In Time (Chapter 1)

 IN TIME

Time is Money

Chap.I

 Author                        : megumihyo

Main cast       : Kris

Other cast      :EXO K and EXO M will appear.

Genre             : Sci-fi thriller

Rating                        : *mikir*

Lenght            : chaptered

Note                : ini ff berdasarkan filmnya jadi bukan plagiat dan ada beberapa yang di ubah dari segi kosakata/kalimat,latar dan lain sebagainya (hahahaha).

You can imagine this world in the future no need a money but a time !

Jadi intinya,di FF ini EXO punya planet sendiri HAHAHA kaya yang ada di Mvnya begonoh mereka punya planet sendiri. Kalo FF ini sedikit-banyak (labil!) yang minat nanti aku kirim lagi other ff tentang skill mereka like a mv nya  XD.

OKE!

Selamat menikmati (^0^)/*

_________________________________________________________________

 

I don’t have time.

Aku tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan bagaimana semua ini terjadi dan inilah kenyataannya.

Kami di buat secara genetik untuk berhenti menua di umur 25 tahun. Masalahnya,kami hanya bisa hidup satu tahun lagi.kecuali jika kita bisa mendapatkan lebih banyak waktu.

Time is money.waktu adalah uang.

Kami mencarinya dan menghabiskannya.

Yang kaya bisa hidup selamanya. Sisanya, aku hanya ingin bangun dengan lebih bayak waktu di tanganku dan jam dalam hidup.

**

Kris membuka matanya dan melihat jam di tangannya yang berwarna hijau.

0000.00.0.23.48.26

Dia tinggal punya waktu 23 jam lebih dalam hidupnya.

Di bukanya tirai yang memancarkan sinar matahari. Menghirup udara segar yang mungkin tidak akan di lakukannya lagi di masa depan.

Wu Xi Yan mengaduk kopinya dengan tidak bersemangat. Dia menengok ke belakang dan melihat Kris yang berjalan melewati dirinya sambil mengancingkan lengan jaketnya.

Hey,mom..

Kris mengambil sebotol minuman dari lemari dapur.

“Kau pulang larut”

“Aku lembur untuk waktu lebih”jawabnya sambil menarik nafas.

“Kemana habisnya?”

Kris tidak menjawab tapi dia tersenyum sambil menyodorkan botol yang tadi dia ambil pada ibunya tersebut.

“Untukmu” Wu Xi Yan mendekati Kris untuk mengambil botolnya.”Mereka minum ini di Guro

Wu Xi Yan membulatkan matanya karena terkejut,bagaimana bisa anaknya mendapatkan botol minuman yang cukup mahal itu?

“Selamat ulang tahun yang ke 50”

Mereka pun berdansa layaknya seorang kekasih yang pada kenyataannya adalah ibu dan anak.

“50..ah benar”

Kris memutarkan badan Wu Xi Yan lalu bersorak,”bukan,25 tahun yang ke 25 kali” kemudian di peluknya wanita kesayangannya itu.

“Aku berharap aku sudah punya cucu sekarang” dengan wajah memelas Wu Xi Yan mengucapkannya yang membuat Kris jengkel dan pergi meninggalkannya.

“Ini lagi..”

“Anak Hwang selalu menanyakan tentang dirimu”

“Siapa yang punya waktu untuk seorang pacar?lagipula,untuk apa cepat-cepat?”

Kris meminum teh yang di buatkan Wu Xi Yan tadi,”berapa waktu yang kau punya?”

Wu Xi Yan mendesah,”3 hari bahkan tak sampai” ia berbalik kembali ke wastafel menyimpan botol tersebut di dekatnya.

Ia berjalan ke kamarnya,ekspresi wajahnya mendadak berubah,”Kita harus membayar sewa,juga untuk listrik. Dan kita terlambat membayar hutang”

“Aku bisa mendapat waktu tambahan,kau tahu”

Wanita itu keluar dengan memakai kimono merahnya.

“Aku bisa..”

“Mulai bertanding?”Cela ibunya. Kris memutar tubuhnya menghadap pada ibunya.

Dengan wajah serius Wu Xi Yan berkata,”nobody wins

“Ya” kepala kris tertunduk tidak tahu apalagi yang harus dia katakan.

“Ingat,aku tak pulang malam ini. Aku ada pekerjaan dua hari di distrik Seoul”

Arra” Kris mengangguk menatap ibunya tersebut tetapi berbeda dengan yang di lakukan ibunya, ia malah menundukan kepalanya seperti ada ketakutan dalam dirinya.

“Temui aku di stasiun bis besok,setelah aku membayar hutang. Aku tak punya banyak waktu” lanjut Wu Xi Yan

I’ll be there” kata Kris singkat dengan nada yakin.

“Kris”wanita paruh baya itu memegang kedua pipi Kris,”aku tak tahu apa yang kulakukan jika kehilanganmu”

Merasa ucapan ibunya itu mulai aneh,Kris mengelak dan buru-buru pergi setelah bilang bahwa dia sudah terlambat.

Sebelum benar-benar pergi,Wu Xi Yan memanggil Kris,”kuberikan kau 30 menit sehingga bisa makan siang dengan layak”

Tanpa banyak bicara Kris mengulurkan tangan kanannya sehingga waktu 30 menit itu bisa di transferkan padanya.

Setelah selesai,Kris menatap wajah ibunya sebentar,”I love you” katanya sembari mencium pipi kanan Wu Xi Yan.

Happy birthday mom” ucapnya lagi. Keduanya tersenyum senang. Kris berjalan mundur.

“Ketika kau kembali,kita akan merayakannya”

Oppa” panggil seorang gadis kecil. Gadis berambut panjang itu berlari menghampiri Kris sambil membawa alat penambah waktu.

Oppa..” Teriaknya lagi. Kris hanya mendeliknya sambil memamerkan senyum khasnya.

Gadis itu mensejajarkan langkahnya dengan Kris.

“Kau punya waktu semenit?”

“Apa yang kau katakan,Min? Kau punya satu tahun”

Kris berjalan dengan kedua tangannya dia masukan ke saku celananya.

Min menunjukkan lengan kirinya yang terdapat jam disana,”tapi belum bisa di gunakan”katanya. “Ayolah,oppa,aku harus membayar tagihan” rajuknya lengkap dengan aegyo andalannya.

Kris berhenti lalu mengambil alat tersebut yang dengan senang hati di berikan oleh gadis tersebut.

Kris menancapkan alat itu ke lengan kirinya memberikan waktu 5 menit bukan satu menit seperti yang Min minta.

Kkha~” titah Kris tanpa ba-bi-bu Min langsung berlari berlawanan arah dengan Kris.

Lama kelamaan Kris berjalan cepat,dia mengecek lengan kirinya,wow tidak banyak waktu yang dimilikinya ia harus lari !

“4 menit untuk satu cangkir kopi?” Kata Kris sambil berdiri di depan salah satu kios dan di samping sahabatnya.

“Kemarin kan tiga”sahut sahabatnya itu pada si penjual kopi.

“Kau mau kopi atau bernostalgia?” Cibir si penjual kopi.

“2 kopi” balas Kris cepat lalu menaruh lengan kanannya di atas alat pengambil waktu untuk membayar kopinya.

“Berapa shift yang kau dapat hari ini?”

“Dua”

Sahabatnya mengambil dua cangkir kopi tersebut,”benar-benar menyenangkan”

Mereka berdua berjalan melintasi orang-orang yang sedang bertanding untuk mendapatkan waktu yang lebih.

“Jika kau ada miripnya dengan ayahmu,kita bisa kaya raya”

I’m not fight“kata Kris dengan meminum kopinya dalam satu segukan.

0000.00.0.00.00.00

Dengan tanda merah tua di setiap angka dan titiknya di lengan pria yang tersungkur di pinggir jalan tanpa ada yang memperdulikannya. Ia mati. Entah karna waktunya sudah habis ataupun di curi orang. Tidak ada yang tahu.

“Satu lagi”kata Lay sahabat Kris tersebut sambil berjalan mendekati pria itu.”Di tengah hari begini” lanjutnya dengan raut wajah cemas.

Seorang timekeeper yang berada di sana hanya melihat mereka berdua dengan pandangan tidak suka.

Kris balik menatapnya dengan tatapan tidak kalah tidak sukanya sedangkan Lay sudah masuk duluan ke tempat kerjanya.

Kris mulai bekerja. Menghancurkan alat penambah waktu itu dengan mesin. Setelah selesai ia akan berbaris untuk mendapatkan upahnya.

Orang-orang di depannya dengan cepat mengarahkan pergelangan tangan mereka untuk mendapatkan upahnya.

Giliran Kris, ia pun melakukan hal yang sama setelah selesai ia memeriksa waktu yang ia dapat. Ia terkejut.

“Wah wah,ige mwoya?” Dia berjalan mundur mendekati petugas disana.

Sudah pasti Kris akan memprotes.

“Dimana sisanya?

“Kau tidak mencapai target”jawab si petugas dengan alis berkerut.

“Hasilku naik dari minggu lalu”

“Kuotanya juga”si petugas mulai malas meladeni Kris. “Selanjutnya”

“Ini lelucon kan?” Sanggah Kris.

Si petugas dengan alis berkerut dan mata tajam tetap berkata,”selanjutnya?”

“Cepatlah,kau menghabiskan waktu kami!” Protes orang yang di belakangnya. Tidak ada pilihan lain Kris meninggalkan tempat kerjanya dengan kesal.

Malam harinya, Kris datang ke sebuah club untuk menemui sahabatnya. Saat ia baru masuk sudah ada beberapa wanita yang mengajaknya untuk menari tapi dengan wajah dinginnya ia terus berjalan mencari sahabatnya itu.

Kris memberikan bahasa tubuh pada temannya yang ada di club dengan menengadahkan dagunya sekilas.

“Ikut bergabung,Kris?”

“Aku tak punya waktu untuk berjudi lagi”

“Oh,bagus!”Kata seorang pria berambut hitam-kecoklatan tersebut sambil memamerkan kartunya.”Sejak kau berhenti bermain,aku mulai menang”pria itu mengibas-ngibaskan kartunya lalu menjatuhkannya di meja.

“Kau masih hutang padaku satu jam” Kris mengambil lengan temannya tersebut dan mulai mengambil waktunya.

“Kau lihat Lay?”Tanya Kris masih dengan tangan saling bertautan.

Setelah mendapat jawaban ia pergi dan melihat di sisi bar ada satu pria sedang di goda oleh dua wanita sexy.

Lay melambai pada Kris,”Kris..”Panggil Lay dengan tangan memengang satu cangkir wine. Kris langsung menghampirinya.

YA!Neo..”Kris merangkul Lay yang sudah mabuk.”Istrimu mencarimu”

Tidak peduli Lay hanya berdiri dan menunjuk pada pria yang sedang bersama dua orang wanita sexy.

“Kau tak akan percaya.orang gila ini membayari minum semalaman”ujar Lay senang.

Kris mulai memandang pria yang di tunjuk Lay dan terdapat satu pria lain yang terus memperhatikan pria berjas krem itu.

“Dia punya satu abad”tambah Lay yang kemudian duduk lagi.

Mata Kris membulat. Orang itu pasti akan dalam bahaya. Pikirnya.

“Akan ku bawa kau pulang”

Lay menekan telunjuknya ke meja bar,”setelah aku menghabiskan minumanku”

YA!”Panggil pria berjas krem pada petugas di bar. “YA!” Panggilnya lagi sambil menunjuk-nunjuk yang malahan memperlihatkan waktu yang dia punya di lengan kirinya.

“Keluarkan semuanya!”Titahnya lagi. Pria berjas hitam yang berada di dekatnya melihatnya dengan tatapan seram. Memperhatikan mangsanya dengan penuh konsentrasi.

“Kau ingin pulang denganku?”Tawar wanita berambut pirang tersebut.

“Kau bisa membawa kami berdua..”Sambar wanita satunya lagi.”Pulang” lengkap dengan belaian-belaian menggoda.

Kris berjalan mendekati pria berjas krem tersebut menghiraukan Lay yang sibuk menghabiskan winenya.

“Permisi” kata Kris yang menyuruh gadis berambut pirang itu untuk bergeser. Kris mencondongkan badannya dan berbisik pada pria berjas itu,”kau harus pergi dari sini”

Pria berjas itu menatap tidak percaya.”Seseorang akan datang membersihkan jam itu” Kris memperingatkan.

Yes!”

“Maksudku mereka akan merampokmu. Membunuhmu”Kris menarik nafas.”Tidak mungkin mengambil waktu sebanyak itu dan membiarkanmu hidup”

Pria itu mengganguk-anggukan kepalanya,”arra

Kesal, Kris menaikan suaranya dan kembali berbicara di telinga pria tersebut.

“Aku rasa kau tidak mengerti. Kau tidak seharusnya berada di sini”

Tepat setelah Kris mengatakan hal tersebut beberapa pria datang mengacaukan suasana gemerlap di club.

Kris membulatkan matanya.dua wanita yang tadi sibuk menggoda langsung pergi begitu saja.

“Kris..Kris..”Panggil Lay dalam keadaan mabuk.

Minuteman“kata pria yang datang mengacaukan suasana sambil menarik salah satu wanita. Memberitahukan siapa mereka sebenarnya.

Minuteman.ayo pergi Kris” ucap Lay lalu menarik Kris untuk keluar dari club.

Pria berjas hitam yang sedari tadi memperhatikan sasarannya langsung mendekati minuteman. Sedangkan pria berjas krem berdiri seolah menantang minuteman.

Kris dan Lay keluar dari pintu samping. Lay keluar pertama sedangkan Kris langsung menahan langkahnya sebelum benar-benar keluar dari club.

Chakkaman..” Kris membalikan badannya tapi di tarik oleh Lay.

“Dia salah sendiri.ayolah,dia bukan golongan kita”Lay meletakkan tangannya di dada mengulur waktu biar Kris tidak dalam masalah.”Kau pikir dia akan membantu kita?”

Kris tetap keras kepala dia meyakinkan Lay untuk tidak khawatir toh Kris tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti dirinya.

Kkha!”Suruh Kris dan Lay pun pergi.

Di dalam si pria yang menjadi ketua minuteman meletakan pistolnya di meja bekas berjudi sambil memperkenalkan dirinya.

Do KyungSoo imnida” katanya dengan smirk dan wajah menantang.

Si pria berjas krem tetap diam. “Dan itu..”Lanjut KyungSoo.”Jam yang bagus”

Pria itu mengepalkan tangannya.tapi tetap diam.

“Boleh aku mencobanya? Kurasa akan cocok untukku”

Hening.

Tidak ada jawaban. KyungSoo kembali membuka mulutnya.

“Begini saja..”KyungSoo membuka jasnya di bantu oleh Sehun.”Kulawan kau untuk itu”

Cmon!”Tantangnya.”Aku sudah tua!”KyungSoo melipat lengan kemejanya bersiap untuk melawan.”Umurku 75 tahun minggu lalu”

Si pria mulai melangkah maju.melonggarkan dasi hitam yang di pakainya,”aku perlu waktu sebentar”sahutnya.

Kris yang sedari tadi memperhatikan di balik pintu langsung melangkah mundur setelah pria tersebut masuk ke dalam kamar mandi.

Baekhyun anggota minuteman yang berjaga di belakang pria itu mengikutinya masuk dengan pistol yang selalu dia bawa.

Pria tersebut mengeluarkan isi perutnya di kloset.

“Kau sudah siap?”Tanya Baekhyun.

“Aku sudah siap”jawab si pria.

Baekhyun yang berdiri di belakang pintu kamar mandi langsung jatuh begitu ada seseorang yang menggebrak pintu dari luar.

Kris menarik lengan si pria,”ayo kita bawa kau dari sini”

–keutt–

Iklan

15 pemikiran pada “In Time (Chapter 1)

  1. masih bingung dan masih penasaran ^^
    memangnya judul filmnya apa thor ???
    jadi pengen nonton.
    biar ngerti gimana ceritanya.
    lanjut ya thor…

  2. Sebenernya belum ngeh sama ceritanya. Tapi udah agak sih. Sebenernya mereka ini makhluk apa deh? Jadi waktu = duit. Ngebayar sesuatu dan kerja dengan bayaran waktu?

    Baca ini berasa ntn film action barat lho hhh. Keren, bikin penasaran dan ceritanya beda.

    Oke ditunggu next partnya. Btw film apa yah?

    • makhluk tuhan paling seksi hahahah ga deng becanda mrk sama ko manusia juga tapi di masa depan gitu 😀
      lah ini emang film barat ko judulnya sama yg di ffnya yg main mantan aku sih *eror*

  3. Aku belum pernah nonton filmnya dan gaktau ceritanya gimana 🙂
    Dan aku bingung banget thor #telmi
    Mungkin baiknya jgn mengacu sama dialognya aja, di ceritain juga deskripsinya, latar belakangnya dll. ^^

    Aku tertarik banget sama ff ini, bagian pembukanya oke menurutku…
    tapi nympe tengah aku bingung~ -3- #sayaygtelmi

    Yosh, mungkin di chapter depan lebih diperjelas… ditunggu lhoh chapter 2nyaa~ 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s