Finding True Love (Chapter 3)

Author: Candlelovable

Genre: Romance/Adventure/Circle Love

Main Cast: Oh Sehun, Krystal Jung, Kai Kim, Choi Sulli, Park Chanyeol, Baek Suzy, Byun Baekhyun, Kang Jiyoung

Length: Multichapter

 

***

Sehun memimpin teman-temannya di sepanjang jalan. Mereka berangkat setelah makan siang sebentar, ini akan menjadi perjalanan yang sangat berat untuk para yeoja karena inilah pertama kalinya mereka mendaki gunung. Para yeoja berjalan ditengah-tengah, dengan Kai dan Baekhyun di sisi kanan dan kiri mereka sedangkan Chanyeol menjaga dari belakang. Udaranya sangat dingin dan agak sedikit berkabut. Krystal meniup-niup tangannya untuk membuatnya sedikit lebih hangat, lalu kemudian dia mengeratkan jaketnya seraya mengikuti langkah Sehun yang berjalan didepannya. Namja itu terus menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa semua temannya ada, dia juga terus mengawasi Suzy yang tampak agak kelelahan namun juga sangat bersemangat.

Perlahan bibirnya membentuk seringai kecil seraya mulai menaiki bukit. Lintasannya memang cukup melelahkan karena terus menanjak. Sulli merasa dadanya agak sedikit berat karena tekanan udara dan lintasannya yang menanjak. Hal itu membuatnya agak sulit bernafas. Dia hampir saja jatuh karena kehilangan keseimbangan, beruntung Kai langsung meraih tangannya. Keduanya bertatapan.

“Sulli-ah, kwaenchana?” tanyanya khawatir. Wajah Sulli sangat pucat, sudah pasti yeoja ini tidak baik-baik saja.

“ah, kwaenchana, dadaku agak sedikit berat,” Sulli tersenyum padanya seraya terus melanjutkan berjalan.

“aku tahu, ini pertama kalinya untukmu, aku sama sekali tidak terkejut,” Kai terkekeh pelan sambil menepuk-nepuk pundak Sulli. “mau ku gendong?”

“aniya… aku masih bisa berjalan!” Sulli tertawa dan tangannya mendorong dada Kai pelan.

“arasseo, bilang aku kalau kau ingin di gendong ya,” goda Kai sambil ikut tertawa.

Sulli hanya mengangukkan kepalanya, dia tahu Kai itu memang orang yang sangat humoris. Tapi biar bagaimanapun dia tetaplah seorang Cassanova dan Sulli sangat benci dengan tipe namja seperti itu. Kai mempunyai wajah yang sangat tampan dan tubuh yang tinggi, namun dia menggunakannya untuk mempermainkan semua yeoja, Sulli telah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah jatuh cinta pada namja itu, dia sudah cukuo tahu tentang reputasi Kai sebagai playboy selama ini.

Sehun berhenti sebentar untuk memanjat sebuah batu besar, lalu kemudian dia menoleh pada Krystal yang memang berjalan tepat di belakangnya. Tanpa ragu dia mengulurkan tangan pada yeoja itu. Wajah Krystal memerah seraya menerima uluran tangan itu.

“komawoyo,” ucapnya malu-malu.

“chomanaeyo, Suzy-ah Kajja!” Sehun meraih kedua tangan Suzy dan menarik tangannya dengan mudah seolah-olah tubuh sepupunya itu sangat ringan seperti bulu. Suzy tersenyum lelah lalu merangkul lengan Krystal.

Mereka semua mulai menaiki batu-batu yang cukup curam dan para yeoja membutuhkan banyak bantuan karena tubuh mereka sudah sangat kelelahan. Dada mereka semakin berat karena tekanan udara.

“Sehun-ah, kurasa kita harus berhenti sebentar,” kata Baekhyun pada Sehun ketika dia melihat wajah pucat Suzy, yeoja itu kesulitan bernafas karena udaranya sangat dingin. Chanyeol berjalan menerobos mereka semua untuk mencari tempat yang cocok untuk beristirahat. Dia melihat ada batu-batu berukuran sedang yang bisa dijadikan tempat untuk duduk.

“kurasa aku mendapatkan tempat yang bagus untuk beristirahat,” kata Chanyeol kaku seperti biasanya. “mungkin para yeoja ini perlu duduk dan meluruskan kaki mereka sebelum menjadi kram,”

“benar,” Sehun menganggukan kepalanya lalu merangkul bahu Suzy. Wajahnya sangat pucat dan hidungnya agak memerah. Dia mendudukan Suzy di batu lalu meluruskan kaki panjang sepupunya itu. “lelah kan? Sudah ku bilang tidak usah ikut, perjalanan ini tidak mudah”

“kau tidak akan bisa menyuruhku kembali bukan? Kita sudah mencapai hampir setengah jalan, kau sendiri yang bilang bahwa kita tidak akan turun sampai berada di puncaknya,” Suzy menjulurkan lidahnya, jelas sekali meledek Sehun.

Sehun tertawa pelan dan menepuk dahi Suzy sampai akhirnya mata kecilnya menangkap sosok Krystal yang sedang sibuk memijat-mijat kakinya. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan Suzy. Perlahan namun pasti Sehun mendekatinya dan mengambil tempat duduk tepat disebelahnya. Secepat kilat Krystal langsung menekuk kakinya karena terkejut dan malu.

“ya, jangan tekuk kakimu!” seru Sehun sambil buru-buru berlutut didepan Krystal dan mencengkram kakinya. “nanti kau bisa kram!”

“jinjja? Mianhaeyo…” kata Krystal malu sementara Sehun sudah mulai meluruskan kakinya, Krystal menggigit bibir kesakitan dan segera memegang bahu Sehun. “aww… sakit…”

“kakimu sudah kram, kenapa kau tidak memberitahuku atau Baekhyun? Dia kan berjalan didekatmu juga tadi,” Sehun membuka sepatu Krystal dan mendorong telapak kakinya kedalam. Yeoja itu kembali merintih kesakitan, tangannya meremas jaket Sehun dengan kencang,

“ha-habis kupikir aku bisa menanganinya… kupikir tak akan sesakit ini jadinya nanti,” ucap Krystal susah payah. Sehun tertawa pelan lalu mendorong telapak kaki Krystal kedalam lagi, menyebabkan rasa tidak menyenangkan itu menyerang betisnya lagi. “aww Sehun-ah… sakit sekali!”

“mian,” kata Sehun sambil terus menggerak-gerakkan kaki Krystal membuat yeoja itu ingin menangis karena kesakitan. “ini karena kau tidak pernah berjalan jauh, sebentar lagi kakimu akan baik-baik saja, jadi kumohon bersabar ya…”

Krystal menggigit bibir bawahnya malu karena wajah Sehun sangat dekat sekali dengan wajahnya. Kenapa namja itu sangat tampan sekali.

Sehun menoleh kearah teman-temannya. Chanyeol sedang mengecek kaki Jiyoung. Sepertinya yeoja itu juga kram kakinya.

“Baekhyun-ah, Kai-ah, sebaiknya kalian periksa kaki Suzy dan Sulli, mungkin kaki mereka kram juga,” kata Sehun pelan.

“keurom,” Kai mengangkat bahunya lalu berlutut didepan Sulli. Mata gadis itu menatap Sehun dan Krystal penuh rasa cemburu yang sama sekali tidak disembunyikan. Dia berharap bisa bertukar tempat dengan Krystal sekarang. “Sulli-ah, tolong luruskan kakimu,”

Sulli menatap Kai dengan agak sedih. Lalu perlahan dia meluruskan kakinya, tiba-tiba rasa sakit langsung menyerang kakinya. Sulli meringis menahan sakit, dia tidak pernah berpikir kakinya akan menjadi sakit seperti ini. Mungkin karena dia tidak pernah berjalan sejauh ini hingga akhirnya kakinya jadi mudah kram.

“kau cemburu?” bisik Kai tiba-tiba membuat Sulli terkejut untuk beberapa saat.

“kau… tahu?” Sulli mencengkram bahu bidangnya tiba-tiba begitu Kai menekuk telapak kakinya kedalam. “aww!”

“mianhae,” ujar Kai sambil memijat betis Sulli. “tentu saja aku tahu, ekspresi wajahmu terlalu mudah dibaca, kurasa kau tidak cukup pintar untuk menyembunyikan perasaanmu… atau mungkin… kau memang sengaja menunjukkannya?”

“ya, aku memang tidak pandai menyembunyikan perasaan pada orang yang kusukai, aku ingin terus berdekatan dengannya dan tidak ingin sekalipun melewatkan waktu untuk melihat wajahnya,” Sulli tersenyum berseri-seri seraya menatap Sehun yang masih mengobrol dengan Krystal. Kai menghela nafas. “pernahkah kau merasakan perasaan seperti itu Kai?”

“eh? Aku? Tentu saja aku pernah,” Kai menatap mata Sulli dan bibirnya menyunggingkan senyum lembut. Tiba-tiba Sulli merasa perutnya seperti dipenuhi ribuan kupu-kupu yang sedang berterbangan. Ekspresi Kai barusan terlihat sangat lembut dan sopan, padahal biasanya kalau di kampus dia suka sekali menyeringai seperti orang bodoh. “tapi aku cukup pintar untuk menyembunyikannya jadi tak akan ada yang tahu tentang itu,”

“jeongmalyeo? Kau bisa jatuh cinta?”

“aku bisa, hanya saja aku jatuh cinta pada yeoja yang salah,” Kai kembali memijat kaki Sulli. Yeoja itu mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Kai punya banyak sekali pacar, dan rata-rata mereka sangat cantik juga populer, kenapa juga dia harus merasa kecewa dan sedih hanya karena seorang yeoja. Dia bisa saja mendapatkan yeoja yang jauh lebih baik dari yang disukainya sekarang. “mungkin ini adalah hukuman untukku karena aku selalu mempermainkan banyak yeoja,”

Sulli tidak mengatakan apa-apa, kalimat tadi terdengar sangat lirih di telinganya. Dan lucunya kalimat itu keluar dari mulut seorang playboy yang sangat terkenal di kampus. Kai menatap Sulli lagi.

“dengar Ssul,” ucapnya tegas seraya memakaikan kembali sepatu Sulli pada pemiliknya. Dia tersenyum penuh kelembutan yang sekali lagi membuat kupu-kupu didalam perut Sulli kembali bergemuruh hebat. “Sehun pernah hilang di gunung selama 2 hari, kurasa dia sudah hafal daerah-daerah di sekitar sini, sekarang mari kita lihat takdirmu, kalau suatu saat nanti kau tersesat dan menemukan dia untuk pertama kali, atau mungkin kau tersesat bersamanya, bisa kupastikan dia memang namja yang tuhan takdirkan untukmu,”

“jinjja?” mata Sulli berbinar bahagia.

“ya, ini hanya teoriku untuk menguji takdir cinta seseorang,” Kai berdiri lalu menghela nafas. “dan biasanya, teoriku selalu berhasil dan tepat sasaran,”

“wow,” Sulli tampak sangat kagum dan Kai hanya terkekeh melihatnya.

Ya, teori yang dia buat sendiri 3 tahun yang lalu, namun dia tidak pernah mencobanya untuk dirinya sendiri.

 

***

 

Setelah 3 jam berjalan, akhirnya Sehun memutuskan untuk bermalam. Dia menemukan tempat berkemah yang dekat dengan sebuah danau dan kemudian bersama ketiga sahabatnya mulai mendirikan tenda. Para yeoja pun mulai sibuk memasak untuk makan malam. Baekhyun dan Chanyeol membuat api unggun, udara semakin dingin menusuk tulang sampai-sampai nafas mereka pun berasap. Setelah selesai makan malam para remaja itu duduk mengelilingi api unggun seraya mengobrol tentang apa yang akan mereka temukan di puncak gunung nanti.

“rasanya itu seperti kau sedang berdiri diatas awan, kau tak akan mampu melukiskan perasaanmu lewat kata-kata, segalanya sangat sempurna,” kata Sehun berseri-seri. Otaknya kembali mengingat momen dimana dia dan teman-temannya berdiri di puncak gunung ini dan melihat matahari terbit. Rasanya sungguh luar biasa. Dan untuk kedua kalinya dia bisa merasakan momen itu lagi di gunung ini.

“daebak! rasanya pasti asyik sekali! Aku jadi tidak sabar ingin segera sampai ke puncaknya!” seru Suzy riang.

“teruslah tatap puncak gunung itu, beritahu hatimu untuk tidak cepat menyerah,” kata Baekhyun sambil menunjuk puncak gunung Gyeryong yang masih terlihat agak jauh. “momen itu sangat luar biasa, bukan begitu, teman-teman?”

“ya, dan ini kedua kalinya kita mendaki gunung ini,” Chanyeol mengangkat kedua bahunya. “walaupun kita mempunyai sedikit masalah pada saat itu,” dia menyenggol lengan Sehun yang hanya tertawa pelan.

“masalah?” Jiyoung mengernyit. “masalah apa?”

“Sehun pernah hilang di gunung ini,” jelas Kai pada Jiyoung dan Krystal yang memang belum tahu tentang cerita ini. Suzy dan Sulli hanya diam mendengarkan tanpa berkata apa-apa. “saat kita sedang memasuki hutan, Sehun terpisah dari kami dan tiba-tiba dia menghilang, kami mencoba mencarinya di sekitar kami namun dia tidak ada dimana-mana,  kupikir kau sudah mati saat itu Sehun-ah, aku sudah membayangkan kau terjatuh ke jurang atau kenapa, benar-benar menegangkan,”

Sehun terkekeh geli mendengar ucapan Kai.

“dan akhirnya kami berusaha mencarinya dengan menyusuri hutan itu selama 2 hari, kami membuat perjanjian untuk tidak pulang sebelum menemukan Sehun dan kembali bersama-sama, dan tiba-tiba dia muncul entah darimana seperti hantu,” kata Baekhyun seraya tergelak.

“bagaimana perasaanmu saat itu Sehun-ah? Takut?” tanya Krystal penasaran. Baginya, hilang di gunung bukanlah suatu hal yang sangat menyenangkan.

“takut?” Sehun tersenyum tipis. “tentu saja aku sangat takut, tapi apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa berdoa pada tuhan agar dia menjagaku hingga aku bisa bertemu dengan teman-temanku, aku tidak bisa menemukan jalan dimanapun, semuanya seperti hilang, aku bahkan tidak bisa mendengar suara apapun disekitarku, rasanya seperti ada di dimensi lain saja, segalanya benar-benar hilang,”

Mereka semua bergidik ngeri. Terutama para yeoja, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika mereka berada di posisi Sehun saa itu. Berjalan tak tentu arah, sendirian dan ketakutan. Mungkin lebih baik mati saja sekalian daripada harus melewati 2 hari dengan berjalan-jalan sendirian seperti itu.

“lalu apa yang kau lakukan selama 2 hari itu?” tanya Jiyoung.

“berjalan, berjalan dan berjalan, aku bertekad pada diriku sendiri kalau aku tidak ingin mati disini, aku makan apapun yang bisa kumakan, aku minum dari air danau, aku bahkan memakan dedaunan karena tidak ada makanan yang bisa kutemukan lagi disini,” Sehun melipat kedua tangannya didada. Tersenyum lebar mengingat pengalamannya itu. “kurasa itu adalah pengalaman terhebat yang pernah kudapatkan, hilang di gunung,”

“mungkin aku tak akan bisa bertahan kalau aku jadi kau Sehun-ah,” kata Jiyoung ngeri.

“aku tahu, tapi aku megambil sisi positif nya saja Jiyoung-ah,” kata Sehun seraya meneguk kopi susunya. “inilah yang kita sebut sebagai pengalaman, kita harus menjaga diri kita dimanapun kita berada, setiap manusia akan selalu bertemu dengan hal-hal yang berbahaya kita harus tahu bagaimana cara menanganinya dan mempelajarinya sebagai pengalaman untuk diri kita sendiri,”

“whoa… aku tidak tahu kalau kau memiliki suatu pengalaman yang menegangkan seperti itu,” kata Sulli sambil tersenyum.

Sehun balas tersenyum lalu kemudian berdiri. “arasseo! Sebaiknya kita semua tidur, besok kita akan kembali melanjutkan perjalanan,”

“keurae,” teman-temannya mengangguk patuh lalu satu-persatu masuk kedalam tenda. Tiba-tiba Sehun menepuk kepala Krystal yang hendak masuk kedalam tenda. Yeoja cantik itu menoleh dengan agak terkejut.

“selamat tidur,” ucap Sehun sambil tersenyum lembut. Krystal menunduk malu, kedua pipinya merona merah.

“ne, selamat tidur, komawoyo Sehun-ah,” Krystal tersenyum bahagia. Jantungnya berdebar-debar dan dia segera masuk kedalam tenda. Jiyoung menatapnya heran.

“Krystal-ah, waeyo? Wajahmu kenapa merah seperti itu?” tanya Jiyoung keheranan.

“ani, tidak ada apa-apa Jiyoung-ah,” Krystal tersenyum lagi lalu kemudian membalikkan tubuhnya kearah lain agar Jiyoung, Suzy dan Sulli tidak melihat wajah sumringahnya.

“anak aneh,” Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.

 

-TBC-

Annyeooong Chingudeul^^ komawoyo buat komentar-komentarnya yaaa… aku jadi terharu ngeliat support chingudeul semua sama fanfic ku *sob* rata-rata pada bilang kependekkan ya?? Miaaan… *deep bow* mungkin chapter yang ini juga agak kependekkan tapi aku bakal berusaha manjangin di chapter selanjutnya!! Mohon dimaklumi yaaaa *author gagal* *bow 90 degrees*

Iklan

24 pemikiran pada “Finding True Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s