Differences of the Twins’ Fate (Chapter 8)

Title: Differences of the twins’ fate [Part 8-END]

Author: Laras (@Laras_MoonHee)

Length: chapter

Genre: Romance, angst

Ratted: Teen

Cast:

–          Jung Jooyeon

–          Oh Sehun

–          Jung Miyeon

Other Cast:

–          Park Chanyeol

–          Choi Shinyoung/ Oh Jinra

–          Cho Kyuhyun

Attention: peringatan keras! jangan copy, paste tanpa seizin saya apalagi plagiat. itu sama saja kalian seperti seorang penjahat yang mencuri karya orang lain. Jika kalian mau me-remake ulang cerita ff yang saya buat ini harap izin pada saya terlebih dahulu. Maaf jika menyinggung tapi ini demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

Note: Annyeong Laras imnida, 94line. Aku gak nyangka ini akan jadi chapter terakhir karena aku gak pernah tahu kapan bakal berakhir, semua ngalir gitu aja dari otakku begitu pikiranku udah nyampe ending baru aku ikutan ending. Jadi semua ff ini mengalir begitu aja. Oke banyak omong saya, happy reading

Kediaman keluarga Jung masih saja terlihat sepi padahal hari itu adalah ulang tahun anak dari keluarga Jung. Miyeon dibiarkan keluarganya untuk bersenang-senang bersama teman-temannya, mereka memilih mencoba melupakan masalah itu. Nyonya Jung saat ini ada di ruang makan keluarga Jung menatap kue ulang tahun yang ada di meja makan dengan lilin angka 22 menyala di kue itu. nyonya Jung sesekali menyanyikan lagu ulang tahun yang ditujukan untuk Jooyeon yang tak ada disisinya saat ini. ia masih berharap Jung Jooyeon akan kembali padanya dan merayakan ulang tahun anak kembarnya di tempat itu.

“Sudahlah kau jangan seperti itu, kau seperti orang stress” ucap seorang namja yang datang sambil membetulkan kemejanya, namja yang merupakan suami dari nyonya Jung.

“Aku ingin Jooyeon..” gumam nyonya Jung menatap hampa ke depan.

“Permisi tuan, Nyonya” sapa seorang pelayan yang mendatangi mereka dari kejauhan, “Ada tuan dan Nyonya Oh datang” lanjut pelayannya itu.

“Keluarga Oh?”

——————-

Sunyi. Itulah kata yang bisa mendefinisikan keadaan mereka saat mereka pertama kali saling bertemu. Mereka sedikit canggung satu sama lain, pasalnya baru tadi malam tuan Oh menelepon dan membatalkan pernikahan Sehun dan Miyeon tapi mereka satu sama lain belum saling bercerita soal Jooyeon.

“Apa kalian ini orang tua yang baik?” tanya tuan Oh membuka mulut dan membuat tuan dan nyonya Jung menatapnya heran, “Apa kalian pantas punya anak dan menjadi orang tua?” tanya tuan oh lagi.

“Apa maksud anda? Kami pantas” balas tuan Jung.

“huh. pantas” dengus tuan Oh diikuti nyonya Oh, “Mengusir anakmu, membiarkannya menanggung penderitaan sendirian, tak membantunya disaat kesulitan, tak memberinya dorongan semangat sedikitpun, apa itu pantas disebut orang tua” ucap tuan Oh sinis kepada tuan dan nyonya Jung.

“kalian tahu Jooyeon?” sekarang Nyonya Jung yang bertanya.

“Kenapa? Masih ingin menemuinya?” selidik tuan Oh, “kalian sudah membiarkan calon cucuku dan eommanya terlantar. Jooyeon adalah pembawa sial bagi kalian tapi kami mengambil pembawa sial itu dan menjadikannya harta berharga kami. Kalian tak pantas menjadi orang tuanya, dia sudah terlanjur membenci kalian, jangan temui calon menantuku lagi meskipun aku tahu dia anak kalian. aku takkan peduli” tegas tuan Oh yang beranjak dari duduknya disusul nyonya Oh untuk segera keluar dari rumah itu.

“jamkaman” tahan Nyonya Jung menghalangi jalan mereka, “aku ingin bertemu Jooyeon, kumohon. Aku ingin bertemu dengannya” mohon nyonya Jung yang mulai berderai air mata.

“walaupun anda memohon, kami takkan pernah membiarkannya. Kami akan memberi tahu jika Jooyeon yang menginginkan” ucap Nyonya Oh sebelum akhirnya pergi bersama Tuan Oh untuk pergi dari sana.

————————

Sehun menatap kedua orang di depannya itu dengan tatapan menyelidik. Jooyeon berusaha melepaskan diri dari genggaman Kyuhyun tapi genggaman Kyuhyun terlalu erat jadi ia tak bisa melepaskan diri dari Kyuhyun. Dia menatap Sehun penuh harap sedangkan Kyuhyun menatap Sehun dengan pandangan datarnya tapi lama kelamaan ia malah menyunggingkan smirknya.

“Jadi dia yang merebutmu dariku?” kata Kyuhyun dengan begitu sinis.

“Siapa kau sebenarnya? Lepaskan Jooyeon” perintah Sehun namun tak dihiraukan oleh Kyuhyun.

“Oppa jebal, lepaskan aku” mohon Jooyeon pada Kyuhyun dan sukses membuat Kyuhyun menatap Jooyeon.

“Jooyeon-ah kenapa kamu berubah?” tanya Kyuhyun berbisik dan sekarang pandangannya pada Jooyeon menjadi begitu nanar. “Apa kau mencintai dia?” tanya lagi Kyuhyun sekarang menjadi sedikit lebih kencang dari sebelumnya sehinnga Sehun yang mendengarnya langsung melebarkan matanya.

Sehun dan Kyuhyun sama-sama menunggu jawaban dari Jooyeon. Jika memang benar Jooyeon mencintai Sehun, apa lagi yang harus ditunggu Sehun. dia akan memilik Jooyeon seutuhnya dan begitu juga anaknya itu. Sehun tak sabar untuk menunggu jawaban Jooyeon, ia menelan ludahnya dengan begitu sulit. Sekarang ia benar-benar berharap Jooyeon akan mengatakan ‘Ya’ atas pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Nae, aku mencintai Sehun oppa” jawab Jooyeon dan sukses membuat kedua namja itu melebarkan matanya, yang satu harus menelan kekecewaan, yang satu lagi akhirnya merasakan kebahagiaan.

Kyuhyun mulai melepas genggamannya pada Jooyeon, kepalanya terus tertunduk. Jooyeon terus menatap Kyuhyun yang pundaknya sudah terlihat bergetar dan, “Hahahahaha… Sehun-ah kita berhasil” gelak tawa Kyuhyun langsung mendapat respon kebingungan dari Jooyeon yang menatap keduanya heran.

“kalian saling kenal?” unjuk Jooyeon pada keduanya masih tetap berada dalam kebingungannya, dan kebingungannya semakin menjadi ketika Kyuhyun merangkul Sehun. “Ya! jelaskan padaku!!” bentak Jooyeon kesal.

“Jangan marah, kasihan keponakanku” unjuk Kyuhyun pada perut Jooyeon, “Sehun itu adalah sepupuku begitu tahu kau dan dia ada masalah jadi aku membantu. Dan soal perasaanku itu, itu sudah berlalu Jooyeon-ah. aku memilih menyerah sejak aku pindah ke Amerika” jawab Kyuhyun dengan tampang innocentnya itu.

“Marcus Cho, kau begitu menyebalkan” cibir Jooyeon dan Kyuhyun malah terkekeh, Sehun mendekati Jooyeon dan merangkulnya yang dirangkulnya menatapnya sebal, “Apa?” tanya Jooyeon ketus.

“Jangan marah” cubit Sehun di pipi Jooyeon, “Na do saranghae, Oh Jooyeon” bisik Sehun di telinga Jooyeon.

“Jangan seenaknya merubah margaku, pabo” jitak Jooyeon di kepala Sehun membuat Sehun mengaduh kesakitan.

“Menikahlah denganku Jung Jooyeon” ucap Sehun hingga akhirnya sebuah ciuman dari Sehun mendarat di bibir mungil Jooyeon.

————————————–

Rasa khawatir tengah menggeluti keluarga Oh yang sedang menunggu di depan pintu ruangan yang ada di salah satu rumah sakit ternama di Seoul. Tak hanya keluarga Oh, Chanyeol dan Kim ahjumma juga tengah dilanda kekhawatiran menunggu hal yang sama dengan keluarga Oh. Jooyeon tadi pagi saat berkunjung ke tempat Kim Ahjumma akhirnya menunjukan tanda-tanda akan melahirkan hingga akhirnya ia sekarang dilarikan ke Rumah sakit. Ia sedang memperjuangkan sebuah nyawa yang akan ia lahirkan untuk menambah satu nyawa di dunia ini. Sehun tak hentinya mondar-mandir di depan pintu itu hingga akhirnya waktu sudah berjalan 3 jam. Suara tangisan bayi terdengar menggema di dalam ruangan itu, hingga akhirnya senyuman merekah di bibir mereka yang sedang menunggu.

“Waaa.. cucuku” bangga Tuan Oh bersama Nyonya Oh dan Jinra.

“Syukurlah”  Kim ahjumma mulai bernafas lega begitu juga Chanyeol.

“Bagaimana dengan Jooyeon?” gumam Sehun hingga akhirnya dokter membuka pintu bersama seorang suster yang membawa bayi terbungkus dengan kain untuk menutupi tubuhnya yang masih merah itu.

“Masuklah Nyonya Oh terus memanggil tuan Sehun” ucap dokter itu.

Ya marga Jung pada Jooyeon telah berubah sejak 1 bulan yang lalu ketika Sehun akhirnya menikahi Jooyeon meski tanpa pernikahan yang mewah. Tuan dan nyonya Oh hanya menuruti Jooyeon yang menginginkan pernikahan yang sederhana tanpa ada kemeriahan. Pernikahan yang hanya didatangi oleh kerabat terdekat tanpa mengundang keluarga Jung karena Jooyeon yang belum bisa memaafkan mereka.

—————————————-

“Oppa” panggil Jooyeon dengan nada yang begitu lemah ketika Jooyeon akhirnya sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. “Sepi” katanya lagi melanjutkan kalimat yang sempat tertunda tadi.

“Jelas saja, Eomma dan Appa sedang keluar, Jinra juga sedang keluar bersama Chanyeol hyung” jelas Sehun mengelus kepala Jooyeon, “Jooyeon, ada yang ingin bertemu denganmu” kata Sehun berbisik.

“Nugu?” balas Jooyeon bertanya.

“Masuklah” ujarnya pada seseorang yang menunggu diluar sana.

Ketiga orang itu masuk ke dalam Jooyeon sempat mau menolak tapi dia mengingat kata-kata Sehun yang selalu ia ingatkan setiap saat. ‘Bagaimanapun mereka keluargamu, hubungan keluarga tak bisa diputuskan oleh apapun. Kau pasti menyayangi mereka, merekapun juga begitu’ itulah kata-kata dari Sehun yang selalu ia ingat.

“Jooyeon, chukhae” ucap wanita paruh baya itu dengan air mata yang mulai menyeruak di pelupuk matanya itu.

“Gomawo Eomma, Appa, Miyeon Eonnie” ucap Jooyeon pelan.

“Mianhae Jooyeon-ah atas kesalahan kami selama ini. dan chukhae atas pernikahanmu dan kelahiran anakmu” kata Miyeon mengelus tangan adik kembarnya itu.

“Nae, gwaenchanna. Aku sadar atas nasihat yang diberikan Sehun oppa. Bagaimanapun kita ini adalah keluarga, benar kan?” tanyanya dan dibalas pelukan oleh Eommanya itu dan Eonnienya itu.

“Itu cucuku?” tanya Appanya yang menunjuk keranjang bayi di sebelah Jooyeon dan Jooyeon mengangguk. Appanyapun mendekati keranjang bayi itu disusul Sehun, Sehun yang melihat mertuanya agak canggung itu segera mengangkat Oh Joohun itu dan menyodorkannya kepada mertuanya itu. “ Boleh kugendong dia?” tanya Appa Jooyeon dan Sehun mengangguk.

“Ini cucu Appa, kata siapa tidak boleh” ucap Sehun hingga akhirnya Tuan Jung menimang bayi kecil itu.

“Tampannya, dia mirip dengan Sehun oppa. Benar itu kan Eomma?” tanya Miyeon yang melihat Joohun dari dekat.

“Sangat mirip” balas Eommanya.

“Lalu miripnya denganku apa?” dengus Jooyeon kesal.

“Aku yakin dia sama baiknya denganmu Jung Jooyeon kkk~” kekeh Miyeon.

Miyeon akhirnya duduk di samping adik kembarnya menatap kedua orang tua mereka yang sedang asik menimang cucu mereka begitu juga Sehun  yang berdiri di samping Jooyeon. Sesekali mereka tertawa bersama yang melihat Appanya bercanda ketika menimang Joohun.

“Jooyeon-ah aku akan ke luar negeri” kata Miyeon dengan nada yang terdengar kekanak-kanakan. “Aku akan ke Amerika” lanjutnya lagi dan menopang dagunya di atas kasur yang ditempati Jooyeon.

“Mau apa Eonnie kesana?” heran Jooyeon.

“Mengejar seseorang” jawab Miyeon singkat namun Jooyeon malah semakin kebingungan menaikan satu alisnya, “Kyuhyun oppa. Aku akan tinggal disana bersamanya” jawab Miyeon riang.

“Arrasseo asal jangan kelewatan hingga akhirnya Eomma dan Appa punya cucu kedua saja” kata Jooyeon dengan nada mengejek.

“Ya!”

END

Akhirnya selesai dan berakhir dengan aneh. Terima kasih semua sudah mau meladeni ff aneh ini, dan terima kasih sudah menunggu untuk ff ini. jeongmal gomawoyo. Untuk selanjutnya aku akan fokus ke MYSTIQUE dan ke wp pribadi aku. satu lagi terima kasih banyak untuk Rina yang sudah mau membuatkan wp untukku, Gomawo saengie. Untuk kalian jangan lupa mampir di wp aku ya, nanti akan kukasih tau namanya di MYSTIQUE chapter ke 2. Disana akan banyak ff berbeda yang belum pernah ku publish kemanapun tapi jangan lupa commentnya di wp itu. Oke gomawo jangan lupa juga untuk comment ^^

 

Iklan

75 pemikiran pada “Differences of the Twins’ Fate (Chapter 8)

  1. Aaaaaa!! TTT happy ending :”) akhirnyaa XD dududu ini bener2 gak ketebak 😀 bahkan aku sempet salah sangka sama kyuhyun duh mian XD keep writing author-nim ini bener2 keren XD aku sukaa ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s