Forbidden Love (Chapter 5)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 5)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

“Apakah kita ini saudara?”

___________________________________________________________

*Eun Jung PoV*

Tidak ada. Tidak ada satu fotopun yang menunjukkan bahwa aku adalah noonanya Byunnie. Tidak ada satupun yang menjelaskan bahwa aku benar-benar anak dari Suho appa. Kenapa hanya foto Byunnie saja yang bertebar seperti ini?.

 

Sosok namja itu, Byunnie. Ia memasuki ruangan dan menghampiriku. Merendahkan tubuhnya dan mulai merapihkan foto yang bertebaran tersebut.

 

“Noona, kau membuat ruangan ini nampak berantakan”

Sungguh, aku merasakan hal yang sama seperti beberapa tahun lalu. Merasa terasingi pasca kecelakaan tersebut. Aku merasa mereka bukan keluargaku yang sebenarnya. Tapi, tetanggaku berkata dan membuatku percaya bahwa mereka adalah keluargaku. Dan disinilah aku, berusaha keras untuk mempercayainya. Mempercayai bahwa kami adalah saudara. Bahwa kami sekeluarga.

 

Tapi, hal seperti ini membuatku bertanya. Apakah kami benar-benar saudara? Tapi kenapa fotoku tidak ada? Kenapa hanya foto Byunnie? Aku ingin sekali menanyakannya. Tetapi, aku tidak siap untuk itu. Apa yang akan ia jawab nanti?.

 

Akupun memantapkan diriku. Hal ini harus jelas. Aku tidak boleh ragu.

 

“Byunnie…” lirihku dan sukses membuatnya menoleh. Tangannya masih sibuk menyusun lembaran foto yang tersebar itu.

“Apakah kita ini saudara?”

 

Aku memejamkan mataku. Tidak kuat untuk mendengar penjelasan Byunnie. Bagaimana kalau ia berkata bahwa hal itu benar?. Ia tidak menjawabnya, ia hanya menatapku dalam.

 

Seeet. Bruk.

 

Pintu ruangan ini terbuka lagi. Kali ini Sehun ia memanggil namaku. Dan lalu pingsan, membuatku kaget dan langsung membawanya ke kamar.

 

*skip*

“Syukurlah, ternyata hanya flu biasa” ucap Byunnie yang baru kembali dari luar.

“Kau beristirahat saja, noona. Kau pasti capek menjaganya terus-menerus?” lanjutnya menanyaiku.

“Aniya, aku ingin menjaganya sepanjang malam ini. Saat pingsan tadi, Sehunnie memanggil namaku” jelasku.

“Noona..” lirihnya dan membuatku mendongakkan wajahku ke tubuhnya yang berdiri di sebelahku.

“Tadi, noona bilang apa?”

 

Jadi, yang tadi itu? Ia tidak menyadarinya? Andai saja kau menyadari pertanyaanku tadi. Aku ingin mengetahui jawabanmu. Jawaban yang memberi kejelasan antara kita. Jawaban untuk ciumanmu malam itu. Ciuman yang membuatku bingung tidak karuan. Dan kini, Byunnie menggenggam tanganku. Licik. Kenapa kau lakukan itu?.

 

“Noona…” lirihan Sehunnie membuatku mengalihkan perhatianku padanya.

“Hunnie…” ucapku diiringi senyuman.

“Kau curang. Disaat seperti ini, kau malah memanggilku noona seperti itu”

 

Tidak.Aku memanglah noona di keluarga ini. Aku harus mempercayai hal itu. Harus.

 

*Byunnie’s Side*

Apa yang ia tanyakan tadi? Apakah kita ini saudara? Tentu saja, dimatamu aku adalah namdongsaengmu. Dan kau adalah noonaku. Apakah hal itu tidak terlihat jelas dimatamu?.

 

Kuraih genggamannya saat ia mulai mengalihkan perhatiannya ke arah Hunnie. Kupererat genggaman itu dan lalu memeluknya hangat. Aku senang saat-saat seperti ini. Saat aku merasa nyaman memeluk noona.

 

Sampai saat ini, kukira debaran jantung kami sama. Ternyata, pikiranku salah. Kini, semuanya berbeda.

 

*skip*

Saat aku terbangun, kudapati tubuh noona telah bersandar di pundakku. Jadi, semalam itu ia capek dan tertidur disini. Kumajukan tangan kiriku dan kuelus pipinya pelan. Kutatap wajahnya lekat-lekat dan berkata, “Noona, aku menyukaimu”

 

“Selamat tinggal” lanjutku yang kemudian meninggalkannya yang masih tertidur di kamar Hunnie.

 

Aku melangkahkan kakiku ke arah rak buku di salah satu sudut kamar. Mengambil buku yang paling belakang dan membuka halaman terakhir dari buku tersebut.

 

‘Mianhae, hanya ada satu foto noona. Fotoku dan fotomu saat berumur 4 tahun. Saat semua itu belum terjadi’ batinku.

 

*Eun Jung PoV*

Aku terbangun dari tidurku dan segera bersiap untuk pergi ke sekolah. Sebelumnya, aku mencium kening Hunnie yang masih tertidur nyenyak itu. ‘Hunnie, aku akan memberikan hadiah yang indah untukmu nanti’ bisikku dan kemudian berangkat ke sekolah.

 

Saat melewati koridor sekolah, aku menemui Byunnie yang sedang membawa banyak benang.

 

“Byunnie-yah..” lirihku.

“Eo, noona?”

“Kau ini baik sekali Byun!” sahutku sambil menepuk pundak namja itu.

“Maksud noona apa?” tanyanya bingung.

“Kau mau memberi Hunnie sweater untuk ultahnya kan?” tanyaku girang sambil menunjuk tumpukan benang yang ia bawa.

“Oh, ini adalah bisnis baruku noona” katanya sambil mengeluarkan evil smirknya.

“Yak!! Kau ini jahat sekali” sungutku yang lalu mencubit perutnya.

 

“Kalian berdua akrab sekali, seperti sedang pacaran saja” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Ae Cha. Membuat kami berdua terdiam.

“Apa kalian ini, benar-benar saudara?” lanjutnya.

 

“Yang benar saja? Kami berdua ini kan saudara” ucapan Byunnie saat itulah yang membuatku tenang. Ia memang pintar mencairkan suasana.

 

“Annyeong noona” ucap Byunnie yang kemudian pergi dari hadapanku dan Ae Cha.

 

Aku benar-benar tidak habis pikir. Kalau kami benar-benar bukan saudara, bagaiaman jadinya nanti?.

 

*Byunnie’s Side*

Aku berjalan tergesa-gesa. Menaruh setumpukan benang tersebut ke atas meja kerjakku dan kemudian keluar. Aku ingin merelaksasikan diriku terlebih dulu. Lalu, akupun berjalan tak tentu arah mengitari pekarangan sekolah. Menendang kerikil yang terserak begitu saja.

 

Aku benar-benar frustasi. Kulayangkan pikiranku ke malam itu. Malam dimana aku mencium noona. Apa ia menyadari hal itu. Jika begitu, aku sungguhlah menyesal. Itu adalah salahku. Membuat perasaan kami jadi seperti ini. Membuat situasi ini menjadi tidak normal seperti sedia kala.

 

“Byunnie…” lirihan yang sama. Lirihan seorang yeoja bernama Ae Cha.

 

Ia datang kepadaku lagi. Sama seperti beberapa hari yang lalu. Saat ia memintaku menjadi namjachingunya. Dan aku tidak bisa meneruskan jawaban itu. Karena aku hanya menyukai noonaku seorang. Dan untuk menutupinya, aku menjadikan diriku rental boyfriend. Sungguh, ini semua salahku. Kenapa aku tidak bisa menahan perasaan ini? Sedikit saja. Meski kutahu bahwa itu sulit.

 

“Byunnie, sebenarnya apa yang terjadi?”

 

Ae Cha berjalan ke arahku dengan air muka sedihnya. Ia berlari dan memelukku. Dapat kurasakan tangannya yang gemetaran.

 

“Apakah kau tidak bisa berpacaran dengan yeoja lain. Bukan sebagai rental boyfriend. Tetapi, menjadi pacar sungguhan. Bisakah kau menatapku. Berada di sisiku. Bisakah kau melakukannya?” pintanya dalam bisik disertai tangisan.

 

Aku benci situasi seperti ini. Dan yang membuatku lebih menyesal adalah bahwa situasi itu adalah berkat aku. Aku yang membuat situasi ini menjadi sulit. Noona, aku akan melupakan perasaanku padamu. Aku akan belajar untuk hal itu. Melupakanmu dan lebih memikirkan Ae Cha. Aku akan berusaha.

 

*Eun Jung PoV*

Kurebahkan tubuhku di atas kasur. Kembali memikirkan hal yang kemarin terjadi. Kenapa fotoku, satupun tidak ada?. Kenapa hanya foto Byunnie. Sejak ia berumur satu tahun dan seterusnya. Semua perkembangan tentang dirinya ada. Kenapa hanya aku saja. Walaupun hanya satu foto, aku menginginkannya. Aku ingin mengetahui kejelasan tentang semuanya.

 

Apakah kita ini saudara? Pertanyaan macam itulah yang berkelebat dipikiranku. Apakah ada hubungannya dengan ingatanku yang hilang?. Lalu, karena ia tahu yang sebenarnya bahwa kami bukanlah saudara, maka ia menciumku?.

 

Kalau itu benar adanya. Saat aku berdebar dengan Byunnie, itu juga bukanlah hal yang salah. Sebenarnya, apa yang terjadi di masa lalu?. Kami adalah saudara. Sebab itulah aku melarang dearan ini. Aku tidak boleh melihat Byunnie sebagai ‘namja’!.

 

*skip*

Pagi ini, aku berusaha menenangkan diriku. Mencoba agar aku tidak terlihat over dihadapan Byunnie. Aku kan noonanya. Jadi, sudah sepantasnya aku bersikap demikian. Tidak terlalu akrab seperti yang sedang pacaran.

 

Tok tok.

 

Hening. Tidak ada jawaban. Akupun membuka pintunya. Kosong. Ia sudah berangkat? Tumben sekali. Kalau begitu, aku juga berangkat saja.

 

*skip*

Istirahat ekskulpun berlangsung. Tidak ada Ae Cha yang biasanya menyemangatiku dan membawakanku handuk. Kemana dia? Tumben tidak muncul di saat seperti ini.

 

“Waaaaaaa” sorakan serentak dari para yeoja yang berada di luar ruang karate. Ada apa?. Akupun mengarahkan diriku keluar.

 

“Baekki-yah, Cha-yah, aku tidak salah lihat kan?” tanya yeoja dihadapan Byunnie merasa tidak percaya.

“Aniya, sekarang kami berdua pacaran” ujar Byunnie yang diikuti senyuman dari bibir manis Ae Cha.

“Tapi bukankah kau ini rental boyfriend?”

“Itu kan hanya bisnis” ucapnya datar sambil mengeluarkan evil smirknya.

 

Saat itu pula, mereka berdua membalikkan badan ke arahku. Menatapku dengan wajah yang susah ditebak. Ada apa ini?. Mereka berpacaran?. Apa yang baru saja terjadi?.

 

-TO BE CONTINUE-

 

Okay, part 5nya the end^^ next chapternya lagi loading…. RCL ditunggu ya XD *bow

Iklan

39 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s