Finding True Love (Chapter 2)

Author: Candlelovable

Genre: Romance/Adventure/Circle Love

Main Cast: Oh Sehun, Krystal Jung, Kai Kim, Choi Sulli, Park Chanyeol, Baek Suzy, Byun Baekhyun, Kang Jiyoung

Length: Multichapter

 

 

***

“Suzy-ah, kau yakin ingin ikut denganku?” Sehun melirik saudara sepupunya yang sedang asyik membaca sebuah majalah remaja di sofa. Sebenarnya Sehun masih ragu untuk mengajak Suzy pergi naik gunung bersamanya karena gunung adalah area yang cukup berbahaya, bagi orang-orang yang tidak tahu dan baru pertama kali mendaki gunung pasti akan merasa sangat kesulitan. Dan ini adalah pertama kalinya Suzy mendaki gunung.

“tentu aku yakin! Aku selalu bermimpi untuk bisa mendaki gunung bersamamu dan paman!” kata Suzy tenang, lalu kemudian dia menatap Sehun dari balik majalah dengan sorot galak. Sehun menggigit bibir bawahnya bingung harus memberikan reaksi seperti apa untuk membalasa tatapan mengerikan ini. “kau tidak sedang berpikir untuk melarangku lagi bukan, Oh Sehun?”

“sebenarnya… ya!” Sehun menghela nafas. Suzy langsung melempar majalahnya ke meja dengan kesal. Imajinasinya yang sedang berfoto ramai-ramai bersama teman-temannya langsung pudar seketika.

“ya! Kau bilang aku boleh ikut! Oh Sehun!” Suzy berteriak kesal.

“aku tahu, tapi ini adalah pertama kalinya untukmu untuk mendaki gunung,” Sehun mengacak-acak rambut cokelatnya bingung. “aku takut kau akan hilang nanti,”

“aku tak akan hilang kalau aku tetap berada didekatmu! Pokoknya aku tidak mau tahu! Aku akan tetap ikut apapun yang terjadi!” Suzy bersedekap dan menatap Sehun dengan tatapan super tegas.

“dengar, aku pernah hilang di gunung Gyeryong saat pertama kali aku dan yang lainnya mendaki kesana,” kata Sehun membuat mata Suzy segera membesar karena kaget. Memang benar Sehun pernah menghilang selama 2 hari saat dia mendaki bersama Kai, Baekhyun dan Chanyeol serta teman-teman kampusnya yang lain. “kau tahu? Aku hilang selama 2 hari dan teman-temanku kesulitan mencariku, coba sekarang kau pikirkan bagaimana nasibmu dan teman-temanmu nanti jika hal ini terjadi pada salah satu dari kalian?”

Suzy menggigit bibirnya bawahnya gugup, dia tahu kalau perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang berbahaya, Sehun selalu mengingatkannya kalau gunung bukanlah tempat biasa, orang-orang selalu meremehkannya dan akhirnya mereka berakhir dengan tersesat selama berhari-hari. Sehun melirik Suzy yang tampak masih berpikir keras lalu kemudian seulas senyum terbentuk di bibir pink yeoja cantik itu. Ekspresi Sehun langsung berubah datar.

“kau pikir dia akan melindungimu?” tanyanya membuat Suzy tersadar dari angan-angannya tentang Chanyeol.  “tidakkah kau tahu betapa cueknya dia? Jangan pernah bermimpi untuk bisa berdekatan dengannya,”

“aku kan hanya sedikit berharap,” Suzy cemberut.

“untuk apa berharap? Berdoa itu lebih baik, kau mengerti? Dia itu bukan namja yang mudah diajak berteman, kau membutuhkan kerja keras Suzy-ah,” Sehun tersenyum. “dia sama sepertiku, lebih mencintai gunung daripada seorang yeoja,”

“cih, kau tak akan bisa hidup tanpa yeoja, kau tahu?” Suzy mencibir. “aku ingin tahu hal apa yang bisa membuatmu lupa dengan gunung untuk sejenak,”

“tak akan ada yang bisa membuatku lupa dengan gunung kecuali kalau aku sakit!” Sehun mengetuk kepala Suzy santai. “kau selalu berusaha membuatku sakit, jadi kuharap kau tidak melakukan hal itu lagi kali ini,”

“itu tergantung dari keputusanmu untuk membawaku serta atau tidak,” Suzy menyeringai. “kalau kau masih melarangku, aku akan membuatmu sakit jadi kau juga tidak akan jadi pergi,”

Kedua alis Sehun terangkat namun dia tahu dia sudah kalah sekarang, kalau dia tetap melarang Suzy untuk ikut, sepupunya ini pasti akan melakukan apa saja agar dia sakit, entah bagaimana bisa dia membuatnya sakit tapi hal itu selalu berhasil dia lakukan. Yah, dia tidak punya lain selain mengajaknya. Suzy terkikik senang, sangat mudah mengalahkan Sehun dalam perang mulut. Setelah Sehun menganggukkan kepalanya Suzy langsung mlompat untuk memeluknya.

“aku tahu kau itu benar-benar sepupu yang baik Sehun-ah, untuk pertama kalinya dalam sejarah aku benar-benar bahagia memiliki sepupu sepertimu,” Suzy menepuk-nepuk bahu Sehun sok bijak.

“jinjja? Ya, kau tak akan bersikap sok bijak seperti ini lagi setelah kau hilang di gunung nanti,” Sehun mengetuk kepala Suzy lagi lalu melenggang pergi ke kamarnya.

“ya! Jangan bicara seperti itu!” Suzy berteriak sebal.

Sehun masuk kedalam kamarnya, dia melihat backpack nya telah siap diatas meja. Suzy membantunya membereskan pakaiannya untuk besok. Dia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang yang sangat nyaman, ponselnya tidak berhenti bordering menandakan sms masuk. Dia melihat ke layar ponsel dan menemukan nama Sulli sebagai si pengirim pesan. Sehun bisa menebak apa yang ingin yeoja itu katakan, seperti “Sehun-ah, apa kabar” atau “sudahkah kau makan siang?” atau “apakah kau siap untuk mendaki besok?” semacam itulah. Dan Sehun hanya menjawabnya dengan, “aku baik seperti biasa Ssul,” atau “aku sudah makan, bagaimana denganmu?” atau “aku selalu siap kapanpun”

Benar-benar sms yang sangat membosankan. Sehun melempar ponselnya ke sebelahnya lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Tiba-tiba figure seorang yeoja berambut panjang ikal berputar di pikirannya, dia berdiri di kejauhan, bersinar terang dan sangat cantik sekali, meskipun dia tidak melihat wajahnya dengan jelas. Namun dia yakin yeoja itu tersenyum padanya. Sehun menutupi matanya yang terkena sinar matahari dari langit. Dan tiba-tiba dia membuka matanya, ternyata itu hanya sebuah ilusi.

“apa-apaan itu?” ucapnya gugup. Dia mengusap rambutnya lalu duduk di tempat tidur. “bagaimana mungkin aku memikirkan tentang yeoja sementara gunung Gyeryong sedang menungguku? Sadarlah Oh Sehun, apakah kau sedang mabuk?”

Dia kembali mejatuhkan dirinya ke tempat tidur lagi. Dia tidak boleh mengkhianati gunung hanya karena seorang yeoja. Dia dan Chanyeol telah membuat janji untuk tidak jatuh cinta pada yeoja manapun sebelum mereka mendaki gunung tertinggi didunia, Gunung Himalaya dengan puncak everest diatasnya. Mungkin memang terdengar gila, tapi janji tetaplah janji. Mereka tak akan melanggarnya apapun yang terjadi.

 

 

 

***

“apakah kalian semua sudah siap?” Sehun bertanya pada teman-temannya yang semuanya sudah berkumpul di sekitarnya. Mereka akan menaiki kereta yang akan membawa mereka ke provinsi Chungcheon.

“kapanpun,” Chanyeol mengangkat kedua bahunya. wajahnya tampak jauh lebih bersemangat dari sebelumnya. Tentu saja dia ingin menaklukan gunung yang telah membuat Sehun tersesat selama 2 hari ini. Gunung Gyeryong memang terlihat agak menakutkan.

“arasseo, para yeoja sebaiknya kalian masuk duluan,” Sehun mempersilahkan keempat yeoja itu masuk ke kereta duluan.

Setelah mereka semua sudah didalam kereta Sehun mengambil tempat didekat jendela. Krystal ingin duduk disebelahnya tapi Sulli dengan sigap langsung mengambil tempatnya. Krystal tersenyum kecewa dan matanya bertatapan dengan Sehun, namja itu tersenyum tipis dan langsung mengalihkan tatapannya ke jendela. Krystal duduk diseberang mereka, bersama Jiyoung dan Kai. Suzy tentu tak akan melewatkan kesempatan untuk duduk disebelah Chanyeol. Kai dan Baekhyun saling pandang lalu tersenyum tipis.

Sepanjang perjalanan para yeoja itu jatuh tertidur. Tentu mereka akan sangat lama berada didalam kereta untuk sampai ke provinsi Chungcheon. Sehun memerhatikan kepala Krystal yang akan jatuh, dia hendak berdiri untuk menahannya tapi kepala Sulli malah jatuh ke bahunya. ya, dia tidak bisa bergerak sama sekali, namun akhirnya dia melihat Kai meletakkan kepala Krystal ke bahunya sambil nyengir pada Sehun. Namja itu menghela nafas dan merasa tidak nyaman melihat pemandangan didepannya sekarang dan dia tidak tahu kenapa. Dia juga tidak akan mungkin menyingkirkan kepala Sulli dari bahunya. dan akhirnya dia memutuskan untuk tidur.

Kai memandangi Sulli yang duduk tepat di seberangnya. Dia tidak tahu bagaimana cara mendeskripsikannya tapi dia tahu sekali bagaimana perasaannya sekarang ini. dia hanya tahu bahwa dia sangat menyukai Sulli. Itu saja. Kai melirik Krystal yang terlelap dibahunya, yeoja ini benar-benar sangat malang… dia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Sehun. Bahkan untuk sekali saja.

Baekhyun bersedekap seraya bersandar di bangkunya. Dia berusaha untuk tidur namun matanya tidak bisa lepas dari Suzy, yeoja itu tertidur dibahun Chanyeol. Suzy sangat cantik, bahkan saat sedang tertidur sekalipun, tapi namja disebelahnya… Baekhyun sangat berharap bisa menjadi namja yang Suzy sukai sekarang, tapi Suzy tak pernah melihatnya. Dia hanya melihat Park Chanyeol, namja berhati dingin yang tidak menyadari bahwa Suzy sudah menjadi pengagum rahasianya sejak lama.

Dia bertukar pandangan dengan Kai lalu kemudian tersenyum pahit. Pemandangan didepannya ini sungguh sangat menyakitkan.

“Baekhyun-ah,” tiba-tiba dia mendengar suara halus memanggilnya. Suara itu milik Jiyoung. Hanya yeoja manis itu yang masih belum tidur. Baekhyun melirik Kai yang sekarang sudah memejamkan mata. Praktis hanya mereka berdua yang sama sekali tidak tidur.

“Jiyoung-ah, kenapa kau tidak tidur?” Tanya Baekhyun keheranan.

“aku tidak mengantuk,” Jiyoung menjawab seraya melepaskan salah satu head-seat dari telinganya. “lalu kenapa kau tidak tidur juga?”

“sama sepertimu, aku tidak mengantuk,” Baekhyun tertawa kecil.

“ah, aku mengerti, kau mau mendengarkan musik juga?”Jiyoung memberikan salah sau headsetnya ke Baekhyun. Namja itu menerimanya dan memasangnya ke telinganya.

“ah, Unbelievable dari Craig David?” Baekhyun tersenyum dan perlahan memejamkan matanya untuk menikmati lagu itu. “aku tak tahu kau menyukai jenis musik seperti ini,”

“aku suka suara Craig David, sangat lembut dan halus,” kata Jiyoung sambil ikut bersandar di bangkunya dan memejamkan mata.

Mereka terdiam untuk beberapa saat sementara suara indah Craig David memenuhi rongga telinga mereka, mengirim mereka ke alam mimpi dengan segera. Perlahan, kepala Jiyoung jatuh bersandar ke bahu Baekhyun.

 

 

***

“arasseo, kita sudah sampai,” Sehun melihat jam tangannya. Mereka duduk di kereta selama hampir 3 jam. Kai menguap lebar-lebar sementara Baekhyun dan Chanyeol berusaha untuk membuka mata mereka yang masih berat karena mengantuk. Para yeoja juga sepertinya masih mengantuk, hanya Sehun yang terlihat sangat segar bersemangat.

“pantatku sakit,” keluh Suzy sambil menguap dan menyentuh daerah pantatnya yang terasa pegal.

“aku kan sudah bilang untuk tidak usah ikut,” Sehun merangkulnya sambil melihat kearah gunung Gyeryong yang sangat besar dan tinggi. Udara dingin menyentuh wajah mereka. Krystal, Sulli, Suzy dan Jiyoung merapatkan jaket mereka menahan dingin. Sementara para namja mulai meregangkan otot-otot mereka.

Sehun memejamkan mataya, mulai berdoa agar mereka terus dijaga selama perjalanan. Lalu kemudian dia berbalik, menarik teman-temannya dalam pelukkan grup. Dia selalu melakukan ini sebelum melakukan pendakian. Mata mereka terpejam sesaat.

“Tuhan, ini adalah kedua kalinya kami mengunjungi tempat ciptaanmu, aku membawa saudara sepupuku dan juga teman-temanku tolong lindungi kami dan biarkan kami menikmati segala ciptaanmu disana,” Sehun berkata dengan suara yang dalam. “biarkan kakimu berjalan,”

“biarkan pikiranmu mengikuti arah,” kata Kai.

“biarkan matamu tetap terbuka lebar,” tambah Baekhyun.

“dan biarkan bibirmu bergerak memanjatkan doa,” ujar Chanyeol.

Para yeoja bisa merasakan jantung mereka berdetak jauh lebih keras. Ini sangat seru dan mengasyikkan. Segala doa yang telah dipanjatkan membuat mereka tenang.

“baiklah, dengarkan kata-kataku! Tetaplah berdekatan dan jangan pernah coba-coba memisahkan diri! Kita akan berada di gunung dan apapun bisa terjadi secara tidak terduga disana, jadi ku ingatkan pada kalian, terutama kalian para yeoja, jangan mengatakan apapun yang sama sekali tidak berguna dan jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat perjalanan kita menjadi sulit,!” ujar Sehun tegas. Tentu tanggung jawabnya sangat besar disini. Dia harus menjaga 4 gadis yang salah satunya adalah saudara sepupunya. Dia harus melindungi gadis-gadis ini apapun yang terjadi. “lihatlah ke gunung itu, kita akan segera berdiri di puncaknya,”

Sehun tersenyum lembut sementara 3 namja lainnya hanya tertawa kecil. Bagi mereka hal ini sudah biasa.

“dan satu hal lagi,” Sehun menatap para yeoja itu tajam-tajam. “jangan pernah meminta untuk turun di tengah perjalanan,  Karena kami tidak akan pernah turun sebelum sampai ke puncak itu! Kalian mengerti?”

“kami mengerti!” Krystal mewakili teman-temannya menjawab dan membuat Sehun menatapnya dengan tatapan hangat.

“bagus, sekarang… kita sudah siap untuk pergi…”

 

 

-TBC-

Iklan

24 pemikiran pada “Finding True Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s