Way Back Into Love (Chapter 1)

Title                : Way Back Into Love

Author            : Lee Soon Hi (@HappinessLee_ )

Main Cast       : Yoon Eun Hee

Huang Zi Tao as Huang Zi Tao

Oh Se Hun as Oh Se Hun

Other Cast      : Kang Min Ji

Byun Baek Hyun as Yoon Baek Hyun

Kim Joon Myun as Yoon Joon Myun aka Su Ho

Xi Lu Han as Xi Lu Han

Kim Jong In as Kim Jong In aka Kai

Genre              : Romance, Friendship, Family

Rating             : Teen

 

Annyeong :D. Ini FF pertamaku yang berani ku-publish. Maaf klo ceritanya gaje, aneh, atau apalah… hehehe. Tolong RCL ya 😀 karena ini bisa bantu author juga. Thanks. Selamat membaca 😛

***

– Eun Hee  POV –

 

“Sial! Aku sudah telat,” gumamku sambil berlari.

 

Berlari malam-malam begini dengan membawa tas ransel sekolah sangat melelahkan. Apa lagi aku samasekali belum pulang dan makan malam. Perut yang kosong ini kubawa sambil lari.

 

Aku berhenti berlari ketika aku telah sampai tujuan. Sebuah gedung kecil bergaya minimalis dengan papan bertuliskan “Art Center” terpampang besar di sana. Tanpa pikir panjang lagi, aku segera masuk dan disambut oleh 2 orang satpam yang sedang berjaga. Aku mendekat ke arah mereka berdua dan bertanya.

“Permisi, Ahjussi. Ruang dance sebelah mana, ya?” tanyaku sopan.

 

“Ruang dance ada di lantai 3, ruang nomor 4” jawab salah satu satpam.

 

“Ne, gamsahamnida,” kataku sambil membungkuk.

 

Tanpa banyak bicara lagi, aku segera masuk ke dalam lift dan memencet tombolnya tergesa-gesa. Pintu lift menutup. Aku sangat tegang berada di dalam lift. Bukan karena aku phobia tempat sempit /claustrophobia, tetapi lebih pada kegelisahanku akan kegiatanku setelah ini.

 

Hari ini merupakan hari pertamaku mengikuti kelas dance khusus cowok. Sebelumnya aku sudah pernah mengikuti kelas dance tetapi lebih cenderung dance cewek selama hampir 8 tahun. Waktu yang cukup lama bagiku. Aku pun melirik jam tanganku dan terkejut. Aku sudah hampir telat setengah jam.

 

“Aiiih~ nan jeongmal baboya,” aku mengutuk diriku sendiri sambil memukul kepalaku, meringis sendiri karena ternyata sakit.

 

Pintu lift terbuka. Aku segera keluar dan mencari ruang dance. Lantai 3 ternyata sangat sepi. Sayup-sayup aku mendengar suara dentuman musik dari arah sebelah kanan lift. Dengan secepat kilat aku berlari ke arahnya dan berhenti tepat di depan pintu lalu tersenyum penuh kemenangan.

 

“Ruang dance,”

 

***

– Author  POV –

 

Seorang namja yang sedang duduk di dekat pintu rupanya tidak mendengar suara ketukan itu. Ia terlalu asyik memperhatikan temannya yang sedang menari dan menikmati lagu tersebut. Tetapi beberapa saat kemudian ia seperti mendengar suara ketukan. Ia sedikit ragu sehingga ia memanggil temannya.

 

“Ya! Min Seok-a! Apa kau dengar sesuatu?” tanya namja itu sedikit teriak.

Namja yang dipanggil Min Seok itu segera memukul kepala temannya itu. Ia menatap temannya itu dengan tatapan sangar.

 

“Ya! Jangan memanggilku seperti itu, EunHyuk Hyung. Panggil aku Xiu Min, dong,” katanya mengoreksi.

 

“Kau tidak sopan, Min Seok. Aku lebih tua darimu tahu,” kata Eun Hyuk, ia memonyongkan bibirnya dan mengelus-elus kepalanya yang tadi dijitak Min Seok. Min Seok hanya memandang datar lalu kembali fokus pada pemandangan di depannya.

 

“Min Seok-a, sepertinya aku mendengar ada orang di luar. Apa sebaiknya kubuka?” tanya EunHyuk dengan ekspresi bingung.

 

“Kalau kau memanggilku sekali lagi dengan nama itu akan kupukul lagi,” ancam Min Seok. “Kalau kau penasaran buka saja,” kata Min Seok.

 

Dengan wajah bingung, EunHyuk berjalan ke arah pintu dan dengan hati-hati ia membuka pintu. Betapa terkejutnya Eun Hyuk ketika yang berdiri di depannya adalah seorang yeoja yang meringis polos (?) padanya. Karena tidak ada respon dari namja di depannya, yeoja itu pun bersuara.

 

“Annyeonghaseyo,” sapanya sambil membungkuk hormat. “Kenalkan, Yoon Eun Hee imnida,” ia tersenyum ramah pada namja di depannya.

 

“Oh, annyeong,” Eun Hyuk balas membungkuk. “Apa kau tadi yang mengetuk pintu?” tanya Eun Hyuk.

“Ne,” jawab Eun Hee masih sambil tersenyum.

 

“Eh, ayo silahkan masuk,” Eun Hyuk yang masih bingung akhirnya mempersilahkan yeoja itu masuk.

 

Pemandangan pertama yang dilihat Eun Hee ketika memasuki ruangan itu adalah beberapa cowok remaja yang melakukan aksi freeze. Semua yang ada di depannya melihatnya dengan pandangan heran. Eun Hee hanya ‘meringis ria’ melihat mereka semua.

 

“Ah, Eun Hee-ya sudah sampai, ya? Kau terlambat,” tiba-tiba seorang namja yang muncul entah darimana memecah kesunyian.

 

Eun Hee membungkuk hormat pada namja itu yang kemudian ikut membungkuk hormat. Eun Hee menghampiri namja itu dan berbisik.

 

“Maaf, Lay oppa, aku terlambat,” kata Eun Hee sedikit merasa bersalah.

 

“Ah, gwaenchana, Eun Hee-ya. Mari kita latihan,” ajak Lay.

***

 – Se Hun POV –

 

“Wah, keren sekali gadis itu,” batin Se Hun. Ia tak bisa menutupi kekagumannya pada gadis yang saat ini sedang menunjukkan bakat dance-nya. Gadis itu sedang menari dengan Lay dan Eun Hyuk Hyung mengikuti irama musik “2PM – Hands Up”.

 

“Se Hun-a, Eun Hee keren, ya. Jarang aku lihat ada yeoja yang bisa menari cowok dengan baik sepertinya,” tiba-tiba suara Chan Yeol Hyung mengagetkanku.

 

Aku hanya mengangguk, masih memperhatikan yeoja itu menari. Mungkin orang yang tak tahu akan mengira ia adalah seorang namja karena selain gerakannya yang lincah ia juga suka memakai celana training, topi, dan hoodie. Aku yang sedari tadi mengamatinya jadi tersenyum sendiri. Entah karena apa aku bisa tersenyum-senyum sendiri hingga membuat Chan Yeol Hyung yang ada di sebelahku menatapku heran sekaligus ngeri.

 

“Ya! Se Hun-a, kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya Chan Yeol Hyung takut.

Aku tak menjawabnya dan hanya diam. Chan Yeol Hyung hanya bergumam tak jelas.

 

Sudah hampir satu setengah jam sejak yeoja itu bergabung dengan kami untuk latihan. Ia duduk di lantai, menyeka keringatnya, dan mendengarkan para hyung mengobrol seru. Sedangkan aku sedari tadi hanya diam saja. Hari ini aku hanya beberapa kali latihan.

 

“Semuanya, ayo kita pulang. Tapi sebelum itu mari kita bersih-bersih badan dulu. Gaja!” ajak Eun Hyuk hyung bangkit dari duduknya. “Eun Hee, hari pertamamu kau sudah berlatih dengan keras. Eun Hee, fighting!” aku melihat Eun Hyuk hyung menyemangati Eun Hee yang tertawa. Beberapa orang juga ikut menyemangati dan keluar untuk pulang.

 

Aku juga bangkit dari dudukku tetapi bukan untuk mengikuti para hyung ku melainkan menghampiri Eun Hee yang masih kelelahan.

 

“Annyeong,” sapaku.

 

“Eh?” kentara sekali ia kaget dengan kehadiranku. Aku segera duduk di sebelahnya, menyodorkan sebuah handuk bersih dan air putih untuknya.

 

“Gomawoyo, ehm… ” ia menerimanya sambil memandangku.

 

“Oh Se Hun imnida,” aku mengenalkan diri. Dia ber’oh’ ria. “Aku sudah tahu namamu kok,” kataku ketika ia akan mengenalkan namanya.

 

“Oh begitu ^.^” dia tersenyum manis sekali. Wuaaaaa imutnya~, batinku. Hampir saja jantungku copot.

 

“Se Hun-ssi, aku harus memanggilmu apa?” tanyanya tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

 

“Mworago? Oh, mungkin oppa?” jawabku ragu. Jelas saja aku tak tahu dia lebih muda, lebih tua, atau seumuran.

 

“Aku lahir di akhir tahun 1994. Kau?” tanyanya menyelidik.

Bingo! Ternyata dia lebih muda daripada aku, walau beberapa bulan saja sih hehe. Wajahku yang sebelumnya ragu berubah menjadi ceria.

 

“Kalau begitu panggil aku oppa. Se Hun Oppa,” kataku bangga. Dia tertawa.

 

“Sepertinya kau senang sekali, oppa,” ia melempar handuk yang dipakainya tadi padaku. Kami tertawa bersama.

 

“Kau jorok sekali,” sindirku sambil menjulurkan lidah.

 

Aku mulai berpikir. Apakah aku mulai menyukainya? Apakah aku mulai tertarik pada yeoja ini? Mungkinkah aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Ah~ aku menepis semua pertanyaan itu dari kepalaku. Aku ingin menikmati saat-saat aku mulai mengenal seseorang yang mengubah hidupku.

***

– Author’s POV –

Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Eun Hee berjalan pelan keluar dari gedung “Art Center” itu. Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Sudah pukul 8 rupanya. Karena malas naik bis ke rumah, akhirnya ia memutuskan untuk menelepon seseorang.

 

“Yeoboseyo?”

 

“Yeoboseyo. Waeyo?” tanya orang di seberang sana.

 

“Bisakah kau menjemputku. Hari ini aku lelah sekali,” jawabnya manja. Ia juga memasang wajah melas walau orang yang ada di seberang sana tidak melihatnya.

 

“Bisa. Kau dimana?” tanya orang di seberang telfon.

 

“Di depan Art Center. Jangan lama-lama,” jawab Eun Hee.

 

Eun Hee menunggu jemputannya sendiri. Ia setengah melamun. Suara dan lalu lalang mobil serta orang di sekitarnya tak diperhatikan. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.

 

“Oh sesang!” Eun Hee terkaget-kaget.

 

“Ehehehe aku mengagetkanmu, ya?” tanya Se Hun sambil tersenyum. Ia berdiri di samping Eun Hee.

 

“Menunggu jemputan?” tanya Eun Hee pada Se Hun ketika ia telah tenang.

 

“Ne. Neo?” sebenarnya Se Hun berbohong. Ia tak menunggu jemputan. Ia hanya ingin menemani Eun Hee.

 

“Nado,”

 

Mereka berdiri dalam diam, tak saling mengobrol. Se Hun bingung mau memilih topik apa yang ingin dibicarakan. Sesekali ia melirik Eun Hee yang rupanya sedang mendengarkan mp3. Se Hun memperhatikan jika Eun Hee sangat menyukai musik.

 

“Eun Hee, kau sangat suka musik, ya?” tanya Se Hun penasaran.

 

“Ah iya. Aku paling suka lagu hip hop, pop, dan ballad. Se Hun Oppa?” tanyanya sambil tersenyum. Jujur saja setiap Eun Hee memanggil Se Hun dengan ‘Se Hun Oppa’, jantung Se Hun rasanya ingin keluar saja.

 

“Hampir sama,” jawab Se Hun.

 

I lost my mind

Neoreul cheoeum mannasseulddae
Neo hanabbaego modeungeotseun get in slow motion
Naegae malhaejweo egae sarangiramyeon

 

Tiba-tiba ponsel Eun Hee berbunyi. Ia mengangkatnya dengan wajah setengah kesal, berbeda dengan ekspresinya barusan.

 

“Ya! Oppa kenapa kau lama sekali?” ia menaikkan suaranya.

“Kalau kau tak datang dalam waktu 5 menit, ku pastikan kau akan berakhir,” tambahnya. Ia kemudian menutup panggilan itu. Masih memasang wajah sebal.

 

“Siapa barusan?” tanya Se Hun hati-hati setelah melihat ekspresi Eun Hee yang kesal tadi.

 

“Orang yang menyebalkan,” jawabnya singkat. Tetapi detik selanjutnya ia memberi Se Hun senyuman manis.

 

5 menit kemudian ada sebuah mobil sedan hitam yang menepi ke arah mereka. Kaca mobilpun terbuka. Rupanya di dalam mobil itu ada namja, yang mengendarai mobil. Namja itu sempat tersenyum pada Se Hun. Namja itu menyuruh Eun Hee untuk segera masuk.

 

“Se Hun Oppa, aku duluan, ya?” ia masuk ke mobil, memasang safety belt, dan melambaikan tangannya pada Se Hun.

 

“Hati-hati, ya, Eun Hee,” balas Se Hun.

 

Kaca mobil itu tertutup kembali. Mobil itu melaju sedang, meninggalkan Se Hun yang berdiri diam masih dengan tangannya yang melambai lemas.  Siapa namja yang dipanggil oppa itu? Apa itu namjachingu-nya Eun Hee? Pikir Se Hun. Ia lalu berjalan pulang, mencoba menghilangkan pikiran buruknya itu. Ia akan menanyakannya nanti pada Eun Hee jika mereka bertemu lagi.

***

– Eun Hee’s POV –

 

“Se Hun Oppa, aku duluan, ya?” kataku berpamitan. Aku mengencangkan safe belt-ku dan melambaikan tangan padanya.

 

“Hati-hati, ya, Eun Hee,” balas Se Hun. Ia melambaikan tangannya padaku. Oppaku kemudian menutup kaca mobil dan menjalankan mobil pulang ke rumah.

 

“Baek Hyun Oppa, kenapa kau lama sekali menjemputku?” tanyaku sedikit sebal padanya. Ia tidak langsung menjawab, melainkan berkaca pada spion mobil.

 

“Ya, neo! Apa kau masih berharap ada agen pencari bakat yang mencarimu untuk casting CF?” tanyaku sinis.

“Seenaknya saja. Tentu saja banyak yang menawariku main CF, tetapi sesuai pesan appa, aku menolaknya,” jawab Baek Hyun oppa bangga.

 

Yoon Baek Hyun, atau yang biasa dipanggil Baek Hyun atau lebih sering dipanggil Bacon itu adalah kakak keduaku. Usianya sekarang hampir 20 tahun. Dia orangnya menyenangkan tetapi kalau sudah menjahiliku jadi menyebalkan. Sebagai kakak laki-laki sudah tugasnya menjaga sekaligus mengantar jemputku.

 

Baek Hyun oppa menurunkanku di depan gedung apartemen, rumah kami. Ia akan memarkir dahulu mobilnya di tempat parkir. Dengan badan yang lelah sekaligus bau ini aku berjalan menaiki tangga ke lantai dua gedung apartemen yang cukup elite di daerah Seoul ini. Setelah sampai di rumah, aku langsung di sambut kakak pertamaku, Yoon Joon Myun. Ia memakai celemek, itu berarti ia baru selesai memasak makan malam.

 

“Ah, Eun Hee sudah pulang. Mana Baek Hyun?” sambut Joon Myun oppa, melepas celemeknya dan duduk di kursi bersiap-siap makan.

 

“Baek Hyun oppa sedang memarkir mobil,” kataku sambil lalu berjalan ke kamar.

 

“Makanlah dulu, baru mandi,” saran Joon Myun oppa.

 

“Ani. Mau mandi dulu,” tolakku dari dalam kamar.

 

 

TBC

Gimana FF-nya??? Kepanjangan? Kependekan? Terlalu gaje? Hehehe… RCL ya. Komen-komen gitu hehe…

Iklan

29 pemikiran pada “Way Back Into Love (Chapter 1)

    • haha… udah author kirim kok 😀 tinggal tunggu publish.
      Ne, gomawo. reader juga jgn bosen2 ikutin Ff gaje ini ya 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s