Hey Girl, You Are Mine!

Title                : Hey Girl, You Are Mine!

Note                : After Story of “Our Sweet Fight”

Author            : kim_mus2

Length             : Oneshot

Genre              : Romance, Comedy, Family

Rating             : PG-15

Main Casts      :

–    Byun Baekhyun (EXO-K)

–    Kim Nari

Other Casts    :

–    EXO-K & EXO-M Members

–    Kim Kibum (SHINee)

–    Jung Nicole (Kara)

–    Lee Jihyun

–    Lee Jinki and family (Lee Inhi & Lee Dayoung)

Disclaimer : Semua casts adalah milik Tuhan dan orang tuanya tapi ide cerita ini murni 100%  milik dan hasil imajinasi author.  Kalau ada yang merasa biasnya tersakiti di ff ini, author meminta maaf yang sebesar-besarnya ‘deep bow’

Authors’ talk : Annyeong readers… yuhuuu…akhirnya aku bikin after storynya juga, happy reading and commenting ya 😀

<3<3<3

(Nari’s Side)

Sudah hampir 5 tahun aku tidak bisa bertemu dengannya. Coba bayangkan, LIMA TAHUN! Selama itu, aku tak bisa tidur nyenyak, tak bisa makan banyak, tak punya uang banyak *oops yang ini bohong deh, aku kan anak orang kaya hehe.* Aku merindukan semua tentang dirinya, senyuman nakalnya, kejailannya, kebodohannya, kenarsisannya, semuanya. Tapi satu hal yang paling kurindukan darinya, ya benar dekapan hangatnya yang selalu membuatku merasa menjadi yeoja yang paling disayang di seluruh dunia. Aku merindukanmu Byun Baekhyun.

Drrrttt…..Drrrttt….

Sepertinya ada panggilan masuk, kulihat layar I-phoneku dan muncul nama “My Bebek is calling.” Aku benar-benar malas mengangkat telepon akhir-akhir ini, rasanya tidak ada semangat hidup. Tapi tunggu dulu! Siapa yang menelepon? Byun Baekhyun??!! Dia menelponku lagi? Aku sudah bosan dan jengah setengah mati menerima telpon darinya. Setiap hari mungkin ada sekitar 200 panggilan masuk darinya, dan coba tebak apa saja yang dia katakan di telepon!

Dia bisanya cuma mempermainkanku dengan mengatakan “Hari ini wajahmu sejelek apa? Rambutmu masih dikuncir kaya ekor gajah ga? Badanmu udah ga segede kurcaci lagi kan? Ukuran Bra-mu udah nambah belum? Hari ini kamu pake daleman warna apa?” dan masih banyak pertanyaan gila lainnya. Aaarrgghhh Byun Baekhyun neo micchesseo? Nan jeongmal micchigesseo, because of you! Awas kau nanti aku akan mencakar-cakar wajahmu, ugh!

Aku sudah berusaha melawan keinginanku mengangkat telpon darinya, tapi alarm hatiku sudah terlanjur berbunyi*preet :p * dan akhirnya dengan pasrah ku angkat telepon darinya.

“Wae? Mau apa lagi kau Byun Baekhyun?” tanyaku ketus.

“Pasti tadi kau sedang melamunkanku kan? Hahaha pastinya sih ya fufufu” dasar napeun namja bisanya membuat orang geram saja, tapi tebakannya memang benar sih.

“Yaa!!! Langsung saja, kau mau apa huh? Aku sedang sibuk!” aku mencoba lebih ketus lagi.

“Sibuk apa nae pabo yojachinguya? Sibuk cenat-cenut denger angelic voice-ku ya?”

“Mwo???!!! Pabo??!!! Neol paboya Byun Baekhyun!!!” Aku berteriak sendiri di kamarku, sudah tak bisa mengendalikan kemarahanku pada namja gila itu.

“Yaa!!! Teriakanmu cempreng banget, gendang telingaku bisa pecah. Dasar yeoja barbar!” terdengar suara Baekhyun yang mengomel sendiri di seberang telepon, entah sedang berada di bagian Amerika sebelah mana dia sekarang. Aah sudahlah kenapa memikirkan itu, aku kan sedang marah, mari lanjutkan marahnya.

“Terserah kau mau bilang apa, mau barbar, raksasa, monster, terserah! kau sudah sering menghi….” Ucapanku terputus saat Baekhyun tiba-tiba menurunkan nada suaranya.

“Keundae…nae jeongmal saranghae Kim Nari” suaranya yang lembut kini sukses membuat jantungku tak hentinya bertalu-talu mungkin sudah seperti suara bedug di hari lebaran#apa pula kau ini?ckckck. Tanpa sadar, aku pun menjawabnya, “Nado saranghae”

“Bwahahahaha….kau kalah lagi, jadi melting ya denger kata saranghae dariku? hahaha”

“Byun Baekhyun napeun namja! Aku tak mau bertemu lagi denganmu titik!”

“Kim Nari…Ya…ya…Kim Nari, jangan titik dulu, kasih koma dulu dong sekarang aku sudah di bandara Incheon cepat jemput aku!” apa-apaan namja ini, sudah membentaku, dan menggodaku berani-beraninya merengek minta dijemput.

“Jangan bohong! Sudah berapa kali kamu janji akan datang ke acara ulang tahunku huh? Sekalipun kamu ga pernah bisa nyempetin pulang kan?” protesku, benar-benar kesal dengan tingkahnya.

“Kali ini aku benar-benar sudah sampai Korea Nari! Jebaal…jemput aku ya..ya..ya.. ^^”

“Arra…arra…jinjjayo, dasar namja payah!”

At Airport

(Author’s Side)

Nari masih celingak-celinguk mencari sosok namja yang sangat dia rindukan itu. Tapi sepertinya sekarang Nari sudah bisa merasakan hawa-hawa gaib di belakang punggungnya dan dengan lincahnya kaki Nari pun meruntuhkan pertahanan orang yang membawa hawa gaib itu.

Bruukkkkk

Baekhyun: Yaa!!! Kim Nari, kau tega sekali, bukannya memelukku malah menendangku.

Nari: Bleehhh…(sambil melet-melet), rasain!!!

Baekhyun yang sedang terkapar di lantai dengan cepat meraih tangan Nari dan…

Bruukkk * o_O

Nari sukses mendarat di pelukan Baekhyun, dan ciuman kilat pun sukses mendarat di bibir mungil Nari. Semua orang yang ada di bandara bersorak melihat kelakuan konyol pasangan itu. Karena benar-benar malu dengan kelakuan Baekhyun, Nari langsung mencubit kedua pipi Baekhyun dengan sekuat tenaga sambil memasang wajah geram dan langsung berdiri melepaskan diri dari pelukan Baekhyun.

Nari: Neo miccheosseo Byun Baekhyun???!!! Kita sedang ada di tempat umum, jangan lakukan yang aneh-aneh!

Baekhyun: Apanya yang aneh? Aku kan hanya mencium yeojachinguku.

Nari: Yeojachingu? Nugu? (Tanya nari dengan nada dan ekspresi sedikit melecehkan)

Baekhyun: Yaa…ya…ya…Kim Nari, napeun yeoja.

Nari: Kau yang napeun namja! Mana ada orang yang meninggalkan yeojachingunya bertahun-tahun, terus sekalinya nelpon bukannya bilang cinta atau apa ke, malahan ngehina terus, namjachingu macam apa itu huh?

Baekhyun: Mian…chagiya…aku kan pergi buat menuntut ilmu supaya bisa meneruskan perusahaan keluargaku dan juga keluargamu. Aku berusaha keras untuk masa depan kita.

Nari: Tapi kan tidak harus selama itu, setidaknya temui aku.

Tak terasa air mata pun mengalir di pipi Nari. Melihat kesedihan Nari, Baekhyun tanpa ragu langsung meraih tubuh yeojachingunya ini dan membenamkannya di dalam pelukannya.

“Ini pelukan terhangat yang aku inginkan, saranghaeyo Byun Baekhyun…” gumam Nari dalam hatinya.

…Skip…(terserah reader pelukannya mau berapa lama kkk ^^)

At Super Market

Nari: Kenapa kau malah mengajaku kesini huh?

Baekhyun: Kau harus merayakan kepulanganku kan? Jadi ayo kita belanja sekarang terus nanti kamu masak yang banyak ya…*wink

Nari: Seenaknya saja nyuruh orang masak, memangnya kau ini nampyeonku?

Baekhyun: Soal itu kan tinggal tunggu waktu saja

Nari: Memangnya aku mau?

Baekhyun: iiiiihhhhh…..chagiyaku ini ngajak ribut aja sih, (sambil mencubit-cubit pipi Nari gemas) Key ahjussi dan Nicole Ahjumma  kan udah ngasih tiket buat masuk ke hatimu chagi hohoho

Nari: Lepasin!!! Sakit tahu!

Baekhyun: Baiklah, kajja… kita pilih bahan-bahannya (sambil merangkul pundak Nari)

Saat sedang asyik memilih daging, tiba-tiba Baekhyun dan Nari dikagetkan dengan suara tangisan seorang anak kecil. Anak kecil itu duduk sendirian di pojok dekat tumpukan daging ayam.

Nari: Ade kenapa nangis?

Gadis kecil yang manis dengan rambut dikuncir dua itu tak berhenti menangis sampai akhirnya dia memandang wajah Baekhyun dan Nari.

Nari: Ade kecil, siapa namamu? Dimana orang tuamu?

Dayoung : Dayoung imnida… hiks…hiks… appa dan ummaku hilang whuuaaaaa (nangisnya semakin menjadi-jadi)

Baekhyun: Kalo begitu ayo oppa bantu mencari appa dan ummamu, bagaimana?

Dayoung: Ne…tapi aku mau digendong oppa tampan*wink wink* #ini anak genit juga

Setelah selesai membayar semua belanjaannya, Nari dan Baekhyun langsung pergi menguhubungi bagian informasi dan security.

Sudah berkali-kali petugas di bagian informasi mengumumkan kepada para pengunjung tentang anak hilang yang bernama Dayoung, tapi orang tua anak ini tak kunjung datang. Sambil menunggu, appa dan umma Dayoung, Nari dan Baekhyun pun membelikan banyak jajanan untuk Dayoung dan mereka bermain bersama. Heran dengan perilaku Nari, Baekhyun dan Dayoung yang seperti sebuah keluarga, seorang staff security pun menhampiri mereka.

Security: Permisi, saya ingin bertanya. Sebenarnya anak ini memang anak hilang atau bukan?

Baekhyun: Maksud bapa?

Security: Maksud saya, sebenarnya ade kecil itu anak kalian kan?

Nari: Aniya ahhjussi! Kami bahkan belum menikah.

Security: Tolonglah kalian jangan menyangkal lagi! Anak muda jaman sekarang benar-benar keterlaluan, mau menikah di usia muda tapi tidak mau mengurus anak dan malah mau membuangnya.

Baekhyun: Mianhae ahjussi, kami sudah tidak muda lagi, eh maksudnya sudah cukup umur untuk menikah, tapi anak ini bukan anak kami. (Tegas Baekhyun)

Nari: Ne… ahjussi!

Security: Sudahlah jangan banyak alasan, bawa anak kalian pulang dan rawat dia dengan baik!

Staff security itu terus mendesak Baekhyun dan Nari untuk segera pulang dan membawa Dayoung.  Saat Nari dan Baekhyun tengah bingung dengan masalah Dayoung, di tempat lain sepasang suami isteri sedang mencari-cari anaknya yang hilang gara-gara keteledoran mereka yang malah sibuk nostalgia mengenang masa-masa pacaran di bangku taman kota.

Saking bingungnya, yang muncul dipikiran Nari dan Baekhyun adalah kata “makan” dan mereka pun langsung menuju resto milik Do Kyungsoo dan Do Jihyun (udah nikah, senangnya >o<) dan langsung memesan paket ayam special untuk mereka bertiga. Nari dan Baekhyun makan dengan lesu, tapi Dayoung makan dengan lahap dan bahkan dia minta dipesankan 10 porsi ayam komplit lagi.

Nari: Oh My God! Ini anak makan ayamnya kuat banget.

Baekhyun dan Nari hanya bisa melongo memperhatikan tingkah anak ajaib di depannya itu.

Sementara itu, sepasang suami isteri yang mencari anaknya itu kini menuju resto Do Kyungsoo atas petunjuk dari sang staff security yang pikirannya kolot itu. Namun sesampainya di resto itu, bukannya mencari anaknya yang hilang, mereka malah memesan banyak ayam goreng dan asik menyantapnya dengan lahap.

Di tengah kebingungannya itu, Nari terus menopang dagu sambil cemberut dan mengedarkan matanya ke seluruh penjuru ruangan resto dan seeettt….Nari menangkap wajah yang sangat familiar di meja nomor 1 dekat tempat pemesanan ayam.

Nari: Baekhyunie… Baekhyunie… bukankah itu Jinki sonsaengnim? (sambil memegang pundak Baekhyun dan mengguncang-guncangkan tubuhnya)

Baekhyun langsung mengarahkan matanya mengikuti arah telunjuk Nari.

Baekhyun:   Ah ne… apakah itu isterinya? Ayo kita sapa mereka Nari!

Nari: Ye… kajja! Dayoungie, kau sudah selesai makan?

Dayoung: Ne…eonnie, kita mau kemana sekarang?

Nari: Dayoungie ikut eoni dulu saja ya hari ini, nanti kita cari appa dan ummamu lagi, okey.

Dayoung mengangguk dengan mantap sambil tersenyum manis

Nari: Aiigoo…jeongmal kyeopta! (sambil mencubit lembut pipi Dayoung)

Baekhyun: Kau sudah cocok jadi seorang umma ya, terlihat seperti orang tua kekekek

Nari: Apa maksudmu? (sambil menunjukkan death glarenya)

Nari dan Baekhyun menuntun Dayoung berjalan ke arah meja nomor satu. Sesampainya di  dekat meja Jinki Sonsaengnim, Baekhyun dan Nari pun langsung menyapa.

Nari & Baekhyun: Annyeonghasseyo… sonsaengnim…

Jinki son: Aaah Nari dan Baekhyun kan? Tidak terasa ya kalian sudah dewasa. Oiya perkenalkan ini isteriku.

Mrs. Inhi: Annyeonghasseyo, Lee Inhi imnida… (Mrs. Inhi sejenak terpesona dengan ketampanan Baekhyun, tapi dia sadar kalau dia sudah punya anak dan suami, sayang sekali ya ckckckck :p)

Baekhyun: Annyeonghasseyo, Byun Baekhyun imnida… bangapseumnida (sambil membungkuk)

Nari: Annyeonghasseyo, Kim Nari imnida, bangapseumnida ‘bow’

Jinki son: Waah kalian sudah punya anak ternyata ya?

*Hening* (Baekhyun dan Nari bingung menjelaskan situasi ini)

Dayoung: Appa!!!!

Mrs. Inhi: Yeobo!! Ini anak kita!

Jinki son: Aaiiisshhh jinjjayo…Dayoungie… kemana saja kau?

Jinki son, Mrs. Inhi dan Dayoung berpelukan dan menangis tersedu-sedu sampai keluar cairan hangat dari hidung mereka dan Mrs. Inhi terpaksa mengelapnya dengan taplak meja(reuni keluarga yang sedikit lebay).

Baekhyun dan Nari mematung, benar-benar terkejut dan tidak habis pikir, bagaimana bisa kedua orang tua itu meninggalkan anaknya dan sekarang malah asik makan ayam.

Jinki son: Nari, Baekhyun, jeongmal kamsahamnida… sudah menemukan anak kami.

Mrs. Inhi: Ne…jeongmal kamsahamnida… Dayoungie, umma minta maaf sudah lupa dan meninggalkanmu untuk pergi ke taman berdua bersama appa. Kau mau makan?

Dayoung: Ne… umma, aku mau makan banyak ayam.

Mrs. Inhi: Keurrae… agasshi, pesan 10 porsi ayam lagi ya! (pinta Mrs. Inhi pada seorang pelayan)

Baekhyun dan Nari benar-benar bingung dibuatnya, keluarga ini benar-benar sedikit kurang normal. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berpamitan dan pulang ke rumah Baekhyun untuk segera memasak.

..skip..

At Baekhyun’s Home

Berbagai jenis makanan dan minuman telah siap di atas meja makan. Kemampuan memasak Nari kini sudah tidak usah diragukan, karena dia telah menjalani latihan khusus untuk menjadi seorang isteri yang baik dari appa dan ummanya#ini rahasia, sssttt jangan bilang-bilang Baekhyun. Nari sudah belajar banyak mulai dari hal masak-memasak sampai cara-cara bersolek yang baik, dan hasilnya sekarang Nari jadi lebih anggun dan terampil dalam urusan rumah tangga.

Baekhyun keluar dari kamarnya sambil mengenakan tuksedo hitamnya. Dari pintu kamar yang lain, Nari pun keluar sambil mengenakan gaun manis berwarna merah jambu yang menutupi tubuh mungilnya sampai bawah lutut. Rambut hitam bergelombang Nari digerai dan dihiasi bando berwarna hitam yang membuatnya tak terlihat seperti bando karena warnanya yang sama dengan rambut Nari dan dekorasi bunga mawar berwarna pink di atasnya membuat Nari terlihat semakin manis.

Tatapan Baekhyun dan Nari pun saling bertemu, membuat jantung mereka berdetak tak karuan. Takjub dengan pemandangan indah di hadapannya itu, Baekhyun tak kuasa lagi menahan dirinya untuk mendaratkan kecupan di bibir kecil berwarna pink milik Nari. Tapi, saat bibir mereka hampir bertemu, telunjuk Nari menahan bibir Baekhyun dan langsung memeluk Baekhyun.

Saat Nari dan Baekhyun asik dalam dunianya, tiba-tiba…..

“Oyyy…. Kalian mau berpelukan sampai kapan huh?!!!!!”  Chen dan D.O dengan suara tingginya itu langsung menghancurkan momen romantic Baekhyun dan Nari.

Baekhyun: Waah kalian sudah datang, baiklah ayo kita mulai pestanya.

Ruang tengah di rumah Baekhyun kini dipenuhi oleh orang-orang yang benar-benar luar biasa. Tau kenapa? Yuu…cekidot…

_

Scene 1

“Eomma…appa… aku mau makan ayam”

Kira-kira siapa ini pemirsa? Kalo ada anak kecil yang langsung minta ayam, ya siapa lagi pastinya keturunan Jinki sonsaengnim, Dayoungie. Jinki sonsaengnim beserta istrinya Mrs. Inhi dan anaknya Dayoung diundang ke pesta Baekhyun dan mereka kini sedang memakan ayam dengan bahagia.

Scene 2

“Yeobo, tolong antar Siwon ke WC, itu di celananya sudah penuh”

“Aiisshhh….jinjja…Baekhyun, dimana WC-nya?”

“Aaah Suho hyung, kenapa baru datang sudah ke WC?” Baekhyun bertanya dengan muka sok ga tau gitu, padahal fakta ada di depan mata.

“Liat nih, anaku harus ke-WC sekarang juga, ppalli… dimana WCnya, bau banget nih!” Suho, sang ayah benar-benar dalam keadaan gawat darurat.

“Oke..oke..hyung dari sini lurus, trus belok kiri, belok kanan, lurus lagi, pas mentok belok kanan lagi, ngerti kan?” papar Baekhyun panjang lebar.

“Aiisshh ribet banget jalannya, yaudah deh aku cari sendiri, thanks brow.”

Scene 3

“Chagiya, tolong cabut ubanku dong gatel nih!”

“Uuuh ga nyampe, abang ketinggian sih”

“Coba kesiniin Miri!”

“Nih, mau diapain anak kita?”

“Miri duduk di pundak appa ya, terus cabut rambut yang warna putih, okey!”

“Ne…Kris appa”

Scene 4

“Yeobo….panas…..” Ketiga ibu hamil mengeluh tentang hal yang sama, padahal di ruangan itu sudah ada 3 AC.

Akhirnya demi menyelamatkan para ibu hamil dan anak dalam kandungannya itu, para suami pun berusaha mencari cara terbaik.

Tao dengan sekuat tenaga menggunakan kemampuan tenaga dalamnya untuk meniupkan angin yang sangat kencang dari mulutnya ke arah  ketiga ibu hamil itu. Tapi usahanya gagal karenan nafasnya bau, lupa belum gosok gigi habis makan jengkol sama pete tadi siang.

Akhirnya dua suami lainnya, Luhan dan Sehun dengan kompaknya menggunakan taplak meja di ruang tengah untuk mengipasi ketiga ibu hamil itu. Tapi, mereka pun gagal karena serbuk kue-kue kering yang tersisa di taplak malah menyembur ke arah para ibu hamil.

Saking khawatirnya melihat kondisi para ibu hamil itu, Nari pun menghampiri mereka.         “Jeng… kalian kepanasan ya?”

“Ne….” jawab para ibu hamil dengan serempak.

“Kalo begitu kita gunakan kipas angin saja ya, Tao, Luhan, Sehun, kalian bisa membawa kipas anginnya di lantai 2, kebetulan ada 3 kipas angin disana.” Nari menjelaskannya dengan lancar, seperti sudah menjadi pemilik rumah yang resmi.

“Gomawoo Nari” jawab ketiga namja yang sudah berstatus sebagai suami itu.

Nari hanya tersenyum geli, melihat kawan-kawannya yang sudah benar-benar menjadi namja.

Scene 5

 “Aku ga mau tahu, cepat lepas high heels nya!”

“Iya, kau juga harus melepasnya!”

“Wae!!!!!?????” bentak kedua yeoja berparas cantik yang berada di depan pintu masuk itu pada suaminya.

“Tinggimu jadi sejajar denganku tahu!” jawab suami 1

“Ne… apakah kau tidak kasian pada suamimu yang kurang tinggi ini huh?” jawab suami 2

“Oy, min, chen permisi, aku mau lewat” si jangkung Chanyeol tiba-tiba sudah berdiri di belakang para kurcaci*oopss mianhae…^^*

“Waah yeol, elu dah punya bayi?” tanya Xiu Min antusias.

“Iye…makanya jangan ngeblokir pintu, gue susah nih bawa anak guenya!”

“Nah kalo ini, istri lu yeol? Lagi hami lagi?” Tanya Chen ga kalah antusias sambil jinjit-jinjit.

“Iye!!! Elu pada bisa minggir ga sih? Kasian bayi sama bini gue tau!”

Mendengar keributan di pintu depan, Kyungsoo dan Jihyun yang diikuti 3 orang anaknya, langsung menghampiri Chen, Xiumin, Chanyeol dan keluarganya.

Kyungsoo: Hei kalian, buruan masuk ke dalem! Noh temuin si Baekhyun!

Jihyun: Aigooo….chanyeol-ah kau sudah punya bayi? Boleh aku menggendongnya?

Chanyeol: Ne…kalo begitu aku nitip dulu ya, aku mau menemui Baekhyun dulu, chagi kajja!

Scene 6

“Umma, appa, aku mau punya dongsaeng lagi dong….” rengek anak sulung Kyungsoo dan Jihyun.

“Mwo??!!” Kyungsoo dan Jihyun benar-benar kaget dan saling menatap satu sama lain mencoba mencari jawaban untuk mengatasi rengekan anaknya itu.

“Ne, umma, appa, kami mau dongsaeng baru kaya dede bayi itu” dua anak Jihyun dan Kyungsoo yang lainnya ikut mendukung hyungnya.

“Ah Ne… kita belum punya anak perempuan kan, Jihyun?” *wink*

Tak tahan dengan kedipan maut Kyungsoo, akhirnya Jihyun pun menyerah.

“Ne…chagiya, mau kapan?” *wink*

“Sekarang aja umma, appa!” rengek ketiga anaknya.

“Mwo???!!!”

..skip..

Tak terasa, jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam. Semua sahabat Nari dan Baekhyun pun pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara itu, Baekhyun dan Nari sekarang ini benar-benar GALAU. Bagaimana tidak, teman-temannya sudah berkeluarga dan terlihat sangat bahagia. Sedangkan mereka, boro-boro nikah, ketemu juga baru tadi siang.

Dengan setengah sadar karena galau, capek dan ngantuk berat, segera setelah membereskan rumah pasca pesta tadi, mereka berdua menuju kamar dan tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya

“Mmmhhhh……. Sudah pagi ya?” Nari menggeliat dan kemudian duduk sambil masih menundukan kepalanya karena masih ngantuk berat.

“Berisiiikk…. Masih pagi….”

Nari kaget mendengar suara itu dan saat menoleh ke sebelah kiri, Nari melihat Baekhyun yang sedang membuat pulau indah di atas bantalnya.

“Ya!!! apa yang kau lakukan disini? Kenapa tidur di kasurku huh?” Nari berteriak sambil memukul-mukul pantat Baekhyun.

“Kasurmu? Ini kan kamarku, kamarmu di sebelah” jawab Baekhyun sambil terus menutup matanya dan terus memeluk gulingnya.

Menyadari dirinyalah yang salah memasuki kamar, Nari langsung turun dari kasur, ingin segera mengambil seribu langkah menjauhi Baekhyun. Baru saja Nari menurunkan kaki kanannya dari kasur, Baekhyun langsung menarik tangan Nari.

“Ya!! jangan pergi dulu, coba liat tangan kirimu!” Baekhyun tiba-tiba bangun dan menatap Nari dengan sungguh-sungguh.

Saat Nari melihat tangan kirinya, cincin berlian bermotif bunga sudah melingkar di jari manisnya.  Saat ini, Nari sudah tak tahu harus menunjukkan ekspresi apa. Ingin rasanya dia berjingkrak-jingkrak di atas kasur terlebih lagi Baekhyun tanpa ragu berkata “Would you marry me, Kim Nari?” kepala Nari serasa berputar-putar, perasaan bercampur aduk, benar-benar bahagia.

“Woy Kim Nari! Aku sedang melamarmu, serius sedikit, jangan bengong!” bentak Baekhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Nari yang kaku itu.

“Kau diam, aku anggap jawabannya iya” ancam Baekhyun kesal.

“Ah ne…ne…ne…” Nari langsung memeluk Baekhyun dan Baekhyun pun balas memeluk Nari dengan erat.

“Morning kiss please…” pinta Baekhyun nakal sambil masih memeluk Nari.

“Shireo!” Nari langsung melepaskan pelukannya dari Baekhyun dan lari ke luar kamar.

“Wae??!!” Baekhyun mengejar Nari dari belakang.

“Tadi kamu habis bikin pulau, cuci muka sama gosok gigi dulu sana!” Nari berteriak sambil terus berlari menuju ruang tengah.

“Berhenti Nari! Aku maunya sekarang…” Baekhyun sudah hampir menangkap Nari.

“No! No! No! bleehhh….” Sempet-sempetnya melet lagi lari.

..skip..

(mari kita biarkan saja mereka kejar-kejaran semaunya)

3 tahun kemudian

“Umma, appa, ireona!” seorang gadis kecil yang tadi tidur di tengah-tengah Nari dan Baekhyun sekarang sedang berusaha sekuat tenaga membangunkan orang tuanya yang tidurnya udah kaya kebo *sorry if it is too harsh.*

Nari: Aah Na yoon, kau sudah bangun? Ini kan hari minggu nak, kita bisa tidur lagi *umma apaan sih ini? Jangan ditiru*

Na yoon: Tadi malam aku mimpi jadi member girlband, aku mau belajar nyanyi dan dance umma?

Baekhyun: Mwo?? Jinjjayo???

Baekhyun benar-benar senang dengan apa yang dikatakan anaknya ini, karena sebuah ide brilian tiba-tiba muncul di kepalanya. Tiiinggg!!! (kira-kira gitu bunyinya)

Baekhyun: Na yoon-ah, kalau kau mau pintar nyanyi dan ngedance, kau harus minta diajari Key harabeoji dan Niceole halmeoni, mereka itu mantan top star.

Na yoon: Jinjja appa?

Baekhyun: Ne…bla..bla…bla…. (nyerita panjang banget)

Kring….kring…. (suara telpon rumah berbunyi)

Nari: Yeoboseyo? Ah umma, kalian mau kesini? Oh ne..ne.. Annyeong!

Baekhyun: Wae?

Nari: Umma dan Appa mau kesini, katanya mereka kangen sama Na Yoon.

Na yoon: Horeee….aku bisa latihan hari ini

..skip..

Key harabeoji: Na yoon aah…. My sweety…come here! Liat harabeoji bawa apa? Taraaa…. Ini satu set gaun, sepatu, dan tas warna pink, khusus buatmu.

Na Yoon: Kyaaa….. saranghaeyo harabeoji

Key harabeoji: Popo…popo…

Na Yoon: ~Chup~

Nicole halmeoni: Ayo giliran halmeoni!

Na Yoon: ~Chup~

(Na Yoon’s Side)

Baekhyun appa tadi bilang, aku bisa belajar bersama harabeoji dan halmeoni, sepertinya aku harus segera mengajak mereka berdua untuk latihan. Tapi, kenapa ya tadi appa menawariku untuk punya adik lagi dan menyuruhku mengajak harabeoji dan halmeoni pergi dari sini ya? ah sudahlah, pokonya aku mau latihan.

(Author’s Side)

Na Yoon: Harabeoji, halmeoni, aku ingin jadi anggota girlband, aku ingin bisa menyanyi dan ngedance. Maukah kalian mengajariku?

Key harabeoji: Wuaahh jinjjayo sweety? Tentu saja, kami akan mengajarimu, menyanyi, menari dan juga ngerapp, iya kan halmeoni?

Nicole halmeoni: Ne… kami akan mengajarimu, kau bisa mengandalkan kemampuan halmeonimu ini Na Yoon. Ayo kita latihan di halaman rumah saja.

Na Yoon langsung mendapat kode dari appanya untuk segera mengajak harabeoji dan halmeoninya pergi.

Na Yoon: Emmhh…aku ingin latihan di rumah kalian saja, bolehkah?

Key harabeoji: Oh ne..ne..ne..kalau begitu Na Yoon menginap di rumah harabeoji saja ya, besok harabeoji antar ke sekolah.

Nicole halmeoni: Okey, Nari tolong siapkan peralatan sekolah dan baju Na Yoon ya, katanya malam ini dia ingin menginap.

Nari: Ne…umma.

..skip..

Na Yoon dan kakek-neneknya sudah berada di dalam mobil dan siap pergi meninggalkan rumah, Baekhyun appa dan Nari umma.

Na Yoon: Annyeong, appa, umma!!!

Baekhyun & Nari: Annyeong Na Yoon aah…!!!

(Hening)

Baekhyun: Ehem… sekarang Na Yoon pergi, kita mau ngapain ya?

Nari : Enaknya apa ya?

Baekhyun: Aaah… kau ini, sudah punya anak satu tapi ga ngerti juga.

Grep…

Baekhyun langsung menggendong Nari masuk ke dalam rumah

Nari: Kau mau apa huh? Turunkan aku!!!

Tanpa memperdulikan teriakan isterinya itu, Baekhyun terus menggendong Nari menuju ke……

kamar? dapur? Atau ruang makan?

Tempat tujuan Baekhyun, readerlah yang menentukan kekekek

THE END

<3<3<3

Note: Mianhae…lagi-lagi judul ffnya serasa ga nyambung, tapi intinya Nari itu udah diclaim sama Baekhyun bakal jadi isterinya, jadi ga ada masalah lagi di antara mereka hehehe ^^.

 

Iklan

95 thoughts on “Hey Girl, You Are Mine!

  1. WEEEE ADA KEYCOLE! /salah focus/
    ini lucu banget aha, walaupun alurnya agak kecepetan.
    KEYCOLE DISINI REAL /salah focus lagi/
    Yaampun mikirin keycole mulu drtd :” /makin ngaco/
    bikin lagi fanfic yang lucu begini thor! saya gemes sendiri bacanya.

  2. Kyaa… All member exo udah punya istri kec si baek tapi akhirnya si baek nikah juga sama nari 😀
    Bagus thor ceritanya
    Keep Writing *^_^*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s