Our Story Begin (Chapter 2)

Author: Rin

Cast(s): Kris, Park Ririn (you), etc.

Genre: Romance

Rated: Teen

Disclaimer: Cerita ini murni milik author, dikarang langsung dari imajinasi author yang super liar dan gakjelas. Sedangkan member EXO, sayangnya belum menjadi milik author. T.T

Warn: FF super abal, dengan typo(s) bertebaran, alur aneh, dan lainnya ==”

A/N: Author datang lagii~ *taburduit*. Hmm… enggak tau gmn jadinya chap 2 ini, kayaknya sih, BIGFAILED.

Ah ya, yang belum baca chap 1, bisa dilihat disini ^^ (https://exofanfiction.wordpress.com/2012/05/04/our-story-begin-chapter-1/)

Mau cerita dikit nih, *author songong curhat*. Jadi temen author yg baca ff author bilang, “Judulnya Our Story Begin? Terus sampai ini END masa begin-begin mulu?”

*tabokjidat* author yang babo tidak berfikir sampai situ pemirsah! ==” Ngerasa gagal, gak berdaya, nyawa melayang entah kemana *lebe*. Bahkan membuat title aja GAGAL? Aigoo~

Makanya, atas pemikiran author, judul ff ini tetep OSB, tapiii~ di setiap chap akan author kasih semacam sub title gituu~~ *kayak terjemahan pilem ==* Yah pokoknya gitu lah, mudeng gak mudeng reader kudu mudeng! *maksa*

Happy reading semuanyaahh~~ XD

=======

Previews on chapter 1…

“Jane, perkenalkan. Ini Rin.”

And she is my girlfriend now!” Ucap Kris singkat sambil merangkul bahu Rin erat.

=======

WARN: ALL IS RIN’S POV

.

OUR STORY BEGIN CHAPTER 2: FAKE COUPLE

.

.

.

Aku membelalakan matanya tidak percaya. Apa sih yang dipikirkan namja ini? Aku melirik kearah Jane. Gadis China nan cantik itu sama seperti diriku, lebih syok malah.

“Re-really?” Jane menatap kami tidak percaya.

“Yes! Jadi, kau bisa langsung pulang Jane.” Kris menjadi sangat sadis, mengusir Jane secara langsung.

“Ta-tapi K.Li… kau tau kan orang tua kita telah menjodohk-“

“Tidak ada kata perjodohan dalam kamus hidupku Jane. Pulanglah, sudah hampir malam.” Potong Kris bahkan sebelum Jane menyelesaikan kalimatnya. Ughh~ tidak sopan.

“Ta-tapi….”

“Terserah kau saja lah.” Kris nampak tidak peduli, menyeretku begitu saja untuk masuk ke lift. Ku lihat si Jane itu mematung dalam tempatnya, berkaca-kaca seperti ingin menangis.

Ting.

Pintu lift resmi tertutup. Heyy~ aku kan mau pulang…. =3=

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Aku memarahi Kris yang bertindak secara sepihak.

“Hanya alat untuk menyuruhnya pulang. Tenang. Aku tidak akan menyukai gadis krempeng pendek seperti dirimu.” Ucapnya santai.

Uggh~ emosiku sudah di ubun-ubun. Kerempeng katanya?! Pendek?! Aishh jinjja michosoyo! Tapi biarlah, aku memilih diam. Percuma berdebat dengan orang cool seperti dia. Tidak seru!

Ting.

Pintu lift terbuka. Aku mengekor di belakangnya. Ahh~ rencanaku pulang hancur sudah. Padahal waktu sudah menunjukkan tanda-tanda malam.

“Aww~ Ya! Jangan berghenti tiba-tiba!” Aku merengut kepada Kris yang tiba-tiba saja berhenti, membuat hidungku tertabrak punggung kerasnya. Sakit.

“Kau mau kemana?” Kris bertanya padaku.

“Ha? Memangnya kemana? Tadi kau yang menyeretku ke lift.” Jelasku super bodoh. Aishh… pasti terlihat sangat konyol.

“Pulanglah.”

Shireo! Aku takut pulang sendiri. Ba-bagaimana kalo si Jane itu menghadangku di jalan dan menghajarku habis-habisan? Aku tidak bisa berkelahi….” Kata ku memelas.

“Dan Jane juga tidak bisa berkelahi kau tau?” Tatapannya menuduhku bodoh. Aku tidak bodoh!!

“Antarkan pulang.” Ini serius. Mungkin biasanya aku bisa pulang tengah malam, bahkan pagi kalau aku mau. Tapi daerah sini sama sekali bukan daerah yang aku pahami betul. Aku takut ada penjahat atau apalah.

“Manja.”

“Kalau begitu aku bareng Joonmyun oppa.” Aku teringat Junmyoon oppa, tidak salah kan bareng dia? Rumah kami bahkan bersebelahan. Tanpa menghiraukan Kris lagi, aku melangkah terlebih dahulu menuju apartment namja-namja tampan itu.

Ting tong.

Ku tekan bel di depanku dengan perasaan gembira. Senang rasanya kembali ke ruangan itu. Penuh dengan namja-namja tampan. Uppss~ kelepasan.

Ceklek.

“Kau datang lagi Noona? Kris, dia tidak jadi pulang?” Orang yang sama dengan yang membukakan pintu tadi. Aish, aku yakin dia tidak suka dengan kedatanganku.

“Ceritanya panjang. Ada Jane di bawah.” Jelas Kris.

“Jane, tunanganmu itu?”

NO!! Ah Baekki, urus gadis ini. Aku lelah.”  Kemudian Kris meninggalkanku berdua dengan siapa? Baekki katanya? Dia sepertinya tidak suka denganku.

“A-anu, Baekki.” Aku memanggilnya asal, sok kenal.

“Byun Baekhyun.” Sanggahnya dingin.

“Baekhyun-ssi.”

“Umurku 20 tahun. Panggil aku oppa.” Dia memintaku memanggil oppa.

“Aku juga hampir 20 tahun! Aku 19!” Sejatinya, aku tidak suka memanggilnya Oppa. Orang yang tidak begitu aku sukai, pasti tidak akan ku panggil dengan nama yang formal.

“YA! Kau tadi sudah tidak sopan menyebutku Nak, Nak, Nak! Jadi sekarang panggil aku OPPA sebagai bayarannya!” Dia membentakku dengan menekankan kata OPPA. Hah! Biasa saja bisa tidak sih?

“Ara, Bae-oppa… panggilkan Joonmyunnie oppa ne?” Kataku dengan senyum palsu yang aku buat. Uggh~ Aku merasa sangat munafik.

Dia tersenyum sumringah, sepertinya senang sekali aku panggil Oppa, kemudian dengan masih tersenyum, Baekhyun menyeretku ke dalam. Mungkin menemui Joonmyun oppa.

“Suho-hyung, tetanggamu ke sini lagi!” Baekhyun membawaku ke ruang tengah, berteriak mencari Joonmyun oppa.

Aku membelalakan mataku antara kagum dan kaget. Di ruang tengah ini, belasan namja-namja rupawan sedang bersantai-santai. Glosoran di lantai ruang tengah. Aigoo~ sumpah, kalau aku berlama-lama di sini, aku bisa mimisan.

“Ah Rin? Ku kira kau sudah pulang?” Joonmyun oppa yang berada di pojok ruangan bertanya bingung.

Oppa~ aku takut pulang sendirian. Antarkan pulang….” Aku merajuk manja. Memasang puppy eyes andalanku ketika menghadapi Joonmyun oppa. Dan . . .

“Hah~ arasso, aku ambil jaket dulu.” Berhasil. Aisshh~ puppy eyesku memang daebak!! Fufufu~

What?!” Semuanya menoleh kearah sumber suara. Dari arah dapur, Kris sibuk dengan ponselnya. Menelfon seseorang.

“Mommy! *@%^*!(!^@%#@.” Aku tidak tau apa yang Kris katakan. Dia berbicara dalam Inggris. Tapi yang pasti, setelah itu Kris berteriak sebal.

Waeyo Kris?” Chanyeol bertanya tepat ketika Kris keluar dari dapur. Wajahnya benar-benar wajah badmood. Sedikit menyeramkan.

“Aku dalam masalah….” Kris menghempaskan tubuhnya di sofa dengan lesu. Dan sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku yang masih berdiri di belakang sofa tersebut.

“Aku mengakui gadis tetangga Suho-Hyung adalah kekasihku pada Jane.”

“Jane tunanganmu itu?” Tanya mereka kompak.

“Dan kini Mommy menyuruhku membuktikan kebenaran hubunganku dan gadis kerempeng itu.” What? Tidak sopan! Gadis kerempeng?! Kini kulihat sebagian dari namja-namja itu melemparkan senyum tipis. Meminta maaf. Seharusnya yang meminta maaf namja tower itu! Aishh….

“Aku harus bagaimana?” Kris meminta pendapat dari yang lainnya.

“Kurasa berbohong sedikit tidak masalah Kris. Lagi pula, dia masih disana kan?” Namja dengan bibir seksi menunjukku yang berdiri bodoh. Membuat semuanya mendesah setuju.

“Ap-apa? Aku tid-“

“Nice idea!” Kris tersenyum sumringah, kemudian mendekatiku. Semakin dekat Kris, semakin aku  memundurkan tubuhku.

“APA?!” Aku berteriak. Hyaa~ Joonmyun oppa, dimana kau?

“Bantulah aku. Kau hanya menjadi kekasih bohongku selama malam ini saja. Sekarang kau ikut aku menemui ibuku ya?” Kris meminta padaku.

“SHIREO!” Aku langsung menolaknya.

Eommaku mengajariku untuk tidak berbohong. Apalagi membohongi orang tua. Shireo!”

“Bantulah aku, aku mohon. Dan cepat ikut aku, ibuku sudah menunggu.” Kris tanpa seijinku sudah mencekal tanganku, berusaha menyeretku.

ANDWE!! Hyaa~ Joonmyunie oppa~” Aku berusaha lepas dari Kris.

“Aku mohon Nona yang cantik, bantulah Kris teman kami.” Kini bukan hanya Kris, tapi namja-namja tampan itu juga mulai merajuk menyuruhku mengikuti permintaan Kris.

Aku menggeleng-geleng tetap tidak setuju. Aku tidak mau membohongi orang tua.

“Ada apa ini?” Joonmyun oppa yang baru saja keluar dari kamarnya, bertanya bingung. Syukurlah malaikat penolongku datang! Segera aku berlari menuju Joonmyun oppa, meminta perlindungan.

“Begini Suho Hyung, kau ingat Jane?” Kris mulai menjelaskan.

“Jane? Tentu saja aku ingat yeoja gila itu. Bagaimana bisa aku lupa.” Jawab Joonmyun oppa. Yeoja gila?

“Tadi dia datang mengejarku. Dan terpaksa aku mengakui dia sebagai kekasihku. Dan sialnya, sepertinya Jane mengadu pada ibuku. Jadiaku meminta bantuan darinya. Tapi dia tidak mau.” Lanjut Kris.

“Ahh begitu…. Rin bantulah Kris. Aku mohon Rin.” Apa-apaan ini? Joonmyun oppa pun ikut-ikutan? Aishh menyebalkan.

“Tapi Oppa….” Aku masih tidak mau.

“Kau menginjinkan kan Hyung?” Tanya Kris pada Joonmyun oppa.

“Hmm… mengijinkan sih.” Jawab Joonmyun oppa. Aku mencubit lengannya tanda protes.

Arayo.” Kemudian Kris berjalan menujudiriku dan Joonmyun oppa. Tanpa permisi langsung menyeretku untuk ikut dengannya.

“HYAA~ ANDWE! ANDWE!” Aku berteriak ketakutan. Joonmyun oppa sama sekali tidak membantuku. Dan sialnya, tenaga kami yang tidak seimbang membuat tubuh kecilku perlahan tertarik olehnya.

“HYAA~ NAMJA TOWER LEPASKAN AKUU~” Aku masih meronta, berusaha lepas. Tapi percuma.

Dan ketika kami melewati Baekhyun yang berdiri, tanpa pikir panjang aku menggunakan Baekhyun sebagai penahan.

HAPP.

Aku berhasil menjadikan Baekhyun sebagai pegangan, memeluknya erat dari belakang.

“LEPASKAN AKU WOY!” Baekhyun berteriak panik. Tapi aku tidak peduli, makin memeluknya erat.

ANDWEE~

“Ayolah yeoja kerempeng, ikut aku!” Kris masih mencoba menyeretku.

ANDWEE~” Aku makin memeluk Baekhyun erat. Untunglah perut Baekhyun itu kecil, jadi aku tidak goyah ketika memeluknya.

“HYAA~ Yeoja gila, lepaskan….” Baekhyun menepuk-nepuk lenganku yang melingkar diperutnya.

ANDWE~ sebelum dia berhenti memaksaku!” Aku masih membenamkan wajahku di punggung Baekhyun. Sedetik kemudian aku merasakan tarikan Kris berhenti. Aku menoleh kearahnya perlahan. Benar saja, ia sudahberhenti menarik-narik tubuhku.

Arasso. Aku paham kalau kau tidak mau.” Kris akhirnya maklum. Hyaa~ sukurlah aku terbebas dari namja tower itu. Fiuh~

“Jadi bisa kau lepaskan pelukanmu? Aku tau aku tampan dan seksi. Tapi tidak segitunya juga kan?” Kata Baekhyun narsis. Seksi? Seksi apanya? Namja kerempeng seperti itu? Akhirnya dengan berat hati aku lepaskan pelukanku. Eh tunggu? Berat hati? Hyaa~ tidak! Ma-maksudku tentu dengan senang hati!

“Jadi aku boleh pulang?” Aku bertanya pada Kris. Ehh~ kenapa aku harus minta ijin segala?

Aku merasakan firasat buruk ketika Kris secara diam-diam menatap Joonmyun oppa penuh arti. Sepertinya kedua orang itu sedang berbicara lewat tatapan mata. Aku sungguh tidak tau maksudnya.

Dan pada akhirnya, Kris mengangguk kecil kemudian tersenyum tipis. Bukan, bukan senyuman nding! Tapi sebuah seringai menyeramkan. Firasatku benar-benar tidak enak sekarang. Eommaa~~

Mian, tapi aku harus melakukan ini.” Dan tepat setelah mengatakan itu, Kris mendekat kearahku dan . . .

Syiuung~ (?)

Tubuhku terangkat keudara. Hyaaa~~ apa-apaan ini? ANDWEE!! Dia menggendongku. Bridal style pula! Dasar namja tidak sopan.

“APA YANG KAU LAKUKAN? TURUNKAN AKU!” Aku meronta-ronta dalam gendongannya. Ingin sekali aku cakar dan jambak muka dan rambutnya itu. Tapi aku tidak tega. Bisa-bisa dia tidak jadi debut karena wajahya rusak.

“Ciiieeeee~~” Namja-namja lainnya di ruangan itu menyoraki kami riuh. Aiishhh… sialan!

“Semuanya, aku pergi dulu. Doakan aku bisa selamat!” Dan setelah itu, Kris membawaku lari keluar apartement. Sumpah! Dengan posisi seperti ini, aku merasa menjadi korban kawin lari secara paksa. ==”

“Lepaskaan~~ aku bisa jalan sendiri bodoh!”

“Aku yakin kau akan kabur. Diam saja atau kau ku cium!”

Oke, ancaman terakhir dari Kris sukses membungkam mulutku. Aku pasrah dan memilih diam saja. Entahlah posisi ini akan bertahan sampai mana. Lobby? Jalan raya? Atau malah sampai tempat Eommanya. Aku sudah pasrah. Lagi pula, gendongannya itu lumayan *cough* nyaman….

=======

Dan sekarang disinilah kami. Di depan rumah yang sangat megah! Aku bahkan ternganga sampai beberapa detik setelah turun dari taxi.

“Ru-rumahmu, daebak!

“Sebenarnya ini bukan rumahku kok. Keluargaku tidak punya kediaman di Korea. Ini salah satu rumah Kakeku. Kami sekeluarga tinggal di sini kalau sedang di Korea.” Jelas Kris panjang lebar.

“Ingat yang telah kita diskusikan tadi di taxi. Ikuti sekenarioku, dan jangan asal bicara.” Kris memerintahiku seenaknya. Memang menyebalkan.

Ting tong.

Tanpa harus menunggu lama, pintu langsung terbuka. Menampakkan ahjussi-ahjussi tua. Aku yakin dia adalah pelayan keluarga ini.

“Aigo~ cucuku. Kau tambah tampan. Masuklah Wu Fan.”

Cu-cucu? Astaga dia kakeknya Kris. Sumpah aku merasa sangat berdosa. Lagi pula, bagaimana orang sekaya itu hanya mengenakan pakaian ala kadarnya?

“Ini si gadis itu?” Kakek Kris menyapaku ramah. Mengelus-elus kepalaku sayang.

Nde. Rin imnida.” Aku membungkuk sangat dalam sebagai rasa hormatku.

Kami bertiga kemudian masuk, langsung menuju ruang makan. Di sana telah duduk seorang wanita yang sangat cantik. Aku yakin itu adalah ibunya Kris.

Annyeonghaseyo.”Aku kembali membungkuk hormat.

“K.Li, jadi ini gadis yang membuatmu menolak Jane? Kalau boleh jujur, Mommy kecewa!” Tanpa bas-basi ibu Kris berbicara sangat jujur. Tipe mertua keras. Sungguh saat ini aku sangat takut!

“Kita kan belum mengenalnya. Ajaklah dia makan dulu Fei, mungkin ada sesuatu yang spesial dari gadis manis ini kan?” Aku sedikit merasa lega dengan sikap Kakek Kris yang sangat friendly. Setidaknya menyelamatkanku dari kesadisnya ibunya….

Kemudian kami berempat mulai menyantap makan malam nan mewah. Jujur, aku merasa sangat minder. Bahkan dibandingkan ibunya Kris, penampilanku sangat jauh. Bagaimana mungkin seorang gadis menemui calon mertuanya hanya menggunakan celana jeans dan hoodie gombrong plus non make up? Yah walaupun disini kasusnya hanya bohongan, tapi tetap saja. Ibunya Kris jauh lebih cantik dari pada aku.

Ibunya Kris bertanya banyak pada kami. Kapan kami bertemu, kencan pertama kami, rencana kami, dan masih banyak lagi. Aku sempat gelagapan dibuatnya. Untunglah, sesuai rencana yang kami susun di taxi, Krislah yang akan menangani semuanya. Dan aku kira itu berhasil.

Sedangkan kakek Kris lebih banyak bercerita tentang masa kecil K.Li ‘mereka’. Bagaimana nakalnya Kris, kelakuan konyolnya, dan hal lucu lainnya. Aku nyaman berada di samping kakek Kris. Kakek ini sungguh sangat hangat. Berbeda sekali dengan cucunya. Dingin, sadis, dan menyebalkan.

Dan tanpa terasa dua jam nonstop kami bercengkrama di meja makan nan megah ini. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan aku pikir ini saatnya aku pulang. Ini sudah berakhir sekarang! Aku senang!

“Ini sudah sangat larut. K.Li dan kau gadis manis, menginap saja disini.” Kakek Kris menawari kami.

“Tidak usah Haraboji, saya pulang ke rumah saja.” Aku membungkuk hormat.

“Dan kau membiarkan anaku mengantarmu di waktu larut ini? Cih. Tega sekali kau. Nappun yeojachingu.” Satu kalimat pedas dari ibunya Kris sukses membuatku menelan ludah pahit. Sumpah! Aku selalu mati gaya menghadapi Ibunya Kris ini.

“Dia harus kuliah pagi-pagi Mommy. Biar aku antar dia menggunakan mobil kakek. Boleh kan kek?” Tawar Kris pada ibunya. Dan akhirnya dengan berat hati ibu Kris maupun kakeknya mengijinkan Kris untuk mengantarku.

“Ah iya, Rin….” Ibu Kris menahanku. Membuat aku maupun Kris menolehkan kepala kami.

“Lusa, jam dua siang. Aku tunggu kau di sini. Dan bersiaplah menghadapi Jane. Akan aku tentukan pantas tidaknya kau untuk K.Li.” Jelas beliau dingin kemudian berbalik menuju dapur.

Aku menganga. Super menganga. Lusa? Menghadapi Jane? IGE MWOYA?!

.

.

.

.

.

=======

 Aku melangkahkan kakiku dengan lemas menuju dorm Kris. Kejadian tempo hari di rumah kakeknya Kris benar-benar menguras energiku. Menguras semangatku. Dan hari ini aku berencana membicarakan tentang rencana ibunya Kris untuk mengkompetisikan  diriku dengan Jane.

Aku kesal karena aku belum juga terlepas dari sandiwara bodoh itu. Lihatlah akibat yang diperbuat Kris kini. Aku harus menanggung dosa untuk semua kebogonganku. Ya Tuhaann~~ aku benar-benar frustasi.

Ting tong.

Enggan, aku memencet bel dorm.

“Eh, Noona. Masuklah.” Aku mendapati Sehun, sang magnae yang kini membukakan pintunya.

“Kalian baru saja latihan?” Terlihat di sekitar dahi Sehun bermunculan keringat yang begitu banyak.

“Yap! Baru saja kami selesai latihan dance noona. Mau mencari Joonmyun Hyung atau Kris Hyung?” Sehun bertanya to the point.

“Kris brengsek sialan itu.” Jawabku sadis.

“Sepertinya dia sedang mandi. Tunggu di dalam saja Noona.” Dan akhirnya aku mengikuti Sehun dari belakang, menuju ruang tengah dorm.

DEG.

Pemadangan yang sangat sensansional permirsah. Seketika semua energiku kembali. Aku hidup kembali! Hyaa~ bagaimana mungkin seorang gadis normal seperti aku bisa menahan hasratku kalau begini caranya?

Oke, aku jelaskan keadaannya.

Me-mereka! Namja-namja nan tampan itu! Dengan penuh keringat, nafas yang masih putus-putus akibat kelelahan, bersantai tiduran di setiap sudut ruangan. Aissh~ aku bisa mati kalau di sini terus.

“Eh? Rin… mencariku?” akhirnya Joonmyun oppa menyadari keberadaanku, menyapa.

Ani, aku mencari namja tower sialan itu oppa.

“Mencariku, Chagiya~

“HYAA~” Aku melonjak kaget. Wangi nafas mint dan parfume khas seorang Kris menguar dari belakangku.

“YA! NAMJA SIALAN! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB! KAU TAU BETAPA SUSAHNYA AKU KARENA ULAHMU HAH?!” Tanpa basa basi aku menyemprot Kris dengan omelanku. Namun yang dimasksud tetap stay cool.

“POKOKNYA AKU TIDAK MAU TAU! AKU TIDAK MAU MEMBANTUMU LAGI!” Aku menunjuk-nunjuk mukanya sebal. Namun tetap saja, si Kris itu tetap stay cool tidak bergeming!

Aigoo~ nae chagiya, tenanglah sedikit.” Kris menggodaku. Benar-benar namja ini. Aku serius dan dia malah menggodaku? Golok mana golok! Rasanya aku ingin melemparkan golok ke mukanya itu!

“Cieee~~” Terdengar seruan riuh dari penghuni dorm lainnya. Haishh~

“YA DIAM KALIAN! YAK RAPPER SO IMUT! AKU TAU KAU YANG MEMPROVOKASI! DIAM ATAU KAU AKAN MATI!” Aku menunjuk Chanyeol yang tidak berdosa sadis. Biarlah dia menjadi korban.

“Tenanglah Noona. Kau terlalu emosi. Selesaikan semuanya dengan tenang ya?” Kali ini Luhan menenagkanku lembut. Aigoo~ aku rela bahkan dipanggil noona selamanya oleh Luhan walaupun nyatanya dia lebih tua. Orang cute ini benar-benar angel.

“Jadi bagaimana? Kau harus tanggung jawab Kris!” Sedikit menurunkan nada bicaraku, namun tetap masih sadis.

“Kau menyusahkan. Tinggal jalani semuanya besok kan? Lagi pula ibuku tidak akan memakanmu.” Jawab Kris enteng. Enak saja.

Aku menahan nafasku marah. Berusaha mengontrol emosiku yang meluap-luap. “Enak saja kau bicara! Aku sangat takut tau dengan besok! Ba-bagaiman kalau ibumu tau kita berbohong? La-lalu dia menuntutku? Aku bisa dipenjara! Hyaa~ aku tidak mau! Aku belum lulus kuliah, belum punya pacar, menikah, punya anak, aku bel—HMMPHH! LEPPAMSSH.” Kris memungkam mulutku sadis. Namja ini benar-benar tega. T.T

“Kau terlalu berfikir jauh. Babo!” Umpat Kris pelan setelah melepas bekapanku.

“Tapi aku rasa itu benar Kris.” Baekhyun membelaku. Hyaa~ Love you, Bacon! ^^

“Ku rasa kalian butuh mengenal lebih dalam satu sama lain untuk menyempurnakan sandiwara ini. Mungkin sebuah kencan akan membuat kalian dekat kan? Lagi pula ini masih jam empat sore.” Baekhyun tersenyum senang.

“KENCAN?! SHIREO!” Aku langsung menolak mentah-mentah rencana Baekhyun itu.

“Siapa yang setuju denganku?” Tanya Baekhyun mencari dukungan. Dan seperti yang aku duga sebelumnya, semua member mengangguk setuju.

“ Hmm… aku rasa kencan palsu boleh juga. Tunggu aku bersiap ara?” Kris menepuk lembut kepalaku kemudian berlalu masuk ke dalam.

“Cieeee~~” Para member kembali ber-koor ria. Aku melempar tatapan membunuhku pada Baekhyun yang merupakan otak darisemua ini.

Love you Bacon, CORET!

Hate you Bacon, RESMIKAN!

.

.

.

.

=======

Aku memandang takjub kearah luar jendela gondola. Pemandangan menjelang senja seperti ini benar-benar memukau. Jalanan Seoul yang padat, lampu-lampu kota yang mulai dinyalakan, menambah semarak senja kali ini.

Mian, kita hanya bisa ke sini. Walaupun aku trainee, agensiku melarangku ke tempat-tempat ramai. Takut akan terjadi skandal sebelum debut.”

“Ah~ gwencana, ini benar-benar menakjubkan Kris!” Aku berteriak girang. Entah menguar kemana sikap keras dan galakku tadi.

“Sukurlah kau senang.” Sekilas aku melihat senyum tipis nan tulus dari bibir Kris. Eh? Aku tidak salah lihat?

“Aku minta maaf kalau aku menyusahkanmu. Padahal baru kemarin kita bertemu. Mian.” Kata Kris lembut. Aihh~ dia kenapa sih?

Aku mengangguk lemah. Entahlah, tiba-tiba semua kesalahannya selama ini tidak masalah bagiku.

“Aku benar-benar menyesal. Entahlah, aku seperti sangat egois. Memanfaatkanmu untuk menghindari Jane.” Kris sedikit menunduk menyesal.

Gwencanayo~ eommaku bilang membantu orang itu perbuatan yang mulia.” Aku tersenyum polos.

“Besok kau tenang saja. Aku pasti akan menemanimu kok. Aku tidak akan membiarkanmu dalam masalah. Aku janji.” Kris meraih tanganku dan menggengamnya lembut. Hyaa~ pipiku memanas!

“Mungkin kau harus menceritakan banyak tentangmu. Jaga-jaga untuk besok.” Aku berusaha tersenyum senormal mungkin. Walaupun nyatanya jantungku kini berdetak sangat abstrak, meronta-ronta ingin meledak atas perlakuan Kris. Ya Tuhan… jangan sampai aku berubah menyukai namja ini…..

Dan kemudian, Kris mulai berbicara panjang lebar tentang hidupnya. Aku tidak sepenuhnya menyimak apa yang Kris ungkapkan. Entahlah. Pikiranku terlalu terfokus pada sosok di depanku ini.

Caranya berbicara, suara beratnya, garis wajahnya, dan rambut hitam ala manganya. Tiba-tiba semua itu menempati ruang tersendiri di pikiranku. Dan yang paling penting dari semua itu adalah, tatapan matanya yang tajam, namun menyiratkan ribuan kelembutan ketika tatapan itu menghujamku.

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Tidak boleh! Aku tidak boleh sembarangan menyukai namja! Tidaaakkk~~

Duang. *author gak pinter bikin backsound ==*

Gondola yang kami naiki berhenti di stasiunnya, di atas sebuah gedung. Kris menggengam tanganku kemudian menyeretku pelan menuju counter coffee yang masih berada di atas gedung. Memesan dua buah cup hot milk coffee, dan catat! Tanpa melepas gengamannya! Aku ingin sekali menepis semua ini. Melepaskan gengaman Kris yang menimbulkan rasa hangat, bahkan sampai hatiku. Tapi disisi lain, aku tidak mau ini berakhir. Membiarkan tangan Kris terus menggengam tanganku.

“Cukup menyenangkan hari ini. Gomawo Rin.” Kris akhirnya melepas genggaman tangannya. Aku sedikit merasa kehilangan.

Aku mengangguk setuju sambil menyesap hot milk coffee ku. Ku lirik sekilas kearah Kris. Dan aku baru sadar, aura namja tinggi ini benar-benar sangat mempesona.

“Aku mohon bantuanmu ya Rin. Besok, jangan sampai hubungan bohongan ini bisa ketahuan ibuku.”

DEG.

Aku tersenyum nanar.

Benar juga.

Bohongan.

Ini hanyalah sebuah kebohongan konyol. Dan sepuluh detik yang lalu bahkan aku hampir saja benar-benar menyukai Kris.

Buka matamu Park Ririn!

Kalian hanyalah fake couple! Semuanya fake! Hubungan ini, kencan ini, bahkan… aku rasa semua perlakuan Kris tadi juga hanyalah sandiwara. Bodohnyaa~

Aku menggengam erat cup hot milk coffeeku.

Arasso. Aku akan berusaha.” Jawabku kemudian.

Rasanya saat ini juga ada bongkahan batu besar menyumbat dadaku.

Sakit dan sesak.

Aishh, jadi terlihat sangat lemah. Lakukan yang terbaik besok dan seketika itu semuanya akan berakhir! Hwaiting!

TBC.

=======

Chapter ini ige mwoya? ==” #authorFAILED

Ahh~ gak mau bicara apa2, sudah cukup malu berani ngirim ff failed beginian. Hyaaa~~ #jambak2frustasi.

Cuma mau mengucapkan BIG THANKS to:

Anderaa, Kim Young Hyun, jemira inerta, rizkirahayuelfsuju21, ardira larasati, Mrs.Byun, tiarasabila20, Sora014LuBaeKris, SEHUN GIRLFRIEND (@HAMSTER_SEHUN), NanaBaekhyun, Jasmine Audrea, Aqilarrs ·̮·̮ (@qilwooho), YoungHunTaem, gamechology, @CHANYEOLWIFE, sucisena, dinda^^.

Makasih banyak RCnya~ *deepbow*. Sadar atau tidak, komen dari kalian menjadi suntikan tersendiri untuk melanjutkan ff ini. XD

Terima kasih juga pada admin exofanfiction Nisha_Gaem407, makasih sudah  mempublish ff ini *bowbow*

Dan akhirnya, sangat memohon kritik, saran dan masukan dari reders sekalian demi kualitas ff yang lebih baik. Silent readers bertaubatlah!! Kalau kalian pernah buat ff, pasti tau rasanya bagaimana ff kalian tidak diapresiasikan kan? ^^

Nah~ untuk yang sudi memberikan kritik, saran dan masukan, author sudah menyiapkan hadiah untuk kalian reders! XD

Tadaaa~~ sebuah kolorbias cantik (?) spesial untuk kalian. 😀 *lempar kolor* #halah.

 

Iklan

89 pemikiran pada “Our Story Begin (Chapter 2)

  1. aigoo aigoo~ kris pegang” tgn aku aja, aku bisa mimisan kali *plaaakkk kebawa suasana*
    ffnya mnghbur, aku aja smp ketawa ketiwi pas adgn bacon itu huahahaha XD
    daebak ffnya! 😀

  2. Wkwkwk… ​Ẅǻďϋ♓♓♓ *º°˚ ˚°º≈ X_X perut Ku sakit …kebanyakan ketawa … Huahahaha ….
    ìtu fake couple … Heboh bgt ya … Lucu abis liat rin panik setengah mati gara2 ulah kris … Dah gìtu exo jg manas manasin lg …. Lucu deh … Lanjuttttttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s