EXO in The War (Chapter 5)

Author: criss

Cast :Tao Chanyeol Siwon Fany Victoria Kris Yuna Kai

Cameo : sooyoung Yuri D.O  Kyuhyun Chen Xiumin heechul

genre : action, romance, humor

_______________________________________

“tao-ssi, apa yangterjadi?” , “chanyeol-ssi, bawa profesor ini, dia kena tembakan,” perintah tao, lalu tao berlari, dan melihat seorang berpakaian berbeda, dan menembaknya, orang itu terjatuh, tao tepat menembak bahu kiri orang itu, dia bersembunyi dibalik kursi, sedangkan tao masih memegang pistolnya, dia menjaga-jaga saat orang itu keluar,

Keadaan semakin ricuh siwon dan sajangnim memindahkan pihak NASA dan profesor kim, fany masih berjalan melihat kabel listrik, ini tampak perbuatan sengaja, lalu dia menghubungkannya, saat lampu hidup, dia terkejut seorang pria tepat di depannya, seorang pria yang di lihatnya, saat penyerangan pagi lalu yang menewaskan profesor Cho, fany mundur perlahan, dia menurunkan tangannya, dan mengebelakangkannnya,, meraba pristor yang ada di balik belakang bajunya, pria itu mendorong fany, fany pun terjatuh tapi pria itu menempelkan sesuatu yang erat di tangan fany, “neo !!” kata fany keras, “sampai jumpa” kata kris lalu meninggalkan fany, fany tampak ketakutan, di bahu blazer coklatnya di pasang bom waktu, ia panik, tak bisa melepas kabel itu, waktu yang tersisa hanya 15 detik, lalu chanyeol datang dari belakang, “fany-ssi, lepas blazermu dan cepat lari kemari!” teriak chanyeol dari jauh, fany mendengarnya, tapi kancing pengikatnya kuat dia sedikit kesusahan, waktu yang tersisa tinggal 7 detik, kemudian chanyeol berlari ke tempat fany memutuskan kancingnya, lalu melepas blazer dari tubuh fany, dan berlari sambil memeluk fany, Dduarr !! sebuah bom meledak, bom yang tidak terlalu keras, tapi fany dan chanyeol terjatuh, “gwenchana?” tanya chanyeol, “ne, gwenchana, yeol-ssi” jwab fany, “gomawo” katanya lagi.

Kris pov.

Aku berjalan, di atas, melihat SNC itu, “hm, bagus dia melakukan tugasnya” kataku pelan, lalu berjalan muruni tangga” Zzep!, suatu tembakan mengenai tiang, aku berhenti dan naik, menjauh dari seranagn itu, lalu berjalan ke arah lain, sepertinya agen CCS itu mengikiuti, ku, aku berhenti dan besembunyi, dia tampak mencariku, kulihat dia agen CCS yang mengantar yoona pulang kemarin, aku keluar dari persembunyian ku, aku menarik tungkai, dan mengarahkan pistol tepat ke arah orang itu, “berhenti! Ayo kita pergi dari sini!” aku terhenti begitu seorang wanita berdiri di depanku, “yoona, “ , “kajja” katanya memegang tanganku dan kami pergi berjalan bersama.

Kami berjalan dengan cepat, yoona terus menghadap ke depan, aku dapat melihatnya, dia melakukan itu agar wajahnya tidak dilihat orang, tidak lupa sarung tangannya.

Writter pov.

Yoona, terus berjalan cepat di depan kris, seakan-akan dia sudah tau semua, sisi, tapi tiba-tiba dia terhenti, dia tidak melirik kemana pun, pandangannya hanya ke depan, kris juga terhenti, lalu dia memegang tangan yoona, ternyata di jarak 5m ada agen CCS yang berada di samping kiri mereka, tengah mengarahkan snipernya tepat di kepala yoona, yoona hanya terdiam, dia terlihat memikirkan sesuatu, lalu begitu kris memegang tangannya, dia memicingkan matanya, dan mulai bertindak.

Yoona, dan kris lari, tembakan meleset, dari belakang mereka beberapa polisi mengejar, kris dan yoona  berhenti lalu saling betolak belakang, dan mengangkat pistolnya dan menembaiki polisi-polisi yang mengejar mereka, sedangkan yoona menghadap depan menembaki polisi-polisi yang menghalangi jalannya, setelah aman, mereka saling berhadapan, “aku menuju mobil” kata yoona, sambil memegang SNC itu kemudian berlari melewati tangga turun, sedangkan kris, berlari menuju tangga atas, terus berlari menuju tempat profesor kim, Zep ! sebuah tembakan meleset begitu kris melompati meja, Zep ! tembakan kedua juga meleset, begitu dia menggulingkan badannya, Zep ! tembakan ketiga juga gagal, kris berbalik dan melemparkan kursi kearah polisi itu dan Zep ! tembakan kris berhasil mematungkan polisi itu.

Yoona terus berlari, lalu dia terhenti, begitu pintu di tutup, kemudian yoona memasang bom itu dan pada hintung 1,2,3 *prrang!* kaca itu pecah, dan yoona melompat kluar jendela, dengan kaku dibawah ia, memegang etat SNC itu lalu kegitu sampat di rumput ia menggulingkan tubuhnya *itupastisakit* dia berdiri perlahan, dan di depannya tepat ada sebuah mobil, lalu mobil itu membukakan pintu, yoona langsung masuk ke dalamnya. “gomawo” katanya begitu di selamatkan orang itu.

Siwon pov.

“Sepertinya kalian paham dengan kejadian ini, teroris yang bernama kelompok HellA ternyata ingin merebut SNC itu” kataku, di kursi ruang rapat, lalu menatap mereka satu persatu, “pajangnim, aku rasa, mereka bukan cuma mau mengambil SNC itu, tapi ingin menggagalkan pesawat luar angkasa kita” kata tao, aku melihatnya, “apa?” tanyaku melecehkan, “kau tau, ini bukan masalah pemikiranmu, bagaimana caramu menjelaskannya, sekarang negara meminta pertanggung jawaban kita, sebelum kepolisian ikut campur dalam masalah ini!” kata ku dengan sedikit membentak, “baiklah sekarang semuanya kembali ketempat cari tau apa yang kalian tau, yuri-ssi, segera laporkan semua yang kau dapat pada sooyoung dan d.o , untuk tao fany chanyeol, kalian tetap di tempat, jangan kemana-mana, saat ini tugas kalian hanya menunggu perintah selanjutnya, semua mengerti! Rapat ditutup!” kataku, meninggalkan ruangan rapat,

D.o pov.

“ini sungguh masalah besar” kata fany mengeluh, “rapat ditutup ! ble ble ble, dasar siwon pajangnim, ketua ganteng kok pemarah, mending yeolli, lagi ganteng dan sabar “ kata chanyeol mencibir, aku melihat sooyoung keluar, lalu aku berjalan keluar, sekarang aku berada di kursiku, aku mulai memasukkan memori yang diberikan oleh yuri noona, yang di dapatnya dari salah satu kantong korban teroris itu, aku melihat setiap gambar-gambar dan mengamatinya, lalu aku membuka pesannya, “garis koordinat?” kataku pelan sambil melihat angka dengan derajat lintang, kemudian aku membuka alat pelacak dengan pusat orbit satelit,  kumasukkan angka lintang itu, loading ,,,, kemudian muncul suatu tempat, seperti gudang, aku memerhatikannya, tunggu, bukannya ini gambar tempat yang ada di folder fotonya? Kata ku dalam hati, “wae yo?” sooyoung mengejutkanku, “ini, gambar tempat ini, apa kau pernah melihatnya?” tanyaku, “ini bukannya, gambar tempat yang ada di memori yang yuri eonni kasih?” jawabnya, lalu aku melihat sooyoung, dia langsung berdiri dan berjalancepat menuju meja pajangnim.

Tao pov.

Aku hanya duduk di kursi, lalu melihat fany, yang masih sama duduk di kursi, lalu dia melihatku dan hanya menghela nafas, kemudian kulihat chanyeol yang datang, sambil meminom kopi, “hm, mau minum, dari pada diam-diam seperti itu?” katanya, aku hanya diam. Kulihat d.o datang ke ruangan kami, lalu aku berdiri, “kita dapat misi!” kata d.o tiba-tiba, “misi apakah?” tanyaku, “tao-ssi chanyeol-ssi, dan aku akan pergi ke suatu tempat, akan menerima instruksi selanjutnya, aku rasa cukup penjelasannya, kita berangkat sekarang” jelasnya lalu kami pergi, “tapi kopi ku belum habis” kata chanyeol, “yak! Kau mau di marahi pajangangnim lagi?” kataku lalu kami pergi.

Kami sampai di suatu tempat, ini tampak seperti gudang, “tempat apa ini” tanya chanyeol, lalu ku lihat lirikan d.o dan ia menggerakkan kepalanya, dia memberi kode, dan kami mulai berjalan ke depan, dan kini aku tepat di depan pintu gudang,

Writter pov.

“lapor jendral, di depan ada agen CCS, sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita dan ingin merebut SNC itu kembali” kata seseorang, “mwo yo?” kata kris lalu dia berdiri dan menuju tempat cctv, “hm, berani sekali, tenang saja kita lihat apa yang mereka temukan” kata kris, di belakang vic  hanya berdiri.

Brakk !! pintu itu mereka dobrak, dan mulai masuk dengan memegang pistol M5 nya, tao tampak memimpin di depan lalu d.o dan anggota lain, “pencar” kata d.o lalu mereka pun mulai berjalan melewati dinding-dinding dan berhenti, tak menemukan pintu apapun, hanya drum-drum, karton bekas, kayu-kayu dan jaring besi, tempat ini terlihat seperti sudah lama tak digunakan, “kami tidak menemukan apa-apa!” kata seorang anggota ke tao, “aku juga, d.o-ssi apa ini benar tempatnya?” tanya chanyeol, tao dan d.o saling berhadapan lalu berfikir, jika di ponsel pria itu ada sudut lintang ini, seharusnya tempat ini ada hubungannya dengan mereka, pikir tao, lalu dia mulai berjalan, melihan sekeliling dan memerhatikan dinding triplek yang sudah lapuk dan terkelupan, juga yang patah, tao terus berjalan sedangkan yang lainnnya hanya terdiam menunggu perintah, tao terhenti di depan sebuah lemari, dia membukanya, hanya ada sebuah paku, paku itu tidak berkarat, dia mengambilnya, dan memerhatikannya baik-baik, hingga dia menemukan jawabanya, tao melihat ada alur garis di ujung paku, berarti ini bukan paku biasa tapi ini kunci, lalu dia berjalan dan melihat sekeliling, pasti ada yang lain di sini pikirnya, “semuanya mencari, perhatikan benda-benda yang ada di sini baik-baik!” perintah tao, dan akhirnya mereka mulai mencari lagi, “apa ini?” kata salah satu anggotanya, “kenapa? Coba kulihat” kata tao, lalu anggota itu memberikan kertas yang ia dapatkan, kertas itu berisi sebuah perjanjian yang ada tanda tangan kris dan chen, begitu dia selesai membca ia menemui d.o , “aku rasa mereka tidak ada disni. Mungkin, ini hanya tempat perjanjian teroris itu” jelas tao, ,”hm, aku setuju, tidak ada tanda-tanda tempat ini di huni” sambung d.o, “baiklah, kalau begitu semua kembali” kata d.o. dan mereka semua pun pergi.

Kris pov.

“hm, dasar bodoh,” kataku begitu melihat mereka pergi, lalu aku bangkit dari kursi dan menuju ke tempat vic yang berada di depan komputer, “vic, nanti pulang dengan sipakah?” tanyaku, dia memalingkan wajahnya dan melihatku, “aku akan menemui kai, untuk melajukan misi selanjutnya” jawabnya , aku hanya dian, “seperti bos besar akan datang kemari” katanya lagi, “aniya, kita yang akan ke sana” jawabku, “ke belanda?” tanyanya lagi, “hm, iya,” kataku, di terdiam sebentar lalu melihatku, “SNC itu?” tanyanya lagi, aku hanya berdiri dan menatapnya.

Malam itu, aku berada di dalam mobil, aku melihatnya, lalu aku mulai menghidupkan mesin dan berhenti di sampingnya, kulihat dia berhenti berjalan, “annyeong” sapaku, “oppa” jawabnya sambil tersenyum, “ayo naik, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” kataku, dia tersenyum lalu katanya”kemanah oppa? Besok aku harus bekerja, yang pastinya malam ini aku tidak mau minum arak” jawabnya, “tentu, ayo” kataku lalu membukakan pintu, dia pun masuk. Aku mulai menjalankan mesin, kulihat dia memandang jalan, waktu menunjukan pukul 9 lewat, ini sudah larut malam. Kemudian aku memberhentikan mobil, “kita sudah sampai” kataku lalu turun dan membukakan pintu untuknya, “tempat ini? bukannya, rumah donat?” tanya yoona, “ayo” kataku sambil memegang tangannya lalu masuk, “silahkan masuk nak” kata seorang ibu, lalu aku duduk, “aku sudah pesan ruangan khus untuk kita, makan donat bersama, dan makan bersama dan minum jus bersama, bukankah kau tak mau minum arak?” kataku, “tapi, kenapa tiba-tiba lakukan ini?” katanya , lalu seorang ibu datang dengan membawa kue ulang tahun dengan donat dan jus terongbelanda nya,” silahkan nak” kata ibu itu, lalu pergi,kulihat ia menatap donat itu, “yoona-ssi, kau masih suka donatkan? Aku tau itu favorit mu, jadi di hari ulangtahunmu ini, mari kita rayakan dengan pesta donat dan bernyanyi” kataku lalu melemparkan senyum, dia hanya tertawa, “ya, oppa , kau masih ingat? aku hampir melupakannya, ternyata kau masih mengingat donat coklat meses kesukaan ku” katanya lalu tesenyum dan langsung mengambil donat itu, dan memakannya, “gomawo oppa” katanya lalu memakan lagi, “yak, saengil chukka yo” kataku  yang hanya melihatnya tersenyum, itu benar-benar aku merasa di waktu ku kecil mereyakan ulang tahunnya di musim salju di sidney ustralia yang ke 7 tahunnya, dengan makan donat coklat meses bersama, “oppa, mari makan bersama, kau masih ingat melakukannya kan?” katanya dengan memegang sebuah donat, *saran author,baca sambil dengar lagu shampoo-AS*. Aku memegang donat itu di satu sisi, dia juga memegangnya di satu sisi, lalu aku mengankat tangan kiriku dan mengaitkanya pada tangan yoona, “we always together!” kata kami bersama , lalu cas, dan membuat angka 2 di jari dan berpose, itu sungguh lucu, “oppa, posemu tidak bagus” katanya, lalu aku berpose dengan dua jari di dekat mataku, “bagaimana?” tanyaku, “hahaha, kau masih seperti yang dulu oppa” jawabnya sambil tertawa, lalu kami mulai memakan donat itu bersama.

Aku memberhentikan mobilku, “gomawo untuk malam yang indah kali ini oppa” jawabnya lalu hendak turun, tapi aku menyelipkan sesuatu di tasnya, “ne, tidurlah yang nyenyak, dan semoga mimpi indah, yoona” kataku, dia menutup pintu mobil, dan masuk.

Yoona pov.

Aku meletakkan tasku dan duduk di sofa, dan mulai tersenyum sendiri, dia memang bukan kakak kandungku, tapi apa benar aku menyukainya, lalu aku mengambil tasku, “apa ini?” kataku, lalu mengeluarkan benda itu, ini sebuah kotak, aku membukanya, isinya sebuah liontin, dengan sebuah huruf V, lalu aku menuju kamar dan mengambil kotak yang ada di laci kamarku, kubuka yang isinya liontin, semuanya bentuk huruf yang digabungkan menjadi sebuah kata yaitu LOV, aku duduk di tempat tidurku, lalu menggabungkannya dan memasukkan nya ke rantai kalung, dan jadi, sebuah kalung dengan tulisan lov, hm, aku hanya tersenyum sendiri, lalu aku memasukkan kalung itu kedalam kotang dan menyimpannya di dalam laci.

Writter pov.

Pagi itu semua orang terlihat sangat sibuk, d.o dengan komputernya, sooyoung sibuk membuka cd-cd yang ada di kejadian 8 tahun yang lalu, dan pajangnim itu sibuk membaca laporan dan melihat kelengkapan di latopnya,  yuri masih sibuk meneliti organ dalam ponsel itu mana tau ada sesuatu yang bisa digunakan. Tapi, tidak untuk tao fany, apalagi chanyeol, dia maslah asyik main game di komputernya dengan ekspresi yang berlebihan, dia memang gak bosan-bosan, fany hanya melihat map-map yang ada di meja sebelahnya, dan tao hanya memangku dagunya dengan tangan kirinya, dengan tampang membosankan.

Tidak lama kemudian, “ahh !! dasar gembel sialan, lompat aja gak bisa, gak mantap lah!” kata chanyeol keras, begitu dia kalah, “emang kau pernah menang?” tanya tao, “pernah kok, ehh, sepele ,,,” kata chanyeol sombong, “kalo lawan aku, pernah menang?” tanya fany menantang, “o…..engg,,,,gak” kata chanyeol, pelan, dengan raut muka yang segala macam, lalu mulai main lagi, tapi tak lama dia main, dia langsung mengskip permainannya, fany berdiri dan tao mengangkat kepalanya, “tao, ada orang penting yang harus kau temui” dia d.o , yang memecah kebosanan tao, lalu d.o pergi, begitu dia pergi chanyeol mulai main lagi, “dasar, bawel” kata chanyeol ngomel. Tao berdiri dan mengambil jaketnya lalu pergi.

Tao pov.

Aku memarkirkan mobil ku, lalu melepas kacamata hitamku dan turun, dan menutup pintu mobil. Lalu aku mulai berjalan memasuki gedung itu, aku berjalan menginjak teras berkeramik itu lalu pintu otomatis itu terbuka, aku terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan.

Yoona pov.

Aku berjalan, mengambil map itu, lalu menuju pintu keluar untuk memesan tiket pesawat, aku berjalan dengan pandangan lurus ke depan dan aku melihat pintu otomatis itu terbuka, tapi aku terhenti begitu kulihat seorang pria dengan pandangan lurus ke depan, aku berbalik dan melihat pria itu yang terus berjalan, seperti ingin menemui seseorang. Kemudiaan aku berbalik, lalu mengambil ponsel dan berjalan menuju pintu keluar.

3 pemikiran pada “EXO in The War (Chapter 5)

  1. readers, saya bru ngirim smpe chap 5, chap slnjutny ud ada, tp, author blum smpat ke warnet, blum lg bntr lg ujian, mungkin minggu dpn bru author kirim ke e-mail exofanfiction dan minggu dpn ny bru d publish, tp ttap stia nunggu ya readers.
    sblum ny cheonsomnida, ud buat lama nunggu.
    just smilling 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s