The Last Potrait (Chapter 1)

Author: minnieasmilkyway

Title: The Last Potrait

MainCast:

-Byun Baekhyun (EXO-K)

-Young Mikyong (Other Cast)

Support Cast:

-Other EXO Member

Genre: Romance

Length: 2shots

“Tidak apa kau tidak menyukaiku. Karena yan kutahu, hanyalah aku menyukaimu”

 

*YoungMi PoV*

Kutarik kembali koporku dengan perasaan gundah. Aku tahu ini tidaklah mudah. MeninggalkanKoreauntuk waktu yang lama. Namun, inilah jalan hidupku. Yang kupikirkan hanyalah namja itu. Beberapa kali aku telah melihat ke belakang. Namun, tetaplah nihil. Dia tidak mungkin datang. Apalagi, datang hanya untuk melihatku. Itu sungguhlah sesuatu yang mustahil.

 

“YoungMi-yah!” sahut seseorang.

Mataku berbinar sesaat melihat sosok tersebut. Sosok yang kurindukan. Sosok yang ingin sekali kutemui. Tapi, aku tidak bisa melakukan hal itu. Kau… benar-benar membuatku ingin menangis sekarang.

 

*FLASHBACK*

 

*Author PoV*

“Baekki-yah, bangunlah!” sahut Chanyeol sambil menyikut siku namja di sebelahnya.

“Hmm?” gumam Baekhyun kala itu.

“Bangunlah, bodoh!” seru Chen sambil menjitak kepala Baekhyun. Namun, yang dijitak masih belum mau membuka matanya.

 

Di lain sisi, terdapat yeoja yang merupakan murid baru di kelas tersebut. Otomatis, ia disuruh oleh Yoo songsaengnim untuk mengenalkan diri di depan kelas.

 

“Annyeong! Joneun Young Mikyong imnida. Panggil saja aku YoungMi. Bangapseumnida” ucap yeoja tersebut memperkenalkan dirinya kemudian membungkuk teratur.

 

Yoo songsaengnim yang mendapati seorang muridnya tengah tertidur di dalam kelasnya, langsung berjalan ke arahnya.

 

“Adayang ingin bertanya?” tanya Yoo songsaengim yang masih berjalan ke arah namja bernama Byun Baekhyun.

 

“Baekki-yah, bangunlah sekarang” bisik Cahnyeol yang masih rajinnya menyikut siku Baekhyun meski ia tidak mendapat balasan apapun dari yang disikut.

 

“Ya, Byun Baekhyun!” sahut Yoo songsaengnim tiba-tiba sambil menggebrak meja Baekhyun.

“Eo? saranghae!!!!” sahut Baekhyun tiba-tiba.

 

Entah faktor kaget, latah atau apa yang membuatnya berteriak seperti itu. Tapi, itu sungguhlah mengejutkan bagi yang lainnya.

 

“Woohoo! Kau menyukainya, Baek?” tanya Suho selaku ketua kelas.

“Chukkae, baekki-yah” ujar Min menimpali.

“Jadi, kau bermimpi tentangnya, huh?” goda Chen.

“Kenapa kau tidak bilang padaku?” ucap Chanyeol yang kemudian tertawa.

 

“DIAM!” seru Yoo songsaengnim. Benar saja, keadaan ruangan tersebut kini dalam keadaan hening yang cukup panjang.

 

“Kalian puas, huh?” bisik Baekhyun setelahnya namun yang ditanyai hanya cekikan sendiri.

“Tentu saja” balas Chanyeol berbisik.

“Aissh, kalian ini. Bisa jatuh reputasiku” dengus Baekhyun kesal.

 

Kemudian, Yoo songsaengnim menyuruh yeoja bernama YoungMi tersebut untuk duduk di tempat yang telah tersedia. Sontak, Baekhyun langsung mengarahkan pandangannya ke arah kursi yang berada tepat di belakangnya. Dimana hanya satu-satunya kursi kosong yang tersedia.

 

Tiba-tiba, Chen dan Min mengarahkan pandangannya ke arah Baekhyun dan berkata, “Cie, ia akan duduk di belakangmu tuh” yang lalu mendapat sebuah anggukan dari Min yang tandanya ia mendukung ucapan Chen.

 

YoungMi hanya menggelengkan kepalanya saat melewati keempat namja yang menurutnya ‘aneh’ tersebut. Ia langsung beralih menuju satu-satunya kursi kosong yang tersedia. Saat ia telah duduk, Chanyeol langsung menghadap ke arahnya.

 

“Chanyeol imnida” ucapnya yang kemudian mengulurkan tangannya.

“Bangapta, Chanyeol-ssi” balasnya sambil membalas uluran tangan Chanyeol.

“Hey, temanku yang di sebelah ini namanya Baekhyun. Dia bilang, dia menyukaimu”

“Mwo? Nongdamhajima, Chanyeol-ssi” tukas YoungMi.

“Memangnya wajahku seperti orang yang sedang bercanda, huh?”

“Ya, begitulah” balas YoungMi enteng dan membuat Baekhyun ingin tertawa mendengarnya.

 

“Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?!” ucap Chanyeol sambil melempar pandangan heran ke teman sebangkunya tersebut.

“Yak! memangnya tidak boleh? Itukan hakku” balas Baekhyun kemudian.

 

*YoungMi PoV*

Namja di kelas ini membuatku takut. Bagaimana tidak? Mereka semua menyeramkan, lebih tepatnya aneh. Apalagi, ucapan namja yang kuketahui bernama Byun Baekhyun itu. Apa yang ia katakan, huh? Saranghae? Bahkan, aku saja tidak mengenalnya.

 

*skip*

 

Bel istirahat tengah berbunyi. Semuanya berhamburan keluar ruangan. Yang pastinya, mereka akan mengisi perut mereka di kantin. Aku masih membereskan buku-buku yang berada di hadapanku. Sedangkan yang lainnya keluar, namja yang berada di depanku itu tidak ikut keluar seperti ketiga temannya yang lain.

 

“Kau.. tidak keluar?” tanyaku ragu.

“Apa pedulimu, huh?” balasnya ketus.

“Yak! Salahkah aku bertanya demikian?”

“Tidak sih”

 

Aku tidak menggubris ucapan namja itu lagi. Namja bernama Byun Baekhyun tersebut kini menghadapkan tubuhnya kearahku.

 

“Apa?!”

“Nothing, aku hanya ingin melihatmu saja” ujarnya diiringi dengan senyuman.

Akupun hanya dapat memperhatikan sekujur tubuhku, “Apa… ada yang aneh denganku?”

“Aniyo” balasnya yang masih tersenyum misterius.

“Kau itu aneh” ucapku asal.

 

“Ehm” deham tiga namja yang tengah berdiri di depan pintu membuat Baekhyun menjadi salah tingkah dan memutar posisinya.

“Jadi, kalian sedang pdkt ya?” tanya Xiu Min iseng.

“Kalau kau benar-benar suka padanya, katakan saja” ujar Chen menimpali.

“Diam kalian semua!” sahut Baekhyun kemudian mengejar ketiga namja yang kini ikut menghilang dari ambang pintu.

 

Yah, mereka benar-benar para namja yang aneh. Semoga saja aku tidak ketularan dengan ke‘aneh’an mereka itu. Aku benar-benar tidak ingin seperti mereka-_-.

 

*Baekhyun PoV*

Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Apa yang baru kuucapkan tadi, huh? Saranghae? Yang benar saja. Bahkan, aku baru melihat yeoja itu. Tapi, kalau dipikir-pikir dia itu manis juga. Aish, Byun Baekhyun! Kau tidak boleh menyukainya.

 

“Kau sudah menyerah untuk mengejarku?” tanya Chanyeol.

“Argh, kau itu punya kaki yang panjang sekali, Yeol-ah! Curang sekali” kesalku.

“Yak, jangan bicarakan tentang kakiku-_-”

“Sudahlah, aku menyerah. Ara?”

“Haha, baguslah kalau begitu” balasnya yang kemudian menghampiriku.

“Na, got you!” seruku kemudian yang lalu mencubit pipi Yeol kencang.

“Appo, Baekhyun-ah. Ampuuuun!”

“Hah, biar tahu rasa kau” ledekku.

 

*YoungMi PoV*

Bel masukpun berbunyi. Dan dapat kulihat dari arah pintu, satu persatu siswa mulai memasuki kelas. Dan tiba saatnya keempat namja aneh yang duduk di depanku. Yang terpendek diantaranya tengah memegangi kepalanya. Sedangkan yang duduk disebelahnya, tampak sedang memegangi perutnya tanpa berhenti tertawa. Dan dua yang terakhirnya adalah Chanyeol yang masih dengan eratnya memegangi pipinya yang memerah diikuti Baekhyun yang dengan gagahnya berjalan di belakang mereka semua.

 

Saat Min dan Chen sudah berada di kursi, mereka langsung menhadap ke arahku. Dan aku hanya bisa menatap mereka dengan heran, “Namjachingumu ganas juga” ucap Min kala itu.

“Tapi, ia tidak menyakitiku, haha” ucap Chen diiringi dengan tawanya yang masih belum berhenti *gila kali nih si Chen-_-*

 

Aku hanya bisa menggeleng mendengar ocehan mereka. Tunggu, namjachingu katanya? Yak! Yang benar saja-_- aku? Dengan salah satu dari namja aneh itu? Tidak akan!!!

 

“Namjamu benar-benar menyiksaku. Lihat saja ini” ujar Chanyeol kemudian sambil terus mengusap pipinya yang masih memerah.

 

Yak, apalagi ini?

 

“Sudah, jangan hiraukan mereka” ucap Baekhyun yang kemudian duduk di sebelah Chanyeol.

“Lagipula, siapa yang mau mengurusi mereka, huh?”

“Yak, giliran Baekhyun yang berbicara saja, barulah kau menanggapinya?!” ceplos Chen yang merasa tidak terima.

 

Baru aku ingin membalas ucapan Chen, tapi Lee songsaengnim sudah masuk ke kelas. Sehingga, aku memutuskan untuk membungkam mulutku saat itu juga.

 

*skip*

 

“Bagaimana dengan sekolah barumu?” tanya eomma saat aku baru masuk ke dalam rumah.

 

Sebenarnya, aku ingin saja mengatakan bahwasanya aku bertemu dengan empat namja aneh yang membuatku kesal. Apalagi dengan tingkah Baekhyun yang lebih ajaib dibandingkan yang lainnya. Mengucapkan kata ‘saranghae’ di depan Yoo songsaengnim dan ditujukan kepada siswi baru? Yak, apakah itu termasuk sejarah dalam sekolah itu? >.<

 

“Nothing special, eomma” ucapku datar dan kemudian menghempaskan diriku ke sofa yang empuk.

 

Aku mengharapkan hari yang normal. Dimana mereka tidak menjadi aneh lagi. Ya setidaknya, jangan aneh di depanku. Itulah yang terpenting.

 

*skip*

 

Aku tidak tahu hari ini akan kemana untuk menghabiskan waktu istirahatku kali ini. Entah apa yang membuatku untuk lebih memilih menghabiskan waktuku dengan kamera yang kini tengah kubawa. Ya, aku masuk ke klub fotografi. Setidaknya, itu bisa membunuh sedikit waktu luangku ketimbang melihat tingkah keempat namja pabo seperti mereka.

 

Dan disinilah aku sekarang. Merasakan semilir angin menerpa wajahku. Aku hanya duduk di taman sekolah karena bingung akan mengambil foto apa. Namun, tiba-tiba seseorang duduk di sebelah kursiku. Aroma tubuhnya benar-benar kukenal. Dia….

 

-TO BE CONTINUE-

Iklan

27 pemikiran pada “The Last Potrait (Chapter 1)

  1. hwaaaaaa ,,,,,,, ketemu lagi ama karya author,,,,hmm aq panggil cpa yaa ?? minnie ???
    aq suka ama karya2mu ….. LOVE dhe …… *peluk cium author #author: yaaaiikkkzzz
    apalagi main cast’nya baekhyun ,,,,
    kyyaaa ,,, go baekkie go baekkie go !!!! *tereak sambil bawa pom pom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s