Forbidden Love (Chapter 6)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 6)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

Hal ini benar-benar membuatku bingung. Kenapa tatapan mereka seperti itu ke arahku. Akupun berusaha menahan sikapku dan kemudian menghampiri Baekhyun dan Ae Cha tentunya. Kutepuk bahunya pelan, “Chukkae, namdongsaeng!!!” ujarku yang lalu tertawa lepas.

 

Ya, aku bisa juga tertawa selepas ini.

*skip*

“Waaa semua inboxku dipenuhi oleh Baekhyun” ucap Ae Cha saat istirahat berlangsung, dan aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Ini yang disebut hak istimewa seorang pacar” lanjutnya lagi.

 

Tentu saja, selama ini aku kan tidak pernah mengirim sms satu sama lain. Ya, karena kami ini saudara. Kami serumah. Jadi, untuk apa melakukan hal itu?.

 

*skip*

Pikiranku benar-benar kacau. Entah kenapa, Chanyeol tidak muncul disaat aku membutuhkannya. Ia selalu muncul disaat yang tidak tepat. Ya, tapi kadang-kadang saja dia seperti itu. Kugapai handphoneku yang berada di saku baju. Yang lalu, mencari sebuah kontak yang akan kukirimi pesan.

 

‘ To: Park Chanyeol

Aku ingin bertemu denganmu.. ’

 

Sending…

 

Tunggu, apa yang barusan kukirim kepadanya. Tidak, itu seolah bukanlah diriku. Aku tidak akan pernah mengirim sms seperti itu. Apalagi, kepada seorang namja. Tidak akan!

 

‘ To: Park Chanyeol

Maaf yang tadi itu salah kirim. Aku tidak kenapa-kenapa. Sungguh^^!! ’

 

Sending…

 

Setelahnya, kumatikan handphoneku lalu kusimpan. Aku tidak akan peduli dengan sms yang tadi. Rasanya bodoh untuk mengajak seorang namja bertemu seperti itu. Hal ini, seperti menggambarkan yeoja yang tidak bisa menjaga dirinya. Lemah, sangat lemah. Aku bukan tipe seperti itu!.

 

*skip*

“Eun Jung-ah!!!!” sahut seorang namja diantara kerumunan pasar kala itu. Dan yang kutahu hanyalah, Chanyeol sebagai pemilik dari suara itu.

 

Aku spontan memberhentikan langkahku dan berbalik. Tubuhnya yang tinggi itu masih berlari kecil ke arahku.

 

“Hosh.. Hosh… Handphonemu, kenapa tidak bisa dihubungi? Aku menunggu balasan darimu tahu!” nadanya seperti orang marah. Chanyeol-ah, apa yang terjadi?.

“Aku tidak apa-apa, yang tadi itu salah kirim. Sungguh…”

“Jangan  berpura-pura padaku” ucapnya yang lalu memelukku hangat.

 

Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa ia memeluk tubuhku begini? Kuakui, memang nyaman berada didekapannya. Bahkan, aku mau saja berlama-lama dalam posisi seperti ini.

 

“Menangislah”

“Mwo?”

“Aku tahu kebiasaanmu itu, pasti ada yang terjadi dengan Baekhyun kan?” tanyanya seolah ia mengetahui apa yang kupikirkan sedari tadi.

 

Tidak tahu darimana, aku benar-benar menangis saat itu. Menangis dalam dekapannya. Benar-benar bukanlah diriku. Tuhan, izinkanlah aku. Izinkan aku menjadi yeoja cengeng, hanya didepannya. Di depan Chanyeol, teman kecilku.

 

*skip*

*Eun Jung PoV, 21.00 KST*

Saat sampai di rumah, aku langsung membersihkan tubuhku dan kemudian mengeluarkan cake yang tadi sengaja kubeli. Ya, tepat jam 12 malam nanti aku akan memberi kejutan kepada Sehun karena ia ulang tahun.

 

“Aku akan pergi dengan Ae Cha malam ini” ucap Baekhyun.

“Byunnie, bagaimana dengan ulangtahun Sehun?” tanyaku kemudian.

“Aku pasti akan datang sebelum perayaan” ucapnya singkat.

Blam

 

Ia terlalu egois. Kenapa memikirkan pacarnya disaat seperti ini. Awas saja kalau kau berbohong! Kau benar-benar membuatku ingin menangis. Bukan apa-apa, itu hanya karena aku selalu berada di samping namdongsaengku itu. Sungguh aneh, jika dimomen seperti ini dia tdak ada. Rasanya, bukanlah keluarga yang utuh.

 

*Baekhyun PoV*

 

“Baiklah, annyeong!” ucapku kepada yeojachinguku, Ae Cha.

“Gomawo untuk hari ini ya” balasnya kemudian yang lalu memejamkan matanya di hadapanku.

 

Sungguh, aku tidak tahu apa maksudnya. Lalu, akupun berinisiatif untuk mencium keningnya saja. Hanya ciuman singkat.

 

*skip*

 

“Baekki-yah..” panggil seorang namja.

“Eo? Chanyeol?”

“Ne. Dengar-dengar, kau pacaran dengan sahabatnya Eunjung ya?”

“Ya, begitulah…” jawabku santai.

“Kukira, kau menyukai Eunjung”

 

Aku hanya tertawa karenanya, “Yak!! Pertanyaan macam apa itu? Yang benar saja, kami ini kan saudara” jelasku.

 

“Mungkin…” lirihannya membuatku menghentikan aktivitas tertawaku.

“Kau dan Eunjung bukanlah saudara kandung?”

“Jadi, ia benar-benar menyadari hal itu ya?” tanyaku memastikan.

“Ya, itu memang benar. Perihal kami bukanlah suadara kandung”

 

Dapat kulihat Chanyeol menatapku dengan tatapan tak percaya. Lalu, akupun menceritakan kejadian beberapa tahun lalu. Kecelakaan itu, yang membuat Eunjung kehilangan ingatannya.

 

“Baginya sekarang, aku dan Sehunnie adalah namdongsaengnya. Tapi, ia salah akan hal itu. Aku tidak bisa merebut kembali sebuah keluarga untuknya” jelasku.

 

“Kalau ia benar-benar menganggap bahwa hubungan kami adalah sebagai saudara kandung, berarti perasaanku ini benar-benar bertepuk sebelah tangan” lajutku kala itu. Aku tidak peduli dengan tanggapan yang akan dikeluarkan olehnya.

 

“Maka itu, aku berniat untuk menjaganya” ucapku sekali lagi.

“Izinkan agar aku saja yang menjaganya” pintanya sambil membungkukkan badannya pelan kepadaku.

 

Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Aku sangat bingung untuk mengambil keputusan. Aku ini, namja tidak berguna. Karena aku membohongi diriku sendiri.

 

Aku mendesah pelan, “Baiklah” jawabku yang kemudian balas membungkuk ke arahnya.

 

*Na Eun PoV, Satu jam kemudian*

Ting Tong…

 

Suara bel membuatku menghentikan tangisanku. Kuusap mataku lembut. Namun, bekas tangisan itu tak kunjung hilang. Kubuka pintu tersebut perlahan. Chanyeol, wajah itu yang berada di balik pintu rumah ini. Wajah dengan tatapannya yang lurus. Tatapan yang sangat tidak kuketahui artinya.

 

“Kau menangis lagi” ujarnya sambil mengusap kedua mataku yang sudah memerah karena menangisinya, menangisi namdongsaengku.

“Mianhae, izinkan aku menjadi yeoja cengeng. Hanya didepanmu saja aku seperti ini” jelasku.

 

Seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia langsung memeluk tubuhku. Memelukku dengan pelukan terhangatnya. Aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku lagi. Aku benar-benar akan mengulang kejadian tadi sore.

 

“Kau tahu? Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku merasakan suatu hal yang aneh. Aneh sekali kalau seorang anak kecil mendapatkan cinta pertamanya saat berumur enam tahun”

 

“Neo yeojachinguga doeejullae? (Maukah kau menjadi pacarku?)” tanyanya kemudian.

 

Bagaikan menerima kata-kata sihir. Aku mengangguk setelahnya. Ia membelai rambutku pelan.

 

Kamipun melepaskan pelukan kami karena mendengar seseorang mendekat. Ya, orang itu adalah Byun Baekhyun.

 

“Baekki-yah, aku dan noonamu…” aku menyuruh Chanyeol agar tidak melanjutkan perkataannya.

 

“Namdongsaeng, aku berpacaran dengannya sekarang!” sahutku sambil setengah memaksakan senyumku.

“Syukurlah” ucapnya datar dan dingin melewati kami berdua.

 

-TO BE CONTINUE-

 

*tarik nafas* okey, chapter 6 paling lelet nih bikinnya-___-v mianhaeyo readersdeul *bow makasih buat yang udah jadi readers setia dari chapter 1 hingga chapter 6 sekarang ini. Jeongmal gamsahae yeorobeun^^ Saranghae deh pokoknya *loh?* haha, okey author tunggu lagi RCLnya yaaa, annyeong!!!^o^

 

Iklan

45 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s