Bad Girl (Chapter 1)

BAD GIRL

Marry Park

Kim Jong-In, Park Eunri, Cho Kyuhyun, Oh Sehun

SJ-EXO

*****

Sehun terlihat sedang fokus, berusaha menyusul posisi mobil-race Kai yang meninggalkannya jauh didepan dalam permainan playstation mereka di ruang tengah dorm boyband yang sedang naik daun dan sebenarnya mungkin sedang sibuk-sibuknya itu, dan seperti inilah kegiatan mereka jika jadwal sedang kosong.

“Jonginnie!” suara oktaf-tinggi Baekhyun menggelegar dari arah kamar mandi yang langsung membuat Kai mendengus, kejadian seperti ini sudah sering terjadi di tempat ini sehingga pria itu sudah tau apa yang seharusnya ia lakukan jadi dia hanya diam ditempat dan menarik nafas panjang menarik aba-aba. “Chanyeol hyuuuuuung berikan handuknya!” teriaknya dalam satu tarikan nafas.

“Mwoya? Aku tidak menyembunyikan handuk Baekhyun aish!” elak Chanyeol dari arah dapur. “Aku tahu kau yang mengambilnya disini ayo kembalikan manusia panjang!!!” teriak Baekhyun lagi.

“Yak! Kalian semua berisiikkkkk!” Dio membalikkan posisi tidurnya menjadi menghadap kearah bahu sofa, masih berusaha memejamkan matanya lagi di sofa panjang disamping ruangan itu, ia menutupi wajahnya dengan bantal masih dengan ekspressi merengutnya yang masih kesal karena ia tak bisa melanjutkan tidurnya yang terganggu karena teriakkan-teriakkan barusan. Kai menatap Dio prihatin tapi kembali memainkan stick-PS-nya acuh. Ia lalu melemparkan stick PS-nya karena ia sudah sampai di finish-line, “Kau payah Sehunnie~” cibirnya lalu berdiri dan mengacak-ngacak rambut maknae boy-group itu yang masih manyun tak rela atas kekalahannya dalam permainan itu yang entah keberapa kali oleh orang yang sama.

Kai baru saja akan menarik daun pintu kamarnya ketika tak sengaja sudut matanya menangkap sosok seorang gadis yang sangat dia kenal muncul dari balik pintu depan, tengah mengobrol sambil tertawa ringan bersama Suho.

“Mau apa kau kemari?” tanyanya dingin saat gadis itu mendongak dan menatapnya datar tapi Kai dapat menyadari bahwa tubuh gadis itu barusan menegang, walaupun detik berikutnya ia bisa kembali mengendalikan diri dengan baik setelah Kai menyapanya. Gadis itu mendengus keras, “Molla, aku hanya tahu jika EXO-K sedang kosong jadwal dan aku tak sengaja bertemu dengan dia di supermarket jadi aku memutuskan kesini untuk..” ia tak meneruskan kalimatnya tapi menyusul Suho yang menuju kearah dapur. Kai memperhatikan punggung gadis itu yang menghilang dibalik lekuk ruangan, tersenyum samar. Sepertinya dia baru sadar bahwa dirinya merindukan gadis itu. EXO sedang dalam masa debut dan promosi saat ini, jadi intensitas-nya bertemu dengan gadis itu juga menipis karena jadwal yang nyaris padat setiap hari jadi Kai seharusnya senang atas kedatangan gadis itu. Ia masuk kedalam kamarnya lalu menjatuhkan tubuhnya sendiri diatas kasur, menatap langit-langit ruangan itu dan sesekali tersenyum untuk alasan yang tidak jelas.

Suho baru saja akan memasukkan persediaan bahan makanan yang dibelinya tadi kedalam lemari pendingin ketika seorang gadis berdiri dihadapannya dengan berkacak pinggang. “Yak yak kau pikir aku akan lupa dengan singkong bakarku?” dumel gadis itu lalu menarik jatuh kantung belanjaan yang digenggam Suho dan mengambil dua bungkus besar cemilan yang sengaja dibelinya di supermarket tadi sepulang sekolah, membuatnya tak sengaja bertemu dengan leader group ini dan membuntutinya sampai ke dorm EXO karena Suho mengatakan padanya jadwal mereka sedang kosong siang ini.

Suho tertawa mengejek, “Kau memang tidak pernah lupa jika tentang makanan, Park!”

Gadis itu melengos tak peduli, melangkah acuh keruangan tengah. “Aaaaah Sehun bogoshippeo!” teriaknya saat melihat Sehun lalu memeluk lehernya, setelah puas Eunri duduk dan menyimpan dua bungkus besar cemilan itu didepannya. Ia menutup mulutnya saat mendengar erangan keras yang berasal dari sofa dan gulungan Dio (?) diatasnya. “Hehe~ mianhae Kyungie.” Cengirnya.

Dio bangun lalu menghampiri gadis itu dan menijitak kepalanya, “Yak!”

“Sudah berapa kali kukatakan jangan memanggilku seperti itu hah? Setidaknya panggil aku oppa seperti gadis normal lainnya! Kau lebih muda dariku bocah!” katanya sewot dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun tidur. Eunri yang masih meringis dan mengelus-ngelus kepalanya sayang, kini memasang tampang ingin muntahnya. “Dalam mimpimu saja Kyungso~ssi.”

“Dan kau berhasil mengganggu tidurku yang indah! Aish!” gerutunya lalu berdiri dan sepertinya berniat melanjutkan tidurnya dikamar.

Eunri menjatuhkan tas sekolahnya lalu menyambit stick PS yang menganggur didepannya, menoleh dan mengernyit heran saat menyadari Sehun sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikannya sama sekali. Ia mengibas-ngibaskan tangannya dihadapan wajah pria itu, lalu menjetikkan jarinya.

“Sehun~ah!” tegurnya yang membuat pria itu sedikit kaget, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. “O. Hai Ern!”

Sehun lagi-lagi terpaku menatap gadis itu yang kini tersnyum lebar kearahnya sambil melambai-lambaikan tangannya. Park Eunri, sahabat baiknya. Rasanya sedikit aneh dan entahlah Sehun juga tak begitu mengerti, hanya saja.. Sehun baru bertemu lagi dengan gadis ini setelah mungkin hampir 2 bulan tak berjumpa dan ia juga tak menyangka jika rasanya akan se-awkward ini bagi dirinya sendiri karena gadis itu tidak. Ia mengacak-ngacak rambut gadis itu lembut, “Apa kabar?” tanya Sehun kacau.

Eunri mengernyit lalu tersenyum setan menyadari sahabat-nya itu sedang gugup. “Kau ini aneh sekali,” komentar gadis itu, lalu meniup poninya menyadari tatapan Sehun yang masih tak bisa diartikannya. “Aku baik. Kau?” jawabnya malas.

“Seperti yang kau lihat,” Katanya yang membuat Eunri mendengus, lalu mencubit hidung pria itu lumayan keras hingga Sehun meringis. “Yak!”

“Kau masih tetap Eunri yang dulu, ya!” ujar Sehun nyaris mendengus sambil mengusap-ngusap hidungnya yang sedikit memerah akibat serangan tangan gadis itu.

“Memangnya kau ingin aku berubah? Seperti apa? Menjadi apa? Eng, menjadi gadis dewasa yang feminin, begitu? Aigo~ya! Oh Sehun sepertinya kau terlalu banyak mengkhayal. Hahaha~” Lagi, Sehun tercenung menatap gadis itu yang kini tertawa lembut dan entah bagaimana terlihat seperti tawa seorang bidadari muda yang tersasar di dunia ini dimata Sehun. Gila memang, tapi percayalah mungkin kata bidadari iblis lebih cocok.

“Tukang membual. Lihat saja nanti jika kau seudah benar-benar jatuh cinta pada Jong-in-mu itu!” katanya mencibir.

Eunri menatap Sehun dingin, “Tidak akan ada yang berubah. Aku berani bertaruh denganmu Oh Sehun aku akan tetap seperti ini.” Ujarnya sambil mengibas-ngibaskan seragam SOPA-nya yang keluar, dasi tertempel asal dan rok beberapa senti diatas lutut itu dengan ekspressi sombongnya yang menyebalkan. “Ya ya terserah kau saja.”

“Kau sedang bermain apa? Ayo bertanding naruto denganku dan kupastikan aku akan menang kali ini!” katanya kemudian dengan semena-mena menekan tombol reset pada PS dihadapannya lalu mengarahkan kursor pada game Naruto.

“Sebenarnya aku suka dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada Uchiha Sasuke, dia tampan dingin dan.. aish tapi kau tahu sharingan-nya payah jadi aku memakai kakaknya saja. Itachi~ssi kajja kalahkan Sehun!” ocehnya.

Sehun hanya tersenyum mendengar celotehan gadis itu dan memilih kakashi sebagai kojo-nya. Baiklah, kapan terakhir kali ia bertemu gadis ini? Apakah ia merindukannya juga? Seperti ia merindukan bagaimana gadis itu tersenyum, berteriak dan tertawa atau bahkan menjambak rambutnya karena gemas? Permainan dimulai, gadis itu heboh sendiri dengan permainan payahnya sementara Sehun bermain dengan tenang.

“Sehun~ah, Jong-In.” ujar gadis itu tidak jelas ditengah permainan, Sehun hanya berdehem menanggapinya, berusaha fokus pada permainannya dilayar sementara telinganya tak sabar ingin mendengar apa yang akan dikatakan gadis itu selanjutnya.

Eunri memang sudah dekat dengan beberapa member EXO sejak sebelum mereka debut, karena dia sering berkeliaran di gedung SM Entertainment mengingat dia adalah keponakan dari Lee Sooman yang menolak identitas-nya yang asli diketahui publik. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian. Apalagi Kai dan Sehun yang notabene satu sekolah dengannya, dan gadis itu adalah adik kelas keduanya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama ketika jam istirahat atau jam latihan. Sebenarnya Eunri hanya menonton Sehun dan Kai yang sering berlatih dance bersama, karena bakatnya bukan dibidang itu. Mereka bertiga bersahabat, dan semuanya tak berakhir bahkan setelah Jong-In mengutarakan perasaan suka-nya pada Eunri beberapa bulan lalu dan Eunri menerimanya untuk satu alasan bodoh. Klise memang, sahabat jadi cinta.

“Apa benar dia.. fanboy-nya Yoona unnie?” Sehun mengangguk mengiyakan, “Em, dia sendiri yang bilang begitu.”

Eunri menghela nafas berat. Ia tidak suka Jongin dekat dengan Yoona unnie itu karena dilihat dari sisi manapun, Yoona lebih cantik daripada dia. Yoona lebih tinggi daripada dia. Yoona sangat popular sementara dia tidak sama sekali. Yoona Yoona Yoona. Perasaan apa ini? Cemburu, eh? Tidak mungkin! Ini hanya.. entahlah! Yang jelas Eunri tidak suka jika pria itu, Jongin-nya, dekat dengan Yoona apalagi saat photoshoot-nya bersama Im Yoona SNSD itu. Dia tidak suka. Itu memang tuntutan pekerjaan, tapi.. tetap saja!

Dia memang hanya diam saat itu, tidak mengatakan kecemburuannya karena bodoh jika cemburu hanya karena alasan konyol seperti itu mengingat status Kai sebagai artis saat ini. Beruntung mungkin karena jadwal EXO yang penuh jadi ia tak bisa bertemu dengan pria itu dan bahkan sama sekali tak melakukan kontak apapun, lewat ponsel sekalipun karena ia sendiri yang menonaktifkan ponselnya sampai saat ini. Diam lebih baik bukan? Tapi tetap saja! Bagaimana jika Yoona juga menyukainya? Bagaimana jika mereka terlibat cinta lokasi? Bagaimana… “Wae, kau cemburu?” tanya Sehun dengan suara pelan, membuat gadis itu menggeleng keras keluar dari lamunannya yang sudah meler kemana-mana.

“Oh Sehun,” Eunri berkata dingin tanpa sama sekali berniat mengalihkan pandangannya dari layar yang menampilkan duel-nya dengan pria disampingnya itu melalui stick di masing-masing tangannya. Sehun menoleh dan menatap gadis itu lekat. “Apa?”

Eunri menekan tombol pause pada stick PS-nya lalu menatap pria itu dengan tatapan datar yang selalu terpancar dari matanya, “Kau mau tidak jadi pacarku jika pria coklat itu benar-benar meninggalkanku dan menjadi pacar Yoona-nuna-nya?”

Tiba-tiba saja terdengar bunyi dari pintu malang yang ditendang dari arah belakang yang membuat Eunri menoleh kearah pintu terbuka itu secara reflex sementara Sehun masih menatap gadis itu speechless.

“KAU MAU MATI PARK EUNRI?” Kai dengan tatapan penuh nafsu membunuh mendekat kearah gadis itu dan mencekik lehernya dari belakang lalu dengan semangat penuh menjambak rambut panjang gadis itu hingga terdengar teriakkan yang lumayan dapat merusak fungsi gendang telinga manusia. “Bagaimana bisa kau menanyakan hal seperti itu pada bocah ini?”

“I’ve just doing my hairmask babo!” jerit gadis itu lalu berusaha menjauhkan tangan Kai dari lehernya namun gagal, dan ia hanya bisa pasrah mungkin karena Kai terus saja mengacak-ngacak rambutnya yang tergerai.

“Sehunnieee help me!” ujar gadis itu memelas, dan Sehun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah absurd sepasang manusia itu. Ia kembali meraih stick PS-nya yang sempat terjatuh tadi lalu berpura-pura fokus pada permainan di layar itu. “Lepaskan dia Kai, kau bisa membunuhnya.” Ujar Sehun dingin, entahlah sebenarnya ada perasaan aneh yang menyapa hatinya ketika gadis itu berkata seperti itu padanya tadi. Perasaan seperti ingin menganggukkan kepalanya? Bodoh. Sehun memang sempat menyukainya dulu namun ia telah memutuskan untuk menghapus perasaan itu sejak Kai menjadi kekasihnya. Dan sepertinya itu tak mudah karena gadis itu masih sering berkeliaran dikepalanya hingga saat ini entah untuk alasan apa.

“Aku memang ingin membunuhnya!” teriak Kai frustasi lalu mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Eunri menatap horror kearah pria itu lalu mencekik lehernya beberapa detik kemudian memukul perutnya, “Mati kau!” umpatnya lalu berdiri dan lari mencoba kabur dari Kai. Secepat itu pula pria itu mengejarnya dan menangkap tubuh mungilnya dengan mudah dari belakang.

“Yak! Lepaskan aku bodoh! Yak! Omo.. geli! Ahaha—yaaakk!!!”

Sekuat tenaga gadis itu mencoba melepaskan diri dari cengkraman pria itu yang masih saja sibuk menggelitiki pinggang gadis itu dan dia berhasil setelah menendang tulang keringnya.

“Kau! Kau tidak akan selamat!” Eunri kembali berlari, masuk kedalam salah satu kamar di dorm boyband baru itu kemudian dengan cepat menutup pintunya dan nyaris berteriak histeris jika saja Baekhyun tidak langsung menyumpali mulut gadis itu dengan telapak tangannya.

Baekhyun menyeringai mendapati tubuh gadis itu yang terdiam kaku dan wajahnya yang memerah padam. “Jangan teriak!” ujarnya kalem sementara gadis itu yang masih shock dengan mata melotot menganggukkan kepalanya lalu menggeleng. Baekhyun melepaskan tangannya dari mulut gadis itu lalu berbalik dan menutup telinganya karena gadis itu tiba-tiba berteriak dan keluar setelah menjeblakkan pintu.

“Byun Baekhyun!!! Apa yang sudah kau lakukan kepada mataku!!!???” teriak gadis itu berlebihan.

“Aisssh ada apa?” Dio keluar dari kamarnya dengan wajah super bete sambil mengucek-ngucek matanya dan menatap tajam kearah gadis itu yang lagi-lagi, berhasil membangunkan tidurnya dengan sukses. “Dan kenapa mukamu gosong seperti itu?”

“Aniya! Molla! Tanyakan saja pada dia!!!” teriak Eunri menunjuk pintu yang tertutup rapat dibelakangnya dan melangkah dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Dio membuka pintu itu penasaran, dan dia mendapati Baekhyun yang sedang bergaya dihadapan cermin besar dengan keadaan topless. “Apa yang terjadi dengan gadis itu?” tanya Dio sambil menguap. Baekhyun mengangkat bahunya acuh. “Dia melihatku telanjang dada. Berlebihan sekali kan reaksinya?” dengusnya. Dio mengangguk setuju. “Pabo.”

Sementara itu di ruang tengah…

“Yak Kim Jong-In kau sudah bosan hidup hah? Jangan menggeledah tasku sembarangan!!!”

Kai dengan cepat membawa tas itu, masuk kedalam kamarnya dan duduk tepat dibelakang pintu, ia lalu dengan semangat entah darimana mengeluarkan isi tas itu yang ternyata..

“Park Eunri untuk apa kau memasukkan celana dalam kedalam tas sekolahmu?” Gadis itu menelan ludah gugup. Bagaimana bisa pria itu berani-beraninya berkata seperti itu didepan kekasihnya sendiri? Eunri mendengus, mana mungkin ia memasukkan benda terlarang seperti itu kedalam tas-nya? Sebenarnya bisa saja mengingat dia adalah orang yang paling jorok diantara penghuni rumahnya yang lain tapi.. tidak! Tidak mungkin! Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi, menutup wajahnya yang terasa sangat panas dan suhu disini yang rasanya semakin mendidih saja, lalu menendang pintu itu dengan keras karena pria itu malah tertawa dengan lepasnya. “Keluar kau!”

Sehun tertawa, begitupun Suho dan Chanyeol yang entah sejak kapan sudah ada di ruangan tengah dengan sebungkus besar cemilan yang menganga ditengah-tengah mereka, disinyalir milik Eunri. Gadis itu melayangkan deathglare-ya pada satu persatu namja yang ada disana dan masih menertawakan.. entahlah.

“Diam kalian!” jeritnya kesal. Gadis itu lalu menjatuhkan diri di sofa sambil memaki-maki tak jelas. “Keluar bodoh, jangan bilang yang macam-macam tentang isi tasku itu tidak penting!”

“Percaya padaku didalam tasku tidak ada hal-hal seperti itu!” jerit gadis itu, berusaha menghentikan tawa Sehun, Suho dan Chanyeol. Baekhyun yang baru datang dengan santainya duduk disamping gadis itu dan menggodanya dengan tatapan mata, membuat gadis itu memalingkan wajahnya yang lagi-lagi memerah, mungkin.

Baekhyun mengernyit heran mendapati ketiga teman satu group-nya tertawa puas, “Ada apa? Kalian menertawakan apa? Dia kenapa lagi?” tanya Baekhyun bertubi-tubi, Sehun menatap Baekhyun dan Eunri bergantian dengan mimik muka yang sama menggoda. “Dia—” Gadis itu melemparkan satu bantal disofa yang tepat mengenai kepala Sehun sebelum pria itu sempat melanjutkan kalimatnya, “Keluarkan satu kata lagi dari mulutmu dan nyawamu akan melayang dalam hitungan detik!” ancam gadis itu yang langsung disambut tawa yang lebih kencang dari Chanyeol.

Suho saling lirik dengan Chanyeol saat Baekhyun meminta jawaban dari salah satu dari mereka lewat matanya, lalu Suho memutuskan untuk menjawabnya dengan bahasa isyarat, dia menggambar segitiga di udara dengan kedua telunjuknya.

“Aku tidak mengerti!” desis Baekhyun tanpa mengeluarkan suara.

Eunri memelototkan matanya dan menatap Suho garang, “Aish!” jeritnya lalu menutup mukanya dengan bantal yang lain. Ia kemudian melemparkan bantal itu kesembarang arah lalu menatap Suho dingin, “Sebenarnya aku tidak ingin menjadi pembunuh tapi—”

“Aigooo seram sekali!” pekik Chanyeol geli, “Yak Park Chanyeol jinjja aku tidak berc—”

“Keluar Kai, Eunri menangis,” ujar Sehun menahan tawanya, sementara di dalam Jong-In masih tertawa heboh. “Yak! Mwoya? Aku tidak menangis!”

“Pabo,” desis Kai pelan dikamar itu. Ia masih memperhatikan ponsel gadis itu yang masih dalam keadaan mati tanpa baterai saat ini ditangannya. “Masuk saja Park Eunri yang pintar, ini tidak terkunci.”

Eunri langsung bergegas masuk kedalam ruangan itu, dan saat itulah Kai dengan cepat mengunci pintunya dari dalam dan menatap gadis itu tajam penuh intimidasi. Eunri mendongak dan berdehem gugup ditatap seperti itu. Ia mengalihkan sorot matanya kemanapun asal tidak bertabrakan dengan arah pandang pria itu yang jelas terhunus fokus kearahnya.

“Kenapa kau mematikan ponselmu?” desis pria itu berbahaya, ia menyimpan kedua tangannya disamping tubuh gadis itu membuatnya tak bisa kabur kemanapun. “Hm?”

“Itu…” Eunri kehilangan suaranya. Matanya bergerak tak fokus menjelajahi isi ruangan ini sementara kai masih menanti jawabannya yang mungkin sama sekali tak akan terucap sampai kapanpun. “Molla! Memangnya apa pedulimu?”

Kai menahan kedua bahu gadis itu saat Eunri berusaha mendorongnya karena mungkin ingin keluar dari penjaranya. “Lihat aku,” katanya pelan, ia kemudian tersenyum lembut ketika gadis itu mendongak dan menatapnya polos. Sama sekali tak penting menanyakan kenapa ponselnya karena pemiliknya ada dihadapannya saat ini. “Aku merindukanmu.”

Gadis itu mendengus dan menyentil hidung Jong-In dengan telunjuknya, “Kau pikir aku tidak?” dan Jong-In langsung menarik Eunri kedalam pelukannya saat itu juga. Mencium aroma tubuh gadis itu yang menguar memenuhi rongga indra penciumannya.

“Ses-ssak bodoh..” Jong-In semakin mengeratkan pelukannya, “Yhakk.. lepas-kkan..”

Pria itu menyeringai tipis, lalu melepaskan pelukan menyesakkan itu dan kembali menatap mata hazel gadis itu, perlahan tapi pasti Jong-In mendekatkan wajahnya dengan pemilik manik mata itu, memejamkan matanya sendiri, memiringkan kepalanya dan.. Eunri menutup mulut pria itu dengan tangannya lalu berteriak kencang “Sehun tolong aku pria ini akan berbuat mesum padmmfftt—”

Dengan cepat Jong-In mengangkat tangannya untuk balik menutup mulut gadis itu, menyeringai penuh sebelum mengecup punggung tangannya yang mungkin berarti mencium bibir gadis itu secara tidak langsung, membuatnya melotot tajam kearah pria itu yang kini tersenyum puas. “Baboya…”

*****

Eunri dan Kai keluar dari kamar Jong-In dengan mata melotot karena semua member EXO K minus Dio terlihat sedang menguping dengan seksama tepat dibalik pintu, Kai memutar bola matanya. “Kalian itu tidak ada kerjaan sekali!” rutuknya yang disambung anggukkan kecil dari gadis disampingnya.

“Sehun~ah, kajja kita lanjutkan lagi. Aku hampir mengalahkanmu kan, tadi?”

Mereka semua bermain PS dengan sistim kalah-ganti sampai akhirnya gadis itu merasa bosan dan melemparkan stick-nya asal, ia menyandarkan bahunya pada kaki sofa.

Eunri melirik jam tangannya yang nyaris menunjuk angka 7. Sudah gelap dan ia bahkan masih mengenakan seragam SMA-nya. Bisa kacau jika seorang temannya tahu dan melaporkannya pada guru atau staff SMA itu, “Sehun ayo antar aku pulang—” ujar gadis itu yang langsung mendapat tatapan mematikan dari pria yang sedang duduk disampingnya, juga mendapat bonus satu jitakan kecil dikepalanya. “Pabo. Aku yang akan mengantarkanmu!”

Eunri mengerucutkan bibirnya, “Baiklah tapi dengan satu cup besar ice-cream vanilla kesukaanku. Bagaimana?” ujarnya lagi kali ini dengan nada manja yang berlebihan, membuat Kai memutar bola matanya lalu berteriak ditelinga gadis itu, “Kau pikir uangku banyak sehingga aku akan berbaik hati untuk membelikanmu itu hah?”

Eunri menutup telinganya, mendelik kearah pria itu, meniup poninya jengah lalu mengalihkan objek pandangnya pada arah lain. “Sehunnie~ ayo antar aku pulang~”

“Aigo~ya Park Eunri kau! Argh! Arrayo!”

Kai berucap setengah terpaksa setelah mengacak rambutnya merasa hampir gila. Tapi, dibalik itu dia memang bersedia melakukan apapun untuk gadis itu hanya saja.. berlaku frontal benar-benar bukan gayanya, sepertinya.

“Nah, begitu dong. Daritadi kek~ kajja!” dengan santainya gadis itu berdiri dan menarik tangan pria itu. Ditatapnya satu persatu member EXO-K yang sepertinya terlihat senang sekali dengan kepergiannya dari sana.

“Oppadeul~” katanya dengan nada menjijikkan, Park Eunri memang tidak suka memanggil pria yang lebih tua darinya dengan sebutan oppa karena menurutnya itu menggelikan. “Aku pulang dulu. Maaf sudah membuat kericuhan disini. Annyeong~” pamitnya lalu berjalan keluar diikuti Jong-In. “Akhirnya gadis iblis itu pergi juga,” desah Dio lega, ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa. “Dan aku bisa tidur dengan tenang.”

Suho, leader dari group itu terlihat menundukkan kepalanya menahan tawa. Sehun menatap langit-langit ruangan, melakukan hal yang sama dan Chanyeol bersama dengan Baekhyun tertawa dengan kerasnya setelah terdengar bunyi pintu yang ditutup. “Yak! Jangan berisik!”

*****

Eunri mengeratkan pegangannya pada pinggang pria itu yang masih terkesan fokus menjalankan motor ninja RR putih miliknya. Ia mengadah saat dirasakannya setetes air langit menetes diatas permukaan helm-nya diikuti tetesan lainnya yang langsung membuat gadis itu mengulum senyumnya, “Aku suka hujan,” katanya pelan.

“Apa?” Kai menatap gadis itu lewat spion kanan motornya.

“Aku suka hujan, laut, dan.. bunga matahari.”

Kai memutar kedua bolamata-nya, “Kau tidak menyukaiku?”

“Aku suka bagaimana bunga matahari itu selalu mengikuti kearah mana matahari bergerak, seperti.. setia? Bunga matahari selalu setia pada apa yang menjadi imamnya, mungkin. Kau ingin aku menjawab apa?” Kai mendengus karena suara angin dan mesin motor juga suara kendaraan lain yang mendominasi menyebabkannya tak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan gadis itu, belum lagi hujan yang tiba-tiba saja menderas.

Kai dengan cepat memarkirkan motornya disalah satu halte yang kosong. Eunri turun, menyimpan helm-nya asal dan mengadahkan telapak tangan kanannya untuk merasakan tetes air hujan yang jatuh dari pinggiran atap halte itu. Tubuhnya setengah basah karena ia masih mengenakan seragam sekolahnya dan sepertinya gadis itu sedikit kedinginan, mengingat ia memang lemah jika dihadapkan dengan sesuatu bernama suhu dingin.

“Ern, gwenchana?” tanya Kai, menyimpan helm diatas jok motor-nya lalu menatap gadis itu lekat. Eunri menoleh, membuat Kai sedikit kaget karena wajah gadis itu entah bagaimana terlihat pucat diantara pencahayaan tempat ini yang memang bisa dibilang sangat minim.

“Ne, aku baik,” katanya pelan yang membuat Kai lagi-lagi mendengus. Gadis itu sama sekali tak pintar berbohong. Ia membuka jaketnya dan menggantungkannya dibahu gadis itu.

Eunri masih menatap pria itu yang juga menatapnya fokus saat tiba-tiba saja sebuah motor yang sangat ia kenal terparkir tepat disamping motor Kai. Ia menatap lurus kearah sana dan mendapati tubuhnya menegang. Pria itu? Apa dia tidak salah lihat?

Matanya membulat sempurna saat pria itu membuka helm-nya, ia tidak salah lihat. Eunri mengalihkan fokusnya kearah seorang gadis yang barusaja turun dengan anggun dari motor yang sama. Tinggi, cantik. Apa itu kekasihnya?

Eunri menundukkan kepalanya. Memikirkan hal-hal seperti itu membuatnya sesak sendiri. Kenapa harus bertemu pria itu? Disini? Dengan keadaan seperti ini?

Kai mengernyit heran dan mengikuti arah pandang gadis itu. Ia lalu menelan ludah gugup saat menyadari siapa orang itu. “Kyuhyun hyung?”

TBC

Ehm, maaf garing abal etc etc ehehe~ kritik sarannya ditunggu yaa and one more find me on twitter @EunriPark gamsahhh^^

25 pemikiran pada “Bad Girl (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s