Guardian Angel (Chapter 1)

AUTHOR : @sayaBiba

Genre : romance/ hurt

main CAST : Baek Yoonjin (OC), Kim JoonMyun a.k.a Suho

a/n : perhatian! ini NGGAK YAOI!! nggak kaya FF yang biasa saya bikin, aslinya pengen banget castnya Luhan sama Sehun, tapi entar jadinya malah aneh.

sekalian, cerita ini terinspirasi dari kisah nyata eonni saya. sedikit (atau banyak) saya lebe-lebein biar kelihatan dramatis *ditabok eonni*

oh ya! habis baca wajib komentar, FF ini layak dilanjutin atau enggak. yang nggak komen, MANDUL!!! *niru Author sebelah* oke, cekidot…

~Guardian Angel~

Awalnya memang sangat manis. Namun pada akhirnya pahitlah yang harus kutelan.

~

“sudah cukup! Aku muak dengan semua ini. Tidak tahukah kau jika selama ini aku yang paling menderita? Yang paling tersakiti? Aku lelah Oh Sehun! Sudahi saja semua ini.”

“kumohon beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan memperbaiki semua kesalahanku. Kumohon sekali saja.”

baek yoonjin tertawa dengan penuh kepiluan. “sudahlah, toh pada akhirnya hanya aku yang tersakiti. Selamat tinggal.”

yoonjin melangkah meninggalkan jongin sendirian di koridor sekolah yang sudah sepi. Tanpa ia sadari, ia memperlebar langkahnya. Sampai akhirnya ia berlari keluar sekolah.

“aku tidak kuat, Sehun. Kau sudah terlalu menyakitiku.” ucap yoonjin di sela tangisnya.

Saat itu langit makin gelap, sedangkan yoonjin masih terus berlari tak tentu arah. Ia bingung, ia sakit.

Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menaiki bus. Dengan wajah kusut ia duduk di bangku paling belakang. Menumpahkan seluruh air matanya yang sempat tertahan beberapa saat.

“boleh aku duduk di sampingmu?” tanya seseorang, ia memakai jaket tebal dan earphone putih di telinganya.

Yoonjin tidak menjawab, ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela. “diam berarti ‘iya'” kata orang itu.

“hey, kenapa kau pulang begitu larut? Anak gadis tidak boleh pulang larut kau tau.”

“bukan urusanmu.” jawab yoonjin dingin, ia sedang tidak mood berbicara pada orang lain.

“baiklah, baiklah…”

~

“kau tahu tidak? Sehun dan yoonjin sudah putus lho.”

“benarkah?”

“tentu, berarti kita ada kesempatan dong untuk mendekati Sehun yang tampan itu.”

“lagi pula kenapa Sehun bisa mau ya pacaran dengan yoonjin yang bodoh itu? Dia juga tidak cantik.”

“iya ya?”

yoonjin yang mendengar percakapan siswi-siswi centil tukang gosip menjadi muak sendiri. Yoonjin menyadari jika dirinya tidak cantik, namun dia tidak bodoh! Ia tidak terima jika ia disebut sebagai orang bodoh.

Yoonjin memutuskan untuk bertemu dengan sahabatnya, chanyeol.

“chanyeol-ah?”

“hnn?”

“apa aku bodoh? Maksudku, mereka mengatakan jika kemampuan otakku hanya 1Mb. Apakah itu benar?”

chanyeol yang mendengar pernyataan sahabatnya sedikit tersentak. “siapa yang bilang begitu?”

“siswi-siswi tukang gosip itu. Apakah benar aku bodoh, chanyeol-ah?”

chanyeol menghembuskan nafas beratnya, kemudian mencengkram bahu yoonjin dengan mantap. “huh, apakah ini yoonjin yang selama ini aku kenal? Kenapa kau begitu pesimis hah? Kau tau, kau bahkan lebih pintar dari segerombolan siswi menjijikkan tukang gosip itu. Kau saja masuk sepuluh besar di kelas. Sedangkan aku? Sama sekali tidak masuk. Jadi, jangan perdulikan kata orang lain. Jalani saja hidupmu. Hidupmu tidak berhak diatur oleh mereka. Mereka pikir mereka Tuhan yang bisa mengaturmu seenaknya? Bukan kan?”

yoonjin tertunduk saat mendengarkan perkataan chanyeol. “oh, ya. Bagaimana hubunganmu dengan Sehun?” tanya chanyeol tiba-tiba.

“kami sudah putus.” jawabku dengan suara pelan. “omo?! Kau serius? Tapi kenapa?”

yoonjinpun menceritakan semuanya kepada chanyeol. Mulai dari Sehun yang selalu mengacuhkannya, mengabaikan telfon ataupun sms-nya. Sampai akhirnya yoonjin menceritakan tentang gosip yang beredar jika victoria, si primadona sekolah mencoba merebut Sehun darinya.

“lalu apa yang terjadi?”

“aku meminta putus darinya, tapi dia tidak mau dan terus memaksaku. Sedangkan aku sudah lelah dengan hubungan ini. Selama ini aku yang selalu tersakiti, selalu aku yang terluka. Semua itu melelahkan, chanyeol-ah.” setitik kristal bening jatuh dari balik pelupuk mata yoonjin. Tersirat kepiluan di setiap kata yang diucapkannya.

Yoonjin begitu rapuh.

“aku tahu kau kuat dalam hal ini, yoonjin-ah.”

~

saat yoonjin berniat keluar dari kelasnya yang sudah sepi. Maklum sudah beberapa menit yang lalu bel pulang dibunyikan.

Tiba-tiba ada tangan kekar mencengkram kuat lengan yoonjin. “lepaskan aku, Sehun-ah! Semuanya sudah berakhir! Jangan ganggu aku!” ucapku seraya berusaha berontak dari cengkramannya.

“siapa bilang? Bukannya hanya kau yang ingin mengakhiri hubungan ini? Dan aku tidak mau!”

“jika kau tidak mau kenapa kau mengacuhkanku, hah?!!! Bahkan saat kemarin kau tidak mengejarku. Itu cukup menjelaskan bahwa aku memang tidak berarti bagimu, Oh Sehun!”

suara yoonjin bergetar, ia menangis. Ia tidak kuat dengan semua ini.

Sehun membawa yoonjin ke pelukannya. Ia berusaha meredam emosi yoonjin yang sedang meluap. “maafkan aku, tapi kumohon. Berikan aku waktu untuk memperbaiki semuanya.” kata Sehun sambil mengusap lembut punggung yoonjin. Yoonjin tidak menolak, jika ia boleh jujur ia sangat menikmati perlakuan lembut jongin padanya.

“aku tidak kuat Sehun-ah. Aku sakit.” ucap yoonjin parau. “tidak, tidak akan kubiarkan kau merasa sakit mulai dari sekarang. Jika kau merasa tidak kuat, kau boleh menjadikanku pegangan. Kumohon, berikan aku kesempatan sekali lagi.” kata Sehun semakin mepererat pelukannya.

Entah sihir apa yang digunakan Sehun saat itu hingga yoonjin mau menerimanya kembali. “kita mulai dari awal, ne?”

yoonjin pun mengangguk. “baiklah, kuantar kau pulang.”

~

beberapa hari kemudian yoonjin telah kembali seperti semula. Menjadi anak yang selalu ceria dan tidak bisa diam. “hey yoonjin-sshi?”

yoonjin menoleh, “krystal-sshi? Ada perlu apa memanggilku?” tanya yoonjin gugup.

“kudengar kau kembali lagi dengan Sehun beberapa hari yang lalu, benarkah?” suara Krystal terdengar mengintimidasi saat itu, seketika mood yoonjin yang baik tadi sudah pergi entah kemana.

“benar.”

“hah! Aku tak habis pikir dia lebih memilih gadis bodoh sepertimu dibanding sahabatku, victoria.”

“maaf, aku harus pergi krystal-sshi.” kata yoonjin seraya meninggalkan krystal.

Saat yoonjin mengambil beberapa langkah menjauh dari krystal, ia mendapat serangan telur busuk dari krystal. “kau pantas mendapatkannya, nona.”

perasaan yoonjin sekarang berkecambuk. Antara sedih, marah dan kesal menjadi satu. Rasanya ia ingin menangis. Tapi jika ia menangis, ia semakin terlihat lemah. Dan yoonjin tidak mau dipandang sebagai gadis lemah.

Saat jam pelajaran terakhir. Terpaksa ia membolos untuk membersihkan bajunya yang bau dan kotor itu. Saat ia kembali dari kamar mandi, tak sengaja ia mendengar suara aneh mirip desahan seseorang. Karena didorong rasa ingin tahu, yoonjin memutuskan untuk mengikuti alur suara itu.

Ternyata asal suara itu ada di lab ipa. Dengan hati-hati yoonjin mengintip dari celah udara.

Seketika laju darah yoonjin seakan berhenti saat itu. Ternyata suara itu berasal dari Sehun dan victoria yang asyik bercumbu di dalam lab.

“ternyata benar…” tak henti-hentinya yoonjin menangis saat meninggalkan lab.

Setelah bel pulang dibunyikan, segera yoonjin keluar dari sekolah dengan keadaan yang masih kacau.

Tiba-tiba Sehun menarik tangannya, “hey! Kenapa keadaanmu seperti ini?”

‘plak’

“sudah puaskah kau mempermainkan kepercayaanku? Mepermainkan perasaan tulusku?” tangis yoonjin seketika pecah, kali ini lebih parah dari sebelumnya.

“apa maksudmu, yoonjin-ah?” Sehun terlihat bingung saat mendengar penjelasan yoonjin.

“tak usah berpura-pura lagi, Oh Sehun. Aku tahu semuanya, aku tahu kau bercumbu dengan victoria di lab tadi. Dan ternyata gosip itu benar. Sudahlah, aku sudah muak melihat wajahmu. Semua ini telah berakhir.”

yoonjin tak memperdulikan teriakan Sehun saat mengejarnya. Yang ia butuhkan saat ini hanya seseorang yang bisa menyembuhkan lukanya. Namun yoonjin tidak tahu siapa dan dimana orang itu.

Saat ia menaiki bus, ia bertemu dengan laki-laki yang tempo hari mengenakan earphone putih di bus ini juga.

“annyeonghaseyo. Berjumpa lagi ya?” kata laki-laki itu. Yoonjin lebih memilih mengacuhkan laki-laki yang menurutnya aneh ini.

“jadi, namamu baek yoonjin?” kata laki-laki itu saat melihat name tag di baju yoonjin.

sekali lagi yoonjin mengacuhkan laki-laki itu, ia sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun.

“namaku, kim joonmyun. Salam kenal. Tunggu, kau menangis?” tanya laki-laki yang diketahui bernama joonmyun itu.

“oke, aku mengerti jika kau tidak ingin diganggu. Tapi jika kau butuh sandaran, aku akan selalu ada. Tenang, aku bukan orang yang jahat. Jika kau membutuhkanku, naiklah bus ini. Aku selalu ada di sini.” kata joonmyun seraya mengukir senyuman di bibirnya. Senyuman yang meneduhkan.

~

(yoonjin pov)

seharusnya aku tidak pernah bertemu dengan Sehun jika pada akhirnya akulah yang tersakiti.

Aku mengerti sepenuhnya jika sebuah kisah tidak semuanya berakhir bahagia. Terkadang kita harus menerima kenyataan pahit bahwa sebuah kisah berakhir dengan begitu menyedihkan.

Setitik air mata jatuh kembali di pipiku, ingin rasanya aku menjadi si jahat dalam suatu cerita yang selalu menindas si baik. Tidak menjadi si baik yang selalu menderita dan lemah. Bagaimanapun aku manusia, aku perlu kebahagiaan.

Apa lagi setelah ayah dan ibu pergi untuk selamanya. Rasanya aku tidak mempunyai pegangan lagi. Sampai akhirnya aku bertemu Sehun yang dulu kuanggap sebagai satu-satunya sandaran yang kupunya.

Dan ternyata, sekarang sandaranku mencampakkanku begitu mudahnya. Begitu menyedihkannya hidupku.

Aku kembali menjadi Baek Yoonjin yang dulu. Baek Yoonjin yang rapuh tanpa sandarannya.

Satu-satunya orang yang dapat kuandalkan sekarang hanya Chanyeol, sahabatku.

Kapan aku menemukan sandaranku? Malaikat penolongku? Tuhan, kumohon kirimkanlah satu saja dari beribu malaikatmu untuk menolongku menemukan kebahagiaanku. Aku tidak meminta lebih. Hanya itu…

Kumohon, kabulkanlah permintaan kecilku ini.

TBC

nggak komen, MANDUL!!!

49 pemikiran pada “Guardian Angel (Chapter 1)

  1. AnnyoNg
    aku bru coMent nich thor
    hehehe

    akhIrx nemu yg jdi cast suho πŸ˜€
    hbz selalu nemu cAstx i2 kris,kai n sehun

    Like thIs
    Next ne thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s