu di halte, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangannya.

 

Tiba-tiba mobil hitam muncul dihadapanku. Aku berdiri penuh harap dan yakin kalau yang ada di dalam mobil itu adalah Sehun. Aku berdiri dari dudukku lalu menghampiri mobil hitam yang tak jauh dari halte.

 

Kaca mobil itu perlahan terbuka, aku pun menunduk dan yang aku lihat bukanlah wajah Sehun tapi …. wajah Kyungsoo.

“Jin Ah, kenapa masih disini? Ini sudah malam. Jalanan sepi. Ayo kuantar pulang ..” ajaknya.

Aku terdiam sesaat. Haruskah aku menerima tawarannya? Ini memang sudah jam 10 malam. Sehun sedaritadi juga tak mengangkat telponku. Kalaupun aku menunggu lagi, apa Sehun akan datang?

“Eottae? Kau mau kuantar? Lagian jalan pulang rumahmu dan rumahku searah.”

Bagaimana ini? Apa aku ikut saja?

“Ah baiklah.” jawabku lalu membuka pintu mobilnya dan mendudukkan tubuhku di kursi penumpang tepat disebelahnya. Aku bisa melihat Kyungsoo tersenyum kearahku. Oh tidak. Kenapa senyumannya membuat jantungku berdetak lebih cepat? Ada apa ini? Kenapa, kenapa aku jadi gugup berada dekat dengannya? Haiss, Baek Jin Ah apa yang terjadi denganmu?

 

Waktu yang kami habiskan dalam perjalanan hanyalah diam. Tidak aku maupun dia yang memulai pembicaraan. Aku menatap kearahnya takut-takut, dan kau tau apa? Pandangan kami bertemu. Dia balik menatapku. Aish apa dia tau kalau aku menatapnya tadi? Jin Ah, kau ceroboh sekali!

“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Kyungsoo yang membuatku menjadi tambah gugup dan salah tingkah.

“Aniyeo. Kau serius sekali, Kyungsoo~ah.” jawabku asal disertai cengiran lebar

“Jinjja? Jin Ah~ya, kau lucu sekali.” ujarnya sambil tertawa lalu mengacak-acak rambutku pelan. Aku hanya bisa tersenyum. Terlalu bingung harus melakukan apa lagi.

 

Ini bukan aku. Bahkan disaat-saat seperti ini, aku tak pernah merasakan nya dengan Sehun. Jantung berdetak cepat. Keringat dingin. Dan salah tingkah. Aku sama sekali tak pernah mengalami hal seperti ini jika sedang bersama Sehun. Tapi kenapa hal seperti ini malah terjadi jika aku sedang bersama Kyungsoo? Teman sekaligus rekan satu kegiatan sosial dikampus?

 

Aku yang sedang melamun, tiba-tiba terkejut saat merasakan mobil ini berhenti mendadak. Kutoleh pandanganku kearah Kyungsoo. Dia terlihat kaget dan wajahnya menahan marah. Kenapa? Apa yang dilihatnya? Aku pun berpaling menatap kearah yang sedang ia lihat. Dan … yah aku melihatnya. Mungkin ekspresi ku tidak jauh beda dari Kyungsoo. Hanya saja air mata ini sudah tidak bisa kutahan lagi …

 

Buliran air mata yang sudah menggenang dipelupuk mataku akhirnya jatuh setetes demi setetes. Kyungsoo dengan sigap meraih tanganku lalu menarik ku kedalam pelukannya. Membenamkan wajahku di dada bidangnya. Tidak. Kau terlambat Kyungsoo~ah. Aku sudah melihatnya. Aku melihat Sehun. Dia disana….bersama seorang gadis.

 

Isak tangis ku yang tadinya pelan perlahan mulai menderas. Aku tak pernah sesakit ini. Dadaku sesak, sulit untuk bernafas. Mataku benar-benar memanas dan terus mengeluarkan air mata. Ya Tuhan, semoga saja ini hanya mimpi. Aku benar-benar tak pernah mengharapkan kejadian ini seperti kenyataan.

 

Aku mengerang tertahan dan tanpa sadar mencengkeram bahu Kyungsoo kuat. Aku berusaha menahan sakit ini sendirian tapi tidak bisa. Jika ini benar-benar mimpi, rasanya tak akan pernah sesakit ini.

 

“Katakan kalau ini hanya mimpi.” ucapku serak. Dan aku yakin Kyungsoo pasti bisa mendengarnya.

“Kalau kau berharap ini mimpi, kau salah. Apa kenyataan ini terlalu menyakitkan bagimu? Sehingga kau takut untuk mengakuinya?” ujarnya dengan nada suara yang lemah.

“Menangislah.. jika itu bisa membuatmu lega. Aku ada disini. Untukmu, Jin Ah.”

 

Hatiku terasa tertohok saat mendengar semua ucapan yang Kyungsoo katakan. Aku menangis sekuat-kuatnya. Menangis sepuasnya sehingga membuat bahu nya sedikit basah.

“Aku rela menjadikan bahuku tempatmu menangis. Dan juga tempatmu bersandar, jika tak ada lagi Sehun dihatimu. Aku siap mengisi hatimu yang kosong, Jin Ah~ya.”

 

Apa yang baru saja dia katakan? Apa maksudnya? Jadi gossip yang selama ini beredar benar. Kalau Kyungsoo memang menyukaiku?

 

KYUNGSOO’S POV

 

Aku tak sanggup melihatmu tersakiti seperti ini. Aku sudah pernah bilang kan padamu? Sehun itu bukan namja baik-baik. Tapi kau selalu menganggap kalau aku berbohong dengan alasan karena aku membenci Sehun. Makanya kau terus mengiraku menjelek-jelekkan Sehun didepanmu. Aku tak pernah sepicik itu, Jin Ah~ya. Aku seperti ini hanya untuk berusaha melindungimu. Melindungimu dari kemungkinan Sehun akan mencampakkanmu. Dan lihat sekarang?

 

“Katakan kalau ini hanya mimpi.” ucapnya serak tapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Aku menghela nafas berat ..

“Kalau kau berharap ini mimpi, kau salah. Apa kenyataan ini terlalu menyakitkan bagimu? Sehingga kau takut untuk mengakuinya?” ujarku dengan nada suara yang lemah. Apa kau berharap ini hanya mimpi saja? Apa kau benar-benar sudah memantapkan hatimu untuk Sehun? Kenapa sulit sekali untuk kau akui ini adalah kenyataan, Jin Ah~ya?

 

“Menangislah.. jika itu bisa membuatmu lega. Aku ada disini. Untukmu, Jin Ah.”

 

Aku mendengar dia mengerang tertahan dan sedetik kemudian kurasakan Jin Ah mencengkeram bahuku kuat. Dan aku semakin mengeratkan pelukanku pada tubuhnya. Membuatnya setenang mungkin.

 

Kalian semua pasti tahu apa maksudku kan? Ya, aku mencintai Jin Ah. Saat kami pertama kali dipertemukan dalam sebuah acara kegiatan social di kampus. Awalnya, aku memang menganggapnya sebagai teman tapi perasaanku tak bisa berbohong. Aku mencintainya.

 

Menurut berita yang kudengar, Sehun tak benar-benar mencintai Jin Ah. Ia hanya mempermainkan gadis yang berada dalam pelukanku ini. Banyak orang bilang, kalau dia hanya ingin membuat Jin Ah senang saja. Tapi dia menyenangkan Jin Ah dengan cara yang salah. Berpura-pura bahwa selama ini ia jatuh cinta dengan Jin Ah. Tak tau kah kau? Dia sudah banyak berbohong padamu, Jin Ah. Tapi kenapa kau masih saja tetap mempertahankan hubungan ini?

 

***

Aku menghentikan mobilku tepat di depan rumahnya. Rumah itu masih terlihat terang, pasti keluarganya menunggu dia pulang. Aku menoleh ke kursi penumpang disebelahku. Jin Ah tertidur. Dia pasti lelah karena terlalu banyak menguras air mata untuk pria yang benar-benar tidak mencintainya.

 

Lihatlah aku Jin Ah. Kenapa kau tidak juga sadar bahwa disini ada namja yang lebih mencintaimu? Aku menyandarkan kepalaku ke sandaran kursi mobil. Menutup mataku sejenak mencoba untuk menenangkan diri. Semua itu butuh proses Kyungsoo. Kau hanya perlu berjuang sedikit lagi sampai Jin Ah benar-benar melihatmu sebagai namja yang peduli padanya.

 

Aku membuka pintu mobil lalu keluar dan berjalan mengitari mobilku. Tak perlu waktu lama sampai aku membuka pintu mobil kemudi satu nya lagi dan menggendong Jin Ah keluar lalu membawanya masuk kerumah. Baru setengah jalan menuju pintu rumahnya, aku melihat pintu coklat kayu itu terbuka. Dan muncullah satu wanita paruh baya yang kuyakini adalah eomma Jin Ah dan dua namja. Aku terkejut saat menyadari salah satu namja itu adalah….. Sehun? Kenapa dia ada disini?

 

Dengan keberanian yang kupunya, aku kembali melangkahkan kakiku masuk ke rumah itu. Tentu saja mereka terkejut saat menyadari Jin Ah berada dalam gendonganku.

 

“Jin Ah!” pekik eomma-nya saat melihat Jin Ah tertidur di punggungku.

“Tenanglah eommonim. Jin Ah baik-baik saja. Dia hanya tertidur.” ujarku sambil tersenyum.

“Kau menemukan anakku dimana?”

“Tadi aku bertemu di halte dekat kampus. Saat jalan pulang, dia tertidur. Sepertinya, namja itu lupa untuk menjemputnya.” jawabku sambil melempar tatapan sinis kearah Sehun.

“Benarkah, Sehunnie? Kau lupa menjemputnya? Haiss, kau itu sebagai kekasihnya tidak boleh begitu. Kalau sampai terjadi apa-apa dengannya bagaimana?” ucap eomma Hyeri kesal.

“Mianhae eommonim. Tadi, aku ada kuliah tambahan. Aku tak sempat menjemputnya.” kata Sehun sambil tertunduk. Harus berapa banyak kebohongan lagi yang kau rencanakan Sehun? Neo jinjja! Kalau tidak ada eomma Jin Ah disini, sudah kupastikan kau babak belur.

“Eommonim, boleh aku membawanya ke kamar? Ini sudah larut malam, nanti dia sakit. Cuaca malam ini sangat dingin.” ucapku pada eomma Jin Ah.

“Nde. Bawa saja dia ke kamar.”

 

Aku pun berjalan sambil diiringi eomma Jin Ah. Saat aku ingin masuk kedalam rumah itu, tiba-tiba satu tangan mencegahku. Aku pun berbalik dan mendapati tangan Sehun-lah yang menahanku.

 

“Biar aku yang membawa dia ke kamar. Tugasmu sudah selesai, kau boleh pulang. Jin Ah kekasihku, dan dia tanggung jawabku.” ujarnya dengan nada tajam. Tapi, tentu saja aku tidak akan menyerah begitu saja.

“Aku yang membawanya pulang. Jadi, aku juga yang akan membawanya ke kamar. Aku tidak suka menolong setengah-setengah. Jika, dari awal kau yang menjemputnya lebih dulu dia tidak akan seperti ini.”

Setelah itu aku tak berkata apa-apa lagi. Langsung saja aku masuk kedalam rumah itu. Tapi lagi-lagi ….

“Kau tuli atau apa? Dia kekasihku. Dan aku merasa terganggu akan hal ini.” seru Sehun dengan suara yang naik 1 oktaf.

“Nak, biarkanlah Sehun yang membawa Jin Ah ke kamar. Lebih baik kau pulang saja. Ini sudah malam, kedua orang tuamu pasti mengkhawatirkan keadaanmu. Ghamsahamnida sudah membawa Jin Ah pulang.” kata eomma Jin Ah lembut.

“Kau dengar? Lebih baik kau pulang saja. Jin Ah biar aku yang bawa dia kekamar.” tukas Sehun dengan senyum kemenangan.

 

Aku membuang nafas kesal. Kalau bukan karena eomma Jin Ah yang meminta aku tidak akan menurutinya. Oke, mungkin kali ini kau bisa bebas. Tapi liat Oh Sehun, akan kubuat kau benar-benar menyesal jika sekali lagi kau menyakiti Jin Ah.

 

 

AUTHOR’S POV

 

Kyungsoo berniat melepas gendongannya dan memberi Jin Ah kepada Sehun. Tapi, saat ia ingin menurunkan Jin Ah gadis itu tidak melepas rangkulan tangannya dari leher Kyungsoo. Tidak tau karena apa, tapi gadis itu tetap merangkul tangannya dileher Kyungsoo membuat semua orang bingung termasuk Kyungsoo sendiri.

 

Kyungsoo berusaha melepaskan tangan Jin Ah yang melingkar dilehernya, tapi gadis itu semakin erat merangkulnya. Kyungsoo menatap eomma Jin Ah yang terlihat bingung karena tangan anak gadisnya tidak mau lepas dari namja yang menggendongnya.

 

“Kalau begitu kau saja yang membawanya masuk. Sepertinya dia tidak mau melepaskan rangkulan tangannya dari lehermu.” ujar eomma Jin Ah menyerah.

“Tapi eommonim ….” sergah Sehun cepat

Kyungsoo tak menghiraukan perkataan Sehun. Dan sesuai apa yang dikatakan eomma-nya. Kyungsoo pun berjalan masuk kedalam rumah lalu membuka pintu kamar Jin Ah dan langsung membaringkan tubuh ringkih itu disana. Kali ini Kyungsoo sedikit berusaha keras untuk melepaskan tangan Jin Ah dari lehernya dan akhirnya berhasil.

 

Kyungsoo menarik selimut yang berada di atas tempat tidur Jin Ah lalu menutup sebagian tubuh gadis itu hingga ke leher. Ia tatap wajah polos gadis itu saat tertidur sebentar membuatnya yakin bahwa ia mencintai gadis yang tepat.

 

Kyungsoo hendak melangkah pergi keluar dari kamar Jin Ah saat tangan yang sangat dingin menyentuh kulitnya lagi. Siapa? Tentu saja Jin Ah. Mereka hanya berdua di kamar ini. Kyungsoo pun berbalik dan menatap Jin Ah yang sedang berusaha membuka matanya pelan. Dengan tatapan memohon gadis itu mengeluarkan suaranya ..

“Jangan pergi. Temani aku disini, Kyungsoo~ah. Aku takut.” ujar Jin Ah dengan suara yang sedikit gemetar. Dan jika Kyungsoo menolaknya, bisa ia lihat sedetik setelah itu Jin Ah akan menangis kembali.

 

Kyungsoo tak mungkin menolak karena ia tahu bahwa gadis itu membutuhkannya. Dan hanya dialah satu-satunya namja yang dibutuhkan Jin Ah. Kyungsoo perlahan menarik kedua ujung bibirnya membentuk senyuman tulus. Ia sadar kini Jin Ah mulai melihatnya. Melihatnya sebagai namja yang dibutuhkannya.

“Geuraeyo.” kata Kyungsoo sambil mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur Jin Ah. Gadis itu tersenyum lalu kembali tertidur sambil menggenggam tangan Kyungsoo.

 

SEHUN’S POV

 

Hah kenapa harus sekarang? Kemana lagi Jin Ah? Kenapa dia belum juga pulang? Jangan bilang kalau dia masih menungguku di halte yang tidak juah dari kampus. Haiss, Baek Jin Ah kau membuat semua orang khawatir. Sebenarnya kau dimana?

 

Aku kembali meraih handphoneku dan menelpon nya tapi nomornya tidak aktif terus.

Aku pun melajukan mobilku kerumah Jin Ah, semoga saja dia sudah pulang.

 

***

“Belum pulang?” tanyaku kaget

“Belum. Kau ini sebagai kekasihnya masa tidak tau sih dia pergi kemana!” bentak Seunghyun—kakak laki-laki Jin Ah.

“Bagaimana ini, Seunghyun~ah? Adikmu belum pulang. Eomma khawatir.” ucap eommonim setengah menangis.

“Tenanglah eomma,. Jin Ah baik-baik saja.” ujar Seunghyun hyung menenangkan eomma.

 

Tak lama aku pun mendengar suara deruman mobil di depan rumah. Aku tak tau siapa, tapi yang pasti itu berhasil mengejutkan Seunghyun hyung dan eommonim. Di detik berikutnya, aku terkejut karena melihat Jin Ah berada dalam gendongan … Kyungsoo? Kenapa namja itu bisa membawa Jin Ah pulang?

 

Langkah Kyungsoo sempat terhenti saat melihatku berada di depan pintu rumah. Lalu ia berjalan kembali dengan tatapan yang jelas-jelas tidak suka jika aku berdiri disini.

 

“Jin Ah!” pekik eommonim saat melihat Jin Ah berada dalam gendongan namja itu.

“Tenanglah eommonim. Jin Ah baik-baik saja. Dia hanya tertidur.” ujarnya sambil tersenyum. Cih, sok manis.

“Kau menemukan anakku dimana?”

“Tadi aku bertemu di halte dekat kampus. Saat jalan pulang, dia tertidur. Sepertinya, namja itu lupa untuk menjemputnya.” jawabnya sambil melempar tatapan sinis kearahku. Apa maksudnya? Dia menyindirku?

“Benarkah, Sehunnie? Kau lupa menjemputnya? Haiss, kau itu sebagai kekasihnya tidak boleh begitu. Kalau sampai terjadi apa-apa dengannya bagaimana?” ucap eomma Jin Ah kesal padaku.

“Mianhae eommonim. Tadi, aku ada kuliah tambahan. Aku tak sempat menjemputnya.” kata ku sambil tertunduk.

“Eommonim, boleh aku membawanya ke kamar? Ini sudah larut malam, nanti dia sakit. Cuaca malam ini sangat dingin.” ucapnya pada eomma Jin Ah.

“Nde. Bawa saja dia ke kamar.”

 

Aku melihatnya berjalan sambil diiringi eomma Jin Ah. Tentu saja aku tidak tinggal diam. Aku menahan tangan Kyungsoo masuk kedalam rumah.

 

“Biar aku yang membawa dia ke kamar. Tugasmu sudah selesai, kau boleh pulang. Jin Ah kekasihku, dan dia tanggung jawabku.” ujarku dengan nada tajam.

“Aku yang membawanya pulang. Jadi, aku juga yang akan membawanya ke kamar. Aku tidak suka menolong setengah-setengah. Jika, dari awal kau yang menjemputnya lebih dulu dia tidak akan seperti ini.”

 

Dia … apa dia berusaha menjelek-jelekkan ku di depan eommonim? Haiss, aku tau kau menyukai Jin Ah. Tapi kau tak perlu menjelekkan ku di depan mereka semua. Aku mengumpat dalam hati. Kalau tidak ada mereka disini, aku tidak segan-segan untuk memukulmu Do Kyungsoo.

 

“Kau tuli atau apa? Dia kekasihku. Dan aku merasa terganggu akan hal ini.” seru ku tak tahan dengan suara yang sedikit lebih keras dari tadi.

“Nak, biarkanlah Sehun yang membawa Jin Ah ke kamar. Lebih baik kau pulang saja. Ini sudah malam, kedua orang tuamu pasti mengkhawatirkan keadaanmu. Ghamsahamnida sudah membawa Jin Ah pulang.” kata eommonim lembut.

Aku tersenyum dalam hati. Eommonim berada di pihakku.

“Kau dengar? Lebih baik kau pulang saja. Jin Ah biar aku yang bawa dia kekamar.” tukas ku diselingi senyum kemenangan.

 

Kyungsoo pun menyerah dan berniat melepaskan rangkulan tangan Jin Ah dari lehernya. Baru saja Kyungsoo ingin menurunkan Jin Ah, tapi tangan Jin Ah tidak mau melepaskan rangkulannya dari leher Kyungsoo.

 

Tunggu apa yang terjadi dengan Jin Ah?

 

Kyungsoo berusaha melepaskan tangan Jin Ah tapi dia malah semakin mengeratkan tangan nya merangkul Kyungsoo. Haiss Jin Ah apa yang kau lakukan?

 

Aku menatap eommonim meminta tolong ..

“Kalau begitu kau saja yang membawanya masuk. Sepertinya dia tidak mau melepaskan rangkulan tangannya dari lehermu.” ujar eommonim menyerah.

“Tapi eommonim …”

 

Eommonim mengangguk pelan seolah tatapan matanya meminta izin padaku agar namja itu saja yang membawanya ke kamar.

 

Oke, mungkin perkataanku tadi siang bersama Chanyeol salah. Awalnya aku memang tak pernah mencintai Jin Ah. Tapi melihatnya bersama pria lain, kenapa aku merasa tidak suka? Kenapa aku tidak rela jika dia tidur di punggung pria lain?

 

Aku pun ikut masuk kedalam rumah diam-diam. Menatap Jin Ah bersama pria itu dari ambang pintu. Aku tersenyum sinis. Bagaimana bisa Jin Ah tak mau melepaskan rangkulan tangannya dari leher Kyungsoo? Apa jangan-jangan dia merasa nyaman bersama namja itu?

 

“Jangan pergi. Temani aku disini, Kyungsoo~ah. Aku takut.” Ya, itu suara Jin Ah. Dan apa? Dia tidak mengizinkan namja itu pulang. Aku berusaha sabar saat ia tak ingin melepaskan rangkulannya dari Kyungsoo dan apa aku harus bersabar lebih lama lagi saat ia menahan namja itu pergi?

 

Hey! Aku ini namjachingunya. Seharusnya aku yang menemani Jin Ah. Bukan Kyungsoo. Oke aku tidak tahan. Aku harus masuk menemuinya.

 

“Jin Ah ..” panggilku

Kyungsoo menoleh dan mata Jin Ah yang tadi menutup perlahan terbuka.

“Sehun ..” lirihnya. Tatapan matanya menyiratkan kepedihan yang luar biasa.

“Kenapa kau belum pulang?” tanyanya pelan

“Kau mengusirku?” tanyaku tak percaya

“A-niyeo. Maksudku …”

“Jangan mentang-mentang ada Kyungsoo, jadi kau tak membutuhkanku lagi hah?” ujarku sinis.

“Kau tak seharusnya berbicara seperti itu, Oh Sehun.” desis namja itu tajam.

“Lihat, dia membelamu. Hebat sekali kau Baek Jin Ah, membuat namja ini dengan mudahnya terpesona olehmu dalam semalam.”

“Oh Sehun berhenti! Apa maksudmu berkata seperti itu?”

 

Kini aku bisa melihat Jin Ah bangun dari tidurnya karena terkejut mendengar ucapanku lalu berteriak padaku.

“Aku ini kekasihmu. Seharusnya yang menemanimu itu aku bukan dia!” Aku mengarahkan jari telunjukku kewajah Kyungsoo. Tepat dihadapannya.

 

“Bisa kau ulangi perkataanmu sekali lagi?” kata Kyungsoo dengan senyum meremehkan.

“Aku kekasih Baek Jin Ah. Wae? Kau tidak suka?” ucapku tegas.

“Ini yang kau bilang kekasih? Omong kosong.” sentak Kyungsoo sambil mendorong tubuhku kebelakang dengan kedua tangannya.

 

Dia menatap tajam kearahku.

“Kau lihat dia. Lihat dia baik-baik Oh Sehun!” teriaknya tepat diwajahku.

 

Aku berpaling menatap Jin Ah. Matanya sudah berkaca-kaca. Apa yang sedang terjadi? Kenapa aku yang merasa harus disalahkan disini?

“Kau lihat dia? Itu yang kau bilang kekasihmu? Itu kekasih Oh Sehun? Kalau Jin Ah benar kekasihmu kau tak seharusnya mengkhianatinya seperti ini! Kau sadar tidak!”

 

Kyungsoo kembali berteriak marah kepadaku. Tapi kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa? Kenapa aku tidak bisa balik marah kepadanya?

“Kyungsoo~ah, hentikan. Kumohon jangan ….” pinta Jin Ah memohon yang masih berada di tempat tidurnya.

“Yak Jin Ah~ya, kau ini kenapa? Dia harus tahu kesalahannya! Kesalahannya sehingga membuatmu menangis seperti ini!”

 

Aku terperanjat. Jin Ah menangis? Karena aku?

“Apa salahku? Aku merasa tak pernah berbuat salah padanya.” kataku polos. Oke, aku tidak tahu apa maksudnya.

“Kau mau tau apa salahmu? Salahmu adalah … KAU MENCIUM GADIS LAIN TEPAT DI DEPAN MATANYA?! KAU BERSELINGKUH OH SEHUN. TAK SADARKAH KAU SUDAH MENYAKITI HATINYA?!”

 

AUTHOR’S POV

 

Kyungsoo tak lagi dapat menahan amarahnya yang terus menerus keluar. Ia tidak tahan melihat Jin Ah terus menangis hanya karena pria yang berpura-pura tidak bersalah di hadapannya ini.

 

“Kau mau tau apa salahmu? Salahmu adalah … KAU MENCIUM GADIS LAIN TEPAT DI DEPAN MATANYA?! KAU BERSELINGKUH OH SEHUN. TAK SADARKAH KAU SUDAH MENYAKITI HATINYA?!”

 

DEG!

 

Raut wajah Sehun berubah pucat seketika. Bibirnya membeku. Tangannya bergetar. Rahasia yang selama ini ia sembunyikan terbongkar. Eomma Jin Ah dan oppa-nya yang merasa terganggu akan teriakan seorang namja langsung bergegas menuju kamar Jin Ah. Terlihat 2 pria yang sedang berdebat di kamar anak gadisnya itu.

 

“Ada apa ini? Apa yang terjadi?”

Ucapan eomma Jin Ah seperti angin yang hanya lewat begitu saja bagi mereka. Perkataan wanita paruh baya itu diacuhkan begitu saja seiring dengan luapan emosi kedua namja itu.

 

PLAK!

Jin Ah mendaratkan tanga putihnya di pipi halus Kyungsoo. Pria itu mengerang kesakitan.

“Cukup Kyungsoo. Berhenti. Jangan berbicara lagi!” teriak gadis itu lantang. Matanya sudah berair mengaliri kedua pipi putihnya.

“Sekarang kau pergi!” bentak Jin Ah. Entah keberanian darimana, mengusir namja yang sudah menolongnya tadi. Kyungsoo tak bergeming, dan tanpa berkata apa-apa lagi ia memilih pergi dari kamar gadis itu dan berjalan keluar rumah.

 

Jin Ah terduduk lemah saat itu juga. Tapi, dengan sigap tangan panjang Sehun menahannya. Jin Ah menepis uluran tangan Sehun sehingga membuat tubuh namja itu hampir terhuyung kebelakang.

“Kau kenapa masih saja disini? Perlu aku usir juga hah?” teriak gadis itu seolah tahu tangan siapa yang menahan tubuhnya. Oh Sehun.

“Aku ingin disini menemanimu, Jin Ah.” ucap Sehun lembut seraya memeluk tubuh Jin Ah.

“Lepaskan! Pergi dari rumahku! Kuminta Oh Sehun pergi darisini!” usirnya

“Aku bisa menjelaskan semuanya.”

“Simpan saja penjelasanmu itu, Oh Sehun. Karena aku tak ingin mendengarnya.”

“Tapi ….”sergah Sehun

“Pergi!” pekik Jin Ah.

“Arraseo.” ujar Sehun menyerah lalu berdiri membiarkan Jin Ah yang masih terduduk lemah dilantai.

“Eommonim, hyung.. aku pergi.” pamit Sehun sopan sambil membungkukkan badannya.

 

***

HYERI’S POV

 

Sudah 2 hari aku mengurung diri di kamar. Menolak untuk bertemu dengan siapapun. Eomma dan Seunghyun oppa bahkan sudah menyerah menghadapiku dan mereka lebih memlilih membiarkanku menenangkan diri dikamar selama yang aku inginkan.

 

Namja itu, Oh Sehun. Aku tak pernah menghubunginya lagi. Begitupun dia. Kata ‘putus’ belum terlontarkan dari mulut kami masing-masing membuatku kembali berharap dia akan berubah lalu kembali padaku.

 

Tapi ini sudah hari ke-3, dia bahkan tak menghubungiku sama sekali. Setidaknya meminta maaf karena kejadian 2 malam yang lalu. Tapi apa? Dia tidak berusaha sesuai harapanku. Membuatku berpikir bahwa hubungan kami benar-benar sudah berakhir.

 

Drrtt … Drrttt ..

Handphoneku bergetar menandakan ada pesan masuk. Aku meraih handphone dari saku kemejaku lalu membukanya.

 

From: 010-12011-994

 

Maaf soal kejadian kemarin,

Aku tidak bermaksud mencampuri urusanmu dengan Sehun.

Aku hanya tidak ingin kau disakiti olehnya lagi, Jin Ah~ya.

Sadarlah, ada aku disini. Kenapa kau tidak berusaha melihatku?

 

Aku membaca pesan itu dengan seksama. Menyerap kata demi kata itu baik-baik. Walaupun nomor itu tidak ada di kontakku tapi aku yakin ini adalah pesan singkat dari Kyungsoo. Hanya satu orang yang memanggilku seperti itu. Dan itu Kyungsoo.

 

Aku menutup flip handphoneku. Lalu memejamkan mata sejenak. Do Kyungsoo, kau mengirimiku pesan itu sama saja kau membuatku lagi-lagi memikirkanmu. Aish.

 

Kuakui semenjak kejadian malam kemarin, aku terus memikirkannya. Mataku tak pernah lepas dari bayangannya. Punggung nya yang hangat membuatku merasa nyaman. Senyumnya yang tulus membuatku merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.

 

Drrtt.. Drrtt ..

Handphoneku kembali bergetar. 1 pesan masuk… dari nomor yang sama.

 

From: 010-12011-994

 

Aku menyayangimu.

Jangan pernah menangis lagi,

Hanya untuk namja yang tidak pernah mencintaimu.

Lihatlah aku, dan berhentilah menangis.

Aku akan selalu membuatmu tersenyum, Jin Ah~ya.

 

Untuk kesekian kalinya, aku tak membalas pesan itu. Jari-jariku tiba-tiba saja mengeram saat ingin membalas setiap pesan darinya. Aku tak sanggup. Aku rasa aku mulai memiliki perasaan dengan Kyungsoo. Kurasa. Aku belum tahu pasti, tapi setiap memikirkannya selalu saja membuatku tenang.

 

“Aku rela menjadikan bahuku tempatmu menangis dan juga tempatmu bersandar. Jika tak ada lagi Sehun dihatimu, aku siap mengisi hatimu yang kosong, Jin Ah~ya.”

 

Kalimat itu kembali terngiang lagi di dalam otakku. Membuatku berfikir keras apakah Kyungsoo benar-benar serius dengan ucapannya? Aku bingung. Dia benar-benar memberi harapan yang besar untukku. Bisakah aku membuang cinta dari Oh Sehun dan menerima cinta Do Kyungsoo?

 

***

AUTHOR’S POV

 

Dan setelah itu, mau Jin Ah dan Sehun tak pernah bertemu lagi. Mereka tidak pernah terlihat bersama lagi. Jin Ah kini merasa bersalah dengan Kyungsoo. Entah apa yang terjadi dengannya malam itu sampai menampar Kyungsoo di depan Sehun dan juga terlebih ibu dan kakak laki-lakinya.

 

Semenjak kejadian seminggu yang lalu membuat Jin Ah merasa lebih baikan sekarang. Ia hanya perlu mencari Kyungsoo lalu meminta maaf kepada namja itu karena sudah menamparnya. Tapi saat Jin Ah menghubungi Kyungsoo, nomornya selalu tidak aktif. Apa Kyungsoo marah dengan Jin Ah?

 

Gadis itu tengah berjalan sempoyongan di taman tak jauh tempatnya dulu saat pertama kali bertemu Sehun. Tapi tempat itu ternyata sudah diduduki orang lain, bukan lagi menjadi tempat milik mereka berdua. Baek Jin Ah dan Oh Sehun.

“Huh ..” Gadis itu membuang nafas lemah. Ia tak tau harus mencari Kyungsoo kemana lagi. Ia putus asa sekarang. Matanya kembali fokus pada jalanan taman yang sedang ia lalui. Menatap orang-orang yang tengah berlalu lalang  disekelilingnya. Ia edarkan lagi pandangannya ke segala arah tapi tetap saja tak menemukan namja yang setengah mati ia rindukan itu. Apa yang ia rindukan? Tentu saja. Selama seminggu pikiran Jin Ah tak pernah lepas dari sosok Kyungsoo yang menampung kesedihan nya malam itu. Namja itu selalu saja memenuhi pikirannya beberapa hari ini. Membuat gadis itu berusaha keras untuk mencari dimana Kyungsoo sekarang.

 

Jin Ah menghentikan langkahnya saat menangkap wajah seseorang yang dulu pernah ia cintai. Tapi namja itu tidak sendiri, melainkan bersama seorang gadis. Gadis yang sama saat kejadian malam itu. Dan hal yang sama pun terjadi, Sehun pun tak sengaja menangkap wajah Jin Ah yang sedang menatapnya nanar. Mereka saling berpandangan cukup lama sampai akhirnya Jin Ah memiliki keberanian untuk berjalan ketempat dimana Sehun sedang berdiri memeluk kekasih barunya.

 

“Sehunnie ..” gumam gadis itu pelan tapi langsung disambut dengan tatapan tak mengenakkan dari Sehun.

“Jangan pernah panggil aku dengan sebutan ‘Sehunnie’ lagi. Tak cukupkah kejadian kemarin menyadarkanmu? Kita putus. Aku tidak mencintaimu lagi. Sekarang menjauhlah dari kehidupanku.” ujarnya sarkastis lalu pergi meninggalkan Jin Ah yang masih berdiri mematung. Belum terlalu fokus untuk menyerap perkataan Sehun barusan. Membuat air matanya kembali terjatuh mengaliri pipinya.

“Jin Ah kenapa kau menangis? Sudahlah dia tak mencintaimu.” ucapnya menyemangati diri sendiri.

“Kyungsoo tidak suka melihatmu menangis, jadi berhentilah.” katanya lagi pada diri sendiri.

 

Jin Ah mengusap air matanya dengan tangan halusnya. Mengatur nafasnya yang sedikit tersendat. Lalu kembali menatap pada jalanan taman yang sedikit kabur.

Langkahnya gontai ia bingung harus kemana. Dan karena kecerobohannya ia menabrak seorang namja.

 

BRUK!

Bahu mereka saling bertemu membuat Hyeri sedikit meringis kesakitan lalu mengelus bahunya pelan.

“Nan jeongmal mianhae, agasshi …” kata namja itu pelan sambil tertunduk memakai topi hitamnya.

 

Jin Ah tak menghiraukan perkataan pria itu. Ia tidak memedulikannya. Yang ia pikirkan sekarang ialah ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini.

 

“Agasshi, kan sudah kubilang jangan menangis lagi hanya karena namja yang tidak pernah mencintaimu. Kau itu keras kepala sekali. Tak pernah mau mendengarkan nasehatku. Haiss, kau membuatku kecewa agasshi.”

 

Jin Ah terdiam ditempatnya. Suara itu .. suara yang ia rindukan selama seminggu terakhir. Benarkah itu namja yang selalu memenuhi pikirannya?

Jin Ah dengan cepat berbalik lalu berjalan pelan kearah dimana namja itu berdiri. Namun tak seperti yang diharapkannya, namja itu malah melangkahkan kakinya menjauh saat Jin Ah berusaha mulai menyusulnya. Pria itu melangkahkan kakinya lebar-lebar, tapi itu tak membuat Jin Ah menyerah.

 

“Aku yakin itu suara Kyungsoo. Tapi kenapa ia malah berjalan menjauhiku? Atau aku salah dengar? Tapi .. punggung pria itu sama dengan milik Kyungsoo. Aku tidak salah. Itu pasti dia.” gumamnya berbicara sendiri.

 

Langkahnya yang kecil-kecil membuat jaraknya semakin jauh dari pria itu. Jalan dengan perlahan bukan solusi yang tepat, jadi Jin Ah pun berlari mengejar pria itu. Sedikit lagi, sedikit lagi ia bisa menjangkau punggung pria itu. Dan …

 

SREK! *efek backsound gagal -__-*

 

Jin Ah sudah berhambur memeluk pria itu dari belakang. Benar, ini punggung Kyungsoo. Punggung yang kemarin menggendongnya pulang malam itu. Punggung yang hangat.

“Kyungsoo~ah ..” lirihnya memanggil nama itu dengan jelas. Pria itu hanya diam menikmati pelukan hangat dari Jin Ah.

“Agasshi, kau menemukanku…” gumamnya lalu dengan cepat berbalik dan kembali membenamkan wajah Jin Ah ke dada bidangnya.

“Kemana saja kau? Aku merindukanmu …” kata Jin Ah semakin mengeratkan tangannya melingkar di pinggang Kyungsoo.

“Nado.” balas Kyungsoo singkat.

“Bagaimana kau yakin kalau yang menabrakmu tadi itu aku, hmm?” tanya Kyungsoo seraya melepaskan pelukannya dari Jin Ah.

“Karena suara beratmu. Dan juga kata-katamu yang membuatku sadar. Mana mungkin aku melupakan semua itu, Do Kyungsoo.” Jin Ah tersenyum tipis.

“Baguslah, jadi kau sudah melihatku sekarang?”

“Tentu saja, aku melihatmu. Tubuhmu yang sebesar ini tidak bisa kulihat? Yang benar saja.” Gadis itu tertawa.

“Bukan itu maksudku ..” dengus Kyungsoo kesal karena Jin Ah tak mengerti arah pembicaraannya.

“Jadi?” Jin Ah bertanya dengan tatapan polos khasnya.

 

Chu~

 

Tanpa seizin Jin Ah, namja itu sudah mendaratkan bibirnya di bibir Jin Ah. Melumatnya pelan merasakan sensasi basah dibibirnya karena Jin Ah ikut membalas ciumannya.

 

“Aku sudah melihatmu, Kyungsoo~ah.” ujar Hyeri lembut seraya melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kyungsoo lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi putih Kyungsoo mengelusnya pelan. Perlahan Kyungsoo menarik kedua ujung bibirnya membentuk senyuman. Membuat Jin Ah lagi-lagi tak bisa menahan semburat merah muda yang keluar dari kedua pipinya.

 

“Melihatmu sebagai namja yang benar-benar mencintaiku.” lanjutnya lagi tetap tak melepaskan tatapan matanya dari Kyungsoo.

“Maaf, aku sudah membuat pipimu merah kememaran malam itu.” Gadis itu tiba-tiba saja tertunduk mengingat kesalahan yang ia lakukan pada Kyungsoo kemarin. Kyungsoo meraih dagu gadis itu sehingga wajah Jin Ah kini menatapnya.

“Gwaenchanayo.” jawab Kyungsoo lalu mengecup singkat puncak kepala Jin Ah.

 

“Saranghae, Jin Ah ~ya.” papar Kyungsoo lalu kembali menarik Jin Ah kedalam pelukannya.

“Nado Kyungsoo~ah..”

 

Mereka sama-sama menikmati semilir angin kota Seoul. Berjalan berdampingan di taman pusat kota. Saling menautkan jari mereka bersama menggenggam tangan sekaligus merasakan kehangatan yang menjalari tubuh mereka. Sore hari menjadi saat yang tepat untuk mereka menikmati pandangan sunset hari ini. Kini, mereka benar-benar tersenyum bahagia. Tak ada lagi tangisan yang keluar dari mata indah Baek Jin Ah. Karena Do Kyungsoo akan selalu membuatnya tersenyum.

 

|THE END|

 

Eottaeyo readers? Bagus gak? Romantis gak? Sedih gak?

Comment dong! Kalau comment nya banyak ntar author bikin sequel nya deh. Gimana gimana? Excited? *wink one by one sama readers*

Mian kalo alurnya kecepatan, bahasanya yang rumit T.T

Author ini hanyalah makhluk Allah yang pasti masih mempunyai banyak kekurangan.

Tapi author udah berusaha sebaik mungkin untuk memberi suguhan FF ke readers yang layak untuk dibaca dan dinikmati (?)

Jadi minta comment-nya ya! Sayang readers :* Chu~

Iklan

76 pemikiran pada “You’re a Liar

  1. sehun gimana sih.. Katanya nggak suka ngelihat jin ah dekat sama laki2 lain tapi koq sekarang dia sama cewek lain :3
    aduh akhirnya jin ah nyadar kalau ada laki2 lain yang mencintainya.. #alhamdulillah

  2. Rada bngung, maaf yah thor aku cuman mau nyaranin seharusnya kalo author mau bikin ending nya d.o sma jin ah jngan buat sehun cast nya di ats seperti itu hrus nya gini.
    Cast: d.o
    jin ah
    baru sehun
    kalo author bikin kaya di atas org2 jd pada mkir “sehun nanti pairing nya pasti sma jin ah”. Aku td juga sempat mkir gitu, tp eh ternyata gini critanya jd ending cukup mengecewakan sih. Mian cuma nyaranin aja. Bukan nya apa yah aku suka aja sih sbenerny sma pairing d.o jin ah tp krna awal aku bca cast critanya hti ku udh kepentol ama sehun hehe *walau sehunnya gitu* Ah 1 lg kok di atas tiba2 ada hyeri yah cingu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s