Protect the Princess (Chapter 1)

Author: minnieasmilkyway

Title: Protect The Princess

Cast: EXO member (Not All member)

Chu Na Eun (Other Cast)

Genre: Romance, Fantasy

Lenght: Longfic, Multichapter

“Akhirnya princess itu datang lagi. Dia akan menjadi milikku selamanya….”

 

And the story begin…

 

 

=Na Eun PoV=

Hari ini pertama kalinya aku bersekolah di Seoul. Sebelumnya, aku tinggal di Busan. Tanpa alasan yang jelas, appaku menyuruhku agar pindah kesini. Ya, selama ini kami tinggal secara berpindah-pindah. Saat kutanya alasannya, Suho appa selalu memberiku jawaban yang sama.

 

“Jangan bicara dengan orang asing” nasihat appaku terngiang saat aku baru saja keluar dari rumah.

Aku merapatkan blazzerku dan kemudian menatap jam tangan yang terpasang di tangan kiriku. 5 menit lagi aku masuk. Omo!! Kupasang langkahku dan bersiap untuk berlari secepat mungkin. Yang terpenting, aku harus sampai ke sekolah tepat waktu!

 

“Hey, yeoppeoni yeoja..” ucap sebuah suara yang aku tidak tahu darimana asalnya.

“Nuguya?!” tanyaku tanpa memperhatikan siapa yang sedang berbicara. Sampai-sampai, aku merasakan sebuah angin sedang berlari di sebelahku dan lama-lama menyerupai manusia.

 

“Omo!! Siapa kau?!” tanyaku sambil terus berlari.

“Kau harus ikut denganku menuju Istana Scandanavia, Princess” jelasnya saat itu.

“Apa maksudmu???” muncul sejuta keheranan dalam pikiranku. Siapa dia?.

 

“Jangan ganggu yeoja itu!” sahut seseorang di depanku yang identitasnya tidak kuketahui sama sekali. Ia melarang seorang namja yang berada di sebelahku agar tidak menggangguku?. Siapa dia? Aku mulai tidak mengerti apa yang terjadi.

 

“Jauhi Princess Na Eun!” ucapnya sekali lagi. Dan tidak tahu apa yang membuat diriku kini berlindung di balik tubuhnya itu.

 

Istana Scandanavia? Princess katanya? Siapa yang dimaksud princess?. Aku benar-benar tidak mengerti dunia ini. Kemana duniaku yang damai dulu?.

 

Braaaaaak.

 

Satu kali hentakan namja yang berada didepan tubuhku membuatku terjatuh. Ia membuat jalanan menjadi retak seperti ini. Sisi baiknya, manusia angin yang tadi menggangguku hilang tak tahu kemana.

 

“Princess Na Eun, mari ikut aku” pinta seorang namja yang tiba-tiba berada di belakangku sambil mengulurkan tangannya ramah.

“Kau siapa?”

“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Cepat genggam tanganku” pintanya dan aku segera menuruti ucapannya itu.

 

Zlaaap.

 

Ruangan kelas. Sekarang aku berada di ruangan kelas. Namja itu benar-benar ajaib, pikirku. Tapi, hal itu membuatku semakin terheran-heran. Kenapa mereka muncul secara tiba-tiba?. Argh, tolong jangan buat aku frustasi Tuhan!.

 

“Na-yah, yang tadi itu..Nugu?” tanya Morin penasaran.

“Aku juga tidak tahu” jawabku sambil mengangkat bahu.

“Memangnya kenapa? Kau menyukainya?” tanyaku.

“Aniya, dia itu keren” celotehan Morin membuatku tertawa dalam hati.

 

Semenit kemudian, Jae Kwon selaku ketua kelas menyuruh kami untuk duduk. Karena, Seo songsaengnim akan memasuki kelas. Dia bilang, hari ini akan ada siswa baru.

 

“Perkenalkan namamu” ucap Seo songsaengnim kala itu.

Namja dengan paras yang lumayan itu, kemudian mengambil selangkah lagi. Ia sempat menatapku sekilas. Menurutku, itu adalah tatapan yang dalam.

 

“Joneun Park Chanyeol imnida” ucapnya memperkenalkan diri yang lalu membungkukkan tubuhnya.

“Silahkan duduk” ujar Seo songsaengnim.

 

Hal yang paling kutakutkan terjadi. Ia duduk di sampingku. Memangnya, ia tidak bisa duduk di tempat lain saja?. Di belakang Jae Kwon misalnya.

 

“Annyeong…” lirihan yang diiringi sebuah senyuman mendarat di mataku. Ia benar-benar berada di sebelahku.

“Hey, kau sadar tidak?” tanya namja bernama Chanyeol itu sambil terus melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ah, ye. Tentu saja”

“Haha, Chanyeol imnida, neo?”

“Aku sudah tahu namamu. Na Eun imnida”

“Mohon bantuannya, Na-yah” ucapnya sekali lagi sambil terus tersenyum kepadaku. Namja yang aneh.

 

*skip*

Waktu istirahat tiba. Perutku yang lapar segera membawaku ke kantin. Lalu, kupesan saja menu nasi goreng kesukaanku. Lalu, segera menghabiskannya secepat mungkin.

 

“Jangan makan terlalu cepat. Nanti kau tersedak” ucap Chanyeol diiringi tepukan pelan yang mendarat tepat dipundakku.

 

Hening. Saat ia melakukan hal itu, ia menyeringai misterius seperti itu. Ada yang aneh dengannya?. Atau aku yang aneh?.

 

*Baekhyun’s Side*

“Tuan, princess telah kembali” ucap penasihatku, Kim Jong Dae atau biasa dipanggil Chen. Ia berlari tergesa-gesa sambil membawa bola kristal, lalu menyerahkannya kepadaku.

 

Hanya di istana ini aku berani mengeluarkan kekuatanku. Kekuatan yang memang digariskan oleh para dewa-dewi untukku. Seorang penerus kerajaan Scandanavia.

 

“Princess itu harus menjadi milikku” ujarku yang kemudian mengambil bola kristal tersebut. Lantas, bola tersebut kuraba perlahan dan muncullah cahaya berwarna putih di dalamnya.

 

‘Berjuanglah untuk cintamu. Pertarungan ini membutuhkan banyak pengorbanan. Kau harus bersiap merebutnya. Sebelum ia pergi dengan salah satu keturunan Scandanavia yang lain’

 

Begitu kata-kata yang keluar dari bola kristal tersebut.

 

“Chanyeol-ssi telah menjalani tugasnya. Sekarang ia berada di Seoul University dan sedang mencoba mendekati Princess Na Eun. Tuan, bersabarlah. Ia pasti akan membawa yeoja itu untukmu” ujar Chen yang kemudian berdiri dan meninggalkan ruanganku dan aku hanya menyeringai melihatnya.

 

Ya, Chen benar. Ia harus menjadi milikku. Milikku selamanya dan tidak akan ada yang dapat menggangguku akan hal itu. Meski aku harus bertarung dengan sesama kaum. Aku tidak peduli.

 

*Na Eun PoV*

“Kau mau pulang denganku tidak?” ajak Chanyeol saat aku sedang merapihkan bukuku. Aku menggeleng dan berkata, “Aku bisa pulang sendiri!”

 

“Kali ini saja, jebal” pintanya sekali lagi.

“Benar hanya kali ini saja?” ucapku dan ia mengangguk. Tanpa berpikir lagi, kusetujui saja permintaannya dan kemudian berjalan mengikuti langkahnya yang sudah maju terlebih dahulu.

 

Baru saja aku selesai melewati koridor Seoul University bersama Chanyeol, seseorang menahan tanganku. Ia adalah namja aneh yang tadi pagi. Namja itu, menatap Chanyeol dengan sangat tajam. Apa yang sebenarnya terjadi?. Apa mereka berdua saling kenal?. Tapi, kenapa tatapan keduanya itu seakan menyimpan dendam?.

 

“Na-yah, kalau kau mau. Aku bersedia mengantarkanmu hingga SELAMAT sampai di rumah” ucap namja itu dingin sambil terus menatap ke arah kami.

“Ah, aku ini belum mengenalmu. Lagipula, namja di sampingku ini yang akan mengantarkanku pulang” jelasku seolah menolak ajakan namja dingin itu.

 

Seolah tidak mau kalah dari Chanyeol, namja yang bahkan hingga kini belum mengenalkan namanya itu langsung menarik tanganku dan melesap hanya dalam waktu sepersekian detik.

 

*skip*

Disinilah aku sekarang. Di sebuah rumah mewah. Tunggu, ini rumahku yang didesain dengan model baru. Hanya dalam beberapa waktu saja.

 

“Kau akan mengetahui apapun yang kau pertanyakan nanti, Na-yah” ucapnya lembut dan kemudian menghilang. Sosoknya yang dingin tadi tiba-tiba lenyap begitu saja. Dan Zlaaap! Namja itu menghilang kembali.

 

Kutelusuri seluruh sudut ruangan rumahku. Hening. Sepi.

 

“Kau sudah pulang?” tanya seorang namja sambil membawa panci yang kurasa isinya adalah sup yang baru diangkatnya dari atas kompor. Namja itu, namja yang menghentakan kakinya di jalanan tadi pagi. Siapa dia?.

 

“Jangan berdiam diri saja. Makanlah dulu. Semuanya sudah menunggumu” lanjutnya dan kemudian aku mengangguki  ajakannya.

 

Ruang Makan

“Princess…” lirih appaku saat aku datang. Dan aku hanya termangu mendengar lirihan appaku itu.

“Prin-cess katamu?” ucapku mengulangi perkataan appa.

 

Saat itu pula, tujuh namja yang kini berada di depanku langsung berlutut.

 

“Yak!! Apa-apaan ini semua?” tanyaku bingung dan langsung menghampiri appa dan membantunya untuk bangkit.

“Hentikan kegilaan ini” pintaku.

“Kau ini benar-benar princess yang baru saja kembali” ucap seorang namja yang paling mungil.

“Tunggu, aku sungguh tidak mengerti hal ini. Kalian ini, sebenarnya siapa?!”

Satu-demi-persatu namja yang berada di hadapanku berdiri dan saling memperkenalkan diri.

 

“Annyeong princess, joneun  Do Kyung Soo imnida. Mian kalau aku membuatmu terjatuh tadi pagi. Panggil saja aku DO, mohon bantuannya” ucapnya ramah kemudian membungkuk memberi tanda hormat.

 

“Joneun Kai imnida. Princess, jangan menganggapku sebagai hantu ya! Karena, teleportation memanglah kekuatanku” namja itu terkekeh setelahnya.

 

“Sepertinya kau haus, nona?” tanya namja yang berada di sebelah Kai. Lalu dengan sigap, sebuah gelas berisi minuman mengarah ke tubuhku.

 

“Kau kaget, huh? Itu keahlianku, telekinesis. Naneun Xi Lu Han imnida. Panggil saja Luhan. Kau bisa memanggilku kapan saja saat kau butuh nona bla bla bla…” omona namja ini membuatku pusing. Celotehannya itu tak kunjung selesai. Sampai namja yang berada di sebelahnya itu membekap mulutnya agar ia berhenti berbicara. Dan dapat kulihat wajah Luhan langsung berubah drastis.

 

“Huang Zi Tao imnida. Time Control adalah kekuatanku. Mohon bantuannya princess. Mianhae kalau namja babo ini mengganggu pikiranmu” jelas namja bernama Tao itu seolah menyindir Luhan dan hal itu membuatku tersenyum dalam hati.

 

“Ah, annyeong princess!! Joneun Zhang Yi Xing imnida. Panggil saja aku Lay, ara? Kekuatanku adalah Heal. Jadi, kalau kau merasa butuh diisi dengan tenaga baru, aku siap membantumu” ucapnya yang kemudian tersenyum dan membungkuk.

 

“Princess, naneun Kris imnida. Kekuatanku adalah flight. Dan jangan kaget ya, kalau suatu waktu aku bisa berada dimana saja dan mengendarai sebuah naga”

 

“MWO? NAGA?” tanyaku dengan mata yang sudah membulat sempurna. Dan ia hanya mengangguk dengan entengnya.

 

“Mianhae, Princess Na Eun-ah. Aku tidak menceritakan yang sebenarnya. Aku bukanlah appamu. Aku hanya penjagamu, seorang pengawal Scandanavia. Suho imnida. Kekuatanku adalah water. Aku akan menjagamu dengan sebaik-baiknya seperti sebelumnya” jelasnya. Dan itu memang terlalu jelas sekarang.

 

Jadi, aku ini benar-benar seorang Princess dari kaum bernama Scandanavia itu? Lalu, manusia angin yang kulihat tadi pagi juga adalah hal yang nyata?. Lantas, apakah aku juga memiliki kekuatan seperti rakyat Scandanavia yang lain?.

 

“Tentang kekuatanmu, princess. Kami belum mengetahuinya. Seharusnya, kekuatan itu sudah terlahir sejak kau berada di dunia ini” jelas Suho kala itu.

“Tapi, tenanglah. Kekuatan itu pasti akan muncul disaat yang tepat” lanjut DO.

 

Kekuatan? Apa maksudnya? Jadi, aku ini sebenarnya bukan manusia? Lalu, aku ini apa? Kenapa aku bisa memiliki kekuatan seperti itu? Lalu, untuk apa mereka berada disini? Memangnya apa yang akan terjadi padaku?.

 

“Hey, lebih baik kita makan saja dulu sekarang!” sahut Luhan yang kemudian mengambil duduk terlebih dahulu.

 

Buk.

 

Sebuah pukulan mendarat di kepala Luhan. Membuat namja mungil tersebut meringis kesakitan.

 

“Appo hyung-ah!”

“Kau ini jangan merusak acara makan malam ini ya” ucap Kris yang kemudian menyubit pipi Luhan membuatnya kembali kesakitan.

 

“Neo gwaenchanayo, Luhan-ssi?” tanyaku sembari mengusap pipinya lembut.Dan ia tersenyum membuatku tenang karenanya.

 

*skip*

Hari ini aku benar-benar kenyang. Ternyata, sup buatan DO begitu nikmat. Ia bahkan lebih cocok jika dipanggil eomma.

 

Zlaap.

 

Sosok namja itu masuk ke dalam kamarku tanpa izin. Ia langsung menghampiriku dengan melempar senyuman misterius.

 

“Hey, kau ini tidak sopan sekali Kai!” bentakku.

“Mianhaeyo, princess. Aku hanya ingin bertanya saja tentang teman barumu itu” ujarnya.

“Teman baru? Teman yang mana?” tanyaku yag kembali mengingat kembali kejadian yang telah kulalui.

“Chanyeol maksudmu?” dapat kulihat wajahnya mengangguk.

“Teman? Bahkan, aku berusaha untuk menjauhinya!!!”sahutku.

 

Benar. Chanyeol itu hanya membuang waktuku saja. Jangankan berteman dengannya, sebangku dengannya saja aku enggan. Tapi, kenapa yeoja seantero kelas itu mengelu-elukan dia?.

 

“Bagus” ucapan singkat itu mendarat dari bibir Kai.

 

Aku tercengang mendengar jawabannya. Bagus katanya? Kenapa ia berkata seperti itu?. Apakah itu adalah jawaban atas tatapan tajamnya yang tadi siang ke arah Chanyeol?

 

-TO BE CONTINUE-

 

Okeeee sampai sini dulu ya chapter 1nya! Mianhae ya gaje begini=o=v  Silahkan RCLnya XD gomawo readersdeul *bow

 

Iklan

41 pemikiran pada “Protect the Princess (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s