Half of My Heart: Kris

Sub Title         : Ice Cream With Love

Author            : Kim_Mus2 & Inhi_Park

Main Casts      : Kris a.k.a Wu Yi Fan & Cho Sunhi

Cameo                        : Boram, Cho Sunhi’s Angel & Kris’ Angel

Length                        : Series

Genre              : Romance, Fantasy(5%), Comedy (Garing banget segaring kerupuk)

Rating             : General

Summary        : Aku tak pandai meraih hatimu, yang ku tahu kaulah yang selalu ada dalam benakku.

<3<3<3

(Sunhi’ s Side)

Kruyuukk…kruyuuuk….

Aaiiisshhh, jinnjjayo… lapar banget, cacingnya gak mau kompromi nih heuuuhhh. Untungnya sekarang istirahat, aku mau buka bekalku dulu aah…. Tapi, saat kubuka tas dengan perlahan… Oh God! o_O bekalku mana? Aku musti makan apa? Ugh dasar pikun, ko bisa-bisanya aku ga masukin itu bekal ke tas, ngapain aja sih aku tadi pagi?

(Author’s Side)

Melihat, Sunhi yang panik dengan bekalnya yang ketinggalan, sesosok malaikat yang selalu ada di samping Sunhi pun protes-protes ga jelas.

“Kamu sih… malemnya malah baca fanfiction mulu, makanya bangun kesiangan, trus ga sarapan, trus ga mandi pula, dasar jorok! Aku malu jadi malaikat pendampingmu. Kenapa musti aku sih yang jadi malaikat pendampingmu Cho Sunhi? Aku cape nulisin semua amal perbuatanmu tiap hari, kerjaan kamu ga ada yang beres. Buang-buang waktu saja, mendingan aku cari pacar.” *malaikat macam apa sih lu?*

Memang sial nasib si malaikat. Dia harus mengikuti Sunhi kemanapun dia pergi, ke sekolah, ke mall, ke kafe, dan hal yang paling menyakitkan adalah saat dia harus mengikuti Sunhi ke WC, soalnya yeoja yang satu ini  doyan mencret#oops diare maksudnya.

Kebiasaan yeoja ini juga bisa dibilang kelewat unik, jika dibandingkan dengan kebiasaan yeoja pada umumnya. Penasaran, kenapa bisa kelewat unik? Kita saksikan adegan selanjutnya.

<3<3<3

“Ya ampun musti sampe kapan aku nahan lapar? Aku kan ga suka bawa dompet. Ga ada makanan bekal bener-bener musibah, iiissshhh sial banget sih!” Sunhi menggerutu sendiri di tempat duduknya.

Sebenarnya bisa saja Sunhi meminjam uang pada para sahabatnya di kelas, tapi itu jelas-jelas melanggar moto hidupnya, “berhutang pangkal miskin dan pelit pangkal kaya.”* ini anak dapet ilmu kaya gitu darimana sih? ckckck*  Mungkin maksudnya adalah jangan membiasakan diri bergantung pada orang lain supaya tidak bermental miskin dan harus bisa hidup hemat supaya uang tidak digunakan untuk hal yang sia-sia.

Prinsip hidup Sunhi memang cukup keren tapi masalah perutnya sudah gawat darurat. Yeoja ini baru bisa bertahan hidup di sekolah kalau dia sudah makan minimalnya 5 buah roti panggang yang dilapisi beraneka selai buah, 2 buah goreng telur mata sapi, 3 bungkus cereal coco crunch plus 5 gelas susu. Sialnya, tak satu pun dari makanan itu menyangkut di perutnya saat ini. Alhasil, Sunhi kehilangan gairah hidupnya, keluar keringat dingin dari seluruh tubuhnya dan mukanya benar-benar pucat# lebay banget nih kondisinya.

Pada intinya, yeoja yang satu ini doyan makan. So, sekalinya ga makan, dia bakal semaput. Satu hal yang ajaib pada diri Sunhi adalah meskipun dia makan banyak, tapi tubuhnya tetap langsing. Rahasia kelangsingannya itu tak lain dan tak bukan adalah karena rutinitas mencretnya.

Di tengah kegalauan dan penderitaan berkepanjangannya itu, tiba-tiba muncul sesosok manusia jangkung yang tampan berjalan menghampiri Sunhi yang sedang lesu meletakkan kepalanya diatas meja, sementara tangannya sibuk meremas-remas perut kemplengnya. Namja itu sepertinya membawa sesuatu yang mampu membangkitkan gairah hidup Sunhi kembali. Apakah itu? Ya benar! MA-KA-NAN.

Namja itu semakin mendekat sambil membawa rantang putih bermotif hati. Aroma masakan itu semakin kuat dan berhasil membangunkan semua indera pada tubuh Sunhi, yang secara otomatis membuatnya duduk dengan tegak di kursinya dan matanya kembali berbinar-binar.

“Sunhi-sshi, boleh aku duduk di dekatmu?” tanya sang namja.

“Ah ne..ne..ne.. ada perlu apa Kris-sshi?” Sunhi menjawab dengan antusias sambil terus memperhatikan rantang, dan mengabaikan  sang pemilik rantang.

“Mau makan bersamaku?” Kris menawarkan dengan wajahnya yang datar dan nada bicaranya yang dingin.

“Tentu saja, kau baik sekali Kris-shii, kau penyelamatku, kau segalanya deh pokoknya, aku senaaaanngggg sekali.” Jawab Sunhi kegirangan sambil nyengir-nyengir kaya kuda.

“Ah… nde, ayo kita makan.”

Sunhi makan dengan lahap dan begitu juga dengan Kris. Ternyata, Kris membawa dua set rantang dengan menu-menu yang sama, diantaranya ada ayam bakar, bibimbap, kimchi, dan sushi. Melihat pemandangan yang tidak biasa itu, semua siswa di kelas sibuk membicarakan mereka tapi mereka berdua tetap larut dalam dunia makanannya.

“Aaah…. Kenyangnya…. Sekarang badanku seperti hidup lagi, jeongmal kamsahamnida Kris, kamsahamnida..kamsahamnida..kamsahamnida! Sunhi berterimakasih sambil terus menjabat tangan Kris. Karena kelakuannya itu, wajah Kris langsung memerah dan menjawab dengan terbata-bata, “ne…cheon-ma-ne-yo, bisa-kah ki-ta-makan-ber-sa-ma lagi be-sok?” Tanpa pikir panjang Sunhi pun langsung menjawab, “ne..ne..ne.. biar aku saja yang bawa makanannya untuk besok, otte? Aku ingin berterima kasih padamu.”

Mendengar jawaban Sunhi itu, tiba-tiba Kris berteriak, “Andwaee!! Aku saja yang bawa makanannya.” Sunhi benar-benar kaget dan tak habis pikir dengan apa yang dilakukan si mantan member timnas basket korea ini, yang biasanya hanya diam, menggeleng, atau mengangguk saja jika berinteraksi dengan orang.

“Aaah, ne Kris, makananmu enak sekali, jeongmal masshita! Aku jadi tak sabar ingin cepat-cepat besok hehe.”  Jawab Sunhi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Kris pun mengangguk dan pergi meninggalkan Sunhi begitu saja.

<3<3<3

Keesokan harinya, Sunhi dan Kris kembali makan siang bersama di bangku Sunhi. Sedikit berbeda dari kemarin, setelah makan Kris mengajak Sunhi untuk pergi ke suatu tempat.

“Sunhi, apa kau punya waktu hari ini?” tanya Kris sedikit ragu.

“Ne… waeyo Kris?” Sunhi balik bertanya karena penasaran.

“Kalau kau tidak keberatan, apa kau mau datang ke cafeku sepulang sekolah nanti?” Kini ucapan Kris terdengar lebih bersemangat.

“Keurrae… sepertinya menyenangkan, aku boleh makan banyak kan disana? Hehehe” ujar Sunhi sedikit menggoda Kris.

“Tentu” jawab Kris singkat.

At Kris’ Café

Sesampainya di café, Kris mengajak Sunhi memasuki sebuah ruangan khusus yang bisa dibilang sebagai ruangan eksperimen pribadi milik Kris. Ruangan ini dilengkapi dengan alat-alat memasak yang canggih. Semua barang yang diiklankan di channel home shopping sudah tersedia di ruangan ini. Selain itu, ruangan ini juga memiliki sebuah ruangan kecil di dalamnya yang bisa disebut freezer, karena isinya memang bahan-bahan makanan yang masih segar.

“Kris, apa yang akan kita lakukan disini?” tanya Sunhi sambil celingak-celinguk mengamati setiap sudut ruangan.

“Aku mau memasak untukmu.” Jawab Kris dengan wajah datarnya.

“Jinjjayo? Kau bisa memasak Kris? Apa makanan yang tadi juga kau yang membuatnya?” Sunhi menghujani Kris dengan berbagai pertanyaan saking kagetnya mendengar Kris bisa memasak.

“Ne… hari ini aku ingin membuat resep ramyun baru dan aku ingin kamu mencobanya, otte?” jelas Kris pada Sunhi.

“Horeeee… aku suka sekali ramyun Kris, kajja palli…pallli…aku ingin segera mencobanya.” Sunhi selalu kegirangan kalau sudah ditawari makanan favoritnya itu.

“Baiklah, tunggu sebentar ya.” Ujar Kris mencoba menenangkan Sunhi yang sedang berjingkrak-jingkrak tak jelas di samping meja makan.

Beberapa menit kemudian

“Ini dia ramyunnya.” Kris datang dengan semangkuk ramyun untuk Sunhi.

“Yaaayy… akhirnya jadi juga. Selamat makan!” Sunhi langsung mencicipi kuah ramyun dengan sendoknya dan tiba-tiba berhenti sejenak sambil memandang Kris.

“Otte? Apa ada yang kurang? Kurang garamkah? Atau mungkin gula? Apa kuahnya kurang kental? Atau mienya kurang matang? Otte Sunhi?” Kris tiba-tiba berubah menjadi namja yang cerewet. Benar-benar kejadian yang langka.

“Aniya Kris… ini enak sekali. Aku tak pernah memakan ramyun seenak ini, jeongmal masshita! Kris Daebakk…daebak…daebak!”  Sunhi terus memuji Kris sambil mengacung-acungkan kedua jempolnya.

“Ah jinjjayo? Kalau begitu coba jajangmyeon ini, bibimbap ini juga, kimchi juga, salad ini juga, terus cap cay juga, tadi aku memasak ini semua, nanti beritahu aku ya kalau rasanya kurang pas.” Kris terus menyajikan masakan-masakannya pada Sunhi dan kini Sunhi hanya bisa menganga melihat kelakuan Kris yang ternyata adalah cooking freak.

“Oh iya, aku juga punya ice cream dan yoghurt, aku ambil dulu ya.” Lanjut Kris sambil meninggalkan ruang eksperimennya itu.

Tak lama kemudian, Kris kembali sambil membawa banyak ice cream dan yoghurt dengan berbagai rasa. Kalau boleh jujur, sekarang ini Sunhi memang sangat bahagia mendapatkan banyak makanan tapi lama kelamaan Kris jadi sangat menakutkan.

“Sunhi, bagaimana makanannya? Apa rasanya kurang pas? Coba aku cicipi dulu kimchinya, hmmm…sepertinya kurang pedas, cap cay nya kurang asin, bagaimana menurutmu?” Kris semakin cerewet dan terhanyut dalam dunianya sendiri.

“Aku rasa sudah pas Kris” jawab Sunhi dengan memasang muka polosnya.

“Belum Sunhi! Terutama cap cay, aku rasa ini benar-benar hambar. Tunggu ya! aku mau menambahkan garam dulu.” Sunhi benar-benar tak habis pikir dengan namja di hadapannya itu. Dia meminta pendapat orang lain, tapi dia sendiri yang memutuskan.

“Ini dia cap cay nya Sunhi, give it a try”

“Oh…okay! Hmmm… masshita Kris!”

“Jinjjayo? Coba aku cicipi. Aaah ini masih kurang garam, aku tambah dulu ya.”

Beberapa menit kemudian Kris datang lagi dengan capcay yang sama dan menurut Sunhi rasanya tak berubah sama sekali. Tapi, Kris terus saja menambahkan bumbu-bumbu lain dan meminta Sunhi mencicipi dan mengomentarinya meskipun sebenarnya komentar Sunhi tak pernah digubris sama sekali. Lama kelamaan, Sunhi kesal dengan Kris dan memutuskan untuk pulang.

“Stop Kris, Stop! Aku sudah tak tahan lagi mencicipi makananmu, bahkan kamu tidak memberiku kesempatan untuk berkomentar. Aku pulang saja kalau begini.” Ujar Sunhi dengan nada suara yang tegas.

Karena terlalu shock, Kris hanya bisa diam mematung melihat Sunhi yang pergi meninggalkannya.

<3<3<3

Kini sudah satu minggu Sunhi tidak berbicara dengan Kris lagi. Setiap hari Sunhi tak lupa membawa bekal makanan yang banyak dan memakannya sendiri di bangkunya tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

“Kris…Kris… ku dengar kau jago masak ya? Tolong buatkan aku spaghetti dong ya… yang pedas kalau bisa, soalnya aku lagi kecanduan spaghetti nih!” Seorang yeoja bernama Boram terus bergelayut pada Kris dengan manja. Sayangnya Kris tidak merespon sedikitpun ucapan yeoja itu, karena matanya sedang sibuk memperhatikan seorang yeoja yang sedang makan seperti kesetanan di bangku pojok paling belakang.

“Kris!!! Kris!!! Kris!!!” Boram terus berteriak memanggilnya, tapi Kris malah pergi meninggalkannya.

At Café

“Kris aku datang!!!” Boram berlari ke arah Kris yang sedang sibuk bereksperimen di ruangan pribadinya. Kris tentu saja kaget dengan kedatangan yeoja yang tidak diundang ini.

“Boram-sshi, bagaimana kau tahu tempat pribadiku ini? Hanya orang tertentu yang tahu tempat ini.” Tanya Kris penasaran.

“Gampang saja, tinggal membuntutimu sebentar, lokasi ini tidak terlalu sulit ditemukan.” Jawab Boram dengan bangga.

“Ayo buatkan aku Spaghetti pedas sekarang juga!” Boram sedikit meninggikan suaranya.

“Baiklah, tunggu sebentar” Pinta Kris sedikit menyerah.

“Okay, kalo begitu selagi kamu memasak, aku akan memanggil seseorang dulu kesini.” Ujar Boram sambil berlalu meninggalkan ruangan.

Beberapa Menit Kemudian

“Sunhi…?” gumam Kris sedikit tak percaya dengan kedatangan yeoja yang sudah memprotesnya satu minggu yang lalu, yeoja yang sebenarnya sangat dia tunggu kehadirannya.

“Ya benar, ini Sunhi dan aku mengajaknya kemari untuk berduel!” Jawab Boram dengan lantang.

“Apa maksudmu Boram? Bukankah kita kesini untuk makan spaghetti bersama?” tanya  Sunhi dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Hah, dasar kau ini yeoja pabo! Itu Cuma alasanku saja supaya kamu mau datang kesini. Sekarang ayo kita bertanding memakan 50 piring spaghetti yang paling pedas dalam waktu 10 menit. Siapa yang gagal menghabiskan sphagetti itu, harus menyerahkan Kris pada pemenangnya, arrachi?”  jelas Boram panjang lebar.

“Mwo?! Shireo! Aku tak pernah menyetujui pertaruhan seperti itu. Kenapa pula aku harus bertaruh mendapatkan Kris? Aku tak ada urusannya dengan hubungan kalian. Aku pulang saja!” Sunhi menolak tantangan Boram dengan tegas.

“Tak ada urusan katamu? Kris menyukaimu dan aku tak suka itu! Aku sudah menyukai Kris sejak SD. Akan kubuktikan kalau aku mencintai Kris lebih dari siapapun!” Boram terus berteriak dan semakin menjadi-jadi.

Braaaakkkkkk

“Hentikan!!!” akhirnya Kris pun angkat bicara.

“Boram, kalau kamu memang menyukaiku, tunjukkan dengan cara yang lebih baik! Jangan ganggu Sunhi!” Bentak Kris pada Boram.

“Sunhi, sebaiknya kau pulang saja.” Kris menurunkan volume suaranya pada Sunhi.

“Tidak!  Kalau sudah begini, aku akan menerima tantanganmu Boram! Aku bukan pengecut. Pertandingan apapun pasti aku yang menang.” Tegas Sunhi.

“Baguslah, keluarkan spaghettimu yang paling pedas sebanyak mungkin Kris!”

Lima menit kemudian

“Haaahhh…haaahh…haaahh…” Boram mulai terengah-engah karena kepedasan. Sementara itu Sunhi sudah mulai melahap spaghettinya di piring yang kesepuluh.

Delapan menit kemudian

Wajah Boram sudah seperti kepiting rebus, benar-benar merah. Asap sudah mengepul dari kepala dan lubang hidungnya. “Hussshhh….husssh….hussshhh….air Kris…cepat air Kris! Air!” pinta Boram sambil terus meniup-niupkan angin dari mulutnya yang sudah kebakaran itu. Sekarang ini Boram sudah menghabiskan hampir 10 galon air mineral, padahal dia baru memakan spaghetti di piring yang kelima.

Sepuluh menit kemudian

“Yaaaayyyy… selesai!!! Jeongmal masshita!” Sunhi berteriak kegirangan karena telah menghabiskan semua spaghetti.

Sementara itu, di samping Sunhi, seorang yeoja berambut ikal hitam panjang sedang terkulai lemas sambil memeluk piring berisi spaghetti. Sunhi benar-benar kaget dan bingung karena sudah membuat anak orang jadi semaput seperti itu.

“Gwaenchanayo Boram?!” tanya Sunhi panik.

“Baiklah, kau yang menang Sunhi. Aku akan menepati janjiku. Kuserahkan Kris padamu, aku pergi sekarang.” Boram mengakui kekalahannya.

“Aku mengakuimu sebagai yeoja sejati Boram!”  timpal Sunhi dengan tegas.

“Arasseo!” ujar Boram sambil meninggalkan Kris dan Sunhi kemudian keluar dari ruangan dengan langkahnya yang gontai.

(Sunhi’s Side)

Perutku sakit sekali, panas dan perih rasanya. Penyakit typhusku kambuh lagi, aku harus segera pulang.

“Aku pulang dulu Kris” kataku sambil memegangi perut.

“Kau yakin bisa pulang sendiri? perlu aku antar?” sepertinya Kris menyadari kondisiku.

“Tak perlu, aku bisa sendiri ko.” Jawabku, mencoba meyakinkan.

Semua terlihat kabur, perutku sakit sekali…

Bruukk

“Sunhi! Sunhi!!! Ireona!!!” terdengar suara Kris samar-samar. Aku tak tahu lagi bagaimana kelanjutannya setelah itu, karena aku tiba-tiba sudah berada di rumah sakit.

At Hospital

“Eomma… ini ice cream dari mana? Apa aku sudah boleh memakannya?” tanyaku polos. Padahal aku sudah tahu dengan kondisi perutku yang seperti ini, makanan seperti ice cream dianggap benar-benar tabu.

“Tentu chagiya! Kau boleh memakannya sebanyak mungkin, ini akan mempercepat kesembuhanmu.” Jawab eommaku terlihat begitu yakin.

“Jinjjayo eomma? Kalau begitu, bawakan untukku setiap hari ya.” Senang sekali rasanya bisa makan ice cream sepuasku haha, apa lagi ice creamnya bisa membuatku sembuh. Mana boleh ditolak.

(Author’s Side)

Khasiat ice cream itu ternyata bukan main-main. Kondisi Sunhi membaik dengan total hanya dalam waktu satu minggu. Meskipun Sunhi senang bisa sembuh total, tapi dia merasakan sedikit keganjilan pada  ice cream yang dimakannya.

“Eomma, sebenarnya siapa yang membuat ice cream itu? Kenapa saat aku tanya pada dokter dan suster, mereka sama sekali tidak tahu?” Sunhi benar-benar penasaran dengan asal-usul ice cream itu.

“Baiklah, sepertinya sekarang saat yang tepat untuk memberitahumu Sunhi. Nak Kris, masuklah.”

Mata Sunhi terbelalak saat mendengar nama yang disebut ibunya dan melihat sesosok namja bertubuh jangkung yang sudah berdiri di hadapannya saat ini.

“Kris? Kenapa dia ada disini eomma?” tanya Sunhi semakin bingung dan penasaran.

“Sunhi-aah, Kris adalah orang yang membawamu ke rumah sakit dan membuatkanmu ice cream penyembuhmu itu. Kau harus berterimakasih padanya chagi” Eomma Sunhi mencoba memberitahukan hal yang sebenarnya.

“Jeongmalyo?!” Sunhi tidak menyangka kalau Kris bisa membuat makanan yang bisa membuatnya sembuh total.

“Ne… kalau begitu, eomma tinggal dulu ya. Kalian bisa mengobrol dulu.”

Setelah eomma Sunhi keluar, akhirnya Kris pun memulai percakapan.

“Mmmm… Sunhi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi aku mohon kamu jangan menertawakanku ya.” Kali ini Kris benar-benar gugup, keringat dingin pun bermunculan di wajahnya yang tampan.

“Eoh… marebwa! Aku tak akan menertawakanmu, janji deh.”

“Begini Sunhi, aku harus mulai dari mana ya? Mmm… jadi begini, ah bukan. Maksudnya, aku…eeeuuhhh… aku…nan…nan jeongmal saranghaeyo Cho Sunhi! Aku menyukaimu sejak pertama masuk SMA, aku selalu ingin membuatkanmu banyak makanan, soalnya kamu suka makan kan? Mianhae sudah memaksamu mencoba banyak masakanku yang tidak enak. Aku Cuma ingin membuatmu bahagia, sungguh! Cho Sunhi… Nae yeojachinguga doejullae?!” Kris terlalu nervous dan merasa kehilangan banyak tenaga setelah mengungkapkan semua isi hati dan pikirannya itu.

“Pfffttttt…..”

“Yaa! Tadi kan kau sudah janji tak akan tertawa Cho Sunhi!” protes Kris kesal.

“Mianhae Kris, mianhae…” Ucapan Sunhi terpotong.

“Eh? apa kau menolakku?” tanya Kris dengan wajah yang lesu.

“Pabo! Nado Saranghae Kris! Jeongmal gomawoo… untuk semuanya selama ini, cintamu, perhatianmu, semuanya.”

“Gomawoo Sunhi-aah.”

~Chup~

Kecupan lembut Kris mendarat di kening Sunhi, yang berhasil membuatnya tersenyum sendiri hampir selama 10 menit sambil menatap wajah Kris penuh arti.

“Sadar Sunhi sadar! Cium bibirnya sekarang! Ayo! Ayo! Mumpung dia lagi duduk di sebelahmu!” sang malaikat pendamping Sunhi yang entah sejak kapan kembali menemani Sunhi setelah sebelumnya memutuskan pergi untuk mencari pacar, berteriak-teriak tidak jelas memprovokasi Sunhi untuk melakukan tindakan agresif.

“Nona, saya mohon anda jangan berkata seperti itu. Perkataan anda melanggar etika kemalaikatan.” Seorang malaikat tampan yang notabene adalah malaikat pendamping Kris itu menghampiri malaikat Sunhi dengan tatapan yang dingin.

“Omonaa… ganteng sekali, aku…aku…aku…aku…aku jatuh cinta… uuuu yeaaahhh!!!” batin malaikat pendamping Sunhi bersorak ria. Tanpa pikir panjang, malaikat Sunhi yang bernama Jihyun itu pun langsung menyatakan cintanya pada malaikat bermarga Jung itu.

“Will you be my baby?” tanya Jihyun dengan tatapan mata yang bersinar.

“Mwoooo??”

<3<3<3

“Sunhi-aah, hari ini aku membawa ice cream vanilla untukmu. Palli moko!” Ujar Kris sambil memberikan semangkuk ice cream yang langsung membuyarkan lamunan Sunhi.

“Suapi aku dong chagiya, hehe” pinta Sunhi manja.

“Ne… aaahhhh….good girl!” Kris memberi Sunhi sesuap demi sesuap ice cream vanilla itu. Sesekali Kris membelai rambut Sunhi sambil menatap wajahnya yang tak henti membuatnya tersenyum, terutama karena yeojachingunya itu memakan ice creamnya dengan ceria.

“Ngomong-ngomong, bagaiamana cara membuat ice cream berkhasiat ini Kris? Beritahu aku, please…aku penasaran tingkat dewa nih, ice cream buatanmu ini hebat sekali”

“Cara buatnya gampang ko Sunhi, yang susah itu mencari bahannya. Hal yang paling penting itu adalah ekstrak cacing tanah yang nantinya dicampur ke adonan ice cream.”

“Chankaman, mwo?!!! Cacing?!!!” Mata Sunhi hampir keluar saking tak percayanya dengan perkataan Kris.

“Hooooeeeeeeekkkkkkkkkk!!!!!!”

THE END

Readerrrsssssssss!!!!! # teriak-teriak sambil jingkrak2 bareng Baekhyun dan D.O

How are you today?* basa-basi banget

HMH abang Kris udah keluar nih…gimana? gimana? Serukah? Gajekah? Ga mutukah?

Authors bingung bgt nih mau digimanain ceritanya abang Kris ini, tapi syukurlah rampung juga ini ff# eelaahh bahasanya ‘rampung’ hehe ^^

Oiya, udah nyampe seri yang ini baru keingetan

Salam kenal ya chingudeul semuanya…

Bagi yang mau jadi temen authors# emang ada yang mau? Hehe

Follow twitter kite nyok @kim_mus2 , kalo buat account yang  author inhi_park entar nyusul deh ya readers. Nanti kita follback ko hehe ^^

Mianhae authorsnya banyak cingcong. Happy RCL deh ya chingudeul….

Iklan

80 pemikiran pada “Half of My Heart: Kris

  1. Ceritanya keren thor. Cuma alurnya terlalu cepet. Plotnya juga terlalu buru buru. Jadi kurang srek xD tapi udh keren kokk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s