Protect The Princess (Chapter 4)

Author: minnieasmilkyway

Title: Protect The Princess (Chapter 4)

Cast: EXO member

Chu Na Eun (Other Cast)

Genre: Romance, Fantasy

Lenght: Longfic, Multichapter

“Apa yang sebenarnya terjadi?” –Na Eun

 

 

*Na Eun PoV*

 

“Kembalikan Princess!” sahut Baekhyun yang kemudian hendak mengeluarkan kekuatan light-nya itu.

“Genggam tanganku” pinta Kai saat itu juga, dan kamipun menghilang dari ruangan tersebut.

 

*skip*

“Yang tadi itu, hampir saja” ucapku.

“Sepi sekali, kemana yang lainnya?” tanyaku kemudian.

“Yang lain? Mereka…”

“Mwo?!”

“Masih di istana Scandanavia. Aku akan kesana menjemput semuanya, ara?” ujarnya.

“Aku ikut!”

“Kajima, terlalu berbahaya” ucapnya.

 

Tanpa aba-aba aku langsung meraih lengannya. Meraihnya disaat yang tepat. Disaat Kai tengah mengeluarkan kekuatan teleportationnya itu.

 

*skip*

*Author PoV*

 

Saat itu, keenam namja masih terkepung di taman tempat mereka muncul. Chen yang melihat kedatangan mereka, langsung menyergap mereka seketika. Saat itu pulalah, Kai dan Princess muncul.

 

“Lepaskan mereka!!!” pinta Na Eun saat itu.

“Kau datang lagi Princess?” tanya Chen membalas perkataan Na Eun lalu tertawa.

“Tentu saja… Waaaa!!!”

 

Saat itu, manusia angin yang bernama Sehun tiba-tiba membawa Princess Na Eun terbang dengan kekuatan widnya itu. Zlaaap! dan kini Kaipun turut menghilang. Chen yang masih menyandera keenam namja dihadapannya dengan rantai petirnya, berangsur menyurutkan kekuatannya dan turut lari. Kemudian, mereka berenampun berpencar mencari Princess.

 

*Na Eun PoV*

 

“Yak!! Lepaskan aku, bodoh!”

“Diamlah sebentar! Tuanku sangat membutuhkanmu” bentak Sehun.

 

Lekas, aku menggigit lengannya dan membuat ia meringis kesakitan. Alhasil, aku terjatuh dari genggamannya. Namun, saat itu aku merasa dilindungi. Ya, Kai menangkapku saat aku terjatuh.

 

“Sungguh waktu yang tepat” ujarnya.

“Larilah, Princess” ucap Kai kala itu saat aku telah turun dari dekapannya.

“Ne”

 

Saat itu aku benar-benar takut. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku terus mempercepat lariku. Tanpa tahu kemana aku akan melangkah. Kupejamkan mataku seolah merasa bahwa lariku akan lebih cepat karenanya.

 

BUK.

 

Lariku terhenti. Saat itu yang kurasakan hanyalah dingin. Dingin yang begitu menusuk di sekujur tubuhku. Dan benar saja. Saat aku membuka mata, nampaklah tubuh Xiu Min yang sudah tidak mengenal jarak dengan tubuhku.

 

“Got you!” serunya dan membuatku semakin ketakutan.

 

Aku benar-benar tidak tahan. Kedua tangannya kini mencengkram kedua lenganku kasar. Sangat dingin hingga rasanya menyayat hingga ke tulangku.

 

“Xiu Min-ah, lepaskan!” seru seorang namja.

 

*Luhan’s Side*

Entah apa yang membuatku lebih memusatkan diriku agar mengejar Chen. Yang kupikirkan adalah bola kristal yang dibawanya. Sepertinya ada yang aneh dengan barang yang dibawanya itu. Seolah, benda tersebut memiliki kekuatan juga.

 

“Kalau kau bukan seorang pengecut, berhentilah!” sahutku ke arah namja berjubah hitam tersebut.

“Memangnya mau apa kalau aku berhenti, huh?” tanyanya dingin.

Aku hanya bisa menyeringai mendengarnya, “Lihat saja nanti” ucapku.

*Luhan’s Side –END*

 

“Kalau aku tidak mau melepaskannya, bagaimana?” tanya Xiu Min dingin sedingin kekuatannya.

 

Tampaklah wajah Do KyungSoo yang berada di hadapanku dan Xiu Min. Ia menyuruh Xiu Min untuk melepasku. Namun, Xiu Min malah menggertak ke arah KyungSoo.

 

BOOM!

 

Lantai disekitarku kembali retak. Siapa lagi kalau bukan KyungSoo? Ya, dia mulai mengeluarkan kekuatannya lagi. Xiu Min dan akupun terjatuh. Namun sisi baiknya, cengkeramannya terlepas dan suhu tubuhku kembali normal.

 

“Kajja, princess” ajaknya kemudian menarik lenganku. Kamipun berlari sekuat yang kami bisa.

 

“Luhan!” seruku yang melihat Luhan sedang berlari ke arah kami dengan membawa… bola kristal? Persis seperti yang dipegang oleh Chen tadi.

 

“Awassss!” seru Luhan. Namun, naas. Kami bertigapun bertabrakan, dan bola kristal tersebut terjatuh.

 

Praaaang.

 

“Gawat” ucap Chen yang kini berhenti sembari melihat kearah kami bertiga.

 

Bola kristal tersebut terjatuh dan hancur berantakan. Dari bola tersebut muncul cahaya yang kini berpendar. Cahaya tersebut kini, eh? Menyelimuti tubuhku. Mengelilinginya dan merubah penampilanku seketika. Kini, aku mengenakan sebuah dress merah panjang layaknya seorang princess sungguhan.

 

“Yeoppo-yo…” gumam Luhan dan KyungSoo bersamaan.

 

Istana ini kembali bergetar hebat. Mengguncang semua yang ada di dalamnya. Bukan, kali ini bukan ulah KyungSoo. Tapi, aku juga tidak tahu karena apa.

 

“Lari princess!” seru Luhan yang kemudian menarikku dan meninggalkan KyungSoo yang memilih untuk menahan Chen agar tidak mengejarku dan Luhan.

 

Hanya rasa takut yang aku rasakan sekarang. Sebenarnya, aku membencinya sedikit. Membenci sifatnya yang cerewet itu. Ia terlalu banyak berceloteh. Tapi sepertinya, setelah semua ini berakhir, aku harus berterimakasih padanya.

 

“Hey, kalian tidak akan bisa lari!” sahut seorang namja yang kini berada tepat di belakang kami. Byun Baekhyun.

 

“Princess, merunduk!” pinta Luhan dan benar saja. Seketika, Byun Baekhyun mengeluarkan kekuatan lightnya.

 

“Kejar dia” aku mendengar Baekhyun yang tengah menyuruh namja yang baru datang itu untuk mengejar kami. Namja tersebut adalah Chanyeol.

 

*Author PoV*

Sesaat setelah Baekhyun mengeluarkan kekuatan light, ia terkapar lemas. Kekuatan tersebut menguras banyak tenaganya. Sehingga, iapun menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengejar Princess Na Eun yang sedang bersama Mr.Telekinesis.

 

“Baik, tuan!” balas Chanyeol yang kemudian menuruti kata-kata Baekhyun.

 

-Scene 1-

“Princess, awas!!!” seru Luhan yang kemudian mendorong lembut tubuh Princess demi melindungi tubuhnya. Membuat tubuh Princess terhantam lantai istana yang masih berguncang hebat.

 

-Scene 2-

Saat itu, Chanyeol berniat melukai Luhan dengan kekuatan Flame nya itu. Hawa panas seketika memenuhi koridor istana tersebut.

 

“Rasakan!” serunya dan kemudian, muncullah api yang mengarah indah ke arah Luhan(?)

 

BRUUUK.

 

Seseorang mendorong tubuh Chanyeol. Pemilik kekuatan water, Suho.

 

“Jangan sakiti mereka” ujarnya kemudian sambil menatap tajam ke arah Chanyeol.

“Apa urusanmu, huh? Kau hanyalah pengawal yang gagal, Suho-yah!”

“Kau… jangan pernah berkata seperti itu!” seru Suho dengan penuh emosi.

 

Kemudian, mereka berduapun bangkit. Tidak hanya Chen-KyungSoo. Mereka akhirnya juga bertarung. Demi mencegah Chanyeol yang sudah bersiap akan mengejar Princess lagi.

 

-Scene 3-

“Sudah kubilang, aku yang akan menang! HAHAHA” tawa Chen menggelegar sesaat ia telah berhasil menyandera KyungSoo dengan rantai petirnya.

“Yak! Awas kau… kebenaran akan selalu menang. Ingat itu!”  sahut KyungSoo tak mau kalah.

“Terserah apa katamu, aku akan merebut Princess kembali ke tangan kelompok kami!” jelas Chen yang kemudian meninggalkan KyungSoo yang masih terjerat rantai petir tersebut. Ia bahkan tidak bisa melepaskan rantai tersebut. Meski dengan kekuatannya sekalipun.

 

-Scene 4-

Kini Kris, Kai, dan Lay berkumpul. Mereka berpikir keras, bagaimana cara agar Princess dapat kembali dengan selamat.

 

“Apa aku harus memanggil nagaku untuk membawa semuanya?” tanya Kris seketika.

“Yak! Untuk apa? Lagipula masih ada aku” balas Kai tanpa pikir panjang.

“Jaga-jaga saja” jawab Kris khawatir.

“Lebih baik kita berpencar lagi”

“Ne” balas Kris dan Kai bersamaan.

 

-Scene 5-

“Jangan lari lagi kalian!!!” seru Chen saat ia menemui sosok Princess Na Eun dan Luhan.

 

Tanpa banyak bicara, Chen mengeluarkan kekuatannya. Namun, kekuatannya meleset dan mengenai dinding atas istana. Membuat istana tersebut kembali berguncang dan dinding atas tersebut runtuh. Chen yang berada di tempatpun tidak memiliki cukup waktu untuk melarikan diri. Iapun terkubur bersama puing-puing istana. Tragis.

 

-Scene 6-

KyungSoo pun berlari kecil ke arah teman-temannya yang lain. Ia masih tidak tahu keajaiban apa yang membuat rantai petir tersebut menghilang begitu saja.

 

“Semuanya sudah kumpul disini?” tanya Kris memastikan.

“Ani, Luhan dan Princess Na Eun belum ditemukan” balas Lay.

 

Kemudian merekapun mencari keberadaan Princess dan Luhan.

 

-Scene 7-

Istana Scandanavia kini hancur seluruhnya. Tinggal puing-puingnya saja yang menghiasi disana-sini.

 

Luhan masih menangis meratapi keadaan Princess yang masih belum tersadar karena turut tertimpa puing-puing bangunan istana akibat ulah Chen dan bola krista yang pecah tadi.

 

“Princess-a, bangunlah…”

“Kau jangan membuatku khawatir! Bangunlah!”

 

Air mata Luhan makin deras saja mengalir. Ia kembali mengguncang tubuh Princess. Mengharapkan sebuah keajaiban datang.

 

“Princess!!! Luhan!!!” seru sebuah suara.

 

Luhan mengusap kedua matanya, “Aku disini!!!!” balasnya.

 

Lalu, tatapan Luhan kembali mengarah ke Princess yang masih belum sadarkan diri.

 

Kugapai tubuh Princess dan mendekapnya erat “Naneun paboya, Princess-a. Mianhae, ternyata aku tidak bisa melindungimu” tangis Luhan saat itu.

 

BOOM!

 

Saat suara keras itu terdengar, muncullah empat namja yang lain yang berdiri di balik tubuh KyungSoo.

 

“Neo gwaenchanayo?” tanya Suho menghampiri kami dengan cemas.

“Tidak bagi Princess” jawab Luhan dengan raut muka sedih yang tergambar jelas.

“Kris, bawa mereka berdua!” pinta Suho.

 

“Sudah kubilang apa. Aku pasti membutuhkan naga itu kan-_-” dengus Kris sambil menatap Kai kesal. Karena bagi Kai, naga tersebut tidak berguna selama kekuatannya masih bisa dipakai.

 

“Segera bawa Princess ke taman tadi” ucap Suho setelahnya, dan yang lainpun menurut.

 

-Scene 8-

Kris yang  sampai terlebih dahulu di taman segera bersiul ringan. Lalu, muncullah hewan raksasa itu.

 

“Kau memang anak pintar” ucap Kris sembari mengelus puncak kepala naga itu.

 

Lalu, semenit kemudian…

 

Yang lainnya datang ke arah taman. Dengan Luhan yang menggendong Princess dan diikuti oleh yang lainnya.

 

“Kris-a, kau dan kedua orang ini, pulanglah dengan nagamu. Kami pulang bersama Kai” jelas Suho dan Kris hanya mengangguk.

 

*Na Eun PoV*

Dimana aku sekarang? kepalaku terasa sangat pening. Kukerjapkan mataku perlahan. Mencoba menangkap sinar lampu di sebuah ruangan dimana aku berada sekarang.

 

“Ngggh..” erangku.

“Kau sudah bangun, Princess-a?” tanya Luhan yang sudah berada di sebelahku.

 

Jadi, semuanya sudah berakhir, eh?

 

“Luhan-ssi? Dimana aku?”

“Kau sudah berada di kamarmu. Semuanya sudah berakhir. Sejak istana Scandanavia hancur. Kelima namja yang mendiami istana tersebut menghilang entah kemana. Jadi, kau tidak perlu khawatir. Kau aman sekarang” jelas Luhan panjang lebar.

 

Tapi kali ini, jawabannya membuatku tersenyum tenang.

 

“Gomawo, Luhan-ssi. Aku terlalu banyak berhutang padamu” ucap Princess.

Luhan mengangguk, “Aku kira, kau akan mati. Tapi, kemudian Lay menyembuhkanmu. Kami semua benar-benar cemas. Terutama aku, sejak kau tak sadarkan diri di sela-sela puing istana yang menimpamu”

“Mianhae, bukan maksudku membuat kalian semua cemas”

 

Blaaak.

 

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan muncullah wajah Suho di balik pintu tersebut.

 

“Princess sudah sadar?” tanya Suho yang baru datang kemudian menghampiri kami berdua.

 

Aku hanya mengangguk sambil tersnyum ke arah Suho.

 

“Lalu, tentang keturunan Scandanavia yang akan menjadi pendampingmu, kau sudah menentukannya belum?” tanya Lay yang ternyata mengikuti langkah Suho tepat dibelakangnya.

“Eo? Memangnya ada aturan seperti itu, huh?”

“Tentu saja!” seru Lay menjawab pertanyaan konyol Na Eun dengan penuh semangat.

 

Malam Harinya

Seperti saat itu, bayangan seorang namja memasuki kamarku. Dan yang kutahu itu adalah bayangan seorang Kim Jong In.

 

“Annyeong, Princess” sapanya seperti biasa tanpa menghilangkan senyumannya yang kusukai itu.

“Annyeong, ada perlu apa kau kesini?”

“Aku, errr… mau melanjutkan kisah yang waktu itu” balasnya yang kemudian terkekeh.

“Eo?”

“Kisah tentang Scandanavia, ingat?”

“Ah, tentu saja. Silahkan, Kai-ssi” ucapku mempersilahkan.

“Kau itu sebenarnya adalah bukti kerajaan. Dan hanya jika seorang namja yang mendapatkan kamulah yang akan menjadi penguasa Scandanavia sebenarnya. Sebuah alasan klasik memang. Tapi, itulah yang sebenarnya. Maka dari itu, Baekhyun gencar sekali ingin memilikimu. Untung saja, semuanya sudah berakhir sekarang. Jadi, kau tidak usah khawatir, ara?”

“Em!” balasku singkat dengan sebuah anggukan dan tak lupa menyertai seulas senyuman hangat ke arahnya.

 

Setelah tu, Kai berdiri dari duduknya dan kemudian menarik selimut tebal itu agar menutupi tubuhku. Tak lupa, ia memberi ciuman singkat di puncak kepalaku.

 

“Selamat tidur”

 

dan Zlaaaap! Iapun melesap lagi.

 

Adakah yang ingin tahu siapa yang dipilih oleh Princess Na Eun sebagai pendampingnya??? *nggak ada-_-* Baiklah, saya percepat saja yaaaa *Panggil Tao*

 

Setahun kemudian

 

“Chukkae atas pernikahannya” ucap beberapa orang yang melewatiku dan nampyeonku.

“Gamsahanmnida” jawab kami bersamaan.

 

“Kalian jangan bertengkar lagi seperti dulu” ucap Kai dengan tawanya yang ringan.

“Berikan kami semua bayi!” sahut Chen bersemangat.

“Haha, kalian… semoga bahagia ya” ucap Suho disertai senyum manisnya.

“Kau pasti akan bersaing denganku soal memasak, tapi tenang saja. Aku akan mengajarimu, Princess. Tenang saja, ara?” ujar KyungSoo dan membuatku tertawa karenanya.

“Jadi…Yah, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi” ucap Tao yang kemudian diiringi tawa yang lainnya.

“Dasar, kau!” seru Kris yang kemudian menyubit pipi Tao pelan.

 

Yah, jadi kalian sudah bisa menebak siapa nampyeonku kan? Ne, dia adalah seorang Xi Luhan. Orang yang waktu itu melindungiku. Aku banyak berhutang nyawa padanya. Namun, itu bukanlah faktor yang mempengaruhiku untuk memilihnya. Tapi, ia memang namja yang menarik. Jadi, tidak ada salahnya kan memilihnya sebagai nampyeon?

 

=THE END=

 

Otte? Jelek ya endingnya? Mian yah T^T aku bener-bener mentok soal ini. Jadi beginilah adanya ._. gomawo buat yang udah memberikan RCLnya sejak chapter 1 hingga sekarang! Jeongmal gamsahae^^

Iklan

44 pemikiran pada “Protect The Princess (Chapter 4)

  1. Satu paket ya komennya^^ br baca nih kk
    Daebaaak, akhirannya kukira(ngarep) naeun bakal sm kai… Tp ternyata sm luhan^^
    Baekhyun jadi jahat:o sedikit gak bs bayangin sih…tp overall ceritanya menarik, abisnya fantasy2 gt hehe, daebak^^!

  2. Emm, dr awal sampe akhir dah nii aku coment jd satu(?)
    Maaf ya tp menurut ku ff’a gak srek(?), dr part sebelum’a menurut ku pemilihan orng’a salah.. Yg jht sma yg baik, knapa milih baekhyun sma chanyeol yg jht ?? Muka” merek itu gk cocok jd jahat gtu, jd susuh ngedapaetin feel’a ngebayangin mereka jahat..
    Trus, feel’a bener” gak dpt.. Dr prt 1,2 feel’a kerasa sii ngbayangin kya’a lanjutan’a bakal seru, tp d.prt 3,4 cerita’a pendek bgt ga dpt sma sekali feel’a.. Aku pikir ff ini bakal jd panjang -_-

    Mungkin ff ini lebih bagus kalo d.pnjngin lg deh, d.ceritain sebenar’a princces’a itu knapa ?? D.jelasin yg lengkap. Trus d.ceritain knapa princces’a itu bsa nikah sma luhan biar dpt kisah romantis’a..
    Jujur aj aku ga tau yg mna bagian romantis’a d.ff ini..-_-
    Oya, jelasin jg knpa bisa sampe ad 2kubu gtu ?? Jelsin permsalahan’a apa..
    Menurut ku ff ini gak ad permsalahan’a, jd gak gereget gtu.

    komen’a nusuk bgt ya ??
    Maaf.. Jeosonghamnida*bow

    kesimpulan komen ku
    “Gk ngerti sm ff ini ending’a g jelas, cerita’a jg gk jelas, krena ketidak jelaasan itu semua(?) Jd ga dpt feel’a. Gak ad gereget’a jd kurang seru, dan yg terpenting Gak SREK(?)-_-”
    Ud itu aj, annyeong..

    Pyyeonng *ngilang*

  3. aaaaaa~ gue salah focus thor… kirain endingnya sama kai… moment mereka banyak si… harusnya moment sama Luhannya di banyakin..waktu di sekolah juga harusnya yg nrmenin luhan bukan tao kkkk~ tapi aku seneng naeun sama luhan hahaha~ not bad lah walau agak aneh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s