Saranghae, Sunbaenim! (Chapter 1)

Author: @Anggiilicious

Genre: Romance

Cast: Kim Haera

EXO-K Park Chanyeol

EXO-K Byun Baekhyun

EXO-K Do Kyungsoo

EXO-K Oh Sehun

EXO-K Kai

EXO-K Suho

And other cast..

Annyeoooooooong!! Ini fanfic ketigaku yang cast nya EXO, tapi ini fanfic pertama yang bisa selesai karena dua fanfic lainnya macet di tengah jalan -____- Disini aku bikin Kyungsoo lebih tua daripada Baekhyun dan Chanyeol. Soalnya mukanya Kyungsoo lebih keliatan dewasa ._. Enjooooy!

____________________________

Haera’s POV

Pagi ini aku suntuk sekali. Sangaaaat suntuk. Semalaman aku harus belajar untuk ujian hari ini. Sesampainya di sekolah aku kembali membuka buku catatanku. Walaupun aku sudah yakin dengan apa yang aku pelajari, aku tetap harus meyakinkannya lagi.

“Kyaaaaahh mereka dataaaang!!” Aku menoleh ke sumber suara. Di depan kelasku banyak siswi yang sedang berteriak-teriak tidak jelas. Aku tak mengerti, untuk apa mereka berteriak seperti itu. mengganggu sekali.

“Demi Tuhan dia tampan sekali!!” kudengar teman sekelasku, Jihye, berteriak. Tak lama kemudian pusat perhatian itu mulai lewat di depan kelasku satu-persatu. Suho sunbae, Kyungsoo sunbae, Baekhyun sunbae, Kai, Sehun, dan yang terakhir Chanyeol sunbae. Mereka adalah EXO-K. Boyband yang menurut teman-temanku keren. Tetapi aku tidak tertarik pada mereka. Jujur, aku belum pernah melihat mereka perform. Tidak seperti teman-temanku yang lain. Mereka update sekali tentang EXO.

Dari yang aku tahu setelah mendengar temanku Kang Minji berceloteh tentang EXO-K, aku jadi tahu kalau EXO sebenarnya punya 12 member. Dibagi 2 menjadi 6 member di EXO-K dan 6 member di EXO-M. EXO-K fokus di Korea sementara EXO-M fokus di China.

Suho sunbae itu murid kelas 3. Dia itu Leader dari EXO-K. Yah, wajahnya memang cocok jadi leader. Kalau Kyungsoo sunbae kelas 3 juga, tetapi Minji bilang sebenarnya lebih tua Suho sunbae. Baekhyun dan Chanyeol sunbae murid kelas 2. Baekhyun sunbae selalu tersenyum, sedangkan Chanyeol sunbae kebalikannya. Wajahnya terlihat dingin, tapi yang kudengar dia memang sangat pintar. Kai dan Sehun murid kelas 1. Mereka seangkatan denganku tetapi kami tidak satu kelas. Mungkin karena mereka seumuran mereka terlihat sangat dekat.

Setiap pagi mereka selalu berangkat bersama, dan pulang bersama juga. Tentu saja, mereka tinggal satu dorm dan pasti mereka diantar oleh manager mereka. Terkadang mereka tidak masuk sekolah, mungkin ada schedule yang harus diselesaikan. Eh? Mengapa kesannya aku sangat mengenal mereka ya? Serius, aku tidak tertarik pada mereka. Aku tahu semua itu karena Minji yang terlalu sering berceloteh tentang itu padaku. Sampai bosan aku dengarnya.

“Apakah Chanyeol oppa bertambah tinggi lagi hari ini? Tubuhnya menjulang sekali” ujar Minji yang entah sejak kapan duduk di sebelahku. Dia berkata seperti itu sambil menatap lekat Chanyeol sunbae.

“Cih, kau bahkan memanggilnya oppa?”cibirku sambil memperhatikan ekspresi wajahnya yang benar-benar seperti menginginkan Chanyeol sunbae.

“Memangnya kenapa? Semua memanggilnya oppa kok” ujarnya sambil menunjuk kearah siswi-siswi di luar yang berteriak-teriak. Aku hanya menggeleng pelan.

“Kau aneh Haera, bagaimana bisa kau tidak tertarik pada mereka? Umm.. kau menyukai namja kan?” ujar Minji sambil sedikit menjaga jarak padaku.

Pletaaak!

Kulayangkan buku catatan yang sedang kubaca ke kepalanya. Pertanyaan bodoh macam apa itu?

“Tentu saja ,bodoh! Memangnya kau pikir aku ini apa?!” ujarku meninggikan nada bicaraku. Minji hanya terkekeh pelan sambil memegangi kepalanya yang kupukul. Tentu saja aku menyukai namja, dasar Minji bodoh. Tapi aku memang tak mudah tertarik pada namja manapun. Termasuk 6 namja yang baru saja melewati kelas kami. Mereka memang tampan, dan mereka juga berbakat dan pintar. Tetapi di mataku mereka sama saja dengan namja lainnya. Tidak ada yang lebih.

J

“Haera, bulan depan ada olimpiade matematika. Aku hanya ingin menawarkan, kamu mau ikut atau tidak? Aku tidak memaksa, tetapi alangkah baiknya jika kamu ikut” ujar Hyemi Seonsaengnim ketika ujian hari ini berakhir. Aku memang sering mengikuti olimpiade walaupun tidak semua medali emas yang kudapatkan. Tetapi ini olimpiade matematika, aku tidak begitu baik dalam pelajaran ini.

“Umm, tetapi aku tidak begitu baik di matematika Seonsangnim. Aku ragu” ujarku sambil menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

“Mmm, bagaimana dengan seorang mentor?“ ujar Hyemi Seonsaengnim sambil tersenyum padaku.

“Mentor?” tanyaku ragu-ragu. Kalau saja ini mata pelajaran biologi maka aku tidak butuh mentor. Tetapi matematika? Aku tidak yakin aku bisa.

“Iya, aku akan meminta tolong seseorang untuk mengajarimu dalam persiapan olimpiade ini. Bagaimana? Kau mau?” tanya Hyemi Seonsaengnim sekali lagi. Sebenarnya aku mau, aku hanya tidak siap saja dengan matematika. Tetapi jika ada mentor sepertinya akan sangat membantuku.

“Saya akan mencobanya Seonsaengnim” ujarku sambil mengeratkan genggamanku pada buku yang ada dalam pelukanku. Aku harap keputusanku tidak salah.

J

Sekarang jam 02.30 siang. Kalau kemarin aku tidak salah dengar Hyemi Seonsaengnim bilang aku akan mulai belajar dengan tentor jam 02.00 siang ini. Sekarang aku sudah di perpustakaan menunggu mentorku. Tapi kenapa dia terlambat? Mentor menyebalkan. Kubuka buku latihan matematikaku. Aku mulai saja mengerjakan beberapa soal sambil menunggu mentornya datang.

Saat aku sedang sibuk memikirkan jawaban dari satu soal itu, kudengar bisik-bisik yang sangat mengganggu. Beberapa siswi nyaris berteriak, tetapi ini perpustakaan. Tidak boleh berisik. Sedang apa mereka? Kuedarkan pandanganku keseluruh sudut perpustakaan, dan kudapati sesosok namja yang menjadi pusat perhatian.

Park Chanyeol sunbaenim.

“Aku tak tahu ternyata dia suka ke perpustakaan juga” gumamku pelan tanpa member perhatian lebih ke arahnya. Aku lanjutkan saja soal yang tadi belum selesai ku kerjakan.

“Eh? Kenapa dia berjalan ke arah Kim Haera?” Huh? Aku mendengar namaku disebut. Aku mengangkat wajahku dan kulihat Chanyeol sunbae sedang berjalan dan menatap lurus ke arahku. Eh? Mau apa dia? Apa yang sedang dia lakukan? Chanyeol sunbae terus berjalan lurus sampai ia benar-benar berhenti di meja yang aku tempati. Ia menarik kursi di seberang kursi ku, dan duduk disana. Aku masih mematung dengan kedatangannya. Ia menghela napas sesaat dan kemudian ia menatapku. Aku sedikit tersentak ketika mata tajamnya menatapku.

“Kim Haera?” tanya Chanyeol sunbae padaku. Ternyata suaranya seberat dan serendah itu? Uh, aku tak pernah tahu. Aku mengangguk kecil. Aku masih tak dapat menggerakkan tubuhku karena masih terkejut. Ditambah, sekarang seisi perpustakaan melihat kearah kami. Tidak pernah ada sejarahnya Kim Haera duduk semeja dengan Park Chanyeol sunbae. Jelas saja seisi perpustakaan bingung. Jangankan mereka, aku pun bingung mengapa Chanyeol sunbae duduk di mejaku.

“Baiklah, kita mulai. Phytagoras.” ujar Chanyeol sunbae singkat sambil membuka bukunya. Tunggu, apakah dia mentor yang dimintai tolong Hyemi Seonsaengnim untuk mengajarku?

“Chonsohamnida sunbae, apakah kau mentorku?” tanyaku hati-hati pada Chanyeol sunbae. Ia berhenti membolak-balik halaman bukunya dan menatapku. Omo, kumohon jangan marah padaku T_T.

“Kau tidak tahu? Astaga, apa saja yang kau lakukan?” ujarnya sambil lanjut membuka halaman-halaman bukunya. Chanyeol sunbae benar-benar mentorku? Untung aku bukan Minji. Kalau Minji pasti dia sudah pingsan saat ini juga.

“Maaf, Hyemi Seonsaengnim tidak memberitahuku sebelumnya. Jadi aku tidak tahu kalau ternyata sunbae yang menjadi mentorku” ujarku. Ia menatapku dengan ujung matanya tanpa berhenti membolak-balik halaman bukunya.

“Kalau tak tahu tuh bertanya. Jangan diam saja. Kau pikir kau murid SD?” Eh, ada apa dengannya? Galak sekali sunbae ini. Bagaimana bisa Minji menyukainya?

“Maaf, habisnya tadi pun aku tidak bertemu dengan Hyemi Seonsaengnim karena beliau harus mengajar. Jadi aku tak sempat bertanya” ujarku mencoba menjelaskan pada Chanyeol sunbae,

“Aku duduk disini bukan untuk mendengarkan curhatanmu. Cepat buka bukumu, phytagoras” ujarnya tanpa menatapku. Aish, ternyata dia sejutek ini. Aku tak mengerti kenapa dia bisa digilai siswi-siswi disini. Kulihat ke sekitarku, ada beberapa murid yang melihat kearah Chanyeol sunbae dengan pandangan kagum. Aigoo, dia bahkan melihat sejutek apa Chanyeol sunbae kepadaku, dan dia masih saja mengaguminya? Benar-benar tak habis pikir.

“Kerjakan soal ini” ujar Chanyeol sunbae sambil menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan 50 soal matematika. Banyak sekali soal yang dia berikan. Teganya. Aku mulai mengerjakan soal-soal tersebut dengan hati-hati sementara Chanyeol sunbae mengawasi aku dengan mata tajamnya. Aku jadi tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Meskipun aku tidak menatap Chanyeol sunbae tapi aku tetap tahu kalau dia sedang mengawasiku.

“Nomor 1 salah” ujar Chanyeol sunbae saat aku beranjak mengerjakan nomor 2. Aku mengangkat kepalaku. Secepat itu dia mengoreksi kesalahanku? Benar-benar pintar ternyata dia.

“Hati-hati menarik akarnya. Akar 256 bukan 18. Kerjakan ulang” ujarnya tanpa melihat ke arahku. Ia sedang membaca buku. Ah dia memang pintar sekali ternyata. Aku ulangi soal yang salah kukerjakan dan Chanyeol sunbae juga terus mengawasiku.

“Aaah lama sekali” ujar Chanyeol sunbae ketika aku mulai mengerjakan soal yang ke 31. Wajahnya terlihat sangat bosan menungguku. Salah dia sendiri memberikanku soal sebanyak ini.

“Sedikit lagi sunbae, sebentar” ujarku sambil menghapus satu jawaban yang salah karena diinterupsi Chanyeol sunbae tadi. Masih ada 20 soal lagi. Harus aku kerjakan dengan cepat, sebelum Chanyeol sunbae membakar perustakaan ini saking bosannya.

“Ini sunbae, sudah selesai” ujarku sambil mengangkat wajahku dan menyodorkan kertas soal itu pada Chanyeol sunbae. Ternyata Chanyeol sunbae sedang tertidur. Pantas saja tak ada suara apapun yang keluar darinya sejak tadi. Kulihat sekelilingku, perpustakaan sudah sangat sepi. Tinggal tersisa beberapa murid saja disini. Jam besar di dinding perpustakaan menunjukkan jam 04.20 sore. Aigoo! Sudah sesore ini ternyata. Lama sekali aku mengerjakan soalnya, pantas saja Chanyeol sunbae sampai tertidur.

Kuperhatikan Chanyeol sunbae yang tengah tertidur dengan posisi terduduk sambil melipat tangannya. Sepertinya ia kelelahan, mungkin ia tidak beristirahat dengan baik disela-sela jadwalnya bersama EXO-K. Ini baru pertama kalinya aku berada sedekat ini dengan member EXO-K yang digilai siswi satu sekolah ini. Wajahnya memang tampan. Kulitnya bersih, putih dan terlihat lembut. Rambutnya berwarna cokelat dan dibiarkan acak-acakan. Tubuhnya pun wangi vanilla.

Sepertinya aku terlalu lama menatap Chanyeol sunbae seperti ini. Dadaku rasanya sakit, jantungku berdegup terlalu kencang. Seperti tersihir, tanganku bergerak diluar kendaliku. Tanganku terangkat dan bergerak pelan menuju ke wajah Chanyeol sunbae ingin menyentuhnya. Tak lama kemudian aku merasakan ujung jariku menyentuh kulit pipi Chanyeol sunbae. Rasanya seperti menyentuh permen kapas. Sangat halus.

Neon machi chagaun machine
Neoneun ma, ma, ma, ma, machine!
Neoneun ma, ma, ma, ma, machine!
Kalgachi areumdaun yeosin
Neoneun ma, ma, ma, ma, machine!
Neoneun ma, ma, ma, ma, machine!

Tiba-tiba handphone Chanyeol sunbae diatas meja berbunyi dan sukses mengagetkan aku. Segera kutarik tanganku menjauh dari wajah Chanyeol sunbae. Tepat setelah tanganku kembali ke tempat yang benar, Chanyeol sunbae terbangun dan mengangkat teleponnya.

“Yoboseo? Ah, iya Kyungsoo hyung. Aku akan segera pulang. Iya. Iya. Iyaaaaaa kau cerewet sekali hyung!” ujarnya kemudian menutup telepon dengan sadis. Aku menatap Chanyeol sunbae takut. Malu sekali, wajahku rasanya panas. Aku harap tidak merah saat ini. Aku takut dia mengetahui apa yang baru saja aku lakukan padanya. Ah tidak, tanganku yang melakukannya. Bukan aku!

“Sudah selesai?” tanya Chanyeol sunbae sambil menaruh kembali handphone nya diatas meja. Aku mengangguk cepat dan entah mengapa aku merasa gugup. Semoga saja Chanyeol sunbae tidak menyadarinya.

“Hoaammh kau lama sekali. Aku sampai ketiduran begini” ujarnya sambil mengecek hasil kerjaku. Eh, sepertinya dia tidak menyadari kelakuan tanganku tadi. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia mengetahuinya.

“Benar semua” ujarnya sambil menyodorkan kembali kertas soal itu kepadaku. Aku tersenyum lega. Lega karena pekerjaanku benar semua dan lega karena sepertinya Chanyeol sunbae tidak menyadari hal itu.

“Tapi kau harus belajar materi ini lagi. Kau sangat lambat. Di olimpiade tidak akan ada yang mau menunggumu jika kau selama itu” ujarnya menasehatiku. Aku pun mengangguk pelan, aku meyadari itu. Aku memang harus lebih cepat lagi.

“Kapan kita bisa belajar lagi sunbae?” tanyaku. Untuk jadwal belajar untuk persiapan olimpiade ini aku harus menyesuaikan jadwal Chanyeol sunbae bersama EXO-K. Dia mengambil handphonenya, mungkin mengecek jadwal.

“Aku sangat sibuk sampai 4 hari kedepan. 5 hari lagi berarti” ujar  Chanyeol sunbae sambil menaruh handphone nya kembali.

“Tapi itu hari minggu, sunbae. Kita tidak bisa bertemu di sekolah” ujarku. Dia terdiam, sepertinya dia sedang berpikir.

“Berikan handphonemu” ujar Chanyeol sunbae tak lama kemudian. Aku memberikan handphoneku bingung. Mau apa dia dengan handphoneku? Ia mulai mengutak-atik handphoneku dan tak lama kemudian ia mengembalikannya.

“Sudah ada nomorku disitu. Tunggu kabar dariku saja” ujarnya sambil memasukkan handphonenya ke dalam saku dan bersiap untuk pergi.

“Kamsahamnida sunbae” ujarku sambil berdiri dan membungkukkan tubuhku. Ia mengangguk kecil dan pergi menjauh. Mataku terus mengikuti sosoknya sampai benar-benar menghilang. Masih terasa di ujung jariku bagaimana lembutnya kulit wajah Chanyeol sunbae. Seketika itu pula dadaku terasa sakit lagi, jantungku berdegup tak terkendali.

“Aku pasti sudah gila..”

J

“Pagi Haera-ah!”  ujar Minji menyapaku dan langsung menjatuhkan diri di kursi disebelahku. Aku hanya tersenyum padanya.

“Eh, bagaimana persiapan untuk olimpiademu? Lancar kan?” tanya Minji sambil membuka sekotak crackers rumput laut kesukaannya. Aku hanya mengangguk kecil.

“Lancar. Aku belajar phytagoras kemarin” ujarku sambil mengambil sepotong crackers Minji. Minji menatapku bingung.

“Apa itu phytagoras? Katanya matematika? Kok malah belajar phytagoras?” ujarnya dengan wajah polos. Aku memandangnya tajam. Orang ini bodoh atau apa?

“Hhhh.. sudah lupakan saja Minji. Anggap saja aku tak pernah bicara” ujarku sambil lanjut mengunyah crackers curian dari Minji.

“Siapa mentormu Haera-ah?” tanya Minji sambil mengubah posisi duduknya ke arahku. Tak lama kemudian terdengar suara riuh dari luar kelas.

“Ah, itu pasti EXO-K!” ujar Minji sambil membalikkan tubuh memunggungiku dan menghadap ke arah jendela. Benar saja, tak lama kemudian satu-persatu member EXO-K melewati kelas kami. Suho sunbae, Kai, Sehun, Kyungsoo sunbae, Baekhyun sunbae dan yang terakhir Chanyeol sunbae. Entah mengapa mataku mengekor pada sosok Chanyeol sunbae. Degup jantungku saat kemarin menyentuh wajahnya sekarang kurasakan lagi. Aahh aku benar-benar perlu ke psikiater sepertinya.

“Wuaaaahh Chanyeol oppa mengapa tampan sekali hari ini??” ujar Minji dengan ekspresi yang paling aku benci. Fangirling.

“Dia mentorku” gumamku pelan sambil mengambil crackers Minji lagi. Minji menatapku.

“Hah? Dia siapa?” tanyanya bingung.

“Orang yang barusan kau bicarakan” ujarku sambil mengunyah potongan kecil crackers yang tersisa. Mata besar Minji membulat, aku khawatir dalam lima detik matanya akan loncat keluat.

“Chanyeol oppa menjadi mentormuuu??!!!” tanyanya setengah berteriak sampai bediri dari kursinya. Aku tersentak kaget karena tiba-tiba mejaku tersenggol Minji saat ia berdiri. Setelah reaksinya yang berlebihan itu selesai, Minji kembali duduk dan mengguncang-guncang bahuku.

“Bagaimana bisaaaa Haera-ah? Bagaimana bisaaaaa??” ujarnya sambil terus mengguncang-guncang bahuku hingga aku tersedak.

“Uhhuuk! Aku tersedakkk.. bodooh! Uhukkk!” ujarku terbatuk-batuk. Minji mengambilkan air minum dan memberikannya padaku. Setelah aku minum, aku mulai pulih sedikit.

“Bodoh deh” cibirku pelan sambil menepuk-nepuk dadaku pelan. Minji hanya nyengir mendengarku mengatainya bodoh.

“Eh cerita padakuuu, bagaimana bisa Chanyeol oppa menjadi mentormu??” tanya Minji penuh rasa penasaran.

“Berhenti memanggilnya oppa!” ujarku agak menaikkan nada bicaraku. Panggilan itu benar-benar memuakkan untukku yang mendengarnya.

“Oppa oppa oppa Chanyeol oppa Chanyeol oppa..” ujar Minji berulang-ulang. Ih Minji benar-benar menyebalkan.

“Ya sudah. Aku tak akan memeberitahumu apapun. Apapun!” ujarku menekankan kata terakhir yang kuucapkan.

“Haera-ah, ayolaaaah. Umm, bagaimana Chanyeol.. umm… itu, oppaku bisa menjadi mentormu?” tanyanya tanpa menghiraukan ucapanku.

“Entah, Hyemi Seonsaengnim yang memilihkan mentor untukku. Dan aku juga tidak tahu kalau ternyata itu Chanyeol sunbae” ujarku bercerita pada Minji.

“Waaaaah beruntung sekali kau Haera-ah. Pasti sangat menyenangkan belajar bersama Chanyeol oppa” ujarnya sambil menopang dagunya dengan tangannya.

“Menyenangkan apanya? Dia jadi pusat perhatian di perpustakaan. Pertemuan pertama kami dia memberikan kertas berisi 50 soal yang harus aku kerjakan. Salah sedikit aku kena marah” ujarku menceritakan pengalaman pertamaku belajar dengan Chanyeol sunbae. Minji sedikit kaget mendengar ceritaku.

“Aa.. Aaahh pasti menyenangkan bukan bisa duduk semeja dengan Chanyeol oppa??” ujar Minji sambil tersenyum aneh. Orang ini mendengarkan aku atau tidak sih? Minji menyebalkan.

J

Chanyeol POV

“Aaaahh akhirnya libur jugaaaaa” ujar maknae Sehun sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa di sebelahku. Selama 4 hari kemarin jadwal EXO-K memang sangat padat. Live performance, fansign, radio live sampai jam 2 pagi. Sangat melelahkan. Hari ini ada kami berlima di dorm, kecuali Suho hyung. Suho hyung pagi-pagi sekali tadi sudah pergi dengan manager hyung ke kantor SM. Aku tak tahu untuk apa, urusan leader.

“Ya! Sehun-ah! Jangan pernah letakkan gelas bubble tea mu sembarangan!” terdengar Kyungsoo hyung berteriak dari dalam dapur. Aku menyenggol pinggang Sehun dengan sikuku dan memberikan tanda kalau Kyungsoo hyung berbicara padanya.

“Nee Ummaaaaaa! Neee!!” ujarnya sambil menghela napas. Hahaha Sehun memang lucu. Dia sering sekali kena marah Kyungsoo hyung.

“Kyungsoo hyung cerewet” ujarnya sambil meraih Playstation Portable milik Kai di atas meja dan memainkannya. Aku hanya tertawa kecil mendengarnya.

“Kkejyeo beori maeume boda gippeun sarangeun~ Modu hamkke usseul su ITDAMYEOOOOOON!!” kudengar Baekhyun bernyanyi sambil keluar dari kamar dan entah mengapa ia berteriak di ujung bait yang ia nyanyikan.

“YA! Baekhyun-ah! Berhenti berteriaaak!!!” ujar Kyungsoo hyung lagi. Kyungsoo hyung memang cerewet. Sering marah-marah. Kami semua sering sekali kena omelannya, apalagi maknae. Baekhyun terkejut mendengar Kyungsoo hyung berteriak lebih kencang darinya.

“Ya! Kyungsoo hyung! Berhenti ngomel-ngomel!” ujar Baekhyun sambil melangkah pelan ke meja makan mengambil snack kesukaannya.

“Aku ngomel-ngomel karena kalian semuaa!” ujar Kyungsoo hyung lagi dan tak lama kemudian terdengar bunyi suatu barang yang jatuh. Atau lebih tepatnya dijatuhkan.

“Nahloh, dia marah” ujarku pada Sehun dan Baekhyun. Mereka tak merespon ucapanku. Sehun sibuk main PSP, Baekhyun sibuk makan snack sambil menonton TV. Tiba-tiba Kai keluar dari kamar. Wajahnya kusut. Baru bangun tidur. Ia berdiri di depan pintu kamar, entah sedang apa dia disana. Mungkin saja mengumpulkan nyawa.

“Kyungsoo hyung berisik. Aku jadi bangun” ujarnya sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya. Bersamaan dengan itu, Kyungsoo hyung keluar dari dapur. Ia melihat Kai yang masih kusut, dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

“Jongin-ah, cepat mandi. Semuanya sudah mandi. Tinggal kau saja yang belum. Ambil handuk yang hijau. Jangan sentuh yang biru. Itu milikku” ujarnya panjang lebar dan disambut anggukan dari Kai dengan matanya yang terpejam. Sepertinya ia belum sepenuhnya bangun dari tidurnya. Ia pun masuk lagi dengan gontai ke dalam kamar dan tak lama kemudian ia keluar dengan membawa handuk biru. Ya, handuk biru.

“Ya! Jongin-ah! Kubilang jangan sentuh yang biru! Itu punyaku!” ujar Kyungsoo hyung dari seberang meja makan sambil menunjuk-nunjuk handuk miliknya yang ada di bahu Kai. Kai mengusap-usap matanya perlahan yang sepertinya masih sulit terbuka.

“Memangnya ini biru? Bukan hijau ya?” ujarnya polos sambil memperhatikan lekat-lekat handuk yang ia bawa. Hahaha ternyata dia memang belum sepenuhnya bangun. Nyawanya masih tercecer di tempat tidur.

“Babo. Cepat kembalikan ke tempatnya semula!” ujar Kyungsoo hyung. Kai menganggukkan kepalanya dan masuk ke kamar. Ia kembali lagi dengan handuk yang benar. Ia pun berjalan perlahan ke kamar mandi dan melewati Kyungsoo hyung.

“Kau sudah benar-benar bangun belum sih?” ujar Kyungsoo hyung sambil menepuk-nepuk pipi Kai saat ia melewatinya.

“Nanti juga bangun kalau tersiram air hyung” ujarku pada Kyungsoo hyung.

“Iya kalau dia tidak tertidur lagi di kamar mandi” ujar maknae Sehun sambil terus memainkan PSP.

“Bukan itu masalahnya. Kalau dia belum benar-benar bangun, dia akan memakai bodywash di rambutnya dan shampoo di tubuhnya seperti kemarin” ujar Kyungsoo hyung sambil menepuk-nepuk pipi Kai sampai matanya benar-benar terbuka.

“Hahahahahahahaha Jongin-ah! Apa yang kau lakukan?! Hahahaha” ujar Baekhyun sambil terbahak. Aku dan Sehun pun ikut tertawa mendengar penjelasan Kyungsoo hyung.

“Botolnya sama semua, kupikir aku menggunakan botol yang benar” ujar Kai yang sepertinya mulai tersadar.

“Shampoo nya jadi cepat habis, Jongin-ah” ujar Kyungsoo hyung tetap dengan naluri hemat-nya sebagai umma. Kai pun berjalan ke arah kamar mandi dan sosoknya menghilang di balik pintu kamar mandi. Kyungsoo kembali menyibukkan dirinya di meja makan menyiapkan sarapan. Kami tidak akan mulai sarapan kalau Suho hyung belum pulang. Dan Suho hyung bilang 15 menit lagi dia pulang. Aku berjalan mendekati Kyungsoo hyung.

“Ada yang bisa aku bantu hyung? Aku tidak ada kerjaan” ujarku sambil melahap kentang goreng yang sudah disiapkan Kyungsoo hyung di meja makan.

“Ah, tolong ambilkan buah di lemari pendingin Chanyeol-ah. Letakkan beberapa di atas piring. Maknae suka buah” ujarnya sambil lanjut menata meja makan.

“Yaaa aku suka buaaah” ujar Sehun yang ternyata mendengar percakapan antara aku dan Kyungsoo hyung. Yah, begitulah Kyungsoo hyung. Walaupun ia sering marah-marah pada Sehun, tapi sesungguhnya justru Sehun-lah member yang paling dia beri perhatian lebih. Mungkin karena dia maknae. Tapi dia juga memberikan perhatian yang sama besar untuk member lain.

“Ini hyung” ujarku sambil menyodorkan sepiring buah semangka segar yang sudah dipotong Kyungsoo hyung tadi pagi.

“Letakkan disitu saja Chanyeol-ah” ujar Kyungsoo hyung sambil menunjuk satu bagian meja yang kosong. Tak lama kemudian Kai keluar dari kamar mandi. Rambutnya basah, menggunakan celana panjang tanpa kaos atau atasan lainnya.

“Uuuuu Jongin badannya sok keren” cibir Baekhyun saat Kai lewat di depannya dan Sehun.

“Sexy maknae..” ujar Kai sambil terus berjalan ke kamarnya yang membuat Baekhyun tersedak snack yang ia makan. Sedangkan Sehun tidak terlalu peduli, terlalu sibuk dengan playstation. Aku dan Kyungsoo hyung hanya tertawa mendengar Kai dan reaksi yang ditimbulkan Baekhyun. Beberapa saat kemudian Kai keluar kamar dan sudah menggunakan kaos berwarna hitam bergambar tengkorak. Ia melangkah lurus kearah Sehun dan langsung merampas PSP yang sedang dimainkan Sehun.

“YA!” ujar Sehun marah ketika Kai mengambil PSP yang sedang dimainkannya.

“Ini milikku” ujar Kai sambil menjatuhkan diri di sebelah Sehun.

“Aku hampir menang tadi!” ujar Sehun berteriak sambil memukul lengan Kai yang asyik mengacaukan game yang tadi Sehun mainkan.

Cklek! Tiba-tiba pintu terbuka dan kepala Suho hyung tersembul dari balik pintu.

“Maknae berisik sekali” ujar Suho hyung sambil masuk dan melepas sepatunya. Sehun menatap Kai kesal yang memajukan bibirnya lucu.

“Kai mengacaukan game yang hampir kumenangkan” gumamnya pelan seperti anak kecil. Suho hyung tertawa melihat tingkah Sehun.

“Bukan waktu yang tepat untu aegyo, Sehun-ah” ujar Suho hyung sambil melangkah ke meja makan. Sehun membulatkan matanya. Dia sedang tidak aegyo, dia sedang kesal tapi dimata kami para hyung nya tetap terlihat aegyo.

“Sudah, ayo sarapan dulu. Suho hyung belum makan banyak deh pasti” ujar Kyungsoo hyung mengajak kami sarapan. Aku yang sudah berada di meja makan hanya tinggal menunggu yang lain berkumpul di meja sambil memakan sepotong semangka. Kyungsoo hyung memasak daging sapi dengan saus teriyaki, ada gochujang dan kimchi, ada sup kentang juga. Kyungsoo hyung memang superb dalam hal ini hehehe.

“Nanti siang kita ada latihan ya sebentar. Sekarang waktu kosong sih sampai jam 1 nanti” ujar Suho hyung sambil menyuapkan daging ke dalam mulutnya. Member lain pun hanya mengangguk sambil menghabiskan sarapan. Kami memang tak banyak bicara ketika sedang makan. Tidak sopan juga sih.

“Hyung, aku mau eskrim” ujar Sehun pada Kyungsoo hyung setelah ia menghabiskan sarapannya. Kyungsoo hyung membulatkan matanya.

“Sepagi ini?” ujar Kyungsoo hyung dengan mata besarnya yang terbuka lebar. Sehun mengangguk sambil tersenyum dan memperlihatkan eyesmilenya.

“Arasseo arasseo..” ujar Kyungsoo hyung mengizinkan Sehun untuk makan eskrim. Kyungsoo hyung memang lemah ketika Sehun sudah menggunakan jurus aegyo nya. Sehun pun dengan senang berlari-lari kecil ke lemari pendingin dan mengambil semangkuk eskrim untuknya. Suho hyung hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

“Mulai hari besok kita sudah sibuk lagi. Kalian tidak boleh sakit ya, jaga kesehatan” ujar Suho hyung sambil mengambil sepotong semangka. Member lain pun hanya mengangguk.

“Pasti Chanyeol hyung akan belajar sepanjang hari ini” ujar Sehun sambil melahap eskrimnya. Aku tersentak. Aku melupakan sesuatu! Aku lupa mengabari Haera tentang belajar untuk persiapan olimpiade. Kulihat jam, sudah menunjukkan pukul 09.00. Sedangkan jam satu siang ini aku harus ke gedung SM untuk latihan. Aku tidak punya banyak waktu.

“Hyung, bolehkan aku mengajak seorang teman kesini?” tanyaku pada Kyungsoo hyung. Entah mengapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku. Kyungsoo hyung menatapku bingung.

“Tumben? Siapa memangnya Yeollie-ah?” tanya Kyungsoo hyung.

“Umm sebenarnya aku ada janji dengan seorang teman untuk belajar bersama, tetapi aku baru ingat kalau aku tak punya banyak waktu. Bisakah kami belajar disini sebentar saja?”  ujarku memohon izin pada Kyungsoo hyung, sekaligus pada Suho hyung sebagai yang tertua disini.

“Kurasa itu tidak buruk, tentu saja boleh. Iya kan, Kyungsoo?” ujar Suho hyung sambil menatap Kyungsoo hyung. Kyungsoo hyung hanya mengangguk kecil.

“Aku terserah Suho hyung saja, asal tidak bikin berantakan” ujar Kyungsoo hyung dengan sifat tidak-suka-kekacauan nya.

“Gomawo hyung” ujarku sambil melahap sepotong kentang goreng.

J

Haera POV

Kutatap handphone dalam genggamanku. Sekarang sudah jam sembilan lewat dan Chanyeol sunbae belum juga memberi kabar.

“Apa aku duluan saja ya yang bertanya padanya? Kan aku yang butuh diajari olehnya?” ujarku pada diriku sendiri. Aku memutuskan untuk menghubunginya lebih dulu.

To: Chanyeol Sunbae

Maaf sunbae, aku Haera. Bagaimana dengan belajar hari ini? Apakah jadi?

Tinggal menekan tombol “Send” tapi entah mengapa rasanya sulit. Aku sangat gugup. Bagaimana kalau ternyata dia sedang sibuk? Dia kan member EXO-K. Jadwalnya pastinya sangatlah sibuk.

“Tunggu kabar dariku saja”

Tiba-tiba aku teringat perkataan Chanyeol sunbae. Iya, aku harus menunggu kabar darinya. Aku membatalkan niatku dan segera menghapus semua pesan yang sudah kuketik. Aku menjatuhkan tubuhku ke kasur. Kenapa aku segugup ini? Padahal kan hanya ingin mengirim pesan ke mentorku saja.

Tiba-tiba bayangan wajah Chanyeol sunbae yang sedang tertidur kemarin melintas di pikiranku. Bagaimana bentuk wajahnya, matanya, rambutnya, dan ketika jari-jariku menyentuh kulit pipinya, semua seperti terputar kembali di pikiranku.

“Haera-ya, micheoseo?!” ujarku pada diriku sendiri. Aku benar-benar sudah gila sepertinya. Aku kan tidak mudah suka pada namja. Tapi sekarang kenapa begini? Tunggu, aku menyukai Chanyeol sunbae?

Dddrrrrrrttt.. Dddrrrttttt…

Kurasakan handphoneku bergetar. Aku harap itu pesan dari Ummaku. Kumohon siapapun, asal bukan dari Chanyeol sunbae.

1 New Message

Chanyeol Sunbae

Jantungku berdetak cepat ketika kulihat nama yang tertera di layar handphoneku. Chanyeol sunbae mengirimiku pesan. Aku menarik napas panjang untuk menenangkan diriku sebelum aku membaca pesan dari Chanyeol sunbae. Tunggu, kenapa aku jadi berlebihan seperti ini sih? Ini kan hanya pesan dari mentorku.

From: Chanyeol Sunbae

Haera, kita belajar di dorm ku saja. Alamatnya akan kukirim. Cepatlah

bersiap-siap. Aku tak punya banyak waktu.

Apa dia bilang? Dorm? Dorm EXO maksudnya? Yang benar saja? Aku masih mematung untuk beberapa saat. Jantungku pun makin berdegup kencang. Aku yakin, kalau aku adalah Minji, aku pasti mati kegirangan sekarang.

TBC…

Maaf ya fanficnya abal-abal hahahaha ditunggu kritiknyaaaa. Kamsahamnidaaaaaaaa!!!

30 pemikiran pada “Saranghae, Sunbaenim! (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s