All Day Long (Chapter 1)

Songfic~ ALL DAY LONG – Part 1

Title : All Day Long (ZE:a)

Author : Anderaa Lee

Genre : Romance

Length : Chapter

Main Cast : Kim Jong In, Park Yeon Soo, Xi Luhan

 

“Cintaku hilang, sekarang aku akan .. Melupakanmu .. Aku akan melupakanmu, menghapus segalanya tentangmu ..”

-Yeon Soo’s Side-

Sudah pukul 10 malam, tapi Jong In belum pulang. Padahal dia berjanji akan sampai dirumah tepat pukul 8.

Hari ini, tepat 1 tahun hubunganku dengan Jong In.

Kim Jong In, seorang mahasiswa dari Kyunghee University yang entah mengapa bisa berkata kalau ia begitu mencintaiku. Jong In bukan orang jahat, namun ia juga bukan anak baik. Ia adalah anak dari seorang mafia Asia Timur yang sering menjadi buronan. Walaupun Jong In tak mewarisi gen mafia dari ayahnya, tapi Jong In pun tak dapat lepas dari dunia gangster dan anak brandalan.

Jong In orang yang begitu dingin, hanya berbicara seperlunya padaku, dalam setahun ini terhitung ia hanya sekali saja mengucapkan kata cinta padaku, tepat saat ia menyatakan perasaannya padaku di perpustakaan sekolah kami semasa SMA dulu.

Hal yang paling sering Jong In lakukan adalah berkelahi. Entah apa dasar dan tujuannya, tapi kurasa tak ada alasan yang bisa membuat hobinya itu berhenti. Aku bisa maklum, aku mencintai Jong In apa adanya, aku menerima semua perlakuan dinginnya padaku, aku terima jika kadang-kadang ia memperlakukanku seperti aku ini bukan kekasihnya.

Malam ini aku sengaja menginap disini, karena appaku ada tugas keluar daerah, appa sudah mengenal Jong In dengan baik jadi ia tak pernah khawatir karena ia tau Jong In akan menjagaku, walau terkadang itu tak seperti kenyataannya.

BRAK!

Ku lihat Jong In membuka pintu, belum sempat berbicara apapun, badannya sudah ambruk ke lantai.

“Jong In!!” teriakku. Aku langsung menghampiri Jong In, ku angkat kepalanya ke pelukanku dengan pelan, matanya masih terbuka, syukurlah dia tidak pingsan.

“Jong In ..” kutahan air mataku agar tak menetes. “Kau masih bisa berjalan kan ?” tanyaku, ia hanya menjawab dengan matanya.

Segera kuangkat tubuh Jong In pelan, ia berdiri tertatih, kubaringkan Jong In di sofa.

“Tunggulah sebentar, aku akan mengambil obat dan air hangat.” kataku. Jong In memejamkan matanya.

Pria bodoh ..

Dia tak pernah memikirkan perasaanku, dia hanya perduli dengan dunianya sendiri, aku benar-benar merasa tak berguna, yang bisa aku lakukan selama ini hanyalah mengobati luka-lukanya, tak lebih dari itu.

“Aku menyesal mencintaimu, mengapa aku yang tersakiti ? .. Aku menyesal telah memberikan semua yang aku punya, aku membencimu, aku membencimu, tapi kumohon jangan tinggalkan aku ..”

-Author’s Side-

Yeon Soo kembali menghampiri Jong In dengan membawa sebaskom air hangat dan kotak obat. Tanpa banyak bicara ia langsung mulai membersihkan darah segar yang mengalir dari sudut bibir Jong In. Yeon Soo membersihkan wajah Jong In yang penuh luka dengan air hangat. Setelah selesai membersihkan luka Jong In, Yeon Soo lalu melepas sepatu Jong In, dan membuka jaket tebalnya lalu menggantinya dengan selimut tebal.

Jong In mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan. Ia melihat Yeon Soo yang tersenyum manis sedang duduk dilantai dan menopangkan dagunya di tepi sofa.

“Jong In-ah, apa kau mau kubuatkan makanan ? Bagaimana kalau ku buatkan bubur labu kesukaanmu ?” tanya Yeon Soo masih sambil tersenyum, Jong In hanya menggeleng lemah, tapi matanya terus menatap ke arah Yeon Soo.

-Yeon Soo’s Side-

“Jong In-ah, apa kau mau kubuatkan makanan ? Bagaimana kalau ku buatkan bubur labu kesukaanmu ?” tanyaku pelan, takut mengganggunya. Ia menggeleng lemah, tapi matanya terus menatapku. Aku tau ia ingin bicara sesuatu, tapi mungkin ia tak punya kekuatan untuk mengatakannya.

“Kau istirahat saja ya, badanmu panas Jonginnie, malam ini aku menginap disini, aku akan menjagamu.” ucapku sambil tersenyum. Jong In tak merespon, ia masih saja terus menatapku.

Aku menarik selimut Jong In sampai menutupi lehernya, badan Jong In panas, ia demam, tapi ia sangat tak suka dikompres atau meminum paracetamol. Ia lebih suka demamnya hilang dengan sendirinya.

Perlahan Jong In menutup matanya, ia mulai tertidur. Aku menjauh darinya dan menutup pintu yang tadi belum sempat kututup.

Pukul 10.20 malam.

Jong In benar-benar tidak mengingat apapun. Dia tak mengingat satupun tentang hubungan kami selama ini ..

Kuputuskan untuk istirahat sejenak, menenangkan diriku, aku tak akan menangis di tempat ini, tak akan.

***

Pukul 11.45 malam. Sebentar lagi hari ini akan berakhir, hari yang penting dan sangat berarti dalam hidupku akan segera berakhir ..

Tidakkah ia ingat sama sekali ? Atau memang sengaja melupakannya ?

Berdiri sendirian di tengah jendela apartement yang terbuka lebar, membiarkan tubuhku ditertawakan oleh angin malam yang begitu dingin. Inilah yang aku terima di satu tahun hubungan kami ..

TIK!

Seuntai kalung berwarna perak menjuntai tepat didepan mataku, indah, sangat indah. Sebuah kalung perak dengan mata kalung berbentuk segitiga sama sisi, didalam segitiga tersebut terdapat kincir yang ditengahnya diisi sebuah permata. Permata yang berkilauan terkena sinar bulan malam ini. Ujung rantainya berada dalam genggaman tangan seseorang.

“Bisa kau angkat rambutmu sebentar ?”

Lidahku kelu, entah apa yang aku pikirkan sekarang. Apa yang Jong In lakukan ??

“Yeon ..”

Aku segera mengangkat rambutku, dan Jong In pun mengalungkan benda perak itu di leherku kemudian mengunci pengaitnya. Aku menurunkan rambutku dan masih belum bisa berkata apapun, kurasakan tubuhku kaku, hanya bisa menatap keluar jendela. Bahkan untuk membalikkan tubuhku pun aku tak punya keberanian.

GREB!

Jong In memelukku dari belakang sekarang. Tuhan, ampuni aku, aku menyesal dengan apa yang kupikirkan 5 menit yang lalu ..

“Yeon Soo, happy anniversary .. Aku mencintaimu .. Sangat mencintamu ..” Jong In berbisik pelan di telingaku, membuat leherku merinding hebat.

Aku masih terdiam, tak tau harus mengatakan apa ? Apakah aku harus mengucapkan happy anniversary ? Terima kasih ? Atau membalas ucapan cintanya barusan ? Aku bingung.

“Suatu hari kau akan menjadi istriku. Apapun yang akan terjadi setelah ini, suatu saat nanti kau pasti akan menjadi istriku.” kata Jong In dengan suara beratnya.

Aku mengelus pelan tangan Jong In yang melingkar erat di pinggangku. Panas. Demamnya belum turun.

“Jong In-ah, gomawo, aku hanya akan jadi istrimu Jong In-ah.” kataku sambil tersenyum.

Tuhan, kumohon hentikanlah waktu sebentar saja.

“Panasmu masih belum turun Jong In-ah, kau butuh paracetamol, kau harus meminumnya.” kataku pelan, takut Jong In memarahiku. Namun bukannya merespon, Jong In malah mengeratkan pelukannya, ia meletakkan dagunya di atas bahuku. “Aku tak butuh apapun, aku hanya membutuhkanmu sayang ..”

Ini pertama kalinya kata itu meluncur dari bibirmu Kim Jong In ..

***

“Sial! aku tak bisa menghapusmu dari hidupku. Sial! wajahmu terus menghantuiku. Air mataku bahkan tak dapat mengering. Aku menjadi orang bodoh yang memikirkanmu setiap hari .. Melihat foto kita, air mataku terus mengalir, kau pergi jauh, meninggalkanku dalam keadaan seperti ini ..”

-Author’s Side-

Seorang lelaki paruh baya terlihat sedang memasuki kantor kepolisian dengan tergesa, ia membawa sebuah amplop besar berwarna coklat. Begitu sampai di ruangan yang ia tuju, ia langsung masuk tanpa permisi, dan ternyata seorang lelaki tampan telah menunggunya terlebih dahulu.

“Komandan Park. Selamat datang, silahkan duduk.” kata lelaki muda itu. Lelaki paruh baya yang disebut Komandan Park tersebut segera duduk di kursi tamu.

“Aku sudah merencanakan semuanya, malam ini kita lakukan operasi. Harus berhasil, sudah tak ada waktu lagi, Sersan Xi.”

“Baiklah. Apa yang harus kupersiapkan, Komandan ?” tanya lelaki muda itu, sang Komandan menarik nafas berat. “Setelah ini, aku tak yakin apakah aku masih bisa menjaga putriku atau tidak. Aku benar-benar sedang memikirkan hal terburuk.” jawab Komandan Park.

“Berjuanglah Komandan, jika kau tak bisa menjaganya lagi, aku yang akan menjaga putrimu.” kata-kata pemuda itu membuat Komandan Park mengernyitkan keningnya. Sesaat kemudian ia mengerti apa maksud pemuda itu.

“Terkadang aku merasa sebagai orang tua yang gagal, aku sering membuat putriku berada dalam bahaya. Istriku pasti kecewa padaku ..” gumam Komandan Park. Pemuda tersebut lalu menggenggam tangan Komandan Park dengan erat, “Kau bisa percayakan semuanya padaku, Komandan.”. Komandan Park tersenyum, ia lalu bangkit dari tempat duduknya, berjalan beberapa langkah menuju pintu ruangan. “Ku serahkan putriku padamu, Xi Luhan.”.

Komandan Park pun pergi meninggalkan pemuda bernama Xi Luhan tersebut.

***

-Yeon Soo’s Side-

Malam ini Jong In mengajakku pergi keluar, wah senang sekali rasanya, sejak kejadian ‘anniversary’ kemarin, ia sedikit berubah, ia sedikit lebih memperhatikanku.

Kulirik jam dinding hello kitty yang tertempel diatas bingkai fotoku dan Jong In, pukul 5 sore, aigoo! Aku lupa belum meminta izin pada appa!

Segera aku berlari kecil menuju ke ruang kerja appa,

Cklek! Tidak dikunci ..

“Appa ..” kataku pelan. Appa terlihat sedang menelepon seseorang, tapi begitu melihatku, ia berhenti dengan kegiatannya dan tersenyum ke arahku.

“Yeonnie, masuklah nak.” kata appa, aku lalu melangkah masuk dan menutup pintu ruangan.

“Appa, nanti malam aku ingin jalan-jalan.” kataku, appa mengerutkan dahinya.

“Dengan Jong In ?” tanya appa. Haah, tau saja aku akan pergi dengan siapa.

“Ne, dia mengajakku jalan-jalan, ini kejadian yang sangat langka appa ..” kataku memelas.

“Memangnya kalian mau kemana ?” tanya appa balik menginterogasi, appaku seorang polisi, jadi wajar kalau dia memperlakukanku seperti seorang tahanan.

“Mollayo,” aku mengangkat bahuku. Sejujurnya aku juga tidak tau Jong In akan membawaku kemana malam ini. “Boleh ya appa, ayolah ..” rengekku. Appa hanya tertawa melihat tingkahku. Menyebalkan. Tapi, tumben sekali appa tertawa seperti ini, biasanya kan selalu jaga imagenya sebagai seorang polisi keren.

“Baiklah, terserah kau saja. Jangan pulang terlalu malam. Nanti malam dia yang menjemputmu kan ?”

“Ne!!” jawabku semangat. “Gomawoyo appa~” kataku girang. Sementara kulihat appa hanya geleng-geleng kepala.

Aku pun kembali ke kamarku, bersiap-siap untuk Jong In nanti malam.

***

-Author’s Side-

Yeon Soo mematut dirinya didepan cermin, sedikit merapikan rambutnya. Ia memakai dress coklat muda, dandanan yang simple dan manis.

“Cantik sekali putriku ini ..”

“Eoh ? Appa, hehehe ..” Yeon Soo hanya tersenyum melihat appanya yang berdiri di depan pintu kamarnya.

“Jong In sudah menunggumu di bawah nak.” kata Komandan Park. Yeon Soo tertawa, ia lalu menggandeng tangan appanya untuk menemui Jong In.

“Jonginnie!” Jong In menoleh, dan tersenyum pada Yeon Soo.

“Jaga Yeon Soo, jangan pulang terlalu larut Jong In.” pesan appa Yeon Soo.

“Arasseo, ahjussi. Kami pergi dulu.” kata Jong In masih sambil tersenyum. “Appa, aku pergi dulu ya, bye!”

Yeon Soo dan Jong In masuk kedalam mobil, Yeon Soo melambaikan tangannya ke arah appanya dan mobil mulai berjalan dengan pelan.

“Putri kecilku .. Maafkan appa nak.”

 

~TuBerCambung~

 

tolong maafkan segala kekurangan saya dan berilah saya banyak dukungan dan saran , duit juga boyehh *plak

terima kasih telah membaca 😀 *bow

18 pemikiran pada “All Day Long (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s