It’s Hurt (Chapter 1)

Author : Kimjhyun

Genre : Romance

Rating : PG 13

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO)

Park Minri (OC)

Lee Jiyeon (OC)

Length : Chaptered

Happy Reading (ˆ▿ˆʃƪ)

‘ Kita teman ..’

‘ Teman Selamanya’

(/-/-/-/)

(Minri Pov)

“ Minri-a namjachingumu datang !” seru Jihyun padaku , aku mendongak dan menatap ke arah ambang pintu di mana seorang namja melambai padaku dengan senyuman khasnya . “ Anniya , dia bukan namjaku Jihyun – a , dia hanya temanku , arra” ujarku menjelaskan , entah sudah berapa kali aku berkata seperti itu pada Jihyun atau teman yang lain tapi mereka tak pernah mengerti . Aku dan Chanyeol hanya sebatas teman tidak lebih dari itu . Aku dan dia dekat karena aku dan dia memang teman sejak kecil . “ Jihyun – a aku pergi dulu , bye kau nikmati makan siangmu “ ujarku pamit padanya dan segera beranjak pergi menuju ambang pintu kelasku . “ Kau juga “ sahut Jihyun kemudian .

“ Mademoiselle , mari makan bersama , cacing di perutku sudah menangis minta makan” ujar Chanyeol dengan gaya dibuat ke arah bahasa italia . “ Kau ini sejak kapan belajar bahasa italia “ sungutku . “ Ah.., sudahlah itu tak penting , kajja “ ujar Chanyeol menarik tanganku menuju Kantin . “ Jangan lari terlalu cepat !” ingatku padanya karena koridor sangat ramai . “ Jika tak lari maka kita tidak akan kebagian roti dan susu “ ingat Chanyeol padaku , ia menoleh ke arahku dan tidak melihat ke arah depan . “ Hei , kau harusnya memperhatikan jalanmu bisa – bisa kau menab..” belum selesai aku menyelesaikan kalimatku ia sudah menabrak seseorang sehingga orang itu jatuh tersungkur di hadapannya . Aku melepas gandengan tangan Chanyeol dan menatap ke arah orang , lebih tepatnya yoeja yang ditabrak Chanyeol .

“ Jiyeon –a , gwenchana ?” tanya Chanyeol pada yeoja tersebut , Chanyeol mengulurkan tangannya sehingga yoeja itu dapat berdiri . “ Hanya sedikit lecet tapi tak apa” ujar yoeja bernama Jiyeon tersebut ia mengulas senyum manisnya . “ Kau sepertinya tak baik , mukamu pucat sekali” ujar Chanyeol dan telapak tangan Chanyeol mendarat manis di atas jidat Jiyeon . Entah kenapa aku membuang muka melihat kejadian tersebut , sejak kapan Chanyeol mengenal yoeja semanis yoeja ini ia pasti sangat menyukainya . “ Anniya gwenchana” ujar Jiyeon tersenyum memastikan . “ Mmh , kau sudah makan siang ?” tanya Chanyeol lagi , ia sepertinya melupakan kehadiranku . “ Aku lagi tidak mood makan” ujar Jiyeon diiringi tawa pelannya . “ Bagaimana kalau kau bergabung bersama aku dan temanku , iyakan Minri ?” tanya Chanyeol tapi aku tak begitu menghiraukan pertanyaannya aku hanya sibuk dengan diriku sendiri yang terlanjur kesal karena merasa diacuhkan oleh Chanyeol . “ Minri ?” Chanyeol memanggil namaku . “ Park Minri !!” kali ini lebih keras dan tepat digendang telingaku membuatku gelagapan . “ Ahh i-iya “ ujarku mengiyakan . “ Itu bagus , Jiyeon – a kajja” ujar Chanyeol kemudian .

Apa – apaan ini ? Ia bahkan benar – benar melupakanku , Chanyeol dan Jiyeon berjalan di depan layaknya pasangan yang baru jadi sedangkan aku seperti pengawal mereka yang berjalan di belakang sendirian .  Ini benar – benar menyebalkan , sejak kapan ia mengenal yoeja semanis itu ? aku bahkan tak tahu . Kemudian Chanyeol menyuruhku duduk di salah satu bangku di kantin , ia juga menyuruh Jiyeon duduk berhadapan denganku .

“ A – annyeong “ ujar Jiyeon ragu di tengah – tengah kecanggungan yang kami buat . Aku hanya menatapnya dan berusaha tersenyum walau dipaksa  lalu membalas “ Annyeong “ . Kenapa ia seperti bergidik ngeri apakah aku ini menyeramkan jika tersenyum ? . “ Kita belum saling kenal “ ujar Jiyeon berusaha mengakrabkan diri denganku , entah kenapa aku kesal sekali pada yoeja ini . “ Namaku Park Minri , kau bisa memanggilku Minri , Chanyeol adalah sahabat karibku “ jelasku . “ O – Oh , Namaku Lee Jiyeon kau bisa memanggilku Jiyeon , pasti menyenangkan mempunyai teman seperti Chanyeol , dikelas ia sangat lucu “ ujar Jiyeon , jadi dia dan Jiyeon adalah teman sekelas pantas aku tak tahu akukan tidak sekelas dengan Chanyeol ditambah lagi Chanyeol tak pernah cerita apa – apa padaku .

“ Kau tahu Chanyeol itu sangat lucu dia seperti happy virus , jika melihatnya kita akan bahagia “ ujar Jiyeon menjelaskan , tentu aku tahu itu . “ Aku tahu “ ujarku sedikit kesal . “ Tentu saja kau tahu kaukan teman masa kecilnya kau tahu semuanya tentangnya “ ujar Jiyeon , jika aku tahu lalu kenapa kau menjelaskannya padaku !! . “ Maaf lama menunggu “ ujar Chanyeol tiba – tiba . “ Kau cocok sekali menjadi waiters di cafe “ candaku padanya , Chanyeol hanya mengumbar senyum kemudian dia menaruh beberapa roti dan sekotak susu di depanku dan dia berjalan mendekati Jiyeon hendak duduk di sebelahnya . MWO !! Di sebelahnya , ahh kenapa aku jadi kesal begini ? harusnya aku itu biasa saja . “ Kau harus mendaftarkan diri di salah satu cafe di dekat rumahku “ ujar Jiyeon meneruskan candaanku , Chanyeol tertawa sebentar dan mengacak rambut Jiyeon pelan . Apa – apaan itu ?! harusnya ia tertawa untukku dan mengacak rambutku , kenapa malah begini ? .  “ Minri – a kau harus makan pelan – pelan kenapa seperti singa yang kelaparan saja” celetuk Chanyeol . “ UHOK !! “ Jiyeon tiba – tiba terbatuk , aku menatap ke arahnya sepertinya ia mengalami masalah penelanan . “ Jiyeon-a gwenchana ?” tanya Chanyeol , ia sepertinya panik . “ Apakah perlu kita ke dokter ?” tanya Chanyeol , panik yang berlebihan . Jiyeon menyilangkan tangannya di dada menandakan itu tak perlu . “ Kau minum susuku dan susu Minri juga “ ujar Chanyeol mengambil susu kotakku dan menyuruh Jiyeon minum . Orang ini benar – benar menyebalkan !! Aku bahkan belum menyentuh susu kotakku !! .

“ Kau sudah lebih baik ?” tanya Chanyeol . “ Ne – nee terimakasih “ ujar Jiyeon tersenyum . “ Hehe kau benar – benar lucu “ ujar Chanyeol mencubit pelan pipi Jiyeon . Astaga , adegan apa itu !!! . “ Jangan mencubit pipiku itu sakit “ ujar Jiyeon kemudian . “ Apakah itu benar – benar sakit ?” tanya Chanyeol memastikan . “ Anniya , hanya sengatan sedikit “ ujar Jiyeon . Apa – apaan itu , aku muak berada di sini . “ Perutku sakit , sepertinya aku harus segera ke kamar mandi , nikmati makanan kalian , aku ke toilet “ ujarku . “ Hati – hati “ ujar Chanyeol singkat . Hanya itu ? harusnya ia mengkhawatirkanku seperti Jiyeon tadi . Aku segera melangkahkan kakiku pergi dari arah situ , aku menoleh ke belakang sebentar menatap ke arah Jiyeon “ Mereka memang terlihat lebih serasi dari yang kubayangkan “ gumamku pelan lalu benar – benar menghilang .

( End Minri Pov )

(***)

“ Untung aku bawa payung “ gumam Minri saat jam pulang sekolah sudah berlalu beberapa menit yang lalu dan hujan . “ Minri –a “ panggil Chanyeol dari balik punggung Minri . Minri menoleh ke arah Chanyeol dan menatap Chanyeol yang kini sudah ada di depannya , Chanyeol sedang mengatur nafasnya . “ Waeyo ?” tanya Minri . “ Aku tak bawa payung “ ujar Chanyeol . “ Bagaimana kalau kita berbagi payung ?” tawarku . “ Anniya “ tolak Chanyeol . “ Eh ?” tanyaku , ini pertama kalinya Chanyeol menolak ajakan baikku . “ Bukan , bukannya aku tak mau , tapi bolehkah aku meminjam payungmu ?” tanya Chanyeol . “ Bolehkan ?” tanya Chanyeol , Minri terdiam sebentar menimang ia menatap Chanyeol yang juga menatapnya dengan mata berharap – harap . Karena Minri tak kuat melihat tatapan Chanyeol yang memelas akhirnya ia berkata “ Baiklah , aku ini teman yang baik maka pakailah payungku “ ujar Minri memberikan payung tersebut ke arah Chanyeol . “ Jeongmal ?? Horee , kau memang baik sekali “ ujar Chanyeol girang seraya memeluk Minri erat . “ Ne – nee , lepaskan aku , aku hampir kehabisan nafas “ ujar Minri . “ Kau memang baik , terimakasih “ ujar Chanyeol , Minri hanya tersenyum pelan . Sebelumnya Minri berpikir bahwa Chanyeol sempat melupakannya tapi kini pikirannya hilang , Chanyeol telah kembali seperti biasanya . “ Chanyeol –a “ sebuah suara yoeja lembut tiba – tiba seakan membelah hujan .

“ Jiyeon –a “ ujar Chanyeol girang menyadari kehadiran Jiyeon ditengah – tengah mereka . Mendengar nama Jiyeon di sebut  Minri membeku sesaat lalu kemudian tatapannya menatap tajam ke arah yoeja manis nan mungil bernama Jiyeon yang tengah asik bercakap dengan Chanyeol . “ Chanyeol –a apakah kita jadi pulang bersama ?” tanya Jiyeon . “ Tentu , aku membawa payung” ujar Chanyeol menunjukkan payung yang baru ia pinjam di Minri . “ Kau memang hebat , sudah mempersiapkan sesuatu “ puji Jiyeon , Chanyeol hanya tersenyum khas . “ Kajja “ ujar Chanyeol sembari membuka payung , lalu sebelum pergi Chanyeol menatap ke arah Minri yang sedang menatap ke arah keduanya dengan tatapan membelalak . “ Minri –a aku pulang duluan , maaf jika aku tidak bisa pulang bersamamu “ ujar Chanyeol kemudian setelah itu ia melambai pada Minri yang masih membelalak . Kemudian Chanyeol dan Jiyeon benar – benar pulang bersama , meninggalkan Minri dalam kesunyian .

( Minri Pov )

“ Jika begini aku tak akan sudi meminjamkannya payung !! Sikap macam apa itu !! “ bentakku kesal entah aku sedang berbicara dengan siapa . Hari ini aku merasa bahwa kehadiran Jiyeon benar – benar melempar posisiku sebagai sahabatnya , aku serasa tak ada apa – apanya lagi di mata Chanyeol . Aku benar – benar kesal saat seharusnya senyum , tawa , ucapan serta pujian Chanyeol bukan untukku lagi . Tapi tunggu dulu kenapa aku jadi menyebalkan begini ? harusnya aku tidak berlebihan begini , aku harusnya membiarkan Chanyeol pergi dengan siapapun yang ia mau , aku tidak boleh membatasi kemauannya . Harusnya aku tak marah padanya yang lebih mengutamakan seorang yoeja dari pada temannya .  Teman macam apa aku ini ?? Aku tidak pantas di sebut teman , aku seperti mengekang keinginan Chanyeol , sudah sewajarnya ia pergi dan kencan dengan yoeja yang disukainya , aku tak pantas mengekang kemauannya karena aku ini hanya sebatas temannya saja , hanya temannya tidak lebih . Atau aku berharap lebih dari teman ? Apakah aku cemburu padanya ? Apakah aku ingin menjadi yoejachingunya ? Apakah aku ingin menjadi satu – satunya yoeja yang dilihat olehnya . “ Aku bisa gila !! “ ujarku pada diriku sendiri . “ Kalau gila itu kerumah sakit !” ujar salah seorang namja yang melewatiku , namja itu membuka payungnya dan pergi . “ Dasar orang tak berperi kemanusiaan !!! “ balasku padanya . “ Aku ini bukan peri bodoh namaku Oh Sehun ! “ ujar namja bernama Sehun itu membalas sebelum ia benar – benar menghilang dari hadapanku . “ Dasar orang aneh , aku yakin tak ada satupun yoeja yang mau dengannya , namja menyebalkan seperti itu” sungutku pelan .

(***)

“ HAACCHUUU !! “ entah ini sudah berapa kalinya aku bersin di pelajaran Mr.Kim , ini semua gara – gara aku meminjamkan payungku pada Chanyeol kemarin alhasil aku harus pulang hujan – hujanan karena hujannya tak kunjung berhenti hingga jam sembilan malam untung saja aku dapat pulang dengan selamat tapi esok paginya aku flu . “ Yya’ Park Minri , kau menganggu jam pelajaranku , pergi ke UKS dan kembali saat kau sudah merasa lebih baik” suru Mr.Kim padaku . “ Baik “ ujarku kemudian pamit pergi .

Kepalaku pusing sekali rasanya , badanku juga rasanya panas . Dengan langkah terhuyung aku berjalan menuju UKS yang cukup j auh . Langkahku terhenti di UKS dan hampir membuka pintunya tapi kuurungkan niatku dan menguping . Kudengar suara Chanyeol dengan lembut berkata “ Kau harus lebih hati – hati dalam melangkah “ . Suara Chanyeol begitu lembut aku bahkan tak pernah mendengar suaranya yang seperti itu , tapi tunggu dulu kenapa ia ada di UKS ? Siapa yang sakit ? . Aku menggeser pintu UKS pelan dan mengintip ke dalam kulihat Chanyeol sedang duduk mengobati seseorang , dan mataku membesar ketika orang yang diobati adalah seorang yoeja siapa lagi jika bukan Lee Jiyeon . Dadaku panas , paru – paruku serasa ditekan sehingga susah bernafas . Aku benci , benci saat Chanyeol berdua dengan seorang yoeja , saat ia mengacuhkan diriku . Aku ben.. “ BRUKKK “ saat itu aku langsung kehilangan kesadaranku , semuanya gelap dan berputar – putar .

(***)

Aku mengerjap – ngerjapkan mataku , menatap ke arah langit – langit UKS . Kepalaku pening sekali serasa menabrak sesuatu yang keras . Aku kemudian menoleh ke arah kiri berharap Chanyeol ada di sampingku dan menggenggam tanganku seperti dalam drama – drama . Ternyata hanya harapan kosong saja , ia tak ada di sampingku dan tak akan ada . “ Kau tadi pingsan “ ujar perawat UKS padaku , aku hanya mengangguk pelan . “ Chanyeol ? “ tanyaku pada perawat itu . “ Maksudmu namja yang tadi bersama seorang yoeja ?” tanya perawat , aku hanya mengangguk mengiyakan . “ Dia sudah pergi dan menitip salam padaku agar merawatku untuk menjagamu “ ujar perawat itu . “ Haah “ aku hanya menghembuskan nafas perlahan . “ Istirahatlah dulu “ ujar perawat itu meninggalkanku . Dadaku sakit rasanya , ingin menangis ketika ia sudah melupakanku . Aku tak pernah sesakit ini sebelumnya . Ternyata aku telah menemukan kenyataan , aku menyukainya dan dia tak menyukaiku . Cinta sepihak .

Aku memutuskan untuk tak memikirkan hal itu sebelum semakin menggores hatiku lebih dalam , lalu kualihkan pandanganku yang semula menatap lurus kini menatap ke arah lapangan dan tampak segerombolan orang sedang melakukan olahraga sejenis melempar bola berpasangan . Hari ini kelasnya Chanyeol , aku kemudian merongoh ponselku dan menatap sebentar ke arah walpaper ponselku di mana aku dan Chanyeol berpose dan aku tersenyum sebentar . Aku berniat mengirimi Chanyeol sebuah pesan yang berisi ‘ Semangat Olahraganya Park Chanyeol Fighting !’ tapi niatku terkubur dalam – dalam ketika melihat Jiyeon dan Chanyeol tengah bermain bola bersama dengan bahagianya . Rasanya sakit sekali , pedih dan perih . Oh Tuhan aku baru menyadari betapa aku menyukainya dan mencintainya serta tidak ingin kehilangannya . Kristal cair mulai meleleh di permukaan pipiku , aku bahkan menangisinya , sebelumnya aku tak pernah menangisi seorang namja .

(***)

“ Minri – a “ Chanyeol memanggilku ketika aku hendak beranjak pulang , entah aku malas menatapnya aku terus berjalan . “ Yya’ Park Minri “ panggil Chanyeol lagi seraya memegang pundakku . Aku hanya berbalik hadap menatapnya dengan datar . “ Matamu bengkak , gwenchana ?” tanya Chanyeol . Ia menyadari bahwa mataku bengkak . Aku hanya mengangguk .  “ Kau tak baik “ ujar Chanyeol menjulurkan tangannya ke arah keningku . “ A – aku baik “ ujarku menyingkirkan tangannya dari keningku , aku sedikit merasa lebih senang ia memperhatikanku . “ Tapi kau aneh “ ujar Chanyeol . “ Anniya , aku baik “ ujarku memastikan dan tersenyum berusaha meyakinkan dirinya . “ Chanyeol –a ! “ suara yoeja kembali terdengar di telingaku dan kutatap ke arah Jiyeon yang memanggil Chanyeol . “ Aku harus pergi , maaf lagi karena tak dapat menemanimu pulang bersama “ ujar Chanyeol lagi mendekat ke arah Jiyeon . Kini aku menjadi bukan siapa – siapa dan apa – apanya lagi . “ Chanyeol –a ! “ panggilku . “ Lain kali kau harus memperhatikan orang yang ada di dekatmu karena dia juga sedang menunggumu !” ujarku tersenyum lalu pergi dari hadapan mereka . Aku ingin segera pulang , sesekali kutorehkan pandanganku kebalakang Chanyeol tak ada , ternyata aku memang bukan untuknya , ia sama sekali tak penasaran akan kata – kataku . Bukan untukku jadi untuk siapa ? Untuk siapapun itu kumohon pada hati kecilku untuk merelakan Chanyeol bersamanya . Aku tak ingin egois untuk Chanyeol biarkan mereka bahagia , karena mungkin dengan itu aku juga dapat bahagia .

(***)

“ Hahhh “ aku menghembuskan nafas berulang kali , entah jika dihitung sudah berapa kali aku menghembuskan nafas ke udara . “ Jam istirahat yang tidak menyenangkan bukan ? “ celetuk Minah menatapku . Aku balik menatapnya yang cekikikan di pojok sana . “ Kau seperti kehilangan hari – hari ceriamu , ada denganmu ?” tanya Minah lagi . “ Anniya “ ujarku . “ Dia patah hati “ celetuk Jihyun membuatku tercengang , dari mana manusia ini tahu . “ Jihyun –a dari mana kau tahu ?” tanya Yeonji tiba – tiba . “ Tentu saja , namjachingunyakan akhir – akhir ini tak kekelas lagi , ia pasti patah hati “ ujar Jihyun . “ Minri –a jangan sedih begitu kau harus move on “ semangat Minah sambil mengigit wafer . “ Dia bukan namjachinguku “ ujarku . “ Dia adalah temanku , begitu bukan ?” ujar Yeonji menyambung . “ Teman tapi mesra “ celetuk Jihyun diiringi tawa Yeonji dan Minah . Apa – apaan mereka , bisa gila jika aku lama – lama berada di dalam tumpukan orang – orang gila . Aku segera pergi dari kelas yang hanya berisi Yeonji , Jihyun dan Minah .

“ Minri – a kau mau kemana ?” tanya Minah . “ Hanya jalan – jalan “ ujarku tersenyum . “ Jangan pergi ke atap dan bunuh diri ya “ ujar Yeonji kemudian mereka tertawa lagi , dasar gila . “ Aku tak akan pergi ke atap hanya ke toilet dan gantung diri “ candaku kemudian melesat pergi .

(***)

Aku berkeliling sekolah yang besar ini , mengitari koridor demi koridor dan ketika aku akan berbelok aku mendengar suara Chanyeol samar – samar yang berkata “ Jiyeon –a aku ingin mengatakan sesuatu padamu” . Spontan aku merapatkan tubuhku dengan tembok . Aku mengintip perlahan ternyata benar di sana ada Chanyeol dan Jiyeon . Kenapa mereka berdua di koridor sesepi ini ? . Aku memutuskan menguping pembicaraan mereka . “ Apa ?” tanya Jiyeon penasaran . “ Aku..” ujar Chanyeol perlahan entah setiap kata Chanyeol membuat jantungku memompa lebih cepat .

“ Jiyeon – a aku mencintaimu , maukah kamu menjadi yoejachinguku ?” ujar Chanyeol kemudian nafasku tertahan . Kakiku seakan lemas dan ribuan air mata melesat cepat dan jatuh begitu saja . “ An.. !! mhhhhpphh” ketika aku akan berteriak seseorang membekap mulutku dari belakang .

(TBC)

Sehabis membaca jangan lupa tinggalkan komentar (•ˆ⌣ˆ•)

Annyeong reader’sdeul tercinta . Udah berapa lama ya kita tidak bertemu ?? Author jadi kangen ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ . Siapa yang kangen sama author (?) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ . Diperjumpaan kita yang kesekian kali , author bawakan spesial FFnya Chanyeol buat reader’sdeul semua , semoga kalian suka (ˇʃƪˇ) . Selanjutnya author minta maaf jika ada salah kata , alur tak dimengerti , cerita jelek , dsb author hanya berusaha semampu mungkin . Typo bertebaran tolong dimaafkan . Sampai jumpa dichapter selanjutnya (•ˆ⌣ˆ•) . Cerita dan Cover 100% karya author .

117 pemikiran pada “It’s Hurt (Chapter 1)

  1. Wah…kasian sekali Minri, Chanyeol jht bgt. Masa kamu minjam payung teman dan pergi dgn gadis lain, sementara temanmu itu kehujanan. Ceritanya bgs thor, apa lagi krn cast nya Park chanyeol.

Tinggalkan Balasan ke Choi Hyerin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s