I am Sorry (Chapter 5)

Author : Lala Brigida
Title : I am Sorry
Genre : Romance, friendship
Main cast : Oh Sehun EXO-K as Sehun; Jiyeon T-ara as Jiyeon; Park Chanyeol EXO-K as Chanyeol; Sulli f(x) as Sulli
Length : Chapter

—————————————-

PREV CHAPTER

#cklek# ku buka perlahan pintu rumah itu..

“Se-se-sehun?!? K-k-kau!?!?”

———————————

CHAPTER 5 (END)

———————————-

*Sehun pov*

#bukk!# Ssshhh, darah segar mengalir seketika dari sudut bibir kanan Chanyeol. Aku memukulnya.

“biar ku jelaskan!” Sulli berusaha menahan tangan ku agar tidak memukul Chanyeol lagi.

“tidak perlu. Aku sudah mendengar semuanya. Kalian berdua adalah orang yang ku percaya. Tapi ternyata kalian sangat licik!” nada bicara ku dipenuhi dengan rasa amarah.

“hidup mu terlalu menyenangkan Oh Sehun. Haha.. aku rasa perlu menambahkan sedikit masalah ke dalam hidupmu.” Chanyeol tersenyum licik pada ku.

“Aku tau kau mengingin kan Jiyeon, tapi bukan begini caranya! Kau hampir saja merusak masa depan ku!” aku meraih kerah baju Chanyeol, aku benar-benar ingin membunuhnya.

“Sehun-ssi, jeongmal mianhae. Ini semua juga salah ku. kalau saja saat itu aku tidak mau bekerjasama dengan Chanyeol, pasti tidak akan seperti ini jadinya.” Sulli terus menangis dan memintamaaf pada ku.

“Hah, sudahlah, lupakan ini. untung saja aku belum bertindak lebih jauh. Kalau sampai saja aku menikahi Sulli, hancurlah hidup ku.” aku merapikan bajuku yang sedikit berantakan karna memukul Chanyeol dan mengambil tas ransel ku yang terjatuh.

“kalau sampai kalian menjebak ku lagi. Kalian berdua tak akan ku maafkan!” aku menutup pintu rumah itu dengan kasar dan pergi meninggalkan mereka.

Sekarang orang yang ingin kutemui adalah Jiyeon. Aku sudah tidak sabar memberitaunya bahwa ini semua tidak benar. Saat itu, aku tidak melakukan apa pun pada Sulli. Aku tidak menghamili Sulli. Jiyeon-ah aku datang.

Aku pun mengendarai motor ku ke arah rumah Jiyeon. Rumah mewah berdesain minimalis itu terlihat sepi.

“itu mobil Jiyeon, dia pasti ada di rumah.” Aku melihat mobil Jiyeon terparkir di halaman rumahnya. Aku pun memarkir motor ku dan masuk ke dalam rumah Jiyeon.

Saat aku akan mengetuk pintu..

“Anda mencari siapa?” seorang wanita paruh baya bertanya padaku. Kullihat dari penampilannya sepertinya dia pembantu keluarga Jiyeon.

“Annyeong ahjumma. Apa Jiyeon-ssi ada?” aku menanyakan Jiyeon padanya.

“Jiyeon agaeshi sudah pergi 1 jam yang lalu.” Mwo pergi? Tapi itu mobil Jiyeon ada.

“boleh aku tau dia kemana? Tapi kenapa mobilnya ada?” aku menunjuk ke arah mobil Jiyeon.

“Tentu saja dia tidak membawa mobil. Jiyeon agaeshi ikut bersama oppa-nya ke Jepang.” MWO??? Apa aku tidak salah dengar?

“Jiyeon ke Jepang? Berapa hari dia pergi?” aku terus bertanya pada ahjumma ini.

“Mianhae, saya tidak tau. Yang pasti sepertinya dia akan pergi lama. Karna setau saya dia juga sudah mendaftar di sebuah universitas di Jepang. Kalau saya boleh tau, anda siapa?” aku masih terdiam mendengar perkataan ahjumma ini.

“Ha? Ak-aku Oh Sehun. Aku teman kuliah Jiyeon.”

“Jadi anda yang bernama Sehun? Sebentar, aku ambilkan titipan dari Jiyeon agaeshi.” Ahjumma itu pergi mengambil titipan dari Jiyeon.

“ini. Saya tidak menyangka anda akan datang secepat ini. Jiyeon agaeshi bilang, dia tidak tau kapan anda akan datang. Kalau anda datang dia menyuruh saya memberikan anda ini.” ahjumma itu memberi ku amplop surat berwarna biru langit. Aku hanya memandangi amplop itu sesaat, dan mengambilnya dari tangan ahjumma itu.

“Ne, kamsahamnida, aku permisi.” Aku pun pergi meninggalkan rumah Jiyeon.

Rasa senang dan sedih datang bersamaan. Rasa senang karna mengetahui kalau Sulli tidak mengandung anak ku, tapi rasa sedih jauh lebih menyakiti ku karna harus kehilangan orang yang benar-benar aku cintai. Aku membuka amplop yang ternyata berisi sepucuk surat.

Dear Oh Sehun,

Saat kau membaca surat ini, aku tidak tau sudah berapa lama aku meninggalkan Seoul, Chanyeol, dan kau. Aku pasti akan merindukan kalian.

Aku sengaja tidak memberitaukan mu tentang kepergian ku ini. Aku lebih memilih pergi daripada suatu saat nanti melihat kau menikah dan memiliki keluarga kecil dengan Sulli.

Aku tidak akan sanggup menghadapi itu semua. Aku sangat mencintai mu.

Aku tak tau harus mengatakan apalagi padamu. Asal kau tau, aku sangat mencintaimu.

Jeongmal saranghae. Jika anakmu seorang namja, aku harap dia akan setampan kau. : )

Mianhae Sehunnie, aku harus pergi…

©       Jiyeon

Tak terasa air mata ku mengalir saat membaca surat Jiyeon. Aku mengambil iphone ku, dan mencoba menghubungi Jiyeon. Tapi..hanya operator yang menjawab ku. jelas saja Jiyeon telah mengganti nomornya. Rasa sedih dan kecewa ini lebih parah dari sebelumnya. Aku benar-benar tidak siap untuk kehilangan Jiyeon..

——————-

#keesokan harinya#

Aku berpapasan dengan Chanyeol di kampus.

“dia pergi..tanpa memberitau kita..” Chanyeol berbicara lebih dulu pada ku.

“Ne, aku tau. Ini benar-benar di luar dugaan ku.” sahut ku lemah.

“Mianhae, kalau saja aku tidak melakukan sandiwara ini, dia pasti tidak akan pergi..” Chanyeol memintamaaf pada ku.

“Sudahlah, jangan bahas hal itu lagi. Kalau sudah begini jadinya, kita tidak bisa berbuat apa-apa.” Aku menepuk pundak Chanyeol.

“apa kau masih menganggap aku teman mu?” Chanyeol bertanya pada ku.

“Hah, sebenarnya aku ingin menghapus mu dari daftar teman ku. tapi berhubung kau itu manusia langka, jadinya sangat disayangkan kalau aku membuang mu!” aku merangkul Chanyeol.

“kekeke~, jeongmal mianhae. oh ya, apa kau masih menerima panggilan untuk perform?”

“masih, tapi aku tidak menerima jika bersamaan dengan jam kuliah.”

“baguslah, aku senang mendengarnya.”

————————–

#4 years later#

*Sehun pov*

Aku sudah lulus kuliah, dan 4 bulan yang lalu aku sudah mulai bekerja di sebuah agensi besar di Seoul sebagai pelatih dance. Dan tentu saja, aku masih belum menikah. Kekeke~
Aaah dan Chanyeol? Aku tidak mengetahui kabar manusia itu. Sejak lulus kuliah sekitar 6 bulan lalu dia tidak pernah mengabari ku. Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia dan Sulli sudah berpacaran. Mereka bersatu karna keterpurukan satu sama lain. Sulli tidak mendapatkan aku dan Chanyeol tidak mendapatkan Jiyeon. Haha
Mereka bersatu dengan cara yang sangat unik. : )

Aku masih menunggu Jiyeon. Ntah mengapa aku tak menyerah untuk menunggunya, walaupun sejak dia pergi sampai sekarang dia tidak memberikan kabar apa pun pada ku. tapi aku masih tetap saja menunggunya. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati.

Aku memakai headphone ku dan berjalan-jalan di sekitar sungai Han, tempat dimana terakhir kali aku mengajak Jiyeon berkencan. Aku merindukan yeoja itu. Apa dia baik-baik saja?

Aku berjalan sambil melakukan koreo-koreo dance simple. Tentu saja aku menutup mata ku, agar aku bisa lebih menyatu dengan lagu dan koreo dance ini.

“AWW!” aku mendengar jeritan seorang yeoja. Mungkin aku menginjak kakinya.

“YA!” dan sekarang yeoja itu menarik hoodie yang ku pakai. Aku pun spontan berbalik menghapnya.

“SEHUN?!?!” dia terkejut melihat ku. tanpa basa basi aku langsung memeluk yeoja di hadapan ku ini. Jiyeon..dia kembali.

“k-kau? Park Jiyeon?? Kau benar-benar Park Jiyeon?” aku masih tidak percaya kalau Jiyeon sudah kembali. Aku pun melepas pelukan ku yang cukup membuatnya terkejut.

“Hmm, ne. Bagaimana kabarmu?” Jiyeon terlihat sedikit agak kaku berbicara denganku.

“Baik. Kau sendiri bagaimana?” #drrt drrt# saat aku bertanya, terdengar ada suara getaran dari tas Jiyeon. Itu pasti ponselnya. Dia pun mengisyaratkan pada ku, agar aku menunggunya sebentar.

Dia terlihat berbicara sangat serius. Dia pun menutup telponnya dan kembali mendekati ku.

“Hmm, itu tadi Chanyeol. Aku harus menemuinya. Kapan-kapan kita bisa bertemu lagi kan?” Chanyeol? Apa Chanyeol sudah berhubungan sejak lama dengan Jiyeon? Apa dia putus dengan Sulli dan sekarang menjalin hubungan dengan Jiyeon?

“Ha? Ne, ne. Boleh aku minta nomor yang bisa aku hubungi?” dan Jiyeon pun menyerahkan secarik kertas kecil pada ku yang di dalamnya tertera nomor ponselnya.

“gomawo. Jiyeon-ah. Kau berhati-hatilah di jalan.” Aku memandangi punggungnya yang semakin menjauh dari pandangan ku.

Dia..yeoja yang benar-benar aku cintai kini kembali. Tapi apa dia masih mencintai ku seperti aku mencintainya?

————————————

*Jiyeon pov*

Aku..baru saja bertemu Sehun. Dia tidak banyak berubah 4 tahun belakangan ini. aku masih mencintainya, sejak dulu sampai sekarang. Aku kembali hanya untuknya, untuk menjalin cinta lagi dengannya.

“apa kau sudah lama menunggu agaeshi?” orang yang aku tunggu-tunggu pun datang.

“Ya! kau lama sekali! Kenapa jadi aku yang menunggu mu ha?” aku membentak Chanyeol.

“Mianhae, aku tadi mengantar Sulli ke dokter. Dia sedang hamil muda. Kandungannya baru memasuki minggu ke 4.”

“Waaah, chukkae. Kenapa kau tidak memberitau ku dari kemarin-kemarin ha?” aku kecewa karna Chanyeol tidak bercerita pada ku.

“kekeke~ mianhae. kau juga terlalu sibuk menyiapkan comeback mu untuk bertemu namja itu. mana sempat kau mendengar cerita ku.” Chanyeol berusaha mengelak dari ku.

“ya! aku pasti akan mendengar ceritamu. Tak disangka akhirnya malah kau yang menikah dengan Sulli, bukannya Sehun. Haha..” takdir Tuhan benar-benar di luar dugaan ku.

“Haha, kau benar. Aku sudah tidak bertemu dengan Sehun dari 6 bulan yang lalu. Saat lulus kuliah, aku langsung memutuskan menikah dengan Sulli dan pindah ke pulau Jeju sekaligus meneruskan bisnis orangtua ku disana. Aku benar-benar lostcontact dengan Sehun.” Oh..ternyata Chanyeol juga tidak pernah menghubungi Sehun.

“hm, aku ingin mengerjainya.” Aku tersenyum licik pada Chanyeol.

“Maksudmu?” Chanyeol terlihat bingung.

“Aku ingin mempermainkannya untuk terakhir kalinya sebelum aku menyatakan cinta ku lagi padanya. Haha”

“aish, apa belum cukup untuk mu karna sudah membuatnya menderita? Kau sudah meninggalkannya selama 4 tahun Park Jiyeon..” Chanyeol hanya menggeleng-geleng mendengar ideku.

“kekeke~ aku ingin semuanya berkesan. Kau akan membantu ku kan?” Chanyeol tidak menjawab pertanyaan ku.

“aku tidak mau tau Park Chanyeol! Kau harus mau!”

——————————–

*Sehun pov*

Malam ini Jiyeon mengajak ku bertemu di dekat sungai Han. Aku sangat senang dia mengajak ku bertemu setelah kemarin aku menelponnya lebih dulu. Kekeke~

Aku berpakaian serapi mungkin untuk bertemu dengan pujaan hati ku ini. aku masih menunggu Jiyeon sambil memandang arus air di sungai itu.

“Ya! Oh Sehun!” suara itu. itu bukan suara Jiyeon. Melainkan itu suara… CHANYEOL!

Aku pun tersenyum lebar dan berbalik karna mendengar suara itu. tapi senyum ku seketika sirna karna melihat ini semua. Chanyeol bergandengan tangan dengan Jiyeon..

“Kalian..” aku bergumam, hanya aku yang bisa mendengar suara ku. mereka berdua berjalan menghampiri ku.

“mianhae, sudah membuat mu menunggu.” Jiyeon membungkuk pada ku.

“Ah, gwaenchana. Kalian..” aku ragu-ragu untuk menanyakan hubungan mereka.

“tunggu tunggu, mana istri dan anak mu?” belum sempat aku bertanya, malah Jiyeon langsung bertanya pada ku.

“itu semua sandiwara. Aku tidak menghamili Sulli. Apa Chanyeol tidak menceritakannya pada mu?” Aku tertunduk lesu saat Jiyeon mencoba mengungkit hal itu lagi.

“Anni, Chanyeol tidak menceritakannya. Chanyeol terlalu fokus dengan hubungan kami.” Jiyeon semakin menggenggam erat tangan Chanyeol dan menatap Chanyeol dengan penuh rasa sayang. Kepala ku terasa dihantam sesuatu yang besar. Aku rasanya ingin menenggelamkan diriku di sungai ini.

“ooh, kalian berpacaran?” aku memberanikan diri ku untuk bertanya.

“bukan berpacaran lagi. Istri ku bahkan sedang hamil muda!” MWO??! ISTRI?!? HAMIL MUDA?!?! Mungkin kalau aku seorang yeoja, aku sudah menangis histeris saat ini juga.

“k-k-kalian sudah menikah?” aku sedang mencoba menjaga keseimbangan tubuh ku yang sudah goyah karna mendengar kata-kata Chanyeol.

“Bukan kalian yang harusnya kau ucapkan, tetapi dia.” Jiyeon menarik tangannya dari tangan Chanyeol dan menunjuk ke arah Chanyeol. Apalagi maksudnya ini?

“aku tidak mengerti.” Ucapku bingung. Tiba-tiba saja datang seorang yeoja dari belakang mereka. Yeoja manis itu. itu Sulli!

“YA! Oh Sehun! Kenalkan, inilah istri ku yang sedang hamil muda. Kekeke~” Chanyeol merangkul Sulli dengan mesra.

“annyeong Sehun-ssi, lama tidak berjumpa.” Sulli menyapa ku.

Jadi istri yang dimaksud Chanyeol adalah Sulli?

“Lalu Jiyeon?” aku masih bingung dengan semua ini.

#pletak# Jiyeon menjitak kepala ku.

“Ya! pabbo! Apa kau akan melepaskan ku lagi?!” mendengar kata-kata Jiyeon, rasanya aku benar-benar lega. Aku rasanya seperti menghempaskan tubuh ku di atas ribuan bunga yang sedang bermekaran.

“Berarti kau masih milik ku??? aku masih mencintai mu Jiyeon-ah, aku masih setia menunggu mu..aku sangat mencintaimu..” aku mendekati Jiyeon dan ingin memeluknya. Tapi dengan cepat dihalangi olehnya.

“Kau belum menikah kan?!” tanya Jiyeon pada ku dengan tatapan curiga

“aku hanya akan menikah denganmu..” dan aku langsung memeluk jiyeon tanpa menghiraukan racauannya lagi.

“kenapa kau bisa ada disini?” inilah pertanyaan yang ingin kutanyakan pada Jiyeon sejak awal.

“aku merindukan Seoul, merindukan mu juga. Soal kau dan Sulli, aku sudah mendengarnya dari Chanyeol. Sebelum aku kembali, aku menghubungi Chanyeol lebih dulu.”

“Kalau begitu, kenapa kau masih bertanya mana istri dan anak ku ha?!?” aku memelototi Jiyeon.

“kekeke~ aku hanya menggoda mu.” Jiyeon mencolek ujung hidung ku.

“tunggu tunggu..” aku mengambil rumput liar yang ada disekitar ku. aku membentuknya seperti cincin.

“will you marry me?” aku melamar Jiyeon saat itu juga. Aku tidak mau dan tidak akan membiarkannya pergi lagi dari hidup ku.

“I am sorry.. I can’t..” aku sangat terkejut mendengar jawaban Jiyeon.

“I am sorry, I can’t deny your love..”

Aku langsung memeluk erat tubuh Jiyeon.

#chu# aku pun mengecup lembut bibir Jiyeon. Kami tidak menghiraukan kehadiran Chanyeol dan Sulli yang sedari tadi hanya memandangi kami dengan senyuman mereka.

Aku sangat bahagia saat ini..

“JEONGMAL SARANGHAE PARK JIYEON !!!”

——————————-

THE END !!! XD

Akhirnya tamat. Hehe

Gomawo yg udah setia baca ff gaje ini. (x

SARANGHAE yeorobeun. . . 😀 :****

Iklan

50 pemikiran pada “I am Sorry (Chapter 5)

  1. Bagus ceritanya thor..friendship mereka diuji dg saling memaafkan..and happy ending..chukae sehun jiyeon couple…aq sangat suka cerita2 yg sehun jiyeon couple

  2. akhirnyaaa 🙂 tpi sedikit saran ya thor .. ceritanya kecepetan jdi nya terkesan “di paksakan” .mianhae ya thor ini cuma opini aku aja .. tpi overall bagus kok 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s