My Beloved Person

Title                       : My Beloved Person

Length                  : One shoot

Author                  : Ardhia ( @Ardhiiarye )

Casts                     : Xi Lu Han

Oh Se Hun

Lee Ha Yoo

Genre                   : Romance, Brothership

PS : Annyeong readers^^ Ini FF pertamaku tentang EXO’s members yang aku posting disini. Semoga readers senang membaca FF saya. Don’t forget to comment! Comment readersberarti untuk memperbaiki FF ku selanjutnya agar lebih baik. No Bashing! Right?

Happy reading, all of readers^^

~~~~

Sungguh~~ Dia begitu menggemaskan.Sangat menggemaskan bagiku.Wajahnya yang super duper imut, tingkahnya yang begitu lucu membuatku semakin jatuh cinta kepadanya.Ya Tuhan? Kenapa kau kirimkan malaikat lucu nan imut itu kepadaku? Apa dosaku selama ini? Hingga aku tak sanggup untuk melihatnya lagi.Jantungku berdetak kencang, darahku rasanya berhenti mengalir dan membeku di dalam tubuhku.

“Chagi~ Apa yang kau pikirkan? Hey, jangan melamun chagi~?”, tanya seorang cowok imut didepanku.

Jantung hatiku sekarang ini hanyalah dia, cowok imut yang sekarang ini ada dihadapanku.Tangannya yang mondar – mandir tepat di depan wajahku sungguh tangan mungil yang begitu menggemaskan. Aku tahu dia sedang berbicara denganku, menanyakan sedang apa yang aku pikirkan. Tapi rasanya aku tak mau berhenti melamun.Ya, yang aku lakukan sekarang adalah melamun.Dengan pikiran yang tentunya tidak sadar, aku melihat namja-chinguku yang sedang bermain basket.Dia terlihat begitu mahir memainkan bola basket itu.Seakan-akan dia adalah pemain basket professional.

Dia tidak hanya imut, bagiku dia adalah laki-laki tertampan yang pernah aku temui.Kadang dia terlihat sangat keren sehingga membuat diriku membuka mulut lebar – lebar alias “melongo”.

Dia memang seperti laki – laki pada umumnya, tapi entah kenapa dia ditakdirkan memiliki tingkah lucu disetiap apa yang ia lakukan. Tapi sebenarnya dia sangat dewasa.

“Chagi~ Hello! Apa kau melamunkan diriku?”, dia memegang tanganku yang sedang menopang wajahku.

“Hah? Ahh, Aniya! Hmm… Kau PD sekali?”, aku berkata gugup.

“Habisnya dari tadi pandanganmu kosong sambil melihat kearahku”, jawabnya yang masih memegang tanganku.

“Emang kau tau apa yang aku lakukan tadi? Kau kan terlihat konsentrasi bermain basket!”, ucapku dengan menatapnya sedikit tajam.

“Hey, konsentrasi?Hahahahahaha”, dia tertawa puas sambil memegang janggutku. “OMO!”, ucapku dalam hati.

“Konsentrasi ku buyar karena mu chagi~ Apa kau tidak tau? Dari tadi aku melihatmu saat aku bermain basket, aku sesekali melirikmu. Kau begitu manis meskipun kau sedang melamun”, Ya Tuhan dia memegang pipiku dengan senyumannya.

 

Aku berusaha untuk memegang tangannya guna menyingkirkannya dari pipiku.Tapi nihil, dia malah memegang tanganku erat.

“Chagi~ Saranghamnida”, ucap Lu Han yang masih tetap memegang tanganku dipipiku.

Memang benar, cowok imut didepanku yang merupakan namja-chinguku tadi bernama Lu Han, Xi Lu Han lengkapnya.

“Nado Saranghamnida~”, akhirnya aku berkata membalas apa yang telah dia ucapkan kepadaku.

Ketika aku berkata seperti itu, aku berhasil membuatnya tersenyum puas kepadaku.Aku semakin mencintaimu. Aku akan menjadi orang yang sangat beruntung didunia ini.

“Chagi~ Aku ganti baju dulu.Kau tunggu disini dulu ya? Setelah ini aku ada latihan dance sama Se Hun. Kau mau ikut?”, ucapnya dengan mengambil sesuatu dari dalam tas.

“Latihan dimana chagi~?Pastilah aku akan selalu menemanimu”, jawabku.

“Aku mau latihan di tempat seperti biasa.Se Hun mengajak ku disitu.Gomawo chagi~”, ucap Lu Han sambil mengedipkan salah satu matanya dan berjalan meninggalkanku untuk ganti baju.

“Ne”… Aku hanya menjawab singkat.Mengapa?Aku begitu terpesona.Tatapan itu yang aku suka meskipun membuat jantungku berdebar tak karuan 1000 kali lipat.

~~

“Kau sudah ganti baju?”, tanyaku.

Dia memakai celana levis dengan kaos putih dan dirangkap dengan jaket berwarna kuning. Tapi tidak sepenuhnya kuning, karena ada warna lain yaitu cokelat. Aku semakin terpesona dengannya, rambutnya yang masih basah karena keringat bercampur air membuat dia terlihat sangat keren.

“Kajja!”, dia mengambil tas miliknya dan merangkul ku menuju mobil warna merah miliknya.

 

~~~~

Lu Han’s POV

~~

Sesampainya disebuah tempat dimana aku dan Se Hun akan latihan.

“SeHunnie. Apa kau sudah lama menunggu?”, tanyaku sambil duduk didepannya. Sedangkan disampingku ada Lee Ha Yoo, yeoja-chinguku.

“Aniya hyung~ Aku baru datang kok. Hmm.. Hey, Ha Yoo!Annyeong haseyo.Senang bertemu dengan mu lagi.Kau tampak selalu cantik, Ha Yoo-sshi”, ucap Se Hun dengan menyambut Lee Ha Yoo dan aku menatap Se Hun tajam karena dia berani berkata seperti itu didepanku.

“Ah, Ne. Senang bertemu dengan mu juga”, jawab Lee Ha Yoo dengan tersenyum manis kepada Se Hun.

Aisshhh..Senyuman itu membuatku cemburu kepada Se Hun.Meskipun aku dapat melihat senyuman itu setiap hari tapi sekarang aku merasa sangat cemburu.

Dia adalah wanita yang sangat perhatian kepadaku.Rambut miliknya dibiarkan terurai panjang dan bergelombang, dia sangat cantik.Penampilannya selalu mengikuti mode terbaru.Dia juga anak yang pintar, dia suka sekali pelajaran mengenai makhluk hidup.

“Ayo kita latihan!”, ajakku kepada Se Hun.

“Hmm..Lu Han, Se Hun aku ke kamar mandi dulu ya?Kalian silahkan latihan dulu”, ucap Ha Yoo tiba-tiba.

“Oke Chagi~”, jawabku.

Ketika aku melepas jaketku. Tiba – tiba….

“Hyung~ Kau beruntung sekali mendapatkannya.Menjalin kasih selama 3 tahun itu sangat hebat hyung~ Dan aku sekarang semakin sedih, waktu kita bersama semakin sedikit”, ucap Se Hun melas.

“Cinta memang butuh perjuangan dan butuh kepercayaan satu sama lain. SeHunnie…..”, aku merangkulnya.

“Aku selalu mempunyai waktu untukmu. Kita akan selalu bersama meskipun aku sudah mempunyai yeoja-chingu. Aku juga sangat beruntung mempunyai dongsaeng sepertimu. Kau lihat kan, Lee Ha Yoo sangat perhatian kepadaku begitu juga kepadamu. Dia sudah menanggap mu sebagai dongsaeng-nya sendiri meskipun umurnya sama denganmu”, jelasku dengan menatap Se Hun penuh kasih sayang.

“Begitukah?Lee Ha Yoo memang perhatian.Kau memang beruntung hyung~, sahut Se Hun kembali merangkul ku.

“Sudah. Ayo kita latihan!”, ajakku.

 

~~~~

Lee Ha Yoo’s POV

Musik mulai terdengar.Musiknya asyik bagiku. Hah, mereka berdua terlihat kembar jika seperti itu. Tapi bagiku Lu Han yang hanya aku cintai.

“Yaaakk!Akhirnya selesai juga”, Lu Han merangkul Se Hun.“Mereka memang kakak adik”, ucapku dalam hati.

“Hyung~ Kau memang hebat”, ucap Se Hun kepada Lu Han.Aku hanya tersenyum.

“Kau juga hebat dongsaeng ku sayang”, Lu Han kembali tersenyum.

“Kalian berdua memang hebat”, ucapku tiba – tiba.

“Aku sangat senang melihat kalian bersama.Kalian seperti kakak adik yang saling menyayangi”, lanjutku.

“Kalian berdua juga sepasang kekasih yang sangat cocok. Lu Han hyung~, Lee Ha Yoo-sshi, bertahanlah!”, ucap Se Hun yang sedikit membuatku kaget.

“Ah, Kau ada – ada saja Hunnie~!”, Lu Han mengacak-acak rambut Se Hun.

Mereka benar – benar lucu.

 

~~

Sesampainya didepan rumahku.Aku dan Lu Han masih berada di dalam mobil milik Lu Han.

“Chagi~ Rasanya aku tak ingin berpisah denganmu”, ucap Lu Han.

“Haha, kau memang lucu.Hampir seharian aku bersamamu.Kau masih merindukanku?Untung saja hari ini hari minggu. Ingat! Sebentar lagi kita mau ujian.Kau harus pintar membagi waktu antara hobi mu dan juga tugas kuliah”, ucapku panjang lebar.Memang aku sangat perhatian dengan chagi ku yang satu ini.

“Senyum dan wajahmu yang membuat aku selalu merindukanmu chagi~ Tentu aku sudah memikirkan hal itu.Aku sudah mempersiapkan ujian.Terima kasih selama ini kau sudah perhatian denganku”, ucap Lu Han yakin.

Belum sempat aku menjawab ucapan Lu Han.Dia keluar dari mobil.

“Silahkan keluar Lee Ha Yoo ku sayang”, ucap Lu Han seketika sambil memegang tanganku. Aku pun terkesima oleh senyumnya yang ia berikan kepadaku. Dia memperlakukanku bak seorang putri raja.

“Gomawo Lu Han ku sayang”, aku pun membalas senyuman Lu Han dan mempererat pegangan tanganku dengan tangan Lu Han.

Setelah kami berada di depan gerbang rumahku.

“Kau tidak mampir dulu?Eomma pasti menunggumu”, pintaku.Eomma ku memang sudah merestui hubungan kami.Eomma sudah percaya pada Lu Han kalau dia pasti bisa menjagaku.

Kami masih saja bergandengan tangan.Aku tahu alasan Lu Han sebenarnya.

“Hmm..Tidak usah chagi~ Aku langsung pulang saja.Tidak enak bertemu dengan eomma mu dengan penampilanku seperti ini. Salamkan saja kepada eomma mu, ne?”, ucap Lu Han lucu.

“Aissh, kau ini?Penampilanmu memang kenapa? Kau tetap ganteng dan keren kok!”, timpalku memuji orang imut dihadapanku ini. Dia tersipu malu.

“Ah, Salamkan saja. Aku malu..Haha.Aku pulang dulu ya chagi~ Saranghamnida”, Lu Han berbisik ditelingaku.

“Nado Saranghamnida~”, aku ganti berbisik dan sedikit mengangkat genggaman tanganku dengan Lu Han.

Akhirnya Lu Han melepas tanganku.Dalam hati kecilku, sebenarnya aku tak rela Lu Han melepas genggaman tangan itu.Lu Han berjalan mundur meninggalkanku.Dia melambaikan tangan dan juga tersenyum. Aisshh.. Senyuman itu lagi batinku! Meskipun sudah sampai di sebelah pintu mobilnya dan dia sudah membuka pintu mobil, Lu Han masih saja menatapku.

“Lu Han..Jeongmal Saranghamnida~”, aku sedikit berteriak.

Lu Han akhirnya masuk ke dalam mobil.Namun kepalanya masih keluar melalui jendela.

“Lee Ha Yoo ku sayang.Jeongmal Saranghamnida~”, ucapnya. ‘

Aku pun tersenym dan melambaikan tangan.Lu Han juga melambaikan tangan kepadaku kemudian menutup kaca mobilnya dan pergi meninggalkanku.

Arghh..

Lu Han memang lucu.

 

~~~~

Author’s POV

“Shilye Hamnida Nae Sarang. Silahkan keluar Ha Yoo ku sayang”, Lu Han selalu memperlakukan Ha Yoo seperti seorang ratu ketika hendak keluar mobil.Ini sedikit membuat Ha Yoo malu karena saat ini berada di kampus mereka dan Lu Han selalu memegang tangan Ha Yoo sewaktu mau turun.

“Gomawo chagi~ Kau tidak malu memperlakukan ku seperti ini, hah?Lihat tuh banyak orang melihat”, aku sedikit berbisik kepada Lu Han.

“Kenapa aku harus malu Lee Ha Yoo sayang? Aku tak akan malu melakukan sesuatu demi kamu. Meskipun sesuatu itu sangat konyol”, jawab Lu Han santai.

 

Lu Han dan Ha Yoo memang satu kampus “Kyunghee University” tapi mereka berbeda fakultas.Mereka selalu bersama meskipun berbeda fakultas. Mereka merupakan pasangan kekasih terkenal di kampus karena mereka sama – sama pandai. Banyak cewek kampus yang iri pada Ha Yoo.Setiap ada yang mendekati Lu Han, Lu Han berusaha menghindar dengan bertingkah lucu.Dan ketika Ha Yoo melihatnya, Ha Yoo hanya tersenyum, karena dia bisa memaklumi kalau Lu Han adalah cowok terkenal di kampus.

“Kebetulan sekali kalian ada disini”, tiba – tiba Kim songsaengnim muncul di depan Lu Han dan Ha Yoo.

“Mwo?Songsaengnim? Annyeong..”, sapa Lu Han ramah.

“Annyeong songsaengnim. Ada perlu apa?”, tanya Ha Yoo.

“Saya informasikan bahwa nilai ujian kalian sama bagus dan mencapai nilai tertinggi di masing – masing fakultas. Jadi… Eheemmm..Setelah ini kalian diberi kesempatan untuk study tour ke China”, jelas Kim songsaengnim.

“Mwo?Jheongmal?Ghamsahamnida songsaengnim”, ucap Lu Han berbinar – binar.

“Mungkin disana akan satu bulan namanya”, lanjut Kim songsaengnim.

“Ne, Ghamsahamnida songsaengnim atas kepercayaan Anda”, ucap Ha Yoo.

“Info lebih lanjut nanti akan kami beritahukan kepada kalian”, ucap Kim songsaengnim tegas.

 

~~~~

Lu Han’s POV

Aku sedikit terkejut dengan permintaan Kim songsaengnim.Bagaimana tidak? Berarti aku akan meninggalkan Se Hun selama satu bulan. Meskipun aku senang tetap ada Ha Yoo nanti, tapi ada sedikit yang mengganjal dihatiku.

Aku dan Ha Yoo berjalan disebuah taman yang pada saat itu lumayan sepi karena hanya ada sedikit manusia di taman.

“Aku tak menyangka kita akan ke China bersama.Itu berarti aku berkesempatan untuk bertemu keluargamu disana.Aku bisa bertemu dengan eomma mu, aku ingin sekali bertemu dengan eomma mu karena selama ini kita hanya berkomunikasi lewat telepon”, ucap Ha Yoo panjang lebar tapi aku tak menggubrisnya.Aku masih memikirkan Se Hun.

“Chagi~ Kau kenapa murung seperti itu? Bukankah kau senang dengan apa yang aku katakan tadi?” tanya Ha Yoo dengan sedikit memutar tubuhku kehadapannya.

“Hmm..Iya aku senang. Tapi..”, ucap ku.

“Tapi kenapa?”, dia memegangi pundak ku.

Aku ganti sedikit mendorong tubuhnya ke sebuah pohon besar nan tinggi, telapak tanganku berada di pohon yang digunakan Ha Yoo untuk bersandar. Ha Yoo berada diantara kedua tanganku. Kami berdiri dan berhadapan sangat dekat. Antara hidungku dan hidungnya hanya berjarak sekitar 10 cm. Aku tau Ha Yoo sedikit malu dan dia tidak dapat bergerak maupun mengelak apa yang aku lakukan ini. Tapi aku ingin melakukannya.

“Ha Yoo..Aku sedih sekarang.Bagaimana perasaanku nanti terhadap Se Hun jika aku berada di China.Aku tak tega melihatnya tanpaku di Korea.Aku terlalu menyayanginya, Ha Yoo. Apa yang harus aku lakukan?”, Aku dapat merasakan hembusan nafas Ha Yoo. Sekarang aku hanya menatap matanya yang indah.Benar aku tak memalingkan pandanganku ke mata Ha Yoo.Begitu juga, Ha Yoo tak berkutik, dia hanya menatapku. Aku bisa mendengar apa yang Ha Yoo katakan dalam hati “Lu Han, apa yang kau lakukan, hah?”

“Aku tahu itu. Se Hun pasti akan memahami mu. Kau berkata baik – baik padanya sebelum kita pergi.Aku yakin Se Hun pasti memahami mu”, ucap Ha Yoo pelan.

Aku tak menjawab. Aku semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya hingga hidung kami bersentuhan dan entah ada apa nafsu ku bertambah hingga aku menempelkan bibirku ke bibir Ha Yoo. Ha Yoo pun tak mengelak. “Untung taman ini lumayan sepi dan aku puas sekarang”, batinku.

Aku menarik tubuh Ha Yoo ke dalam pelukanku. Dari tadi, dia hanya menuruti apa yang aku lakukan terhadapnya. Sungguh aku ingin melakukan ini.

“Ha Yoo jangan meninggalkan ku.Aku mohon.Aku sangat mencintaimu.Saranghaeyo~ Bantu aku memberitahu Se Hun tentang semua ini.Aku sangat menyayanginya”, aku mengelus-elus rambut Ha Yoo yang sangat halus.

“Ne. Aku berjanji”, balas Ha Yoo singkat.

 

~~~~

Author’s POV

~~ At Incheon Airport

“Hyung~ Jaga dirimu baik-baik ya? Ha Yoo-sshi..Jaga hyung ku ini baik-baik ya?Aku tak mau hyung ku kenapa-kenapa.Kau harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada hyung ku. Arraseoyo?”, ucap Se Hun khawatir.

“Tenanglah Se Hun-sshi. Aku akan menjaga hyung kesayanganmu”, jawab Ha Yoo tersenyum.

Lu Han memeluk Se Hun.

“SeHunnie, dongsaengku sayang.Jaga dirimu baik-baik selama hyung tidak ada.Aku yakin selama tidak ada hyung disampingmu, kau dapat menjaga dirimu sendiri.Jangan lupa makan teratur.Jaga kesehatan, aku tak mau mendengar jika kau nanti sakit.Ahh, semoga tidak. Hyung akan selalu mendoakanmu. Tetap latihan dance ya? Kirimkan dance mu ke hyung!”, Lu Han tak kuasa membendung air mata. Dia sangat menyayangi Se Hun.

“Hyung~ Hyung juga harus jaga diri baik-baik disana. Aku tahu hyung pasti dapat melaksanakan study tour ini dengan baik. Hmm.. Aku akan mengingat nasihat yang hyung berikan kepadaku. Aku janji akan selalu latihan dance dan mengirimkan video kepada hyung”, Se Hun pun menangis.

“SeHunnie, satu bulan bukanlah waktu yang singkat. Aku akan selalu merindukanmu. Aku harap kau akan menelpon ku jika kau sedang ada masalah, ne? Aku siap membantumu.Aku menyayangimu”, ucap Lu Han sambil melepaskan pelukan.

“Hyung~ Saranghamnida”,

“SeHunnie, hyung pergi. Jeongmal Saranghamnida”

 

~~~~

Lu Han’s POV

“SeHunnie, hyung pergi. Jeongmal Saranghamnida”,

Itulah kata-kata terakhir yang aku ucapkan kepada Se Hun.Aku meninggalkan Se Hun.Sungguh aku tak rela meninggalkan Se Hun.Aku sangat menyayanginya.

Aku lihat Se Hun berusaha mengejarku tapi petugas keamanan melarangnya.Aku melambaikan tangan dan Se Hun juga melambaikan tangan.Aku tahu dari wajah Se Hun terlihat dia sangat sedih.

Tapi aku harus berbuat apalagi?Ini merupakan kewajibanku.Aku tak melihat bayangan Se Hun lagi. SeHunnie, Maafkan hyung..

Semua kekhawatiranku terhadap Se Hun terlintas dipikiranku.Bagaimana Se Hun nanti?Apakah dia bisa hidup tanpa aku selama satu bulan lamanya?Selama ini dia sedikit manja kepadaku.Mau makan saja suruh menemani.Bagaimana jika tidak ada aku?Apa dia mau makan? Bagaimana nanti jika dia sakit? Aniya! Ya Tuhan, berilah kenyamanan dan kesehatan kepada dongsaengku selama kita berpisah.

Aku pun menuju China bersama Ha Yoo dan beberapa songsaengnim serta beberapa teman lain. Ha Yoo selalu menenangkanku. Aku sedikit merasa lega setelah Ha Yoo menenangkanku.Dia memang wanita yang pantas mendampingiku. Setiap kali aku berkata “SeHunnie, Saranghamnida”

 

~~~~~

Lee Ha Yoo’s POV

Setelah kami tiba di China Airport kami langsung menuju asrama tempat kami akan tinggal sementara ini. Aku harus berpisah dengan Lu Han karena kita berbeda kamar.Aku sedikit khawatir terhadap Lu Han apakah dia bisa sedikit tidak memikirkan Se Hun selama di China supaya tidak mengganggu study tour kami.

~~

Setelah dua minggu kami berada di China.Kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah di China.Kami juga mendapatkan ilmu baru selama di China.Tak sia-sia rasanya aku berkunjung ke China.Aku juga melihat Lu Han merasa senang.

Suatu malam aku diajak Lu Han ke taman dekat asrama. Malam itu kami tidak ada kegiatan.

“Bagaimana keadaan mu?”, tanyaku sedikit ragu karena suasana malam itu sangat hening. Tak ada yang memulai percakapan dan aku memberanikan diri untuk memulai percakapan.

“Keadaanku?Kau mengawatirkanku?Aku baik-baik saja. Kau lihat kan?”, dia tidak memandangku. Dia berbicara menatap lurus ke depan.

“Ne..Aku mengawatirkanmu Lu Han”, Dia tidak menjawab tapi dia meletakkan kepalanya di pundak ku.Dia meraih tanganku dan memegangnya.Dia memang sedikit terlihat manja.

“Ha Yoo~ Aku rindu Se Hun”, dia berkata singkat.

“Apa kau ingin menghubunginya? Apa Se Hun tak menghubungimu?”, tanyaku menatap matanya.

“3 hari yang lalu dia menghubungiku.Dia mengirimkan video latihan dance.Dia terlihat sangat lucu.Seandainya Se Hun ikut sekarang. Pasti aku akan bahagia. My Two Beloved Person. Kau dan Se Hun”.Dia terlihat manja sekali.Dia memainkan jari-jariku yang dipegangnya.

“Kau hubungi saja dia sekarang?”, pintaku.

“Baiklah..”

 

~~~~

Lu Han’s POV

Aku memencet beberapa angka di ponsel ku dan menyambungkan ke Se Hun. Aku mendengar suara dari seberang sana.

“Yeoboseyo hyung~ Hyung aku sangat merindukanmu”, sapa Se Hun dengan suara aneh.

Sepertinya….

“SeHunnie, apa kau sakit?Kenapa suara mu tidak begitu jelas seperti itu? Apa kau tak menuruti nasihat hyung, hah?”, aku mengeluarkan banyak pertanyaan. Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan Se Hun? Sungguh aku mengawatirkan Se Hun.

“Aniya hyung~ Aku tidak apa-apa kok.Hyung tenang saja.Bagaimana hyung disana? Hyung pasti bahagia kan?”, tampaknya Se Hun berbohong, pikirku.

“SeHunnie?Apa kau berbohong dengan hyung? Jelas – jelas suara mu seperti itu. Kau sudah berjanji untuk menuruti nasihat hyung.Tapi kenapa kau sakit SeHunnie?Jangan membuat marah hyung mu ini.Jangan memikirkan hyung.Hyung baik-baik saja disini.Mulai sekarang kau harus banyak makan dan rutin minum obat, ne? Aku setiap hari akan menelponmu. Arraseo?”,Aigho! Apa yang aku baru saja katakan? Apa aku terlalu membentaknya? Kalau Se Hun bertambah sedih gimana?Apa yang kau lakukan Lu Han? Kau berani berkata seperti itu kepada dongsaeng mu sendiri.Apa kau mau menyakiti dongsaeng kesayanganmu?

“Ne hyung.Baiklah. Annyeong”,

“SeHunnie…”

Tuttt Tuttt Tuttt

OMO! Dia mematikan telpon ku?Apa dia benar-benar marah? Maafkan hyung.SeHunnie.Hyung terlalu mengawatirkanmu.

“Apa yang Se Hun katakan tadi? Kau tidak sepantasnya membentak Se Hun tadi?”, ucap Ha Yoo disampingku.

“Aku tak tahu, Ha Yoo. Aku lost control tadi. Aku terlalu mengawatirkan Se Hun”, ucapku sambil menutup wajahku dan sedikit menjambak rambutku.Aku seperti orang gila. SEHUNNIE……

“Kau pantas mengawatirkannya tapi apa kau tak bisa sedikit halus?Aku tahu perasaanmu, Lu Han.Sekarang, tenangkanlah pikiranmu. Se Hun tak akan marah kepada mu. Mana mungkin dia marah.Dia bukan tipe orang yang pemarah.Se Hun juga menyayangimu”, ucap Ha Yoo menenangkanku.

Setelah beberapa menit..

“Aku sedikit lega sekarang.SeHunnie, maafkan hyung”, aku tersenyum.

“Nah.. Gitu dong! Itu baru namanya Lu Han!”, ledek Ha Yoo.

“Eh, kau berani meledek ku, hah?”, Ha Yoo berlari, tentu aku mengejarnya. Ini bukan lelucon.Setelah berkejar-kejaran, aku memeluknya dari belakang. “Hah, kena kau!”, aku tertawa.

Ha Yoo hanya tertawa, dia sedikit merasakan geli. Tapi dia tak dapat lari lagi.Aku memeluknya erat.Dia memegang tanganku yang melingkar dipinggangnya dengan erat.

“Kita adalah sepasang kekasih yang sangat bahagia”, aku meletakkan kepalaku dipundaknya.

“Hmm… Lu Han!”, dia ingin menolak apa yang aku lakukan sekarang ini. Tapi tidak bisa. Aku tak akan melepaskannya. Dia didekapku sekarang.Dia hanyalah milikku.Aku merasakan rambutnya yang terurai panjang dan parfurmnya yang wangi.

“Lihat bintang disana!Apa kau tidak malu, hah? Bintang itu melihat kita”, aku menunjuk langit.

“Heh? Justru terbalik, apa kau tidak malu melakukan ini kepadaku? Kau kan yang melakukannya?”, ucapnya lucu.

“Buktinya kau tak menolaknya..”, aku sedikit tertawa.

“Bagaimana aku bisa menolaknya?Kau melakukan ini dengan erat”, jawabnya.

“Karena aku mencintaimu. Sangat mencintaimu..”

“Aku juga mencintaimu..”

Aku melepas pelukanku itu.Aku membalikkan tubuh Ha Yoo, dan kita berhadapan sekarang.

“Oya, kita kan punya libur 2 hari disini. Bagaimana kalau kita mengunjungi keluargaku di Heidian?, pintaku.

“Oke.Aku mau, Xi Lu Han”, jawab Ha Yoo.

“Namaku bagus ya?Sampai kau memanggil namaku secara lengkap”, aku sedikit bercanda.

“Tidak!”, Ha Yoo berlari pergi meninggalkanku, mungkin dia malu dengan apa yang ku lakukan tadi.

“Lu Han..Kau terlalu romantis”, gumamku berkata pada diriku sendiri.

“He? Enak saja kau lari dariku?”,aku berteriak. Aku tersenyum memandang langit.Akhirnya aku berlari kecil mengejarnya.

 

~~~~

Lee Ha Yoo’s POV

Lu Han menunggu ku di lobi asrama.Aku melihat seseorang yang sepertinya tidak asing aku lihat.Tapi?Apakah benar dia Lu Han?Aku membuka mataku lebar-lebar.Apakah dia Xi Lu Han kekasihku? OMO! Dia sangat keren dan ganteng.Aku tak bisa membayangkan.Dia memakai jaket hitam polos yang terlihat seperti jas.Didalamnya dia memakai kaos putih campuran cokelat. Celana levis yang dipakainya melihatkan dia tinggi. Dilengkapi sepatu keren. Dan..yang membuatku lebih terpesona adalah dia memakai kacamata dengan bingkai hitam dan kaca atau lensa polos putih.

Dia tidak tau kedatanganku.Aku yang berdiri merasa jantungku berdebar kencang dan kakiku bergetar.Bagaimana aku dihadapkan laki-laki seperti Lu Han?

“Ha Yoo, kenapa kau disitu?”, Lu Han membuyarkan tatapanku terhadapnya.

“Oh, Aniya!”, aku menghampiri Lu Han. Aku memang tidak terlalu pendek. Aku berdiri di depan Lu Han se-lehernya. Aku bisa melihat jelas seorang Lu Han yang memakai kacamata seperti itu.

“Kau sangat cantik”, ucapnya singkat sembari tersenyum.

“Kau juga ganteng dan keren”, Tingkahnya yang imut membuatku sedikit “bengong”.

“Pasti dong, siapa dulu Xi Lu Han. Apa kau tadi terpesona denganku hingga kau berdiri dengan tatapan kosong?”, tanya Lu Han kepedean.

“Mwo? Lu Han… Kau… “, aku tak bisa berkata – kata lagi.

“Kau mempesona.Hahaha”, dia tertawa.

“Ayo kita berangkat!”, Lu Han menggandengku.

Kami berangkat menuju Heidian.

Di dalam kereta, Lu Han membuka IPad miliknya.Sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu padaku. Aku dapat melihat wallpaper desktop IPad milik Lu Han. Tergambar jelas ada foto Lu Han bersama Se Hun.

“Kau dan Se Hun terlihat seperti anak kembar.Bagaimana bisa?Kau dan Se Hun dilahirkan di tempat yang berbeda dan juga dengan ibu yang berbeda”, aku membuka percakapan karena Lu Han hanya diam.

“Kami sudah ditakdirkan untuk bersama”, jawab Lu Han.Dia mengotak-atik sesuatu di dalam IPad-nya.

“Lihat ini..Ini fotoku bersama Se Hun saat kita kecil dulu.Sejak kecil aku sudah mengenal Se Hun.Kami sangat dekat.Meskipun aku dilahirkan di China tetapi aku dibesarkan di Korea.Saat itu, appa ku sering berpindah kerja jadi mau tidak mau aku dan keluarga ku selalu mengikuti appa. Saat pertama di Korea, aku tak mengerti sama sekali bahasa Korea. Ketika itu, eomma mengajak ku berkenalan dengan Se Hun. Setelah lama di Korea, aku sudah fasih bahasa Korea jadi tidak ada masalah denganku untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Korea.Saat keluargaku kembali ke China aku tidak mau ikut.Aku tetap ingin di Korea bersama Se Hun.Appa dan eomma menuruti ku.Entah kenapa mereka menurutiku.Sedangkan, appa dan eomma Se Hun sudah menganggapku anaknya sendiri.Hingga aku memutuskan tinggal di apartemen sendiri”, Lu Han menceritakan semuanya.

“Hmm..Kau dan Se Hun sangat dekat”, Aku tak merasa cemburu dengan kedekatan Lu Han dan Se Hun.

Lu Han membuka sebuah video yang isinya ternyata Lu Han dan Se Hun bernyanyi dan dance bersama. Mereka terlihat sangat kompak dan keren.

Tak terasa kami sudah sampai.Lu Han selalu menggandengku ketika keluar dari kereta.

 

~~~

Hoaahh, aku terpaku melihat rumah Lu Han. Nuansa rumah khas China sangat jelas terlihat dikombinasikan dengan gaya modern unik.

Lu Han menarik tanganku untuk merangkulkan ke tangan kiri Lu Han.Aku tak bisa menolaknya.Aku hanya tersenyum menurutinya.Dia pun tersenyum sambil membenarkan kacamata yang dipakainya.

Sampai di depan pintu rumah Lu Han, dia memencet bel yang ada disebelah kanan pintu. Sambil menunggu ada yang membukakan pintu “Sudah lama aku tak melihat rumahku ini”.Hingga ada seorang lelaki yang membukakan pintu.

“Lu Han….”, sapa lelaki tersebut lembut, dia terlihat sangat terkejut. “Apa Lu Han tak memberi tahu keluarganya kalau dia mau datang?”, gumamku dalam hati.

“Gege..Aku rindu denganmu.Ni hao ma?(Apa kabar?)”, Lu Han memeluk lelaki tersebut. Oh ternyata dia kakak Lu Han. Dia sama imutnya dengan Lu Han.

“Wo hen hao (Aku baik-baik saja).Aku juga merindukanmu, Lu Han”, sahut kakak Lu Han.

“Oh kenalkan ini pacarku, Lee Ha Yoo”, Lu Han memegang pundakku.

“Ni hao wo jiao Lee Ha Yoo (Hello, saya Lee Ha Yoo). Renshi ni hen gaoxing (Senang berkenalan denganmu)”, sapaku ramah.

“Ni hao wo jiao Li Xu (Hello, saya Li Xu). Renshi ni, wo ye hen gaoxing (Senang berkenalan denganmu juga). Ahh, kau bisa bahasa China?”, balas kakak Lu Han.

“Dia itu pintar bahasa China, gege.Mana mama?(Mama : bahasa mandarinnya Ibu)”, Lu Han memujiku. Aku tersipu malu.

“Mama..Kita kedatangan tamu special hari ini”, teriak Li Xu gege.

“Siapa?”, jawab eomma Lu Han dari dalam rumah.

Setelah eomma Lu Han keluar rumah.

“Ni hao. Kau yang bernama Lee Ha Yoo?”, sapa eomma Lu Han bergembira. “Mengapa tidak menyapa Lu Han dahulu?”, tanyaku heran.

“Ni hao wo jiao Lee Ha Yoo”, sapaku lembut.

“Akhirnya kita bisa bertemu”, eomma Lu Han memelukku.

“Mama….”, ucap Lu Han tiba – tiba. Eomma Lu Han melepas pelukannya denganku dan berpindah memeluk Lu Han.

“Mama..Aku rindu”, ucap Lu Han pelan.

“Kau sih bandel tidak mau kembali ke China.Kau terlihat sangat tampan, nak”, eomma mengelus – elus kepala Lu Han.

“Kalau aku kembali ke China aku tak akan bisa bertemu dengan Ha Yoo.Kalau aku tak tampan, mana mungkin Ha Yoo mau denganku”, goda Lu Han.

“Aishh, kau ini Lu Han”

“Ayo kita masuk!”, ajak Li Xu gege ramah.

~~

Setelah satu hari di rumah Lu Han aku sangat dekat dengan eomma Lu Han dan Li Xu gege.Mereka memperlakukanku dengan baik dan ramah.Aku merasa sangat senang bersama dengan mereka.Lu Han memang beruntung memiliki keluarga yang sangat harmonis.

~~

“Lu Han, jaga dirimu baik-baik, nak. Jangan lupa jaga kesehatan. Jaga Lee Ha Yoo, kau memiliki tanggung jawab besar. Mama yakin kau bisa menjaganya. Kau bandel sekali meninggalkan mama?”, pesan eomma Lu Han.

“Baiklah. Mama..Aku harus menjaga Ha Yoo. Bagaimana Ha Yoo jika tidak ada aku?”, Lu Han tersenyum nakal.

“Lu Han….”, aku sedikit tersenyum kepada Lu Han.

“Lu Han..Kapan – kapan pulang lagi ya?Gege masih rindu denganmu.Jaga kesehatan ya?Semoga semakin sukses”, ucap Li Xu gege.

“Iya gege”, Lu Han memeluk kakaknya.

“Kami pamit dulu ya?Aku menyayangi kalian”, ucap Lu Han berlaga imut.

“Hati-hati ya? Kami menyayangimu”….

 

~~~~

Lu Han’s POV

Sudah hampir 3 minggu lebih aku disini.Rasanya aku ingin kembali ke Korea.Aku ingin melihat SeHunnie.Apakah dia baik-baik saja disana?SeHunnie, hyung menyayangimu~ Kenapa akhir-akhir ini SeHunnie sangat sulit dihubungi?Apa yang terjadi dengan SeHunnie? Aku duduk di dekat jendela di kamar asrama.Aku memandangi bulan dan bintang yang nampak sangat akur dan serasi. Aku menanyakan “SeHunnie.. Sedang apa yang kau lakukan sekarang? Hyung mengawatirkanmu”.

Aku mencoba untuk menghubungi dongsaeng kesayanganku itu berkali-kali. Tapi.. Tuttt Tuttt Tuttt

Aku merasa frustasi, aku tak akan menyerah. Aku akan menghubunginya lagi nanti. Mungkin dia sibuk sekarangg.Aku mengambil segelas air putih dan..

BRAK! PRANG!

Aigho! Ada apa ini? Apa yang terjadi? Apa akan ada hal buruk yang menimpaku? Ponsel ku berdering di atas meja.Aku mengambil ponsel ku, tak sempat aku membereskan pecahan gelas itu.Aku melihat siapa yang memanggilku.

_Eomma_

Eomma? Ada apa eomma menelponku? Eomma yang kumaksud adalah eomma Se Hun.

“Yeoboseyo, Lu Han?”, sapa orang diseberang sana.

“Yeoboseyo eomma.Waeyo eomma? Ada apa eomma menelponku?”, tubuhku mulai bergetar.

“Lu Han… aa-aa-aa-nu”,

“Eomma, waeyo?Apa yang terjadi? Cepat berbicaralah eomma?”, tubuhku semakin bergetar. Pikiranku melayang memikirkan hal-hal buruk.

“Maafkan eomma, Lu Han”,

“Mengapa eomma berkata itu?”,

“Eomma takut mengganggumu, jadi eomma menyesal”,

Menyesal? Hah, menyesal? Apa yang dimaskud eomma? Apa yang terjadi?

“Eomma, Jebal! Katakanlah. Aku tidak apa-apa”,

“Se Hun…..”,

“Ada apa dengan Se Hun?Eomma, cepat katakanlah? Apa yang terjadi?”, Se Hun? Mwo??Apa yang terjadi dengan Se Hun? Lu Han, Pabbo! Kenapa kau berpikir seperti itu dan mengulang pertanyaan itu lagi, hah?

“Se Hun.. Se Hun..me-me. Aku tak sanggup mengatakan itu kepadamu Lu Han”, eomma Se Hun menangis.

“Se Hun? Ada apa dengan Se Hun?”,

“Se Hun… me-me-me MENINGGALKAN KITA SEMUA”, eomma berkata membentak.

DEG! BRAK!

Mwo??

Ponsel ku terjatuh di lantai dan aku pun terduduk lemah.Air mataku mengalir deras dipipiku.Bagaimana bisa begitu?SeHunnie, benarkah?

SEHUUNNNIIIIEEEEE MENGAPA KAU MENINGGALKAN HYUNG?MENGAPA?MENGAPA?

Aku tak bisa menahan emosiku.Aku berteriak keras. Aku tak memikirkan apakah orang lain mendengarnya atau tidak. TIIIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKK!!!

Aku bergegas mengambil jaket dan tas. Aku meminta ijin kepada songsaengnim.Aku tidak memberi tahu Ha Yoo.Aku hanya ingin sendiri ke Korea.

 

~~ Di dalam pesawat.

Aku hanya melamun.Tidak!aku tidak melamun, yang lebih tepat aku hanya memikirkan SeHunnie ku sayang. SeHunnie~ Kenapa kau meninggalkan hyung secepat itu?Apa yang terjadi? Apa kau sakit hingga kau meninggalkan ku selamanya, hah? Aku menyesal.Sungguh sangat sangat menyesal.Seandainya aku menolak ajakan songsaengnim waktu itu. Aku akan selalu menjaga mu, SeHunnie. Aku akan selalu menemani mu, SeHunnie. Tapi semua itu hanyalah sebuah abu gosong yang tak bisa kembali menjadi kertas lagi. Lu Han! Pabbo! Kau Pabbo sekali! Kau hyung yang jahat. Sangat jahat! Kau tak menemani dongsaeng yang jelas-jelas dia dongsaeng kesayanganmu di sela-sela akhir hidupnya.Kenapa kau melakukan ini, hah??

Aku terus menangis dan menangis.Air mataku tak kunjung habis.Aku tak memperdulikan orang-orang disekelilingku.Aku sangat rapuh.Benar benar rapuh.Hatiku remuk berpuing – puing.

~~~

Ketika aku tiba di Korea, jasad Se Hun belum dimakamkan.Eomma sengaja melakukan itu, eomma menunggu kedatanganku.

“SeHunnie, maafkan hyung.Hyung tak bisa menjagamu.Hyung jahat.Benar-benar jahat.Kenapa kau melakukan ini kepada hyung?Hyung tak bisa menjagamu.Hyung tak bisa menemanimu hingga kau meninggalkan hyung selamanya.Hyung tahu, kau sangat membutuhkan hyung waktu itu tapi kau tak mau memberitahu ku jika kau sakit karena kau tak mau mengganggu hyung.Kenapa kau melakukannya? Hyung sangat bodoh! Maafkan hyung.Hyung sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu.Maafkan hyung SeHunnie~ Maafkan hyung, aku mohon!”

Aku hanya menatap wajah dongsaengku yang putih pucat.Dia menutup matanya, dia tidak tidur tapi dia meninggalkan ku selamanya.Aku memeluknya.Aku menangis saat memeluknya. Aku tak tahu mau melakukan apa sekarang? Aku benar-benar bodoh!

“Lu Han, tenanglah! Jangan menyalahkan dirimu seperti itu terus! Kau tidak salah Lu Han.Ini memang takdir Tuhan”, eomma menenangkanku.

“Tidak, eomma.Ini salahku, aku tidak bisa menjaga Se Hun.Aku tak bisa merawatnya, eomma.Aku sangat menyesal.Maafkan aku. Jeongmal Mianhae…”

 

~~~

Aku mengikuti proses pemakaman Se Hun.

SeHunnie~ Bertenanglah di alam sana! Hyung akan selalu mendoakanmu. Semoga kau selalu tenang.Jangan mengawatirkan hyung~ Hyung baik-baik saja.

Mianhae, hyung tak bisa menjaga mu.

Mianhae, hyung tak bisa merawat mu.

Mianhae, hyung telah membuat mu kecewa.

Mianhae, selama ini hyung memiliki banyak kesalahan terhadapmu.

Jaga dirimu baik-baik disana, ne?Kau ingat tidak saat-saat kita bersama?Ketika kita bernyanyi bersama, ketika kita dance bersama.Kita terlihat sangat lucu.Semua orang bilang kalau kita itu kembar padahal kita dilahirkan di tempat dan oleh sosok ibu yang berbeda.Kau ingat tidak? Saat kita bermain basket dan berhujan-hujan ria. Aku dimarahi eomma mu karena kau langsung demam sehabis itu.Waktu itu aku sangat menyesal.Aku mengunci diriku di dalam kamar dan tak mau bertemu dengan siapa pun termasuk dirimu. Hah, aku memang bodoh! SeHunnie, sekali lagi maafkan hyung.Jeongmal mianhamnida~ Satu hal yang harus kau ingat SeHunnie~ Hyung sangat sangat mencintaimu.Cinta ini tak akan pernah pudar, SeHunnie~ You’re my endless love. Jeongmal Saranghamnida~

 

~~~

Aku terduduk di dekat makam Se Hun.Air mataku selalu mengalir membasahi pipiku.Air mata ku jatuh di tanah, Ya tepatnya di makam Se Hun. Aku tak menyangka Se Hun meninggalkanku selamanya.

~~

Hyung, Lu Han hyung. Aku tahu hyung pasti akan menangis ketika hyung membaca suratku ini. Tapi janganlah menangis hyung~ Aku tak mau hyung menangis karena ku.Maafkan dongsaeng mu ini hyung~ karena aku tidak bisa memberitahu mu apa yang terjadi denganku. Aku tak mau mengganggu kesenangan mu hyung.

Hyung… Lu Han hyung~ yang sangat aku cintai.

Sebenarnya, aku jatuh sakit sesaat setelah hyung pergi.Hyung tahu tidak?Ketika di bandara, aku pingsan dan aku langsung dilarikan di rumah sakit.Setelah itu, aku mengalami koma.Aku tak ingat apa-apa hyung. Aku benar-benar tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku benar-benar rapuh.Ketika aku mengalami koma, aku bertemu sosok putih yang menakutkan.Tapi pemandangan disitu sangat indah.Aku kira hyung akan menolongku saat itu. Tetapi ternyata tidak.

Hyung~ setelah aku melewati masa koma, aku selalu memanggil nama mu hyung. Lu Han hyung~ jangan kaget aku berbicara seperti ini.Dokter memfonis ku, ternyata aku mengidap jantung coroner selama ini.Aku tidak merasakan gejala apa-apa selama ini tetapi aku hanya merasa lemas.Aku tak dapat bertahan lama.Aku sudah menahan rasa sakit ini, tapi maafkan aku hyung~ aku meninggalkanmu.

Hyung~ maafkan aku, aku baru bisa memberitahu hyung.Aku menulis ini ketika aku berada di rumah sakit, ketika itu aku tidak merasakan apa-apa.Aku seperti orang mati saat itu. Aku memaksakan diriku untuk menulis surat terakhir ku untuk hyung~. Lihatlah saja, tulisanku sangat jelek.Aku melakukan ini karena aku sangat sangat mencintai hyung.

Aku sangat mengharapkan hyung berada di sisiku selalu saat aku akan meninggalkanmu. Tapi aku tak mau mengganggu mu hyung~ Aku mencintaimu.Maafkan aku telah meninggalkan hyung selamanya.Aku sangat sedih. Mianhae, kita tidak akan bermain bersama lagi. Tapi tenanglah, Aku selalu mencintaimu.Jagalah eomma dan apaa hyung~ Aku mencintai kalian semua.

Lu Han hyung~….

Mianhamnida, aku tidak bisa memberitahu hyung lebih awal.

Mianhamnida, jika aku tak bisa menjadi dongsaeng yang baik.

Mianhamnida, jika aku pernah membuat hyung kecewa.

Mianhamnida, aku tidak bisa menemani mu selamanya.

Mianhamnida, aku meninggalkanmu…..

Hyung~ Aku mencintaimu. Jeongmal Saranghamnida~

 

Dongsaeng kesayangan mu

             Oh Se Hun

 

~ END ~

 

Huh, akhirnya selesai. Maafkan saya ya readers jika FF nya jelek dan readers tidak puas.Annyeong~ Comment nya ditunggu!

17 pemikiran pada “My Beloved Person

  1. kyknya ini kisahnya yg maen cuma HunHan doang yak…??? ._.
    sehun meninggal, aigooo… -..-
    kok bisa sih ada penyakit jantung coroner nya…. uaaaa sehun meninggalkan aq… *plakkk!! abaikan*

  2. Thor … Selamat anda sukses membuat hati saya remuk dan banyak meneteskan air mata T^T *tarik ingus dalam2. Thor gw ga tahan sad ending’y. Sehunie meninggal. Tapi thor ni FF’y Daebak deh thor. Oiia thor bikin ttg baekyeol juga ya *please

  3. bingung, ini sebenernya yaoi ato straight, nyesek, kasian ama hayoo, semacam ga di anggap ama luhan, dan luhan tega ninggalin hayoo sendiri di china ? apa luhan ga takut ntar hayoo kenapa napa ? ntar kalo kejadian yg sama keulang ama hayoo gmana ?

Tinggalkan Balasan ke Dwi Okktaviaviani Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s