Secret (Chapter 2)

Author: @yunita_xoxo

Genre: romance

Main cast: Oh Sehun, Park Chanyeol & Kim Hyeri (OC)

“aku pulang” kata Hyeri, sambil membuka sepatunya dengan lesu.

“Oh Hyeri ah kenapa baru pulang?” kata Kyung Soo Oppa dari meja dapur “cepat ganti baju oppa sudah menyiapkan makan siang untukmu”

“Ne ..” kata Hyeri, lalu berjalan menuju kamarnya. Hal pertama yang ia lakukan adalah merebahkan diri dikasurnya.

“Arrggg Napeun Oh Sehun!!!” erang Hyerin, teringat kejadian tadi siang. Namja itu telah berani menamparnya. Hyerin meraba kembali bekas tamparan Sehun. Seketika pipinya merona merah. Bekas tamparan Oh Sehun adalah tempat yang sama dengan ciuman Park Chan Yeol.

“huh kenapa aku harus teringat padanya!” gumam Hyerin. Pintu kamar Hyerin tiba – tiba berderit terbuka.

“Oppa!” kata Hyerin kaget.

“apa yang kau lakukan, ayo cepat makan” omel Kyung So Oppa, dia memang paling tak suka bila masakan yang ia masak tak digubris orang. “Oh ya ada telepon untukmu”

Kyungso Oppa lalu memberikan telepon padanya. Hyerin lalu mengambilnya

“Yeoboseyo?”

“Hyerin …” suara itu terasa familiar ditelinganya “ini aku Sehun, kenapa handphonemu tak dapat dihubungi?”

Dia memang sengaja mematikan handphonenya, agar tak bisa dihubungi namja itu. Hyerin lalu terdiam sejenak. ia agak ragu, namun ini adalah kesempatan yang tepat.

“kita putus …” kata Hyerin susah payah, suatu penolakan keras dalam sanubarinya membuat suaranya agak tercekat.

“apa …”

“sudah berakhir, jangan dekati aku lagi” kata Hyerin lemah, ia lalu menutup telepon itu. Dan air matanya mengalir deras seiring dengan penyesalannya.

*

“Hyeri ah” panggil Ji Young, ketika aku baru memasuki kelas “kenapa matamu bengkak, apa kau habis menangis?”

“ani …” kata Hyerin sambil menunduk, menutupi wajahnya.

“lalu … ada apa denganmu?” tanya Ji Young

“aku hanya tak enak badan “ kata Hyerin lemah, ia lalu duduk dibangkunya.

“Hyerin ah ada apa denganmu, ayo cerita padaku!”

“aku sedang tak enak badan saja Ji Young ah” kata Hyerin

“benarkah? Kalau gitu kau harus beristirahat agar cepat sembuh” kata Ji Young. Hyerin hanya mengangguk lesu. Ia kemudian mengaktifkan kembali handphonenya yang dari kemarin ia matikan.

Ada puluhan sms dan panggilan dari satu nomor yang sama.

Oh Sehun.

Dada hyerin bergetar ketika membaca melihat nama itu, ia tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak membaca pesan terakhir yang dikirim oleh namja itu.

From : Oh Sehun

Temui aku didepan kelasmu saat istirahat, kita perlu bicara

Tidak ada permintaan maaf atau penyesalan dalam pesan singkatnya. Membuat Hyerin makin yakin kalau namja itu hanya mempermainkannya saja. Sejujurnya ia benar – benar bingung harus bagaimana?.

Hyerin lalu menatap bangku kosong di sampingnya. Park Chan Yeol tidak sekolah hari ini. Dimana namja itu disaat dia membutuhkannya. Ia perlu orang untuk dimintai saran, karena hanya namja itu yang mengetahui semua rahasianya …

*

“hmm … aneeh kenapa Oh Sehun berdiri di pintu kelas kita terus? Apa dia menunggu seseorang?” kata Ji Young.

“Entahlah ….” Kata Hyerin asal

Ia lalu menatap Sehun yang sedang menunggunya di depan kelasnya. Namja itu suadah berdiri disana dari awal jam istirahat. Dia terus berdiri disana tanpa memperdulikan orang – orang yang keheranan melihat tingkahnya. Hyerin bisa melihat alis dan mulutnya tertekuk, saking lamanya ia menunggu Hyerin.

Namun tak ada sedikitpun Hyerin berniat untuk menghampirinya, jika ia serius dengan penyesalannya, Dia yang harusnya menghampiri Hyerin. Tapi Hyerin yakin, Sehun terlalu pengecut untuk melakukannya, mengingat sekarang Hyerin sedang dikelilingi oleh teman – temannya.

Cepat temui aku didepan kelasmu, jangan bermain – main Kim Hyerin.

Kau tau aku tak mungkin menghampirimu.

Hyerin cuma mencibir membaca pesan terakhir yang dikirim Oh Sehun padanya. Pengecut! Namja itu benar – benar pengecut!. Ia terlalu takut menghampirinya, karena takut orang – orang akan mengetahui hubungan mereka.

“Hyerin ah, wajahmu pucat sekali” kata Ji Young “apa kau tidak makan?”

Hyerin hanya menggeleng sebenarnya ia lapar, lapar sekali. Dia belum makan apapun dari kemarin. Ini semua gara – gara menangisi napeun namja itu kemarin. Tapi kalau dia ke kantin sekarang maka Oh Sehun akan dengan mudah menemuinya.

“Aaaarggghh” Hyerin merasakan rasa sakit yang luar biasa di perutnya. Seakan – akan perutnya memberontak dengan hebatnya, protes karena tidak diisi dari kemarin.

“Hyerin ah gwenchanaaaa?? ” pekik Ji Young melihatnya megerang kesakitan sambil memegangi perut. “ayo kita ke UKS”

“Ji Young ahh, perutku sakit sekali” kata Hyerin, matanya mulai berkunang kunang dan kepalanya terasa pusing sekali. Hyerin sadar seisi kelas sedang menatapnya sekarang. Ji Young berusaha membantunya berdiri, tapi ia terlalu lemah untuk melakukannya.

Sebuah tangan kokoh lalu membopongnya, menyadarkannya di punggungnya yang lebar.

“Pabo!” katanya dingin

“turunkan aku!” kata Hyerin lemah, namun ia tak bisa berbuat apa – apa. Karena Oh Sehun telah berkuasa pada dirinya. Namja itu lalu mengendongnya menuju UKS. Hyerin berusaha memberontak dalam gendongannya. Namun Oh Sehun tetap mengacuhkannya, ia bahkan tak peduli dengan tatapan dan bisik – bisik orang yang melihat kejadian ini disepanjang lorong yang mereka lewati.

“Oh Sehun! Cepat kau turunkan aku! Bukannya kau tak ingin orang – orang melihat hal ini”

“aku tak akan pernah menurunkanmu Kim Hyerin”

“Mwo! Jangan bercanda cepat turunkan aku! … kita sudah putus”

“tolong … jangan pernah kau katakan hal itu lagi. Karena aku tak suka”

Hyerin tak yakin dengan apa yang ia rasakan sekarang. ia hanya diam, akhirnya dia menyerah kalah dalam usaha pemberontakannya, disenderkannya kepalanya ke punggung lebar sehun dan diperatnya pegangan tangan di leher Sehun.

Sekarang ia baru melihat Namja Chingunya yang sebenarnya …

*

“bagaimana keadaanmu?” tanya Sehun sambil duduk dipinggir tempat tidur Hyerin.

“hanya maagku saja yang kumat … perawat menyuruhku untuk makan bubur itu, setelah itu aku boleh istirahat dirumah” kata Hyerin sambil bersandar pada punggung tempat tidurnya. Lalu diraihnya bubur dari meja sebelah tempat tidurnya. Karena perutnya benar – benar tak dapat ditoleransi.

“biar aku saja” kata Sehun, ia mendahului Hyerin mengambil mangkuk bubur itu, dengan canggung ia lalu menyuapi Hyerin. Situasi saat itu benar – benar memalukan. Mereka berdua hanya bisa terdiam saking kakunya. Hyerin hanya bisa malahap dengan pelan tiap suapan bubur yang disodorkan Sehun.

“Hyerin ah, mian” kata Sehun menghentikan suapannya. “aku kasar sekali padamu kemarin”.

Hyerin tidak menjawab, ia sibuk menelan buburnya sambil menatap langit – langit, menolak untuk menatap namja itu.

“Miane …” kata Sehun, suaranya terdengar begitu tulus saat itu. Ia meletakkan mangkuk bubur itu. Berdiri dan mencondongkan badannya kearah Hyerin. Tangannya menyentuh pipi Hyerin, memaksa yeoja itu, untuk menatapnya.

Hyerin menahan nafas, ketika berhadapan langsung dengan wajah tampannya. Sehun mengelus pelan pipi Hyerin, pipi yang ia tampar kemarin. Sentuhan Sehun, meninggalkan bekas hangat dipipinya. Hyerin yakin wajahnya pasti merah sekali sekarang. Namun secepat kilat namja itu lalu menarik tangannya, kelihatan sekali ia terlalu canggung melakukan hal itu.

“pipi ini” ucap Sehun pelan “aku akan berbuat apapun untuk menebus perbuatanku padanya”

“Sehun-nie”

“mian Hyerin ah …  aku tidak bisa menjadi namja chingu yang baik untukmu. Mian, tapi aku tak ingin kau terlukai karenaku”

“maksudmu apa?”

“aku tak bisa menceritakannya, suatu saat kau akan mengerti Hyeri –ah” kata Sehun pelan “tolong jangan tinggalkan aku lagi”

“mian Sehun-nie, aku tak bisa menjalani hubungan seperti ini” kata Hyerin

“ini semua kulakukan untukmu Hyerin, tak taukah kau betapa inginnya aku mengatakan pada seluruh dunia bahwa aku punya yeojachingu sepertimu”

Hyerin hanya bisa terdiam mendengar perkataannya,

“tapi aku tak bisa Hyerin, aku harus merahasiakan ini semua. Bisakah kau menerima keadaanku ini?” Tanya Sehun. Hyerin menimang sebentar, ia menatap namja itu. Mencoba membaca matanya, Sehun benar – benar tulus dengan ini semua.

“Nee …” kata Hyerin pelan. Sehun lalu tersenyum padanya, senyumnya sangat indah.

“gomawo Hyerin-ah”

*

Seminggu kemudian …

Sepulang sekolah, setelah memastikan sekolah sudah benar – benar  sepi. Hyerin langsung berlari menuju gerbang sekolah. Dari kejauhan ia sudah melihat namja itu menunggunya, sambil bersandar pada pagar gerbang sekolah. Posenya saat itu benar – benar keren

“apa kau lama menungguku?” Tanya Hyerin sambil mengatur nafasnya

“ani …” kata Sehun sambil tersenyum padanya “Kajja”

Hyerin lalu membalas senyumnya, dan berjalan bersisian dengan namja itu. Sudah seminggu ini Hyerin dan Sehun bertemu secara sembunyi – sembunyi. Walau itu agak susah bagi mereka, namun bisa bertemu satu sama lain sudah cukup menyenangkan baginya. Biasanya setelah sekolah sepi mereka akan pulang bersama – sama.

Hyerin menatap Sehun, namja itu tampak amat tampan hari ini. Berjalan berdua seperti ini tampak amat janggal, seperti ada yang kurang …

Hyerin lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Sehun. Pemuda itu tampak terkejut ketika Hyerin melakukannya. Cepat – cepat ia menarik tangannya menolak sentuhan Hyerin

“Mian …” kata Sehun menghindari tatapannya.

Bahkan untuk menyentuhnya pun amat sulit bagi Hyerin, kenapa semuanya terasa begitu rumit seperti ini. Sehun tak pernah menyentuhnya, dan dia juga menolak Hyerin untuk menyentuhnya. Rasanya sunggug menyedihkan sekali …

“Damn! Yeoja itu berani beraninya” geram seseorang yang melihat Hyerin dan Sehun dari kejauhan.

*

“anyyong Chan Yeol- ssi” sapa Hyerin ramah, ketika namja yang duduk di sebelahnya itu baru memasuki kelas. Chan Yeol tidak membalas sapaannya. Namja itu malah mengacuhkannya dan mulai sibuk iphonenya.

“aissh sombong sekali” kata Hyerin kesal “Yaak aku sedang berbicara padamu”

Tiba – tiba Chan Yeol menatapnya tajam “Pabo! Kau ternyata masih berhubungan dengannya kan, kau belum putus dari namja kasar itu kan. Tempo hari aku melihat kalian berduaan, Yaa apa kau bodoh masih pacaran dengannya?”

“aku pacaran dengan siapa itu bukan urusanmu!!!” kata Hyerin kesal

“Hyerin – ah kau punya pacar?” Tanya Ji Young tiba – tiba nimbrung dalam pembicaraan mereka.

“ani ani,” kata Hyerin cemas

“Jangan bilang kalo kau pacaran dengan Oh Sehun” todong Ji Young. “ kau tau saat ia mengendongmu ke uks, banyak orang sudah mencurigai hal itu”

“ani Ji young itu tak seperti yang kau bayangkan!” kata Hyerin “park chan Yeol… kita harus bicara”. Hyerin lalu menarik lengan Chan Yeol dan menyeretnya keluar kelas.

“Mwo!! Apa yang kau lakukan” protes Chan Yeol.

“apa yang sebenarnya pacaran itu mereka berdua ya?”kata Ji Young sambil menatap sosok Hye Rind an Chan Yeol yang pergi manjauh.

*

“Yaak … tak bisakah kau menjaga mulutmu hah?” kata Hyerin ketus ketika ia berbicara dengan Chan Yeol di belakang gedung kelas mereka.

“cih ..” cibir Chan Yeol “apa namja chingumu itu yang menyuruhmu untuk melakukan hal ini? Sepertinya dia benar – benar malu berpacaran denganmu!”

Hyerin langsung terdiam mendengar perkataan Chan Yeol itu.

“kau keterlaluan Park Chan Yeol” kata Hyerin, air matanya mulai berlinang lagi. Enath kenapa dia bisa secengeng itu. Cepat – cepat Hyerin berbalik pergi agar Chan Yeol tak melihatnya menangis.

“Yaak Kim Hyerin!!! Tunggu” kata Chan Yeol. Hyerin lalu cepat – cepat menghindar dengan berbelok menuju ke belakang gedung. Namun pemandangan yang dia lihat dibelakang gedung benar – benar mengiris hatinya.

Ternyata tidak hanya dia dan Chan Yeol yang ada ditempat ini.

Ada Choi Mi Ran dan juga Oh Sehun.

Dan mereka berdua sedang berciuman …

Dirasakannya sebuah tangan menarik Hyerin, menangkapnya sebelum ia terjatuh. Tangan itu merengkuhnya dalam sebuah pelukan,

“Sudah jangan kau lihat lagi hal itu” kata Chan Yeol

Sementara Hyerin mulai menangis dalam pelukan Namja itu…

 

 

-TBC-

Iklan

50 pemikiran pada “Secret (Chapter 2)

  1. Seru seru seru. Di sini Sehun ngeselin, Hyeri juga ngeselin mau aja di gituin ma Sehun. Emang rahasia apa sih yg Sehun sembunyiin. Oh ya aq reader baru ^^

  2. nahhh kan brengseknya sehun keluar lagi huweeeeeeee sebenernya apasih maunya sehun? kenapa tuh oyang nyebelin bbanget? HAHAHA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s