My Best Oppa! (Chapter 2)

Author :Byun_HeeBin

Title : My Best Oppa!

Main Cast :

  • Byun Baekhee  (OC’s)
  • Byun Baekhyun  (EXO-K)

Support Cast :

  • Kin Joonmyun a.k.a Suho (EXO-K)
  • Do Kyungsoo a.k.a Dio      (EXO-K)
  • Oh Sehun                            (EXO-K)
  • Park Chanyeol                    (EXO-K)
  • Kim Jong In a.k.a Kai         (EXO-K)
  • Lim Hyorin                           (OC’s)

Genre : Family, Romance, Comedy (?)

Rating : PG

Hwaa… Gomawo *bow setelah chapter 1 banyak yang suka*PD, akhirnya author memutuskan untuk meneruskan FF ini! *seneng

Okehh langsung aja deh di baca…

REVIEW

“Baekhyun-a?” Panggil seseorang di belakangnya. Baekhyun tersenyum bahagia, ia mengenali suara itu. Dengan nafas yang masih tersengal, ia pun perlahan berbalik menghadap orang yang telah memanggilnya.

“Nunaaa!!” Teriak Baekhyun bahagia setelah melihat sosok wanita yang dirindukannya tengah berdiri di hadapannya dengan tersenyum manis ke arahnya.

***

CHAPTER 2 : MY LIFE (내 인생)

“Kabarmu baik-baik saja?” Baekhyun memulai percakapannya kepada seorang wanita yang kini tengah terduduk di sebuah bangku taman bersamanya.

“Eum.. Aku baik-baik saja!” Jawab wanita itu yang bernama Hyorin –wanita yang sudah lama Baekhyun sukai- sambil mengangguk.

“Ee.. bagaimana dengan kegiatan trainee-mu? Berjalan lancar?”

“Sejauh ini masih berjalan dengan lancar, yah.. meskipun peraturan-peraturan mereka benar-benar membuatku pusing!” Tutur wanita berambut panjang hitam pekat itu.

“Jinjja? Hajiman.. Nuna harus tetap semangat! Aku yakin setelah kau debut nanti, kau pasti akan menjadi aktris terkenal!” Baekhyun mencoba sekedar memberi semangat.

“Mm.. Arraseo!” Dan mereka pun kembali larut dalam keheningan.

“Ee.. Baekhyun-a!” Panggil Hyorin memecahkan keheningan di antara mereka.

“Ne?”

“E.. nega.. bogosipho jugketsso (Aku sangat merindukanmu)!” Ujar Hyorin tersipu malu yang berhasil membuat wajah Baekhyun memanas dengan seketika.

“Benarkah?” Tanya Baekhyun memastikan. Dan Hyorin pun menganggukkan kepalanya perlahan dengan tertunduk –tak berani menatap wajah Baekhyun yang kini terlihat sangat bergembira.

“E.. Nado!” Gumam Baekhyun lirih semakin menambah rona merah di kedua pipi Hyorin.

“Ohya, kemarin aku sudah melihat penampilanmu di televisi!”

“Jinjja? Lalu.. bagaimana menurutmu?” Tanya Baekhyun antusias.

“Kau dan teman-temanmu terlihat sangat keren!” Jawab Hyorin dengan menyunggingkan senyumnya.

“Ah.. Gomawo nuna!” Ujar Baekhyun berterima kasih. Mereka pun kembali terdiam, ketika kemudian tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Hyorin yang bergetar dengan cukup kencang.

“Oh! Chankaman!” Perintah Hyorin lalu merogoh saku jaket rajutnya.

“Yoboseyo?” Sahut Hyorin setelah menekan tombol hijau di ponselnya.

“Ya! Neo eoddiseo?!Cepat kembali!” Teriakan seseorang di seberang berhasil membuat Hyorin reflex menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Ye~ Unni, aku akan segera pulang!” Kata Hyorin setelah merasa teriakan eonninya sudah mereda lalu segera memutuskan hubungan sambungan telepon mereka.

“Ee… Baekhyun-a! Sepertinya.. aku..”

“Ne, Pulanglah! Lagipula ini sudah hampir larut malam! Kau beristirahat saja!” Potong Baekhyun.

“Em.. Mianhae Baekhyun-a!”

“Gwenchana!”

“Kalau begitu, Aku pulang!” Kata Hyorin dan beranjak bangun dari duduknya di ikuti oleh Baekhyun.

“Ee.. Nuna!” Panggil Baekhyun tiba-tiba membuat Hyorin langsung menghentikan langkahnya seketika.

“Wae?” Tanya Hyorin yang sudah kembali berbalik ke hadapannya.

“Ee..” Baekhyun bergerak maju dan kemudian..

CHUP.. mencium pipi sebelah kanan Hyorin sekilas dengan lembut.

“Jaga kesehatanmu!” Sahut Baekhyun. Hyorin tersenyum, kemudian dengan perlahan juga membalas mencium Baekhyun tepat di pipi kirinya.

“Neo do (Kau juga)! Jaga kesehatanmu!” Kata Hyorin seraya tersenyum. Baekhyun menganggukkan kepalanya patuh dan kemudian melambaikan tangannya saat melihat Hyorin telah menjauh.

***

Keesokkan harinya, Baekhyun terlihat telah sigap merapikan kamarnya yang kini di tempati oleh Baekhee. Sedangkan Baekhee masih tampak pulas di alam tidurnya dengan tenang.

“Baekhee-a! Ireona!” Ucap Baekhyun yang mulai membangunkannya dengan berjongkok di sampingnya.

“Baekhee!” Panggilnya lagi sambil mengelus lembut puncak kepala adik tersayangnya itu.

“Eungh..” Baekhee terlihat mulai menggeliat. Kemudian perlahan ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali-mencoba untuk beradaptasi dengan sinar matahari yang sudah menyambutnya.

“Kajja! Baekhee-a, Ireona!” Baekhyun kembali berkata setelah melihat Baekhee yang mulai tersadar.

“HUAA!!” Sahut Baekhee kencang setelah menyadari ada orang lain di sampingnya. Baekhyun tersentak kaget mendengar suara nyaring Baekhee dan itu membuatnya hampir saja jatuh terjengkang.

“Baekhee-a, Na ya (Ini aku) Neo wae?” Tanya Baekhyun heran. Baekhee mengucek matanya beberapa kali setelah bisa melihat dengan jelas kemudian ia pun menghela napas lega.

“Ku pikir aku sedang bermimpi buruk!” Gumam Baekhee lirih dan masih bisa di dengar oleh Baekhyun.

“Apa kau berpikir aku ini hantu?” Tanya Baekhyun yang sudah kembali mendekat ke arah Baekhee. Bukannya menjawab, Baekhee malah tengah asik mengitari matanya ke sekeliling ruangan.

“HUAA!!” Teriak Baekhee lagi dan itu membuat Baekhyun kembali hampir saja jatuh terjengkang.

“Ada apalagi?”

“Dimana aku?” Tanya Baekhee dengan tampang polosnya dan tanpa bersalah, padahal karenanya ia sudah membuat Baekhyun hampir saja terjatuh dua kali.

“Aigoo.. Ku kira kau benar-benar melihat hantu!”

“Bodoh! Mana ada hantu di pagi hari!” Komentar Baekhee pedas dan sudah merubah raut wajahnya menjadi tak acuh.

“Benar juga! Ee… Kau ada di dorm-ku!” Kata Baekhyun yang mengalihkan pembicaraannya karena tak mau terlihat bodoh di depan adiknya sendiri. Baekhee membangunkan dirinya terduduk di atas ranjang lalu menggaruk rambutnya yang sedikit gatal.

“Baekhee-a, kau sudah tertidur dari kemarin siang! Kau bahkan belum membersihkan dirimu kemarin, Apa kau lelah tertidur selama itu?” Tanya Baekhyun yang sudah bangkit dari jongkoknya.

“Aku ingin mandi! Di mana koperku?” Baekhee malah mengalihkan pembicaraannya.

“Igeo (Itu)!” Kata Baekhyun sambil menunjuk sebuah koper yang bersender di dinding sebelah Baekhee. Baekhee beranjak dari duduknya kemudian menghampiri kopernya dan mengambil beberapa pakaian yang akan ia pakai nanti lalu berlalu menuju kamar mandi yang memang sudah ada di dalam kamar.

Baekhyun hanya memandanginya yang sudah hilang di balik pintu kamar mandi, lalu mengalihkan pandangannya ke koper Baekhee.

“Sepertinya dia membawa banyak barang!” Lalu ia pun berjalan hendak merapikan barang-barang Baekhee yang ada di dalam koper ketika kemudian tahu-tahu kepala Baekhee sudah menyembul dari balik pintu kamar mandi.

“Ya!! Jangan sentuh barang-barangku!” Teriak Baekhee yang seakan tahu apa yang akan di lakukan oleh Baekhyun.

“O. Ne!” Kata Baekhyun mengerti kemudian pintu kamar mandi pun kembali tertutup. Baekhyun mendesah kecil ketika kemudian ia memilih untuk keluar kamar.

Saat pintu kamar terbuka ia cukup terkejut saat melihat ketiga temannya –Dio,Kai dan Chanyeol- sedang bergerak gusar seperti orang yang tengah ketahuan mencuri di hadapannya.

“Sedang apa kalian?” Tanya Baekhyun yang mulai merasa curiga, jangan-jangan mereka sedari tadi menguping pembicaraannya dengan Baekhee saat di dalam kamar.

“Ee.. Aniyo tadi..”

“Tadi kami.. “

“Ee..” Mereka terlihat gugup saat akan menjawabnya.

“Mereka dari tadi sudah mengupingmu!” Kata Suho yang tiba-tiba datang dari arah dapur membuat keempatnya langsung memandang ke arahnya.

“Hyung!” Panggil Dio, Kai dan Chanyeol sedikit kesal.

“Aish.. Kalian ini!!” Geram Baekhyun.

“Mian-hyung, habisnya kalian sangat berisik membuat kami menjadi penasaran!” Kata Dio.

“Benar!” Ucap Kai dan Chanyeol bebarengan, kemudian mereka bertiga pun mengeluarkan cengiran andalan mereka.

***

Suho, Dio, Kai, dan Chanyeol terlihat sibuk memandangi Baekhee. Meskipun di hadapan mereka ada beberapa makanan -buatan Dio- tak membuat mereka mengalihkan pandangannya dari gadis yang berambut agak sedikit bergelombang itu dengan beberapa poni yang sengaja diikat kebelakang semakin membuatnya terlihat cantik pagi ini.

“Kenapa kalian memandangiku terus?” Tanya Baekhee yang mulai risih dengan tatapan ke empatnya. Baekhyun yang ada di sebelah mereka pun berdehem mencoba menyadarkan.

“Ee..” Mereka berempat langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Baekhee-a, Ayo makan!” Ajak Baekhyun, lalu Baekhee pun memerhatikan semangkuk kamjaguk (sup kentang) yang kini ada di hadapannya.

“Apa ini?” Tanya Baekhee dengan nada yang meremehkan.

“Itu kamjaguk! Wae?” Dio mulai bertanya dengan hati-hati karena ini sudah menyangkut tentang masakan buatannya.

“Terlihat tidak menarik! Sepertinya tidak enak!” Jawaban Baekhee berhasil membuat semua orang penghuni meja makan langsung membelalakkan matanya ke arah Baekhee.

“Mwo?” Wajah Dio mulai memanas, ia memang mudah sekali kesal jika sudah ada orang yang mengomentari masakan buatannya dengan tidak enak.

“Ee.. Baekhee-a ini kamjaguk! Bukankah kau menyukainya?” Tanya Baekhyun mencoba mencairkan suasana yang mulai memanas, sementara yang lain merasakan bahwa sebentar lagi ada yang akan terjadi antara Baekhee dan Dio.

Shirheo (Aku tidak mau)!” Kata Baekhee. Pendek, tetapi sukses membuat semua orang kembali menahan napas dan menatapnya.

“Kalau kau tak mau, tak usah makan!” Sahut Dio yang mulai berasap-asap.

Jo ha (Baik)! Na anmeogo (Aku tak akan makan)!” Baekhee mendorong kursinya dan bangkit. Baekhyun segera mencegahnya.

“Andwaeyo! Kau belum makan apa-apa setibanya di Korea kemarin! Kau harus makan!” Kata Baekhyun menahan tangannya, namun Baekhee langsung menepisnya.

“Ya!!” Sahut Dio yang mulai emosi dengan sikap Baekhee dan ikut bangkit dari duduknya.

“Kemarin Baekhyun hyung bilang dia gadis yang manis! Tapi kurasa dia tidak manis melainkan gadis yang pemberani!” Komentar Chanyeol yang terdengar seperti sebuah bisikan kepada Kai yang ada di sebelahnya.

“Benar! Sebelumnya di antara kita tidak ada berani menghina masakan Dio hyung tapi gadis itu baru pertama bertemu sudah berani menghina masakannya!” Bisik Kai menyetujui perkataan Chanyeol. Chanyeol mengangguk dan kemudian mereka pun kembali memandang takjub ke arah Baekhee.

“Ya!” Panggil Suho yang menyuruh mereka untuk diam.

“Ee.. Dio-a, mungkin Baekhee memang tidak bisa memakan kamjaguk-mu!” Ujar Baekhyun mencoba meredam emosi Dio.

“Kau sudah meremehkan masakanku bahkan sebelum kau mencicipinya!” Dio tak menanggapi perkataan Baekhyun dan memilih untuk menatap tajam ke arah Baekhee.

“Belum ku cicipi saja aku sudah merasa tak enak, apalagi aku mencicipinya!” Baekhee kembali menambah suasana semakin memanas.

“Mwoo??” Dio kembali mendelik.

“Baekhee-a, kau jangan terlalu jujur padanya!” Bisik Baekhyun.

“Ya! Dasar gadis tidak tahu sopan santun!” Komentar Dio dan berhasil membuat Baekhee mulai ikut tersulut emosi.

“Dio-a..” Panggil Baekhyun dengan nada yang meminta untuk berhenti meneruskan ini.

“Apa katamu?” Tanya Baekhee.

“Gadis tidak tahu sopan santun!” Jelas Dio sekali lagi.

“YA! Neo…” Belum sempat Baekhee melanjutkan perkataannya Dio sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Wae?” Tantang Dio. Kini terlihat sangat jelas di mata mereka ada kilatan kebencian dari cara mereka saling memandang satu sama lain.

“Ehem.. Dio-a, Baekhee-ssi…!” Panggil Suho yang mulai membuka suara.

“DIAM!!” Ucap Dio dan Baekhee bersamaan tanpa melepaskan tatapan benci mereka dan itu membuat semua orang di sana langsung terdiam seketika termasuk Suho dan Baekhyun yang mengurungkan niat mereka untuk melerai keduanya.

***

“Kau tidak boleh seperti itu lagi! Dia itu temanku, kau harus sopan padanya!” Nasehat Baekhyun pada Baekhee yang ada di hadapannya. Demi melerai permusuhan antara Baekhee dan Dio tadi pagi, Baekhyun pun memilih mengajaknya untuk sarapan pagi di luar.

“Dia menyebalkan! Dan aku tak suka pada orang yang menyebalkan!” Gerutu Baekhee kesal sambil melahap kimchi yang ada di hadapannya. Baekhyun tersenyum, sudah lama ia tak melihat wajah lucu Baekhee jika sedang kesal seperti ini.

“Ini! Makan punyaku juga!” Kata Baekhyun sambil menggeser kimchi di hadapannya ke hadapan Baekhee setelah melihatnya yang terlihat sangat kelaparan.

“Kalau kau tidak mau, seharusnya tadi kau tak usah memesannya!” Ujar Baekhee lalu meraih semangkuk kimchi yang sudah di berikan oleh Baekhyun. Lagi-lagi Baekhyun tersenyum, ia merasa asalkan melihat Baekhee kenyang ia juga pasti akan kenyang.

***

Setelah menyelesaikan sarapan paginya, Baekhee berpikir untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi kota Seoul. Maklum, sudah lima tahun ia tidak kembali ke Seoul dan itu membuatnya ingin tahu perubahan-perubahan apa saja yang terjadi di kota kelahirannya itu.

“Kenapa kau terus mengikutiku?” Tanya Baekhee yang melihat Baekhyun sedari tadi terus ada di sampingnya.

“Kita kan pergi bersama, berarti kita juga harus pulang bersama!” Bisik Baekhyun sambil membenarkan letak kacamata hitamnya.

“Aish.. Ya! Aku bisa pulang sendiri! Kau pergi saja! Aku tak mau ada orang yang melihatku denganmu!”Kata Baekhee mengusirnya.

“Tapi aku kan ingin bersamamu!”

“Nawa (Pergi)~..” Usir Baekhee lagi.

“Shireo. Bagaimana jika terjadi hal yang tidak-tidak padamu!”

“Tsk.” Baekhee mendecak kesal-merasa tak suka jika sudah ada orang yang terlalu protektif padanya- kemudian dengan otaknya yang tidak pintar melainkan cerdik ia pun mengetahui cara agar ia bisa terbebas dari Baekhyun.

“Huaa… Baekhyun EXO-K!! Bagaimana kau bisa ada di sini??” Teriak Baekhee yang mulai menjalankan aksinya, berpura-pura kaget melihat seorang artis tengah berdiri di sampingnya. Beberapa detik kemudian orang-orang di sekitar mereka –terutama para gadis- terlihat tengah berbisik sambil memerhatikan Baekhyun yang sepertinya penyamarannya sudah di ketahui.

“Ya! Baekhee-a, Mwo haneun geoeyo (apa yang kau lakukan)?” Tanya Baekhyun yang mulai ketakutan dengan lirikan para gadis-gadis di sekitar mereka.

“Baekhyun oppa?” Tanya salah seorang gadis yang mulai mendekati mereka.

“Oppa! Apa kau tersesat? Bagaimana bisa?” Baekhee kembali berakting, ia mencoba menyakinkan gadis itu bahwa pria yang memakai kacamata hitam di hadapannya ini adalah seorang Baekhyun member dari EXO-K-artis tampan yang sedang di elu-elukan oleh para remaja di korea-.

“Kau benar-benar Baekhyun EXO!! Oppa!” Teriak gadis itu dan diikuti para gadis lainnya yang mulai mengerumuni mereka.

“Kekeke~…” Baekhee tertawa penuh kemenangan. Ia terlihat sangat bahagia saat Baekhyun malah tengah ketakutan dengan serangan para gadis-gadis remaja di hadapannya kini.

“Baekhyun Oppa!!” Beberapa gadis terdengar berteriak teriak memanggil Baekhyun dengan suara nyaring mereka.

“Baekhee-a! Bantu aku!!” Teriak Baekhyun sakratis. Bukannya menolong, Baekhee malah mengambil kesempatan ini untuk berlari menjauh meninggalkan Baekhyun yang masih di serbu oleh para fansnya, namun saat ia baru berlari beberapa langkah tiba-tiba matanya menangkap sesosok orang yang sudah lama tidak ia temui setelah lima tahun silam selain Baekhyun. Ia segera menghentikan larinya, dan mengedipkan matanya berulang kali berharap saat ini ia sedang tidak salah lihat.

“Appa?” Gumamnya saat melihat seorang pria paruh baya menggunakan pakaian layaknya seorang bos masuk ke dalam mobil Hyundai hitamnya.

“Benar! Itu ayah!” Ucap Baekhee setelah menyadari bahwa itu benar-benar ayahnya. Dengan kilat, ia pun segera berlari mengejar mobil ayahnya yang mulai menjauh.

“Appa!!” Teriak Baekhee dengan sekencang-kencangnya, berharap ayah kandungnya itu bisa mendengar dan langsung memberhentikan mobil.

“APPA!! Jamkkamanyo (Tunggu sebentar)!” Baekhee terus berlari sekuat tenaga sedangkan mobil ayahnya itu masih saja berlaju tanpa mengetahui ada seseorang yang tengah mengejarnya dari belakang.

“Appa!” Panggil Baekhee khawatir setelah melihat mobil ayahnya itu mulai tak terlihat lagi dari jangkauan pandangannya.

“Taksi!” Baekhee tak kehilangan akal dengan sigap ia pun langsung memanggil sebuah taksi begitu melihatnya.

“Ikuti mobil itu!” Komando Baekhee pada supir taksi. Selang beberapa detik kemudian mobil taksi pun mulai melesat mengikuti mobil Hyundai hitam yang berada tak jauh darinya.

***

Setelah berhasil mengelabui para fansnya, Baekhyun pun berlari dengan sekuat tenaga menjauhi para fansnya yang mulai sedikit ‘brutal’ itu.

“Aigoo.. Mereka benar-benar ingin membunuhku!” Gumam Baekhyun dengan napas yang masih tersengal dan penampilannya kini pun sudah terlihat sedikit berantakan.

“Oppa!!” Teriak gadis-gadis itu yang masih semangat mengejarnya.

“Aigoo…aigoo.. Baekhee-a! Neo eoddiseo!! Tolong aku!!” Baekhyun berteriak dengan cukup kencang, berharap adik perempuannya itu bisa mendengar.

Jederr~… Tiba-tiba terdengar sebuah bunyi petir yang menandakan sebentar lagi akan turun hujan.

***

Baekhee terus memandangi postur tubuh ayah yang sangat di rindukan olehnya itu dari kejauhan. Sedari tadi ia memang terus mengikuti langkah ayahnya pergi kemanapun dari belakang hingga kini langit kesorean pun tiba. Sebenarnya ia ingin sekali berteriak ke hadapannya dan memeluknya dengan sangat erat berharap bisa melepaskan kerinduannya yang sudah lama ia pendam, tetapi bukan untuk saat ini karena itu pasti akan sangat mengganggunya.

“Appa! nega.. bogosipho jugketsso!” Gumam Baekhee dengan air mata yang mulai menggenang namun masih mampu untuk bisa tersenyum menatap kesibukan ayahnya yang terlihat tengah berbicara serius dengan rekan kerjanya di salah satu meja sebuah restoran.

Meskipun kini ia tengah memandangi ayahnya itu dari luar restoran, tetapi beruntung restoran itu menggunakan jendela yang terbuat dari kaca dan mereka pun terduduk tak jauh dari jendela membuatnya masih bisa melihat kegiatan mereka dengan sangat jelas.

“Kau pasti sangat sibuk!” Komentar Baekhee sambil tersenyum miris ke appa-nya. Baru beberapa detik ia merasa bahagia melihat kesibukan ayahnya itu tahu-tahu pemandangan yang telah berganti di hadapannya kini sukses membuat hatinya mencelos dengan seketika.

“Appa?” Kini air matanya pun mulai meluncur deras dari persembunyiannya ketika melihat senyum bahagia ayahnya bersama seorang wanita yang seumuran dengan ibunya dengan kedua orang anak kecil yang Baekhee sama sekali tak ketahui. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang sangat bahagia.

Seperti menambah kesedihannya sore ini, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja hujan deras telah berhasil mengguyur sekujur tubuh Baekhee yang masih mematung melihat pemandangan memilukan di hadapannya itu.

Sedih. Ya, ia tengah bersedih memandang mereka-entah sebuah pandangan kebencian ataupun pandangan keirian dan itu semakin membuatnya membenci takdir kehidupannya yang sangat memilukan. Saat ia merasa sangat merindukan kasih sayang dari ayahnya itu namun pada kenyataannya sekarang ia malah melihat kebahagiaan appa-nya terpancar jelas di keluarga kecil barunya itu-dengan seorang istri yang bukan ibunya dan tentu saja dengan kedua orang anak yang bukan dirinya dan Baekhyun-kembarannya-.

Baekhee menghela napas dengan susah payah. Entah sudah sejak kapan ia menjadi sangat susah untuk menarik napasnya sendiri.

“Benarkah itu kau?..rr~.. Siapa mereka?” Gumam Baekhee dengan bibir yang mulai bergetar karena kedinginan.

“Apa kau sudah melupakanku?” Baekhee masih saja membiarkan tubuhnya di hunjam berpuluh-puluh air hujan yang terus menyerangnya tanpa henti.

Hingga pemandangan itu pun berakhir, saat mereka terlihat memilih untuk masuk lebih dalam ke restoran itu.

“Seharusnya yang ada di sana adalah keluarga kita bukan mereka…” Dan Baekhee pun kembali menangis ketika mengingat kenyataan bahwa keluarga mereka sudah tak seharmonis saat dulu.

***

Sementara itu di dorm EXO-K, semuanya -kecuali Dio yang masih sedikit emosi- terlihat sangat khawatir saat menyadari bahwa Baekhyun dan Baekhee belum kunjung kembali sejak tadi pagi.

“Sudahlah, nanti mereka juga akan pulang sendiri!” Kata Dio singkat.

“Ya! Igeo andwaeyo (Jangan seperti itu), mereka itu tinggal satu rumah dengan kita! Jangan mengedepankan emosimu saja!” Nasehat Suho bijak, sedangkan Dio menjadi tertunduk-merasa sedikit bersalah karena terlalu mengikuti ego-nya sendiri.

“Mian!” Gumam Dio lirih dan masih tertunduk.

“Hyung, ponselnya tidak aktif!” Lapor Chanyeol yang ternyata tadi tengah menghubungi ponsel Baekhyun tapi tak terdengar sahutan satupun dari pemiliknya.

“Aigo.. Sebenarnya di mana mereka!” Semuanya kembali terdiam, ketika tiba-tiba terdengar pintu bel apartment berbunyi.

Kai yang pertama mendengarnya pun segera berlari ke arah pintu dan langsung membukanya tanpa melihat terlebih dahulu ke layar monitor.

“Hyung!!” Panggilnya setelah pintu rumah terbuka, dan terlihat Baekhyun yang basah kuyup karena terkena hujan.

“Rr~… Apa.. Baekhee..sudah.. pulang.. kerumah?” Tanya Baekhyun yang masih sempat-sempatnya mengkhawatirkan Baekhee.

“Hyung! Baekhyun hyung sudah pulang!” Teriak Kai memberitahu para hyung-nya yang di dalam untuk segera membantunya karena barusan tiba-tiba tubuh Baekhyun hampir saja roboh kalau saja ia tak menahannya.

Suho yang mendengar pun segera berlari ke arah depan pintu dan diikuti yang lain.

“Baekhyun-hyung!” Chanyeol yang memang teman paling dekat Baekhyun seketika berlari membantu Kai begitu melihatnya pingsan dengan tubuh yang basah kuyup karena kehujanan.

“Apa dia tidak bersama kembarannya?” Tanya Suho yang tidak melihat kembaran Baekhyun pulang bersamanya.

“Ani. Tadi Baekhyun hyung bahkan sempat menanyakannya!” Jawab Kai dan langsung membawa Baekhyun ke dalam kamar di bantu Chanyeol yang ada di samping kanan Baekhyun.

“Aish.. “ Desah Suho bingung, lalu dengan kilat ia pun segera menyabar jaket yang terletak tak jauh dari sana.

“Aku akan mencari kembaran Baekhyun, kau dan yang lain tolong jaga Baekhyun! Arraseo?” Perintah Suho kepada Dio yang masih berdiri di dekatnya, lalu Dio pun segera menganggukkan kepalanya patuh seketika itu Suho pun sudah menghilang di balik pintu keluar.

***

Dan akhirnya Suho pun segera melesat keluar ke jalan raya di tengah-tengah hujan deras hanya untuk mencari kembaran Baekhyun itu.

“Aku harus mencarinya kemana!” Gumam Suho yang bingung harus mencari Baekhee kemana.

Namun ia tetap berusaha menemukan Baekhee dengan berlari mengikuti perkiraannya. Meskipun sudah begitu tetap saja Suho tak menemukannya padahal hujan saja sampai sudah hampir terlihat reda.

***

Baekhee terus berjalan mengikuti langkah kakinya pergi dengan mata yang mulai sembab karena ia terus saja menangis. Bahkan kini ia sendiri tidak tahu ia sedang ada di daerah mana padahal hari sudah mulai gelap. Ia hanya melihat jalanan yang sepi dan sebuah taman yang juga tampak sepi.

Perlahan ia mulai berjongkok karena tak kuat harus berjalan lagi, ia sangat ketakutan sekarang. Hingga tiba-tiba ada seorang pria tua yang sedang mabuk menghampirinya. Ketakutan Baekhee pun smakin bertambah.

“Ya! Anak kecil, sedang apa di sini? Ayo ikut paman, kau akan senang jika ikut denganku!” Gumam pria tua itu yang mulai memegang tangannya yang dingin.

“Kumohon.. hiks.. jangan ganggu aku!!” Kata Baekhee yang suaranya mulai terdengar serak.

“Ayolah~..” Ajak orang tua itu yang mulai menyuruh Baekhee untuk berdiri. Baekhee yang sudah tidak bisa apa-apa pun dengan terpaksa mengikuti perintahnya untuk berdiri.

“Hiks.. ku mohon!” Baekhee kembali memohon.

“Kajja, gwenchana!” Pria itu malah semakin menarik Baekhee-menyuruhnya untuk mengikutinya. Ia ingin memberontak tapi tenaganya sudah terkuras habis dan itu membuatnya hanya bisa menangis.

Saat salah satu tangan Baekhee masih berada di genggaman pria tua itu, tiba-tiba saja dari belakang Baekhee ada satu tangan lain yang sudah menariknya membuat genggaman tangan Baekhee terlepas dari genggaman pria tua itu. Tubuhnya sedikit oleng dan akhirnya ia pun terjatuh ke pelukan orang yang telah menarik tubuhnnya dari belakang itu.

“Sekali lagi kau menyentuhnya akan ku laporkan kau ke polisi!” Ancam Suho yang berhasil menemukan Baekhee sedang di paksa oleh seorang pria tua. Awalnya pria itu kesal, namun karena mendengar ancaman Suho ia pun langsung berlari terbirit-birit.

“Baekhee-ssi gwenchana? Tenanglah, pria tua itu sudah pergi!” Kata Suho sambil menepuk punggung Baekhee yang masih di pelukannya.

Bukannya melepaskan pelukannya, Baekhee malah semakin kencang memeluknya. Suho yang tadinya terkejut pun tak tega untuk melepaskan pelukannya saat tiba-tiba ia merasa bahwa tubuh Baekhee sedang bergetar hebat. Ia sedang menangis.

“Baekhee-ssi! Gwenchana?” Tanya Suho dengan tergagap dan masih di posisi tadi.

“Appa!” Gumam Baekhee yang masih sesekali sesenggukan di pelukan Suho.

TBC

Hiks… reader tahu gak hiks.. author sempet nangis juga lho pas nulis part yang sedih2han tadi hiks..! *ngusap ingus T.T ..

Langsung aja deh hiks.. komen-nya.. L *nangis bareng Baekki

Gomawo *bow sambil ngusap ingus lagi

 

Iklan

26 pemikiran pada “My Best Oppa! (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s