Turn Back (Chapter 1)

Author : xoxo_baekhun

Cast’s :

EXO K’s – Oh SeHun

Shin HeeRa

EXO K’s – Byun BaekHyun

Other Cast’s : Find it! Kekeke~

Genre : Romance, Marriage Life

Length: Series

 

 

-HaeRa POV-

Pernikahan harusnya menjadi hal paling terindah dalam hidup. Berdampingan sehidup semati dengan pasangan yang sangat kau cintai, mengikat janji suci pernikahan, mengarungi bahtera rumah tangga, mengasuh anak-anak mu, sampai akhirnya malaikat pencabut nyawa datang menjemputmu. Tidak seperti nasibku yang harus menikah dengan seorang pria yang tak kucintai sekalipun. Berulangkali kucoba menolak, bahkan mengancam akan kabur, tetapi… Appa dan Umma ku tetap pada pendirian mereka masing-masing.

Kuperhatikan orang-orang melalui balik pintu. Tamu undangan sudah terlihat datang dan saling bercengkrama satu sama lain. Aku menarik nafas panjang dan menundukan kepalaku menahan tangis ini. Tak kuduga, seorang laki-laki dengan dandanan rapih datang dan menghampiriku. Dengan balutan jas hitam, ia tersenyum dan menatapku dalam-dalam.

“B..BaekHyun-ssi” Ucapku terbata-bata karena kaget

“Neo gweanchanna?” Tanyanya tanpa menghapus senyum manis dibibirnya

“N..ne” Jawabku seadanya

“Jangan gugup, kita akan saling mengenal satu sama lain ketika acara ini selesai” Jelasnya mencoba menghibur kegelisahanku lalu mengelus-ngelus bahuku

“Kalian cepatlah bersiap-siap karena sebentar lagi pendeta akan datang” Ucap SeeRa, adikku ketika ia masuk kedalam ruangan ini

“Ne!” Seru BaekHyun sambil tetap tersenyum

***

 

 

-SeHun POV-

Harusnya aku yang berdiri disampingnya sekarang. Aku seharusnya yang menjadi laki-laki terakhir dalam hidupnya. Dalam suka maupun duka, senang maupun sedih, dan kaya maupun miskin. Jika saja perjodohan bodoh itu tidak terjadi, dapat kupastikan ia yang akan menjadi milikku selamanya.

Shin HeeRa, kenapa kau begitu bodoh menerima perjodohan itu? Apa laki-laki itu jauh lebih baik dariku? Apa kau yakin ia bisa membahagiakanmu seperti apa yang kulakukan padamu? Meskipun kau sudah membuangku begitu saja, menyakitiku, bahkan menghianati cinta tulus yang sudah kuberikan kepadamu, aku tetap takkan menyerah. Aku yakin, di dalam lubuk hatimu yang paling dalam, kau takkan pernah melupakanku, Oh SeHun.

 

***

-BaekHyun POV-

Kini kami sudah berada di depan pendeta. Kulihat ia begitu gugup dan takut. Sedari tadi ia lebih banyak diam seakan berusaha untuk mengacuhkanku. Pernikahan ini memang murni perjodohan kedua orangtua kami. Kami dijodohkan berdasarkan pada alasan bisnis mereka. Orangtua kami memang sangat kolot, mereka bahkan tidak berfikir untuk menggunakan cara lain agar dapat melancarkan segala bentuk bisnis yang akan mereka jalani, tanpa menyakiti perasaan kami masing-masing.

Awalnya, aku memang tidak merasakan perasaan apapun terhadap perempuan disampingku ini., tapi.. setelah mengenalnya lebih jauh, kurasa mulai ada ketertarikan dari dalam diriku. Ia gadis yang manis, ia tampak keras dari luar, namun lembut di dalam. Ia terlihat kuat, tapi kurasa ia sama seperti kebanyakan gadis pada umumnya, lemah.

“Baiklah. Byun BaekHyun-ssi, ikuti kata-kata ku” Ucap pak pendeta tiba-tiba

Kata demi kata, kalimat demi kalimat pun berhasil kami ucapkan di depan pendeta dan para tamu undangan yang hadir. Mereka semua tampak berseru bahagia ketika pak pendeta mengijinkan kami untuk berciuman.

Akupun menciumnya pelan, kurasakan ia hanya diam dan tak membalas ciumanku. Karena sadar ia sama sekali tidak membalas ciumanku, aku memutuskan untuk melepaskan ciumanku lalu tersenyum kearahnya. Ia pun hanya diam tanpa ekspresi yang dapat kujelaskan.

***

-Other POV-

Setelah acara pemberkatan pernikahan, kini mereka melanjutkan acara ke sesi resepsi. Dengan tema simple dan elegan, HeeRa terlihat lebih banyak diam, namun sesekali tersenyum kearah sahabat-sahabatnya yang kini hadir ke acara pernikahannya.

“HeeRa-ya, kau tak perlu khawatir. Kurasa suamimu adalah pria yang baik” Ucap salah satu gadis bergaun biru langit

“Ne, HeeRa-ya. Ia juga sangat tampan, daaan… wajahnya terlihat sangat cute”

“Ne, aku yakin kau akan bahagia hidup satu atap dengannya”

“Memandangi senyumnya tiap pagi, membuatkannya sarapan, memakaikan dasi kerjanya, mengantarnya ke depan pintu rumah, lalu menciumnya setiap kali ia akan berangkat kerja”

Kini para perempuan itu sedang asik memuji suami HeeRa, BaekHyun. HeeRa hanya diam tersenyum dan sesekali mengangguk menyetujui ucapan para sahabatnya. Mereka semua berusaha menghibur HeeRa agar berlapang dada menerima perjodohan kolot orangtuanya.

 

***

Keesokan harinya…

Malam penuh bintang yang berkilauan pun kini sudah tergantikan oleh matahari yang siap memancarkan sinar indahnya. BaekHyun dan HeeRa terlihat sedang duduk di meja makan menikmati sarapan pertama setelah pernikahan mereka kemarin.

“Kau makanlah yang banyak” Ucap BaekHyun sambil memperhatikan HeeRa yang tengah melahap roti coklat miliknya

“Ne. Kau juga”

Mereka pun kembali menikmati sarapan dalam diam. BaekHyun sesekali memperhatikan HeeRa. Ia terlihat sangat senang melihat wajah mungil HeeRa. Ia nampak tersenyum dan sesekali juga tersenyum.

“Ada yang aneh dengan wajahku?” Tanya HeeRa karena merasa risih terus diperhatikan oleh BaekHyun

“Ani. Kau hanya terlihat sangat cantik bahkan ketika kau belum mandi sekalipun” Puji BaekHyun. Sepertinya ia berhasil membuat HeeRa senang, karena HeeRa tampak tersenyum.

“Kau bisa saja”

“Aku serius”

“Ne, gomawoyo” Jawab HeeRa sambil terus tersenyum kearah BaekHyun

Merekapun akhirnya menyelesaikan sarapan kecil mereka. Karena kemarin hari pernikahan mereka, Appa Baekhyun memberikan cuti untuk anak tunggalnya itu. BaekHyun diberi waktu untuk ‘bersenang-senang’ dengan HeeRa selama 3 hari.

***

 

 

-HeeRa POV-

Kurasa semua yang dikatakan teman-temanku waktu itu benar. BaekHyun memang laki-laki yang baik dan penuh perhatian. Ia selalu mengingatkanku untuk makan, mandi, bahkan ia tak sungkan untuk membantukku mengerjakan pekerjaan rumah. Ia selalu bersikap manis dan tersenyum tulus kepadaku, Aku semakin tak enak hati dibuatnya, akupun memutuskan untuk berusaha mencintainya walaupun kurasa itu bukanlah hal yang mudah.

“Kau ingin jalan-jalan?” Tanya BaekHyun yang kini sedang duduk menonton TV disebelahku

“Hmm.. Memang mau kemana?” Tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari layar televisi

“Terserah kau saja. Bagaimana kalau kita berbelanja ke supermarket? Membeli kebutuhan pokok yang sepertinya sudah akan habis”

“Baiklah kalau begitu”

Kamipun memutuskan untuk pergi berbelanja menghabiskan siang kami yang terasa sangat membosankan. Bagaimana tidak? Kami selalu diam dan hanya melakukan aktivitas normal seperti sebelum kami menikah. Ya, kalian mengertikan maksudku? Kami belum melakukan hubungan suami-istri paska menikah kemarin. Beruntunglah aku karena sepertinya BaekHyun menyadari bahwa aku belum siap melakukannya, bagaimanapun aku ingin melakukannya dengan cinta tanpa paksaan sekalipun. Ia pun juga tidak protes atau bahkan mengungkit-ungkit masalah ini. Hmm… Thanks God. Ya, setidaknya aku tidak perlu memutar otakku untuk memberikan alasan atau bahkan elakan.

 

***

-SeHun POV-

Siang ini, noona ku menyuruhku untuk pergi ke supermarket membeli beberapa kebutuhan pokok. Aku tidak bisa menolak permintaan noona ku, karena ya bagaimana pun dia itu noona ku meskipun ia kerap memarahiku karena kelakuanku yang terkadang membuatnya pusing.

Aku meminta kedua sahabatku, LuHan dan Kai untuk menemaniku berbelanja agar setidaknya ada orang-orang yang menhiburku dikala sedang sedih seperti ini.

“Ya, SeHun-ah, lobak ini tampak sangat segar” Jelas LuHan sambil memperlihatkan barang yang dimaksud

“Ne, masukanlah itu kedalam keranjang ini” Jawabku

“Hmm, aku ingin mengambil ramyeon dulu ya!” Seru Kai, lalu berlari kecil kearah rak ramyeon

Setelah 20 menit kami berbelanja, kami memutuskan untuk segera membayar barang belanjaan kami. Ketika kami sedang mengantri di kasir, ku lihat gadis yang sangat kuhafal di luar kepala. Gadis itu, kini sedang berjalan berdampingan bersama sesosok laki-laki dengan dandanan rapih dan menawan.

Ia tampak berbeda, ia jauh lebih cantik dan dandanannya pun sudah berubah. Dulu ketika kami berkencan, ia tak sungan menggunakan kaos dan celana jeans, tapi sekarang ia tampak jauh lebih modis. Ia menggunakan dress simple berwarna merah muda, flat shoes warna putih, tas gandeng warna coklat, serta rambutnya yang di tata rapih semakin meningkatkan aura feminimnya.

Aku terus memperhatikannya, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kini mata kami bertemu. Ia tampak kaget dan langkahnya pun terhenti ketika melihatku.

LuHan dan Kai juga sepertinya melihat gadis itu.

“Se…SeHun-ah, apa itu HeeRa?”

“Ne!” Jawabku lantang

 

-HeeRa POV-

Oh, Tuhan! Aku melihatnya. Aku melihat pria itu! Pria yang dulu sangat aku cintai, ani.. bahkan sampai saat ini. Sampai aku sudah memiliki suami, hatiku tetap tidak bisa berhenti mencintainya. Sudah kucoba beberapa kali mengacuhkannya, memintanya untuk memutuskan hubungan kami, bahkan memarahinya karena ia tak pernah mau melepaskanku walaupun ia mengetahui rencana perjodohanku.

Aku tak dapat menyembunyikan perasaan terkejutku. Mata kami menatap satu sama lain.

“Neo gwaenchanna?” Tanya BaekHyun khawatir ketika melihat wajahku yang mulai pucat

“A…ani. BaekHyun-ssi, bagaimana kalau kita pergi ke supermarket lain” Jelasku pada BaekHyun, lalu dengan segera melangkah ke arah pintu keluar.

BaekHyun tampak bingung dan terkejut melihatku, tapi ia tetap menerima pernyataanku dan mengikutiku. Sepertinya ia tahu bahwa aku sedang tidak ingin berbicara, ia pun juga tidak menuntut penjelasanku. Ia hanya diam dan sesekali melihat kearahku.

 

***

-SeHun POV-

Ckckck. Ketika ia melihatku, ia bahkan memutuskan untuk pergi. Mengacuhkanku lagi, menganggapku tidak ada, dan bahkan tak mencoba menghampiriku meskipun hanya bertegur sapa memperkenalkan suaminya. Walaupun aku tidak ingin mendengarnya menyebut pria lain sebagai suaminya, tapi aku sangat merindukannya.

Melihat ketakutannya seperti tadi, membuatku merasa yakin bahwa ia belum sepenuhnya melupakanku. Aku yakin ia masih memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Aku akan terus berusaha membawanya kembali ke dalam pelukanku. Membuatnya kembali menjadi milikku seutuhnya dan selama-lamanya.

***

-TBC-

 

YEAYYYYY kali ini aku kembali dengan FF chapter pertamaku. Rencananya sih mau bikin sampe 2 atau 3 part tapi gatau yaa gimana nantinya hehehe.

Maaf lagi kalo ada kata-kata yang kurang berkenan dihati para reader.

Saya menerima segala bentuk kritik dan saran yang membangun, mohon di comment karya saya ini. Hehehehe

Makasih juga yang udah mau luangin waktunya hanya sekedar untuk baca FF ini. KAMSAHAMNIDA, HAPPY READING, CHINGUDEUL JJJJ

Iklan

40 pemikiran pada “Turn Back (Chapter 1)

  1. Waduh sehun gentar juga nih mau rebut heera. tapi gk rela jga baek sma heera cerai. omg baek, pesonamu emang sulit dtolak. kkkk ~~

  2. klok sehunnya punya pemikiran kyak gitu jadi kevih memihak ke baekhyun

    baekhyun fighting!! buat dapetin hati heera ^^9

    keep qriting n fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s