Careless and Mindless (Chapter 4)

Careless and Mindless part 4/?

Author             : @Tanti_ChoQorry / TantikKyuHee

Main cast         : Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Song Jiyoo (OC), Song Sheina (OC)

Genre              : Romance, friendship, little angst, AU, school life.

Length             : Chaptered

Disclaimer       : plot, story, EXO and Song Jiyoo is mine, Sehun, Baekhyun and Chanyeol belongs to themselves, their parents and God.

Warning          : Typo bertebaran !!

 

Happy reading ~~

“Dia tertidur setelah menangis cukup lama tadi,” ujar nyonya Oh pada putranya yang terlihat kelelahan karena Sehun berlari menyusuri koridor rumah sakit.

Sehun Nampak memerhatikan Jiyoo yang tertidur di ranjang rumah sakitnya, wajahnya yang polos itu Nampak gelisah dan terlihat penuh beban, membuat Sehun tercengang sendiri melihatnya. Setahunya, selama hampir 3 tahun menjalin persahabatan dengan Jiyoo gadis itu tidak pernah terlihat setersiksa dan segelisah ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Jiyoo. Pikir Sehun.

“Sehun-ah, apa kau tidak keberatan kalau Jiyoo tinggal di rumah kita?”

“Ne ?!!!”

________ ________

Jiyoo membuka matanya yang terasa berat itu, lagi-lagi terkejut karena merasa terbangun di tempat yang asing lagi. Setelah tadi pagi ia terbangun di rumah sakit sekarang ia terbangun lagi di tempat lain yang ia pastikan bukan rumah sakit.

“Dimana aku?” gumamnya.

Jiyoo mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan ini, sebuah kamar yang cukup besar dengan wallpaper berwarna ungu dan hanya ada sebuah meja belajar lengkap dengan 1 set computer diatasnya dan juga sebuah lemari yang menempel dengan dinding, simple tapi elegan.

“Jiyoo-a kau sudah bangun nak?”

Jiyoo mengalihkan perhatiannya dari lemari itu dan menatap si pemilik suara dengan tatapan heran.

“Ahjuma? Nan wae yeogi iseoyo (mengapa aku ada disini?)”

Nyonya Oh tidak menjawab pertanyaan Jiyoo dan malah menghampirinya seraya duduk di pinggir ranjang.

“Tidak keberatan jika kau mengisi kamar kosong di rumah ahjuma?” Tanya nyonya Oh sambil tersenyum hangat pada Jiyoo.

“A-ahjuma. A-aku ….”

“Sudahlah. Bukankah kau sedang mencari tempat untuk tinggal? Anggap saja ini sebagai balas budiku karena kau sudah menyelamtkan nyawa ahjuma tadi pagi,”

“Tapi,…”

“Tidak ada penolakan jiyoo-ya. atau aku akan mengganggu hidupmu sepanjang eksistensiku di dunia ini!”

Jiyoo tersentak kaget mendengar suara familiar itu tiba-tiba terdengar bergema di ruangan itu.

“Sehun-nie!! Bagaimana kau bisa….”

Sehun hanya tersenyum sambil berjalan mendekati eommanya dan Jiyoo. Ia meletakan nampan berisi makanan itu di atas nakas di samping tempat tidur.

“Ini rumahku. Dan ahjuma yang kau tolong itu adalah Eommaku,” jawab Sehun .

Jiyoo terlihat terkejut mendengar kenyataan ini. Ia sekarang percaya pada ungkapan yang mengatakan kalau dunia itu memang sempit.

“Nah Sehun-ah kau jaga uri Jiyoo ya, eomma pergi dulu. Ada urusan sebentar,” ujar nyonya Oh yang jelas-jelas berbohong. Ia hanya ingin memberikan privasi pada 2 anak muda itu. kenapa? Tentu saja karena ia tahu anak lelakinya menyukai jiyoo.

Seperginya nyonya Oh dari kamar jiyoo, sehun dan Jiyoo langsung terdiam. Belum ada yang berinisiatif memulai pembicaraan, padahal normalnya Sehun akan sangat semangat jika sudah bicara dengan Jiyoo.

“Yoo~ kenapa tidak bilang kalau kau sakit?”

Jiyoo tertunduk mendengar pertanyaan Sehun, ia yakin kalau nyonya Oh pasti sudah menceritakan semua yang terjadi padanya kepada Sehun.

“Aku juga belum lama mengetahuinya Sehun-ah,”

Grebb…

Sehun menarik jiyoo kedalam pelukannya, memeluk gadis itu dengan erat dan hangat.

Deg…

Lagi, jiyoo merasa jantungnya berpacu lebih cepat saat Sehun lagi-lagi menyentuhnya.

“Sehun-ah,” gumam Jiyoo.

“Yoo~ aku berjanji akulah yang akan menjagamu. Aku yang akan melindungimu aku tidak akan meninggalkanmu Yoo~”

Jiyoo menangis mendengar ucapan Sehun, ia merasa beruntung memiliki teman seperti Sehun.

“Gomawo…” ucapnya sambil mempererat pelukannya.

“Sekarang kau harus makan yang banyak ya,”Sehun melepaskan pelukannya dan mengambil nampan yang tadi ia bawa.

Sehun Nampak tidak yakin memberikan makanan itu pada Jiyoo, ia miris sekali melihat keadaan Jiyoo ditambah sekarang gadis itu bahkan tidak diizinkan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi dan juga rasa yang pekat.

“Maaf, hanya bisa memberimu ini saja. Eomma bilang kau tidak boleh sembarangan makan,” ucap sehun dan menyuapkan sepotong roti tanpa selai ataupun susu, benar-benar roti tawar yang benar-benar tawar.

“Anieyo.. gwenchana,” jiyoo menerima suapan itu dan mengunyahnya dengan air mata yang tiba-tiba mengalir lagi.

Sehun yang melihat air mata jiyoo turun membasahi pipinya, menhapus cairan asin itu dengan jari tangannya. “Kau jelek saat sedang menangis Yoo~”

“Sehun-ah, berjanjilah untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang penyakitku ini. Termasuk pada orang tuaku, baekhyun dan juga Chanyeol. Yaksokhae?”

Sehun terlihat ragu tapi tetap mengangguk mengiyakan permintaan Jiyoo.

 

-_________ _____________-

“Yoo~ “ Baekhyun langsung berlari menghampiri Jiyoo yang baru saja keluar dari mobil Sehun.

“Baekki-a anyeong hase….”

“Jiyoo-ya bogoshipta…” baekhyun memeluk jiyoo dengan erat yang langsung membuat Sehun menekuk wajahnya kesal.

“Ya !! ya !! byun baek hyun! Lepaskan pelukanmu itu ! kau tidak tahu kalau aku dan Jiyoo sudah jadi sepasang kekasih sekarang!” ujar Sehun.

Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap Sehun tidak percaya “Aigoo- Hun-nie, kau jangan bercanda. Mana mau uri Jiyoo berpacaran denganmu.”

“Aissh. Kau tidak percaya? Tanyakan saja pada Jiyoo. Benar kan Cha-gi-ya,” Sehun melirik Jiyoo dengan mata sipitnya hingga membuat jiyoo tersenyum sambil mengangguk kearah Baekhyun.

“Tidak bisa di percaya. Kau menghianatiku yoo? Kau lebih memilih bocah itu!” ucap baekhyun dengan wajah yang di dramatisir.

“Sudahlah. Memangnya aku tidak tahu kalau kau sekarang sedang melakukan pendekatan pada Choi Minri eh?” tebak Jiyoo dan langsung membuat baekhyun salah tingkah.

“A-anieyo.. aissh baiklah Chukkae atas terciptanya pasangan baru minggu ini. YooHun couple,” ujarnya dengan sedikit dengusan membuat Sehun dan juga Jiyoo tersenyum simpul.

Yah… setelah jiyoo mengajukan permintaan kepada Sehun untuk menyembunyikan penyakitnya dari siapapun. Sehun menyetujui dengan syarat Jiyoo harus menjadi kekasihnya.

Awalnya Jiyoo hanya menganggap itu adalah lelucon khas Oh Sehun. Tapi malam itu, Oh Sehun terlihat berbeda dengan dirinya yang biasa. Ia serius dengan mengatakan kalau ia bersedia menjaga Song Jiyoo sampai akhir eksistensi hidupnya.

Dan jiyoo juga tidak mau membohongi dirinya sendiri kalau ia juga menyukai Sehun lebih dari seorang sahabat. Terlalu sederhana baginya. Sehun menyatakan cintanya dan dia menerimanya. Simple namun menyenangkan.

 

Baekhyun dan Chanyeol menatap heran pada Jiyoo yang sedang membuka kotak bekalnya. Bukan.. bukan heran karena jiyoo sekarang membawa bekal ke sekolah, tapi mereka heran dengan isi dari bekal itu.

“Yoo~ kau kehabisan selai di rumahmu? Kalau kau mau aku bisa membelikannya untukmu sekarang,” ucap chanyeol saat melihat isi bekal itu hanya 4 helai roti tanpa selai sedikitpun.

Jiyoo tersenyum tipis dan menggeleng pada Chanyeol “Aniya. Aku sedang dalam program diet sekarang,” dusta Jiyoo.

“Omo.. tubuhmu sudah sekecil ini kau mau diet? Astaga. Apa bocah bernama Oh Sehun yang menyuruhmu untuk diet?” baekhyun menunjuk-nunjuk roti itu sambil mencibir Sehun.

Pletakkkk

“YA !! byun baekhyun apa maksudmu mengatakan aku ‘bocah’ eh?”

“Aigoo sehun-ah, kau tidak lihat jiyoo hanya makan roti tanpa selai? “

“Ara…. Jiyoo-a aaa haebwa!” ucap Sehun sambil menyodorkan sepotong roti yang tadi disobeknya.

“Aisshh. Aku cemburu. Kukira diantara kita bertiga aku yang akan kau sukai jiyoo-a. ternyata bocah itu. padahal aku lebih tinggi, lebih imut dan juga lebih keren. Kenapa kau malah memilih Sehun sih,” gerutu  Chanyeol.

Jiyoo terkikik mendengar gerutuan chanyeol “Haruskah aku memutuskan Sehun sekarang juga?” ucap Jiyoo yang langsung disambut anggukan semangat dari baekhyun dan Chanyeol.

“Aissshh…” sehun berdecak kesal.

 

Sehun sedang berjalan terburu-buru di lorong kelasnya, sedari tadi ia mencari Jiyoo. Tapi ia belum menemukannya, padahal tadi gadis itu izin sebentar ke toilet.

Brakkk

Sehun menabrak seseorang, ia kaget dan segera menolong orang yang ditabrak tersebut untuk bangkit. Tapi setelah melihat siapa yang ia tabrak, wajah Sehun mendadak mengeras, wajahnya menunjukan ketidaksukaan pada gadis di hadapannya.

“Ah.. Sehun sunbae. Anyeong. Kau ingat aku ! aku adiknya Jiyoo eonni.”

Sehun mencibir dan mendengus terang-terangan di depan Sheina, gadis yang ditabraknya “Eonnie? Kau masih menganggapnya eonni? Cish..” ujarnya dan berlari melanjutkan aksinya mencari Jiyoo.

Sheina terpaku di tempatnya, menatap punggung Sehun dengan kesal sekaligus malu. Kalau sunbaenya itu bersikap seperti itu padanya, besar kemungkinan kalau dia mengetahui kebohongan yang sudah ia lakukan.

“Eottokhae. Bagaimana kalu mereka menceritakan semuanya pada eomma dan Appa!” gumam gadis itu gelisah.

 

“Pasti sakit sekali ya. andai aku bisa menggantikan rasa sakitnya atau paling tidak mengurangi rasa sakit yang kau derita jiyoo-a,” Sehun mengelus pipi halus Jiyoo yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Gadis itu baru saja melakukan cuci darah untuk yang pertama kalinya.

“Ani. Kau ada disampingku dan itu sudah cukup, maaf aku merepotkanmu dan ahjuma,”

Sehun memegang tangan gadis itu, mencium punggung tangannya dengan hangat membuat gadis itu terpejam merasakan kelembutan yang terasa dari bibir sehun yang menempel di punggung tangannya.

“Eomma menjadi lebih bahagia saat kau tinggal bersama kami,” Sehun meletakan tangan gadis itu yang masih di genggamnya ke pipinya. “Kau bagaikan hadiah indah yang dikirimkan tuhan untukku dan eomma,” lanjutnya.

“Sehun-a gomawo~” jiyoo meneteskan air matanya. Air mata bahagia tentu saja. Setelah kehilangan kepercayaan keluarganya, jiyoo merasa ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik meskipun dengan keadaan tubuhnya yang memprihatinkan.

“Saranghae….” Sehun mendekatkan wajahnya kearah wajah jiyoo dan saat itulah bibir mereka bertemu. Ciuman manis dan lembut, tanpa adanya tuntutan sedikitpun dari keduanya, seakan lewat ciuman lembut itu keduanya bisa berbagi perasaan sedih maupun bahagia yang mereka alami.

___TBC___

 

Part ini kependekan ya? aigooo mianhae… author ngebut ngerjainnya nih. Ini juga author sempet-sempetin nulis ditengah tugas-tugas kuliah author yang menumpuk. Huuuffffttt

Feelnya kurang dapet dan sedikit membosankan di part ini. Banyak typo (sudah pasti) dan segala kekurangan lainnya yang ada di ff ini.

Author seneng banget liat respon readers-deul tentang ff abal-abal ini. Terimakasih sudah koment dan ngasih saran juga. author bener-bener bahagia #apadeh

Oh iya, kalau mau beinteraksi dengan author bisa lewat fb atau twitter, tapi author lebih sering pake twitter soalnya temen fb udah full hehe.

Twitter : @Tanti_ChoQorry, fb: tanti leaderKyuhyun

#promo..

Hehe..

Oke.. sekian chit chat tak penting dari autho bye…… *dadahbarengHUNHAN

 

 

 

Iklan

51 pemikiran pada “Careless and Mindless (Chapter 4)

  1. Heem part ini kedikitan. 😱😢
    Ada perasaan sedih dan senang.. Sedih karna jiyoo menderita dan senang karena ada sahabat jiyoo dan sehun yg cinta sama jiyoo…
    So sweet yoohun couple.. ❤💋

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s