Don’t You Remember Me? (Chapter 1)

  • Title : Don’t You Remember Me?
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Romance, Angst, and School life
  • Cast :

–      Kim Joon Myun (EXO-K)

–      Kim Hyeri

–      Byun Baek Hyun (EXO-K)

  • Other Cast: You can find it by yourself
  • Length : Chapter

 

NB: Readers-dul annyeong!! Whoaaa aku bawa ff baru nih >.< Mau baca? Yang udah nonton BBF pasti tau jalan ceritanya. Hanya saja ada beberapa adegan yang author tambahkan. Dan ingat disini semua member EXO masih duduk di bangku SMA mau melanjutkan kuliahnya. Yah anggap aja umurnya 18 atau 19 lah. Oke oke? Happy reading yeorobun!! \(^o^)/

 _____________________________

AUTHOR’S POV

 

Annyeonghaseyo …” sapa seorang gadis sopan kepada ke-6 namja didepannya. Gadis itu tersenyum manis sembari melemparkan tatapan nya kepada salah satu namja yang sedang duduk di meja besar miliknya. Namja itu tak lain tak bukan adalah sunbae-nya di sekolah itu yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya 2 tahun yang lalu. Seakan namja itu tersadar dari buku bacaannya, ia menoleh ke arah pintu. Dan mendapati yeojachingu-nya berdiri disana.

 

Namja itu melemparkan senyum terbaiknya seperti biasa. Menatap gadisnya penuh arti. Joonmyun beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya kearah gadis itu dan memeluknya erat. Ini sudah hari ke-4 mereka tidak bertemu karena gadis itu sedang mengikuti ujian kelulusan nya yang terakhir. Itu berarti gadis itu akan segera tamat dari sekolah menengah atasnya lalu melanjutkan pendidikan nya di salah satu universitas terkemuka di Seoul.

Ke-6 namja itu memang sunbae-nya semua. Mereka sekarang juga sedang duduk di kelas 12 sama seperti gadis berambut sebahu itu. Hanya saja gadis itu mengikuti kelas akselerasi yang berarti hanya 2 tahun ia duduk di SMA. Jadi, sekarang kedudukan mereka semua sebanding. Yang berarti jika mereka semua lulus, mereka akan menyelenggarakan perpisahan itu bersama. Kim Hyeri memang gadis yang pintar dan salah satu yang terbaik di sekolah yang ia duduki sekarang. Banyak memang siswa-siswi disini yang mengaguminya. Terlebih namja-namja populer disekolah ini. Tapi, semua itu tak pernah digubris oleh Hyeri. Ia hanya bersikap seperti biasa-biasa saja karena dia tahu kalau ia sudah punya kekasih. Jadi ia tau diri untuk tidak membuat sunbae-nya itu cemburu.

 

Kini, Hyeri sudah duduk bersama sunbae-sunbae nya itu. Ia merasa kikuk padahal ia sudah mengenal semua namja itu dengan baik. Jelas saja ia hanya seorang yeoja disini dan semua namja itu tak lepas menatapnya. Tidak. Tadinya memang semua namja itu menatapnya. Tapi hanya satu orang yang benar-benar tak melepaskan tatapannya dari Hyeri. Membuat gadis itu sedikit gelisah sehingga Joonmyun pun menyadarinya.

 

Wae?“ tanya Joonmyun heran melihat Hyeri yang sedang duduk gelisah disampingnya.

Amugeotdo aniya (Tidak ada apa-apa).” jawab Hyeri sambil menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal. Tanda kalau gadis itu sedang salah tingkah.

 

Joonmyun hanya mengangguk. Lalu, ia kembali mengobrol bersama teman-temannya.

 

Tok Tok Tok!

 

Terdengar suara ketukan pintu yang sedikit keras menggema ruangan itu. Sontak mereka semua menoleh dan salah satu namja yang paling tinggi dengan rambut keritingnya berbicara …

“Masuk..” ujarnya dan tak lama pintu coklat kayu itu pun terbuka dan muncullah seorang yeoja disana.

“Permisi, Suho sunbae.. kau dipanggil Choi kyojangnim (Kepala Sekolah Choi). Dia menyuruhmu menemuinya sekarang di ruangan. Baiklah, aku pamit.” katanya sopan sambil berlalu meninggalkan ruangan itu dan menutup pintu pelan.

 

Joonmyun menoleh kesamping menatap Hyeri seolah meminta izin sebentar karena panggilan mendadak kepala sekolah Choi. Tentu saja tergurat kekecewaan dari wajah gadis itu, bayangkan saja tak sampai 15 menit mereka bertemu dan sekarang harus berpisah lagi. Tapi, Hyeri tetap memakluminya wajar dan mengangguk mengerti. Itulah resiko punya pacar seperti Joonmyun atau lebih populer di sekolahnya dipanggil dengan sebutan ‘Suho’ yang memiliki arti ‘The Guardian Angel’. Joonmyun bangkit dari duduknya lalu berlalu pergi keluar ruangan tanpa berkata lagi kepada Hyeri. Begitulah Suho, sikapnya belum berubah juga. Hanya mengeluarkan suara jika seperlunya saja.

 

Tak lama Suho pergi, suasana kembali diselimuti dengan kecanggungan luar biasa. Terlebih namja yang tadi pun masih saja menatapnya. Kali ini berbeda, dan membuat Hyeri semakin yakin jika namja itu benar-benar aneh.

Hyung, berhentilah menatapnya. Kalau Suho hyung tau, mati kau!” bisik salah seorang namja yang duduk disamping namja satunya lagi. Sehun. Dan namja yang masih menatap Hyeri itu. Byun Baekhyun.

 

Baekhyun bangkit dari duduknya dan entah apa yang dia lakukan, tiba-tiba saja ia sudah meraih tangan Hyeri dan membuat gadis itu kini terpaksa berdiri menghadapnya. Hyeri mengernyit bingung, dan menerka-nerka apa yang dilakukan namja di depan nya ini.

 

“Ikut aku.” ucapnya datar tapi langsung disambut cepat oleh Hyeri.

Sunbae, kau mau membawaku kemana?” tanya Hyeri was was

“Sudahlah, ikut saja.”

 

Kini, tangan Baekhyun dengan cepat membawa Hyeri keluar dari ruangan itu. Dan tentu saja namja-namja itu saling bertatapan syok. Takut jika nanti Suho datang dan bertanya kemana kekasihnya pergi? Mereka harus bilang apa? Hyeri pergi dengan Baekhyun? Kalau begitu mereka harus bersiap saat namja itu akan berteriak marah nantinya. Mereka semua tau, kalau Baekhyun sebenarnya sudah menyukai Hyeri lama. Bahkan sebelum Hyeri menjadi kekasih Suho. Tapi apa boleh buat, Hyeri gadis polos yang Baekhyun sukai sejak SMP yang tentu saja berhasil membuatnya jatuh cinta sekarang bukan lah miliknya tapi orang lain. Dan itu bahkan sahabatnya sendiri.

 

 

JOONMYUN’S POV

 

Aku keluar dari ruangan Choi kyojangnim. Ternyata ia ingin memberitahuku, tentang acara perpisahan yang kurang lebih akan diadakan selama sebulan lagi. Dan ia menyuruhku untuk mengontrol segala sesuatunya dengan detail dan juga baik. Karena hanya akulah siswa disini yang ia percayai.

 

Aku bermaksud untuk kembali keruangan atas dan berkumpul bersama Hyeri dan juga yang lain saat aku secara tidak sadar menangkap sosok Hyeri yang tengah berjalan sambil diseret seseorang. Aku berlari kecil mengejar Hyeri dan ingin melihat siapa yang menarik-narik tangannya. Aku tajamkan indera penglihatanku dan ternyata yang menarik tangan Hyeri itu Baekhyun. Apa yang dia lakukan? Dia mau membawa Hyeri kemana?

 

Aku berlari secepat mungkin menuju pintu yang akan membawaku keluar dari sekolah ini. Tak kuhiraukan teriakan yeoja-yoja yang saking histerisnya hanya karena melihatku sedang berlari.

 

Dengan cepat, aku pun melajukan mobilku mengikuti kemana arah mobil Baekhyun pergi. Dia mau membawa Hyeri kemana? Awas saja kalau sampai ia mencekelai Hyeri.

 

“Tamatlah persahabatan kita Byun Baekhyun.” umpatku dalam hati.

 

***

Aku menghentikan mobilku agak jauh dari mobil Baekhyun. Tapi bisa kulihat jelas apa yang mereka lakukan. Berdiri di pinggiran sungai kecil yang memberi pemandangan sunset dan juga langit yang senja. Wajar saja ini sudah hampir jam 6 sore. Itu berarti sudah 3 jam waktu yang kuhabiskan untuk mengikutinya.

 

Aku mengetuk-ngetukkan jariku ke dashboard mobil. Merutuki diriku sendiri karena tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan. Kim Hyeri, kau tak berniat berselingkuh dariku bukan?

 

HYERI’S POV

 

Baekhyun sunbae, kau ingin membawaku kemana? Aku bertanya-tanya dalam hati. Ini komunikasi kami yang pertama saat pertengkaran 1 minggu yang lalu. Ya, kami bertengkar. Aku, Baekhyun sunbae, dan juga Joonmyun. Hanya salah paham kecil tapi sukses memberi pengaruh yang besar. Mereka berdua berkelahi. Tentu saja aku sudah melerai mereka, tapi tubuhku yang kecil ini tak banyak membantu. Dan aku pun jadi ikut tersungkur ke tanah, karena tangan salah satu dari mereka tak sengaja memukul bahuku hingga membuatku terjatuh. Mereka tidak mau mengalah. Terus saja menuduh satu sama lain. Joonmyun menuduh kalau Baekhyun sunbae-lah yang membuatku jatuh begitu juga Baekhyun sunbae sebaliknya. Sampai datanglah, beberapa sunbae yang lain menghalangi pertengkaran adu mulut yang terjadi diantara mereka. Untung saja mereka cepat datang, kalau tidak … entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya saat itu.

 

Aku menoleh kesamping menatap Baekhyun sunbae yang sedang fokus pada jalanan yang ia lalui. Ini sudah 3 jam aku duduk di mobil ini tapi aku masih tidak tahu dia mau membawaku kemana. Eottohke? Aku sama sekali belum mengabari Joonmyun. Dia pasti mencariku. Apa yang akan dikatakan sunbae yang lainnya? Kalau sampai Joonmyun tau kalau Baekhyun sunbae-lah mengajakku pergi, aish jangan bilang mereka akan bertengkar lagi!

“Sampai..” ujarnya. Aku pun tersadar dari lamunanku dan tanpa sadar terkejut ketika melihat aku sedang berada dimana. Dia … membawaku kesini. Desa nelayan yang terkenal dengan pinggiran sungai kecil nya yang indah. Desa Jangho . Kampung halaman kami berdua. Ternyata, dia masih ingat ..

 

Aku masih terpana akan pemandangan di depan mataku ini sampai-sampai aku tak menyadari kalau Baekhyun sudah membukakan pintu untukku.

“Ayo turun..” ajaknya.

 

Aku masih terdiam duduk didalam mobil. Byun Baekhyun apa maksudmu membawaku kesini?

“Kau ini lama sekali.” dengusnya kesal karena tau aku mengacuhkan omongannya. Lalu ia dengan cepat menarik tanganku keluar dari mobil dan menutup pintu itu kuat dengan tangannya yang satu lagi. Dia menggenggam tanganku dan menjajarkan langkah kakinya dengan kakiku menuntunku jalan ke pinggiran sungai yang tenang itu. Kali ini aku tidak akan tinggal diam. Dia sudah terlalu lancang membawaku kesini tanpa Joonmyun ketahui. Cukup sudah Baekhyun sunbae, jangan mengingatku lagi dengan kejadian masa lalu.

 

FLASHBACK

 

“Kenapa kau memilih tempat ini untuk dijadikan tempat paling indah bagimu? Hey, ini hanya sungai kecil. Apa bagusnya?” tanyaku kesal.

“Kau tak mengerti apa yang kumaksud, Hyeri~ah. Kau mungkin beranggapan kalau tempat ini biasa-biasa saja, tapi bagiku tempat ini luar biasa!” seru nya senang saat berkata ‘luar biasa’ pada akhir kalimat.

“Apa alasanmu mengganggap tempat ini luar biasa?”

“Kau mau tahu?” tanya Baekki memastikan. Akupun mengangguk.

“Ehem ..” Dia berdehem sebentar.

“Geurae .. kenapa aku menganggap tempat ini tempat paling luar biasa bagiku? Karena hanya di tempat ini aku bisa bersamamu. Karena di tempat inilah aku menyadari sinar kehidupanku yang paling terang berada didekatku. Seperti matahari itu. Ia menerangi bumi di siang hari. Tapi kau, kau menerangi hati dan juga kehidupanku. Pernahkah kau berpikir kalau selama ini aku menyukaimu, Hyeri? Sadarkah?”

 

Kini aku benar-benar terkejut atas semua perkataan jujur Baekhyun sunbae. Tidak. Aku tidak tau kalau selama ini dia menyukaiku. Jujur saja, aku hanya menganggapnya sebagai sahabat selama ini. Tidak lebih.

 

“Kim Hyeri, saranghae.”

 

FLASHBACK END

 

“Apa sebenarnya tujuanmu membawaku kesini hah?” tanyaku ketus

“Adasesuatu yang ingin aku bicarakan.” jawabnya masih tetap memandangi langit senja itu.

“Kenapa harus kesini?Kankau bisa memberitahunya diSeoul, tak perlu jauh-jauh membawaku ke desa ini. Kalau Joonmyun tau bagaimana?”

“Kau tak ingat? Hanya di tempat ini aku bisa bersamamu, Hyeri.” ujarnya lagi.

 

Haiss, benarkan apa yang kuduga. Dia mengingat-ngingatkanku tentang kejadian yang sudah lalu itu.

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” tanyaku tanpa basa-basi.

“Joonmyun akan melanjutkan kuliahnya di Harvard.”

 

DEG! Jantungku melengos. Benarkah? Kenapa Joonmyun tak pernah menceritakannya padaku?

“Darimana kau tahu? Jangan mencoba membohongiku, Baekhyun sunbae.” sergahku cepat.

“Aku tidak berbohong.” ucapnya lagi

“Aku tidak akan percaya jika bukan Joonmyun yang mengatakannya sendiri padaku.”

“Dia tidak akan memberitahukan hal ini padamu. Dia tidak bisa mengatakannya langsung. Dia terlalu takut melukai hatimu. Dan dia tidak sanggup meninggalkanmu sendiri disini.” jelasnya panjang lebar. Jika yang Baekhyun sunbae katakan itu benar, lalu aku harus apa? Joonmyun jahat sekali kau ….

 

Pertahanan yang sudah ku bangun sejak beberapa menit yang lalu runtuh sudah. Aku tak bisa menahan buliran air mata ini jatuh dan .. tes .. tes … perlahan tetesan air mata itu pun mengalir turun menuju kedua pipiku.

 

Sedetik setelahnya, aku merasakan pelukan hangat yang menjalari tubuhku. Aku tau, ini pelukan Baekhyun sunbae. Aku masih bisa merasakan kehangatan sama seperti dulu. Dia tidak pernah berubah.

Uljimayo ..” lirihnya tepat ditelingaku. Bulu kudukku berdiri seketika. Tentu saja aku gugup. Karena Baekhyun sunbae menyukaiku.. sedangkan aku? Aku hanya menganggapnya penyelamatku saja. Penyelamat yang selalu datang ketika bel darurat di hatiku berbunyi dan dia selalu muncul tepat waktu. Dia … pemadam api dihatiku.

 

BAEKHYUN’S POV

 

Hyeri? Kenapa kau selalu saja berpikiran buruk tentangku? Tak ada niatku untuk membohongimu sama sekali. Kenapa kau seperti ini? Bukankah dulu kita sahabat? Tapi apa sekarang? Kau menjauh dariku semenjak Suho hyung masuk kedalam kehidupanmu. Hyeri yang kukenal dulu benar-benar sudah berubah.

 

Aku meraihnya kedalam pelukanku. Menumpahkan air matanya diseragam sekolahku. Melihatnya menangis itu sama saja membuat hatiku perih. Air matanya selalu membuat hati siapa saja juga akan menangis. Gadis ini berbeda dan aku benar-benar mencintainya.

 

Uljimayo ..” lirihku tepat ditelinganya. Bisa kurasakan tubuhnya menegang dan juga gugup. Sampai kapan kau terus seperti ini Hyeri? Tak bisa kah kau menganggapku ada? Biarkanlah aku menjadi.. seseorang yang special dihatimu tak perduli jika Suho  hyung sudah menjadi kekasihmu sekarang.

 

“Ayo pulang ..” ajakku lalu menggandeng tangannya pelan. Tapi dia dengan cepat menepis uluran tanganku.

“Kau pulang saja sendiri, aku akan menginap dirumah bibiku. Lagian besok hari libur.” ujarnya

“Benar kau tak apa kutinggal disini?” tanyaku memastikan

“Pergilah ..” usirnya. Aku bisa melihatnya tertunduk. Apa dia berusaha menahan tangisnya lagi? Oh ayolah, aku sudah menghapal kebiasaannya yang satu ini.

 

Aku melangkahkan kakiku menjauh darinya. Dia tidak pulang tentu saja aku juga tidak akan pulang. Baiklah, aku akan menginap dirumah paman saja. Tapi harus ku parkirkan dimana mobil ini agar tidak ketahuan Hyeri? Ah bagaimana kalau di kedai bakso paman Song? Disanakanaman! Yak, benar sekali -_-

 

***

Aku sudah memarkirkan mobilku disana. Aman dan tersembunyi. Hyeri tak akan tahu. Aku pun berjalan kaki menuju rumah paman Shin yang tidak jauh dari kedai paman Song. Semoga Hyeri tidak memergokiku disini. Aku pun menendang bebatuan kecil yang menghalangi jalanku. Tempat ini belum juga berubah, kampung halaman ku dan juga Hyeri. Kami sama-sama dilahirkan disini. Ah, setidaknya aku mempunyai fakta kalau aku yang terlebih dulu mengenal Hyeri bahkan sebelum Suho hyung masuk kedalam kehidupannya. Aku lebih mengenal Hyeri dengan baik tentu saja, karena aku mengetahui semua yang ia rahasiakan selama ini.

 

Aku menatap jalanan yang sedang kulalui ketika mataku menangkap siluet wajah seseorang yang tengah berjalan sempoyongan menuju kemobilnya. Loh, itukanmobil Suho hyung. Kenapa dia bisa ada disini? Apa jangan-jangan dia mengikutiku seharian bersama Hyeri? Astaga, jangan bilang kalau dia melihat semuanya…

 

JOONMYUN’S POV

 

Hari memang sudah gelap dan tandanya matahari telah pergi dan kini digantikan dengan bulan dan juga bintang yang menerangi langit hitam kebiruan itu. Aku melihat Baekhyun yang masih santainya berjalan. Kenapa dia sendiri? Kemana pergi Hyeri? Kenapa mereka belum pulang juga? Ini bahkan sudah malam. Aku berniat untuk menghampirinya dan menanyakan dimana Hyeri saat aku mendengar suara kebut-kebutan mobil dengan nyaring masuk kedalam indera pendengaranku.

 

Brummmm… Brummm.. *efek suara mobil ngebut _-_*

 

Aku terpaku saat mobil itu semakin melaju kearah Baekhyun. Jangan bilang orang itu punya niat buruk dengannya. Baekhyun berbalik dan aku sadari ia dengan cepat tahu kalau mobil itu sedang melaju kearahnya. Tapi kenapa diam saja? Kenapa dia tidak lari? Byun Baekhyun neo pabeo-ya! Kau mau mati! Umpatku dalam hati.

 

“Baekhyun andwaeyo!!” teriakku dan aku berlari kearahnya secepat mungkin dan ya aku berhasil menyelamatkannya. Tapi ternyata dewi Fortuna tidak benar-benar berada di pihakku sekarang.

 

Siiiittttttttttt Duaaaarrrr!!!!!!!

 

Tanpa sadar, tubuhku terloncat keatas mobil itu dan kurasakan tubuhku jatuh dan menghantam aspal.

BUG!

Kepalaku dengan cepat mendarat halus di tanah keras hitam itu. Aku sadari bau tidak mengenakkan memasuki hidungku. Bau menyengat dari darah. Mataku semakin lama semakin tertutup karena darah kini mengalir dari kepala dan juga pelipisku. Kudengar Baekhyun berteriak ..

 

“Suho hyung!!”

Hyung! Ireonaseyo … Suho hyung ireona!!”

Aku merasakan tubuhku diguncang kuat. Aku hanya bisa diam. Tak lama, aku merasakan pandangan yang sedikit kabur .. terus.. dan yang kuketahui setelah itu semuanya gelap.

 

AUTHOR’S POV

 

Siiiittttttttttt Duaaaarrrr!!!!!!!

 

Baekhyun berhasil selamat dan ia terlempar ke pinggir jalanan. Dengan sedikit nyeri di kepalanya, ia kembali mendengar suara deruman mobil itu menjauh pergi. Baekhyun terkejut saat melihat namja yang sangat ia kenal tengah bersimbah lumuran darah di bagian kepala dan juga pelipisnya. Sedang terbaring tak berdaya dengan mata tertutup.

 

“Suho hyung!!” pekik Baekhyun saat menyadari itu adalah sahabatnya.

Hyung! Ireonaseyo … Suho hyung ireona!!” jerit nya lagi sambil mengguncang tubuh pria itu. Tapi tak menimbulkan efek apa-apa dan kali ini ia berteriak keras meminta tolong ..

“Siapa saja  tolonglah aku ……” teriaknya untuk terakhir kali dan sekuat mungkin. Mata Baekhyun mengabur seiring dengan buliran bening yang terus berlinang dari matanya. Kini ia memeluk namja itu merasa tidak berdaya karena tak ada satu orang pun yang mendengar jeritan putus asanya.

 

***

HYERI’S POV

 

PRANG!

 

Gelas yang aku pegang jatuh seketika. Aku merasakan tanganku sedikit gemetar dan mengeram. Apa yang terjadi denganku?

 

“Hyeri~ah, neo gwaenchana?” Bibi Jung bertanya padaku. Aku hanya dapat menganggukkan kepalaku pelan. Pikiranku saat ini juga langsung tertuju ke Joonmyun. Apa terjadi sesuatu dengannya?

 

Drrrtt … Drrttt ..

Handphone yang kusimpan di saku jaketku bergetar dan dengan cepat aku melihat siapa yang menelepon. Baekhyun sunbae. Nama itulah yang sekarang tertera di layar hape-ku.

Yeobo—

“Hyeri~ah, cepat datang kerumah sakit. Ppaliwa!” teriaknya dari seberang

Wae? Wae geurae, sunbae?” tanyaku cepat

“Aku tidak bisa memberitahumu sekarang, cepat datang ..”

Nde. Aku kesana.”

 

Aku pun langsung memutuskan sambungan telepon Baekhyun sunbae dan tanpa berpikir lagi aku langsung berlari keluar rumah tanpa pamit dengan Bibi Jung. Kini, tak kupedulikan lagi teriakan Bibi Jung yang berusaha menghalangku.

 

***

“Baekhyun sunbae …” panggilku lirih dan Baekhyun sunbae langsung menatap kearahku.

“Hyeri~ah ..” Baekhyun sunbae bangkit dari duduknya lalu berlari memelukku. Aku terkesiap kaget karena perlakuannya.

Mianhae .. seharusnya aku bukan Suho hyung ..”

Aku terkejut. Apa maksudnya ini? Kenapa? Apa yang terjadi dengan Joonmyun? “Joonmyun oppa wae?” tanyaku serak berusaha menahan tangis yang hendak keluar dari pelupuk mataku.

“Dia kecelakaan.. dan itu karena dia menyelamatkanku..”

 

DEG!

Tubuhku mematung seketika, mataku membulat besar, dan aku merasakan jantungku sudah tak berdegup lagi. Oksigen ku terasa disedot habis-habisan. Dadaku sesak dan mataku memanas.

Ts!

Aku menangis sekuat-kuatnya. Aku tak dapat menahan sakit yang luar biasa ini. Katakan kalau ini mimpi. Ya Tuhan, Joonmyun oppa …

 

Aku terlepas dari pelukan Baekhyun sunbae dan tanpa sadar terduduk di lantai putih yang dingin. Jiwaku kosong, tak ada kehidupan lagi disana.

“Hyeri!” pekik Baekhyun sunbae karena melihat keadaan ku yang kacau seperti ini. Lantas saja, orang yang aku cintai terbaring lemah disana. Dan dia sangat membutuhkanku. Lalu apa yang kulakukan sekarang? Menangis? Oh Kim Hyeri kau sama sekali tak berguna. Menangis hanya memperburuk keadaan Joonmyun saja.

 

Aku mendengar pintu ruangan UGD terbuka dan muncullah dokter berjas putih hingga kelutut berdiri disana. Raut wajahnya …. sama sekali bukan seperti yang aku harapkan. Katakan .. kalau Joonmyun oppa baik-baik saja. Baekhyun sunbae yang mengerti keadaanku ia pun langsung bertanya pada dokter itu…

 

“Bagaimana dokter keadaannya?” tanya Baekhyun sunbae dengan raut wajah yang jelas-jelas terlihat khawatir. Dokter itu diam sejenak dan menghela nafas nya berat.

“Kondisi fisiknya baik-baik saja tapi …..”

“Tapi apa, Dokter?” potongku cepat.

“Dia…”

 

♫ Careless.. careless. Shout anonymous, anonymous..

Heartless mindless, no one who care about me? ♫

*ciee Dokternya gaul -_- ringtone nya EXO menn . Asikk..#abaikan*

 

Aku mendengar nada dering handphone berbunyi dan ternyata itu berasal dari handphone sang Dokter. Aku lihat dia mengangkat telpon itu dan mematikannya kemudian.

Mianhamnida aku harus pergi .. nanti kita bicarakan lagi saja .. Ada pasien lain yang harus aku tolong. Jogiyeo ..” pamitnya lalu berlari menjauhi kami berdua.

 

Aku khawatir akan kata-kata dokter itu. Apa yang ingin dikatakannya tadi? Semoga saja bukan hal yang buruk. Aku terus berdoa dalam hati. Tak lama dokter itu pergi, aku kembali mendengar derap langkah kaki seseorang berjalan ke arah kami. Entahlah, aku tak berniat mengetahui siapa orang itu. Hanya saja aku …

“Hyeri ..” Aku mendongak dengan cepat dan mendapati Tae Hee eonni sedang berjalan kearahku.

Eonni-ga …” panggilku lirih dan Tae Hee eonni pun langsung memelukku. Dia sudah kuanggap sebagai eonni yang baik. Eonni yang selalu menolongku dan memperhatikanku.

“Sudahlah jangan menangis lagi.. Joonmyun tak suka melihatmu menangis seperti ini ..” katanya dan mengusap pelan air mataku. Aku pun hanya bisa tersenyum tipis.

 

“Permisi .. pasien sudah boleh dijenguk ke dalam.. Kalau ada apa-apa beritahu saya..” kata seorang perawat yang membuyarkan lamunanku. Aku,Baekhyun sunbae, dan Tae Hee eonni pun mengangguk dan membungkuk sopan.

Ghamsahamnida ..” ucap kami serempak

Ne, kalau begitu saya permisi dulu ..“ katanya lagi sambil berlalu dan hilang di belokan koridor.

 

“Jenguklah Suho hyung kedalam .. kalau dia tau kau ada disampingnya pasti dia akan cepat sadar..” Baekhyun sunbae tersenyum padaku lalu menepuk bahuku pelan. Menyemangatiku.

 

Aku pun tersenyum berterima kasih padanya lalu berdiri dan melangkahkan kaki masuk kedalam runagan Joonmyun. Belum sempat aku membuka pintu putih itu, terdengar suara riuhan gaduh dari kejauhan yang ternyata para sunbae yang lainnya. Ternyata mereka datang. Aku hanya bisa menunduk lemah lalu perlahan masuk kedalam ruangan bernuansa putih itu.

 

“Hyeri …” bisa kudengar suara seseorang yeoja memanggil namaku. Aku menoleh dan mendapati Jin Ah sahabatku berdiri disana sambil berlinang air mata. Aku yang melihatnya menangis kembali. Dan dia pun langsung berhambur memelukku erat.

“Jin Ah~ya ..” gumamku dan menumpahkan seluruh air mataku dibahunya.
”Joonmyun sunbae.. geuneun gwaenchanha-eulgeoya (Dia pasti baik-baik saja).” katanya menenangkanku dan aku pun mengangguk.

Uljima Hyeri~ah ..” lanjutnya lagi sambil mengusap air mataku. Aku hanya bisa tersenyum simpul. Jin Ah, dia sahabat terbaikku. Yang selalu ada menghiburku jika aku sedang sedih seperti sekarang ini.

“Pergilah temui Joonmyun oppa .. dia pasti sangat membutuhkanmu.”

 

Aku pun mengangguk dan akhirnya masuk ke dalam. Hatiku miris saat melihatnya terbaring lemah disana. Perban putih dikepalanya benar-benar membuatku prihatin. Semoga hanya kecelakaan ringan saja dan tidak berakibat buruk.

 

Aku pun mengambil tempat duduk disamping ranjangnya lalu meraih tangannya untuk aku genggam.

“Kim Joonmyun, nae mal deullyeo?(Kau bisa mendengarkanku?) Mianhanda, aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Maafkan aku.. Joonmyun~ah, geuronikka ireona .. ireona .. ireona Kim Joonmyun.” racauku sambil menangis berharap ia bisa mendengarnya. Tapi, ia hanya diam dengan matanya yang tertutup. Aku pun mencium tangannya dan menangis lagi. Isakan tangisku perlahan semakin menguat membuatku tak bisa lagi menahan air mata yang menyeruak keluar dari pelupuk mataku.

 

Few days later …

 

Aku baru saja keluar dari sekolah karena pelajaran hari ini telah selesai. Aku berjalan gontai menuju taman berniat untuk sekedar menenangkan diri sementara, karena memikirkan Joonmyun yang kunjung tak sadar juga. Baru aku berjalan beberapa langkah kulihat Baekhyun sunbae sudah berdiri dihadapanku sambil tersenyum bahagia.

 

Sunbae ..” panggilku kaget

“Mereka bilang Joonmyun sudah siuman ..” kata Baekhyun sunbae mengacuhkan panggilanku.

Aku mengernyitkan alis bingung. Aku tidak salah dengarkan? Joonmyun-ku sudah sadar? Baekhyun sunbae sedikit menggeser tubuhnya dan bisa kulihat sunbae yang lainnya sedang berdiri di mobil mereka dan melemparkan senyum kearahku.

Kkaja! Kau tak mau membuat Suho hyung lama menunggukan?”

 

***

 

Aku menggeser pelan pintu putih itu dan masuk bersama ke-5 sunbae yang lainnya. Baekhyun sunbae, Chanyeol, Kyungsoo, Kai, dan Sehun. Aku tersenyum saat melihat Tae Hee eonni juga sedang disana.

 

“Oh Hyeri~ah, ayo masuk.” kata Tae Hee eonni padaku dan aku pun langsung membungkuk sopan kearahnya.

“Kau terlihat sangat sehat hyung setelah sadar ..” ujar Kyungsoo saat sudah berdiri tak jauh dari Joonmyun.

“Pemulihan yang luar biasa ..” tambah Kai lagi

Hyung, welcome back!” seru Sehun dan Chanyeol bersamaan.

 

Tapi yang kulihat Joonmyun pun hanya diam tak menghiraukan perkataan mereka semua. Tiba-tiba saja Baekyun sunbae mengulurkan tangannya dan langsung disambut cepat oleh Joonmyun.

Gomapta.” ucap Baekhyun sunbae

Mwoga? (Untuk apa?)” tanya Joonmyun heran

“Untuk bertahan hidup..”

“Mm, tak apa. Kau pikir Kim Joonmyun akan mati semudah itu hah?” ujarnya sambil tersenyum sinis.

“Joonmyun hyung kau tetap tidak berubah juga.” kata Chanyeol

 

“Hyeri~ah, kenapa kau berdiri disitu? Ayo sini, kau yang paling khawatir diantara yang lainnyakan? Hasil tes memberitahukan kalau Joonmyun baik-baik saja.”

 

Aku pun yang menatap Tae Hee eonni langsung berpaling menatap Joonmyun. Oksigenku sudah kembali. Ah aku senang melihatnya.

“Joonmyun~ah, kau merasa lebih baikan? Senang melihatmu kembali.” ujarku dan hendak memeluknya tapi kata-kata yang keluar dari mulut Joonmyun kemudian sukses membuatku mengurungkan niatku yang sebelumnya.

Neo .. nuguya?” Joonmyun berkata padaku.

 

Senyum yang kukembangkan sebelumnya memudar. Apa maksudnya ini, Joonmyun tak … mengenaliku?

 

AUTHOR’S POV

 

Neo .. nuguya?” Joonmyun berkata pada Hyeri.

Senyum yang awalnya Hyeri tujukan pada Joonmyun memudar seketika. Hyeri terdiam. Apa maksudnya Joonmyun tak mengenali Hyeri? Gadis yang selama ini menemaninya saat sedang sakit?

 

Tae Hee langsung menatap Joonmyun—sang adik dengan raut wajah yang sangat mengagetkan. Begitu juga teman yang lain menatap Joonmyun penuh kebingungan dan tatapan mata saling tak percaya.

 

“Suho hyung, neo Kim Hyeri molla? (Suho hyung, kau tak mengenali Kim Hyeri?)” ujar Kyungsoo sambil membulatkan matanya lebar.

“Ey, nongdamhajima hyung. (Jangan bercanda, hyung)” Kini Kai yang berkata

“Kim Hyeri? Geugemonde?(Apa itu?)” Joonmyun berkata dengan santainya tanpa tahu ia telah melukai perasaan Hyeri.

“Kim Joonmyun ..” panggil gadis itu tak percaya

 

 

|TO BE CONTINUED|

 

Eottaeyo chinguya? Bagus gak ceritanya? Hehehe semoga suka ya semuanya >.< Ayo ayo yang udh baca jangan lupa tinggalin comment yang banyak! Kkeke~ See you in next chapter ya! ^^ Penasarankansama lanjutannya? *sok tahu* Makanya pantengin trus page nya! XD

 

26 pemikiran pada “Don’t You Remember Me? (Chapter 1)

  1. hu um, remade dari BBF, tapi bagus kok!! ada sensasi tersendiri ketika bayanginnya member EXO, ngerasa gimanagimana gituu~ *halah* 🙂

    Ayuuu segera dilanjut~~ tidak sabar tidak sabar tidak sabar >.< *readerbanyakomong*

    Lanjutannya mau dibikin mirip BBF lagi apa dibeda author? Kalo Rin sih maunya dibelokin dikit… biar jadi seru, reader nebak2 penasaran… XD *siapaelunyuruh?*

    Yosh, update kilat thor!! 🙂

    • Iya rasanya klo yg BBF versi EXO gmana gtu yaa XD Ngebayangin nya ituh udh gampang trs kyaknya cocok aja 😀

      Klo ntarmirip rsanya gmpang dtebak jalan crtanya, jadi mau author bkin beda donggg~
      Yg jelas tnggu aja deh ya lanjutannya ^^ Scepatnya author cepetan update 🙂

      Thankyu Rin udh mau baca + comment ff nya ya ^^
      Hehehe XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s