Lacrimoso (Chapter 1)

Author                           : Keybummie

Cast                             : Kim Jong In  (Kai)

Kris  ( Wu Yi Fan)

Han Seung-Hee

Genre                           :  Romance  / Angst / Action

 

READERS .. !!! ^O^ author  Keybummie balik lagi nih …  !!!

Author seneng banget forgetting oh se hun banyak yang suka ,, dan setelah berminggu minggu mikirin tema apa buat fanfic selanjutnya , akhirnya muncul deh ff ini .. *malahcurhat*

Semoga readers suka yaaa .. cast yang author pake disini juga melalui pertimbangan yang panjang lhoooo ^^ *apadehthor*

HAPPY READING .. !!

 

L . A . C . R . I . M . O . S . O

 

Toronto , Canada  00 : 00  am

Aroma karbol masih menyengat hidungku walaupun aku sudah duduk diruangan bernuansa putih bersih ini sejak 3 jam yang lalu . Bukankah hidung adalah indera manusia yang paling cepat beradaptasi ? lalu mengapa sampai sekarang aku masih mengernyitkan hidungku menahan bau karbol ini ? pada akhirnya aku berpersepsi bahwa sang petugas cleaning service pasti menggunakan berbotol – botol karbol demi mempertahankan agar ruangan ini selalu dalam keadaan steril . Kupandangi sekitarku dan menyadari bahwa perabotan di ruangan ini hanyalah sebuah meja dan dua buah kursi yang salah satunya sedang kududuki sekarang . Lantai keramik putih dibawahku bersinar terang memantulkan cahaya berpuluh puluh lampu yang menyala tepat diatas kepalaku . Mungkin bagi orang lain tempat ini seperti tempat untuk menginterogasi seorang terdakwa sebelum dia dibawa ke pengadilan . Namun untukku , tempat ini istimewa .

Krriieeeeettt …

Pintu berwarna putih terang terbuka lebar dibelakangku , dan derap langkah sepatu boot buatan italia terdengar semakin lama semakin jelas . Aku sengaja tidak memalingkan wajahku untuk menatap sang pemilik sepatu , karena aku pasti sudah tau siapa orangnya .

Bonsoir , monsieur Yi Fan “ Suara berat seorang pria dengan aksen Perancis yang kental menyapa telingaku . Kutatap matanya sambil mengangkat sebelah alisku .

est-ce correct si nous utilisons le francais ? (apakah tidak masalah menggunakan bahasa perancis disini ?)”

Pria itu tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaanku sambil menarik kursi didepanku dan duduk dengan tenang .

“Ada yang salah ? aku ini orang Perancis !! .. kedatanganmu kesini membuatku senang karena akhirnya ada orang yang bisa kuajak bicara memakai bahasa perancis .” Pria itu kini menyalakan cerutunya dan menghisapnya perlahan .

“iya , tapi orang orang diluar sana pasti tidak suka mendengar kita tidak memakai bahasa Canada”

Aku tersenyum kecut sambil melemparkan daguku kearah luar ruangan ini .

“Diruangan ini tidak ada CCTV monsieur Yi Fan ” Pria itu melebarkan tangannya dan menatapku dengan tatapan seduktif .

Aku mengangkat salah satu ujung bibirku dan mencodongkan tubuhku kearahnya .

“Kurasa, menyembunyikan CCTV di balik kertas dinding sudah ketinggalan jaman , dan marilah kita gunakan bahasa Canada yang benar agar para staff-mu bisa melihat apa yang kita lakukan melalui monitor yang berada tepat dibalik dinding ruangan ini .” Aku kembali menyandarkan tubuhku .

Pria itu kembali tertawa keras sambil sesekali menggebrak meja didepannya .

“Aku memang tidak pernah salah telah merekrutmu Mistar Yi Fan .

Aku tersenyum karena kini ia memanggilku Mistar , bahasa Kanada dari Tuan . Sejujurnya , aku lebih nyaman berbincang-bincang dengan bahasa Kanada , bahasa yang sudah lihai kupakai sejak kecil .

“Langsung saja katakan , target  apalagi yang harus kulakukan sekarang , Mr. Blanchett “

Pria yang bernama Mr. Blanchett itu kini bangkit berdiri dan menyodorkan sebuah map padaku . aku terkejut menyadari bahwa sedari tadi ternyata dia membawa sebuah map .

Map? Ini aneh . Biasanya dia memberitahuku tentang target-ku selanjutnya dengan menggunakan video atau dalam bentuk file . Bukannya memanggilku jauh-jauh dari Cina dan menyodoriku sebuah map . target kali ini pasti berbeda ..

Kubuka map itu , dan kubaca beberapa dokumen di dalamnya . Dahiku agak sedikit berkerut membaca kalimat per kalimat didalam dokumen itu .

“Seorang pemilik perusahaan otomotif terkenal di korea bernama Han Ki-Moon 2 hari yang lalu ditemukan meninggal dunia di mobil pribadinya. Kemungkinan besar dia tertembak tepat di kepalanya ketika sedang menyetir mobil untuk menjemput putri satu satunya yang berumur 20 tahun.”

Seolah menjawab pertanyaan yang bermunculan di kepalaku , Mr. Blanchett kini menghisap cerutunya , lalu kembali menatapku.

“Pelakunya adalah salah seorang Snipper kami .” Dia melanjutkan perkataanya .

“Yeah , Chen tidak pernah meleset dalam menembakkan pelurunya .” Aku sedikit mengangkat pundakku .

Mr.Blanchett kini tersenyum puas melihat kemampuanku dalam menebak isi pikirannya . Chen memang salah satu snipper terbaik yang dimiliki oleh Mr.Blanchett , jika yang menjadi target pembunuhannya adalah salah satu pesaing perusahaannya di bidang otomotif , maka dia pasti memakai yang terbaik dari yang terbaik .

“Lalu apa yang harus kulakukan ?” Aku membalik kertas dokumen di tanganku , dan menemukan foto seorang gadis , seorang gadis memakai hanbok serba hitam dan memegang foto sebuah pria , lengkap dengan rombongan pelayat dibelakangnya . Wajahnya nampak sayu, namun tak ada air mata . Rambut cokelat bergelombang tergerai sampai ke sikunya .

“Foto yang sedang kau lihat itu adalah foto dari putri tunggal Han Ki-Moon, bernama Han Seung-Hee, Usia nya kini 20 tahun dan diketahui sedang mengemban pendidikan di Tokyo University. Foto itu diambil tadi siang , saat upacara pemakaman ayahnya . Ibunya sudah terlebih dahulu meninggal 4 tahun yang lalu dalam kecelakaan tragis .” Mr.Blanchett kini mencondongkan tubuhnya kearahku . Membuatku menyipitkan mata dan berusaha mencerna perkataanya .

“Bunuh gadis itu . waktumu 6 bulan dari sekarang .”

Aku mengangkat sebelah alisku . membunuh ? kukira membunuh ayahnya saja sudah cukup . sekarang putrinya ? aku tau ini diluar kebiasaanku , namun aku tidak bisa menahan rasa penasaran didalam dadaku .

“Kenapa aku harus membunuhnya ?”

Mr.Blanchett terkejut mendapati aku sedang bertanya sebuah alasan kenapa aku harus membunuh target yang sudah diperintahkan padaku .

“8 bulan lagi surat warisan Han Ki-Moon dikeluarkan oleh pengadilan. Di dalam surat itu dituliskan bahwa Han Seung-Hee adalah pewaris tunggal perusahaan nya, dan jika sang pewaris tunggal tidak berada di tempat, maka perusahaan milik Han Ki-Moon akan dilelang bebas . Itu adalah kesempatan emas bagiku untuk membeli seluruh saham perusahaanya .”

Penjelasan Mr.Blanchett masuk dengan jelas di kepalaku . Aku memasukkan map itu kedalam tas pribadiku , mengisyaratkan kepada Mr.Blanchett bahwa aku menerima pekerjaan ini . Apa susahnya membunuh seorang gadis ? aku sudah lihai dalam melaksanakan tugasku , bahkan melebihi Chen .

“Ingat , waktumu hanya 6 bulan terhitung dari sekarang . Temukan dia , lalu habisi .” Mr.Blanchett beranjak berdiri dari kursinya . Tepat ketika tangannya menyetuh gagang pintu, dia membalikkan tubuhnya untuk menatapku .

“Paspor, visa dan KTP milikmu juga sudah diperbaharui menjadi Kevin Li . Monsieur Yi Fan, mulai saat ini kau memakai kode nama baru . Kris . Itulah kode namamu . Ingat baik baik .”

“Kris ..” aku mengulang kode nama baruku .

Mr.Blanchett mengangguk lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan .

 

L . A . C . R . I . M . O . S . O

 

Seoul , South Korea  11:20  KST

 

“Kasihan sekali dia , kini sudah tidak mempunyai orang tua lagi .. kudengar ibunya sudah meninggal dunia ya ? astaga .. bahkan usianya belum genap 20 tahun …”

“entah bagaimana kehidupan nya setelah ini .. aigoo …

Aku memejamkan mataku mendengar obrolan segerombolan ahjumma-ahjumma yang kuketahui adalah istri dari rekan kerja ayahku . Kudongakkan kepalaku , menatap foto ayahku yang terpajang diatas sebuah peti mati lengkap dengan berbagai bunga tanda belasungkawa di kanan dan kirinya . Aku berlutut di samping peti ayahku, menyaksikan orang orang datang memberi penghormatan terakhir kepada Ayahku dan mengangguk singkat ketika mereka menepuk nepuk pundakku , dan membisikkan kata kata yang menguatkan hatiku. Entah apa yang kurasakan , namun air mataku tidak turun sejak Tuan Lee , orang kepercayaan ayahku mengabarkan berita duka ini kepadaku . Dari dulu aku sudah tau bahwa aku tidak aman , aku tahu bahwa setiap saat pasti Ayahku akan meninggalkanku .. sama seperti ibuku 4 tahun yang lalu . Hanya ada rasa sesak yang memenuhi relung hatiku , rasa sesak karena aku tidak bisa lagi melihat ayahku, tidak bisa merasakan lembut tangannya di kepalaku , kini tidak ada lagi orang yang menelfonku ketika aku sedang di Jepang , dan kini tentu saja aku hanya tinggal seorang diri . Ayah adalah segalanya untukku , dan aku tahu beliau pasti tidak akan senang melihat putri kesayangannya menangis meraung raung menatapi kepergiannya . Ya , aku memang sudah tau bahwa hal ini pasti akan terjadi .

“Nona , sudah waktunya pemakaman .”

Suara lembut seorang pria menyapa telingaku . Tuan Lee lalu membantuku berdiri, dan memapahku mendekati peti ayahku .

“Nona, mungkin anda ingin melihat wajah Tuan Besar untuk terakhir kalinya .” Suara Tuan Lee sedikit tercekat ketika menuntun tanganku untuk membuka peti ayahku .

Aku menggeleng pelan .

“Tuan Lee , siapakah orang yang sudah tega menembak mati ayahku ?” Aku menyingkirkan tanganku dari pinggiran peti ayahku .

“Nona, kasus ini masih dalam penyidikkan . Saya berjanji akan melakukan yang terbaik , saya berjanji nona .” Tuan Lee berkata pelan namun terdengar mantab di telingaku .

“Tuan Lee ,, Ayah , dia segalanya bagiku . mulai sekarang , aku akan hidup sendirian ..” Tuan Lee menitikkan air matanya mendengar perkataanku .

“Tidak Nona .. anda tidak akan sendirian . Saya sudah berjanji untuk menjaga keluarga Han , termasuk menjaga anda nona ..”

Aku tersentuh mendengar perkataan Tuan Lee . Ya , dia memang sudah bertahun tahun menjadi tangan kanan ayahku, walaupun umurnya jauh lebih tua daripada ayahku sendiri . Aku sudah menganggapnya sebagai ayah keduaku , namun tetap saja , semuanya terasa berbeda ketika ayah kandungmu pergi selamanya , dengan cara yang tragis .

Aku mengangguk pelan, berusaha menyemangati diriku sendiri walaupun susah rasanya . Aku dan Tuan Lee menyingkir dari depan peti ayahku ketika beberapa orang petugas mulai mengangkat peti ayahku . Salah seorang dari mereka memberikan foto ayahku kepadaku, dan kusadari tanganku gemetar ketika menerimanya .

Ayah , apakah kau tahu .. setelah kau pergi , mungkin aku harus berjuang sendirian melawan kerasnya dunia .. bahkan aku harus berusaha keras untuk membedakan mana cinta yang akan menyelamatkanku dan mana cinta yang akan membunuhku …

L . A . C . R . I . M . O . S . O

 

Osaka , Japan 2:30 pm

Shinkansen yang membawaku dari Tokyo berhenti tepat pukul 2:30 sore di stasiun Shin-Osaka. Aku berjalan keluar kereta sembari mengedarkan pandangan kesekelilingku .

Dia pasti ada disini …

Aku mendengus pelan ketika sosok yang kucari tidak kutemukan . Setelah melewati pintu pengecekan , kusandarkan tubuhku di tiang dekat telefon umum . Kurogoh ponselku , menunggu perintah selanjutnya tentang apa yang harus kulakukan setibanya di stasiun Shin-Osaka Jepang . Tidak perlu waktu lama bagiku, karena 20 detik berikutnya ponselku berdering .

Kon’nichiwa ? (halo ?) ” Aku menjawab ponselku sambil tetap mengedarkan pandanganku ke seantero stasiun . Tidak boleh ada orang yang menyadari bahwa aku sedang menerima instruksi tentang tugas-ku selanjutnya .

Kita genkan, toire, dai 3 no chanba “

KLIK !

Sambungan telefon terputus begitu saja setelah instruksiku disampaikan dengan begitu singkat . Aku memasukkan ponselku ke dalam saku, dan mulai berjalan ke arah utara , sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadaku beberapa detik yang lalu .

Pintu utara , toilet , bilik ketiga .

Begitulah bunyi instruksi tadi . Aku tersenyum licik begitu kulihat pintu toilet utara tepat beberapa meter didepanku . Aku memasuki toilet , tersenyum senang karena ternyata tidak ada siapa siapa di dalam . Toilet ini kosong, memudahkanku untuk menjalankan misi ini.

Kudorong pintu toilet bilik ketiga , dan kuputuskan untuk duduk didalam dan menunggu perintah selanjutnya . Ponselku kembali berdering , kali ini pesan singkat yang masuk .

From                 : xxx

Migi no ashi no shita de seramik-kusu .

 

Aku mengangkat sebelah alisku setelah membaca isi pesan singkat itu . keramik tepat dibawah kakiku ? pintar sekali mereka menyembunyikan petunjuk untukku . Aku mengangkat sebelah kakiku , lalu mengeluarkan sebuah pistol dan peredam suara dari saku jaketku .

Dorr ! dorr ! dorr !

Aku menarik pelatuk pistol sebanyak 3 kali , memastikan bahwa keramik lantai toilet di bawahku sudah cukup mudah untuk dijebol . Benar saja , hanya dengan sekali injak , keramik itu hancur . Mataku melihat sebuah iPad yang diletakkan tepat dibawahnya . Kujulurkan tanganku meraih iPad itu . 5 detik kemudian , iPad itu menyala dan menampilkan sebuah dokumen. Dokumen tentang misi yang akan kujalankan terhitung hari ini . Terhitung sejak sebuah fax masuk kedalam kamar hotelku di Tokyo , fax yang berasal dari seseorang tempat dimana aku bekerja selama ini , tempatku bernaung dan menunjukkan keprofesionalisasi-ku sebagai seorang agen . fax yang menyatakan , bahwa ada seseorang yang harus kubunuh.  Sekali  lagi , aku akan membunuh orang . membunuh orang demi mempertahankan pekerjaanku .

Aku menyipitkan mata membaca sebuah dokumen yang terpampang jelas di layar iPad itu .

 

Name                                        : Han Seung-Hee

Age                                          : 20 years old

Nationality                                 : Korean

Last place detected                                : Seoul , South Korea .

Time estimate                           : 6 months from now .

 

Dear Agent Kai , this iPad will explode 30 seconds after you read the message .

 

Aku menjatuhkan iPad itu tepat pada waktunya , karena beberapa detik selanjutnya iPad itu meledak pelan dan mengeluarkan asap tipis .  Aku diam sejenak , merekam informasi tentang target misiku kedalam otakku . Setelah yakin , aku melangkahkan kakiku keluar toilet . Aku merapatkan topi hitam yang sedari tadi terpasang di kepalaku . Entah mengapa , setelah menerima informasi tadi , aku merasa bahwa sejak detik ini aku harus bekerja dalam penuh kerahasiaan . Ini memang kebiasaanku , aku tidak mau pekerjaanku diketahui banyak orang , walaupun sebenernya memang tidak akan ada orang yang tahu tentang pekerjaan ini kecuali orang yang seprofesi denganku , orang yang satu perusahaan denganku .

Ponselku berdering , kulihat layarnya dan kuangkat sebelah alisku melihat nama yang terpampang disana . Ya , orang yang seprofesi denganku .

Kon’nichiwa ? ” Aku mengangkat telfon tanpa menghentikan langkahku .

“Oh, ayolah ! jangan pakai bahasa jepang ! ingat kampung halamanmu Kai !” Suara seorang pria dengan nada kekanak kanakan menyapa telingaku . Astaga , bagaimana dia bisa membunuh orang dengan suara kekanak kanakan begitu ?

“Aku akan terbang ke korea malam nanti , BaekHyun-ah .” Langkahku kini berhenti didepan loket tiket Shinkansen . Kuputuskan untuk kembali ke Tokyo sesegera mungkin , supaya bisa mendapat pesawat ke Korea malam nanti .

“kau sudah mendapat informasinya ?” Baek-Hyun bertanya padaku .

“Eo .” Aku menjawab singkat sambil mengangkat telunjukku kearah petugas tiket , mengisyaratkan bahwa aku ingin membeli satu tiket ke Tokyo .

“Good Luck . kalau butuh bantuan , kau bisa menghubungiku .”

Aku tersenyum mendengar tawaran Baek Hyun .

“Gomawo-yo , hajiman .. aku tidak akan pernah membutuhkan bantuan dari orang lain .”

Aku berkata mantab , dan kudengar dengusan keras Baek Hyun dari seberang sana .

“Terserah kau saja , good luck Kai .”

Tut .. tut .. tut ..

Telefon Baek-Hyun terputus, aku tahu dia sebal dengan sikapku yang sok , tapi tetap saja dia peduli padaku—teman baiknya .

Aku menghadapi sang petugas tiket yang sudah siap untuk menulis data tentang pesanan tiketku .

Kim Jong In-ru so shoki nikawatte Tokyo ni ichi mai no chiketto, de. ( 1 tiket ke tokyo atas nama Kim Jong In .) ”

 

­­-to be continued-

 

L . A . C . R . I . M . O . S . O

 

Readeeeeers XD .. !!

Eotte ? eotte ? jelek kah ? bagus kah ? awawawawawa XD .. author butuh waktu lama lhoooo buat nentuin mau make Kris sm Kai .. abisnya mereka berdua aura auranya paling cocok sama karakter di fanfic ini … hoahahhaha *apadehthor*

Ditunggu commentnya yaaaa supaya author bisa lebih baek kedepan nyaaaa

Gamshaaaaaa ^o^ *bowbarengKrisKai*

Iklan

31 pemikiran pada “Lacrimoso (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s