You’re My Affection (Chapter 2)

Nama author : @rimawm / Rima

Main cast : Kai (EXO-K), Sehun (EXO-K), Tiffany (SNSD)

Title : You’re My Affection Chapter 2

Rating : Pg 15

Genre : Romance

Disclaimer : Kai itu bias nomorsatusaya, sedangkanSehun bias temansaya (gaberanimenclaim ^^) well, enjoy it ya.. maaf typo danberantakan *big bow

Note :anggapsaja Tiffany dankakaknyalancarberbahasa Korea ya! Akubenar-benarbingungdengan ide pertamakuini yang mencampuradukanbahasa Indonesia denganbahasa Korea -.-

Dan tambahan, saya hanya mengambil nama dari member-member EXO-K, dan sifat para member di dalam cerita ini hanya rekaan saya saja ^^

*TIFFANY POV*

 

Kubuka mataku pelan, mengadaptasi pada mataku yang baru tidur kurang dari 8 jam ini. Cahaya matahari ternyata sudah menyinari kamarku lumayan terang. Aish sial, sepertinya aku bangun telat.

“Syukurlah, kau bangun juga. Kukira aku akan seharian disini.”

Aku langsung bangun seketika setelah mendengar celetukan itu. Suara itu, pasti aku salah dengar.

Tapi yang sedang bediri dihadapanku ini memang benar dugaanku. Kai!

“Ya! Sedang apa kau disini?! Kau tidak apa-apakan aku kan?!” aku langsung berteriak histeris sambil merapikan selimut yang acak-acakan bekas aku tidur.

Kai terlihat kesal, “Kau jangan berpikiran yadong deh! Sekarang cepat mandi dan turun! Aku sudah lapar karena menunggu kau bangun tahu!”

Aku celingak celinguk mencari Hani oenni, kenapa gak Hani oenni saja sih yang membangunkanku?

Seakan bisa membaca pikiranku, Kai berkata lagi, “Oenni-mu sudah pergi bersama Jiwon hyung dan Omma-nya. Sekarang di rumah hanya ada kita,”

Lalu dia berjalan keluar, “Kalau tidak mau kutinggal cepat mandi!”

“Memangnya kita mau kemana? Aku di rumah saja deh,” ih, ogah ya aku jalan dengan berandalan yang satu ini. Aku kan sudah memutuskan untuk menjauhi dia selama di Korea.

“Oooh, jadi kau tidak mau berkeliling Seoul. Tidak apa-apa, bukan aku ini yang menyesal,” ucapnya sambil menutup pintu.

Aish, godaan yang sangat kuat! Mau tidak mau aku langsung mengambil handukku dan langdung bergegas mandi.

 

***

 

*KAI POV*

 

“Wah, menara Seoul-nyaterlihatsekalidarisini!Itutokoapa yak ok lucusekali? Aaah, doebokki! Kelihatannyaenaksekali,” sepanjangjalanFanytidakhentinyamengomentarisetiap yang dialihat di luarkacajendela.Aish, berisiksekaliiniyoja!

“Ya!Bisakahkaudiam?Akujaditidakbisakonsentrasi!” tanpasadarakumembentaknya.Mau tidakmaumembuatkubersalahlagi.

Kelirikdiasaatmobil kami berhenti di lampumerah, sekarangtidakterdengarsuaranyalagi, namunwajahnyamulaiterlihatkesal, terlihatdaripipinya yang menggembung.Tapibagikudiaterlihatlucu.Yojainiinginber-agyeoataukesalsih?

“Kai-ssi,” seketikadiamemanggilku, barupertama kali diamemanggilkudengannamaku, bukandengansentakan.

Tetapipanggilannyamembuatkusemakinsalahtingkah, “O-oh, kenapalagi?”

“Kita berhentisebentarya?Akuinginsekalimencobadoebbokki yang tadikulihat,” wajahnyasekarangterlihatberseri-seri, apa lagi matanya yang sudah mencuri hatiku itu menatapku penuh dengan permohonan. Aish, yojainibenar-benarmembuatku spot jantung!

Bagaimanaakubisamenolaknyakalauwajahnyasepertiitu?Sepertinyaakuakanmelakukanapasaja yang diamauselamawajahnya yang memelasdanberseri-serisepertiituakulihatsetiaphari.

Lalutanpasuaraakumembalikkanmobilmenujutempatjajanan yang tadi kami lewati.Setelahmemarkirkanmobil, akulangsungturuntanpanya.

Setelahakumembeli 2 doebbokki, akukembalikedalammobil dan mendapati wajah Fany yang menatap jajanan yang ada di tanganku seakan barang mewah.

“Gomawo,” ucapnya malu-malu setelah aku sodorkan doebbokki padanya. Lalu kulihat dengan lahap dia memakan doebbokki itu.

Melihatnya seperti itu, aku jadi ingin tertawa.

“Ya! Apa yang kau tertawakan?” aish, tanpa sadar aku tertawa di depannya, aku hanya menjawab dengan gelengan. Lalu kumasukan satu potongan doebbokki ke mulutku.

Setelah menyikat abis jajanannya, dia langsung menoleh ke arahku, “Mumpung kita masih disini, kita turun dulu yuk. Aku ingin berkeliling disini,” ucapnya antusias.

“Tidak bisa,” jawabku singkat sambil membuang wadah doebbokki ke tempat sampah.

Fany cemberut, “Kenapaaaa?”

Aigoo, sepertinya aku belum ngasih tahu padanya kalau aku akan mengajaknya ke dorm-ku karena malam ini kelompokku akan perform di Mubank, maka aku harus ada di tempat latihan siang ini.

“Kita akan ke dorm-ku,” ucapku singkat. Setelah menstarter mobil, aku langsung menggas menuju tempat yang dituju.

 

***

 

*TIFFANY POV*

Mataku terbelalak, BENERAN? Kuping ga salah dengar kan? Aku, maksudku, kita, akan ke dorm EXO-K? Itu berarti aku akan menemui Sehun! Dalam dormnya pula!

“Ya! Jangan melotot seperti itu padaku! Menyeramkan tahu!” seketika sentakan Kai membuyarkan lamunanku.

“O-oh, aku kaget. Tapi benarkah kita akan ke dorm-mu?” tanyaku dengan menahan antusiasku sekuat tenaga.

Kai terlihat kesal, “Sudahlah, lihat saja nanti.”

Ya tuhaaaan, Kai sedang kerasukan apa sih? Kok dia jadi begitu baik padaku? Mulai dia mengajakku keluar, sampai menurutiku untuk membeli doebbokki. Aku sangat kaget saat dia berbalik arah dan langsung membelikan jajanan itu untukku tanpa basa-basi.

Mungkin pandanganku salah tentangnya. Hmm, salah sedikit mungkin. Itu juga masih kemungkinan ya, karena aku adalah orang yang tidak gampang percaya pada orang yang baru kukenal. Apa lagi cowok ini, member terbelagu di EXO-K.

 

***

 

Hey seseorang, tolong cubitlah aku! Kalau tidak aku akan memohon untuk tidak bangun lagi dalam mimpi paling indahku ini. Karena saat ini aku bertemu dengan Sehun EXO-K, di dalam dorm EXO-K pula! Untuk memimpikannya pun aku tidak berani.

Setelah berdiri kikuk di depan pintu dorm EXO-K, Chanyeol oppa menarikku untuk duduk di sofa yang sudah berisi Baekhyun oppa dan Suho oppa. Mereka menerimaku dengan sangat hangat. Bahkan aku sudah berkali-kali digoda D.O alias Kyungsoo oppa.

“Tiffany-ah, kau sedang melotot padaku atau apa nih? Aku takut ditatap olehmu,” godanya sambil tertawa ketika aku mengenalkan diri padanya. Huh, mataku yang terkenal besar ini memang membuatku malu saja. Kudengar para member EXO-K ikut tertawa, tak terkecuali Kai.

Dan akhirnya, AKHIRNYA! Sehun oppa menghampiriku dari dapur, ketika para member yang sedang memainkan PS3 mereka telah berkenalan padaku. Aku langsung panas dingin begitu melihat dia berjalan menuju arahku. Duduk diapit Baekhyun dan Suho saja sudah membuatku deg-degan setengah mampus, melihat Sehun berjalan kesini sudah cukup membuat jantungku berhenti konstan.

“Hey, Sehun imnida,” sapanya sambil menawarkan tangannya padaku. Ya tuhaaan, sampai bermimpi-mimpi berapa kali pun aku tidak pernah melihat tangan sehalus dan sesempurna itu!

“Tiffany imnida,” ucapku pelan sambil menjabat tangannya. Tangannya sangat hangat menggenggamku dengan sangat lembut.

“Sepertinya kau bakal bosan menonton mereka bermain, bagaimana kalau kau ikut ke dapur untuk membantuku memasak?” ajaknya sambil menarikku berdiri.

Dengan senang hati aku pun mengangguk, setelah meminta izin untuk pergi ke dapur kepada yang lainnya, aku mengikuti Sehun oppa ke dapur. Kulihat Kai oppa yang juga ikut bermain PS3 melirikku sampai ke dapur.

Dan disinilah aku sekarang, di dalam dapur dorm EXO-K, sedang menonton Sehun memasak. Sehun memasak?! Aku bahkan belum pernah mendengar kalau Sehun pintar memasak.

“Fany-ah?” suara Sehun oppa membuyarkan lamunanku.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, “Ne, oppa?”

Sehun oppa tersenyum jail padaku, “Kau sedang melamun siapa nih?”

Mukaku memanas, “A-ah, aniyo.”

“Ya sudah, bisakah kau mengambil timun di dalam kulkas? Bihun gorengnya sudah hampir jadi,” ucapnya sambil memasukkan bahan-bahan kedalam penggorengan.

Aku langsung sigap mengambil timun dari kulkas, langsung aku menyerahkannya pada Sehun oppa.

“Gomawo,” katanya sambil tersenyum.

Aih, benar-benar murah senyum Sehun oppa itu! Tidak seperti… eh, apa sih yang kupikirkan. Kenapa jadi ingin membanding-bandingkan Sehun oppa dengan namja rese itu?

“Jadi kau disini selama 2 minggu?” tanyanya tiba-tiba saat memotong timun.

Aku terlonjak kaget, “Bagaimana Sehun oppa tahu?”

“Kai yang mengatakan padaku tadi malam,” jawabnya kalem.

Keningku langsung keriting, “Kenapa dia memeberitahumu, oppa?”

Satu alis Sehun terangkat, “Well,” ucapnya, “dia memberitahuku kalau selama disini kau akan dijaga olehnya.”

Mataku langsung terbelalak lebar. Maksudnya apa dia berkata begitu?! Memangnya siapa dia seenaknya menjagaku?! Sialan, awas kau! Aku akan mengadukan hal ini pada Jiwon oppa dan oenniku!

Sekarang Sehun oppa sedang menyicipi masakannya, kelihatannya dia puas dengan hasilnya, “Kau mau menyicipinya juga?”

Sambil mengambil sumpit aku pun mengangguk. Setelah menyicipi aku langsung tersenyum padanya, “Wah, kau sangat berbakat dalam memasak, oppa! Sejak kapan kau suka memasak?”

Sehun oppa terlihat malu, “Aku baru belajar memasak seminggu yang lalu. Setelah itu semuanya menunjukku menjadi chef di dorm ini.”

Aigoo, wajahnya yang sedang malu-malu itu benar-benar membuatku meleleh. Keahlian memasaknya ini membuatnya dimataku tambah menawan.

“Ya! Aku sudah kelaparan nih. Mana makanannya?” seketika suara Kai mengagetkan kami berdua.

Dengan berbaik hati, Sehun oppa mengambilkan sepiring penuh yang  terisi masakannya. Lalu dikasihnya pada Kai.

“Fany mengganggumu selama memasak ya?” ejeknya padaku. Aku membuang muka padanya.

Sehun oppa tertawa, “Tidak, malah dia banyak membantu. Panggil yang lain sana.”

“Kau saja yang memanggil,” ucapnya sambil mendorongku. Aku langsung memasang muka cemberutku dan mehrong padanya. Dasar perusak kesenangan orang!

 

***

 

*KAI POV*

Setelah Tiffany keluar dari dapur, aku langsung bertanya pada Sehun, “Kenapa sih dia?”

“Maafkan aku, Jongin hyung. Sepertinya aku telah memberitahukannya kalau kau akan menjaganya selama disini,” jawab Sehun sambil menyengir.

“Mwo?!” ucapku terkejut, “Kenapa kau memberitahunya sih,” kataku kesal.

Sehun mengangkat bahunya, “Mulutku ini memang tidak bisa memegang rahasia terhadap yeoja, apalagi yeoja sepertinya,” katanya sambil termenung, “Benar katamu, dia yeoja yang sangat manis dan menyenangkan.”

Aku mengiyakan, tapi hatiku masih kesal padanya. Rencana awalnya sih memang aku akan menyerahkan Fany pada Sehun, tapi entah mengapa aku menjadi ingin lebih mengenalnya lebih dekat. Apalagi setelah dia bersikap manis padaku saat perjalanan kesini. Maka dari itu, satu-satunya jalan untuk mengenalnya lebih dekat lagi dengan cara itu.

Suho hyung sudah datang dan langsung mengambil sepiring penuh masakan Sehun, Chanyeol yang datang belakangan. Terlihat Tiffany sedang tertawa bersamanya. Chanyeol hyung memang gampang membuat orang nyaman didekatnya.

Sial, tawa Tiffany membuatku bedegup kencang. Dia bisa tertawa dengan lepas dengan mereka, tapi denganku? Tidak sadar aku menghentakan sumpitku ke meja makan. Membuat semua orang berhenti memakan makanannya, tak terkecuali Tiffany yang sedang mengpbrol dengan Sehun.

“Aku sudah kenyang,” ucapku singkat sambil berdiri.

Kyungsoo hyung melongo kearah piringku, “Jongin-ah, tidak biasanya kau makan sepiring. Biasanya kau belum beranjak dari tempatmu sampai piring ke3.”

“Benarkah?” terdengar Tiffany terperangah.

Baekhyun hyung tertawa, “Walau badannya sekurus itu tapi kalau sudah makan bisa mengalahkan orang gendut lho.”

Aku tersenyum masam kepadanya, “Sepertinya aku sedang tidak berselera makan. Aku ke tempat latihan duluan ya.”

Tanpa menunggu jawaban aku langsung mengambil jaket dan pergi.

 

***

 

*TIFFANY POV*

Baguslah dia pergi, aku tidak merasa canggung lagi sekarang tanpanya. Terimakasih kepada Chanyeol oppa yang sedari tadi membuatku tertawa. Lalu sekarang aku duduk diapit Chanyeol oppa dan Sehun oppa, benar-benar makan siang yang sangat menyenangkan!

“Jongin sedang bad mood ya?” tanya Kyungsoo oppa sambil mengunyah padaku.

Aku langsung menggelengkan kepalaku, “Mana kutahu.”

Baekhyun oppa berdiri, “Aku akan menyusulnya. Sampai nanti!” lalu dia meninggalkan kami.

Dan tanpa sadar acara makan telah selesai karena keasyikan ngobrol bersama Sehun oppa. Banyak sekali yang kutanya padanya, mungkin sekarang dia kesal padaku karena mencecarinya petanyaan terus. Mau tak mau aku jadi merasa bersalah.

“Kenapa kau meminta maaf? Aku senang kok mengobrol bersamamu. Kapan-kapan kita mengobrol lagi ya,” katanya setelah aku minta maaf.

Aaaah, kapan-kapan itu kapaaan? Dumalku dalam hati. Semoga saja Sehun oppa tidak sebal padaku setelah hari ini.

Setelah membantu Kyungsoo oppa membereskan meja makan, aku langsung bergabung dengan yang lainnya. Tampak Sehun oppa dan yang lainnya sudah berpakaian rapi dan, tentu saja, keren.

Suho oppa duduk disebelahku, “Kita mau latihan dulu nih, Fany-ah. Kau mau ikut?” ajaknya.

Mataku langsung membulat, “Mau mau!”

Kyungsoo oppa menyeletuk, “Memangnya pelatih mengizinkan?”

“Kalau kita kasih tahu dulu sih pasti ngasih izin,” sahut Sehun oppa sambil mengedip kearahku.

Seketika jantungku berdegup dengan kencang. Sehun oppa yang seperti ini akan selalu kuingat!

 

***

 

“Sudah dong marahnya!”

Aku tidak bergeming terhadap sentakannya.

“Ya! Keras kepala sekali sih kau?!” Kai menyentak bahuku sehingga aku menghadapnya sekarang.

Mataku tetap mengarah ke depan kaca mobil Kai. Kesal kesaaaaaal! Kai benar-benar perusak kesenanganku selama disini. Mulai besok aku benar-benar menjauhinya! Kalau Jiwon oppa atau Hani oenni tidak bisa menemaniku bekeliling Seoul, aku bisa kok jalan sendiri. Memang apa gunanya peta?!

“Kalau kau marah gara-gara tadi, kenapa memangnya? Sehun kan capek dia pasti ingin istirahat, dan aku yakin dia hanya berbasa-basi saat menawarimu pulang bersamanya,” begitu mendengar penjelasan Kai, aku langsung menoleh dengan kasar dan memberikannya tatapan dingin.

Rese banget sih ini orang? Ga bisa apa ya melihat orang senang sedikit? Saking kesalnya aku menghiraukan omongannya dan langsung keluar dari mobilnya dan memasuki gerbang rumah Jiwon oppa.

Gimana gak kesal saat Sehun oppa menawariku untuk mengantarku ke rumah, Kai, yang tadinya ingin makan dulu sebelum pulang langsung berkata, “Tidak usah, biar aku saja yang mengantar.” Lalu dengan satu tangan, Kai menarikku menjauhi Sehun oppa dan pulang besamanya.

Padahal sewaktu latihan tadi aku selalu terganggu oleh Kai. Saat Sehun oppa mengajakku mengobrol, tiba-tiba Kai menarik Sehun oppa dengan berbagai alasan, entah koreonya salah lah, vokalnya kurang dapat lah, benar-benar alasan basi.

Tapi saat aku sedang asyik menggerutu karena Kai, Sehun oppa menatapku sambil berkata menggodaku, “Wajah cemberutmu itu benar-benar membuatku khawatir. Kalau kau tidak mau membuat hilang konsentrasiku karena ingin membuat bibir cemberut itu menjadi senyuman berarti ini salahmu ya.”

Wajahku langsung memerah.

Lalu diajaklah aku untuk menonton performance mereka. Mataku tak henti-hentinya mengagumi Sehun oppa yang sedang bernyanyi dan menari dengan semangat. Mubank di hadiri oleh banyak artis yang sedang melakukan comeback-nya. Seperti SHINee, Sistar, dan sebagainya. Tapi sayang aku tidak bisa menemui mereka walaupun aku bisa memasuki back stage dan ruang tunggu EXO-K.

Agrh, intinya, sekarang aku sudah berada di dalam rumah dengan keadaan kesal dibuat Kai.

Sesampai di dalam ruang TV, Jiwon oppa ternyata masih bangun dan langsung menyapaku.

“Bagaimana harimu?” tanyanya sambil memakan camilan.

Aku duduk di sebelahnya, “Baik,” jawabku singkat.

Jiwon oppa menatapku bingung, “Kok tidak sepertinya?”

Lalu aku menceritakan kenapa aku seperti ini, kukira Jiwon oppa akan mengangguk-angguk dan memutuskan untuk menjauhiku dari Kai. Tapi nyatanya tidak.

Jiwon oppa hanya tersenyum, “Maaf, Fany. Tapi yang memintamu untuk menjagamu selama disini itu aku pada Kai.”

Pipiku langsung menggembung karena kesal, “Kenapa oppa meminta tolong pada orang itu? Eonni kan bisa menemaniku.”

“Kau kan tahu kalau oennimu kesini untuk mengurusi pernikahanku dan dia. Jadi dia akan disibukkan oleh ommaku. Dan kau kan sudah dibilang oleh oennimu untuk tidak ikut campur urusannya.”

Kata-katanya langsung mengingatkanku saat Hani oenni berkata padaku seperti itu tempo hari. Alasannya sih dia ingin membuat surprise kepada keluarganya termasuk aku.

“Terserah, tapi kalau begitu besok aku akan ikut dengan kalian untuk mengurusi pernikahan kalian, “ kataku cemberut.

“Bakal membosankan lho. Aku saja tidak tahan saking bosannya menemani omma memilih kartu undangan,” ucapnya sambil menguap.

“Haaaaa, oppa kan namja. Mana suka mengurusi begituan. Makanya aku ikut ya, setidaknya kan oppa ada teman untuk bersuntuk ria,” aku langsung terkekeh.

Oppa mengetuk kepalaku, “Dasar keras kepala. Ya sudah tidur sana.”

“Arasso!” lalu setelah mengingat sesuatu aku langsung berbalik, “jangan tinggalkan aku seperti tadi lho. Kau harus menyuruh oenni membangunkanku,” kataku mengingatkan Jiwon oppa.

 

***

 

TBC

 

Iklan

25 pemikiran pada “You’re My Affection (Chapter 2)

  1. Waaaahhh daebak unnie :3 aku suka banget sama EXOFany dan unnie buat ituuuu 😀
    Aku suka sama Cast-nya. Kai, sehun, tiffany itu kereeennn 🙂 I love them
    Update yaaa :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s