Forbidden Love (Chapter 8)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 8)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

“Pada akhirnya, semua akan terkuak kan?”

 

 

*Ae Cha’s Side*

Baekhyun memajukan langkahnya mendekati kami. Ia melewati tubuh Eunjung begitu saja. Ia mendekat ke arahku. Tangannya menggapai pipiku. Aku merasakan tubuhku gemetar karena takut melihat sosok Baekhyun yang seperti itu. Menatapku lurus dan tajam.

 

“Minta maaf padanya” ucap Baekhyun kala itu.

“Mengenai hal yang kau bicarakan tadi, kau salah besar. Kami adalah saudara, Eunjung adalah noonaku” jelasnya kemudian

“Bohong! Bahkan Eunjung saja akan mengatakan hal yang sama, bukan? Perihal kalian bukanlah saudara kandung”

“Yak, Eunjung-ah! Kau menyukainya bukan?” lanjutku.

“Cha-yah, mau aku saudara kandungnya atau bukan, aku menyukainya atau tidak, itu bukanlah urusanmu. Bahkan, hal itu tidak ada hubungannya dengan semua ini” tutur Eunjung.

Aku hanya dapat menggertakkan gigiku. Emosiku sudah memuncak. Ingin rasanya aku menghajar Eunjung. Tanpa aba-aba, kulayangkan tamparanku ke pipinya.

 

PLAK.

 

*Eunjung PoV*

 

PLAK.

 

Bahkan suaranya sangat kencang. Aku tahu tamparan itu harusnya mendarat ke arahku. Namun, aku tidak merasakan apa-apa. Saat aku membuka mataku, aku melihat sosok Byunnie telah berada di depanku, melindungiku.

 

“Kalau kau cemburu pada Eunjung, katakan saja!” ucap Byunnie tiba-tiba.

“Aku akan pergi dan bersekolah di Daegu. Jadi, jangan bertengkar lagi”

 

Dan dapat kulihat, bulir-bulir air mata yang mengalir dari pelupuk mata yeoja itu. Ya, Ae Cha menangis. Setelah itu, iapun berlari dari hadapanku dan Byunnie. Byunnie membalikkan pandangannya ke arahku. Ia tersenyum.

 

“Setidaknya, kau bisa menenangkan dirimu sekarang”

 

*skip*

 

“Waaaah, dia kan yang itu…”

“Iya, bagaimanapun itu hal yang menjijikan”

“Menyukai namdongsaengnya bukanlah hal yang wajar”

 

Pagi itu, aku telah mendengar bisik-bisik orang saat aku melewati mereka. Entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku merasa, akulah yang menjadi bahan perbincangan mereka.

 

“APA YANG KALIAN LIHAT?!” sahutku kemudian kepada orang-orang yang melihatku tidak biasa.

 

Entah apa yang merasuki mereka. Hingga kini, banyak siswa yang tengah berdiri mengelilingiku. Membentuk lingkaran, dengan aku di tengahnya. Aku benar-benar tidak menyukai hal ini.

 

“Bagaimana bisa, huh?”

“Yak! Kau menyukai namdongsaengmu sendiri? Noona macam apa kau?!”

“Jadi, apa hubungan kalian berdua”

 

Ya, pertanyaan itulah yang kini menghantuiku. Benar, aku memang menyukainya. Tapi, itu tidak mungkin berlanjut. Karena kami saudara!

 

“Bubarlah!” seru seorang namja. Saat ia berjalan, lingkaran tersebut pecah. Ia membelah kerumunan yang kini hanya termangu melihatnya.

 

“Sebenarnya, kami bukanlah saudara kandung! Aku… aku yang duluan menyukai Eunjung noona!” sahutnya kemudian.

 

“Ayo pergi” ucapnya yang kemudian menggapai tanganku meninggalkan kerumunan tersebut.

 

Byunnie, apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu? Tolong beritahu aku. Aku ingin saja menganggap ini hanyalah mimpiku. Aku ingin sekali. Tapi, inilah kenyataannya. Aku benar-benar sulit menerima pernyataanmu yang tadi, Byunnie-yah. Aku tidak boleh percaya ucapnmu yang tadi. Aku akan menganggap kau hanya mengelabuhi mereka agar mereka percaya. Namun, tetap saja aku membutuhkan penjelasanmu.

 

“Eunjung-ah” panggil seorang namja dari arah belakang kami. Chanyeol.

“Pergilah denganku” ucapnya saat wajahku tengah menengok ke arahnya.

“Ne, kau seharusnya bersama dia” lanjut Byunnie.

 

Benar. Biar bagaimanapun, pacarku adalah Park Chanyeol. Aku tidak boleh berpaling darinya. Aku hanya boleh menatapnya. Hanya boleh menyukainya.

 

*Flashback –Ae Cha’s Side*

Terus terang saja. Aku tidak boleh tinggal diam akan hal ini. Awas saja kau, Eunjung-ah! Aku pasti punya cara untuk menyingkirkanmu dari Baekhyun!!!!

 

*skip*

 

Kini, aku berada di depan komputer. Berita seperti ini, pasti akan cepat menyebar bukan? Salah satu halaman dari website tersebut, kuberi judul ‘Noona licik penyuka namdongsaengnya sendiri!’. Tentu saja, aku menuliskan biodata Eunjung disana beserta fotonya. Biar tahu rasa dia! Memangnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa, huh?

 

Tidak percuma aku memposting halaman tersebut. Baru 20 menit berselang, siswa seantero sekolah telah mengetahuinya. Aku sangat senang mendengar pembicaraan mereka. Padahal, hari ini masih pagi. Tapi, ternyata mereka sudah mengecek website sekolah, tawaku dalam hati. Kini, terimalah pembalasan dariku, Jung-ah!

 

*Flashback –Ae Cha’s Side END*

 

Aku hanya terdiam di sampingnya. Entah kenapa, perasaanku tidak karuan dan membuatku canggung untuk berbicara kepadanya.

 

“Lupakan kejadian tadi” ucap Channie menenangkanku.

“Kau masih memilikiku yang akan melindungimu. Jadi, jangan bersedih lagi. Ara?”

 

Aku hanya menggubris pertanyaannya dengan sebuah anggukan.

 

“Channie-yah, kau itu…tahu tentang kami atau tidak?”

“Maksudku, perihal hubunganku dengan Byunnie. Apakah kami ini…benar-benar saudara kandung?” lanjutku.

“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanyanya balik.

“Hmm… Aniyo, lupakan saja” balasku yang lalu terdiam.

 

*skip*

 

Hari ini, Byunnie melarangku untuk memasuki kamarnya. Tidak seperti biasanya ia seperti itu.Segera kugerakkan kakiku menuju pintu depan sesaat aku mendengar suara bel berbunyi. Betapa kagetnya aku menemui sosok seorang Park chanyeol, namjachinguku. Tengah berdiri di balik pintu tersebut dan menatapku sembari meluncurkan senyumannya.

 

“Saengil Chukkae” ucapnya yang kemudian memberiku pelukan hangat.

 

Hari ini…aku berulang tahun? Omona, apa yang membuatku bisa melupakan salah satu hari terpenting dalam hidupku? Apa karena terlalu banyak masalah yang menghampiriku? Ah, sudahlah. Setidaknya ada seseorang yang mengingatnya.

 

Kulayangkan lenganku membalas pelukannya sambil berbisik, “Gomawoyo, oppa…”

 

“Kajja!” serunya setelah kami melepaskan pelukan.

“Eodigayo?”

“Emm…Merayakan ulang tahunmu di rumahku, otte?”

 

Tanpa mendengarkan jawaban dariku, ia segera menarik tanganku lembut menuju motornya yang terparkir di depan rumahku.

 

“Pegangan yang erat” ucapnya kemudian dan aku hanya bisa menurutinya dengan tampang yang sedikit cemas.

 

*skip*

 

Kini, aku berada di kamar Channie. Seluruh ruangan ini telah terkontaminasi dengan harum tubuhnya. Jujur saja, aku malu untuk duduk di kamarnya ini. Salah satu ruangan privasinya.

 

“Orangtuamu kemana?” tanyaku basa-basi.

“Mereka ada urusan di Jepang selama beberapa hari ke depan. Jadi, mereka tidak pulang malam ini. Kau dan aku. Berdua saja” jelasnya.

“Mwoya??? Andwae, oppa”

 

Ia mengulurkan lengannya ke arahku yang masih terduduk di tempat tidurnya. Ia menggapai kedua telapakku dan menariknya lembut. Membuatku kini berdiri berhadapan dengannya. Aku sangat gugup. Aku tidak membayangkan apa kelanjutannya.

 

“Malam ini, kau tidak boleh pulang!” larangnya yang kemudian mencengkeram kedua lenganku kasar. Tidak ada perlakuan lembutnya yang seperti tadi.

“Jangan bercanda, Channie-yah…” balasku kala itu.

 

Aku hanya dapat terdiam setelahnya. Mulutku benar-benar terkunci. Bagaimana tidak? Ia mencium bibirku kasar. Lalu, turun ke leher jenjangku hingga membuat beberapa kiss mark di sana. Aku hanya mengerang dalam hening kala itu. Aku benar-benar tidak bisa melawannya!

 

“BYUNNIE!!!!” jeritku seketika.

 

Aku tidak tahu apa yang baru saja kuucapkan itu benar atau tidak. Tapi, aku benar-benar bingung, kenapa nama itu yang keluar dari mulutku. Nama namdongsaengku sendiri.

 

“Lihat, kau dapat mengatakannya bukan?” tanya Channie ditambah evil smirknya.

“Maksudmu?”

“Pergilah dan jangan kembali lagi” balasnya dingin s mengendurkan cengkramannya.

 

Saat itu, aku hanya bisa berlari sekuat tenaga. Keluar dari rumah Channie dan kemudian berlari menuju rumah. Benar saja, sepertinya aku tidak bisa merahasiakan perasaanku yang sebenarnya terlalu lama. Aku tidak bisa menahan perasaan itu. Aku semakin kesal kalau mengingat bahwa aku telah membohongi diriku dan orang-orang di sekitarku.

 

Segera kuusap air mataku tanpa melepas aktivitas ‘berlari tanpa arah’ ku itu. Aku tidak mau orang-orang yang melewatiku menganggap bahwa aku adalah yeoja lemah yang sedang putus cinta. Itu sama sekali tidak seperti diriku.

 

*skip*

 

Sesampainya di rumah, hanya sosok namja itu yang kucari keberadaannya. Byun Baekhyun, kemana kau? Aku sudah mencarinya kemana-kemana, namun hasilnya nihil. Byunnie, aku membutuhkanmu!

 

Segera kulayangkan ingatanku beberapa tahun silam. Saat aku merayakan ulang tahunku saat itu, bersama Byunnie tentunya. Tidak salah lagi!

 

Kuarahkan tubuhku ke ruangan belakang tersebut. Mengambil nafas sebelumnya, agar aku terkesan lebih rileks karenanya.

 

Saat aku membuka pintu ruangan tersebut, hening. Aku takjub melihat dekorasi ruangan tersebut. Disana, telah tersedia kue tart yang cukup besar. Aku hanya terdiam kala itu. Masih dengan lekatnya memandangi kue tart yang terletak di sebuah meja kecil. Tunggu, disana juga terdapat sebuah foto.

 

FOTO?

 

-TO BE CONTINUE-

 

Okey, ini part 8nya readersdeul^^ RCLnya jangan lupa, gomawo^^!! *bow*

Iklan

34 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s