Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 1)

author : Delanika

genre: tragedy and romance .

cast :

-Byun Baekhyun

-Lee Soa

(other cast cari sendiri yak ^^)

Rate : PG15

Length : multichapter.

summary : pertemuan antara malaikat yang menyukai manusia dan seorang gadis yang tidak percaya akan malaikat~

message from author : Mian yah, Byun Bekhyun di chapter ini belum muncul, soalnya mau dibua seru kkkk~ mian yah reader, tapi pasti ada Byun Baekhyunnya kok nanti 😀 tenang aja~  mungkin dia ntar, banyak muncul dichapter-chapter berikutnya 😀 hehe, mian bikin penasaran._.v Don’t be silent reader yaah :*;) ohya, mian lagi yah, kalo di chapter 1 belom seeru :3 soalnya chapter 1 author mau ngenalin dulu, Lee Soa itu gimana. Hehe~ jeongmal mianhae :((

—–

Episode 1

*Lee Soa POV*

Sinar matahari yang silau tiba-tiba saja, membangunkanku dari tidurku. Aku segera membereskan tempat tidurku yang berantakan ini, setelah rapi, aku pun menuju kamar mandi dengan langkah gontai karena nyawaku belum sepenuhnya terkumpul. Setelah selesai mandi, aku memakai seragam sekolahku. Tiba-tiba saja, suara orang yang menurutku tidak asing lagi memanggil namaku. “Ah, ini suara ummaku, pasti dia menyuruhku utuk sarapan.” , batinku. “Sebentar umma! aku sedang memakai seragamku!” , teriaku, tak tau akan terdengar oleh ummaku, atau tidak. “Hmm, tumben sekali umma memanggilku, biasanya jam 6 pagi ummaku belum pulang dari hobinya itu. Minum-minum, berjudi dan lain sebagainya.” , batinku lagi. Ya, benar. ummaku memang seperti ini, tapi dia tidak seperti ini sebelum ditinggal pergi oleh appaku, appaku meninggalkan keluargaku dengan hutang yang banyak, hmm, bukan banyak lagi melainkan sangat banyak. Setelah semua selesai, aku menuju ruang makanku, untuk sarapan.

“Aku berangkat!” , pamitku.

“Hati-hati yah Soa” , balas ummaku, “Hati-hati noona.” , lanjut dongsaengku.

Di dalam perjalananku menuju sekolahku, aku terus berpikir, apa yang akan terjadi nanti ketika aku sampai di sekolah? Dihinakah? Dicaci makikah? . Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti. Di sekolah, aku sering sekali dicaci maki karena hobi ummaku. Ini semua ulah Choi Haneul. Dia adalah musuh terberatku, dia anak orang kaya, yang sukanya hanya menghina, menginjak-injak orang sepertiku. Dia yang membeberkan semua hobi ummaku kepada semua murid di sekolahku. Tak apalah. Orang seperti itu juga akan mendapat balasannya.

*di sekolah*

“INI DIA RATU SEKOLAH KITA DATANG, HUAHAHAHAHA! LEE SOA!! SIAPA YANG MEMPUNYAI BERITA BARU LAGI TENTANG RATU KITA INI?!”, ledek Haneul, musuhku.

“HUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU~!!!!!!”, sorak pengikut-pengikut Haneul kepadaku.

Aku hanya bersabar dan berusaha tidak menghiraukannnya. Aku bukan yeoja lemah yang hanya bisa menangis, dan merengek saja. Aku tidak boleh mempunyai sifat seperti itu, karena, tanpaku, bagaimana nasib ummaku dan dongsaengku, Lee Tae Gyun. Aku berjalan menuju kelasku dengan mengacuhkan celotehan si Haneul.

*Teeeeeeeeet*

*Teeeeeeeeet*

Bunyi bel, tandanya, Kim Songsaenim akan masuk kelas.

Kim Songsaenimpun masuk.

“ Selamat pagi anak-anak~” , sapa Kim Songsaenim, “Bapak akan membagikan ulangan matematika yang seminggu lalu kalian kerjakan.” , lanjutnya.

“Choi Haneul. Belajar lebih giat lagi ya, nilaimu sangat kurang, 30.” , kalimat yang dilontarkan dari mulut Kim Songsaenim itu membuat seisi kelas tertawa, kecuali aku. Aku hanya bersikap cuek. Lalu muka Haneul mendadak merah , karena seisi kelas mentertawakannya dan langsung mengambil kertas ulangannya dengan kasar dari tangan Kim Songsaenim.

“Selanjutnyaa, Lee Soa! Kau memang pintar! Kau mendapat nilai sempurna lagi,kau memang pantas mendapatkan beasiswa itu!” , seisi kelaspun bertepuk tangan, kecuali Haneul.

“Alah! Paling nyontek doang tuh, ke temen sebelahnya! Temen sebelahnya kan pinter! Huuuuuuu~!!!” , ejeknya, mungkin dia iri, tapi, biarlah~

“ Udah gitu ummanya kan yeoja murahan, ups! Anaknya murahan juga kali yah? Ups! Keceplosan lagi deh~ maaf yaah, mulut gue gatel nih soalnya, pengen caci maki orang yang gapunya harga diri!”, lanjutnya.

“HUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU~!!!!!”, sorakan itu terdengar lebih menyakitkan dibandingkan dengan yang tadi pagi. Sakit, sakit sekali. Ummaku dihina. Pedih, sakit, bercampur jadi satu. Ingin rasanya menangis. Tapi, tidak. Buat apa aku menangis?

“DIAM KAMU HANEUL! JANGAN BANYAK BICARA! BICARA KAU LANCANG SEKALI!” , bentak Kim Songsaenim.

Haneul dan pengikutnya pun diam, tak bersuara.

Satu per satu nama murid-murid disebut dan diberi nasehat untuk belajar lebih giat lagi.

4 jam kemudian, pelajaran Kim Songsaenim telah usai. Bel istirahat berbunyi, menandakan sekarang waktunya jam istirahat. Istirahat di sekolahku memang cukup lama, sekitar 40 menitan, itu mungkin disebabkan oleh jam pelarannya yang lama juga.

Aku berjalan menuju kantin, sendiri. Tak ada yang menemaniku. Sepinya~

Aku membeli sebotol air mineral beberapa roti, dan kembali ke kelas. Dalam perjalananku menuju kelas, tiba-tiba aku menabrak seseorang dan botol dan roti yang aku beli tadi terjatuh dari genggamanku.

“Mianhae, aku ceroboh.” , kataku untuk orang yang menabrakku. Aku belum melihat wajah orang yang menabrakku, karena aku lagi sibuk mengambil roti dan botolku yang jatuh itu.

“Aah~ tidak apa. Mungkin aku juga yang salah, berjalan sambil membaca buku.” , kata orang yang menabrakku. Setelah selesai mengambil roti dan botol yang berjatuhan tadi, aku langsung bangun dari posisi dudukku tadi.

“AAAAAAAAAA!!”, jeritku dalam hati. Yang benar saja! Yang menabraku adalah Kim Jong In, aah, ini adalah namja idamanku! Ah tidak~! Rasanya ingin langsung pingsan saja.

“Hey!”, tegurnya sambil menepuk kecil pundaku yang membuat aku kaget.

“eh, iya, sori aku melamun, aku sedikit ngantuk, aku duluan yah, annyeong~” , aku yakin, mukaku tadi, pasti sudah seperti kepiting rebus.

Ah, apakah tadi aku mimpi, bertabrakan dengan Kim Jong In?

Benar-benar seperti mimpi. Lebay sekali aku, bertabrakan saja, sampai segitunya. “Lupakan sajalah, nama seperti dia, mana mungkin tertarik denganku.”, batinku, sambil mengunyak roti yang baru saja aku  masukan ke mulut tadi.

*teeeeeeeeeet*

*teeeeeeeeeet*

Bel masuk berbunyi, aku harus cepat menghabiskan makananku, karena Kim Songsaenim akan memberi pelajaran lagi.

3 Jam kemudian, bel pulang berbunyi.

*teeeeeeeeeeet*

*teeeeeeeeeeet*

Semua murid berhamburan keluar kelas dan berpamitan kepada Kim Songsaenim. Seperti biasa, aku pulang sendirian. Hufft~

Hmm, aku sekolah sambil bekerja. Karena bakatku adalah menyanyi, jadi, aku lebih memilih pekerjaan yang sesuai dengan bakatku. Aku menjadi seorang penyanyi disebuah cafe.

Tepat waktu, aku tidak telat! Aku mengganti pakaianku dengan pakaian yang pantas untuk aku tampil nanti. Setelah ganti pakaian, aku segera naik ke panggung, dan menyayikan 4 atau 5 lagu  kesukaanku yang dinyayikan oleh EXO.

*menyanyikan lagu-lagu EXO*

Akupun selesai menyanyi, seperti biasa, aku mendapat tepuk tangan yang tak begitu meriah, mungkin, karena mereka sedang asik menikmati makanan yang mereka pesan, atau suaraku kurang bagus, aku tak tau. Selesai sudah pekerjaanku, tak begitu rumit bukan pekerjaanku?

Aku mengganti pakaianku dengan seragam sekolah, setelah itu, aku meminta uang gajiku, gajiku memang per hari dan gajiku dipengaruhi oleh sikap penonton setelah aku selesai menyanyi. Lalu aku pulang sendirian, memang tidak baik seorang yeoja berjalan sendirian di tengah malam seperti ini. Yaaa, mau bagaima lagi?

Didalam benakku, aku meratapi nasib hidupku ini. Hidupku hanya ditemani oleh 2 orang, ummaku dan dongsaengku, Appa? Appaku meninggalkan keluargaku, namjachingupun aku tak punya, aku juga hanya punya rumah kecil dan sempit, uangku? Pas-pasan, sementara, ummaku menganggur dan terus menjalankan hobinya itu, yang mirisnya lagi, adikku masih kecil, dia belum mengerti apa-apa, tapi, dia sudah dihadapkan dengan masalah sebesar ini, aah, sahabat atau temanpun aku tak punya. Jadi, mau tak mau, aku yang harus banting tulang untuk menghidupi keluargaku. Mana keajaiban yang sering dikatakan orang? Mana? Miracle itu hanya omong kosong, apa mungkin orang sepertiku tidak pantas mendapatkan sebuah keajaiban? Dan mana malaikat yang banyak dipuji-puji itu? HUAH!! Aku memang tidak percaya dengan hal seperti itu! Keberhasilan ada, karena kerja kerasku selama ini.

*di rumah*

“Aku pulaaaaaaaang~!”

Sudah sepi, hmm, sepi sekali~ mungkin Tae Gyun sudah tidur lelap, begitu juga dengan umma.

“Hoaaam.. Sepertinya aku juga harus tidur.”

Setelah mandi dan mngerjakan tugas dari Kim Songsaenim, aku langsung membantingkan tubuhku ke kasur, tak lama kemudian, aku sudah terbawa ke dunia mimpi.

*esok harinya*

“Silau sekali.”, gumamku.

Cahaya matahari yang sangat silau ini lagi-lagi sukes membangunkanku secara paksa. Seperti hari-hari biasa, aku beres-beres, mandi, memakai seragam sekolah, dan sarapan. Hmm, nampaknya ummaku belum pulang~ Adikku, Tae Gyun, juga masih tertidur pulas.

Akhirnya, aku memutuskan untuk berangkat sekolah saja.

“Aku berangkaaaaaat~!”

Baru saja aku berjalan satu langkah dari rumahku, tiba-tiba saja, ada yang jatuh dari langit.

“HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! SIAPA KAU?! KENAPA KAU BERSAYAP?!! KENAPA KAU JATUH DARI LANGIT?!!”, teriakku ketakutan.

-TBC-

Akhirnya, chapter 1 selesai jugaa ^w^ hehe~ 😀 gimana reader? Jelek yah :(( maaf yah kalo jelek, belum berpengalaman jadi pembuat ff, soalnya masih baru 😀 ini aja ff pertamaku 😀 makasih yah, udah mau baca ff ku yang masih gakaruan ini hehe, gomawo:*:* Ini sama sekali ga menyinggung agama yah, sama sekali engga._. mian yah, kalo kepanjangan ^^~~

17 pemikiran pada “Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 1)

  1. kasian bange hidup loe soa -__-
    kai dimana-mana selau dapet peran cool ya ??
    itu malaikat sedih banget jatuh dari langit -__-v
    pasti gra-gra ketahuan ngintip #plak #abaikan
    wah, kyknya ni ff bakal seru ni, nice ff author, lanjut yo 😀

    • iya, hidupnya kasian banget, author aja bacanya sampe keselek ingus *iuh
      kai? iya nih, kai itu.. kai itu, kai itu sesuatu, hahahaha XD

      hehe, gomawo yaa, udh mau baca ^^ tunggu aja, masih dalam proses ffnya ._. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s