Call Me Oppa

Author            : D.O.Misol

Title                : Call Me Oppa

Cast                 : Chanyeol, Kim Sara (OC)

Genre             : Life, Romance

Length           : Oneshot

Disclaimer       : Cerita ini 100% ASLI imajinasiku!!

To Readers…

Anyeong.. setelah beberapa kali gagal dalam membuat Fanfic tentang EXO, akhirnya jadi juga yang satu ini. Jadi mohon bantuan Para reader semua untuk memberikan comment dan Sarannya untuk kemajuan cerita-ceritaku selanjutnya. Gomawo _D.O.Misol_

+++++++++++++++++++++++++++

Sara menutup telinganya dengan kedua tangannya, ia benar2 terganggu dengan keributan yang dibuat teman2 sekelasnya.

“Aku benar-benar tidak tahan dikelas ini”

“Kau yakin tidak akan ikut nonton showcase mereka?”  Tanya Minji yang baru duduk desampingnya.

“Untuk apa aku membuang-buang waktu untuk melihat mereka, lebih baik aku belajar saja”

“Apa hebatnya sih mereka, sampai kau juga ikut-ikutan heboh begini?”

“Kau tidak tahu betapa hebatnya mereka, bukan hanya wajah dan suaranya yang keren, pesona mereka itu bisa membuat gadis-gadis meleleh” Sara hanya menatap sahabatnya itu yang selalu bersemangat jika membicarakan grup pendatang baru itu.

Besok adalah hari dimana EXO-K mengadakan Showcase di sekolah mereka, itu mengapa hari ini disekolah sangat ramai terutama para fangirl yang terus mengelu-elukan EXO, Sara merasa muak melihat tingkah teman2nya yang terlalu berlebihan. Rasa2nya ia tidak ingin masuk sekolah besok.

Sara bisa dibilang siswa yang pandai disekolahnya ia selalu mendapat juara pertama disekolahnya. Dan ia sama sekali tidak tertarik dengan grup-grup idola yang sedang bermunculan belakangan ini. Baginya focus pada pelajaran adalah hal yang paling penting dari pada harus bergosip.

+++++++++++++++

“Kyaaa….” Para fangirl berteriak histeris dan meneriaki bias mereka masing2 saat member EXO-K memasuki stage di aula sekolah.

“Ha Tul Set,, We Are.. One!! Anyeonghaseyo EXO-K Imnida” mereka memperkenalkan grup mereka lalu memperkenalkan diri masing2.

Saat ini Sara berada diluar aula sekolah, ia mengintip dari balik pintu.

“We Are One katanya, kata2 yang aneh..” setelah mengumpat kesal Sara berjalan menuju ruang guru, jika hari ini ia tidak ada janji dengan gurunya ia tidak akan masuk sekolah dan harus mendengar kebisingan di sekolahnya.

“Gomawo Sara`ya”

“ne, sama2 sem, aku permisi dulu”

“Sara’ya..”

“Nde??”

“kau tidak ikut yang lain ke aula?”

“Aniya.. aku tidak tertarik”

“Ah ye kau pasti tidak menyukai mereka” gurunya itu mengangguk-anggukan kepalanya.

“geunde.. kau cobalah bergabung dengan teman2 mu yang lain, Ibu tahu saat ini kau tidak tertarik untuk berpacaran, tapi.. kau juga perlu seseorang yang mendampingimu kan?”

Sara terdiam..

“ahh maaf maaf ibu tidak bermaksud begitu”

“gwenchana sem, aku permisi dulu”

“ye..”

Setelah keluar dari ruangan, terlintas perkataan gurunya tadi, sebenarnya ia bukan tidak tertarik dengan cowo hanya saja ibunya pernah berkata “cinta akan datang dengan sendirinya tanpa harus dicari, jika saatnya tiba pasti akan ada seseorang yang datang padamu”. Kini ia hanya perlu focus pada pelajarannya untuk masuk ke perguruan tinggi.

“Aaaahhh, auu..” Sara terjatuh dan memegang jidatnya yang baru saja terkena hantaman pintu.

“gwenchana?” seseorang yang keluar dari pintu menghampirinya.

“Apa aku terlihat baik2 saja” kata Sara yang terus memegangi jidatnya.

“Chosomida, aku benar2 tidak tahu kalau ada orang diluar”.

Sara memperhatikan wajah pria itu, rasanya ia pernah melihatnya.. ah ternyata dia salah satu member EXO-K yang paling jangkung itu. Menurut Sara cara tawanya yang cengegesan dan mata bulatnya membuatya jadi terlihat aneh. Kalau ia tidak salah dengar namanya adalah Chanyeol.

“OMO. Dahimu benjol.” Menunjuk dahi Sara.

“Ayo kita ke UKS”

“tidak usah, biar aku pergi sendiri”

“Kaja…” Chanyeol membantu Sara berdiri dan membawanya ke UKS.

“Chamkanman, bagaimana kau bisa tahu ruang UKS ada disini?”

Chanyeol hanya tersenyum dan mengambilkan beberapa salep dari kotak P3K.

“Aku alumni SMA ini, jadi seluk beluk sekolah ini aku tahu”

“Akh Appo!!” Sara melirik tajam Chanyeol

“Sorry sorry”

“Ya.. Kalau tidak niat bantu tidak usah mengantarku kesini” kata Sara kesal.

Chanyeol mengorek telinganya yang gatal akibat teriakan Sara yang pas berada di telinganya.

“Kau pasti belum pernah pacaran kan?” Tanya Chanyeol

Sara kaget dengan ucapan Chanyeol yang tiba2..

“kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Chanyeol menatap wajah Sara dengan penuh selidik.

“Hmmm … Dari ekspresimu aku bisa melihat jawaban “iya””, Chanyeol tersenyum dan meletakan kembali obat2 itu dikotaknya.

“Sok tahu!!, siapa bilang aku tidak punya pacar!” jawab Sara tegas.

“Oh ya??, kau tidak sedang berbohong kan?”

“ke..kenapa aku harus bohong!” Sara memajukan mukanya hingga tidak terlalu jauh dari Chanyeol.

“Hahahah…” Chanyeol tertawa dengan gaya khasnya yang membuat Sara jadi eneg melihatnya.

“kenapa tertawa.”

“haha.. kau ini lucu ya,, aku hanya bercanda, kenapa kau jadi serius begitu, kalau memang punya pacar yasudah, kau tidak perlu ngotot begitu kan”

“ya kau..” Sara melempar bantal yang ia pegang kearah Chanyeol namun tidak kena sasaran.

“Hei aku ini  seniormu disekolah ini, harusnya kau memanggilku Sunbae, atau.. Oppa??”

“Oppa katamu.. Di situasi seperti ini apa aku harus memanggilmu begitu? Sirro!!”

“neomu kyowo” Sara hanya melongo saat Chanyeol bilang ia lucu

“Ah sudahlah, aku sudah cukup lama keluar, aku sudah harus kembali, semoga cepat sembuh..” Chanyeol menunjuk jidatnya.

“ahh ya,, salam buat pacarmu itu ya.. hahaha” Chanyeol menutup pintu UKS.

“ah sinca!!” Sara membanting bantal sekali lagi.

“kenapa aku jadi emosi begini..”

Benar-benara pertemuan yang tidak ia harapkan, bisa-bisanya ia bertemu dengan  seseorang yang sok akrab denganya.

“Sara`ya kau dari mana saja, aku tidak bisa menghubungi HPmu” Minji berlari kearah Sara yang bersiap keluar gerbang sekolah.

“Sorry, HPku lowbet”

“Sara`ya.. kenapa dengan jidatmu?”

“Tidak apa-apa, tadi tidak sengaja aku menabrak pintu”

Mereka berdua  melewati kerumunan muris-murid yang mengerubungi mobil EXO-K yang bersiap pulang. Saat berada tidak jauh dari mobil itu Sara melihat Chanyeol melambai kearahnya, Sara melihat kanan, kiri, dan belakang namun tidak ada orang disekitarnya hanya ada Sara dan Minji.

“Kyaaa lihat Chanyeol Oppa melambai kearah kita”

Sara tidak menaggapi omongan Minji, ia buru-buru melanjutkan perjalanannya sementara Minji berlari mengejar Sara yang sudah jauh darinya.

++++++++++++++++++++++++++

“Please… Sebentar saja, tidak akan lama kok?” Minji memelas dan mengeluarkan aegyonya pada Sara.

“Kau ini bisa tidak berhenti merengek seperti itu, benar2 kekanak-kanakan”

“Kalau tidak seperti ini kau tidak akan mengantarku”

“Ya kenapa ramai sekali disini?” Melihat kedalam toko.

“Palingan didalam ada diskon besar2an makanya ramai, ayo sebentar saja aku hanya ingin beli satu DVD”Minji menarik tangan Sara.

Kini mereka sudah berada didalam toko.

“Ya Kang Minji!!” Sara baru sadar ternyata didalam toko ada EXO-K yang sedang melakukan FanSign sedangkan Minji hanya nyengir.

“Miane Sara’ya, aku tidak berani pergi sendiri jadi aku mengajakmu kemari, please tunggu aku sebentar saja” Sara melipat kedua tangan dan melirik sahabatnya itu.

“Kau tahu kan aku paling benci melihat pemandangan seperti ini” ia mendengus kesal setelah tahu ternyata Minji mengajaknya ke toko kaset untuk mendapatkan tanda tangan dari member EXO-K .

“Sara’ya, kau tidak akan meninggalkan temanmu disini sendiri kan? Kau tahu kondisiku kan? Please…” Minji memohon

“Araso araso, aku akan tunggu disini. Puas!!” Minji melonjak kegirangan lalu ia berdiri mengikuti antrian sedangkan Sara menunggu tidak jauh dari tempat itu.

Dari tempat duduknya, Sara masih bisa melihat enam orang “cantik” yang sedang duduk didepan sana dari celah2 para fangirl yang ada. Ia memperhatikan satu-satu wajah member EXO-K, dan kini ia tertuju pada salah satu member yang paling jangkukng, rambut yang ditata berantakan + kaca mata tanpa lensa ditambah lagi dengan cengiran khasnya yang memperlihatkan gigi serta mata bulatnya. Melihat gayanya yang aneh itu Sara jadi tersenyum sendiri hingga Chanyeol melirik kearahnya, Sara jadi salah tingkah dan memalingkan mukanya ketempat lain. Chanyeol hanya melihatnya sekilas dan kembali dengan kesibukannya.

Merasa bosan karena terlalu lama menunggu, akhirnya Sara pergi ke café shop yang tidak jauh dari toko kaset.

“Minji’ya, aku ada di café shop, kalau sudah kelar kemarilah” Sara menulis pesan singkat untuk Minji.

Minji melirik jam tangannya, sudah satu jam lebih ia menunggu, namun Minji tidak juga datang.

“Apa masih belum kelar? Sebaiknya aku menyusulnya saja”

Sesampainya di toko itu ia melihat sudah tidak seramai tadi, hanya Nampak beberapa karyawan yang sedang membersihkan toko.

“Maaf, apa acaranya sudah selesai” Tanya Sara pada salah satu karyawan.

“sudah selesai sekitar 30 menit yang lalu”

Sara mulai panic dan mencoba menelpon Minji, namun HPnya tidak aktif. Ia mencari disekitar kawasan itu. Sara merapatkan jaketnya, sudah hampir musim panas namun udara dimalam hari masih sangat dingin, jika saja Minji tidak punya penyakit asma karena udara dingin ia tidak akan kewalahan mencarinya seperti sekarang ini.

Brukk…

“Chosomida.. chosomida” Sara membungkuk dan meminta maaf setelah menabrak seorang pejalan kaki.

“Hei.. kita bertemu lagi” Sara mengangkat kepalanya, ia melihat cowo dihadapannya tersenyum

“Kau?? Sedang apa kau disini?”

“Kau sendiri sedang apa?” Chanyeol balik Tanya.

“Bukan urusanmu..” Sara menengok arah kanan kirinya mencari Minji tanpa memperdulikan Chanyeol.

“Kau mencari sesorang??” Sara membalikan badannya.

“Kenapa kau masih disini? Bukankah acaranya sudah selesai?”

“tadi HPku ketingalan didalam jadi aku kembali, mau ku bantu cari?” Sara menatap tajam..

“Tidak perlu, aku bisa cari sendiri”

“Tidak baik gadis sepertimu berkeliaran malam2 seperti ini, biar aku temani kau”

Lagi2 Sara hanya menatapnya dan kembali mencari Minji, sementara Chanyeol mengikutinya dari belakang.

“Apa kau sudah menghubunginya?”

“Kalau bisa dihubungi aku tidak perlu mencarinya kan”

“kalau keluarganya?”

“Ahh benar” Sara langsung menelpon orang tua Minji. Sementara itu Chanyeol hanya mengelengkan kepalanya.

“ne kamshamida ommonim” Sara menutup telponnya.

“Apa katanya?”

“Minji sudah dirumah dan sedang tidur, tadi asmanya kambuh jadi ia diantar oleh seseorang yang melihatnya. Otokhe, aku benar2 sahabat yang tidak bisa diandalkan” Sara menutupi muka dengan kedua tangannya.

“Sudahlah jangan sedih, sekarang ini kan ia sudah dirumah, kau tidak perlu mencemaskannya” Chanyeol menepuk pundak Sara.

“Kaja, aku akan mengantarmu pulang”

“Michoso!!” Sara berteriak keras hingga orang-orang sisekitranya melirik kearahnya.

“Apa kau tidak khawtir dengan orang2 disekitarmu, apa lagi dengan pakaianmu yang seperti ini” Sara menunjuk Chanyeol dari ujung kepala hingga bawah kakinya yang masih mengenakan kostum panggung.

“aku tidak peduli, aku hanya tidak suka membiarkan seorang gadis pulang malam sendiri. Kau tidak perlu cemas.”

Sara berpikir sebentar, walau mereka baru kenal tapi ia melihat Chanyeol bukanlah orang jahat yang perlu dihindari.

“Bagaimana?”

“ya terserah kau sajalah..”

Chanyeol mengantar Sara menggunakan taksi, cara yang aman untuk menghindari orang2 disekitar mereka.

“Apa kau tidak apa2 keluar seperti ini?” Tanya Sara

“aku.. tadi aku bilang ingin bertemu teman2ku sebentar setelah mengambil HP”

“hahh, kau pintar berbohong juga rupanya”

“hei kau itu harusnya berterima kasih padaku, kalau tidak ada aku kau pasti masih mencari temannmu itu kan.”

“ne ne ne, gomawo”

“Ah apa pacarmu baik2 saja kalau melihat kita berdua?”

“Hmmm?? Pacar?? 0__0”

“Puahahaha kau ketahuan bohongnya kan.. aku suka dengan ekspresimu yang seperti itu, sangat lucu”

Sara sampai lupa kalau kemarin ia berbohong pada Chanyeol kalau sekarang ini ia punya pacar.

“Ya berhentilah menggodaku” Sara cemberut.

Akhirnya mereka sampai depan rumah Sara.

“Gomawo sudah mengantarku” Sara membuka pintu gerbang rumahnya.

“Chamkanman.. “

“Mmm” Sara membalikan badanya.

“ada sesuatu di pipimu” Sara menyapukan tangannya ke pipi.

“Biar aku bersihkan”

Chanyeol mendekat dan… Chuuu sebuah kecupan mendarat di pipi Sara. Sara hanya bisa diam terpaku tanpa bisa berkata2.

“Bye.. Sampai ketemu lagi” Chanyeol melambaikan tangannya dan pergi meniggalkan Sara yang masih mematung.

++++++++++++++++++

“Sara, bangun nak, kau tidak pergi sekolah?” teriak ibunya dari luar kamar.

Sara mengucek kedua matanya, mengambil jam yang berada di sampingnya.

“Huwaaa, jam tujuh!! Aku terlambat, aku terlambat!!” Sara begegas masuk kamar mandi, mempersiapkan segala sesuatunya dengan terburu2.

“Omma aku berangkat!”

“Ne hati-hati” Ibunya hanya mengeleng melihat tingkah putri semata wayangnya itu.

“Chosomida songsaengnim, aku tidak akan terlambat lagi”

“Sudahlah cepat duduk”

“Kau telat bangun karena semalamanan mencariku ya? Bian, aku terlalu lelah jadi tidak memberi kabar” Minji berbisik pada Sara.

Sara hanya menatap sahabatnya itu dengan wajah sembab, itu bukan satu2nya alasan kenapa ia bisa telat bangun. Ini semua gara2 Chanyeol, jika saja semalam ia tidak mencium pipinya ia tidak akan was-was seperti ini, sekarang ini Sara benar2 terganggu dengan kehadiran Chanyeol, tawa khasnya dan mata bulatnya kini terus berada di pikiran Sara.

++++++

“Sara`ya, temani aku sekali lagi ya” Minji mengekori Sara yang berjalan mencari meja kosong.

“Lagi?? Kali ini kau mau mengikuti mereka kemana lagi hah??” Sara meletakan piring makannya diatas meja.

“aku tidak mengikuti mereka, aku hanya ingin melihat perform mereka.. kau temani aku ya ya ya..”

“Aku tidak mau!!”

Jelas saja Sara tidak ingin pergi, apa yang harus ia lakukan jika bertemu dengan Chanyeol setelah kejadian semalam.

“Wae?? Semalam kau sudah membiarkanku pulang sendirian, anggap saja sebagai permintaan maafmu”

“Kau ini..”

“Please…” Minji mengeluarkan jurus Aegyonya

“Hah… Ok kali ini saja ya!!”

“Asaa… gomawo chinguya, kau yang terbaik” Minji memeluk sahabatnya itu.

+++++++++++

“Sara`ya, kita duduk di depan saja biar jelas” Minji menarik tangan Sara

“Aku duduk dibelakang saja ya..”

“Wae?? Disini saja, aku jamin kau tidak akan menyesal melihat perform mereka”

Benar saja Sara yang sama sekali tidak tertarik dengan grup2 idola kini terpesona begitu melihat perform EXO-K, terutama charisma Chanyeol diatas panggung. Ia benar2 berbeda dengan Chanyeol yang ia temui semalam.

“Oh kenapa melihatnya aku jadi berdebar begin, omo andwe, aku tidak boleh menyukainya” batin Sara.

Ditengah perform EXO-K Sara pergi sebentar ke toilet untuk menata perasaanya yang sedang kacau, jika ia terus berada disitu ingatannya akan terus terbayang tentang kejadian semalam.

“Otokhe? Dimana studionya tadi?” karena toilet berada jauh dari studio Sara nyasar.

“Yeobseyo.. yobseyo.. Minji`ya..”

“Akhh sial batre pakai lowbet segala lagi”

“permisi, ke studio 1 lewat mana ya?” Sara bertanya pada salah satu crew.

Sara mengikuti petunjuk yang diberikan, lurus ada lorong belok kanan.

Sara merinding melewati lorong sepi ini, tiba2 saja tangannya ditarik oleh seseorang dan kini Sara berada diruangan yang penuh dengan barang2 panggung, Sara mencoba berteriak namun mulutnya didekap. Sara terus meronta hingga ia berhasil menggigit tangan orang tersebut.

“Akkhh..”

Sara mencoba melarikan diri namun tanganya tertangkap dan tubuhnya terhempas ke tembok.

“Hei santai lah..”

“Kau..??” ternyata orang itu tidak lain adalah Chanyeol.

Seperti biasa Chanyol hanya nyengir.

“Kamchagia.. apa yang kau lakukan? Kau benar-benara membuatku takut” Sara mengeleus dadanya

“hahahah, tadi aku melihatmu kebingungan jadi aku sengaja menakutimu”

“Ya bisa2nya kau bercanda seperti ini”

“Hahaha mianhe.. no bogoshipeo?”

“mwo??”

“Bukankah kau kesini untuk menemuiku?”

“jangan besar kepala, aku kesini hanya menemani temanku, bukan untuk menemuimu”

“Jangan jadikan temanmu sebagai alasan”

“Aku tahu kau pasti merindukanku kan?? Apalagi setelah kejadian semalam” Chanyeol terus-terusan menggoda Sara yang kini menjadi salah tingkah.

“Ya siapa yang memikirkanmu, buatku ciuman semalam tidak berarti apa2”

“benar begitu?” Chanyeol mendekati Sara.

“tentu saja, kenapa aku harus tertarik padamu”

“Benarkah?” Sara melangkah mundur.

“Mwo.. mwoarengoya??” langkah Sara terhenti saat ia menabrak tembok

“benar kau tidak tertarik padaku?” Chanyeol mengangkat dagu Sara dan memajukan wajahnya hingga hanya beberapa centi, Sara menutup matanya.

“HAHAHAHAHA…” Sara membuka matanya.

“Apa kau masih mau bilang tidak tertarik padaku?”

“Kau!! apa kau sedang mempermainkanku hah??” teriak Sara kesal.

“Aniya.. aku tidak mempermainkanmu, ciumanku semalam benar-benar tulus”

“Dan satu lagi yang harus kau tahu, aku benar-benar menyukaimu?” Chanyeol memasang muka serius.

“hmm” Sara tertawa kecil

“Berhentilah menggodaku, rayuanmu itu tidak akan mem..”

Chuuu… Sara merasakan sentuhan hangat dibibirnya…

“Ya mwoarengoya” Sara mendorong tubuh Chanyeol

“Aku tidak sedang bercanda”

“bagaimana bisa kau bilang suka padaku, kita bahkan tidak cukup akrab, dan lagi kau tidak tahu apa-apa tentangku”

“Kim Sara, lahir 17 April 1995, selalu juara umum disekolah, Hobi membaca buku, sangat suka dengan coffet late dan roti gandum, Sangat menyayangi Ibunya, dan tidak suka dengan keramaian.”

“Ah dan lagi.. belum pernah pacaran sekalipun..”

Sara melongo mendengar perkataan Chanyeol yang 100% tepat.

“Bagaimana?Apa masih kurang?” Sara masih terdiam.

“Bagaimana kau bisa menyukaiku hanya dalam dua hari..”

“Bukan dua hari.. tapi.. dua tahu..”

“Bagaimana bisa, kita bahkan baru kenal dua hari yang lalu”

“Untukmu mungkin hanya dua hari, tapi aku sudah menyukaimu sejak kau masuk SMA”

“Saat itu aku kelas tiga dan kau masih murid baru, kau selalu menyendiri ditaman dan membaca buku saat waktu luang, pesonamu yang tenang membuatku menyukaimu. Namun saat itu aku sangat sibuk menjadi training jadi sangat sulit untuk mendekatimu karna sepulang sekolah aku harus berlatih. Dua tahun berlalu, tapi perasaanku padamu tidak tergantikan oleh siapapun”

“Ternyata jodoh tidak kemana, setelah dua tahun akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, dan kali ini aku tidak akan membuang kesempatanku”

“Bagaimana?”

“Apanya??”

“Jawabanmu??”

“Ah aku tidak bisa menerimamu begitu saja karena ceritamu itu”

“Aku harus..”

Chuuu sekali lagi Chanyeol mengecup bibir Sara kali ini lebih lembut hingga membuat perasaan Sara melayang dan merasakan ketulusan Chanyeol.

“Ini ciuman kita yang ketiga kalinya, jadi aku anggap kau setuju untuk berkencan denganku”

“Ya kau jangan seenaknya mengambil keputusan seperti itu, kau bahkan tidak membiarkanku bicara sedikitpun”

“Apa yang mau kau tanyakan?”

“Apa kau Stalkler? Bukannya kau bilang tidak bisa mendekatiku selama dua tahun, lalu Bagaimana bisa kau mengetahui seluk beluk hidupku?”

“Ohh jadi kau penasaran soal itu?” Sara mengangguk.

“Kalau aku beri tahu apa kau bersedia berkencan denganku?”

“tergantung jawabanmu”

“Baiklah akan kuberi tahu..” Chanyeol berjalan kearah pintu.

“Aku bukan seorang Stalkler, tepatnya aku punya seseorang yang bisa diandalkan untuk mencari semua informasi tentangmu”

“Siapa dia?”

“seseorang yang dari tadi menguping pembicaraan kita” Seorang gadis jatuh tersungkur saat Chanyeol membuka pintu.

“Auhhh..” gadis itu meringis kesakitan.

“Minji`ya, apa yang kau laku… Apa dia yang kau maksud??” Tanya Sara ke Chanyeol

Chanyeol mengangguk dan Minji hanya nyengir.

“Ya Kang Minji teganya kau..”

“Hei aku hanya ingin membantu kalian, seharusnya kau senang.. sekarang ini kau tidak lagi menjomblo”

“Jangan bicara sembarangan, aku belum memutuskan berkencan dengannya”

“Ya Kim Sara apa kau mau aku cium lagi??” Chanyeol melangkah maju.

“Ani, aniya..” Sara menyilangkan kedua tangan didepan wajahnya.

“sudah cukup aku menguping kalian, sekarang aku akan tinggalkan kalian berdua.. Bye Bye..”

“Ya Kang Minji odiga?? Aku ikut denganmu”

“Kau mau kemana? Urusan kita belum selesai” Chanyeol menarik tangan Sara dan memeluknya.

“Ya jangan seperti ini” Sara berusaha bergerak, namun pelukan Chanyeol sangat kuat.

“Berhentilah bergerak, biarkan aku memelukmu”

Sara merasakan pelukan Chanyeol benar-benar menghangatkan hatinya, ia pun membiarkan Chanyeol memeluknya.

“Apa hubunganmu dengan Minji?” Tanya Sara setelah beberapa saat mereka terdiam.

“Kami hanya sepupu..”

“setelah aku tahu kalian bersahabat, aku meminta bantuannya untuk mendekatimu”

“Di toko kaset, dan hari ini aku yang merencanakan semuannya”

“Ya jadi kau dalang dari semua ini” Sara melepaskan pelukan Chanyeol

“bisa tidak berhenti memanggilku dengan kata2 “YA”.. mulai sekarang panggil aku Oppa.Ok”

Chanyeol menarik pinggang Sara, kini wajah mereka hanya beberapa centi saja..

“Sirro!! Kata-kata itu masih canggung untuk ku”

Chanyeol mengecup bibir sara

“Mungkin untuk sekarang akan canggung, tapi kau akan terbisa nantinya”

“Cobalah..”

“O..Oppa..”

Chanyeol tersenyum dan kembali mencium bibir Sara, kini mereka berdua berciuman dengan penuh kehangatan.

_END_

Iklan

50 pemikiran pada “Call Me Oppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s