Turn Back (Chapter 3)

Author : xoxo_baekhun

Cast’s :

EXO K’s – Byun BaekHyun

Shin HeeRa

Jung MiRae

Other Cast’s : Find it! Kekeke~

Genre : Romance, Marriage Life

Length: Series

***

-HeeRa POV-

Aku tersenyum ketika mendengar pintu apartemen terbuka, itu tandanya BaekHyun sudah pulang. Tapi sungguh terkejutnya aku ketika kulihat ia pulang bukan sendiri, melainkan membawa wanita lain di dalam gendongannya.

Aku bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi. Mengapa BaekHyun bisa menggendong seorang perempuan? Sekarang ekspresi wajahku sudah sangat tidak bisa dijelaskan secara kata-kata.

Ketika pandangan kami bertemu, ia malah menghiraukanku. Ia malah masuk ke dalam kamar tamu yang memang tidak ditempati oleh siapapun.

Tidak lama, akhirnya ia keluar kamar. Ia menghampiriku yang masih tetap berada diposisi yang sama, melipat kedua tanganku didepan dada dengan pandangan menuntut penjelasan. Ia memelukku erat dan mencium puncak kepalaku lama, aku tidak membalasnya dan malah mendorongnya agar menjauh dariku.

“Aku menemukannya tadi di lapangan parkir ketika ingin pulang” Ucap BaekHyun sembari berusaha memelukku lagi, kali ini aku tidak menolak

“Kau mengenalnya?” Tanyaku

“Ne”

“Temanmu?”

“…..Hmm, HeeRa-ya, aku lelah. Kita tidur saja ya” Ucapnya tanpa menjawab pertanyaanku barusan

Ia langsung menarik lembut tanganku menuju kamar pribadi kami. Aku pun memilih untuk tidak bertanya, karena aku yakin, saat ini BaekHyun benar-benar lelah karena seharian ia harus bekerja di kantor.

***

-BaekHyun POV-

Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Wanita yang dulu kerap mengisi hari-hariku. Kukutuk diriku saat ini, karena aku terkesan sangat berani membawanya ke apartemenku. Aku takut HeeRa akan marah jika ia sudah tahu yang sebenarnya. Aku takut ia akan marah dan meninggalkanku.

Malam ini, aku tidak bisa tidur. Aku gelisah. Beberapa kali, kuputar-balikan tubuhku. HeeRa sepertinya tidak begitu menyadarinya, ia tampak tidur nyenyak. Ku singkirkan poni yang menutupi dahinya dan memandangi wajahnya lebih intens lagi, sampai akhirnya….aku tertidur.

Keesokan harinya…

Kini, aku dan HeeRa sudah siap di atas meja makan. Pagi ini, ia memasak sup rumput laut kesukaanku. Aku pun makan dengan sangat lahap, sesekali ia tersenyum melihatku karena nafsu makanku yang tinggi pagi ini.

“Kau terlihat lapar sekali” Ucapnya

“Ne, aku memang belum makan dari kemarin siang” Jawabku

“Jinjja? Ya! Mana boleh seperti itu, bisa-bisa tubuhmu semakin kurus kalau kau melupakan jam makan”

“Ne, umma..” Jawabku manja, ia pun tertawa

CEKLEK.. Pintu kamar tamu terbuka.

“O, Annyeong hasseyo” Sapa HeeRa ketika melihat sosok wanita yang keluar dari dalam kamar

Tidak ada jawaban, kami diam dan memandang satu sama lain, terlebih HeeRa yang bingung karena tidak mendapat salam balasan dari wanita itu.

“Kau mau sarapan?” Tanya HeeRa ragu-ragu

“Ne..” Ia pun menjawab pertanyaan HeeRa

HeeRa menyuruhnya untuk duduk disebelahku. Aku tak bisa menutupi perasaan canggungku karena setelah sekian lama, akhirnya kami bisa berdekatan seperti ini lagi.

“Neo gweanchanna?” Aku pun akhirnya berani bersuara, aku menatap kedua bola matanya

“Ne. Jeongmal gomawoyo, oppa” Jawabnya membalas tatapanku

“Aku Jung MiRae, kau siapa?” Tanyanya pada HeeRa yang sedari tadi ternyata memperhatikanku dan MiRae

“Aku Shin HeeRa” Jawab HeeRa lalu tersenyum

“Ada hubungan apa kau dengan kekasihku?” Tanya MiRae dengan nada tak suka kepada HeeRa

MWO?? Tamat sudah riwayatku. Kenapa ia masih berfikir bahwa kami masih berstatus sebagai kekasih?

Dapat kulihat dengan jelas kalau HeeRa sangat terkejut. Ia menatap ke arahku meminta penjelasan. Mata indahnya tampak berkaca-kaca. Ia pun berlari menuju kamar dan menutupnya dengan sangat keras, hingga aku menutup kedua mataku kaget.

“Kau selingkuh dariku?” Tanya MiRae langsung padaku

Akupun mengangkat kepalaku, melihatnya dalam-dalam.

“Ani. Dia istriku”

“MWORAGO? Apa katamu?! YA!!!” Teriaknya lalu memukul-mukul tanganku

“Ne! Dia istriku, kami menikah 3 hari yang lalu, wae?” Berusaha menahan pukulannya

“Kau bilang dia istrimu? Ya!! Nappeun namja! Bagaimana kau bisa menikahi perempuan lain, sedangkan kau sudah memiliki kekasih, Oppa!!!!” Teriaknya lalu menangis

“Kita sudah putus, MiRae-ya. Tak ingatkah kau saat aku mengantarmu ke bandara 2 minggu yang lalu? Saat aku bilang, kita harus mengakhiri hubungan kita” Jelasku pelan berusaha menahan isakannya dalam pelukanku

 

-HeeRa POV-

‘ARRRGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!’ Teriakku dalam hati dan terus menangis

Sambil membaringkan diri di kasur, aku menahan cacian dan makian yang sangat ingin kukeluarkan dengan kedua mulutku.

Apa yang ia lakukan? Apa ia mau membuangku disaat aku mulai jatuh cinta? Salahkah aku ketika aku lebih memilihnya dibanding SeHun? Apakah ini yang dinamakan karma? Dulu, aku yang membuang SeHun, menyuruhnya pergi jauh-jauh dari kehidupanku, tapi.. apa yang kudapatkan sekarang? Aku bahkan malah dikhianati oleh pria yang baru kemarin mulai kucintai.

Lama aku menangis, terdengar knop pintu kamar berbunyi, menandakan ada orang yang masuk.

Aku yakin, itu adalah BaekHyun. Lantas aku langsung menghapus air mata yang sudah membanjiri pipiku. Aku pun langsung menutup kedua mataku dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku.

“Kita perlu bicara” Ucapnya dengan pelan, lalu duduk dipinggir kasur dan menyentuh tubuhku lembut

Aku diam tidak menjawabnya. Hatiku masih sangat sakit mengetahui bahwa ia telah memiliki wanita lain. Aku berusaha tidak bersuara mengeluarkan isakanku, bagaimana pun aku tidak mau dianggap lemah olehnya.

“HeeRa-ya, aku serius!” Ia menaikan suaranya lalu dengan cepat menarik selimut yang menutupi kepalaku hingga akhirnya wajah burukku yang habis menangis terlihat olehnya

“Aku tidak mau berbicara denganmu!” Balasku lalu membalikkan tubuhku agar membelakanginya

“Ya! Shin HeeRa, jangan keras kepala” Ucapnya tanpa bergeming dari tempatnya saat ini

“AKU TIDAK MAU BERBICARA DENGAN SIAPAPUN, TERLEBIH DIRIMU!!!” Teriakku yang membuat pita suaraku gemetar

Sepertinya ia kaget. Ia pun memutuskan untuk menyudahi perbincangan tidak berguna ini lalu keluar dan menutup pintu kamar dengan cukup keras.

Aku pun kembali menangis. Kali ini, aku tidak berusaha menahan tangisanku.

***

-MiRae POV-

Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain? Apakah salah jika aku ingin memiliki seseorang yang sudah mencintai orang lain? Apakah salah jika aku merindukan seseorang yang tidak pernah mengharapkanku? Apakah salah jika aku mengharapkan seseorang yang tidak merindukanku?

Aku masih sangat mencintainya. Kemarin aku berjalan dari rumahku yang terletak di Incheon hingga kota Seoul hanya untuk bertemu dengannya. Bisakah kau bayangkan perjuangannku hanya untuk bertemu dengannya? Tak ada taxi yang lewat, dengan hanya bermodalkan cinta, aku nekat berjalan kaki menuju tempat kerjanya. Berharap ia akan kembali padaku, mencintaiku seperti dulu.

Ia memang pernah mengucapkan kata-kata perpisahan, tapi kupikir itu hanya candaannya. Ia terlalu mencintaiku, ia tak mungkin pergi meninggalkanku. Tapi kau tahu apa yang aku dapatkan ketika aku sudah bertemu dengannya? Aku malah mendengar dari mulutnya sendiri bahwa ia sudah menikah dengan wanita lain.

Sungguh sakit hatiku. Kalian juga akan merasakan hal yang sama, bukan? Kalian akan marah jika pasangan kalian, yang tak pernah memberikan kabar, ternyata sudah membina bahtera rumah tangga dengan wanita lain.

Aku tentu takkan pernah menyerah. Aku bukan sosok wanita yang mudah menyerah. Aku akan merebutnya kembali! Aku akan membawanya kembali kesisiku! Apapun caranya!

***

-Still MiRae POV-

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, kulihat BaekHyun baru pulang dari kantor. Aku terus memperhatikan langkahnya, sepertinya ia menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya.

“Ada apa?” Tanyanya langsung

“A…Aniyo, Oppa. Aku hanya lapar. Maukah kau menemaniku makan di luar?” Pintaku dengan menunjukkan jurus ‘puppy eyes ku’

“Kau pergi saja sendiri. Aku lelah ingin istirahat” Jawabnya singkat lalu melangkah masuk ke kamarnya

‘Gwaenchannayo, MiRae-ya. Kali ini kau memang belum beruntung’ Batinku lalu masuk ke dalam kamar yang semalam ku tempati

 

-BaekHyun POV-

Kulihat HeeRa masih tetap berbaring di posisinya sejak tadi pagi. Aku ingin sekali menjelaskan masalah ini padanya, tapi ia bahkan tidak mencoba mendengarkan ku. Ia bahkan tidak mau melihat wajahku.

HeeRa-ya, bogoshipo. Aku merindukanmu.

Disaat aku baru selesai mandi dan mengenakan pakaian tidurku, Ia tampak bangun dari tidurnya. Matanya tampak begitu sembab, aku yakin ia pasti terlalu lama menangis. Ia tampak membawa bantal dan selimut, lalu bergegas keluar.

“Kau mau kemana?” Tanyaku menarik tangan kirinya agar ia tidak pergi

“Aku tidak mau tidur denganmu” Jawabnya ketus dan melepaskan tanganku dari tangannya

“Ya! Kita ini suami-istri, bagaimana bisa kau tidak mau tidur denganku?” Tanyaku lalu memegang bahunya, memaksanya menatap wajahku

“Aku bilang aku tidak mau! Kau ini tuli, hah?!”

“Arraseo. Kau tidurlah disini. Aku yang akan tidur di luar” Ucapku mengalah lalu mengambil bantal dan selimut yang sudah ia pegang

Aku pun keluar. Membiarkan pikirannya tenang dan berharap esok hari, HeeRa sudah mau mendengarkan penjelasanku.

***

-MiRae POV-

Aku sedikit terkejut, ketika aku keluar kamar, aku melihat BaekHyun Oppa sedang tidur di sofa. Aku yakin, ia pasti masih bertengkar dengan istrinya itu. Aku merasa kasihan padanya karena bagaimanapun tidur di sofa takkan pernah nyaman.

Aku mencoba membangunkannya dari tidur. Kugoyangkan bahunya.

“Oppa, irona” Panggilku

Ia tampak tidak bergeming, ia masih asik dalam tidurnya. Aku pun memutuskan untuk berjongkok, mendekatkan wajahku ke wajahnya, lalu memperhatikan wajahnya yang masih tampan seperti dulu.

“Oppa! Irona!” Panggilku sekali lagi dengan nada manja, berharap kali ini ia akan bangun

Yup! Tampaknya usahaku kali ini berhasil. Ia tampak menggerakan badannya. Tak lama kemudian, ia pun terbangun dan terkejut melihat jarang pandang kami yang begitu dekat.

“Ya! Neo bwoya?” Ucapnya berusaha menjauhkan kepalanya dariku

Aku pun langsung berdiri dan menekuk wajahku. Ia tak pernah marah jika aku membangunkannya dengan cara seperti itu dulu. Ya, aku tahu meskipun sekarang keadaanya memang telah berbeda.

Ia pun berdiri lalu merenggangkan otot-otot kaki dan tangannya. Ya, kebiasaan yang selalu ia lakukan ketika ia bangun tidur.

“Oppa, kau tak pernah berubah” Aku pun tersenyum kearahnya

Ia membalas senyumanku dengan kaku. Lalu ia masuk ke dalam kamarnya, kamar dimana istrinya tega mengusir suaminya untuk tidur di sofa.

‘Dasar yeoja sadis’ Batinku

 

-BaekHyun POV-

Aigoo.. Badanku sakit semua sehabis tidur di sofa tadi malam. Aku tak pernah menyangka tidur di sofa akan sangat menyiksa.

Ketika aku masuk kamar, kulihat HeeRa masih tertidur pulas. Aku pun memutuskan untuk duduk dipinggir kasur dan menatapnya dalam-dalam.

Ku kecup bibir mungilnya. Aku sangat merindukannya. Baru 1 hari bertengkar, aku sudah tidak kuat menahan diriku untuk tidak menyentuhnya.

Setelah puas memperhatikannya, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke kamar mandi dan segera bergegas ke kantor.

Saat aku keluar kamar, kulihat MiRae tampak sudah rapih mengenakan dress motif polkadot warna hitam.

“Oppa, bolehkah aku ikut denganmu? Aku ingin pergi berbelanja ke mall di dekat kantormu” Pintanya

Akupun tak bisa menolak permintaannya, bagaimana pun ia adalah tamuku, jadi aku harus memperlakukannya dengan baik.

***

-HeeRa POV-

Ketika aku bangun, jam besar di kamarku sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Aku pun sedikit ‘mengulet’ di kasur lalu berjalan ke luar kamar.

Perutku sudah meronta minta diisi. Aku sudah sangat lapar. Ya, bagaimana pun perutku memang belum diisi sejak kemarin pagi.

Aku pun langsung memakan roti coklat yang ada di dalam kulkas. Aku melahapnya dan berjalan ke arah sofa. Ketika aku ingin duduk di sofa, kulihat bantal dan selimut yang semalam diambil BaekHyun dari genggamanku. Aku kembali mengingatnya, meskipun sofa ini cukup besar, aku rasa takkan nyaman jika harus tidur semalaman di sofa ini.

Aku pun menghela nafas panjang mengingat masalah ini. Aku masih tak mau berbicara dengan BaekHyun. Aku selalu menganggapnya tidak ada, sepertinya aku memang sudah masuk kategori istri paling buruk.

Kurasa tak ada orang di dalam apartemen ini. Semua tampak sepi. Kurasa perempuan itu sedang pergi, atau bahkan sudah pergi dari sini? Ya, baguslah! Setidaknya lawanku hanya BaekHyun seorang.

***

-Still HeeRa POV-

Saat ini, aku sedang berada di sebuah mall besar di pusat kota Seoul. Aku sedang menikmati hot chocolate ku di sebuah restoran yang ada di dalam mall ini.

Siang ini aku memang ada janji dengan Hyemi, sahabatku. Aku berniat ingin menceritakan semua masalahku padanya. Aku sudah tidak sanggup lagi menahannya sendiri.

Kulihat Hyemi datang sendirian. Ia tampak rapih menggunakan blazer dan celana kain, serta high heels hitamnya. Ia pun melambaikan tangannya ketika melihatku. Aku pun membalas lambaian tangannya dan menyuruhnya untuk cepat duduk.

“Maaf aku terlambat. Ya, maklumlah aku kan hanya karyawan kantor jadi selalu sibuk dikejar waktu. Hahaha” Ucapnya ketika sudah duduk dihadapanku

“Ne, gweanchannayo” Jawabku tersenyum

“Kau kenapa? Apa yang ingin kau ceritakan padaku?” Tanyanya langsung

Aku pun diam sejenak, lalu menghela nafas panjang, baru ku mulai cerita ku. Aku menceritakan semuanya kepada Hyemi, termasuk sikapku semalam yang tak mau tidur satu ruangan dengannya. Ia tampak terkejut dan tak menyangka bahwa BaekHyun adalah pria seperti itu.

“Kau serius, HeeRa-ya?” Tanyanya pelan berusaha tidak melukai perasaanku lebih dalam

“Ne. Apa aku terlihat sedang bercanda?” Jawabku serius

“Apa orangtuamu tahu tentang hal ini?” Tanyanya lagi

“Ani. Aku tidak memberitahu mereka, lagipula ini masalahku”

“Ya! Tapi aku rasa mereka perlu tahu, ya.. setidaknya mereka jadi tahu seperti apa pria yang dulu sangat disanjung oleh kedua orangtua mu, bahkan sampai membandingkannya dengan SeHun”

SeHun? Dimana ia sekarang?

“Hyemi-ya, kau tahu kabar tentang SeHun?” Tanyaku tiba-tiba membuatnya kaget

“SeHun? Hmm.. kurasa ia masih sama saja seperti dulu. Wae?” Tanyanya bingung

“Kau tidak berniat untuk kembali pada SeHun dan balas dendam pada BaekHyun-ssi kan?” Sambungnya

“Ani”

Hmm.. walaupun sebenarnya ide Hyemi boleh juga, tapi aku bukan perempuan seperti itu. Aku tidak akan memanfaatkan oranglain demi kepentinganku semata. Apalagi jika aku harus menyakitinya.

Pertemuanku dengan Hyemi tak berlangsung lama, ia harus kembali ke kantor karena jam makan siang sudah habis.

Setelah menghabiskan makan siangku, aku memutuskan untuk berjalan di sekitar mall. Sudah lama juga aku tidak berjalan-jalan seperti ini. Ya, setidaknya aku harus menghibur diri dan tidak boleh terus larut dalam kesedihan.

Aku berjalan memasuki satu demi satu toko baju dan sepatu. Kini, sudah banyak tas belanjaan di kanan dan kiri tanganku. Ya, inilah kebiasaan burukku ketika sedang berjalan-jalan ke mall, aku tipe perempuan yang tidak bisa menahan hasrat untuk membeli barang-barang yang kusuka, meskipun nantinya aku takkan memakai semua barang-barang itu.

Perhatianku tertuju pada satu toko sepatu yang memajang wedges edisi terbaru summer ini. Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko tersebut, dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat ada MiRae sedang memilih-milih sepatu.

“Neo?!!” Tanyaku kearahnya

Ia tampak terkejut sesaat, lalu memberikan senyuman sinis kepadaku. Tsk, apa-apaan dia? Apa dia sedang menghinaku? Ia terlihat berdiri dari kursi yang ia duduki, lalu berjalan kearahku.

“Sudah bisa jalan-jalan, nona?” Tanyanya dengan penekanan disetiap kata-katanya

“Apa maksudmu?” Tanyaku dengan berani

“Sudah tak bersedih lagi?”

“Ckckckck. Aku bingung apa yang BaekHyun Oppa lihat darimu? Kau tampak seperti gadis biasa, tidak ada yang istimewa dari dirimu” Sambungnya

“Apa maksudmu?” Tanyaku lagi terus membalas tatapannya tajam

“Jangan harap aku akan melepaskan BaekHyun Oppa! Aku takkan pernah melepaskannya. Bersiaplah untuk mengemas semua barang-barangmu, lalu keluar dari apartemen BaekHyun Oppa, karena akan kupastikan, akulah yang akan hidup menjadi istri BaekHyun Oppa selama-lamanya” Jelasnya lalu pergi. Bahu kirinya menabrak bahu kananku, Tsk.

‘Tsk, Apa maksudnya?’ Batinku

***

-Other POV-

BaekHyun memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya. Sedari tadi di kantor, pikirannya tak dapat berkonsentrasi, maka dari itu setelah mendapatkan izin dari Appanya, ia langsung pulang ke apartemennya.

Sesampainya ia di apartemen, ia langsung menuju kamarnya dan sedikit terkejut setelah menyadari HeeRa tidak ada di kamarnya. ‘Kemana dia?’ Batinnya. Ia keluar dari kamarnya, mengecek tiap ruangan yang ada di apartemennya, tapi nihil. HeeRa sama sekali tak ada. Itu tandanya HeeRa sedang pergi keluar, tapi kemana??

BaekHyun yang sedari tadi sedang duduk di sofa, langsung menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara pintu apartemen terbuka. Ia langsung memperhatikan HeeRa yang sedang mengganti high heels nya dengan sandal rumah, lalu tubuh mungilnya pun masuk ke dalam kamar melewatiku begitu saja.

 

-HeeRa POV-

Aku rasa aku harus meminta maaf kepada BaekHyun karena sifat kekanak-kanakan ku kemarin. Tadi diperjalanan, aku sudah berfikir bahwa sepertinya MiRae lah yang sangat menginginkan BaekHyun.

Betapa terkejutnya aku ketika aku sedang duduk merenung di kasurku, BaekHyun tiba-tiba masuk.

“Bisa kita bicara sebentar?” Tanyanya lalu duduk di bawah lantai, tepat dimana aku duduk diatas kasur.

Kami pun bertatap-tatapan lama, sebelum akhirnya aku mengangguk menyetujuinya.

Ia langsung tersenyum lalu menggengam kedua tanganku dengan tangannya.

Ia pun langsung menceritakan hubungannya dengan MiRae dulu. Ia memberitahuku dan berusaha meyakinkanku untuk percaya padanya.

Aku hanya bisa diam dalam tangisan air mataku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memeluknya. Memeluk tubuhnya yang sudah sangat aku rindukan. Ia pun membalas pelukanku dan mengelus-ngelus rambutku lembut.

“Uljjima” Ucapnya lirih

“Kajjima” Ucapku dengan sangat pelan

“Aku takkan meninggalkanmu. Saranghae”

“Nado saranghae”

***

-TBC-

Annyeong…..  Di chapter ini kok jadinya malah kayak sinetron ya? Kekeke~  Sepertinya chapter 4 adalah last chapter, jadi mohon ditunggu ya ^^

Tak lupa, saya menerima segala bentuk kritikan dan saran yang membangun, mohon di comment karya saya ini. Hehehehe

Makasih juga yang udah mau luangin waktunya hanya sekedar untuk baca FF ini. KAMSAHAMNIDA, HAPPY READING, CHINGUDEUL JJJJ

Iklan

39 pemikiran pada “Turn Back (Chapter 3)

  1. kyaaaaaaaaaaaaa TBC t(=O=t)
    mirae..youuuu stay away from baconnnnnn (bener gak sih basanya? kkk~ sok basainggris)

    nasib sehun gimana tuh thorrrr >< sma aku yah? *ditendang luhan*

    next chap thorr… jgn lama.. ntar aku karatan nunggunya bareng sooman*lho?

    kkk~ keep writing^^

  2. chap 4 mirae ama baekhyun punya anak donk xD .. biar si mirae (klo gk salah) gk bisa ganggu !. kan di chap 2 udh bikin xD *yadoong thinking*

    daebak tehoor !!

  3. AAAA~ #pingsan
    Baekhyun unyu banget, so sweet lagi >.< #mupeng #plak

    MIRAE! YOU MUST GET OUT FROM BAEKHYUN AND HEERA's APARTMENT!
    ugh, dasar benalu -.- #plak

  4. Ommo … Baekhyun knp segitu pabo nya … Masa bawa mantan pacar pulang .. Trus di ijin in tinggal di apartemennya. Brg istrinya ? Wajarlah heera marah .. Msh bagus ga di sambit panci hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s