Chu~

Author             : Inhi_Park

Main casts       : Oh Sehun, Other EXO Members& Lee Chaerin

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Cruncy Comedy, Romance

Rating             : PG-15

(Author’s side)

~Dukk~

Terdengar bunyi pintu yang berbenturan cukup keras dengan bingkainya yang lalu di susul oleh suara seorang namja.

“Aku datang…” Suara yang terdengar pelan, lesu dan tak bernyawa itu membuat beberapa orang yang sedang berada di beberapa ruangan berbeda di tempat itu berhamburan ke ruang tengah.

“Sehun-ah, kau sudah datang rupanya.” Sambut Kris, si tuan rumah.

“Ne, hyung…” namja bernama Sehun itu langsung melemparkan tubuhnya ke atas sofa putih yang terletak di salah satu sudut ruangan, tanpa mempedulikan keberadaan tubuh Lay yang sudah lebih dulu terkapar disana.

Erangan Lay yang merasa kesakitan karena tubuhnya baru saja tertimpa beban berat yang berasal dari salah satu kawannya itu tidak mendapat respon dari beberapa orang yang justru malah sibuk mengamati namja yang kini tengah tertelungkup dengan bantal abu-abu milik si tuan rumah yang menutupi kepalanya.

Sore itu, ke 12 orang yang berteman sangat akrab itu sedang berkumpul di ruang tengah apartemen milik Kris. Karena merasa ada sesuatu yang janggal, semua orang berhenti dari aktifitasnya masing-masing. Baekhyun, Chanyeol, Kai dan Xiumin yang awalnya tengah sibuk dengan PSP di tangan masing-masing kini saling bertukar pandangan karena bingung dengan sikap Sehun. Sementara D.O dan Chen yang sedang bereksperimen membuat makanan untuk makan malam mereka pun ikut menghentikan aktifitasnya. Dan beberapa orang lainnya yaitu Luhan, Tao, Suho dan Kris yang sedang asyik berkelana di alam mimpi berhamburan dari kamar menuju ruang tengah setelah merasa ada yang aneh.

“Kau kenapa Sehun-ah?” Tanya Suho yang terlihat paling berwibawa diantara mekera semua.

Tidak ada jawaban. Sehun sepertinya masih betah dengan pikirannya sendiri.

“Dia mungkin sudah tidur.” Kata Lay sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya di atas punggung namja yang hampir 3 tahun lebih muda darinya itu.

“Tidak mungkin. Sehunnie… Ayo bangun. Ceritakan pada kami ada apa?” Akhirnya Luhan, yang memang dikenal sebagai yang paling akrab dengan Sehun, turun tangan. Dan alhasil, bocah itu pun menyingkirkan bantal yang menutupi kepalanya lalu duduk tegak. Luhan duduk di sampingnya.

“Jangan buat kami khawatir. Ayo katakan apa yang membuatmu seperti ini?” Kata D.O sambil menempati sofa kecil di samping Sehun. Tapi namja yang terhitung paling muda diantara mereka semua itu masih bungkam sambil memeluk bantal abu-abu tadi.

“Sehun-ah… Kau menganggap kami semua sahabatmu kan?” Tanya Kris.

Namja berwajah imut itu mengangguk kuat. “Bahkan lebih dari sekedar sahabat.” Katanya pelan.

“Kalau begitu kau mau kan bercerita pada kami?” Tambah Baekhyun.

Ia menarik nafas dalam, bersiap untuk bercerita. Semua orang mulai menempati posisi yang dianggap nyaman untuk mendengarkan cerita Sehun. Luhan duduk di samping Sehun. D.O dan Kris masing-masing menempati sofa single di kiri dan kanan Sehun serta Luhan. Lay berdiri di belakang D.O sambil terus menggeser-geser tubuh D.O agar dia mendapat jatah sofa juga. Sisanya, yaitu Chen, Kai, Chanyeol, Baekhyun, Tao, Xiumin dan Suho duduk di lantai beralaskan karpet bulu yang tebal. Semuanya bersiap meenjadi pendengar yang baik.

“Hyungdeul…” Sehun mulai membuka suara. “Emh… Ciuman itu rasanya seperti apa?”

Kata-kata yang keluar dari mulutnya itu sontak membuat semua yang mendengarnya membeku, mematung, diam tak bersuara. Hanya mata mereka yang saling berpandangan.

Menyadari keadaan yang terasa aneh itu, Sehun menatapi wajah hyungnya satu per satu. “Hyungdeul…” rengeknya karena merasa tidak dipedulikan.

“Bwahahahaha….” Seketika ruangan yang cukup luas itu di penuhi oleh gelak tawa yang berasal dari para pemuda itu. Kecuali Sehun tentunya.

Melihat para hyungnya tertawa terbahak-bahak sampai ada yang berguling-guling dan memegang perut karena terlalu puas tertawa, Sehun mengerucutkan bibirnya sambil melipat tangannya di depan dada. “Hyung jahat. Aku bercerita serius kalian malah menertawaiku.” Katanya merajuk.

“Ah ye Sehunnie… mianhae…” Kata Chanyeol sambil mengusap sisa air mata di sudut matanya. Bukan air mata sedih, melainkan air mata karena terlalu banyak tertawa.

“Sehun… Sehun… Sebenarnya.. Sebenarnya apa sih yang kau bicarakan?” Kai mencoba berbicara di tengah tawanya.

“Iya Sehun-ah. Kau ini lucu sekali. Pertanyaan macam apa itu?” timpal Xiumin.

“Aku serius hyung…” Kata Sehun, masih dengan tampang kesal karena respon hyungnya tersebut.

Suho, Kai, Kris, Luhan, Xiumin, Chen, Baekhyun, Chanyeol, Lay, Tao dan D.O bersusah payah mengendalikan tawa mereka masing-masing dan mulai menanggapi perkataan si bungsu dengan serius lagi.

“Baiklah… Maafkan kami Sehun. Kami terlalu shock dengan pertanyaanmu tadi. Sekarang coba ceritakan dari awal.” Kata Tao yang tiba-tiba terdengar bijaksana.

“Uwooo Tao… Kau so’ dewasa sekali…” ejek Baekhyun yang dibalas senyum cengengesan dari Tao.

“Jadi begini hyung…” Sehun mulai bercerita. “Tadi siang aku dan Chaerin nonton di bioskop, di salah satu scene nya ada bagian saat si namja mencium bibir yeojanya. Namja itu bilang begini, ‘ini bukti kalau aku benar-benar mencintaimu’, begitu…” Jelas Sehun sambil memperagakan dialog yang ada di film yang dia tonton.

“Lalu masalahnya apa?” Tanya Tao polos.

“Jangan bilang kalau kau…” Tuduh Lay sambil menyipitkan matanya.

“Bukan begitu hyung…” Sanggah Sehun.

“Terus kenapa kau tiba-tiba bertanya soal rasanya ciuman?” Tambah Luhan.

“Tadi, saat aku mengantarnya pulang, tiba-tiba Chaerin bertanya ‘Apa kau setuju dengan perkataan namja di film tadi? Apa benar ciuman itu bisa membuktikan ketulusan cinta?’ begitu tanyanya.” Kata Sehun.

“Lalu kau menjawab apa?” Suho terlihat mulai tertarik dengan pembicaraan yang ditawarkan Sehun.

“Aku tidak menjawab apa-apa hyung. Aku hanya diam karena aku juga tidak tahu harus menjawab apa. Lalu tiba-tiba Chaerin bertanya lagi padaku, ‘Apa kau benar-benar mencintaiku Sehun-ah?’ katanya. Aaaaahhh aku semakin pusing.” Kata Sehun sambil mengacak rambutnya.

“Tunggu, aku benar-benar tidak mengerti masalahnya sebenarnya apa?” Tanya D.O tiba-tiba.

“Aigo… Kyungsoo hyung.. kau ini polos atau babo sih. Itu artinya Chaerin meminta Sehun untuk membuktikan ketulusan cintanya.” Kata Kai sambil berdiri dan berkacak pinggang. Sepertinya ia sangat kesal dengan sikap D.O yang kelewat polos.

“Iyakah???” Koor Baekhyun, Lay, Chen, Tao, Chanyeol dan Luhan.

“Aisshh…” Kai mencak-mencak karena reaksi yang ditunjukan hyung-hyungnya, kecuali Tao yang sebenarnya sedikit lebih muda darinya, itu.

“Sudah… Sudah. Kita dengarkan lagi penjelasan Sehun.” Ucap Kris.

“Kai benar hyung.. Aku pikir mungkin aku harus mencium Chaerin untuk menunjukan kalau aku benar-benar mencintainya. Tapi masalahnya… Aku tidak tahu ciuman itu seperti apa, jadi aku mau minta tolong pada kalian semua?” Kata Sehun sambil menunjukan puppy eyes nya.

“Maksudmu, kami harus mengajarimu ciuman??? Tidaaakk…” Jerit Chanyeol sambil menutupi mulutnya.

“Bukan… Bukan… Kau pikir aku sudah gila? Aku juga msih normal hyung…” Rutuk Sehun. “Aku Cuma mau minta saran dari kalian.” Tambahnya.

“Heuu… Aku minta maaf Sehun-ah, sepertinya aku tidak bisa membantumu karena aku juga belum pernah melakukannya.” Kata Xiumin sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Kalau begitu ceritanya, aku juga tidak bisa membantumu Sehun-ah… Hehe…” Sambung D.O.

“Hah, kalau masalah itu serahkan saja pada ahlinya.” Kata Tao sambil menepuk dada. Semua orang di buat ber‘wah’ ria melihat tingkah maknae kedua itu. “Ayo Kris hyung, ceritakan padanya…” Katanya lagi.

“Yaaa ku kira kau sendiri yang berpengalaman, eh ternyata malah melemparkan pada orang lain.” Protes Baekhyun.

“Yaa hyung, kau seperti tidak tahu saja. Aku kan masih anak kecil yang polos, bisa-bisa Kris hyung memukuliku kalau aku ketahuan sudah melakukan hal seperti itu.” Namja bermata tajam itu cengengesan.

“Jadi bagaimana? Siapa yang bisa memberiku saran?” Kata Sehun kembali ke topik utama.

“Sepertinya aku tidak bisa membantu Sehun-ah, aku tidak berpengalaman.” Kata Chen.

“Aku juga… Iya aku juga…” Kata Baekhyun dan Chanyeol hampir berbarengan.

“Kris hyung, bagaimana pendapatmu? Kau kan lama tinggal di luar negeri, siapa tahu kau punya saran yang bagus buat Sehun. Apa dia benar-benar harus mencium pacarnya itu demi menunjukan ketulusan cintanya?” Tanya Chen yang sukses membuat Kris kebingungan.

“Ehehe… Aku juga tidak tahu.” Nampak ekspresi kecewa yang di tunjukan beberapa dongsaenya setelah mendengar jawabannya tadi.

“Bagaimana denganmu Luhan hyung? kau kan yang paling tua di antara kami. Apa kau bisa membantu Sehun?” Kata Suho.

“Suho hyung, kau bercanda yaa… Jangan tanya Luhan hyung kalau masalah seperti ini… Hahaha…” Tiba-tiba Tawa Chanyeol pecah.

“Iya benar hyung, Luhan hyung kan Cuma umurnya saja yang banyak, lihat dong mukanya hyung, ga ada gambaran kalau dia ahli dalam masalah percintaan.” Timpal Kai yang sontak membuat semua orang di ruangan itu tertawa.

“Ah, kalian ini… Aku kesini kan mau minta tolong, kenapa malah bercanda terus sih… Aku pulang saja kalau gitu.” Kata Sehun sambil menyambar tas punggunya di atas meja lalu berjalan keluar apartemen.

Sebelas namja yang tersisa di ruang apartemen itu saling menatap setelah kepergian Sehun. Namun tak lama mereka kembali tertawa mengingat candaan mereka sebelumnya.

<><><>

(Sehun’s side)

Hyungdeul itu bagaimana sih? Tidak tahu apa kalau aku benar-benar sedang butuh nasihat? Eh, mereka malah bercanda terus… rutukku dalam hati. Kakiku melangkah tanpa tujuan. Pikiranku masih dipenuhi pemikiran-pemikiran tentang Chaerin, pembuktian cinta dan ciuman bodoh itu. Hah…

Saat aku berjalan melewati sebuah minimarket, aku melihat sesosok gadis yang sangat aku kenal. Chaerin.

“Hai…” Sapaku saat ia barusaja keluar dari minimarket tersebut.

“Sehun-ah? Sedang apa kau disini?” Jelas terlihat kalau ia kaget melihatku disini.

Kami berjalan menuju taman di dekat minimarket tempat kami bertemu tadi. Disana kami duduk di salah satu bangku kayu. Selama beberapa saat kami masih belum berbicara apapun. Dia terlihat asyik dengan satu cup ice cream strawberry di tangannya, sementara aku masih terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri.

“Chaerin-ah…” Katakumencoba membuka percakapan. Aku memutar badan sampai sekarang kami duduk saling berhadapan. Kuambil tangannya lalu ku genggam erat-erat.

Chaerin terlihat kebingungan dengan sikapku yang berbeda total dari biasanya.

“Lee Chaerin, Aku mencintaimu.” Aku merengkuh pipinya dengan kedua tanganku lalu perlahan menariknya agar semakin dekat. Aku mendekatkan wajahku dengannya. Menatap ke dalam matanya secara intens dan…

~Chu~

Aku mendaratkan sebuah kecupan manis di keningnya. “Semoga dengan ini kau yakin kalau aku benar-benar tulus mencintaimu.”

Ia membeku. Terlihat semburat kemerahan di wajahnya.

“Chaerin-ah…” Kataku sambil mengguncangkan tangannya pelan. “Chaerin-ah, apa kau masih tidak yakin dengan cintaku? Apa aku melakukan yang sama seperti yang kita lihat di film tadi siang?” Tanyaku memastikan.

Tiba-tiba kedua sudut bibir mungilnya tertarik sehingga membentuk senyuman yang manis. “Sehun-ah… jadi kau mengira kalau aku ingin…” Tanyanya terputus. “Ahaha… ternyata kau menganggap serius perkataanku yang tadi siang? Aigo… kau ini lucu sekali Sehun-ah.” Ia berkata sambil mencubit pipi kananku. “Aku hanya bercanda. Aku sama sekali tidak memikirkan soal itu.” Tambahnya.

“Benarkah?” Tanyaku

“Emh… Kau tahu kenapa? Karena aku tidak perlu pembuktian apapun. Dengan begini saja aku sudah sangat yakin kalau kau memang sungguh-sungguh mencintaiku. Iya kan?” Katanya yang sukses membuat wajahku memanas karena malu.

“Tentu saja. Saranghae Chaerin-ah…” Tegasku.

“Nado saranghae Sehunnie…”

~***~

 

Ya Tuhan… Demi apalah ini aku nekad ngepost FF gagal kayak begini… huhu…

Maaf ya reader untuk cerita yang sangat tidak berkualitas ini… #bow

Yaa walaupun jadinya berantakan begini juga tapi aku bikinnya pake puter otak lho, jadi please yaa tinggalin jejaknya dengan ngasih comment… Makasih… n_n

44 pemikiran pada “Chu~

Tinggalkan Balasan ke Oh Al Da Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s