Lacrimoso (Chapter 2)

uthor                           : Keybummie

Cast                             : Kim Jong In  (Kai)

Kris  ( Wu Yi Fan)

Han Seung-Hee

Genre                           :  Romance  / Angst / Action


Huuuwwwaaaa !!! ToT readers miann update nya lamaaa soalnya author bener bener butuh inspirasi dalam menulis ff ini .. !! langsung dibaca aja yah ! semoga ga mengecewakan !! ^^

HAPPY READING ^O^

Part 2

Samsung-dong , Seoul South Korea 08.00 KST

Nafasku terdengar tenang , namun terasa berat . Air mata sudah tidak mengalir lagi di pipiku , entah enggan atau memang sudah tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan . 2 buah koper menjeblak terbuka di hadapanku , menunggu dipenuhi oleh beberapa potong baju yang sedang kupilih pilih di lemari . Alunan komposisi lagu khas Mozart mengalun lembut memenuhi ruangan kamarku , dan kurasakan dadaku kembali sesak ketika menyadari sebuah fakta—ayahku penggemar berat Mozart .

“Bibi , bisa tolong matikan musiknya ?” Aku berbalik dan menghadapi Bibi Jung , kepala rumah tangga keluargaku yang kini terlonjak kaget mendengarku berbicara .

Kami berdua sudah menghabiskan waktu 2 jam lebih di kamarku , karena Bibi Jung memaksa untuk menemaniku selagi aku mengepak barang barang yang akan kubawa . Ya , ini adalah kalimat pertama yang meluncur dari bibirku sejak 2 jam yang lalu . Wajar jika beliau terlonjak .

“Ah , baik Nona .” Bibi Jung lalu tergopoh gopoh mematikan sebuah tape yang terletak di ujung kamarku .

Aku melanjutkan aktivitasku dan kembali mengacuhkan Bibi Jung . Aku baru saja memasukkan 4 potong syal kedalam koperku ketika Bibi Jung berdeham sopan , mengisyaratkan bahwa dia ingin mengatakan sesuatu padaku .

“Nona , apakah anda yakin dengan keputusan ini ?” Beliau berujar lirih .

Aku mengangguk . “Universitas tidak akan perduli apakah aku masih berkabung atau tidak. Lagipula, aku harus mengontrol cabang perusahaan yang ada di Tokyo . Setahuku , ayah tidak begitu suka dengan branch-manager disana .”

Suaraku terdengar datar , dan aku sedikit girang karena berhasil menutupi perih di hatiku ketika aku sedang membicarakan Ayah .

“Tapi ini baru selang 1 minggu Nona , peringatan kematian Tuan Besar saja belum dihelat ..”

Kuluruskan punggungku dan kuhela nafas panjang panjang . Aku benci pembicaraan ini . Aku paling benci membicarakan peringatan kematian atau apalah itu namanya . Hanya menguak luka ..

“Aku sudah bilang, Universitas tidak akan toleran berlebih” Sengaja kutegaskan nada suaraku , membuat Bibi Jung kembali menundukkan kepalanya .

“Pesawatku berangkat tepat jam 7 malam . Bibi sudah memberitahu Tuan Lee ?” Aku bertanya pada Bibi Jung sembari menutup semua koperku .

“Ne , sudah nona .. saya juga sudah menyiapkan supir untuk anda . Semoga perjalanan anda selamat sampai di Tokyo ..”

Bibi Jung berkata hormat , dan aku mengangguk terimakasih padanya . Mungkin saat itu .. aku tidak pernah tahu bahwa aku tidak akan menginjakkan kakiku di Tokyo University—meleset dari rencana yang sudah kubuat matang matang .

L.A.C.R.I.M.O.S.O

 

Incheon Airport , Seoul South Korea 16.00 KST

“Aku sudah di tempat . didalam mercedes bens hitam tepat di area parkir bandara .” Suaraku yang berat menyahut telfon dari seberang .

“Kata sandi ?” suara jernih seorang wanita bertanya balik padaku .

Aku mengernyitkan dahi . Tidak biasanya mereka memakai wanita sebagai operator informasi agen-agen yang sedang ditugaskan .

“ Kai . “ Aku mengucapkan namaku , nama pemberian dari mereka , sekaligus sebagai kata sandi .

Aku mengangguk singkat ketika wanita itu sudah selesai memberikan informasi selanjutnya tentang gadis itu padaku . Jam 7 malam , penerbangan internasional tujuan Tokyo . Aku mendengus frustasi . Buat apa aku ke Korea  jika ternyata gadis itu akan kembali ke Tokyo secepat ini ?

Kulirik arah jok belakang mobilku , tempat sekotak koper berwarna hitam duduk diam disana . Kuraih koper itu dan kubuka kuncinya .

Sebuah pistol berlaras panjang dengan kapasitas peluru 30 buah terpampang jelas di depanku , lengkap dengan peredam suaranya . Aku sudah mensurvey gedung bandara , dan kuputuskan untuk menembak targetku dari jarak 500 meter jauhnya . Genteng gedung bandara , jika ditarik garis lurus kebawah arah selatan akan berhenti di lokasi ruang tunggu penerbangan internasional . Tempat dimana targetku berada . Ini akan menjadi pekerjaan yang mudah . Kulirik jam tangangku , pukul 17.15 menit . Kuputuskan untuk menuju spot ku sekarang . Lebih baik aku yang menunggu gadis itu daripada kehilangan jejak karena terlambat .

Angin berhembus kencang mengiringi tubuhku yang beranjak keluar dari mobil . Sengaja tidak kukenakan lagi setelan serba hitam favoriteku , dan memakai jaket bulu ungu gelap sebagai gantinya . Bahkan aku tidak memakai topi untuk menyamarkan wajahku . Ya , aku harus bersikap sesantai mungkin , agar tidak akan ada orang yang akan tahu bahwa 1 jam lagi seorang gadis cantik berambut cokelat bergelombang akan mati di ruang tunggu penerbangan internasional .

L.A.C.R.I.M.O.S.O

 

BRRUUUMMM … !!!

Kupacu mobilku menyalip beberapa mobil di jalanan kota Seoul . Kepalaku terasa akan meledak saking paniknya . Tangan kananku meraih ponselku yang berdering di dashboard mobil . Tanpa melihat siapa penelfonnya , aku yakin itu pasti dia .

“ Mr. Blanchett !! ce que tout cela signifie ? ( apa maksudnya semua ini ? ) “ Aku berteriak panik sambil menekan nekan klakson mobilku , menyuruh mobil mobil lainnya untuk menyingkir .

ils se deplacent plus vite que nous . ( mereka bergerak lebih cepat daripada kita ) “ Suara Mr.Blanchett terdengar tenang namun aku yakin dia pasti juga panik .

“ APA MAKSUDMU ?!?! SIAPA MEREKA !?!?” Aku berteriak frustasi .

“Kris , dengarkan aku .. “

“15 menit yang lalu operator office Kanada memberitahuku bahwa sudah ada pembunuh lain yang mengincar gadis itu ! dan 30 menit lagi mungkin pengeksekusian sudah berhasil dilakukan ! apakah pembunuh itu juga orangmu ? kalau iya , mengapa sekarang aku terpaksa kebut kebutan dijalan untuk mencapai Incheon ?!?! APA MAKSUDMU SEBENARNYA !?!! “ Aku tahu ini sudah kelewat batas kesopanan , namun aku tidak tahan untuk tidak berteriak .

“Bukan . Pembunuh itu bukan orangku . Kris , gadis itu tidak boleh terbunuh oleh orang lain selain dirimu . Akan kujelaskan tentang hal ini ketika kau bisa menjamin gadis itu masih hidup hingga nanti malam . Ingan baik-baik pesan ini selama kau bertugas , gadis itu tidak boleh terbunuh oleh orang lain selain dirimu .”

KLIK !

Ponselku mati begitu saja . Meninggalkanku dengan wajah tercengang dan nafas memburu . bagaimana bisa ? ada pembunuh lain ? bagaimana bisa aku menyelamatkannya hanya dengan waktu 20 menit ? Mr.Blanchett pasti sudah gila .

Kini mobilku sudah memasuki gerbang Bandara Internasional Incheon , dan segera kuparkirkan mobilku asal asalan . Aku tidak perduli dengan beberapa satpam yang meneriakiku , yang ada di otakku sekarang hanyalah menemukan segera gadis itu . Aku berlari menerobos kerumunan orang orang di pintu masuk , berlari dan sesekali memutar tubuhku untuk melihat sekelilingku , mencoba untuk menemukan keberadaan gadis itu namun nihil . Kulirik jam tanganku , pukul 18.15 . Pesawat gadis itu take off tepat jam 7 malam . Kulemparkan wajahku ke papan besar yang bertuliskan INTERNATIONAL DEPARTURE . segera kupacu kakiku , berharap bahwa aku akan menemukan dirinya di ruang tunggu penerbangan international .

Pukul 18.20 ..

Udara mulai mengosongi paru paruku , karena sedari tadi aku tidak berhenti berlari . Mataku menangkap 2 buah tiket pesawat yang mencuat dari kantong tas ransel seorang wanita tua . Inilah kesempatanku ! kucabut 1 tiket wanita itu dengan mudahnya . Mengandalkan pelatihan Agent Spy selama beberapa tahun terbukti berguna bagiku untuk saat ini . Kuacungkan tiket itu kewajah 2 orang security guard yang berjaga didepan pintu , dan hatiku nyaris copot ketika jam sudah menunjukkan pukul 18.23 ketika aku memasuki ruang tunggu .

Pukul 18.25 ..

Mata , otak , dan kakiku bekerja keras untuk menemukan sang gadis . Aku tidak pernah setakut dan sepanik ini . Pembunuh itu tidak mungkin menembak dengan jarak dekat . Kini kudapati diriku sedang membalikkan tubuh setiap oran yang berambut cokelat panjang . jadi kemungkinan besar , dia adalah Snipper — penembak jarak jauh . Refleks, kualihkan pandanganku ke seantero bagian atas gedung . Naluriku yang juga sebagai penembak jarak jauh memudahkanku untuk mendeteksi dimana pembunuh itu berada .

DEG !

Hatiku nyaris keluar kala aku melihat sebuah titik hitam berada tepat kira kira 500 meter arah utara, aku yakin laras panjang itu tepat mengacu ke arah ruang tunggu ini . detik selanjutnya sebuah pikiran gila untuk mengevakuasi seluruh orang di ruangan ini dengan menyebarkan bahwa Incheon sebentar lagi akan meledak terlintas di pikiranku , namun ide itu segera hilang kala kulihat , seorang gadis bermantel cokelat berbulu dengan tenangnya berjalan menuju sebuah kursi.  Rambut cokelat terjuntai bergelombang hingga ke siku .. tanpa pemikiran apa apa lagi , aku berlari 10 meter jauhnya untuk meraih gadis itu .

SRRAAKK !

Aku menarik tangan gadis itu , hingga kini tubuhnya menghadap padaku . Rambutnya yang bergoyang ketika tubuhnya ditarik paksa , melambai menyentuh wajahku, meninggalkan aroma bergammot yang kental . Hatiku nyaris meledak keluar ketika aku yakin bahwa aku tidak salah orang . Sepasang mata hitam terbelalak menatapku , dan aku pun balas menatapnya .

Han Seung-Hee , aku telah menemukanmu ..

“Maaf , anda siapa ?” Seung-Hee berusaha melepaskan tangannya dari cengkramanku , namun anehnya , aku tetap memandang wajahnya .

Mianhae-yeo .. tapi kau menyakitiku ..” Seung-Hee kembali berkata karena kini tangannya mulai kesakitan karena cengkramanku bertambah kuat .

Gajimma .. ( jangan pergi ) “ Aku terkejut mendapati diriku berbicara bahasa Korea . Sudah lama sejak terakhir kali aku memakai bahasa Korea , sejak pelatihan Agent Spy 2 tahun yang lalu .

Gadis itu makin terbelalak mendengar perkataanku . Kini dirinya makin berusaha untuk melepaskan tangannya .

Nan dangsin-eul molla-sseoyo ! ( aku bahkan tidak mengenalmu ! ) “ Kini Seung-Hee agak sedikit berteriak padaku . Anehnya, aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya . Merasakan tangan kanannya yang berusa melepaskan diri dariku , aku menyadari sepertinya gadis ini adalah gadis yang kuat .

jigeum nawa hamkke gajja ( ikut denganku sekarang ) “ Aku menggeser badanku tepat didepan tubuh Seung-Hee , berusaha menutupi tubuhnya dari arah laras panjang yang siap melepaskan pelurunya tepat dibelakangku .

pukul 18.45

Sebuah pengumuman dari speaker bandara terdengar memenuhi ruangan , memberikan informasi bahwa seluruh penumpang pesawat tujuan Tokyo-Jepang diharapkan segera memasuki pesawat .

“Tolong lepaskan saya .” Seung-Hee berkata tajam padaku .

“Tidak , ikut denganku sekarang “ Aku berkata tak kalah tajam padanya .

“Apa kau gila Tuan ? aku bahkan tidak mengenalmu ! “

Seung-Hee memandangku dengan tatapan tidak percaya . Bagaimana bisa seorang laki laki asing kini memegang erat tangannya dan menyuruhnya untuk tidak pergi ? detik selanjutnya Seung-Hee menyentakkan tangannya hingga terlepas dari tanganku . Rasa panik menyergapku ketika kini Seung-Hee dengan cepat berjalan menjauhiku , membuat tubuhku kini tidak lagi menutupi tubuhnya ,, dan mungkin saja peluru itu bisa menembus tubuhnya beberapa detik lagi ..

Entah apa yang terfikirkan otakku , namun kini aku berlari mengejar Seung-Hee , kembali menarik tangannya , memutar tubuhku hingga kembali menutupi tubuhnya , dan kutempelkan bibirku tepat diatas bibirnya .

“Whoooaaaaa ….”

Aku mendengar gemuruh suara orang orang di sekitar kami , entah apa yang ada di pikiran mereka . Namun dalam pikiranku, ini adalah jalan satu satunya agar aku bisa menghentikan Seung-Hee .

Seung-Hee tidak bergerak dalam posisi ini . Kini aku sedikit menggerakan bibirku , melumat lembut bibirnya , dan beberapa detik berikutnya , aku melepaskan ciumanku , dan menjumpai wajah Seung-Hee yang mematung lengkap dengan mata yang membelalak lebar .

Pukul 18.55

Aku menengok kebelakang , kearah 500 meter di atas , dan hatiku mencelos melihat titik hitam itu kini telah tiada . dia pasti mengubah strateginya untuk menembak jarak dekat ! Rasa frustasi kembali menyergapku .

“ Ikut denganku sekarang ! “

Aku sedikit berteriak kepada Seung-Hee , kutarik lengannya dan kami berlari menerobos kerumunan orang orang , melewati pintu ruang tunggu , dan terus berlari keluar . Otakku bekerja keras , kemanakah aku akan membawa Seung-Hee ? sudah berapa lama sejak pembunuh itu meninggalkan spotnya untuk mencari Seung-Hee dan menembaknya dalam jarak dekat ? Aku terus memacu kakiku , sambil menggandeng Seung-Hee yang dengan anehnya kini terdiam dan menuruti  langkahku .

L.A.C.R.I.M.O.S.O

“ Ikut denganku sekarang ! “

Laki laki berwajah tirus , berambut cokelat pirang keemasan dan berpostur tinggi didepanku tampak meneriakkan sesuatu , namun anehnya aku tak bisa mendengar apa apa . Otakku serasa terbius oleh sesuatu , terbius oleh bibirnya yang baru saja terlepas dari bibirku ..

Kini aku berlari bersamanya , meninggalkan sebuah koperku di ruang tunggu tadi , meninggalkan pesawat Japan Airlines yang sudah bersiap take-off di belakangku , dan kini faktanya aku berlari bersama laki laki ini . Berlari dari sesuatu yang aku tidak tahu apa , namun menurutnya itu berbahaya bagiku .

Laki-laki itu melemparku kedalam mobilnya , dan kini dia sudah membawaku keluar area bandara Incheon . Apa yang kulakukan disini ? seharusnya aku marah ! marah karena seenaknya saja dia membawaku pergi ! bahkan menciumku didepan orang banyak !

Aku mencengkram tali sabuk pengaman yang menempel didadaku , karena kini kulihat jarum speedometer berada tepat di angka 100 km/jam . Aku melepar pandanganku ke wajah laki laki itu . Matanya terlihat sangat tajam .. sambil sesekali melihat ke kaca spion . Sebulir keringat mengalir di dahinya , dan pada saat itu juga aku sadar . laki laki ini sedang berada di ketakutan terbesarnya . Lalu apa hubungannya denganku ?

“Tolong kembalikan aku ke bandara . Aku tahu aku sudah ketinggalan pesawat ,tapi setidaknya kau tidak perlu menculikku seperti ini ! “ Aku berkata sedikit keras padanya .

Laki laki itu tidak mengacuhkanku . Mulutku sedikit terbuka saking marahnya .

“ APAKAH KAU SUDAH GILA ?!?! ” Kini aku total berteriak .

Lampu traffic light memancarkan sinar berwarna merah, dan kini kurasakan mobil volvo silver yang kutumpangi bersama si laki laki gila berhenti .

Dia mengalihkan wajahnya padaku . Menatapku tajam dalam waktu yang cukup lama .

“Apakah kau mau aku menciummu lagi ? “

Sebuah pertanyaan meluncur dari bibirnya , membuatku naik pitam dan ingin mendampratnya habis habisan . Namun seakan membaca ekspresi wajahku, Laki Laki itu melanjutkan perkataanya .

“Kalau begitu tutup mulutmu dan jangan banyak bertanya . Yang harus kau tahu adalah, kau aman bersamaku .”

“Bagaimana bisa aku aman bersama orang asing aneh sinting dan arrogan sepertimu ?!?!”

Aku berteriak keras padanya . tinggal 10 detik lagi maka lampu hijau akan menyala , ketika dalam gerakan cepat laki laki itu memajukan tubuhnya dan mengecup bibirku . Basah, aku bisa merasakan permukaan bibirnya yang basah dan hangat . Namun rasa terkejut dan amarah tampaknya sudah memenuhi kepalaku .

“ YAAAAA … !!!! ”

Laki laki itu memasukkan gigi persneling mobil, lalu menginjak pedal gasnya pelan sembari menoleh kearahku .

“Kan sudah kubilang, jangan banyak bertanya .”

L.A.C.R.I..M.O.S.O

 

Angin berhembus kencang, mengacak acak sebagian poni yang menutupi dahiku . Mata kananku terbuka lebar, sementara mata kiriku tenggelam di teropong senapan panjang favoriteku . 5 menit lagi maka aku sudah berhasil menjalankan misiku .

Agent Kai , 5 minutes to go

Sebuah suara terdengar dari headset yang kupasang di telinga kananku . Aku tahu bahwa ini adalah pesan komando dari kantor mereka yang terletak di Philadhelphia , karena bahasa inggris-lah yang mereka gunakan , bukan bahasa Jepang .

I’m ready

Aku menjawab singkat komando mereka . Darah sedikit berdesir di telingaku ketika kulihat seorang gadis bertubuh semampai, mengenakan mantel bulu coklat lengkap dengan boots hitam selutut berjalan dari arah pintu masuk sambil menyeret sebuah koper hitam .

Rambutnya …

Cokelat bergelombang panjang hingga ke siku , terurai manis menutupi punggungnya . Kuangkat wajahku , sehingga kini kedua mataku terbuka lebar, menatap kearah yang sama dengan teropong senapanku .

Apakah dia yang bernama Han Seung-Hee ? Gadis itu kah yang akan kubunuh ? gadis itu kah yang akan kuhabisi nyawanya 5 menit lagi ? gadis secantik itukah ?

1 minutes to go , Agent Kai . Please do it safely . “ Suara komando itu kembali bergaung di telingaku , menyadarkanku dari wajah putih bersih dan rambut bergelombang itu .

Aku kembali menempelkan mata kiriku ke teropong , memastikan tanda ‘plus’ mengarah tepat dikepala Han Seung-Hee . Aku sedikit terkejut mendapati telunjukku sedikit bergetar ketika menarik pelatuk . Pelatuk itu sudah setengah jalan , ketika sesuatu terjadi dan memicu amarahku .

Seorang laki laki , berpostur tubuh tinggi, berambut cokelat pirang keemasan mendadak menutupi seluruh pandanganku dari Han Seung-Hee . Sontak, untuk  kedua kalinya kepalaku terangkat keatas .

“AAAHH .. !!”

Aku meraung frustasi ketika kulihat kini pria itu berlari ke arah pintu keluar bandara sembari menggandeng tangan Han Seung-Hee . Apa apaan ini ?!?! apakah dia sengaja membawa lari Seung-Hee ? apakah dia tahu aku berada disini ? dia tahu bahwa aku akan membunuh Seung-Hee ???

Aku bergegas memasukkan seluruh peralatan snipper-ku kedalam koper, dan kupacu kakiku menuruni beratus ratus tangga . Kuraba saku dalam mantelku, memastikan senapan calibre 407 berlaras pendek masih disana . Jika memungkinkan, aku akan menembak gadis itu dalam jarak pendek , sehingga kematiannya dapat kupastikan dengan mata kepalaku sendiri .

Aku bergegas menuruni sebuah eskalator, berharap dapat menghadang mereka namun hatiku mencelos ketika Seung-Hee dan pria sialan tadi sudah setengah jalan menuju pintu utama bandara .

Aku berbelok kearah pintu darurat , memutar otak untuk mencari cara bagaimana membunuh Seung-Hee tanpa menimbulkan kegaduhan di tempat umum seperti ini . Kuputuskan untuk berlari mencapai mobilku, memutuskan untuk mengeksekusi Seung-Hee di area parkir namun harapanku kembali musnah ketika kulihat pria tadi sudah melempar Seung-Hee kedalam mobilnya . Laki laki berwajah tirus, berhidung mancung dan berbibir tipis . dia bukan orang korea . instingku berkata dan harapanku kembali membuncah ketika menyadari bahwa dia bukan orang korea . Dia tidak hafal jalanan korea dan ini memudahkanku untuk menjebak mereka .

Tanganku baru saja akan menyalakan mesin mobil ketika headset di telingaku kembali menyuarakan sesuatu .

sorera no nochi ni ittei inai , Ejento-Kai . “ ( jangan kejar mereka Agent Kai )

Aku terpaku mendengar bahasa jepang seorang laki laki yang amat sangat familier di telingaku .

Sa ! subete nodeshou ka ?!? ( Tuan ! apa maksud semua ini ?!) apakah ada orang lain yang tahu soal tugasku ?? bagaimana bisa ?? “ Hatiku sedikit marah ketika mataku menangkap mobil volvo silver yang ditunggangi Han Seung-Hee kini berjalan keluar area parkir Bandara Incheon .

“Tenangkan dirimu , dan dengarkan penjelasanku baik baik . Ejento-Kai, anata dakede wa arimasen ( Agent Kai, dalam misi ini kau tidak sendirian ) . Perusahaan otomotif Kanada-Perancis dibawah pimpinan Miroslav Blanchett juga menginginkan aset perusahaan Han . Ada Snipper lain yang bertujuan serupa denganmu , membunuh Han Seung-Hee .”

Mataku membelalak mendengar penjelasan yang terdengar jelas di telingaku . Tidak salah lagi, laki laki berambut pirang keemasan tadi pastilah si Agen Perancis . Namun masih ada hal yang belum kumengerti dari sederet peristawa 10 menit yang lalu yang sudah mampu mengguncang jiwaku . Aku tidak pernah gagal sebelumnya ..

“ apa yang harus kulakukan ? “ Suaraku terdengar berat .

“Jangan sampai Han Seung-Hee tidak mati ditanganmu . Tugasmu tetap seperti semula . Habisi dia , waktumu 6 bulan dari sekarang “

KLIK !

Senyap .

Suara itu sudah pergi . Meninggalkanku yang kini terpaku mencerna informasi baru yang baru saja berdengung keras ditelingaku .

Aku harus membunuh Seung-Hee , sekaligus melindunginya dari pembunuh lain ?

Aku pasti sudah gila .

 

L.A.C.R.I.M.O.S.O.

 

-tobecontinued-

 

Fiiiiuuuuuhhh ….

*keringetdilapsamaKai*

Readers otte ?? ditunggu commentnya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 😀

32 pemikiran pada “Lacrimoso (Chapter 2)

    • eeeeeh salah maksudnya kilat itu bagian atas ceritanya kan dr sisi kris, kalo bagian bawahnya cerita dr sisi kai jd ceritanya pendek wkwk komen yg diatas ngaco thor maap._.v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s