Happy Virus

Author: monggu

Genre: Brothership

Rating: PG-13

Length: Oneshot; 669w

Main Cast: Park Chanyeol. Byun Baekhyun

Summary: Bagi Baekhyun, Chanyeol itu seperti wayang. Kerjanya hanya nyengir dan tertawa.

 

A.N.:  Buat kawan-kawan baekyeol shipper yang saya cintai dan saya banggakan. Kalian liat gimana perkembangan baekyeol akhir-akhir ini? Shippernya tambah banyak ❤ Ini cuma ficlet baekyeol numpang lewat, happy reading!

Happy virus itu apa?” tanya Baekhyun pada suatu ketika.  Dia duduk di kursi belakang van EXO, yang sedang melaju menuju studio Music Bank untuk pre-recording.

 

Tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Hening.

Anggota lain tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Kyungsoo bengong keluar kaca mobil, memperhatikan jalanan Seoul yang masih sepi. Joonmyun diam sembari mendengarkan lagu—nampak tenggelam dalam pikirannya. Chanyeol duduk di sebelah Baekhyun, asyik mengomentari apa-apa yang terlihat di luar jendela. Sementara Kai dan Sehun tidur pulas di jok tengah.

 

“Ah! Warung ramyun yang disana, aku ingat pernah mengunjunginya waktu masih trainee!” ucap Chanyeol. Jemarinya menunjuk jendela dengan girang.

 

Baekhyun melirik Chanyeol yang berceloteh, lalu menyikutnya dengan sebelah lengan. Tapi yang bersangkutan tidak bergeming, malah sibuk bicara sendiri.

 

“Dulu aku pernah melihat SNSD-noona berdiri di etalase toko itu, tapi ternyata cuma papan.” lanjut sang rapper sambil ngikik kecil.

 

Baekhyun masih melirik ke arahnya, facepalm. Kali ini, dia menyikut lebih keras, berharap Chanyeol akan segera tersadar dari dunia miliknya sendiri. “Park Chanyeol!”

 

“Iya? Apa?” Chanyeol lantas berbalik dari jendela, menatap Baekhyun. Senyum lebar terplester di wajahnya.

 

“Happy virus itu apa?” Baekhyun mengucap ulang pertanyaannya.

 

“Happy virus?”

 

“Semua orang memanggilmu ‘happy virus’. Itu apaan?”

 

Setelah diam sebentar untuk mencerna pertanyaan Baekhyun, Chanyeol akhirnya mengangguk sambil mengeluarkan suara ‘ooh’.

 

“Aku itu happy virus—” jawabnya kemudian, sembari nyengir kuda—memamerkan deretan giginya yang putih. “—aku bisa buat orang senang, loh.”

 

“Oh, masa? Aku tidak senang dekat-dekat denganmu, tuh. Kau berisik”,

 

Baekhyun tidak bohong. Chanyeol itu super berisik. Hanya orang yang sama-sama abnormal yang bisa tahan berada di dekatnya. Dia senang memperhatikan hal-hal kecil, menertawai banyak hal, dan menjahili orang. Pernah pada suatu sore di dorm mereka, Baekhyun terpeleset

saat hendak keluar dari kamar mandi. Dan berakhir dengan Chanyeol menertawainya sepanjang malam non stop—sampai-sampai dia harus mengadu pada Joonmyun-hyung.

 

Bagi Baekhyun, Chanyeol itu seperti wayang. Kerjanya hanya nyengir dan tertawa.

 

“Baekhyunnie tidak senang dekat-dekat denganku?” seringai Chanyeol hilang. Sekarang dia manyun.

 

Baekhyun tidak menjawab apa-apa, dia hanya mengangkat pundaknya sambil membuang muka ke arah jendela.

 

Tambah manyun. Chanyeol menarik lengan baju Baekhyun, tapi yang bersangkutan tetap diam. Karena tak mendapat jawaban juga, dia menepuk-nepuk tengkuk Baekhyun. Iseng.

 

Tahu tidak? Tengkuk adalah salah satu bagian tubuh yang dianggap sensitif bagi segelintir orang. Baekhyun termasuk di antaranya. Dia paling tidak suka ada orang yang menyentuh bagian belakang lehernya. Rasanya geli.

 

Dan apa biasanya yang terjadi bila orang merasa geli? Mereka akan tersenyum secara tidak sadar.

 

“Oh. Kau tersenyum! Kau senang, kan?” Chanyeol menggoyang-goyangkan Baekhyun dengan riang. Dia tertawa sumringah, seolah baru saja menang penghargaan di acara musik.

 

“Bukan karena senang! Jangan pegang-pegang! Pergi sana!” kalap, sang main vocal menepis tangan Chanyeol dan segera menghindarinya ke samping, jauh-jauh.

 

Tapi Chanyeol tidak mau kalah, dia bergeser ke arah Baekhyun dan langsung menggelitik lehernya.

 

“Ah—ANI—CHANYEOL! PARK CHAN—AHAHAHAHAHA!“

 

“Lihat dong! Orang hanya tertawa saat mereka senang, Baekhyunnie.”

 

“KAU INI BODOH ATAU APA?”

 

“Aku si happy virus~!”

 

“PAB—“ Baekhyun baru saja berpikir akan menendang memukul menginjak dan membunuh Chanyeol ketika tiba-tiba ada yang berdeham dari kursi tengah.

 

Hyung, tolong, berisik”, Kai berbalik ke belakang, mukanya kusut, masih setengah sadar. Kyungsoo yang tadinya melamun juga ikut menoleh ke arah jok belakang, matanya membelalak seperti orang bingung.

 

“Um. Iya maaf. Tidur lagi saja Jongin.” Baekhyun menyahut, sedikit merasa tidak enak. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Iya Jongin, tidur saja. Tidak usah hiraukan kami.” Chanyeol ikut menimpali.

 

Baekhyun mendelik sinis kepada Chanyeol, kesannya jadi seperti dia yang salah, padahal dia hanya jadi korban kejahilan si happy virus.

 

“Bagaimana, sekarang kau senang kan?” tanya si rapper jangkung dengan suara beratnya. Dia menyeringai lebar, sebelah matanya tertarik keatas jadi sipit.

Baekhyun menghela napas panjang. Dia tidak tahu mau jawab apa lagi. Lawan bicaranya adalah Chanyeol, omongan mereka tak akan pernah nyambung. Kadang dia tidak percaya Chanyeol seumuran dengannya.

 

“Chanyeol, dengar. Hanya orang bodoh dari negeri antah berantah yang merasa senang berada dekatmu dan mau menghabiskan waktunya denganmu.”

 

 

Setelah diam sebentar, Chanyeol tersenyum sambil menggoyangkan kepalanya.

 

“Berarti kau orang bodoh dari negeri antah berantah, dong?”

 

—–END—–

92 pemikiran pada “Happy Virus

  1. dasar c happy virus bisa aj bkn mood org brubah…
    biar brisik tp klu buat org jd ketawa mah gk papa…
    nice ff…
    i like it.. 🙂 🙂 🙂 ♥↖(^ω^)↗♥↖(^ω^)↗♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s