Don’t You Remember Me? (Chapter 2)

  • Title : Don’t You Remember Me?
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Romance, Angst, and School life
  • Cast :

–       Kim Joon Myun (EXO-K)

–       Kim Hyeri

–      Byun Baek Hyun (EXO-K)

  • Other Cast: You can find it by yourself
  • Length : Chapter

 

NB: Annyeonghaseyo! Author balik lagi nih dengan membawa chapter ke-2 \(´▽`)/ Ayo pasti bnyak yang penasaran kan? *narsis* kekeke~ Oh ya ada sedikit perubahan dsini, awalnya kan aku bilang member EXO itu seumuran semua. Tapi karena di part awal aku kelupaan, jadinya ada yang manggil ‘hyung’. Yauda d tanpa bnyak bcara lagi yoo check this out! Happy reading and don’t forget to leave a comment, arrachi? ^^

AUTHOR’S POV

 

“Suho, neo Kim Hyeri molla? (Suho, kau tak mengenali Kim Hyeri?)” ujar Kyungsoo sambil membulatkan matanya lebar.

“Ey, nongdamhajima. (Jangan bercanda)” Kini Kai yang berkata

“Kim Hyeri? Geugemonde?(Apa itu?)” Joonmyun berkata dengan santainya tanpa tahu ia telah melukai perasaan Hyeri.

“Kim Joonmyun ..” panggil gadis itu tak percaya.

“Yak, Joonmyun~ah. Lalu kau ingat dengan mereka?” tunjuk Tae Hee kepada teman-teman Joonmyun.

Eonni-ga, kau bercanda? Tentu saja aku mengenal mereka.” sahut Joonmyun cepat

“Kalau begitu sebut namaku.” ujar Kai

“Kim Jongin.”

“Lalu aku? Siapa namaku?” kini Chanyeol dan Sehun bertanya

“Aish kalian gila? Yak tentu saja kau Park Chanyeol dan kau itu Oh Sehun.”

“Kau ingat aku? Sebut namaku.”

“Do Kyungsoo. Hey, berhentilah bercanda seperti ini.” ujar Joonmyun kesal karena merasa diinterogasi terus-menerus.

“Lalu gadis yang disana.. Kim Hyeri, kau tak mengenalnya?” tanya Baekhyun

 

Joonmyun melemparkan tatapan tak sukanya pada gadis itu. Ia berpikir keras, siapa gadis itu sebenarnya sampai teman dan juga kakaknya berusaha keras memaksa nya untuk mengenal gadis itu. Joonmyun bingung, apa sangkut pautnya gadis itu dengannya? Bahkan ia merasa tidak pernah mengenal nama gadis itu sama sekali.

 

Kini Hyeri hanya bisa tersenyum sambil berharap kalau Joonmyun bisa mengenalnya dan menghentikan candaan konyol seperti ini. Sungguh, gadis itu tidak tahan dengan akting berpura-pura namja itu. Benar-benar membuatnya naik darah.

“Haruskah aku mengenalnya?” kata Joonmyun dan lagi-lagi membuat gadis itu terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Baekhyun~ah, yeojachingu ingga? (Baekhyun~ah, apa dia pacarmu?)” Joonmyun bertanya sambil menatap Baekhyun yang sama diamnya seperti Hyeri. Hyeri pun tak percaya mendengar kalimat itu dengan mudahnya keluar dari mulut Joonmyun. Apa kali ini ia serius? Kekasih Baekhyun? Bahkan, Joonmyun tak menganggapnya sebagai kekasih-nya sendiri melainkan dengan santainya berkata kalau itu kekasih Baekhyun.

 

Tae Hee yang tidak tahan dengan sikap adiknya itu pun langsung bergegas keluar menemui Dokter yang memeriksa Joonmyun. Hasil tes mengatakan kalau Joonmyun baik-baik saja. Tapi kenapa pria itu sama sekali tak mengingat Hyeri? Itulah pertanyaan yang berkelebat dipikiran mereka semua. Kenapa hanya satu orang saja yang tak Joonmyun ingat? Dan orang itu adalah, kekasihnya sendiri. Kim Hyeri.

 

***

“Bagaimana dokter?” tanya Tae Hee tak sabar kepada Dokter berjas putih itu.

“Penyakit ini disebut hilang ingatan parsial. Dalam hal ini, Anda bisa melihat kalau ini tanda-tanda stress mental.” jelas Dokter itu

“Tapi kenapa dia tidak mengingat hanya pada satu orang saja? Sedangkan, ia ingat dengan teman nya yang lain dan juga saya.“ tanya Tae Hee

“Mungkin saja kenangan dari orang tersebut bisa saja menyakitkan atau memberikan bekas luka yang dalam baginya. Bisa saja sebagian kenangan itu terhapus.”

“Lalu, kapan ingatannya bisa kembali seperti semula?”

“Umumnya, dalam jangka waktu 6 bulan tapi terkadang tidak semua ingatan itu kembali sempurna.”

 

Tae Hee pun menghela nafas sabar. Cobaan apa lagi ini yang harus mereka terima?

 

***

“Jangan berkecil hati, Hyeri~ah. Dia .. pasti akan mengingatmu.” ujar Tae Hee eonni menghibur Hyeri.

Nde arraseo eonni-ya. Mungkin, ia belum pulih sepenuhnya.” Hyeri pun ikut tersenyum bersama Tae Hee.

“Aku akan berjuang! Joonmyun pasti akan mengingatku! Fighting!” Hyeri pun menyemangati dirinya sendiri.

“Nah gitu dong, kan cantik kalau kau tersenyum seperti itu.” Tae Hee mengacak-acak rambut Hyeri pelan. Terkadang gadis itu terlihat menggemaskan dan juga ceria tapi walaupun begitu di dalam hatinya ia sedang bersedih. Bersedih karena namjachingu-nya tak mengingatnya sendiri.

 

HYERI’S POV

 

Aku pun kembali menjenguknya hari ini. Karena tugas sekolah sudah kuselesaikan semua jadi aku memutuskan untuk kembali mengunjungi Joonmyun. Semoga saja keadaan nya hari ini semakin membaik.

 

Aku sampai di depan pintu putih kamar rawat Joonmyun. Sempat ragu untuk membukanya, tapi dengan keberanian yang kupunya akhirnya kugeser pelan pintu putih itu. Ternyata dia sedang melihat pemandangan lewat jendela. Aku pun kembali menutup pintu itu pelan supaya tidak mengganggu ketenangannya. Tapi, seperti yang bukan aku harapkan. Dia menyadari kedatanganku dan membuang pandangannya kearah lain. Sama sekali tidak mau menatapku.

 

“Joonmyun~ah, annyeong!” kataku ceria sambil nyengir lebar kearahnya.

Neo .. kenapa lagi kau ada disini? Aish, aku bosan melihat wajah jelekmu itu setiap hari. Dan berani-berani nya kau masuk kesini tanpa mengetuk pintu. Kau pikir aku mengizinkanmu masuk hah?” bentak Joonmyun padaku. Aku tertunduk lesu.

“Yak, kau tertarik padaku?” Pertanyaan Joonmyun sukses membuatku terkejut.

Mwo?

“Kau itu pacar Baekhyun. Tapi kau setiap hari menemuiku.”

“Ya ya ya, aku… bukan pacar siapa-siapa.” jawabku dengan hati yang dongkol. Namja ini benar-benar!

“Tapi jika aku harus memilih, Baekhyun sunbae lebih ….”

“Pergi sana!” usirnya. Aku langsung terdiam.

“Apa kau tuli? Kubilang pergi sana! Aku benci gadis sepertimu.” Kini Joonmyun bukan hanya berteriak kepadaku tapi juga mendorong tubuhku menjauh darinya.

“Kim Joonmyun, neo …” gumamku tak percaya. Dia mengusirku?

“Bisakah kau pergi? Aku mau tidur.” ucapnya lagi tanpa menatapku dan langsung berbaring membekalangiku. Aku tak bisa lagi membantahnya, jika sudah begini aku ikuti saja perkataannya. Dia memintaku pergi? Baiklah aku akan pergi.

 

Aku pun berjalan gontai keluar dari ruangan Joonmyun dan duduk di kursi panjang dekat lobby lantai 2. Apa lagi yang kulakukan disini kalau Joonmyun saja tidak ingin melihatku?

 

Bruk!

Aku melihat seorang yeoja jatuh dihadapanku dengan tongkat tangan yang membantunya. Sepertinya, dia terlihat kesakitan sekali.

Neo gwaenchana?” ujarku sambil membantunya berdiri dan duduk di kursi yang kutempati tadi.

Ne, gwaenchana. Gomaweo eonni.” ucapnya sambil tersenyum padaku

Naneun Kim Hyeri imnida.” Aku mengulurkan tangan ku kearahnya “Ireumi? (Namamu?)”

Ireumi, Nam Ji Yoo imnida. Bangawayo eonni. Kelas 2 Korea Art High School. Kalau eonni?”

“Kelas 2 akselerasi Anyang Art High School.”

“Whoaa jinjja? Wah, beruntung sekali eonni bisa bersekolah disana. Oh iya, eonni sedang menjenguk siapa disini?” tanyanya. Aku pun terdiam sejenak lalu tersenyum simpul.

“Mm chingu.” jawabku ragu

“Oh ..” gumamnya

“Kakiku patah saat sedang bermain ski, jadi sekarang aku dalam masa rehabilitasi.” jelasnya.

“Ji Yoo~ya, sepertinya kau mempunyai kepribadian yang sangat ceria.”

Keurom! Hidup itu jangan terlalu dibawa susah. Apalagi kalau sedang dirumah sakit seperti ini, bawa santai aja. Terkadang aku bingung, kenapa kebanyakan orang sangat tidak suka atau bahkan terkadang terlihat depresi saat sedang berada dirumah sakit. Itu sungguh memalukan, dan mereka juga gampang terlihat marah. Tapi aku tidak begitu.”

“Baguslah, ada benarnya juga apa yang kau katakan Ji Yoo~ya.”

 

Eoh jeogi gwaenchana?” katanya kaget sambil melihat kearah lain. Aku pun mengikuti arah pandangku kearah yang ia lihat. Dan ternyata, Joonmyun disana. Ji Yoo pun berjalan kearah Joonmyun dengan tongkat tangan yang ia gunakan.

Oppa, kulihat kau sedang tidak baik-baik saja. Kau tau? Akan sangat bahaya sekali jika kau berjalan tanpa bantuan orang lain.” ujarnya simpatik dan jujur membuatku sedikit.. cemburu.

Oppa?” ulang Joonmyun. “Aku tak butuh bantuanmu.” tolaknya lalu kembali berjalan sambil menyeret satu kakinya pelan.

“Kalau begitu mau kupinjamkan tongkatku?”

“Yak bocah tengik! Berhentilah seolah-olah kau adalah temanku lalu berbicara kepadaku. Aku tak butuh bantuanmu dan pergi sana!” ucap Joonmyun kasar

“Ish oppa, sudah syukur aku mau bantuin. Dan jangan memanggilku bocah tengik! Aku juga punya nama. Namaku Ji Yoo. Nam Ji Yoo.” ucap Ji Yoo kesal tapi juga tegas.

Mwo?”

“Jika oppa tidak mau luka di kaki oppa semakin parah, lebih baik oppa berpegangan padaku.” tawarnya lalu Ji Yoo meraih tangan Joonmyun dan mengalungkan nya di lehernya sendiri. Aku pun yang melihatnya tidak tahan.

“Ji Yoo kakimu kan sedang sakit, tak apa biar aku saja yang membantunya berjalan.”

ujarku berusaha melepaskan tangan Joonmyun dari rangkulan leher Ji Yoo. Tapi entah kenapa tangan Joonmyun yang satunya lagi malah mendorong tubuhku kebelakang. Aku terkesiap kaget dengan perlakuannya tentu saja.

“Kau? Kenapa belum juga pergi?” katanya ketus

 

Dan tanpa ragu-ragu lagi, Joonmyun kembali mengalungkan tangannya di leher Ji Yoo dan bergegas melenggang pergi melewatiku yang masih saja berdiam diri sambil menatap nanar punggung nya yang semakin menjauh . Aku berusaha menahan tangisan ini tidak jatuh dari mataku lagi untuk yang kesekian kalinya. Sampai kapan dia membuatku sakit begini? Sampai kapan?

 

Tuhan, bisakah kau kembalikan kehidupanku seperti semula? Kehidupanku yang dulu? Sungguh aku tak suka keadaan seperti ini. Aku lebih memilih diacuhkan olehnya habis-habisan daripada dia sama sekali tak mengingatku .. bahkan mengenalku. Jadi apa lagi arti diriku di mata Joonmyun? Tak ada.

 

Kurasakan seseorang menggenggam tanganku. Kutolehkan kepalaku kebelakang dan mendapati Baekhyun sunbae berdiri dihadapanku.

Sunbae?

“Mau minum kopi?” tawarnya

Ani—“

“Aku tak menerima penolakan. Kkaja!” potongnya dan langsung meraih tanganku dan berjalan keluar rumah sakit.

 

[Handel & Gretel’s Café, Yeoido, Deosyap Island Park.]

 

“Eoh, Yesung oppa? Annyeonghaseyo ..” sapaku sopan sambil membungkuk kearahnya. Dan ia pun membalas bungkukan ku lalu tersenyum.

Ne annyeong Hyeri~ah. Eoh nuguya? Neo namjachingu?” tanya Yesung oppa sambil melirikku.

Aniyeo, oppa. Nae chingu. Byun Baekhyun.” ucapku pada Yesung oppa

Annyeonghaseyo, Naneun Byun Baekhyun imnida.” ujar Baekhyun memperkenalkan diri

Ne, Kim Jongwoon imnida. Panggil saja aku Yesung.”

 

Baekhyun pun mengangguk.

“Eh ayo duduk. Kalian mau pesan apa?”

“Mm, aku pesan coffe latte nya satu oppa. Sunbae, kau mau minum apa?”

“Cappucino saja.”

“Baiklah oppa, coffe latte dan cappuccino.”

Nde arrachi. Tunggu sebentar ne?” kata Yesung oppa sambil berlalu membawa catatan pesanan kami.

“Bagaimana? Ada kemajuan hari ini?” tanya Baekhyun tiba-tiba. Pandanganku yang awalnya menatap taman diluar langsung berpaling melihat kearahnya.

Ne? Ah masih sama seperti yang kemarin-kemarin. Dia belum mengingatku juga, sunbae.” kataku lesu

“Bersabarlah, orang sepertimu memang sangat susah untuk diingat dan dilupakan juga. Dia mungkin masih butuh waktu, Hyeri~ah.”

Aku pun mengangguk mengerti. Berusaha menyerap kata-kata Baekhyun sunbae dengan baik. Benar, ini semua butuh proses. Mungkin saja ingatan Joonmyun belum bisa pulih sepenuhnya.

 

Jeogiyeo, ini coffe latte dan cappuccino nya. Selamat menikmati.” kata seorang pramusaji yang kuyakini adalah adik Yesung oppa. Yah mereka memang anak-anak yang baik. Membantu orang tuanya membuka café disini.

 

Aku pun meniup kepulan asap yang keluar dari coffe latte ku perlahan lalu baru menyesap nya sedikit demi sedikit saat handphone ku tiba-tiba bergetar.

Kuraih handphone yang berada di saku jaketku lalu melihat nama yang tertera disana. Jin Ah. Tanpa menunggu lagi, aku pun langsung mengangkatnya.

 

Yeoboseyo?

“……..”

Mwoya?” sahutku kaget

“………“

Nde baiklah, aku akan segera kesana.”

 

Aku pun langsung memutuskan sambungan telepon dari Jin Ah dan hendak pergi saat tangan Baekhyun sunbae menahanku.

“Kau mau kemana?” tanyanya

Sunbae, aku harus membantu Jin Ah. Toko sedang ramai sekarang dan dia membutuhkan bantuanku.”

“Aku ikut.”

“Tapi sunbae ..”

“Sudah tak apa, ppali! Jin Ah pasti menunggu kita.”

 

Aku pun mengangguk saja. Baekhyun sunbae dia benar-benar tak bisa dibantah. Dia sedikit keras kepala memang tapi yah mau gimana lagi. Dia sendiri yang ingin membantuku.

 

***

“Jin Ah~ya, annyeong!” sapaku

“Whoa kau datang, Hyeri~ah. Ne annyeong!” balasnya

“Apa yang bisa kubantu?” tanyaku

“Itu di meja sebelah sana, dia baru saja datang. Tolong kau tanyakan apa yang ingin dia pesan.“

Ne! Baiklah ..”seruku semangat

 

Aku pun bergegas memasang baju seragam tokoku lalu berjalan ke arah meja yang baru saja ditunjuk Jin Ah. Betapa terkejutnya aku saat tahu siapa pelanggan yang sedang duduk disana. Perlahan, aku pun mengatur nafasku yang sedikit menderu. Tenang Hyeri. Bersikaplah seperti biasa. Dia .. tidak akan mengenalmu.

 

Jeogiyeo (Permisi), anda ingin pesan apa?” tanyaku sedikit gugup sambil tertunduk

“Aku ingin pesan … Kim Hyeri?” panggilnya saat ia menoleh kearahku. Matilah kau Kim Hyeri! Dia mengenalmu ..

Ne annyeong, Soo Hyun oppa.” jawabku dengan wajah polos disertai cengiran lebar

“K-kau? Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Soohyun syok

Oppa.. jebalyeo. Jangan beritahu eomma kalau aku bekerja disini. Please, tolonglah aku.” pintaku memelas seraya melemparkan tatapan puppy eyes kepadanya.

“Yak yak! Aish neo jinjja! Tatapan matamu itu membuatku tidak tahan. Berhentilah. Arraseo,aku tidak akan memberitahu eomma dan appa. Tapi dengan satu syarat?”

Oppa! Kau ini .. aku ini akan adikmu. Kenapa harus pake syarat segala?” seruku tak terima.

“Ya sudah kalau kau tak mau mengikuti kata-kataku, aku tinggal menelpon eomma saja sekarang.” Dia pun mengambil handphone dari saku jas kerja nya dan menekan sederet nomor yang kuyakini adalah nomor eomma. Dia pun siap menempelkan hape nya ketelinga dan …

“Oke baiklah!” ujarku menyerah. “Syarat apa?” tanyaku kesal

“Kenalkan aku dengan chingu-mu yang satu itu .. siapa namanya?” tanyanya sambil tersenyum-senyum sendiri.

Aku pun mengernyit bingung. Chingu? Nugu? Jin Ah? Aigoo, nae oppa menyukai uri Jin Ah?

Nae chingu? Nuguya oppa?” tanyaku berpura-pura tidak tahu.

“Yang itu ..” katanya seraya menunjuk kearah belakang. Aku pun berbalik. Dan bingo! Yang ia maksud, uri Jin Ah. Aku pun tersenyum menggoda.

“Ayo.. nae oppa, menyukai uri Jin Ah ne?” godaku sambil mengerling nakal.

 

Ekspresi nya mendadak berubah dan juga sikapnya yang aneh. Haiss, oppa ku salah tingkah. Kekeke~

Aniyeo. Aku.. aku hanya ingin berkenalan dengan nya saja.” sergahnya cepat

Ne, aku mengerti oppa. Baiklah tunggu keadaan toko sedikit sepi, baru aku akan mengenalkannya padamu. Oke?” Aku pun mengacungkan jari jempolku kearahnya dan Soohyun oppa dengan cepat membalasnya sambil tersenyum padaku.

 

***

“Ey, kudengar Joonmyun masuk rumah sakit? Jeongmal?” tanya Soohyun oppa setelah menyelesaikan suapan bubur terakhirnya lalu meraih secangkir kopi disampingnya dan menyesapnya kemudian.

Eo (Iya.)” jawabku singkat

Wae geurae? Kenapa wajahmu kusut sekali hah?”

Gwaenchana oppa. Hanya saja …” ucapku menggantung

“Hanya saja apa?” tanyanya penasaran

“Dia tidak mengingatku oppa … bahkan mengenaliku saja tidak.”

MWO?” serunya kaget.

“Sstt! Oppa, jangan keras-keras!” Aku pun membungkam mulutnya itu.

 

Aku melihat pengunjung toko sedang menatap kearah kami— aku dan Soohyun oppa. Aku pun langsung membungkuk dan melempar tatapan meminta maaf kepada mereka semua. Seharusnya, tak kuceritakan saja tadi dengannya. Dia terlalu berlebihan. Aku tidak suka.

 

“Kenapa bisa?” Soohyun oppa memasang raut wajahnya tak percaya.

“Dokter bilang.. ia mengalami hilang ingatan parsial.”

“Hilang ingatan parsial?” tanyanya memastikan dan dengan cepat aku balas dengan anggukan kepalaku.

“Semoga saja dia cepat sembuh. Ey, mana janjimu? Katanya kau ingin mengenalkanku dengan chingu-mu itu?” ujarnya mengalih pembicaraan.

“Kukira kau lupa.” dengusku kesal sambil mencibir kearahnya

“Jadi gak mau nih? Ya udah aku telpon eomma saja..”

“Yak oppa! Berhenti mengamcamku! Aish.” pekikku sambil mengacak rambutku frustasi.

 

Kalau saja dia bukan oppa-ku, ugh udah aku jitak tuh kepalanya. Soo Hyun oppa nyebelin!

“Eh tunggu. Itu siapa? Yang duduk bersamanya? Kelihatannya mereka akrab sekali.”

“Dia? Itu nae sunbae, Byun Baekhyun. Oppa cemburu ya?” tanyaku sambil tersenyum licik.

“Tidak! K-kau jangan asal bicara eo?” elaknya

“Sudahlah oppa, matamu itu tidak bisa berbohong. Kau menyukainya kan? Iya kan?” kataku sambil mencolek dagu Soohyun oppa nakal.

“Ish kau ini! Ne, aku menyukainya. Puas?”

“Bwahahaha.. Hahaha..” Aku pun tertawa terbahak-bahak.

Nae oppa, sedang jatuh cinta rupanya.” ujarku diselingi dengan tawa yang tidak bisa kutahan lagi. Aku senang sekali jika menggoda oppa-ku yang satu ini. Salah sendiri sih kok imut banget. Ups!

 

***

Oppa, aku pulang dulu ya. Jaga uri Jin Ah baik-baik. Ini sudah malam, dia tidak ada yang mengantar. Kau mau kan mengantarnya pulang?” teriakku dari pintu toko. Yah, aku dan Baekhyun oppa akan bergegas pulang mengingat ini sudah malam. Dan hampir setengah hari kami menghabiskan waktu disini.

Keurom! (Tentu saja!). Aku akan menjaga chingu-mu baik-baik. Sudah pulang sana!“

“Hahaha, pasti. Kau kan menyukainya oppa! Ups.” kataku keceplosan dan langsung disambut oleh tatapan syok Jin Ah.

“Yak Kim Hyeri! Neo jugeullae? (Kau mau mati?) Awas kau kalau sampai dirumah!” ancamnya.

“Oh oppa, aku takut..” kataku dengan nada mengejek. Dan sebelum dia berancang-ancang untuk melempar sumpit itu kearahku dengan cepat aku berlari keluar toko bersama Baekhyun sunbae dan ya, kami berhasil. Syukurlah, aku selamat.

 

“Kau ini!” ketus Baekhyun sunbae sambil menjitak pelan kepalaku.

Wae? Kenapa kau memukulku sunbae?” tanyaku kesal

Bimiriya (Rahasia.) Itu rahasia oppa-mu kenapa kau mengatakannya di depan Jin Ah! Kau ini benar-benar …”

Sunbae, aku hanya ingin mengerjainya saja. Abis lucu sih kalau lagi gangguin dia. Kekeke~” jawabku sambil cekikikan.

“Adik macam apa kau!” semprotnya dengan nada mengejek tentu saja.

 

AUTHOR’S POV

 

Mereka pun berjalan menuju mobil yang tak terparkir jauh dari toko. Tapi sebelum membuka pintu mobil itu salah satu dari mereka sempat terkejut saat pria paruh baya berjalan kearah mereka.

Harabeoji? (Kakek?)” panggilnya kaget.

 

 

|TO BE CONTINUED|

 

Gimana part 2 nya seru gak?

Mian kalo alurnya kecepatan T-T

Hehe yg udh baca jangan lupa comment ya!

Comment kalian semua sumber inspirasi author *ciee bahasanya -_-*

Penasaran siapa yang manggil harabeoji itu?

Makanya comment dulu baru lanjut next chap, oke oke? 😉

 

Iklan

24 pemikiran pada “Don’t You Remember Me? (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s