A Love to Kill (Chapter 2)

Author : Mrs.Byun

Cast : Wu Yi Fan, Kim Jiseon (OC’s), Hwang JooYo (OC’s), Huang Zi Tao, Kim JoonMyun, etc

Genre : Romance, Teen.

PG : -15

Author balik lagi huekekek #plak maaf kesalah nama twitter @eksapi di sini mungkin akan panjang*bagi saya =,=* disini juga kalian juga bakalan tau siapa si Jung Ahjumma itu Jangan di bash ya ini Cuma karakter doang kok heheh maaf banyak typo

PYONGGG~

 

###

Jiseon duduk di pojok meja bar itu dia melihat di sekelilingnya, iya sama sekali tidak melihat pujaan hatinya. Ya siapa lagi dia adalah Kim JoonMyun alias Suho namja populer di sekolahnya, Jiseon sudah menyukainya sejak dia masih duduk di bangku Junior High School (ceritanya si Suho udah jadi sunbaenim nya si Jiseon dari kelas SMP).

“ Jiseonnie!” panggil seseorang, Jiseon melihat mengarahkan kepalanya ke sumber suara.

“ Suho oppa” seru Jiseon senyumnya merenkah saat ia tau yang memanggilnya adalah suho, sang pujaan hati #eaa

“ Kau sendiri saja?” tanya Suho dengan tersenyum.

“n…ne….aniyo aku bersama JooYo, tapi ia bersama namjachingunya” jawab Jiseon aga tergagap.

“oooh… kau mau minum? Bagaimana pelajaranmu?”tanya suho lagi.

“baik sangat baik hahaha, waeyo?”jawabnya.

“aniyoo aku takut kau tidak bisa berkonsentrasi saat pelajaran karna terlalu banyak memikirkanku” gurau Suho lalu meminum birnya.

“hahahahaha aniiyoo” jawab Jiseon bersamaan dengan semburat merah yang muncul di kedua pipinya.

Jiseon meminum juice yang di berika oleh Suho. “ oppa kenapa kau memberiku juice?” tanya Jiseon heran.

“kau masih kecil untuk meminum alcohol” jawan Suho denga senyum lembutnya. Jiseon tidak tau arti dari senyum Suho.

Ia meminumnya sampai habis sesaat setelah meminum juice yang di berikan oleh ‘kakak kelas’ nya ia merasa sangat mengantuk dan sangat pusing.

“oppa ak..aku..tidak kuat” kata Jiseon lalu ambruk di meja bar itu. Dengan cepat Suho membopong ke lantai kamar yang sudah ia pesan.

“kau terlalu polos Kim Jiseon” suho pun menyeringai.

 

###

Mata pria itu terus mengawasi gerak gerik gadis itu, hingga gadis itu di bopong oleh teman namjanya. Si pria bertanya kepada betender disana “ siapa nama namja itu?” tanya si pria sambil menunjuk ke arah diamana targetnya di bopong oleh seorang lelaki.

“nama nya Kim JoonMyun, suho “ jawab bentender itu. Si pria harus bergerak cepat, ia tau targetnya ingin di bawa ke sebuah kamar.

Pria berjaket kulit itu mengikuti kemana si gadis di bopong oleh teman namjanya, sebelum teman namjanya itu membuka pintu kamar dengan cepat pria berjaket itu menghalangi mereka.

“lepaskan gadis itu Kim JoonMyun” kata si pria dengan penekanan pada akhir kata.

“dia adalah yeoja chinguku, dari mana kau tau namaku?” tanya Suho.

“tidak perlu tau aku mendapatkan namamu itu dari siapa, geotjimal! Dia adalah calon dari anak anak ku. Pergi atau kau akan mati disini Kim JoonMyun” kata si pria itu lagi dengan menatap Suho dengan tajam, lalu mengeluarkan pisau liat yang ada di jaket kulit yang di pakai oleh si pria.

Suho ketakutan lalu memberikan Jiseon kepada pria berjaket itu. Lalu ia pergi meninggalkan Jiseon.

“kita akan bersenang senang” kata si pria lalu berjalan menuju ke ruangan yang dia pesan tadi.

‘KREEK’ pintu itu terbuka si pria menjatuhkan tubuh mungil Jiseon di kasur.

Dia berpikir apa langsung membunuh atau bermain sebentar dengan gadis yang aada di hadapannya?

Tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk besenang senang dengan Jiseon.

Pria itu langsung membuka jaket dan kaos nya. Baru membuka resleting yang berada di belakang tubuh Jiseon, ia melihat banyak sekali memar dan sayatan, ia sangat yakin bahwa Jiseon di aniaya oleh Klien nya “arrghh Jung Ahjumma jangan! Sakitt hikkss” igau Jiseon

Mendengar itu, ia membatalkan niatnya dan hanya mengganti baju Jiseon dengan bajunya.

 

###

Jiseon membuka matanya berat, ia mengerjapkan matanya hingga beberapa kali. Ia melihat dinding ruangan itu berwarna putih, berarti ini bukan kamarnya. Ia juga mencium parfum pria dewasa.

Ia terbelalak karna bajunya bukan dress tadi malam.

“kau sudah bangun eo?” tanya pria itu lagi.

“nu…nuguyaa?” tanya Jiseon lalu menringkuk di ujung kasur  di kamar itu, ia melipat lututnya, lalu menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.

“Wu Yi Fan, kau boleh memanggil ku kris, nama mu adalah Jiseon. Aku yang menggantikanmu baju.” kata pria yang bernama kris.

Jiseon membelalakkan matanya, mukanya berubah menjadi cemas “ kau melihat nya? Punggung ku?” tanya Jiseon cemas.

“ ia adalah eomma tiri ku, ia amat senang untuk memukulku walaupun itu adlah masalah masalah sepele, ia bersikap baik kepadaku saat appa di rumah. Dan bersikap sebaliknya ketika appa pergi” jelas Jiseon.

“kenapa kaua bercerita masalh mu padaku, kau juga belum tau aku ini baik atau jahat” kata Kris.

“aku yakin kau baik Kris- Sshi” jawab Jiseon lalu tersenyum tulus kepadanya, kris tertegun ‘aku hampir membunuhmu babo’ batinya

“oh! Aku harus pulang ke rumah aku takut kalau Jung Ahjumma mencariku” kata Jiseon.

Dengan cepat kris menarik tangan Jiseon “ jangan pulang” kata Kris, Jiseon hanya mengerutkan dahinya. “ku melarangku? Apa sebabnya” tanya Jiseon.

“kau tidak akan tau Jiseonnie! Tetap disini percayalah! Jangan pernah pulang kerumah itu lagi” kata kris, Jiseon menatap maata kris dalam tidak ada siratan kebohongan disana.

“aku haarus tinggal dimana?” tanya Jiseon

“tinggalah di apartemen ku” jawab Kris serius.

 

###

“ kau akan tinggal disini sementara” kataku lalu mempersilahkan Jiseon masuk kedalam apaartemku.

Jiseon lalu duduk di ruang TV.

“uwooo kau cukup berada Kris-Sshi” puji Jiseon. Aku mengabaikan kata-katanya lalu beralih ke dapur untuk membuatakn minum.

“euung~ aku harus memanggilmu apa?” tanya Jiseon.

“terserah” jawabku pendek, bocah itu cerewet sekali.

“ohhh berapa umurmu?”tanya Jiseon lagi.

“aku 28 dan 16” jawab ku dengan jawaban singkaat.

“aku akan memanggilmu ahjusshi!” seru Jiseon. Aku memejamkan mataku agar tidak memarahi nya.

“panggil aku oppa! Aku tidak setua itu, Arrachi!” tegasku, Jiseon hanya menggangguk paham.

“apa pekerjaanmu?” tanya Jiseon lagi. “ aku adalah pembunuh bayaran” jawabku  jujur.

“aiigoo seraam” gurau Jiseon lalu tertawa. “aku di tugaskan untuk membunuhmu kemarin” kataku lagi dengan serius.

“ha?? Kau mau membunuh yeoja lucu seperti ku? Hahaha, di suruh oleh klienmu?” tanya Jiseon. Aiigo anak ini sangat suka bercanda di saat waktu serius.

“Jessica Jung, eomma tirimu.dia membayar ku 50 juta won hanya untuk melenyapkanmu.  Maka dari itu aku melarang mu untuk pulang kerumah” kata ku lalu membawakan teh dan duduk di sebelah Jiseon.

Jiseon hanya menunduk kan kepalanya. Aku mulai menyenderkan kepalanya di pundakku.

“ulljimayo” ucapku. Dan benar saja dia menangis dengan kencang. “aku salah apa?” tanya Jiseon.

Semakin memeluk erat Jiseon aku bisa merasakan jantung ku berdegup kencang dan tidak beraturan. ‘ini tidak mungkin’ batinmu

“Mianhaeyo, aku berjanji akan menjagamu” ucapku. Aku tidak mengerti kata-kata itu yang keluar dari bibirku.

Jiseon menatap ku be-nar-kah-?, aku hanya mengganguk “gomawoo oppa” katanya.

“mulai besok kau harus menugguku saat pulang sekolah” kataku lagi dengan nada tegas.

 

###

‘ aigooo menjaga ku? Seorang kris si-pembunuh bayaran menjagaku’ batinku entah kenapa aku bisa sesenang ini.

Besoknya….

“aku berangkat ya” pamitku.

“Jiseonnie~” panggil Kris. “nde?” jawabku.

Dia terdiam cukup lama. “kalau kau terdiam seperti ini membuang waktuku,kalau kau juga tidak berbicara aku akan pergi” kata ku lalu menyentuh knop pintu.

“chankkaman. Aku akan mengantarkan mu pergi seksekolah” jawabnya lalu menyambar jaketnya lalu kunci motornya.

 

###

“sampai” kataku lalu menyuruhnya untuk turun.

“gomawo oppa aku pergii” jawab Jiseon riang. Aku hanya mengangguk lalu mulai menjalankan motorku.

Ya, aku kerumah Jessica untuk mengembalikan uangnya, aku tidak ingin membunuh yeoja yang…errr…mungkin aku sukai.

# Jessica House…

“hee kau belum membunuhnya? Bahkan kau tidak mau?” sindir Jessica.

“aku tidak akan pernah membunuh yeoja yang aku sukai” gertakku.

“kau sama sekali tidak professional Wu Fan-Sshi, aku bahkan bisa membunuh yeoja itu dengan caraku sendiri. Atau mencari pembunuh bayaran lagi, anak itu telah menghancurkan impianku. Imppianku untuk menguasai semua harta appa-nya” jelas jessica dengan menatap tajam ke arahku.

“sebelum kau membunuhnya, langkahi mayat ku Nyonya Jung” ucapku

 

[TBC]

Uwooo gimana? Jangan bash ya disini jessica Cuma karakter doang kok maaf klo ini pendek, ini udah 6 halaman loh hehehe. Comment ya

Annyeong~

Iklan

41 pemikiran pada “A Love to Kill (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s