Our Story Begin (Chapter 1)

Title: Our Story Begin [Chapter 1]

Author: Rin.

Cast:

. Kris

. Park Ririn

Other(s) cast:

.You will find in story ^^.

Genre: Romance.

Rated: Teen.

A/N: Fanfic perdana tentang EXO. Semoga para reader sudi untuk RLC. *bow*

=======

Desember 2010.

“Baiklah… sekarang saatnya mengumumkan siapa saja yang terpilih.” Seorang pria berdiri di depan puluhan pria yang jauh lebih muda drinya. Terlihat sebagai background pria tersebut sebuah logo yang sudah tidak asing di mata penduduk Korea.

SM Entertainment.

Sebuah agensi yang telah melahirkan bintang-bintang berkualitas.

Mendengar pernyataan dari Mr. Jung –pria tadi-, sontak membat puluhan trainee di hadapannya berubah tegang seketika. Tentu saja. Saat ini Mr. Jung, tetinggi dari SM Ent akan membacakan siapa saja trainee yang akan melangkah maju, melakukan debutnya.

“Kalian yang terpilih akan melakukan debut, kurang dari setahun setelah ini. Dan kalian akan dipisahkan di dorm yang berbeda untuk persiapan yang lebih matang.” Sambung Mr. Jung.

Semua trainee di hadapan Mr. Jung mendengarkan dengan sangat kusyuk. Err~ tidak semuanya sih…. Ada satu orang yang duduk dipaling pojok, seperti mengacuhkan kehadiran Mr. Jung saat ini. Sementara para trainee lainnya sangat berdebar, ia terlihat santai. Pikirannya melayang entah kemana.

“Dengarkan baik-baik. Kim Joongin, Lu Han, Byun Baekhyun, Kim Minseok, Zhang Yi Xing, Kim Joonmyun, Do Kyung Soo, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Jongdae, Huang Zi Tao, dan yang terakhir….” Mr. Jung menggantungkan kalimatnya.

Trainee yang belum disebut namanya berdoa dalam hati, semoga yang terakhir itu mereka. Kecuali tentu trainee paling pojok tadi.

“ Wu Yi Fan.” Terdegar desahan kekecewaan dari sebagian trainee. Dan trainee di pojok tadi –Wu Yi Fan- hanya menyeringai tipis sebagai bentuk gembiranya. Ekspresinya begitu dingin.

“Yang disebut namanya tetap tingal disini. Yang belum disebut, kalian keluar.” Ucap Mr. Jung tegas. Yapp! Petinggi SM satu ini memang terkenal maniak disiplin dan agak kejam.

Seketika ruangan yng tadinya ditempati sekitar puluhan orang itu berkurang, menjadi 12 orang terpilih, Mr. Jung dan dua assistantnya saja.

“Oke, aku adalah penanggung jawab proyek ini. Setelah ini, kalian akan ditempatkan di dorm baru. Selama setahun kalian akan di latih lebih keras dari pada sebelumnya. Kalian akan dipersiapkan untuk menjadi bintang.” Mr. Jung sedikit tersenyum kali ini. Otomatis membuat para trainee ikut gembira.

“Tapi ingat!! Jika selama pematangan ini kalian melanggar aturan dan mengalami penurunan kemampuan, tidak segan-segan aku akan mengganti dengan trainee lain. Sekarang kalian boleh bersiap-siap untuk pindah dorm.” Sedetik kemudian Mr. Jung langsung meninggalkan ruangan. Meninggalkan para trainee yang masih bersuka cita, saling memberi selamat satu sama lainnya, dan saling menangis terharu.

“Hei Kris, Congratulation!” Seorang namja imut mendekati Wu Yi Fan, si namja pojok.

“Ye, you too, Luhan.” Jawabnya lembut namun dengan ekspresi kelewat dingin, tanpa senyum. Kemudian memilih kembali menyendiri.

“Lulu, aku masih sangat bingung dengan keprinadian Kris. Sangat Misterius.” Tiba-tiba sosok lain muncul dari belakang Lu Han. Merangkulnya akrab.

“Hahaha… dia memang seperti itu, Sehunnie. Tapi lebih dalam kau mengenal Kris, aku yakin kau akan bedecak kagum kepadanya.” Balas Luhan seraya memandang Kris dari tempatnya kini.

Yap! Wajah memang sering menipu.

=======

Februari 2011.

Udara malam musim dingin yang begitu menusuk tulang tidak menghalangi seorang namja dengan postur tinggi itu berjalan di kawasan pertokoan Seoul yang terlihat sangat sepi. Maklum, hampir tengah malam dan udara dingin membuat sebagian orang memilih bergumul di tempat tidur mereka yang nyaman.

Ia sedikit merapatkan mantel coklatnya. Mempercepat langkah kakinya agar segera sampai di dormnya yang hangat.

Tepat ketika ia melewati sebuah taman, terdengar suara berisik dan sedikit gaduh. Reflek ia meoleh kearah sumber suara. Membuatnya bertemu dengan manik mata dengan seseorang.

“HYAAA…. Akhirnya ada seseorang yang lewat. Syukurlah Tuhan….” Suara melengking seorang yeoja membuat sosok dingnnya sedikit mengernyitkan dahi.

Ahjussi, aku mohon bantulah aku. Aku kehilangan dompetku di sini tadi siang. Bantulah aku ahjussi yang baik hati.” Gadis tadi secara tiba-tiba memohon tepat di depan wajah sang namja.

“Aku tahu kita tidak saling mengenal. Tapi Ahjussi bantulah aku. Aku hanyalah seorang gadis kecil yang lemah yang kehilangan dompet berhargaku. Bantulah aku.” Yeoja itu memohn lebih keras, mengeluarkan puppy eyes yang mungkin akan mengerakkan hati ‘ahjussi’ di depannya itu.

“Bagaimana rupa dompetmu?” Namja itu bertanya tanpa basa basi.

“Kau mau membantuku? HYAAA~ Ahjussi baik sekali.” Ia meloncat hiperaktif, sangat gembira.

“Dompetku berwarna pink, ada pita dibagian pembukannya, dan . . . .”

“Kau terus mencari di tanah kan? Dompetmu tertinggal di kursi ini.” Tanpa di duga, dua detik ia mencari dan langsung ketemu. Sedangkan si yeoja? Berjam-jam.

“Gunakan memorimu baik-baik. Kau orang yang ceroboh.” Dompet dalam genggaman namja itu ia ketuk-ketukan di kepala si yeoja.

Si yeoja sedikit terhenyak mendengar suara namja di depannya. Suara yang … entah bagaimana membuat sebagian dari dirinya terasa terhipotis.

“Ini dompetmu. Hati-hati lain kali.” Ia kemudian menyerahkan dompet tersebut kepada si yeoja.

“Dan satu lagi, umurku 20 tahun.”

Pengakuan yang membuat si yeoja terkejut. “Haish, ia tidak sadar dimukanya itu terlihat banyak kerutan!” Batin si yeoja.

“Err~ jeongmal khamsahamnida Ahjus, eh Tuan.” Si yeoja membungkukan badannya tulus.

“Park Ririn imnida. Tapi Tuan cukup memanggilku Rin. EH? KAU MAU KEMANA TUAN?!” Rin, gadis tadi berteriak sedikit kesal mendapati orang tersebut sudah berbalik meinggalkannya.

Dan tanpa menoleh, si namja hanya melambaikan tanggannya sebagai jawaban atas pertanyaan Rin.

“Issh~ Ahjussi tua tidak menghargai orang! Meninggalkanku saat aku berbicara?! Jangan kau harap kau sudah membantuku dan bisa seenaknya ya! Cih. Jeongmal michisoyo!” Rin mendengus kesal, menggerutu atas perlakuan ‘ahjussi’ tidak sopan tadi. Dan tanpa sengaja, ekor matanya menangkap sebuah benda berbentuk kotak dihadapannya.

“Apa ini?” Rin mengambil benda kotak tadi. Sebuah notebook.

Rin membuka notebook tersebut pelan, “Wu Yi Fan. Apartmen Paran lantai 12. Kekeke~ sampai jumpa besok, Ahjussi tua!” Rin tersenyum penuh arti.

=======

Ting tong.

“Sehunnie bukakan pintu dormnya!” Seseoang berteriak dari arah dapur.

“Malas Hyung, Joonmyun hyung saja lah!” Balas namja yang di panggil Sehun tadi.

“YA! Aku sedang mencuci piring Sehunnie!” Teriak Joonmyun, atau Suho dari dapur.

Ting tong.

“Tao, kau kan magnae, buka sana.” Sehun melemparkannya kepada Tao yang sedang menonton TV.

No! Aku belum lancar bahasa Korea. Aku tidak mau!” Tolak Tao sambil mengembungkan pipinya, ber-aegyo.

TING TONG TING TONG TING TONG.

Sang tamu sepertinya sudah tidak sabar, memencet belnya secara brutal.

“Haish biar aku saja.” Akhinya satu orang dari mereka beranjak untuk membukakan pintunya.

Good job, Baeki Ge!” Tao mengacungkan jempolnya.

TING TONG TING TONG TING TONG TING.

“Hya kemana sih pemilik apartmen ini? YA! Bel sialan mati kau! Mati mati mati!” seseorang di balik pintu itu makin menjadi, berteriak kesal pada bel di depannya.

Ceklek.

“Mati kau! Ma~ uhuk… uhuk….” Sang tamu kaget mendapati tuan rumah yang menatapnya bingung.

“Ehh… Annyeonghaseyo, nak, appamu ada tidak?” Sang tamu mencoba beramah-tamah.

Appa?

“Iya, Noona ingin bertemu dengan dia Nak.” Kata Sang tamu, masih ramah.

“Tapi Appa ku ada di-“

“Kalau begitu Eommamu saja.”

Eomma ku juga tidak ada di sini.”

“Lalu siapa yang ada di rumah? Nenekmu? Kakek? Kakak? Paman? Panggilkan terserah kau saja Nak.” Sang tamu terihat mulai tidak sabar.

“Kau bicara apa Nona? Kau mungkin salah alamat! Disini tidak ada orang tua yang tingal kami-“

“Ini rumah Wu Yi Fan kan? YA! Kau durhaka sekali tidak mengakui ayahmu nak!”

“Astaga kau mencari Wu Yi Fan? Bilang dari tadi Nona!” Baekhyun yang membukakan pintu si tamu kini benar-benar kesal.

“Siapa yang datang Baeki?” Suho datang dari dalam.

“EH? RIN?” Suho terlihat sangat kaget.

“HYAA~ Joonmyun Oppa?! Sedang apa kau disini Oppa?”

“Kau mengenalnya Hyung?” Tanya Baekhyun.

“Iya… dia itu tetanggaku Baeki.”

“Dia mencari Kris, aku panggilkan dia dulu.” Baekhyun kemudian melangkah masuk untuk memanggil Kris.

“Ah masuklah Rin.” Suho mempersilahkan tamunya.

“Kau kenal Kris?” Tanya Suho.

“Kris?” Rin terlihat bingung.

“Kata Baeki kau mencari Kris?” Suho ikut kebingungan.

Anii~ bocah itu tuli atau bagaimana sih. Aku mencari Tuan Wu Yi Fan, bukan Kris!” Jelas Rin.

“Ya Wu Yi Fan itu Kri—“

“Ada yang mencariku ya?” Tiba-tiba sesosok dengan postur tinggi menuju ruang tamu. Menguapkan mulutnya. Sepertinya ia sedang tidur tadi. Terlihat rambutnya yang acak-acakan dan mata mengantuknya. Terlihat sangat seksi di mata author.:D

Rin sedikit tersentak. Antara bingung dan err~ terpesona.

“Joonmyun oppa, a-aku sepertinya salah alamat.”

“Kau gadis tadi malam kan?”

“Kau Ahjussi tadi malam? Beda sekali.”

“YA! Umurku masih 20 tahun! Isshh.” Kris merasa sedikit jengkel.

Jinjja? Aku kesini mau mengucapkan terima kasih untukmu, err~”

“Panggil aku Kris.”

“Kris.” Rin nampak kikuk.

“Lalu,” Rin merogoh tas slempang miliknya.

Notebookmu sepertinya terjatuh.” Rin menyearahkan notebook itu kepada Kris.

Thanks….”Jawab Kris pendek.

“Ah ya, satu lagi. Sebagai ucapan terima kasih, silahkan terima ini.” Kali ini Rin menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang.

“Kue?” Kris kemudian membukanya.

“Emm… buatanku. Maaf kalau tidak enak. Aku masih bela—“

“MANA! Ada makanan? Wooaa~ Kris, Daebak!” Seorang namja tinggi lainnya muncul dari belakang, diikuti beberapa namja lainnya. Semuanya tampan.

Rin kembali terkejut. Sekarang suasana ruang tamu ini begitu sesak. Namja-namja nan tampan itu kemudian mulai berebut kue yang Rin bawa.

“8, 9, 10. Hyaaa~ Joonmyun oppa, tempat apa ini?”

“Hahaha. Ini dorm Rin. Kau belum dengar kalau aku akan segera debut?” Suho tersenyum lembut.

“Hyaa~ anak-anak aku juga mau kuenya. Minggir semua minggr!” Suho merengsek maju ke kerumunan, ikut berebut kue.

“Hyaaa~ Lulu berhenti menjambak rambutku, kau itu kecil-kecil ganas!”

“Woy Chanyeol, kenapa kau langsung ambil lima?”

“Haisshh, Tao! Itu tanganku bukan kue. Hyaaa~ kenapa kau gigit!”

“Hyaa itu bagianku.”

“Kueku~~”

“Aku belum dapat~”

Rin sekarang benar-benar melongo. Belasan namja di depannya benar-benar…. Fantastic baby!

Sorry, mereka memang seperti itu. Maklumlah. Jarang makan makanan enak.” Kris yang masih stay cool ditempatnya kini maju mendekati Rin.

It’s oke.” Rin tersenyum.

“Kalau begitu aku pamit saja Kris. Sudah sore.” Rin undur diri.

“Biar aku antar sampai lobby.”

=======

Berjalan di samping Kris membuat figure Rin begitu kecil. Apalagi hari ini ia hanya mengenakan flat shoes hitamnya.

“Kau tinggi sekali.” Rin berbasa-basi ketika mereka berada di depan lift, menunggu lift terbuka.

“Aku keturunan Kanada.” Balas Kris singkat.

Jinjja? Uwooo~ daebak! China dan Kanada!”

“Ngomong-ngomong, kau bisa membaca tulisan piyin dari nama di notebookku. Kau orang China?” Kris bertanya tanpa melihat Rin. Terlihat begitu cool.

Aniya~ aku dibesarkan di China, sebelum kembali lagi di Korea. Orang tuaku bekerja disana.” Jawab Rin.

Kemudian keduanya terdiam. Sampai akhirnya pintu lift terbuka. Dan keduanya masuk.

Rin melirik sekilas kearah Kris. Oke, Rin akui namja ini begitu mempesona. Pastur tingginya, kulit bersihnya, lekuk wajahnya, dan entah ada sesuatu dalam diri Kris yang membuat namja itu lebih istimewa. Pantaslah kalau Kris menjadi seorang selebriti.

Ting.

Pintu lift yang terbuka menandakan kalau mereka berdua sampai di lantai dasar. Rin keluar diikuti Kris di belakangnya.

“Terima kasih banyak Kris. Terima kasih tadi malam.” Rin sedikit membungkukkan badannya.

“Ye. Terima kasih juga untuk rotinya.” Jawab Kris seadanya.

“K.Li!” Seseorang dari belakang tiba-tiba berteriak dan memeluk Kris dari belakang. Membuat Kris maupun Rin sedikit terkejut.

Wǒ xiǎngniàn nǐ.” (aku merindukanmu)

“Jane?”

Rin dapat melihat seorang gadis China yang manis, memeluk erat Kris.

“K.Li, bagaimana kabarmu honey?” Tanyanya sambil mengelayutkan tubuhnya di lengan Kris. Manja.

“Kapan kau datang Jane?” Kris terlihat sedikit risih atas perlakuan Jane.

“Tunanganmu datang dan kau bersikap dingin seperti ini?” Jane mengerucutkan bibirnya.

“Kita tidak pernah bertunangan Jane!” Kris sedikit membentak Jane.

YES, WE ARE!” Kata Jane ketus.

“Err~ Kris aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Rin yang merasa mengganggu mereka segera mengundurkan diri.

“Tunggu.” Kris menahan lengan Rin. Membuat Rin mendongkak menatapnya heran.

“Jane, perkenalkan. Ini Rin.”

And she is my girlfriend now!” Ucap Kris singkat sambil merangkul bahu Rin erat.

“IGE MWOYA!”

TBC.

======

 

KKK~ apa-apan fict ini?

Abal kan? Jelek kan? Mengecewakan kan? *pundung*

Mianhae, maklum. Author newbie sih saya…. *bow*

Hehehe, jangan bunuh saya karena saya sok eksis main jadi pemeran ceweknya disini. *dikeroyok*

Ohya, K.Li itu panggilan masa kecilnya si Kris. Jadi udah ada bayangan dong siapa si Jane? ^^

BTW, siapa di sini yang biasnya Kris?! Angkat tangan ayo angkat tangan!! *maksa*

Sepertinya EXOtics Indonesia jarang yang suka sama Kris. Padahal… padahal… EXOtics internasionalnya banyak yang suka lhoh… T.T

Baiklah, akhir kata (?) kalau reader di sini sudi,

RLC please…. *nyewa puppy eyes si Bacon*

71 pemikiran pada “Our Story Begin (Chapter 1)

  1. Thanks for your personal marvelous posting! I genuinely enjoyed reading it, you
    can be a great author.I will always bookmark your blog and
    will often come back in the foreseeable future.
    I want to encourage that you continue your great job, have a
    nice morning!

Tinggalkan Balasan ke toes feel comfortable Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s