Forbidden Love (Chapter 9)

Author: minnieasmilkyway

Title: Forbidden Love (Chapter 9)

Main Cast: EXO-K’s Baekhyun as Dongsaeng

Eun Jung as herself

EXO-K’s Chanyeol as You can now after you read this

Ae Cha as Eunjung’s Friend

Support Cast:  EXO-K’s Suho as Appa Baekhyun, Eunjung, Sehun

EXO-K’s Sehun as Dongsaeng

EXO-K’s D.O as Baekhyun and Eunjung ‘s Friend

EXO-K’s Kai as headmaster

Genre: Romance, Friendship, School life, Family, On writing

Rating: T

Length: Longfic, chaptered

 

Karena ini last chapternya, jadi author bikin lebih panjang dari chapter2 sebelumnya. Jangan lupa RCLnya ya, gomawo^^

“Inilah akhirnya, benar begitu?”

 

 

*Eunjung PoV*

Sebuah foto tergeletak begitu saja di sebelah kue ulang tahunku itu. Apa mungkin Byunnie yang menyiapkan semua ini? Kumajukan langkahku dan berlutut di depan meja kecil tersebut. Kuraih foto yang kini berada di hadapanku dan melihatnya dengan seksama. Di bawah foto tersebut, terdapat sebuah note yang bertuliskan ‘ Byun Baekhyun & Eun Jung, 4 tahun’. Jadi, inikah fotoku sebelum aku mengalami kecelakaan itu?

 

Kreek.

Suara pintu menggema dalam ruangan terpencil yang satu ini. Aku mendapati Byunnie berdiri di ambang pintu tersebut. Kini, ia tengah berjalan perlahan ke arahku yang masih terduduk.

 

“Pertama kali bertemu denganmu. Saat aku dan kau berumur 4 tahun. Aku tahu ini nampak aneh jika seorang anak kecil mendapatkan cinta pertamanya di umur semuda itu. Tapi, aku benar-benar menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Lalu, sebulan kemudian. Saat kau dan orangtuamu mengalami kecelakaan. Hanya kau yang selamat dalam tragedi itu. Suho appa berpikir bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk menjagamu. Perihal, orangtuamu adalah sahabat appaku. Appa dan aku tidak mungkin membiarkanmu sebatang kara. Hingga kinipun, perasaan itu tidak berubah. Aku menyukaimu. Saranghae Eunjung-ah…” ujar Byunnie panjang lebar.

 

Ia kemudian menarik tubuhku ke pelukannya. Pelukan yang sudah lama tidak kurasakan. Aku benar-benar tidak mengerti perasaan ini. Sebenarnya, apa yang membuatku berpikir bahwa aku menyukainya juga? Tapi, itulah kenyataannya. Aku benar-benar tidak bisa menepis perasaan ini lagi. Aku benar-benar menyukainya. Menyukai seorang Baekhyun. Nado Saranghae!

 

Tanpa melepaskan pelukannya, ia berkata lagi.

 

“Kumaklumi. Kau hanya menganggapku sebagai namdongsaengmu kan? Oleh karena itu, aku hanya mengatakan hal itu sekali saja padamu”

 

“Byunnie-yah, kau licik. Kenapa berkata seperti itu, huh? Aku menyukaimu! Kalau kau tidak mau mengatakannya lagi, biarlah aku yang mengucapkannya berulang-ulang. Aku menyukaimu, Byunnie. Suka! Suka! Suka! Saranghae” balasku yang kemudian membalas pelukan Byunnie.

 

*skip*

 

Meskipun kami masih dalam situasi serumah, tapi Byunnie mengajakku untuk bertemu di luar rumah. Lebih tepatnya, ia mengajakku untuk kencan. Ya, kencan pertamaku dengannya. Aku benar-benar malu akan hal  itu. Jadi, statusku sekarang adalah sebagai yeojachingunya. Bukan noonanya. Ya, sedikit sulit juga. Tapi, aku menikmatinya.

 

Waktu sudah menunjukkan 07.00 KST. Dan yang kutahu, aku sudah telat dari waktu yang sudah dijanjikan. Aku benar-benar menyesal. Tapi, semoga saja ia bisa mengerti.

 

“Sudah lama menunggu ya? Mianhae…”

“Gwaenchanayo. 1 jam 30 menit bukanlah waktu yang lama untuk menunggu princessku datang”

 

Kurasa wajahku bersemu merah sekarang. Aku benar-benar malu diperlakukan seperti itu oleh Byunnie. Bahkan anehnya, jantungku berdegup lebih cepat jika bersama Byunnie dibandingkan dengan Channie. Apakah, ini yang dinamakan perasaan cinta yang sebenarnya?.

 

“Kajja” ajaknya kemudian dan membawaku menuju puncak Namsan Tower. Ia benar-benar tahu tempat favoritku.

 

Ini sungguhlah sebuah mimpi. Berjalan seiringan dengan Byunnie. Bukan sebagai noona. Tapi, sebagai yeojachingunya. Benar-benar tidak kupercaya.

 

Sampailah kami di depan sebuah kereta gantung. Lalu, ia menyuruhku untuk masuk. Aku benar-benar gugup. Karena sebenarnya, aku menghindari moment seperti ini. Aku tidak mau berduaan dengannya. Apalagi dengan jarak sedekat ini. Suasanapun hening seketika.

 

Perlahan, Byunnie masuk dan kemudian berdiri di sampingku.

 

“Aku benar-benar menyukaimu, Jung-ah. Kau itu berbeda dari yeoja lainnya. Kau tidak ingin terlihat lemah atau apapun yang yeoja lain rasakan. Kau itu, sungguh memikat hatiku sejak pertama kali bertemu. Aku benar-benar tidak dapat menahan perasaanku” jelasnya yang kemudian menyentuh dan mengangkat sedikit pipi kananku.

 

Sebuah kecupan lembut mendarat di bibirku. Manis.

 

“Second kiss…” lirihku setelahnya.

“Jadi, saat itu? Kau menyadarinya?” tanyanya kemudian.

“Tentu saja”

 

Ia tersenyum dan kemudian memberikan ciuman ketinganya. Keempat, kelima.

 

“Ini yang keenam”

“Sudah tidak perlu dihitung lagi Jung-ah”

“Ne, arasseo” balasku.

 

*Chanyeol PoV*

“Annyeong!” seru seseorang dari pintu depan sebuah rumah.

“Eo? Annyeong, neo nuguya?”

“Naneun Do KyungSoo imnida. Aku mencari seseorang bernama Eun Jung”

“Ada perlu apa kau dengannya?” tanyaku kemudian.

“Aku teman masa kecilnya. Aku hanya ingin melihat keadaannya saja”

“Dia tidak ada disini” balasku cepat.

“Kalau begitu, aku pulang saja” ujarnya kemudian.

“Tunggu sebentar. Bagaimana kalau kau mencoba mengunjungi rumahnya sekali lagi? Kalau perlu, kuantar juga tidak apa-apa”

“Jinjjaeyo agasshi?”

“Ne” jawabku disertai anggukan.

“Tapi, tunggulah aku selesai latihan karate, ara?” dapat kulihat namja tersebut ikut mengangguk.

 

*skip*

 

Setelah kurasa latihan untuk hari ini selesai, akupun menghampiri Kyungsoo yang tengah terduduk di teras rumah sekaligus tempat latihan karate tersebut. Ia tertidur rupanya. Pantas saja ia tidak menggubris kedatanganku. Langsung saja aku berdeham sedikit keras. Dan iapun sukses terbangun dari mimpinya tersebut.

 

“Kau sudah selesai?’

“Tentu saja. Chanyeol imnida” ujarku yang baru sempat memperkenalkan diriku padanya.

“Kajja!” ajakku setelahnya.

 

Saat perjalanan, ada saja yang dibicarakan Kyungsoo. Sebenarnya aku bosan juga lama-lama berada di sebelahnya. Tapi, apa boleh buat? Tatapanku tiba-tiba membulat mendapati sepasang yeoja-namja tengah berjalan berdampingan.

 

“Eunjung…” lirihku.

“Mana? Ha? Benarkah itu dia? Wah, ia sudah sebesar itu sekarang? Dan..namja yang ada disampingnya itu, siapa?”

 

Ingin saja aku berkata kepadanya bahwa ia adalah rivalku dalam memperebutkan Unjung. Tapi, aku tidak mungkin berkata seperti itu padanya bukan? Tidak mungkin!

 

“Hey, jangan diam saja. Jawablah pertanyaanku”

“Eo? Dia itu Baekhyun, namdongsaengnya Eunjung. Tapi, akhir-akhir ini muncul kabar bahwa mereka bukan saudara kandung”

“Tidak mungkin! Mereka itu kan….”

 

Sesaat setelah mendengar perkataan Kyungsoo, aku sangat terkejut. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?

 

*Eunjung PoV*

Pagi itu, aku tengah menyiapkan sarapan untuk semuanya. Saat itu, handphone Byunnie yang tergeletak begitu saja berbunyi. Tertera tulisan di layarnya ‘Chanyeo is Calling…’. Aku hanya terdiam kala itu. Sampai akhirnya, Byunnie datang dan mengangkatnya.

 

“Yeoboseyo”

“….”

“Baiklah, aku akan kesana. Memangnya ada apa?”

“….”

“Mwo?”

“….”

“Nde, arasseo”

 

Setelah itu, Byunnie langsung mengenakan jaketnya yang tersampir di kursi. Lalu, iapun tergesa-gesa melewatiku.

 

“Eodi?” tanyaku seketika.

“Aku ada urusan sebentar dengan Yeolli”

“Tumben. Urusan apa?”

“Aku tidak tahu”

 

Setelahnya, bayangan Byunnie-pun menghilang bersamaan dengan ditutupnya pintu depan rumah kami.

 

*skip*

 

Disinilah aku sekarang, tempatku berlatih karate sejak kecil. Dan dibalik tembok yang menutupi tubuhku ini, terdapat dua orang namja. Byun Baekhyun dan Park Chanyeol. Saking penasarannya akan pertemuan di antara mereka, aku jadi mengikuti mereka sampai sebegininya.

 

“Kau dan Eunjung itu adalah saudara kandung” ujar sebuah suara yang kuyakini adalah suara Chanyeol.

 

Saudara kandung katanya? Benarkah begitu? Aku benar-benar tidak bisa menerima pernyataan tersebut. Apa yang selama ini telah kulakukan dengan Byun Baekhyun adalah sesuatu yang dilarang, begitu? Andwae!!!

 

*Byunnie PoV*

 

Kreseeek…

 

Aku dan Chanyeol sontak melihat ke asal suara. Betapa kagetnya aku setelah mengetahui bahwa sosok tersebut adalah sosok Eunjung.

 

“Mianhae…” ucapnya yang kemudian mendekat ke arah kami berdua. Langsung kugapai tubuhnya dna memeluknya erat.

 

“Kalau kau tidak percaya…”

“Hentikan!” teriakan tersebut seolah memotong kalimat yang ingin dikeluarkan Chanyeol.

“Tanyakan saja pada appamu” lanjutnya yang kemudian meninggalkanku dan Eunjung.

 

*skip*

 

Kini, kami sudah berada di stasiun subway. Aku akan berangkat ke Busan sebentar lagi. Aku akan memastikan tentang hubungan kami sebenarnya kepada appa. Aku benar-benar mengharapkan kejelasan tersebut. Dan aku yakin, Eunjung juga berpikir seperti itu.

 

“Tenanglah, sebentar lagi semuanya akan jelas. Tunggulah aku dengan senyum manismu itu. Kalau Suho appa telah memberi kejelasan atas semuanya, aku juga pasti hanya akan kembali kepadamu” ucapku yang kemudian memeluk kembali tubuh yeoja yang berada dihadapanku.

 

Aku mendengarnya terisak kemudian.

 

“Uljima, Eunjung-ah…” bisikku.

“Jaga dirimu baik-baik di Busan”

“Ne. kalau urusan itu telah selesai, aku akan segera kembali” ucapku diiringi senyuman.

 

Tak berapa lama kemudian, keretapun datang dan berhenti tepat di depan kami.

 

“Sekarang waktunya ya?” tanya Eunjung tiba-tiba dan aku hanya mengangguk. Tanpa diduga sebelumnya, ia memelukku dalam.

 

*skip*

 

Sungguh sebuah langkah yang sulit diambil. Aku terlalu gugup untuk menanyakan sebuah kepastian kepada Suho appa. Semoga saja, hasilnya tidak mengecewakan. Kumantapkan hatiku untuk mengetuk pintu yang kini berada di hadapanku.

 

Tok tok tok

 

Tak berapa lama kemudian, pintupun terbuka dan muncullah wajah Suho appa di baliknya. Iapun memberiku celah untuk masuk.

 

“Ada apa kau datang kesini? Tumben sekali” tanya Suho appa sesaat setelah aku memasuki rumah tersebut.

“Ada yang ingin kupastikan” ucapku yang kemudian membalikkan tubuhku menghadap ke arah Suho appa yang berada di belakangku.

 

“Aku menyukai Eunjung. Apakah kami boleh berpacaran? Biar bagaimanapun, aku sudah menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya” jelasku kemudian.

 

Dapat kulihat Suho appa menundukkan kepalanya. Tampak raut bersalah di wajahnya. Biar begitu, aku tetap berkeras untuk menunggu jawaban appa.

 

Akhirnya, Suho appa mengangkat sedikit wajahnya, “Mianhae… kau dan Eunjung adalah…..”

 

Hatiku benar-benar hancur mendengarnya. Jadi, selama ini?

 

“Kenapa kau baru bilang kepadaku, huh?!” bentakku yang lalu mendorong keras tubuh Suho appa hingga kini ia tersungkur ke sudut ruangan.

“Aku sama sekali tidak bisa menerima ini semua!!!” ringisku setelahnya.

 

*Eun Jung PoV*

Aku terdiam di atas tempat tidur. Merenungi yang sebenarnya terjadi belakang ini. Apakah hal ini akan berakhir benar atau sebuah kesalahan besar? Entahlah, aku tidak tahu. Aku benar-benar membutuhkan kejelasan atas semuanya.

 

Kenapa Byunnie sama sekali belum pernah menghubungiku? Aku kan jadi khawatir. Sebenarnya, apa yang Suho appa akan katakan padanya. Seharusnya kan sudah daritadi ia mengabariku. Tapi, entahlah apa yang terjdi hingga sekarangpun ia belum menghubungiku.

 

Lamunanku terhenti sesaat handphoneku bergetar panjang. Pertanda bahwa ada panggilan masuk.

 

‘Byunnie is Calling…’

 

Langsung saja kugapai handphone tersebut dan beranjak dari tempat tidurku menuju balkon. Aku benar-benar ingin mendengar ucapan dari mulutnya itu. Sangat ingin sekali…

 

“Yeoboseyo. Aku tahu ini kau. Bicaralah Byunnie, jebal”

 

Namun tidak ada jawaban dai seberang sana. Aku hanya mendengar suara kecil dari benda kecil yang kini kudekatkan ke telingaku. Aku mendengar suaranya yang tengah…menangis?

 

“Mianhae, ternyata aku tidak bisa melindungimu” lirihnya kemudian.

“Annyeong kyesayo”

 

Dan tut tut tut…

 

Panggilan tersebut terputus begitu saja. Apa yang baru saja dikatakan appa kepadanya? Aku benar-benar ingin mengetahuinya. Byunnie, jangan biarkan aku kebingungan seperti ini. Karena, aku sangat menyukaimu Byunnie… tolong katakanlah yang sebenarnya.

 

*skip*

 

Keesokan harinya…

 

Ting tong…

 

Segera kulangkahkan kakiku menuju pintu depan. Betapa kagetnya aku mendapati tubuh tegap seorang Suho appa tengah berdiri di depan pintu.

 

“Appa? Ada apa datang kesini?” tanyaku kemudian.

 

Kualihkan perhatianku dan menyuruh appa agar duduk terlebih dahulu. Sepertinya, ada hal yang akan appa sampaikan. Sesuatu hal yang penting.

 

Benar saja, ia menceritakan tentangku dan Byunnie. Intinya, kami adalah saudara kandung. Karena, orang tua kami sama. Bedanya, aku adalah anak dari hubungan terlarang mereka. Dan Byunnie bukan. Sungguh hal yang tragis.

 

“Mianhae, kau harus tahu dari orang lain terlebih dulu”

“Gwaenchanayo, appa. Setidaknya, aku sudah mengetahui yang sebenarnya. Dan hatiku sekarang tenang” ya sedikit berbohong tentang perasaanku.

 

Sebenarnya, perasaanku belum tenang. Karena, semenjak kejadian semalam, Byunnie tidak pulang ke rumah. Ya, ia mungkin sudah pindah ke asrama sekolahnya yang baru.

 

Setelahnya, Suho appa pun pamit untuk pulang. Jadi, ia datang kesini hanya untuk mengatakan hal itu? Omona…

 

*skip*

 

2 bulan kemudian…

 

Aku sudah hampir pulih. Kini, aku tidak terlalu memikirkan kejadian 2 bulan silam. Hal yang membuatku merasakan sesak yang teramat sesak. Tapi, kini aku bisa bernapas lega. Semuanya telah jelas.

 

Kini, aku hanya duduk sendirian di bangku taman sekolah. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahku lembut. Aku sangat suka keadaan alami yang seperti ini. Aku seperti terlahir kembali. Akupun memejamkan mataku agar efeknya lebih terasa.

 

Bruk.

 

Seorang yeoja tiba-tiba duduk disebelahku. Ia adalah Ae Cha. Yeoja yang sudah lama sekali tidak kuajak bicara karena insiden waktu itu.

 

“Jung-ah, mianhae untuk kejadian 2 bulan silam ini. Aku, aku menyesal akan hal itu”

“Aku sudah memaafkanmu, Cha-yah. Biar bagaimanapun, kau tetaplah sahabatku. Ara?”

“Arasseo, Jung-ah!” serunya bersemangat.

 

“Jung-ah…” lirihnya dan aku mengangguk karenanya.

“Sebenarnya aku ingin memberi tahumu sesuatu tentang Baekhyun” lanjutnya kemudian.

“Mwo? Kau tahu tentangnya???”

“Ne, sebenarnya aku sempat beberapa kali mengunjungi sekolahnya. Aku sangat rindu melihat wajahnya yang tertawa seperti itu. Namun, aku tak kunjung menemuinya. Lalu, saat aku berjalan-jalan di sekitar Busan kemarin, aku melihat orang yang mirip sekali dengannya. Aku sangat yakin bahwa namja tersebut adalah Baekhyun”

“Tidak salah lagi, namja tersebut pastilah Baekhyun. Gomawo infonya Cha-yah..” ucapku setelahnya.

 

*skip*

 

Aku benar-benar akan mencarinya ke Busan. Bahkan, aku sudah membeli satu tiket kereta menuju Busan. Busan memanglah kota yang ramai selain Seoul. Entah darimana aku harus mulai mencarinya. Aku sangat bingung.

 

*Byunnie’s PoV*

Aku berjalan ke arah sebuah jalan kecil yang lebih mirip sebuah gang. Menyenderkan diriku disana, kemudian terduduk. Entah apa yang baru saja terjadi. Aku benar-benar seorang bad boy sekarang. Dan aku tidak mempedulikan hal itu. Aku tidak tahu apakah malam ini aku akan tidur dengan nyenyak? Hmmm…

 

“Byunnie?” ucap sebuah suara. Aku hanya melihat sumber suara tersebut yang datang menghampiriku dengan matanya yang terlihat sembab.

“Kau ini, sebenarnya mau pergi jauh dariku?” lanjut yeoja itu.

 

Aku hanya bisa ikut menangis mendengar yeoja yang kucintai dengan sungguh-sungguh itu. Eun Jung. Kupeluk tubuhnya dalam.

 

“Mianhae, Jung-ah. Aku hanya membuatmu khawatir saja” ucapku.

“Sekarang, kau harus pulang bersamaku. Setelahnya, kau harus bersiap untuk sekolah lagi di Daegu, ara?”

“Ne” balasku singkat.

 

*Flashback –Eunjung’s Side*

Entah angin apa yang membawa diriku utuk pergi kesini terlebih dahulu sebelum ke Busan. Kini, aku duduk di salah satu sofa yang tersedia di ruangan serba coklat ini. Tertulis nama ‘Kim Jong In’ di sebuah papan kecil yang terletak di pojok meja kaca tersebut. Ya, kini aku berada di ruangan kepala sekolah dimana Byunnie seharusnya berada.

 

“Jadi apa keperluan anda kesini?” tanya seorang namja selaku kepala sekolah tersebut.

“Begini, saya mencari seorang siswa anda yang bernama Byun Baekhyun”

“Anda mencari anak berandalan itu? Tidak pernah masuk dalam pelajaran. Selalu membolos saja kerjanya. Kalau begini terus, pihak kami tidak akan segan untuk mengeluarkannya dari sekolah ini” jelasnya panjang lebar.

“Jadi, dia tidak ada disini?”tanyaku sekali lagi.

 

Namja yang berada di hadapanku hanya mengangguk.

 

“Baiklah, mian telah mengganggu waktu anda. Lebih baik saya pergi sekarang. Gamsahamnida atas infonya” ucapku yang kemudian membungkuk terattur lalu meninggalkan ruangan tersebut.

 

*Flashback –Eunjung PoV– End*

 

“Tidak ada kereta malam???!!!” sahut kami berdua.

 

Kami hanya mendengus dan kemudian duduk di salah satu kursi yang tersedia. Kamipun memikirkan bagaimana malam ini kami akan tidur.

 

“Kalau begitu, kita sewa hotel saja, otte?” tanyaku kemudian.

“Tenang saja, kamarku dan kamarmu terpisah”

 

*Eun Jung PoV*

“Andwae, aku hanya ingin bersamamu” ucapku tiba-tiba yang kemudian menarik ujung baju Byunnie.

“Baiklah kalau itu maumu” balasnya kemudian dengan nada setengah terpaksa.

 

Lalu, kamipun berjalan keluar dari stasiun subway untuk mencari hotel yang tidak terlalu mahal.

 

*skip*

 

“Bersihkanlah dirimu” pintanya yang kemudian memberiku handuk.

 

Akupun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku. Setelah aku benar-benar merasa segar, akupun keluar dari kamar mandi. Aku sangat rindu melihat pemandangan di depanku. Melihat seorang Baekhyun tengah tertidur pulas. Lalu, akupun menghampirinya dan kemudian tidur di sebelahnya.

 

Sesuatu yang membuatku terkejut. Ia tiba-tiba mendekap tubuhku. Tidak disangka ia akan memperlakukanku seperti itu. Padahal jelas-jelas ia sedang tertidur seperti ini.

 

*skip*

 

Keesokan harinya, Seoul Subway Station

“Noona? Harusnya seperti itu kan?” tanyanya. Dan aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Jadi, sekaranglah waktunya” ucapnya kemudian.

“Ne, kau tidak boleh membolos lagi. Ara? Jangan buat aku dan appa kecewa padamu”

“Tentu saja, noona” balasnya.

 

Lantas, aku mencium Byunnie sebelum ia harus masuk ke dalam kereta yang akan membawanya ke Daegu. Ciuman pertama dan terakhir dariku untuknya.

 

“Annyeong…” ucapku kemudian dan kemudian iapun memasuki kereta. Akupun melambai ke arahnya dengan perasaan sedih.

 

Kali ini saja aku berharap. Aku ingin sekali Tuhan mengabulkan harapanku. Aku ingin dunia dimana tidak ada yang namanya cinta terlarang. Kini, aku hanyalah cinta yang tak terbalas bagi Byunnie. Begitupun sebaliknya.

 

Tapi, sebelum waktunya tiba, sebelum aku menyukai orang lain selain dirinya. Bolehkan aku masih menyukai dirinya? Diri seorang Byunnie, bolehkan? Biar bagaimanapun, dialah orang yang masih kusukai hingga sekarang dan entah sampai kapan.

 

=Forbidden Love, THE END=

 

Otte? Otte? Otte? Rada nggak pas ya endingnya? Mengecewakan? Ngegantung nggak??? Mianhae ya readersdeul T^T hope y’all like it! 🙂 gomawo untuk yang udah setia ngasih RCLnya dari chapter 1 hingga chapter terakhir ini, chapter 9. Jeongmal gamsahae!!!^^ annyeong kyesayo, sampai jumpa di ff saya yang lainnya *promosi* babaaaaaay *lambai2 bareng EXO-K* *bow* XD

Iklan

73 pemikiran pada “Forbidden Love (Chapter 9)

  1. author ini cerita feelnya dapet banget T^T kenapa eun jung nya dibolak-balik? kenapa tidak bisa mempersatukan dua insan yang saling mencintai? kenapa???? maaf thor korban drama xD tapi keren deh! delapan jempol!!! empat jempolnya minjem ama amber dulu hehehe

  2. Nae bacoN, Aq disini untukmu hihihi… Keren thor knpa mesti trlarang sih. Untung bkn aq kalo aq neh punya kisah setragis itu huaaakkk terjun dr namsan tower #yaelah gue mati dikorea dong

Tinggalkan Balasan ke bluepeach94 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s