Forbidden Love (Chapter 7)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 7)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

*Eun Jung’s Side*

Kenapa Byunnie jadi dingin seperti itu? Apakah salah kalau aku memberitahunya hal ini? Harusnya ia senang bukan? Aku merasakan hal yang sama seperti saat itu. Saat Chanyeol mengantarku karena kakiku keseleo. Aku merasa, Byunnie memperhatikanku.

 

*skip*

 

‘ From: Nae Channie^o^

Aku minta fotomu dong… ’

 

Smsnya kali ini, membuat mataku membulat sempurna.

“Jung-ah, gwaenchana?” tanya Minkyung yang tiba-tiba berada di sebelahku. Ia menyambar handphone yang berada di genggamanku.

“Waaa namjachingumu, huh?”

“Cepat kirimkan fotomu, Jung-ah!” sahut Chami yang berada di sebelah Minkyung.

“Andwae, aku malu” jelasku.

 

Setelahnya, merekapun bubar. Kulihat Ae Cha yang tiba-tiba duduk di kursi yang berada di depanku.

 

“Kau pacaran, Jung-ah?”

“Ya, begitulah.. Kau baik-baik saja kan dengan Byunnie?” tanyaku yang entah darimana bisa bertanya perihal hubungan Ae Cha dengan Byunnie.

“Nde. Namjachingumu, nugu?”

“Chanyeol” jawabku singkat.

“Baiklah, Jung-ah. Aku keluar sebentar ya” balas Ae Cha yang kemudian keluar dari kelas.

 

*Ae Cha’s Side*

Saat itu, aku meminta izin kepada Eun Jung untuk keluar sebentar. Aku akan pergi ke ruangan design. Tujuanku hanya satu, menemui namjachinguku. Kuharap ia berada di meja kerjanya sekarang.

 

“Annyeong..” sapaku sambil membuka pintu ruangan tersebut

“Annyeong, chagi” balas Baekhyun tanpa melepaskan tatapannya ke arah mesin jahit yang berada di hadapannya.

“Chagiya, ini model terbaru ya?” tanyaku terkesan melihatnya sedang menyelesaikan sebuah baju.

“Ne, aku ingin menuangkan sesuatu yang baru terhadap baju buatanku” jelasnya.

“Kau bisa tidak, membuatkanku baju?” tanyaku kemudian.

“Mianhae, aku tidak membuat baju perempuan” balasnya datar.

 

“Baekki-yah, kau dipanggil oleh Seo songsaengnim!” sahut seorang namja dari balik pintu ruang design.

“Arasseo” ujarnya yang lalu memberhentikan aktivitasnya.

“Kutinggal sebentar ya” pintanya padaku yang lalu melewati tubuhku saat aku mengangguk menjawab pertanyaannya.

 

Banyak sekali buku design yang tergeletak begitu saja di meja Baekhyun. Rasanya aku mulai tertarik untuk melihat-lihat buku tersebut. Lalu, kubuka satu persatu. Mataku menatap tajam halaman pertama pada buku yang kubuka. Sebuah mini dress. Mini dress yang familiar sekali dimataku. Ya, Eun Jung pernah mengenakannya. Mataku memanas seketika.

 

*Eun Jung PoV*

Waktu pulangpun tiba. Seperti biasanya, aku menunggu Channie keluar dari sekolahnya dan menghampiriku untuk pulang bersama. Tapi, saat kulihat tubuhnya yang perlahan mendekat, ia hanya menatapku sekilas. Lalu, beranjak pergi. Sontak, aku langsung mengikuti langkahnya.

 

“Neo gwaenchanayo, chagi?” ucapku ragu.

“Foto!” balasnya singkat dan membuat mataku mendelik mendengar ucapannya.

“Ah, mianhaeyo. Aku terlalu malu untuk mengirimkannya”

“Lebih malu mana denganku yang memintamu untuk mengirimkan?” tanyanya balik dan dapat kulihat wajahnya bersemu merah.

“Aisssh, jeongmal mianhaeyo chagiya”

 

Langkahnya terhenti seketika. Akupun juga menghentikan langkahku tepat beberapa langkah di belakangnya.

 

“Kau mau mendapatkan maaf dariku, huh?” tanyanya dingin.

“Tentu saja” jawabku agak bimbang.

 

Kini, ia melangkah mendekatiku. Saat jarak diantara kami hanya tinggal sedikit lagi, wajahnya mendekat ke arahku. Apa yang akan ia lakukan? Menciumku?.

 

Wajahnya berhenti tepat di wajahku. Ia menatapku perlahan. Membuatku salah tingkah. Aku tidak bisa begitu saja membalas tatapannya. Pemikiranku yang berpikir bahwa dia akan menciumku, sepertinya salah. Wajahnya kemudian menjauh dari wajahku.

 

Kini, ia berusaha memelukku. Nafasnya terasa di sekitar leherku. Membuatku sedikit merasa geli karenanya. Dalam pikiranku, aku selalu bertanya, ‘apa yang akan kau lakukan?’

 

Aku merasakan sesuatu di leher bagian kananku. Ada sesuatu yang kuat. Sesuatu yang membuat aku menggelinjang sedikit. Tapi, hal itu aku tahan terus agar tidak terlihat aneh. Saat ia melepaskannya, ia menyeringai aneh.

 

“Itulah hukumannya” ujarnya kemudian.

 

Aku yang masih terdiam di tempatku, mulai meraba leher kananku. Apa yang baru saja dilakukan olehnya?!

 

*skip*

Sesaat setelah aku mandi, aku melihat diriku dari pantulan cermin. Yak, bekas ini tidak mau hilang. Ia meninggalkan kiss mark di leher kananku. Bagaimana kalau Byunnie melihatnya? Omo!! Jangan sampai hal itu terjadi.

 

Lantas, aku mencari dress simple dengan kerah tinggi. Memang tidak nyaman jika dipakai sampai sebegininya. Tapi, aku memang harus menyembunyikan kiss mark ini dari Byunnie.

 

Jam sudah menunjukkan lewat dari waktu makan malam. Namun, Byunnie tidak kunjung keluar dari kamarnya. Apa yang sedang ia lakukan? Akupun menyuruh Sehunnie agar ia makan lebih dulu. Lalu, kulangkahkan kakiku menuju kamar Byunnie.

 

Sesampainya di depan kamar Byunnie, aku mengetuk pintu kayu tersebut. Hening. Tidak ada jawaban. Segera kubuka pintu tersebut perlahan. Kulihat sesosok namja tengah terbaring di kasurnya dengan nyenyak.

 

‘Ia tertidur’ batinku. Akupun mendekat ke arahnya. Kuambil handphoneku dari saku dress dan,

 

Flip.

 

Aku mengambil fotonya. Mengambil dan menyimpan foto seorang namdongsaengnya sendiri, bukan hal yang salah kan? Setelahnya, aku melihatnya bergerak tidak nyaman. Seolah Byunnie terusik dan akan segera bangun dari tidurnya. Dan benar saja, hal itu benar-benar terjadi. Ia terbangun.

 

*Byunnnie’s PoV*

Aku mencoba menangkap sebuah cahaya. Mengerjap-ngerjapkan mataku hingga aku mendapatkan sebuah bayangan yang jelas dan utuh. Dan setelahnya, kulihat noona yang sudah duduk di bagian kosong dari kasurku. Sejak kapan ia berada disini.

 

“Noona…” lirihku dan kulihat sudut bibirnya terangkat.

“Nde, Byunnie-yah? Kau tertidur cukup lama” jelasnya tanpa menghilangkan senyuman dari wajahnya yang sangat cantik.

“Jinjjaeyo, noona?”

“Ne…” perkataanya terputus kala itu.

 

Aku yang berada di sebelahnya yang masih terduduk, segera menariknya dan menghempaskan dirinya ke kasur. Aku menindih tubuhnya. Yang kutahu, ia meringis hebat karenanya. Disaat seperti ini, aku sangat sedih. Karena, aku tahu bahwa cintaku benar-benar bertepuk sebelah tangan olehnya.

 

Aku ingin menangis saat itu juga. Tapi, tidak jadi. Mengingat, hal itu bisa membuat noonanya bertanya-tanya.

 

Cklak.

 

Aku mendengar sesuatu terbuka, dan itu tak jauh dari telingaku. Akupun melepas aktivitas tubuhku yang seolah mencengkeram tubuh noona saat itu juga.

 

“Mianhae, noona-yah. Aku hanya bercanda” ucapku kemudian.

 

Tidak ada tanggapan. Kulihat wajah noona yang panik seketika. Tangan kanannya menggapai dan mencoba menutupi lehernya.

 

“Izinkan aku” kataku pelan dan menghindarkan tangan noona dari tempatnya.

 

Aku melihat hal itu. Hal yang membuat hatiku hancur seketika. Di leher noona terdapat sebuah kiss mark. Dan pasti, aku tahu itu adalah ulah dari Chanyeol.

 

“Chanyeol?” tanyaku kemudian. Dan ia hanya mengangguk disertai dengan wajahnya yang merasa bersalah.

 

Aku mengepalkan tanganku seketika. Lalu, aku tersenyum ke arahnya. Dan membuat wajah noona yang tertunduk, kembali menatapku dan balas tersenyum.

 

“Tadi kau bilang mengajakku untuk makan malam, noona? Kajja!” sahutku kemudian mengaitkan lenganku ke lengannya dan mengajaknya untuk pergi ke ruang makan.

 

*skip*

Keesokan harinya, aku memikirkan untuk merelaksasikan mataku sedikit ke taman sekolah, sebelum mengerjakan baju yang lainnya. Namun, kejadian yang berada di depan mataku benar-benar bukanlah hal yang terduga sebelumnya. Dua orang yeoja tengah berdiri berhadap-hadapan. Dan kata-kata salah satu yeoa tersebut membuatku menatap tajam ke arahnya. Benar-benar kata-kata yang konyol. Sepertinya, aku akan menghampiri mereka setelahnya.

 

*Ae Cha’s Side*

Sebenarnya, hari ini aku ingin meminta bantuan Eun Jug lagi. Aku ingin memintanya agar memaksa namdongsaengnya itu, agar ia mau membuatkan baju untukku. Namun, saat aku memasuki kelas dan berniat menghampirinya, ternyata ia sedang tertidur.

 

Tak sengaja aku melihat handphonenya yang berada di genggamannya. Aku mengambilnya dan berniat untuk menulis note disana. Tapi, betapa kagetnya aku saat melihat wallpaper handphone miliknya. Disana terlihat foto Byunnie, namjachinguku. Fotonya yang sedang tertidur. Begitu manisnya. Tapi, untuk apa ia menyimpan foto tersebut? Bahkan, menjadikannya sebagai wallpaper. Biarpun mereka saudara, setidaknya Eun Jung tidak perlu melakukan hal sampai sebegitunya kan?

 

*Eun Jung PoV*

Hari ini sungguhlah berbeda. Tidak biasanya Ae Cha ingin bertemu denganku di luar kelas. Seperti ada kejadian yang salah. Dan disinilah aku sekarang, taman sekolah. Ia sudah terduduk di salah satu bangku taman tersebut. Dan aku hanya menatapnya intens.

 

“Ae Cha” panggilku dan membuatnya sedikit menoleh ke arahku.

“Apa yang mau kau bicarakan?” tanyaku kemudian.

 

Kemudian, ia berdiri dari dudukannya dan menghampiriku.

 

“Kau menggunakan fotonya sebagai wallpaper handphonemu, huh?”

“Maksudmu?” tanyaku heran. Bagaimana ia bisa mengetahuinya?

“Jujur saja. Aku jadi curiga, jangan-jangan kalian ini bukan saudara?!”

“Bagaiman kau bisa memikirkan hal seperti itu?” tanyaku agak kesal dengan alur pembicaraan ini.

“Baekhyun yang berkata seperti itu” jelansya.

“CUKUP!” sahut seorang namja yang keluar dari kerumunan pohon tersebut. Tatapannya sangat tajam mengarah ke arah kami. Apalagi, saat tatapan itu berhenti ketika ia menatap Ae Cha.

 

-TO BE CONTINUE-

 

okey saya rasa cukup sampai di sini chapter 7nya. Saya nggak kuat nulis panjang2 muehehe :3 mianhae readersdeul T^T langsung RCLnya yaaaa, gomawo^o^

Iklan

45 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s