Just One Love (Chapter 1)

Tittle: Just One Love (Part 1)

Author: Gaemna

Genre: Chapter, Romance

Main Cast:

-Park Nahee (Fiction)

-EXO K Byun Baekhyun

-EXO K Oh Sehun

-EXO K Park Chanyeol

 

Annyeong Haseo^^ aku baru bergabung di Exo fanfiction. Ini FF romance pertamaku disini sebelumnya aku pernah buat ff bergenre romance tapi castnya Super Junior di blog pribadi aku tapi udah di tutup garagara udah jarang bikin ff #curcol

Gomawo Admin ExoFanfiction dan juga readers^^

Happy Reading guys~

 

***

 

Bolehkah aku mencintai namja itu? Bolehkah? Bolehkah aku mencintainya..? aku mencintainya.. sangat mencintainya.. tapi kenapa dia berubah..
Seoul. March 27, 2010
“Baekhyun-ah! Kau di Seoul? Jjinjjayo? Bongoshippo Bacon-ah!!”  1 kali aku mengirimkan pesan suaraku.
“Baekhyun-ah… kapan kau mampir ke rumahku?” kedua kali..
“Ya! Byun Baekhyun.. jawablah pesan suaraku.. setidaknya kau mengirimkan pesan” ketiga kali..
Yah.. harus kuakui.. semenjak iya tinggal 1 tahun di Jepang dia sama sekali tidak pernah membalas pesan-pesanku, Byun Baekhyun.. teman ku sejak kecil, dia sangat lucu dan baik juga sangat errr tampan, sejak dulu Baekhyun adalah idola disekolah dan selalu mendapat juara kelas. Sedangkan aku yeoja ugal-ugalan yang beruntung mendapatkan seorang teman yang tampan, sekalipun dia pintar dia tak sepintar aku haha(?) aku hanya yeoja biasa yang hanya mementingkan membaca buku, hanya Baekhyun yang mau berteman dengan yeoja sepertiku.
“drrrttt..drrtt” kuharap itu dia.. jebal.. Tuhan.. semoga itu Baekhyun yang menelpon.. kuraih ponselku dengan muka berbinar, seperti orang idiot mungkin, menjawab telfon dengan senyum yang tidak jelas.
“Yeobbosseo!” ucapku sumringah.
Ya! Park Nahee, daritadi kau dimana? Aku di depan pintu!!”  aku menghela nafas sebentar
“Aigo dongsaeng kurang ajar! Panggil aku noona! Kuperingatkan itu Park Chanyeol”
“Noona~~ cepat buka pintunya..”  ucapnya dengan nada manja.
Ya Tuhan.. kenapa aku harus memiliki dongsaeng seperti itu.. luarnya saja baik.. dalamnya seperti setan.
“NOONAA!! KENAPA LAMA SEKALI” dia berteriak didepan wajahku. Benar-benar tidak sopan.
“Berhentilah bertingkah seperti itu Park Chanyeol, aku noona mu arra!”
“Huh! Kita hanya berbeda beberapa hari saja kan!”
“Ne~ ne~ teserah kau”
Apa kalian bingung? Ayolah.. aku bukan kembaran Chanyeol, kkk. Sejak dulu aku di besarkan oleh Park Ahjumma dan Park Ahjussi, orang tuaku meninggalkanku sendiri, bahkan aku sudah tak ingat bentuk wajah orang tuaku.
“Nahee-ah, tadi..”
“Panggil noona!”
“Aisshh shirreo! Kau mau aku ceritakan tidak?” ucap Chanyeol dengan nada serius
“Ne”
“Tadi aku bertemu Baekhyun”
“Eoddie!!”
“Di Handel&Grattle*Yesung numpang promo*” mataku membulat, apakah benar dia di Seoul?  Kalau begitu kenapa dia tidak menelfonku? Apakah dia ganti nomor? Kenapa tidak memberi tahku?? Beribu pertanyaan muncul begitu saja di benakku, pikiranku hanya tertuju pada sesosok namja, perasaan apa ini? Lagi-lagi hatiku bergetar dan mataku memanas.
“Nahee-ah?” kubuyarkan lamunanku melihat tangan  Chanyeol melambai di depan wajahku.
“Keunde.. Apakah kau berbicara dengannya? Kau berbicara apa?” tanyaku penasaran memegang tangannya reflek
“Aniaaa.. dia bersama seorang yeoja, jadi aku tidak mengajaknya ngobrol, dan sepertinya juga dia tidak melihatku”
Aku melepas tanganku dan tersenyum pahit, lagi-lagi air mataku hampir terjatuh, siapa yeoja itu? Baekhyun yeojachingu?
***

 

Seoul. March 28, 2010
Sungai Han
“Baekhyun-ah kenapa kau sama sekali tidak pernah menjawab telfonku?” lagi-lagi aku menelfon dia untuk kesekian kalinya
Lamunanku hilang saat melihat pemandangan di depanku, seorang namja tampan dengan baju kaos dan jeans memandangku yang sedari tadi hanya duduk melamun pada sosok namja yang mungkin telah melupakanku-Baekhyun-.
“Park Nahee?”
“Nuguseo..?” tanya ku menatap namja itu
“Oh Sehun imnida.. apa kau mengingatku?”
“Oh Sehun?” ucapku mencoba mengingat nama itu “Ahh.. aku ingat, adik kelasku yang bandel itukan? Hahaha”
“Aigooo, ternyata noona mengingatku~~ Annyeong Haseo noona” ucapnya membungkuk 180 derajat
“Sehunnie~ sudah lama kita tidak bertemu”
“Ne noona, sudah lama sekali” dia duduk di sampingku “Kau masih sama seperti dulu noona, kecantikanmu tidak memudar”
“Hahaha Sehunnie kau sama seperti dulu, suka menggombal, aigo dongsaengku” ucapku tertawa sambil mengacak rambutnya
“aigo, noona, rambutku berantakan! Lagi pula aku tidak menggombal! Aku serius!”
“jjinja? Hahaha”
Baiklah pertemuanku dengan Sehun cukup membuat hatiku menjadi damai sesaat, setidaknya dongsaengku membuat aku melupakan sejenak namja itu-Baekhyun-
“Noona~ ayo kita jalan-jalan”
“Baiklah, lagipula aku sedang bosan, kajja!!”
“Noona tapi naik motor yah?” katanya menunjuk motornya
“Memang kau bisa naik motor?” ucapku meragukan motornya
“YA!”
“HAHAHA Baiklah” tawaaku puas sambil memakai helm.
“Pegang yang kuat noona..!!”
“Ne..” ucapku memejang ujung bajunya
“Peluk aku, kalau tidak kau akan jatuh”
“Ya! Kau mau cari kesempatan Oh Se.. GYAAAA” reflek aku memeluknya ketakutan, dia tidak memberitahuku dahulu, dia langsung ngebut seenak jidatnya.
“Noona, bagaimana? Aku kerenkan, bahkan kau sampai ketakutan”
“Oh Sehun!!  Pelankan motormu!!”
“MWO? LEBIH CEPAT?”
“OH SEHUN KAU MAU AKU MATI HUH! SAAT KITA TURUN AKU AKAN MEMUKULMU”
***

 

“Bagaimana noona? Apakah hari ini menyenangkan?”

”Ne, Sehunnie, gomawoyo..” ucapku tersenyum lebar

“aigoo!! Kiyawaaa uuhh” tangannya mencubit pipiku keras

“OH SEHUN! KAU MAU MATI HUH?!”

“Mianhae haha” dia memasang muka tak berdosa dan lari begitu saja

“Jangan kabur Oh Sehun!” ucapku mengejarnya “YAK OH SE.. GYAA” ucapku setengah berteriak.

‘brukk’

“Noona!! Gwenchanayo?”

“uhh gwenchana Sehunnie”

“Tapi kakimu terluka noona..”

“Hanya lecet” ucapku mencoba berdiri “Akhh.. Appoo!!”

“Noona, kau tidak hati hati sekali!!” ucap Sehun tiba tiba menggendongku reflek aku berteriak ttentunya.

“Sehuun-ah turunkan aku!”

“Ya!ya! kau mau jatuh! Diamlah”

Dia menatapku dalam, aku tersenyum sesaat melihat dia begitu perhaian kepadaku, seandainya Chanyeol seperti ini, mungkin aku akan bahagia hoho. Dia menaruhku di kursi.

“Nahee-ah.. kau harus berhati-hai, dasar ceroboh! Babo yeoja”

Aku menatap Sehun yag mengalihkan pandangannya dariku, hatiku tiba-tiba saja bergetar, mengapa aku tidak protes dia tidak memanggilku noona? Kenapa omongannya begitu mirip dengan Baekhyun? Kenapa hatiku bergetar?

“Nahee-ah.. kau harus berhati-hai, dasar ceroboh! Babo”

“Ya! Kau yang babo Byun Baekhyun, ini semua gara-gara kau”

Tuhan.. beginikah caramu menyiksaku? Disaat aku sedang berusaha untuk senang.. disaaat aku sedang melupakan namja itu.. kau kirim namja yang begitu mirip dengan namja itu.

-TBC-

Otteyo? ;p aku baru buat Part 1 nya aku buat ff gak lama-lama ko:p gomawo udah baca…

terlalu singkat yah *kabur* abis aku bingung, tadinya mau bikin oneshot, tapi gak jadi kkk…

Gomawo admin…

Don’t be a siders ok^^

Iklan

18 pemikiran pada “Just One Love (Chapter 1)

  1. Aku mau komentaar apa?
    Okey cerita’a udah baguuss
    Tapi knpa harus pendek?
    Dan kenapa harus pke TBC?
    Aisshh jinja
    Di tunggu kelanjutannya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s