Don’t You Remember Me? (Chapter 3)

  • Title : Don’t You Remember Me?
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Romance, Angst, and School life
  • Cast :

–       Kim Joon Myun (EXO-K)

–       Kim Hyeri

–      Byun Baek Hyun (EXO-K)

  • Other Cast: You can find it by yourself
  • Length : Chapter

 

NB: Part 3 publish! \(´▽`)/ Ayo ayo merapattt ya semua 😀 Yang udh baca jgn lupa tinggalin comment, oke? Happy Reading ^^

AUTHOR’S POV

 

Mereka pun berjalan menuju mobil yang tak terparkir jauh dari toko. Tapi sebelum membuka pintu mobil itu salah satu dari mereka sempat terkejut saat pria paruh baya berjalan kearah mereka.

 

Harabeoji? (Kakek?)” panggilnya kaget.

“Ayo pulang. Woo Ji Hae menunggumu dirumah.” ujar pria paruh baya itu dengan nada datar dan melempar tatapan tak sukanya pada Hyeri.

“Tapi..”

“Kau mau membantah kakek huh? Sejak kapan kau berani melawan kakek? Apa karena gadis ini? Kau pacaran dengannya?” berbagai rentetan pertanyaan dilemparkan bertubi-tubi kepada Baekhyun. Namun, namja itu hanya bisa terdiam.

“Ayo pulang, kau harus menemui Ji Hae.” paksa kakek nya itu sambil menyeret tangan Baekhyun untuk pergi bersamanya.

Shireo! Aku tidak mau Kek …” bantahnya

“Byun Baek Hyun!”

 

PLAK!

 

Pria paruh baya itu menampar Baekhyun kuat di depan Hyeri. Hyeri pun tak tinggal diam dan dia segera membantu Baekhyun.

Harabeoji, tenanglah. Tak seharusnya anda menampar Baekhyun ..” ujar Hyeri menenangkan kakek Baekhyun itu.

“Kau! Kau tidak usah ikut campur, dia cucuku. Dan aku berhak melakukan apa saja demi kebaikannya.”

“Tapi tak seharusnya anda bersikap keras seperti—”

 

PLAK!

Kini tamparan itu bukan mengarah pada Baekhyun tapi lebih tepatnya ke Hyeri. Gadis itu pun langsung terjatuh sambil meringis kesakitan.

“Berani-berani nya kau mengaturku!” bentak Kakek itu.

“Kakek!” teriak Baekhyun tegas

“Yak beraninya kau berteriak pada kakek! Sudah cepat pulang.” ajak Kakek nya itu lagi.

“Aku tidak mau, Kek …” tolak Baekhyun mentah-mentah.

 

Kakek itu pun sempat terdiam melihat cucunya yang tidak mau juga menuruti kemauannya. Sampai akhirnya, ia memanggil beberapa pengawal dengan sekali tepukan tangan.

“Bawa dia!” suruh Kakek Baekhyun kepada ke-3 pengawalnya.

“Baik, Tuan.”

Dan ke-3 pengawal itu pun langsung membawa Baekhyun paksa meninggalkan Hyeri.

“Tidak! Kim Hyeri ..” pekiknya berulang kali. Tapi Baekhyun hanya sendiri dan tidak mungkin ia bisa melawan ke-3 pengawalnya itu.

“Lepaskan aku!” teriak Baekhyun lagi sampai akhirnya mereka sampai di depan mobil hitam mewah dan membawa Baekhyun masuk lalu pergi.

 

Hyeri masih terduduk di tempatnya semula. Kakinya sakit dan juga pipinya yang memerah. Ia bangkit berdiri hanya dengan bantuan kursi besi kecil yang menopang tubuhnya. Ia pun mendudukkan tubuhnya disana sembari melihat mobil hitam yang membawa Baekhyun sunbae-nya pergi menjauh.

 

BAEKHYUN’S POV

 

Kakek kali ini benar-benar keterlaluan. Ia bukan saja menyakitiku tapi juga Hyeri. Bahkan ia menampar Hyeri sampai dia terjatuh. Aku benar-benar tidak tahan dengan sikap kakek yang seperti ini. Ingin saja rasanya aku berteriak, tapi aku bisa apa?

 

Aku pun meraih handphone dari saku kemejaku lalu mencari nomor yang berada di kontakku. Dan aku pun menemukan nomor itu dan langsung saja mengetik pesan singkat..

 

To: Chanyeol

 

Chanyeol~ah, bisa bantu aku?

Tolong antar Hyeri pulang.

Kau bisa menjemputnya di toko tempat ia biasa bekerja paruh waktu.

Aku akan mengirimi alamatnya segera.

Gomawo..

 

Sending….

 

Tak berapa lama aku mengirimi pesan ke Chanyeol, handphone-ku kembali bergetar menandakan ada pesan masuk.

 

From: Chanyeol

 

Baiklah..

Mana alamatnya?

 

Aku pun kembali mengetik pesan singkat kepada Chanyeol…

 

To: Chanyeol

 

Kona Beans

Seoul, Sinsa-dong, Gangnam-gu . Lantai 1

Apgujeong

Jangan memberitahunya, kalau aku yang menyuruhmu..

 

Sending….

Aku menghela nafas berat dan memejamkan mataku sesaat. Hyeri, maafkan aku..

 

HYERI’S POV

 

Aku masih duduk di kursi besi ini. Sebenarnya, aku ingin pulang tapi dengan apa? Taksi? Aku lupa membawa duitku T_T Haiss, eottohke? Aku merutuki kebodohanku ku sendiri karena pergi tanpa membawa dompet. Aku pasti lupa memindahkannya dari tas sekolah.

 

“Hyeri?” Aku pun mendongak dan mendapati Chanyeol sunbae berdiri dihadapanku. Loh kenapa dia bisa ada disini?

Sunbae? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku heran

Ani, tadi aku sedang lewat saja di sekitar sini. Dan aku lihat ada seorang gadis tengah duduk sendirian dan ternyata itu kau. Kenapa belum pulang?”

“Eung … sebenarnya aku ingin pulang tapi aku lupa membawa dompetku. Jadi ..”

“Jadi?” tanyanya

“Jadi .. aku memutuskan untuk duduk disini sebentar.” jawabku asal disertai cengiran lebar.

“Mau kuantar pulang?”

Nde?” respon ku kaget

“Ah tidak usah. Nan gwaenchana sunbae, aku bisa pulang sendiri.” tolakku halus

“Tidak baik seorang yeoja pulang malam sendirian. Ayo kuantar saja.” tawar Chanyeol sunbae sekali lagi.

“Baiklah kalau sunbae memaksa.” jawabku akhirnya

 

Kamipun berjalan berdampingan menuju tempat motor sport-nya di parkirkan. Aku pun berdiri kikuk dihadapannya yang sedang memasang helm dikepalanya dan menghidupkan mesin motornya kemudian.

“Ini, pakai helm-mu.” katanya sambil menyodorkan helm itu kepadaku. Dan aku pun meraih helm itu dari tangannya dan langsung memakaikannya dikepalaku.

“Ayo, tunggu apalagi. Cepat naik.” ujarnya

“Tapi ..”

“Pegang bahuku supaya kau tidak jatuh terjungkal kebelakang.”

Ne.” Kuanggukan kepalaku mengerti dan menuruti apa katanya.

“Sudah siap?” tanya nya saat aku sudah duduk di jok belakang motornya.

“Mm..” gumamku yakin dan berpegangan erat pada bahunya agar tidak terjatuh. Bukannya aku tidak berani memeluk pinggangnya nya dari belakang tapi rasanya canggung sekali kau tahu? Lebih baik aku cari aman saja.

 

Dia pun menginjakkan gas motornya dan langsung melaju berbaur bersama kendaraan yang lainnya di jalanan. Aku sempat terkaget dan tubuhku hampir terhuyung kebelakang tapi dengan cepat kupegang bahunya.

“Aish kan sudah kubilang pegangan yang erat. Nakal sih dibilangin!” gerutunya kesal

Mian, mian sunbae..” balasku sedikit gugup kearahnya.

 

***

“Sampai.” ujarnya kepadaku. Aku pun langsung turun dari motornya dan dengan cepat melepas helm yang kupakai lalu sedikit merapikan tatanan rambutku yang sedikit berantakan.

Gomaweo, sunbae.” ucapku berterima kasih kepadanya

“Sama-sama.” Dia pun tersenyum kearahku.

“Maaf merepotkanmu.” kataku lagi

“Tak apa. Baiklah sudah larut malam. Aku pulang dulu ya. Annyeong!” pamitnya

Nde sunbae. Josimhaeya! (Hati-hati.)” teriakku saat motor sport hitam itu semakin lama semakin menjauhiku.

Aku pun melambaikan tanganku kearah motor Chanyeol sunbae . Dan kuturunkan tanganku kembali saat tidak melihat lagi bayangan motornya yang berada di halaman rumahku.

 

Aku berjalan masuk kedalam rumah saat tiba-tiba langkahku terhenti melihat sebuah bingkisan yang terletak di depan pintu. Kuedarkan pandanganku ke sekeliling rumah. Tak ada siapa-siapa. Lalu bingkisan ini dari mana? Tak ada nama pengirim dan tak ada pula nama yang tertuju kepada bingkisan ini. Apa ini milik Soo Hyun oppa? Tapi sejak kapan dia menerima bingkisan berwarna soft-pink seperti ini? Atau bingkisan ini untukku? Kubolak-balikan lagi bingkisan ini mencari nama yang tertuju dan benar ini bingkisan untukku. Namaku tertera jelas disana ‘Kim Hyeri’. Tanpa menunggu lagi, aku pun langsung membawa masuk bingkisan itu kedalam rumah dan beranjak pergi menuju kamar.

 

Kuhempaskan tas putihku keatas tempat tidur dan kubaringkan tubuhku disana. Perlahan aku pun membuka bingkisan berwarna soft-pink ini dan betapa terkejutnya aku saat mengetahui isi didalamnya. Surat kaleng dan juga boneka yang berlumuran darah.

 

Berani kau mendekati Byun Baekhyun lagi, nasibmu akan sama seperti boneka ini!

 

Kalimat itulah yang tertulis disana. Aku pun langsung bergidik ngeri dan cepat-cepat membuang bingkisan itu ke tempat sampah. Siapa yang mengirim surat kaleng itu? Dan apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti.

 

Aku membuang pikiran-pikiran aneh yang berkelebat di dalam otakku. Kulirik jam weker disamping meja kecilku sekilas dan kulihat jarum jam menunjukkan angka 23.00 KST. Besok aku masih harus sekolah, itu berarti aku harus cepat-cepat tidur jika tidak ingin terlambat esok pagi.

 

AUTHOR’S POV

 

Hyeri berjalan gontai menuju kelasnya. Pagi ini ia terlihat lesu sekali sebab surat teror yang semalam ia terima. Ia takut … tapi tentu saja ia tidak berani memberitahu kakak laki-lakinya. Kenapa? Karena ia tahu tanggung jawab kakaknya itu sudah cukup besar dan ia tidak mau mempersulit keadaan kakaknya lagi hanya karena surat teror itu saja. Siapa saja orang yang mengirimnya, semoga kejadian itu tak terulang lagi.

 

Hyeri sudah duduk manis di kelasnya dan dengan cepat ia mengambil posisi seperti biasa. Membaringkan kepalanya di atas meja dan seperti biasa kembali melamun sambil menatap jendela kelasnya yang menyuguhkan hamparan luas halaman sekolahnya. Ia tak berkedip sedikitpun, entahlah mungkin dia masih kepikiran surat kaleng itu lagi. Ia bingung apa salahnya sampai orang itu mengancamnya seperti ini? Seharusnya Hyeri tau ia tak boleh terlalu dekat dengan sunbae-nya yang satu itu, Baekhyun. Terang saja namja itu adalah namja terpopuler kedua setelah yang pertama ialah Kim Joonmyun— kekasih Hyeri. Dan tentu saja semua yeoja seantero sekolah itu tampak iri dengan perhatian sunbae-sunbae yang sengaja mereka berikan khusus kepada Hyeri. Apalagi semenjak Hyeri menyandang status kekasih Joonmyun, Hyeri bagaikan seorang putri yang selalu dilindungi ke-enam sunbae mereka yang paling populer itu.

 

“Hei..” Hyeri terlonjak kaget saat merasakan tepukan seseorang mengenai bahunya. Yah siapa lagi kalau bukan sahabat nya Jin Ah. Kebiasaan gadis itu kan memang suka mengejutkan orang.

Hyeri pun bangun dan menoleh kearah sahabatnya itu.

“Apa?” tanya Hyeri malas

Wae? Kau kenapa? Sakit?” Jin Ah terkejut saat menyadari ekspresi wajah Hyeri yang berbeda dari sebelumnya. Ekspresi wajahnya .. benar-benar tak dapat dibaca sama sekali. Hyeri pun dengan cepat menggeleng dan menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.

“Setelah pulang mau makan es krim bersama?” ajak Jin Ah dengan wajah yang ceria

“Tidak bisa. Aku mau menjenguk Joonmyun.” tolak Hyeri

“Mm kalau begitu, aku boleh ikut?”

Eo.” jawab Hyeri singkat.

 

KRINGGG!! KRINGG!!

Bel masuk sudah berbunyi itu berarti hari ini akan menjadi hari yang paling berat bagi Hyeri. Pelajaran pertama adalah pelajaran favoritnya tentu saja. Biologi. Tapi entah kenapa ia sangat tak bersemangat hari ini.

 

‘Semoga saja hari ini akan cepat berlalu..’ gumam Hyeri dalam hati.

 

***

 

TING TONG! TING TONG!

 

Bel istirahat berbunyi menandakan jam pelajaran ke-empat telah selesai. Koridor sekolah yang awalnya tampak sepi sekarang dipenuhi dengan siswa-siswi yang bergerombol tidak jelas. Ada yang berjalan ke kantin ada juga yang mengobrol di tengah jalan membuat suasana gaduh memenuhi koridor kelas itu.

 

Hyeri dan Jin Ah berjalan keluar dari kelasnya lebih lambat dari teman yang lain. Berusaha menghindari hiruk pikuk sekolah yang hampir memekakkan telinga mereka. Berisik. Ciri khas saat bel istirahat berbunyi dan betapa kesalnya Hyeri saat suara gaduh itu makin memperburuk keadaan nya yang sedang badmood.

 

“Jin Ah~ya, kau duluan saja ke kantin nya ya. Aku mau ke toilet dulu.” ujar Hyeri sambil melepaskan rangkulan tangannya dari Jin Ah.

“Jangan lama-lama eo?”

“Ne, 5 menit saja.” kata Hyeri lagi lalu dengan cepat membaur bersama siswa-siswi lainnya di koridor.

 

Hyeri masuk kedalam toilet lalu berjalan menuju wastafel. Membasuh mukanya yang terlihat sangat pucat dengan air hangat yang keluar dari keran berwarna putih itu.

“Huh ..” Hyeri membuang nafasnya berat seraya mematikan keran air yang digunakan nya tadi.

 

Dengan wajah yang sedikit lebih segar, ia keluar dari toilet dan betapa terkejutnya saat melihat siapa yang ada dihadapannya. Sunbae-sunbae populer itu. Hyeri sedikit menaikkan sebelah alisnya bingung saat menyadari ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Hana, dul, set, net, da— hitungannya terhenti saat menyadari bahwa Baekhyun sunbae-lah yang tidak ada dihadapannya. Sunbae yang belum dilihatnya sejak tadi pagi. Kemana namja itu? Apa ia tidak masuk sekolah?

 

“Baekhyun sunbae, eodi?” tanya Hyeri ragu

“Sepertinya dia tidak masuk sekolah. Sakit mungkin. Kami sudah menghubunginya daritadi tapi tak ada jawaban.” jawab salah seorang namja dengan rambut tegaknya, Kai.

“Oh ..” respon Hyeri pelan.

“Sepulang sekolah mau menjenguk Suho?” ajak Sehun

Hyeri pun mengangguk menyetujui.

“Mm, boleh mengajak temanku? Jin Ah?” tanya Hyeri hati-hati

“Tentu saja.“ seru Chanyeol senang

“Ah baiklah, kalau begitu aku permisi sunbae-nim. Annyeong!” pamit Hyeri lalu membungkuk sopan kepada mereka semua dan bergegas pergi menyusul Jin Ah ke kantin.

 

“Hyeri, gadis yang sopan.” komentar Kyungsoo sambil melipat tangan didepan dadanya.

“Dia juga baik dan lucu. Periang lagi. Tapi kenapa Suho tak mengingatnya sama sekali?” tambah Sehun

“Entahlah. Hey, bagaimana kalau kita membantu Hyeri agar Suho cepat-cepat mengingatnya?” usul Kai cepat.

“Tapi bagaimana caranya?” pikir Chanyeol bingung dan diikuti dengan anggukan pelan dari yang lain.

 

***

Mereka pun akhirnya sampai dirumah sakit. Hyeri dan Jin Ah keluar terlebih dahulu dari mobil putih itu dan kemudian diikuti oleh yang lain. Mereka pun masuk kedalam rumah sakit bersama dan bergegas menuju keruangan tempat Joonmyun dirawat.

 

Annyeong Joonmyun~ah!” sapa Hyeri lebih dulu saat sudah masuk keruangan namja itu. Kebetulan namja itu sedang membaca bukunya sambil bersandar pada kepala tempat tidur.

“Yak kau gadis bodoh! Kenapa kau kesini lagi?” bentak Joonmyun

“Apa kau bilang? Gadis bodoh?” ulang Hyeri kesal

“Kenapa kau tidak suka gadis jelek?”

“Yak, jangan sembarangan bicara!” geram gadis itu tak tahan

“Apa alasanmu datang kesini lagi hah?”

“Aku hanya mau menjengukmu. Tidak boleh?” jawab Hyeri santai

“Tentu! Apa untungnya kau menjengukku? Kau hanya merepotkan ku saja dan selalu membuatku kesal. Pergi sana!” usir Joonmyun

“Suho~ah, kau benar-benar tidak ingat apapun?” potong Chanyeol berusaha menghentikan pertengkaran tidak bermutu yang terjadi diantara Hyeri dan Joonmyun.

“Ingat apa sih? Memangnya apa yang aku lupakan huh?” seru Joonmyun risih

“Kim Hyeri, kau tak mengingatnya?” tanya Sehun sabar

“Untuk apa aku mengingat gadis bodoh, payah, dan sialan seperti dia? Apa pentingnya sih? Aku saja tak pernah mengenalnya, arraseo?!” semprot Joonmyun dan langsung membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu terdiam.

 

“Kim Joonmyun, jaga bicaramu!” teriak seseorang dari belakang mereka. Baekhyun.

Sunbae ..” lirih Hyeri tak percaya

“Aku berusaha untuk menahan emosiku yang sudah naik ke ubun-ubun agar tidak menamparmu sekarang juga hanya karena kau kekasih Baekhyun!” dengus Joonmyun hampir meledak.

“Jadi Byun Baekhyun, bawa kekasih mu ini pergi! Aku tidak pernah mau bertemu dengannya lagi! Kau dengar?” lanjut Joonmyun sambil merebahkan tubuhnya ketempat tidur. Menutup nya pakai selimut. Hyeri pun yang merasa dicaci maki sedari tadi oleh Joonmyun perlahan keluar dengan wajah tertunduk menahan air matanya yang hampir jatuh saat itu juga. Oke, kelihatannya gadis itu benar-benar sudah dibenci Joonmyun. Jadi apakah Hyeri akan tetap menjenguk Joonmyun kembali walaupun sudah dibentak seperti tadi? Oh bukan Kim Hyeri namanya, jika ia menyerah sekarang.

BAEKHYUN’S POV

 

Tak selang berapa lama Hyeri keluar, aku pun melangkahkan kakiku pergi dari ruang rawat Suho. Kali ini dia benar-benar keterlaluan. Membentak Hyeri yang notabene-nya adalah kekasihnya sendiri. Aku jadi tidak tega melihat gadis itu. Dia berusaha bersikap baik dengan Suho tapi ia malah mendapat perlakuan yang sebaliknya.

 

Aku pun membawa 2 cangkir kopi panas ditanganku lalu berjalan kearah taman menghampiri Hyeri yang sedang duduk di kursi tak jauh dari tempatku berdiri. Nampaknya, ia sedang merenung. Aku pun menawarkan secangkir kopi hangat itu kearahnya saat kami sudah saling berhadapan dan dia pun dengan cepat mengambil gelas kertas yang berisi kopi itu dari tanganku sambil tersenyum. Aku pun duduk disampingnya dan meneguk kopi hangat itu pelan setelah meniupnya. Aku menoleh kesamping menatapnya yang sedang melamun.

 

Geokjonghajima (Jangan khawatir). Kau bukanlah jenis orang yang mudah dilupakan begitu saja.”

“Aku harap begitu juga, sunbae. Tapi kenyataannya ialah, ia benar-benar sudah melupakanku. Dia sama sekali tidak mengingatku lagi, sunbae.” ujarnya dengan nada yang lemah.

“Aku mengerti, tapi bersabarlah sedikit dia pasti akan mengingatmu kembali. Percayalah padaku.” ucapku menyemangati

“Gomapta sunbae.” Dia pun tersenyum kearahku

Mianhae, jeongmal mianhae..” ucapku dan disambut tatapan heran darinya

“Maaf? Untuk apa?”

“Kejadian semalam. Maafkan kakekku. Dia memang selalu begitu.”

“Tak apa, sunbae.” jawabnya memaklumi.

“Pipimu.. apa masih sakit?” tanyaku cemas

“Aku sudah lebih baikan. Dan pipiku baik-baik saja.” balasnya sambil tersenyum ceria.

“Baguslah.”

Sunbae .. ada yang ingin aku ceritakan.”

“Apa?”

“Semalam ada—” kata-kata Hyeri terpotong saat suara menghebohkan dari kejauhan menyadarkan kami berdua.

 

“Whoah, bagaimana bisa oppa mempunyai tongkat sebagus ini? Aku serius, tongkat ini benar-benar keren.” seru suara seorang yeoja memasuki indera pendengaranku. Kulihat Hyeri sudah berdiri dan melihat kebelakang kami. Aku pun mengikuti arah pandangannya dan menemukan Joonmyun bersama seorang gadis yang tak kukenal siapa.

“Tentu saja, mana mungkin seorang Kim Joonmyun menggunakan tongkat sembarangan. Kau mau mencobanya?”

“Oh jinjja! Tongkat ini benar-benar ringan, aku seperti merasa tidak memegangnya sama sekali.”

”Tongkat ini dibuat dari titanium.”

“Ah oppa kau ini bisa saja. Lucu sekali.”

 

“Suho..” panggilku saat aku dan Hyeri berjalan menghampirinya.

“Baekhyun~ah, kau disana.”

“Oh Hyeri eonni!” seru gadis itu senang saat melihat Hyeri

A-annyeong!” balas Hyeri sedikit kikuk.

“Wahh, eonni~ya neo namjachingu? Neomu kyeopta.” katanya kagum sambil menunjuk kearahku. Kulihat Hyeri hanya bisa tersenyum diam.

Annyeonghaseyo, aku Ji Yoo. Nam Ji Yoo. Mannaseo bangawayo.” ujarnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman denganku. Gadis ini .. apa dia selalu sok akrab kepada orang lain?

 

Aku mengacuhkan uluran tangannya dan langsung saja berjalan kearah Suho.

“Diluar dingin, ayo kita masuk kedalam.” ajakku dan langsung dibalas dengan anggukan pelan Suho.

 

***

AUTHOR’S POV

 

Joonmyun belum juga memejamkan matanya padahal ini sudah lewat dari jam 10 malam. Ia menekan tombol-tombol remote itu bergantian mencari siaran tivi yang bisa membuatnya sedikit terhibur tapi tak satu pun yang menarik perhatiannya.

 

Tok Tok Tok!

 

Pandangan Joonmyun yang tadi menatap tivi kini beralih menatap pintu putih ruangannya. Siapa yang mengganggunya malam-malam begini? Tidak sopan.

Nuguya?” tanya Joonmyun dari dalam. Perlahan pintu putih itu sedikit terbuka dan muncullah sebuah tangan dari sana sambil memegang sekotak pizza. Joonmyun mengangkat alisnya bingung. Dan tak lama, Ji Yoo pun masuk.

Oppa, mau makan pizza bersamaku?”

 

***

Joonmyun dan Ji Yoo sudah duduk di salah satu kursi taman yang tersedia disana. Sambil memakan pizza mereka pun juga asyik mengobrol.

Oppa, apakah kau suka makan pizza dimalam hari sambil melihat bintang?” tanya Ji Yoo antusias. Joonmyun terdiam sebentar.

“Bintang?” ulangnya.

“Iya. Apalagi kalau dilihat dengan menggunakan teleskop. Pasti menyenangkan sekali.”

 

Joonmyun merenung berusaha menyerap kata ‘bintang’ yang masuk kedalam indera pendengarannya. ‘Bintang’ mengingatkannya pada seseorang. Tapi Joonmyun tak ingat, siapa orang itu. Dan Joonmyun berpikir keras akan orang itu tapi benar-benar tak menunjukkan apapun.

Oppa, wae geurae? Kenapa kau melamun seperti itu?” tanya Ji Yoo hati-hati.

“Sepertinya aku telah melupakan sesuatu yang penting. Tapi, aku tidak ingat apa.”

Oppa, jangan terlalu memaksakan ingatanmu. Jika ingatan itu penting, pasti akan kembali secepatnya kok. Tidak baik untuk kesehatan oppa jika terlalu banyak mengkhawatirkan sesuatu.”

 

Ketika mereka berdua sedang asyik berbincang datanglah Baekhyun, Kai, Kyungsoo, dan juga Hyeri yang berjalan paling belakang diantara mereka semua.

“Suho, gwaenchana?” sapa Kai lebih dulu

Annyeonghaseyo.“ ujar Ji Yoo dengan nada cerianya

“Kami sering melihatmu.” ucap Kyungsoo

“Tentu saja. Kami ini kan HC.”

“HC?” tanya Kai bingung

“Iya, Hospital Couple. Beberapa pasien dan perawat disini telah memberi kami julukan Hospital Couple. Eottaeyo? Apa kami terlihat serasi jika bersama?” kata Ji Yoo sambil meraih tangan Joonmyun dan merangkulnya. Joonmyun tak menolak, hanya saja dia sedikit terkejut karena keakraban gadis disampingnya ini.

Suho~ah, apa kau belum mengingat apapun?” tanya Baekhyun mengacuhkan omongan Ji Yoo.

“Apa yang harus kuingat?”

“Kim Hyeri, apakah kau tidak mengingatnya?”

 

Ji Yoo melirik kearah Joonmyun sekilas.

“Hyeri atau siapa saja lah, kenapa aku harus mengingat kekasihmu hah? Aku tidak perlu semua ini. Darimana sih kau mendapatkan yeoja yang jelek dan murahan seperti ini? Awasi dia supaya tidak masuk sembarangan lagi kedalam ruanganku. Aku muak melihatnya!”

 

Hyeri yang mendengar semua itu merasa hatinya teriris dan sakit sekali. Kata-kata Joonmyun sungguh membuat gadis itu tak dapat lagi menahan air matanya.

“Kim Joonmyun!!” teriak Baekhyun habis kesabaran
|To Be Continued|

 

Aduh apa-apaan part ini? T-T *nangis di pojokan*

Mian klo kurang memuaskan, yg udh baca jgn lupa tinggalin comment oke?^^

Ghamsa~

 

21 pemikiran pada “Don’t You Remember Me? (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s