My Best Oppa! (Chapter 1)

Author :Byun_HeeBin

Title : My Best Oppa!

Main Cast :

  • Byun Baekhee            (OC’s)
  • Byun Baekhyun        (EXO-K)

Support Cast :

  • Oh Sehun                                  (EXO-K)
  • Do Kyungsoo a.k.a Dio           (EXO-K)
  • Kin Joonmyun a.k.a Suho       (EXO-K)
  • Park Chanyeol                          (EXO-K)
  • Kim Jong In a.k.a Kai                (EXO-K)
  • Lim Hyorin                                  (OC’s)

Genre : Family, Romance, Comedy (?)

Rating : PG

CHAPTER 1 : OPPA?

Mata seorang yeoja terlihat tengah sibuk mengitari sekeliling bandara Incheon tempatnya kini berada. Sudah menit ke sepuluh setelah ia mendarat di Korea tak nampak satu pun orang yang terlihat menghampirinya dan mengajaknya untuk beristirahat barang sejenakpun. Ya, yeoja itu terlihat sangat lelah setelah menempuh perjalanan delapan jamnya di udara. Ingin rasanya ia langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang berukuran king size empuk yang sudah sangat ia rindukan.

“Yeji-a!” Tiba-tiba tak sengaja ia melihat sebuah adegan mengharukan antara seorang pria dan wanita yang ada di sebelahnya kini. Mereka terlihat seperti tengah melepas rindu setelah bertahun-tahun tak bertemu. Wanita itu memeluk pria yang ada di hadapannya dengan erat seakan-akan tak ingin ada seorang pun yang memisahkan mereka.

“Oppa! Bogoshipo!” Di balik kacamata hitamnya yeoja itu terlihat memicingkan matanya memandang adegan bak drama opera sabun itu.

“Nado Yeji-a!” Pria itu berucap dengan terus mendekap wanitanya.

“Cih! Menjijikan!” Dalam hati, yeoja itu merutuk adegan sok romantis yang di lakukan oleh kedua sejoli di sebelahnya ini. Kemudian dengan kilat ia pun langsung kembali mengalihkan pandangannya ke depan saat melihat wanita itu menangkap basah dirinya yang tengah memandangi mereka.

“Oppa! Kajja kita pergi! Sepertinya ada yang iri dengan kita!” Ucap wanita itu dengan melirik yeoja berkaca mata yang ada di sebelahnya. Seakan mengerti, pria wanita itu pun mengangguk kemudian juga melirik kesal ke arah yeoja itu.

“Eum.. Kajja!” Dan mereka berdua pun melenggang pergi melewati yeoja itu dengan lengan tangan yang saling mengait.

“Mwo? Apa katanya? Iri? Ah.. Jinjja, I jit I jigeowo jugetseo (Ini menyebalkan)!” Geram yeoja itu dengan menghela nafas kesal.

“Baekhee-a!!” Panggil seseorang tiba-tiba, ah.. tidak lebih tepatnya adalah sebuah bisikan yang tiba-tiba memanggil nama si yeoja.

Merasa namanya di panggil, Baekhee pun lantas mengamati lamat-lamat seseorang yang kini tengah berjalan ke arahnya. Sebuah topi RnB hitam terlihat menutupi setengah wajahnya dengan jaket hitam yang ia kenakan pun menambah kesan menakutkan yang tiba-tiba terlintas di pikiran Baekhee.

“Baekhee-a!” Bisik orang itu lagi yang kini sudah tepat di hadapannya. Dengan was-was Baekhee pun mulai mengangkat mulutnya hendak berbicara ketika kemudian…

“Nan Baekhyun! Mian, sudah membuatmu menunggu lama!” Sahut orang itu yang seakan tahu isi pikiran Baekhee saat ini.

“Aku hanya berjaga-jaga, jika ada fans yang melihatku aku pasti akan di serbu, makanya aku berpakaian seperti ini!” Kata Baekhyun beralasan.

“Aku tidak perduli! Karenamu aku jadi harus menunggu lama!” Gerutu Baekhee dengan kesalnya.

“Ah.. Ne, Jeongmal mianhae! Kereom, kajja kita pulang!” Ajak Baekhyun.

Lalu dengan perlahan, Baekhee pun menarik koper hitam miliknya melewati Baekhyun yang masih berdiri di hadapannya.

“Biar aku saja yang membawanya!” Cegah Baekhyun yang kini sudah menjajari langkah kembaran perempuannya itu.

“Tidak perlu!” Tukas Baekhee yang menolak mentah-mentah permintaan Baekhyun.

“Gwenchana! Aku kan Oppa-mu!” Kata Baekhyun sambil memamerkan senyum termanisnya. Kemudian dengan sigap ia pun langsung mengambil alih pekerjaan adiknya itu untuk menarik koper hitam besar yang ia bawa. Baekhee mematung mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh pria yang terlahir hanya berbeda waktu sepuluh menit saja dengannya itu, Oppa? Batin Baekhee sambil menatap punggung Baekhyun yang telah berjalan mendahuluinya.

“Aku bahkan sudah tak menganggapmu itu setelah lima tahun silam!” Ujar Baekhee dalam hati, wajahnya memanas seketika saat mengingat kejadian lima tahun lalu yang berhasil membuatnya bersumpah untuk membenci kembaran lelakinya itu. Setelah lima tahun mencoba untuk melupakannya tiba-tiba dengan terpaksa ia pun harus kembali tinggal bersama saudara kembarnya itu setelah eommanya sendiri memaksanya untuk kembali ke Korea. Ya, Ini memang kesalahannya yang tak pernah lulus mengikuti ujian di salah satu universitas terkenal di Paris. Hal itu tentu saja membuat ibu Baekhee merasa sangat malu dan menghukumnya untuk tinggal bersama kembarannya itu lagi.

“Ya! Sampai kapan kau akan berdiri di situ! Kajja, Palli!” Teriak Baekhyun yang membuyarkan lamunannya. Dengan raut wajah yang cepat-cepat ia ganti, Baekhee pun bergegas berjalan menyusul Baekhyun.

***

Selama perjalanan dari bandara Incheon, hanya keheningan yang menyelimuti suasana keduanya meskipun kini mereka tengah berada dalam satu mobil yang sama. Mereka berdua terlalu larut dalam pikiran masing-masing, Baekhyun yang tengah memikirkan apakah Baekhee sudah memaafkannya, adapun Baekhee yang malah tengah mendengus malas sambil memandangi pemandangan kota Seoul lewat kaca jendela mobil.

“Ee.. Baekhee-a, nega.. bogosipho jugketsso (Aku sangat merindukanmu)!” Ujar Baekhyun yang membuka pembicaraan dengan tetap focus pada mobil bawaannya.

“…” Baekhee tak membalas, ia masih saja menatap ke arah luar jendela. Seakan tak ingin mengalihkan pandangannya barang sedetikpun apalagi harus menatap Baekhyun, orang yang tengah di bencinya saat ini.

“Ia bahkan tak memandangku!” Batin Baekhyun yang merasa tak di perdulikan oleh kembarannya sendiri.

“Ah, Baekhee-a! Di daerah Gangnam ada restoran bulgogi baru! Ku dengar bulgogi di sana sangat enak, Bagaimana…”

“Shireo!” Sahut Baekhee cepat.

“Oh! Eum.. Ne, Arraseo!” Baekhyun menjadi kikuk, ia tidak tahu harus bagaimana lagi padahal ia sedang mencoba untuk membuat dirinya bisa menjadi lebih dekat dengan Baekhee lagi. Ia tahu bahwa Baekhee kini sangat marah padanya. Setelah kesalahan yang ia perbuat lima tahun silam.

Membiarkannya hidup sendiri di Negara orang hanya demi mengikuti audisi casting saat itu. Meskipun akhirnya ia memang sudah memetik keberhasilannya menjadi seorang artis, tetapi selama beberapa bulan belakangan ini ia menjadi serba salah tiap kali melihat foto Baekhee yang selalu berada di dompet kulit miliknya. Di tambah lagi saat perceraian kedua orang tuanya, Baekhyun yang memilih untuk mengijinkan orang tua mereka berpisah berbeda dengan Baekhee yang tak mengijinkan hal itu terjadi membuat Baekhee semakin merasa bahwa Baekhyun sudah tak berada di pihaknya lagi.  Dan kini ia pun hanya bisa berharap agar kembaran manisnya itu bisa kembali seperti dulu.  Menjadi adik perempuannya yang cerewet dan ceria lagi.

***

“Mwoo? Kembaranmu?” Semua member EXO-K -kecuali Baekhyun dan Sehun maknae yang selalu pulang terlambat- langsung membulatkan matanya sempurna sesaat setelah Baekhyun memberitahukan suatu hal yang penting pada mereka.

“Ne, dia kembaranku namanya Baekhee! Byun Baekhee!” Bisik Baekhyun lagi sambil mengarahkan tatapannya pada gadis mungil yang tengah terlelap di sofa panjang ruang tengah dorm mereka. Gadis itu memang terlelap saat perjalanan pulang mereka dari bandara Incheon tadi. Baekhyun sengaja tak membangunkannya karena ia tahu bahwa saat ini Baekhee pasti merasa sangat lelah.

“Dia akan tinggal di sini untuk beberapa hari, setelah mendapatkan tempat tinggal baru dia akan pergi!” Ujar Baekhyun. Sedangkan teman-temannya malah sibuk memerhatikan wajah Baekhee dengan seksama.

“Tapi… selama ia tinggal di sini, ku mohon berpura-puralah kalian untuk tidak mengenalnya sebagai saudara kembarku!” Kata Baekhyun memerintahkan. Membuat semua orang menatap heran ke arahnya.

Baekhyun mengingat-ingat percakapan antara dirinya dan Baekhee saat di perjalanan menuju dorm tadi,

“Baekhee-a, Apakah… kau.. masih marah padaku?” Tanya Baekhyun dengan sangat hati-hati.

“Tentu saja!” Baekhyun terperangah, ia tidak menyangka bahwa Baekhee bisa seterus terang ini padanya.

“Tapi bukankah.. aku sudah meminta maaf!”

“Kau pikir aku akan memaafkanmu setelah apa yang kau lakukan dulu padaku?” Tanya Baekhee dengan intonasi yang naik satu oktaf.

“Ya! Byun Baekhee, sejak kapan kau menjadi yeoja kasar seperti ini, eo?” Baekhyun geram, ia tidak tahu mengapa kembarannya itu sebegitu benci padanya sampai-sampai ia tak mau memaafkan kesalahannya dulu. Ya, dia memang telah meninggalkannya lima tahun silam- tapi bukankah mereka masih sering bertukar kabar melalui e-mail? Meskipun tidak terlalu sering, tapi.. ia yakin bahwa selama ia ber-mail dengannya- Baekhee selalu menuliskan kata-kata bahagianya yang sangat berbeda dengan sikapnya kini.

“Bukan urusanmu! Ah, satu lagi selama aku tinggal di Korea! Aku tak ingin kau menganggapku sebagai Baekhee adikmu!”

“Mwo? Wae?” Tanya Baekhyun yang kaget mendengar permintaan saudari kembarnya itu.

“Aku tak ingin semua orang yang nantinya kenal denganku mengetahui  bahwa kau adalah saudara kembarku!” Jawab Baekhee tanpa memandang Baekhyun yang ada di sampingnya.

“Tapi…”

“Atau aku akan semakin membencimu!” Tukas Baekhee dengan tampang datarnya. Dan Baekhyun pun mengalah, ia memilih untuk terdiam karena tak ingin masalah di antara mereka semakin bertambah.

***    

“Kenapa begitu?” Tanya Suho -sang leader-ingin tahu.

“Ee.. ada suatu alasan tertentu! Aku akan memberitahu kalian nanti!” Bisik Baekhyun yang tak ingin mengganggu adik perempuannya itu terbangun dari tidurnya.

“Apa kalian sedang tidak akur?” Tanya Chanyeol penuh selidik. Baekhyun menghela nafasnya panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.

“Hh~ Sudahlah! Ee.. Aku akan menidurkannya ke ranjangku! Kau tak apa kan jika kita tidur di sofa untuk beberapa hari?” Baekhyun memfokuskan pertanyaannya kepada Chanyeol. Merasa tak enak karena harus membuat Chanyeol tidur di sofa ruang tengah dorm bersamanya.

“Em.. Gwenchana!” Jawab Chanyeol dengan sedikit mengangguk paham.

“Tapi apa kau sudah mendapatkan izin dari manager hyung karena dia akan tinggal di sini?” Tanya Suho sambil menunjuk Baekhee menggunakan dagunya.

“Benar! Kalau manager-hyung tahu bukankah ia akan marah jika kau tak memberitahunya terlebih dahulu?” Dio ikut menimpali pertanyaan Suho barusan.

“Ee.. Soal itu..” Baekhyun kembali mengeluarkan cengiran andalannya untuk merayu.

“Wae?” Suho tahu, pasti ia belum memberitahu manager mereka dan ia yakini bahwa sebentar lagi Baekhyun akan merajuk kepadanya agar ia mau mengizinkannya pada manager.

“Hyung-a!” Panggilnya dengan memasang puppy eyes andalannya.

“Ahh… Arraseo!” Suho lagi-lagi mengalah, ia memang tidak akan sanggup jika Baekhyun sudah mengeluarkan puppy eyes andalannya itu.

Kemudian perlahan ia pun berlalu mengambil ponselnya dan mulai menghubungi manager mereka.

“Gomawo hyung!” Ujar Baekhyun sambil menunjukkan senyum termanisnya.

“Hyung-a, Sepertinya kau dan adikmu itu memiliki sifat yang berbeda!” Dio berujar setelah sebelumnya menelusuri pandangannya pada lekuk wajah Baekhee yang ia yakini bahwa gadis ini memiliki sifat dingin.

“Tidak juga! Dia gadis yang cukup manis!” Kata Baekhyun yang tak menyetujui perkataan Dio tadi.

“Tapi dia terlihat memiliki aura yang…”

“Ya! Apa yang kau katakan! Adikku ini gadis yang penurut yah.. walaupun memang sedikit pemberontak!”

“Tapi wajah kalian juga tidak mirip!” Simpul Kai yang ternyata sedari tadi membanding-bandingkan wajah Baekhyun dengan gadis mungil yang kini terlelap di hadapannya.

“Itu karena kami memang bukan kembar identik!” Jawab Baehyun seadanya.

“Lalu berapa perbedaan usia kalian?” Tanya Dio dengan menyipitkan matanya serius.

“Sepuluh menit! Aku terlahir sepuluh menit sebelum ia lahir!”

“Kenapa sebelumnya kau tidak memberitahu kami?” Kini Chanyeol pun ikut bertanya mengikuti hal yang di lakukan oleh kedua temannya itu.

“Dan kenapa baru sekarang ia kembali ke Korea?” Kai melontarkan pertanyaannya yang kedua.

“Lalu.. apa yang akan ia lakukan di sini?” Dio kembali ikut mengintimidasi Baekhyun. Baekhyun mengerutkan keningnya bingung, ia merasa seperti sedang di sudutkan oleh ketiga temannya itu.

“Ya! Kalian ini kenapa? Aku jadi merasa seperti seorang penculik saja!”

“Ya sudah! Jawab dulu pertanyaan kami kalau kau tak mau kami membuatmu merasa seperti seorang penculik!” Sepertinya Dio benar-benar tertarik untuk membicarakan hal ini, karena sedari tadi memang hanya dia yang melontarkan pertanyaan lebih dari dua kali.

“Benar!” Ujar Chanyeol dan Kai serempak. Mereka berdua terlihat seperti seorang prajurit yang tengah menurut kepada pemimpinnya –Dio-.

“Ahh.. Jinjja!” Gumam Baekhyun yang mulai merasa kesal. Lalu ia pun merogoh saku untuk mengambil dompet kulit miliknya dan mengeluarkan sesuatu di sana.

“Ini!” Baekhyun menunjukkan sebuah lembaran foto kepada ketiganya.

“Apa ini?”

“Itu fotoku bersamanya sebelum aku debut!” Jawab Baekhyun.

“Kekeke~.. Kau memang terlihat sangat culun dulu!” Kata Chanyeol setelah melihat foto Baekhyun bersama adiknya yang sangat berbeda dengan sekarang.

“Kekeke~..” Kai dan Dio ikut terkekeh.

“Ya! Puas sekali kalian menertawaiku!” Kata Baekhyun menyindir mereka bertiga. Lalu kembali menaruh fotonya ke dalam dompet kulit miliknya.

“O. Hyung-a, Eotheoke?” Tanya Baekhyun setelah melihat Suho kembali kekerumunan mereka.

“Ini sangat kebetulan!” Jawab Suho aneh.

“Wae?”

“Manager hyung mengijinkannya dan ia bilang ia sedang ada urusan mendadak dengan pihak SM jadi dia tidak akan datang ke dorm selama seminggu kedepan! Selama seminggu itu juga ternyata kita tidak ada jadwal apapun!” Kata Suho panjang lebar.

“Jinjja? Ah.. Kebetulan sekali, jadi aku bisa menghabiskan waktuku bersama Baekhee selama seminggu ke depan!” Baekhyun tersenyum girang setelah mengetahui hal itu.

“Mwo? tidak ada jadwal apapun?” Tanya Dio dan di jawab anggukan oleh Suho.

“Kau yakin hyung? Mungkin salah satu dari kita? Apakah aku tidak ada tawaran pemotretan?” Tanya Chanyeol yang terdengar seperti sebuah permintaan.

“Ya! Percaya diri sekali kau!” Cibir Baekhyun.

“Obseoyeo (Tidak ada), manager hyung tidak mengatakan hal apapun padaku kecuali tadi!” Jawab Suho.

“Membosankan sekali!” Gerutu Kai lirih.

“Benar!” Ucap Suho mengamininya.

“Ya! Apa kalian tidak senang? Tiga hari ke depan kita bebas melakukan apapun tanpa ada jadwal yang melelahkan!” Pertanyaan Baekhyun sama sekali tak dihiraukan oleh mereka berempat yang memilih untuk kembali ke kamar masing-masing.

“Ah.. Sombong sekali mereka!” Gumam Baekhyun pelan sambil memandang mereka yang sudah bubar meninggalkannya.

“Mereka bisa saja tidak senang, tapi.. kalau aku pasti sangat senang! Karena seminggu kedepan aku akan menghabiskan waktu bersamamu!” Ujar Baekhyun yang sudah beralih memandang adik perempuannya yang masih terlelap.

***

Malam menjelang, dan Baekhee pun belum juga menunjukkan tanda-tanda akan bangun, setelah tertidur selama kurang lebih sepuluh jam dari pukul dua belas siang hingga sekarang.

“Dia pasti sangat lelah!” Komentar Baekhyun yang masih memandangi wajah Baekhee dengan terduduk di sampingnya meskipun ia sudah menidurkannya di atas ranjang kamar.

“Baekhyun-a! Ada yang menghubungimu!” Kata Suho yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.

“Nuguseyo (Siapa)?”

“Kurasa Hyorin!” Jawab Suho dan berhasil membuat matanya membulat sempurna karena bahagia.

“Jinjjayo?” Tanya Baekhyun memastikan dan mendapat anggukan dari Suho. Lalu dengan bergegas ia pun bangkit dan berlari menuju ruang tengah untuk mengangkat telpon yang memang di tujukan untuknya.

“Ah.. Jinjja! Selalu seperti ini jika Hyorin menghubunginya!” Komentar Suho, saat akan berbalik tiba-tiba tak sengaja ia melihat dan menghampiri kembaran Baekhyun yang masih terlelap di atas ranjang itu.

“Beruntung sekali Baekhyun memiliki kembaran secantik dia!” Gumam Suho setelah memerhatikan paras cantik Baekhee.

Saat tengah serius-seriusnya berkonsentrasi pada paras Baekhee, tiba-tiba gadis itu menggeliat dengan perlahan membuat dress putih yang masih melekat di tubuhnya sedikit terkesiap dan berhasil mengekspos kaki putih mulus Baekhee yang menggoda. Melihat hal itu, Suho pun dengan terbelalak membulatkan matanya terkejut.

“Ommo! I.. Igeo Mwo?” Ia mulai tergagap ketika sudah melihat hal-hal yang seperti ini. Pikirannya mulai melayang, dengan cepat ia pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghilangkan hal-hal yang tiba-tiba hinggap di pikirannya.

“Andwae-andwae..” Gumamnya dengan sangat polos.

***

“Yoboseyo?” Tanya Baekhyun bersemangat setelah mengangkat ganggang telepon yang masih menggelantung dengan terburu-buru.

“…”

“Nuna!!!” Teriak Baekhyun kegirangan setelah mendengar suara seorang wanita yang memang sudah sangat ia rindukan akhir-akhir ini.

“…”

“Ne, Aku baik-baik saja!”

“…”

“Mwo? Jigeum?”

“…”

“Ee… Baiklah! Chankamaneyo Nuna!” Baekhyun pun memutuskan sambungan telponnya. Lalu bergegas memakai jaket hitamnya yang tergeletak di atas sofa.

“Neo eoddiseo (Kau mau kemana)?” Tanya Chanyeol yang baru datang dari dapur.

“Aku ada urusan mendadak! Hanya sebentar!” Jawab Baekhyun cepat-cepat dan kemudian berlari dengan terburu-buru, beberapa detik berikutnya ia pun sudah menghilang di balik pintu depan dorm.

“Dasar!” Cibir Chanyeol yang melihatnya dengan kesal lalu mendudukan tubuhnya di sofa.

“Kemana dia pergi?” Tanya Dio yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahnya.

“Kurasa menemui Hyorin nuna!” Jawab Chanyeol yang mulai menyalakan TV di hadapannya.

“Jinjja?” Dio pun hanya mendapatkan sebuah anggukan dari orang yang tengah di tanyainya itu.

“Hwaa… Han Ji Won Nuna!!” Ucap Chanyeol kegirangan saat melihat drama aktris kesukaannya di mulai.

“Ommo, Kau.. membuat telingaku sengang!” Tukas Dio kesal.

“Yeppo!” Chanyeol berkata dengan mata yang berbinar menatap aktris kesayangan itu muncul di televisi.

“Ahh Jinjja! O. Joonmyun-hyung! Gwenchana?” Tanya Dio yang melihat raut wajah aneh sang leader yang barusan keluar dari kamar Baekhyun-Chanyeol.

“E.. Ne!” Jawabnya dengan senyum yang seperti di paksakan lalu berlalu meninggalkan mereka berdua.

“Ada apa dengannya?” Heran Dio yang melihat tingkah aneh Suho.

***

Baekhyun berlari sekuat tenaga, berusaha membuat seseorang di taman sana untuk tak menunggunya lama.

“Hh~.. Dimana dia?” Setelah sampai di taman dekat apartmentnya, ia pun segera mengitari pandangannya ke sekeliling taman itu-berharap menemukan orang yang tadi mengajaknya untuk bertemu.

“Baekhyun-a?” Panggil seseorang di belakangnya. Baekhyun tersenyum bahagia, ia mengenali suara itu. Dengan nafas yang masih tersengal, ia pun perlahan berbalik menghadap orang yang telah memanggilnya.

“Nunaaa!!” Teriak Baekhyun bahagia setelah melihat sosok wanita yang dirindukannya tengah berdiri di hadapannya dengan tersenyum manis ke arahnya.

TBC

or

END

CUTT.. Yap sekian FF EXO pertamaku ini, Mian kalo gak memuaskan hati! Soal mau di lanjut atau gak, tergantung keinginan reader! Klo byk yg mau di lanjut ya.. di lanjut!! Klo gak ya.. saya hanya bisa terima nasib! T.T *plak

Gomawo Readers, jangan lupa di comentnya ya… Pay-pay!! ^^ *bow

Iklan

29 pemikiran pada “My Best Oppa! (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s