Goodbye, Luhan!

Author: Mita Permata. (@mitaaamitaaa)

Cast: Oh Sehun.

Genre: Angst, sad.

Length: Oneshot

 

Dicerita ini, author ambil dari lagu EXO K – What Is Love, EXO M – What Is Love, EXO K – Angel. 😀

 

NB: Semua dicerita ini, Sehun’s POV ya~ Dan, mianhaeyo, Hunhan gak terlalu tampak lagi. 😦 Dan, disini uke-nya Luhan ya, mian kalau Sehun kayak yeoja. :p Langsung aja ya, cue! ^^

Aku berjalan sendiri menyusuri sungai Han, mengingat semua masalah yang ada di keluarga ku. Memikirkan tugas yang menumpuk di meja belajar. Memikirkan semua hal yang sudah terjadi di sekolah. Mungkin hari ini aku akan gila. Semua masalah tercampur di pikiranku. Aku tidak bisa bertindak apa apa, karna aku juga tidak tau harus bertindak apa!

 

Masalah di keluargaku, eomma dan appa selalu saja bertengkar, aku tidak tau kenapa mereka seperti itu.

Memikirkan yang sudah terjadi di sekolah. Kemarin tiba tiba saja Jongin-sahabatku-marah denganku. Aku tidak tau dia kenapa akhir akhir ini. Aku harus mengertinya, mungkin saja ada suatu perbuatanku yang menyakiti hatinya.

 

Setiap hari, aku hanya bisa curhat dengan Luhan-kekasihku-, tapi kali ini tidak bisa. Luhan sedang berada di rumah sakit, aku juga tidak tau dia sakit apa. Dia tidak pernah bercerita denganku. Dia selalu saja menyembunyikannya.

 

Aku sangat khawatir. Luhan sudah beberapa minggu ini tidak masuk sekolah. Apakah penyakit yang diderita Luhan sangat parah?

Aku tau, pasti kalian semua sedang berpikir, “sebagai kekasihnya, kenapa kamu tidak menjenguknya?” Ah, setiap kali aku bilang kepada Luhan, kalau aku akan menjenguknya, selalu saja dia tidak membolehkan ku, dengan alasan, “sudahlah Sehun-ah, kamu perlu belajar, sebentar lagi kamu ujian.”

 

Apakah dia sangat menyembunyikan penyakitnya kepadaku? Kenapa, Luhan? Aku ini kekasihmu, seharusnya aku harus tau semua yang dideritamu. Aku tidak menyadari, kalau air mataku sudah jatuh.. Oh god, aku sangat mengakhawatirkan Luhan.

 

Aku terus berjalan menyusuri sungai Han. Angin lembut berhembus, sangat lembut. Aku duduk disebuah kursi di dekat sungai Han.

 

Tiba tiba saja ada SMS dari eomma-nya Luhan. Waeyo? Jarang sekali Luhan eomma meng-SMS-ku. Aku langsung mengambil handphoneku dari saku celana, melihat apa yang Luhan eomma kirim.

 

From: Luhan eomoni

Sehun-ah, cepatlah ke rumah sakit. Gawat!


Waeyo? Ada apa dengan Luhan?

Akupun berlari mencari taxi. Aku langsung menuju rumah sakit. Aku khawatir, ada apa dengan Luhan?

 

Sesampainya di Rumah Sakit…

Aku langsung berlari menuju lantai 5, aku langsung terburu, menekan tombol lift berkali kali. Pintu lift belum terbuka juga. Aku langsung pergi menuju tangga. Berlari terburu buru, orang orang memandangku aneh. Aku tidak menghiraukannya, terus berlari menuju lantai 5!

 

Sesampainya di lantai 5 aku langsung mencari kamar, dimana Luhan berada. Nah, aku menemukannya! Aku melihat eomma dan Luhan eomma sedang menangis di depan pintu kamar tersebut.

 

“Ah, eomma, ada apa?” tanyaku kepada eomma, “nanti kamu akan tau.” Jawab eomma singkat.

Waeyo? Ada apa dengan semua ini? Aku tidak mengerti.

 

Aku duduk disamping Luhan eomma, aku melihat dia sedang menangis. Aku merasa kasihan kepadanya.

 

Beberapa menit kemudian dokter Kim keluar dari kamar Luhan.

“Sekali lagi, maaf, kita tidak bisa menyelamatkan pasien, permisi.” Kata dokter Kim sambil pergi meninggalkan tempat itu.

 

Apa maksudnya? Luhan… Lu… Luhan, su…dah… ARGH! Kenapa semua itu terjadi? Kenapa Luhan tidak member tauku semua penyakit yang dideritanya? Jika saja dia member tauku, aku akan membantunya. Luhan-ah… aku sudah terlalu mencintaimu…

 

Aku, eomma, dan Luhan eomma masuk kedalam ruangan dimana Luhan berada. Luhan sudah terbaring dikasur, ditutupi dengan kain berwarna putih. Aku langsung berlari menuju kasur Luhan dan memukul pipinya.. Aku tidak percaya dia sudah tiada.

 

“Luhan-ah, kita sudah berhubungan baik selama 5 tahun ini. Aku masih ingat pertama kali kau menembakku.. Kamu mengenaliku kepada eomma-mu. Bercanda tawa denganmu di taman. Saat aku berada di dekatmu, dunia bergerak lambat. Saat kamu mengandeng tanganku, dunia iri kepada kita. Saat kamu menciumku di taman… semua orang iri kepada kita. Semua orang iri kepadaku, iri karena aku mempunyai dirimu yang sangat lembut. Kamu lebih lembut dibandingkan dari malaikat. Setiap aku memujimu dengan kata kata seperti ini, kamu selalu saja menentang. Aku selalu melindungimu, bahkan hal-hal yang sepele. Di saat kamu menangis, aku akan selalu menghapus air matamu. Semua yang aku rasakan selalu saja aku ceritakan kepada mu. Tapi kenapa kamu tidak memberitauku, kalau kamu menderita penyakit itu?” aku menangis terus sambil memukul pipinya.

 

Eomma dan Luhan eomma menghampiriku sambil menangis. “Sudahlah Sehun-ah, mungkin Luhan tidak memberitaumu karna itu jalan terbaik. Luhan pasti tidak mau kalau kamu terlalu memikirkannya. Kamu juga akan UN, dia pasti mau yang terbaik untukmu.” Terang eomma. Aku langsung pergi menuju keluar rumah sakit. Aku menuju taman yang berada di belakang rumah sakit. Menangis. Dan menangis. Masih tidak bisa terima kalau Luhan sudah tiada.

 

Aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Aku perlu menenangkan diri dulu.

 

Sesampainya di rumah, aku langsung saja tertidur pulas. Mungkin hari ini aku sangat lelah, berlari lari di rumah sakit tadi.

 

 

“Aish..” tiba tiba saja aku terbangun dari tidur. Aku menuju kamar mandi dan mencuci muka. Aku turun untuk makan malam. Eomma, appa, dan noona-ku sudah menunggu di meja makan. Aku langsung menduduki kursi yang masih kosong. Eomma mengambilkan sedikit makanan untukku. Aku langsung memakannya. Saat ini aku masih lemas. Eomma tau aku kenapa, jadi tidak menanyakan bagaimana keadaanku. Tiba tiba saja noonaku bertanya, “Sehun, tumben banget lho, kamu gak malam mingguan.”

 

Deg! Spontan pikiranku langsung ingat Luhan. Aku ingat,  setiap malam minggu, pasti aku jalan jalan bersama Luhan. Wajahku terlihat sedih. Aku menundukkan kepala.

 

“Eeeeh,” eomma melirik noona tajam. “Ah, mianhae, aku tidak tau, Sehun.” Katanya sambil mengambil beberapa makanan yang ada di meja.

 

Selesai makan, aku langsung kembali ke kamar.

 

Aku membuka tirai kamarku dan melihat bintang bintang yang sangat cantik.

Aku ingat, saat Luhan dan aku melihat bintang dilangit. Membuat sebuah keinginan bersama, di saat satu bintang jatuh. Sama seperti sebuah dongeng bukan?

 

Aku menutup tirai itu lagi. Aku tiduran dikasurku yang empuk ini. Memikirikan Luhan. Mungkin kali ini aku sudah bisa menerima dia, untuk pergi ke alam yang berbeda. Walaupun aku masih ada sedikit rasa rindu kepada Luhan. Ya, kalian tau bukan? Semenjak dia sakit, dan berminggu minggu berada di rumah sakit, aku dan Luhan tidak bisa bertemu lagi. Ya, karena Luhan sendiri, yang tidak membolehkanku untuk menjenguknya.

 

Aku tidak tau, bagaimana keadaan Luhan sekarang. Apakah dia akan sedih? Apakah dia akan senang? Apakah dia sakit? Aku tidak tau semua itu.

 

Oh iya. Aku ingat, saat aku dan Luhan saat bersama. Aku sangat bahagia saat kita bersama. Aku telah menghabiskan waktu itu tanpa menyadarinya. Jalan yang kutempuh selama ini. Jalan yang kutempuh dalam kesepian saat aku menangis. Luhan mengubah semuanya.

 

Kenangan buruk dalam hatiku, perlahan-lahan berubah menjadi hal yang terang seperti Luhan. Aku ingin sekali cahaya tersebut tidak redup, agar aku bisa menerangi Luhan sepanjang waktu. Tapi itu tidak bisa terjadi. Cahaya itu sudah redup….

 

THE END

Thanks for reading! ^^

30 pemikiran pada “Goodbye, Luhan!

  1. huweeee!!! Knp hrus meninggal sih?? Kasian tuh si sehun(sabar ya bang thehun), kata” itu lo thor menyentuh banget 🙂 hebat deh authornya(authornya apa sehunnya ya??/plakk), aku mau kok gantiin posisi luhan/dibakarwirlwinds<<=bener gak?? Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s