My Personal Tutor (Chapter 1)

Title: My Personal Tutor

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Baehyun/Chanyeol (BaekYeol)

Casts: EXO (with BaekYeol as the main casts)

Jam di dinding kelas 3B menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh menit. Hal ini menandakan bahwa pelajaran telah dimulai sejak dua puluh menit yang lalu. Suho songsaenim, sang guru sejarah sekaligus wali kelas 3B sedang asyik menerangkan materi baru pada murid-muridnya ketika pintu kelas tiba-tiba terbuka dan seorang murid dengan tubuh tinggi menerobos masuk.

“PARK CHANYEOL!”

Suho berteriak kesal saat melihat salah satu anak muridnya lagi-lagi datang terlambat. Sementara Chanyeol hanya memasang wajah memelas pada wali kelasnya tersebut.

“Maaf, songsaenim. Tadi pagi…”

“Diam! Sudah cukup saya mendengar alasan-alasanmu yang sama sekali tidak masuk akal! Sekarang cepat kamu duduk, nanti saya akan beri kamu tugas tambahan sebagai hukuman.”

Chanyeol langsung lemas ketika mendengar kata ‘tugas tambahan’, Suho memang sering tidak tahu diri ketika memberi tugas. Seringkali Chanyeol harus tidur larut malam karena harus mengerjakan tugas dari Suho. Tetapi ia tidak bisa menyalahkan Suho, karena ia sendiri memang sering datang terlambat.

Chanyeol adalah seorang murid yang tampan dan menarik. Tubuhnya tinggi langsing, wajahnya manis penuh senyuman. Ia adalah moodmaker sekolah karena sikapnya yg ramah dan periang. Seluruh sekolah sangat menyukainya. Hanya satu kekurangan Chanyeol, ia sangat pemalas.

“Jangan pasang wajah memelas begitu! Saya sudah kebal! Sana duduk!”

Dengan langkah gontai, Chanyeol berjalan menuju tempat duduknya yang terletak di tengah kelas. Raut wajah Chanyeol yang muram langsung berubah cerah ketika melihat teman sebangkunya, Byun Baekhyun.

“Baekkie! Selamat pagi!”

Chanyeol menyapa Baekhyun dengan suara pelan. Tetapi yang disapa hanya mendengus kesal dan kembali fokus pada Suho yang sedang mengajar.

Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun merupakan murid yang pendiam dan dingin. Ia adalah murid yang rajin dan pandai. Tubuhnya kecil mungil dan wajahnya tampan, hanya saja ia selalu mengenakan kaca mata tebal yang sangat merusak penampilannya.

Sudah lama Chanyeol menyukai Baekhyun, tetapi Baekhyun terus bersikap dingin padanya. Hanya Chanyeol yang berani mengajak bicara Baekhyun selain Oh Sehun, satu-satunya teman Baekhyun di sekolah. Seluruh murid enggan berteman dengan Baekhyun karena sifat dinginnya.

“Baekhyunnie~”

Chanyeol mencubit pipi Baekhyun untuk mendapat perhatian dari namja mungil tersebut. Baekhyun tidak bergeming. Merasa tidak puas, Chanyeol bergerak mendekat dan mulai merangkul Baekhyun.

“YAH! CHANYEOL! JANGAN GANGGU AKU!”

Karena kesal, Baekhyun berteriak sehingga seluruh isi kelas memandang mereka berdua.

“CHANYEOL! KELUAR! WAKTU ISTIRAHAT NANTI KE RUANGAN SAYA!”

Chanyeol sukses diusir oleh sang guru.

***

“Kamu ini kapan bisa tumbuh dewasa? Setiap hari datang terlambat, tugas juga tidak pernah selesai, nilai merah semua. Saya pusing! Sekarang kamu sudah kelas tiga SMA, akhir tahun ini kamu akan mengambil ujian kelulusan. Kalau nilaimu begini, saya takut kamu tidak bisa lulus.”

Chanyeol menyengir lebar saat Suho mengomel panjang lebar. Sekarang saatnya istirahat, tetapi ia malah mendekam di kantor wali kelasnya tersebut. Tiba-tiba saja, pintu kantor diketuk, Baekhyun masuk ke dalam dan membungkuk sopan.

“Permisi, songsaenim. Saya mau mengembalikan buku tentang sejarah dunia yang saya pijam dari songsaenim”

“Ah, sudah selesai dibaca?”

“Sudah, songsaenim. Terima kasih. Bukunya sangat bermanfaat.”

Suho tersenyum pada Baekhyun, murid kesayangannya. Sementara, mata Chanyeol berbinar melihat Baekhyun yang ada di depannya.

“Kenapa kamu tidak bisa seperti Baekhyun? Dia anak yg pandai, tidak seperti kamu, Chanyeol!” Kata Suho.

“Hehehe, songsaenim, saya memang dilahirkan bodoh…” Balas Chanyeol.

“Kalau begitu saya permisi.”

Baekhyun bersiap untuk keluar dari ruangan kerja Suho. Tetapi, Suho menarik tangannya.

“Baekhyun, kamu lihat. Chanyeol nilainya jelek. Jadi, tolong kamu bimbing dia belajar sampai kalian lulus.” Pinta Suho.

Dari dalam hati, Chanyeol memekik kegirangan.

“Apa? Kenapa harus saya?” Balas Baekhyun tidak terima.

“Nilaimu bagus, Baekhyun. Jadi tolonglah…”

Baekhyun merasa tidak enak hati jika ia menolak. Suho sering meminjamkan buku-buku berguna padanya. Namja pandai itu menghela nafas.

“Baiklah, saya bersedia.”

“Terima kasih, Baekhyun. Kamu memang sangat—”

“OH YEAH! I LOVE YOU, SONGSAENIM! YOU ROCKS!”

Belum sempat Suho menyelesaikan kalimatnya, Chanyeol berteriak kegirangan.

***

Sore itu, Chanyeol berjalan pulang sekolah bersama kedua sahabat baiknya. Kim Jongin, atau biasa disebut Kai dan Do Kyungsoo.

“Yeol, kamu kenapa kok senyum-senyum dari tadi?” Tanya Kai heran.

“Mirip orang gila…” Tambah Kyungsoo.

Chanyeol merangkul Kai dan Kyungsoo seraya menarik mereka untuk mendekat.

“Gini… Tadi aku ke kantornya Suho songsaenim. Terus dia bilang kalau Baekhyun bakal jadi personal tutor-ku sampai ujian kelulusan!” Pekik Chanyeol.

“Dasar… Memangnya apa yang kamu lihat dari Baekhyun itu?” Tanya Kyungsoo.

“Dia itu nggak ada menariknya!” Kata Kai.

“Aku jatuh cinta… Baekhyun itu manis sekali, dia juga cantik waktu kacamatanya dilepas.” Jawab Chanyeol.

Kai dan Kyungsoo hanya bisa geleng-geleng melihat sahabat mereka yang sedang jatuh cinta.

***

“Jadi… Populasi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat itu populasinya sedikit karena penduduknya memilih untuk… Yah, Chanyeol!”

Baekhyun menghela nafas saat melihat Chanyeol asyik memandangi wajahnya, bukannya mendengarkan materi geografi yang sedang dijelaskannya.

“Apa?” Jawab Chanyeol saat tersadar dari lamunannya.

“Kamu dengar nggak apa yang barusan aku jelaskan?”

“Nggak. Aku sibuk memandang wajah cantikmu…”

Lagi-lagi Baekhyun menghela nafas.

“Sampai kapan kamu mau begini? Sudah satu minggu aku mengorbankan waktuku untuk membantumu belajar di rumahmu sepulang sekolah. Aku harus bilang apa waktu songsaenim protes nanti kalau kamu nggak ada kemajuan? Kamu selalu memandangi aku, nggak pernah mau belajar!”

“Itu salahmu karena kamu cantik sekali.”

Wajah Baekhyun memerah saat mendengar perkataan Chanyeol barusan.

“Baekhyun kamu jangan malu begitu… Wajahmu merah!” Chanyeol terkikik geli.

“Diam! Begini, aku ada ide. Minggu depan ada tiga ulangan harian. Matematika, fisika dan sejarah. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu kalau kamu berhasil mendapatkan nilai diatas enam puluh untuk satu pelajaran. Apa pun permintaanmu akan aku kabulkan.”

Chanyeol menatap Baekhyun.

“Beneran?”

Baekhyun mengangguk mantap.

“Kalau aku berhasil di matematika, kamu harus mau bergandengan tangan denganku di sekolah. Kalau aku berhasil di fisika, kamu harus bersedia kucium di pipi. Kalau aku berhasil di sejarah, kamu harus mau berkencan sekali denganku. Yang terakhir, kalau aku berhasil lulus SMA, kamu harus jadi kekasihku. Deal?”

Baekhyun sempat ragu, tetapi ia harus menepati janjinya.

“Deal!”

***

Chanyeol mengerjakan ulangan matematikanya dengan rajin dan teliti. Ini sangatlah tidak biasa karena Chanyeol tidak pernah mengerjakan ulangan dengan serius sebelumnya. Ia selalu tertidur saat ulangan berlangsung.

Setelah selesai mengerjakan, Chanyeol meneliti jawabannya hingga tiga kali sebelum mengumpulkan kertas ulangannya.

Waktu pelajaran masih tersisa banyak setelah semua murid telah mengumpulkan kertas ulangan mereka. Maka dari itu, Jongdae, sang guru matematika memutuskan untuk langsung menilainya. Murid kelas 3B duduk dengan tenang sambil menunggu kertas ulangan mereka dikoreksi.

“Seperti biasa, Baekhyun mendapatkan nilai 100. Dan yang mengejutkan, Chanyeol mendapatkan nilai 75.”

Jongdae membagikan ulangan mereka kembali. Chanyeol membelalakkan kedua matanya saat melihat

angka 75 tertulis di kertas ulangannya.

***

“Baekhyun, ayo kita pulang~”

“Sebentar, aku beres-beres dulu.”

Chanyeol menunggu Baekhyun membereskan barang-barangnya. Setelah itu mereka bergandengan tangan keluar sekolah. Baekhyun tidak bisa protes karena ia sudah terlanjur berjanji. Namja berkacamata tebal itu menundukkan kepalanya karena malu dengan tatapan murid-murid, sementara Chanyeol tersenyum bahagia.

“Baekkie, kamu kenapa?”

Chanyeol khawatir karena Baekhyun terus menundukkan kepalanya. Ia mendekatkan wajahnya pada Baekhyun. Baekhyun merasakan detak jantungnya bertambah cepat dan wajahnya memerah saat menyadari bahwa wajah Chanyeol sangat dekat dengan wajahnya.

“Aku nggak apa-apa! Ayo cepat kita ke rumahmu dan belajar!”

‘Kenapa aku begini?’ Batin Baekhyun.

***

Baekhyun melepaskan tangannya dari tangan Chanyeol saat mereka sampai di kamar Chanyeol. Ia duduk di kursi meja belajar Chanyeol sementara Chanyeol berganti pakaian di kamar mandi.

Tak lama kemudian, Chanyeol selesai berganti dan mereka mulai belajar. Baekhyun sempat memarahi Chanyeol karena Chanyeol tidak kunjung bisa mengerjakan soal-soal fisika dengan benar.

“Baekkie~ aku mau pipis nih!”

“Nggak boleh ke toilet sebelum selesai kerja soal ini!”

“Aduh, aku sudah ga tahan! Kalo aku ngompol kan nggak lucu…”

“Itu deritamu.”

Chanyeol hanya bisa mencibir kesal.

***

Dua hari kemudian, ulangan fisika kelas 3B dibagikan.

“Kemajuanmu sangat pesat, Chanyeol. Nilai ulanganmu 80. Saya sangat senang!” Ujar Leeteuk songsaenim.

Chanyeol tersenyum senang saat perjalan pulang sekolah. Ia menggandeng tangan Baekhyun erat sambil bersenandung. Sesampainya di rumah, Chanyeol langsung masuk ke kamar bersama Baekhyun dan berdiri berhadapan dengan namja yang disukainya itu.

“Sekarang waktunya menagih janji~”

Chanyeol sedikit membungkuk dan mengecup kedua pipi Baekhyun dengan lembut. Jantung baekhyun berdebar kencang dan wajahnya memanas.

“Baekhyunnie is blushing~~~”

Baekhyun hanya tertunduk malu dengan hati berdebar-debar. Hari itu, ia tidak dapat fokus mengajar Chanyeol.

*** To be Continued ***

Annyeonghaseyo!

Saya author baru dan ini fanfic pertama saya. Saya tahu kalau fanfic ini masih banyak kekurangannya, tapi saya harap readers sekalian menyukainya.

Saya mau mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada admin exofanfiction.wordpress.com yang bersedia untuk mempublikasikan fanfic saya ini. Dan saya juga berterima kasih pada reader sekalian yang sudah mau membaca.

Comments are loved ^^

50 pemikiran pada “My Personal Tutor (Chapter 1)

  1. *senyum-senyum sendiri* Chanyeol genit banget ih, aku yang baca malah ikutan blushing. lol. Baekhyun pasti imut banget, Kyaaaaaa~ *disumpelbaozi*
    Ok lanjut ^O^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s