Half of My Heart: Lay

Sub Title         : Golden Melody

Author            : @kim_mus2 & Inhi_Park

Main Casts      : Lay a.k.a Zhang Yi Xing & Kim Hyeri

Length                        : Series

Genre              : Romance(?), Drama (?), Comedy (10%)

Rating             : General

Summary        : Jadilah irama yang selalu mengalun indah di setiap langkah hidupku.

<3<3<3

Di malam yang dingin ini, seperti biasanya Lay hanya duduk di balkon luar kamarnya sambil memainkan gitar akustik kesayangannya dan mendendangkan lagu Honesty milik SHINee, lagu favorit seorang yeoja special dalam hidupnya.

neul geu jariae isseonal ji kyeojwoseo

neul naega badeul binan daesinhaeseo

amu maldo eobsi nal gamssajun ne museubeul ijen

nega geoulcheoreom bichuryeo hae

Seperti biasanya pula, seorang yeoja penghuni kamar di seberang rumah Lay sudah duduk dengan manis di balkon luar kamarnya. Tentu saja untuk mendengarkan nyanyian sang namja dan permainan gitarnya itu.

“Lay, kencangkan suaramu! Nyanyianmu kurang kedengaran kesini!” teriak sang yeoja.

“Yaa! Kim Hyeri, kau belum tidur huh? Ini sudah jam 12 malam, nanti kau kesiangan ke sekolah!” sahut Lay.

“Besok, aku tidak akan masuk sekolah Lay. Aku harus pergi ke suatu tempat lagi hehe.” Yeoja bernama Kim Hyeri itu menjawab sambil tersenyum simpul.

“Aiissshh jinjjayo? Kau ini sering sekali bolos Hyeri. Aku kan jadi kesepian kalau berangkat sekolah pagi-pagi.” Lay hanya bisa menggerutu mendengar jawaban Hyeri.

“Haha, dasar! Palli Lay, nyanyikan lagu yang tadi lebih keras lagi. Aku janji deh bakal langsung tidur. Otte?” Hyeri kembali memohon pada Lay sambil menunjukkan puppy eyes andalannya.

“Aaahh…keurrae, gotjimalyo!”

“Ne…” jawab Hyeri sambil mengangguk mantap.

Bagi Hyeri, mendengarkan suara gitar dan nyanyian Lay sambil memandangi langit malam yang dipenuhi bintang-bintang seperti saat ini adalah moment terindah dalam hidupnya. Moment yang selalu mampu memberinya alasan untuk terus hidup dengan bahagia.

“Jeongmal gomawoo Lay.” Gumam Hyeri pelan.

<3<3<3

Setelah hampir tiga hari tidak masuk sekolah, akhirnya Hyeri pun kembali. Sudah menjadi kebiasaannya, setiap akan pergi ke sekolah dia pasti akan menjemput Lay di rumahnya karena memang namja itu hobby sekali bangun kesiangan.

“Ahjumma, apa Lay sudah bangun?” tanya Hyeri pada eomma Lay.

“Aahh, Hyeri… sepertinya belum. Tolong bantu bangunkan dia ya Hyeri…Jebal” pinta eomma Lay sambil memegang tangan Hyeri dengan memasang wajah yang benar-benar frustasi.

“Ne…ahjumma, arasseo…arasseo… serahkan saja padaku.” Ujar Hyeri dengan mantap.

Hyeri pun langsung menuju kamar Lay dan membuka pintu tanpa ragu.

Ceklek…

“Aaaaaahhhhhhhh!!!!! Kenapa kamu Cuma pakai handuk saja Lay???!!! Hyeri benar-benar terkejut dan langsung membalikkan badannya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.

Lay langsung panik dan menutup pintu kamarnya. Saking shocknya, kini Hyeri terduduk lemas memegangi dadanya yang berdetak tak teratur sambil bersandar di bagian luar pintu kamar Lay. Sementara itu, dibalik pintu, Lay menyilangkan tangannya untuk menutupi bagian atas tubuhnya itu, seolah merasa ternoda karena bagian tubuhnya dilihat seorang yeoja. Tapi setelah melihat jam dinding di kamarnya, Lay langsung bergerak seperti kesetanan karena sebentar lagi dia pasti kesiangan.

Ceklek

Di balik pintu Hyeri masih terududuk lemas dengan wajah yang pucat.

“Neo, gwaenchanayo?” Lay yang khawatir meliht Hyeri seperti itu langsung membantunya bangun.

“Ne… aiissshhh… kalau kau sudah bangun harusnya kau bilang! Jangan berkeliaran pake handuk seperti itu! Itu tidak baik untuk jantungku!” Hyeri mulai protes pada Lay.

“Mianhae… Hyeri…mianhae… tubuhku juga kan jadi ternoda. Kau melihat bagian atas tubuhku, cukup kau saja yang melihatnya. Haahh…menyebalkan sekali!” Lay malah mengkhawatirkan kesucian tubuhnya.

“Apanya yang bagus dari badanmu itu huh? Kurus kerontang saja narsis sekali! Sudahlah, kajja!” Hyeri benar-benar tak habis pikir, kenapa malah Lay yang merasa dirugikan? Padahal kan harusnya Hyeri yang kesal karena Lay sudah menodai mata bening tanpa dosanya itu.

<3<3<3

Sepulang Sekolah

“Hyeri…Hyeri… aku punya tiket gratis ke taman hiburan loh…kita main kesana yuks!” Lay berlari kegirangan  menghampiri Hyeri yang baru saja keluar dari kelasnya.

“Lay, aku ingin berbicara denganmu.” Ujar Hyeri datar tanpa menghiraukan ajakan Lay sebelumnya.

“Waeyo Hyeri?” tanya Lay sambil memasang wajah bingung.

“Aku… aku sebentar lagi harus pergi dari kota ini dan sepertinya akan susah untuk bertemu denganmu lagi, mianhae…” ucap Hyeri sambil menunduk.

“Andwaee!!! Nanti siapa yang akan mendengarkanku bernyanyi lagi? Jebal Hyeri…jangan tinggalkan aku!” Lay bersikeras menolak keputusan Hyeri untuk pergi.

“Lay… mianhae… semuanya sudah diputuskan, aku tidak mungkin menolak untuk pergi.” Jelas Hyeri, mencoba meminta pengertian pada Lay.

“Kalau begitu, aku akan memaksa eomma dan appamu untuk tetap tinggal!” Lay tidak mau menyerah.

“Kau Childish sekali Lay! Sudahlah, ayo kita pergi ke taman hiburan sekarang!” Hyeri benar-benar kesal dan langsung menyambar tiket yang ada di tangan Lay. Karena takut Hyeri semakin marah, akhirnya Lay pun hanya bisa mengekor di belakang Hyeri.

Dasar Lay Pabo! Aku akan pergi jauh Lay, aku tak bisa kembali lagi.” Gumam Hyeri dalam hati

Sesampainya di Taman Hiburan

Entah kerasukan apa, hari ini Hyeri sangat bersemangat. Dia mengajak Lay mencoba semua permainan yang ada disana dan membeli banyak jajanan.

“Lay, ayo kita naik roller coaster lagi!” Hyeri masih bersemangat bermain.

“Mwoo? Hyeri ayo kita pulang, aku sudah pusing nih, masa naik roller coaster lagi? Ya ampuun!!!” Lay sudah mulai pusing menghadapi tingkah Hyeri .

“Anniyo!!! Ini hukumanmu karena terlalu childish! Kau harus menemaniku sampai aku puas, arachi?!” Hyeri menolak permintaan Lay dengan mantap.

Di Roller Coaster

”Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Huuuuuuuuuu Yuuhhhuuuuuuuuuu!!!!!” Hyeri berteriak-teriak dengan riang. Sebaliknya, di samping Hyeri, Lay hanya bisa duduk dengan tatapan kosong dan wajah yang pucat saking takutnya meliuk-liuk bersama roller coaster di ketinggian.

<3<3<3

“Haaahhh…akhirnya selesai juga, kau jahat Hyeri! Aku kan benci ketinggian, tapi kau tetap mengajakku naik roller coaster.”

Bruuuukkk

Tubuh Hyeri tumbang dan mendarat di pelukan Lay. Tak lama kemudian, Lay menyadari kalau yeoja yang ada di dekapannya ini tidak sedang bermain-main, tapi dia pingsan.

“Hyeri!!! Ireona Hyeri!!! Ireona!!!” Perasaan Lay campur aduk, panik, sedih, khawatir, merasa bersalah, pikirannya benar-benar kacau. Untung saja dia masih bisa menggunakan akal sehatnya dan segera menelpon ambulance.

<3<3<3

“Lay! Kenapa kamu mengajak puteri kami ke taman hiburan?! Apa kau ingin membunuhnya huh?! Dia itu sudah mengidap penyakit jantung sejak kecil, dia tak boleh bermain sampai kelelahan seperti itu. Jangan pernah temui Hyeri lagi! Pergi dari sini!” Eomma Hyeri marah besar pada Lay dan mengusirnya dengan kasar dari rumah sakit.

Sepanjang jalan menuju rumahnya Lay berusaha sekuat tenaga menyeret kakinya yang kini terlalu lemah menopang tubuhnya. Langkahnya terhuyung menyusuri setiap ruas jalan yang sering ia lewati bersama Hyeri. Tetesan air mata tak henti mengalir dari pelupuk matanya. Dadanya terasa sesak, terlalu perih baginya mengingat dirinyalah yang paling berdosa pada Hyeri.

“Hyeri… jeongmal mianhae.” Lirih Lay yang kini tengah tergeletak lemah di depan pintu rumahnya sendiri.

<3<3<3

Sejak Hyeri berada di rumah sakit, meskipun orang tuanya melarang Lay untuk menemui Hyeri, ia tak kehilangan akal. Setiap hari seorang suster dengan sukarela membantu Lay untuk memberikan sebuah CD yang berisi video Lay yang menyanyikan lagu-lagu khusus untuk Hyeri. Sebenarnya pertolongan suster itu tidaklah cuma-cuma karena dia meminta Lay untuk mencomblangkannya dengan Minho sonsaengnim, wali kelas Lay. Tapi itu semua tidaklah penting, karena yang terpenting adalah Lay masih bisa berbicara dengan Hyeri meskipun hanya lewat video.

CD yang dikirimkan Lay memanglah tidak sia-sia. Setiap video yang ada di dalamnya selalu berhasil membuat Hyeri kembali tersenyum, terutama video yang satu ini.

Annyeong Hyeri… bagaimana kabarmu hari ini? Sudah mulai baikan belum? Jeongmal bogoshipeoyo Hyeri… Aku kesepian menyanyi sendiri di malam hari, aku kehilangan fans setiaku hehehe. Oiya, tahu gak? Pasti gak tahu ya… kasian deh kamu hahahahahahaha :D:D:D Hari ini aku bangun kesiangan lagi dong… kamu sih ga bangunin aku! Ayo dong cepet pulang Hyeri…

Sekarang aku mau bernyanyi untukmu, tapi nyanyinya dikit aja ah, malu nih coba-coba nyanyi lagu bahasa inggris haha… lagunya jadul sih, tahu lagu westlife kan? Aahh aku jadi banyak cingcong nih, dengerin aja ya…

So I say a little prayer

Hope my dreams will take me there

Where the skies are blue

To see you once again my love

All the seas go coast to coast

Find the place I love the most

Where the fields are green

To see you once again

To hold you in my arms

To promise you my love

To tell you from my heart

You’re all I’m thinking of

Segitu dulu aja ya Hyeri… Cepat temui aku lagi ya, bogoshipeoyoo… Annyeong!!! ^^

“Hyeri… apa kau tidur?” Eomma Hyeri tiba-tiba masuk ke dalam kamar rawat Hyeri dan secara otomatis Hyeri pun mematikan TV yang digunakannya untuk melihat video Lay tadi.

“Chagiya… eomma mohon… kau harus mau menjalani operasi ya… eomma mohon, jangan menolak lagi. Eomma ingin kau sembuh chagiya… kau masih muda, eomma ingin melihatmu bahagia.” Eomma Hyeri tak mampu membendung air matanya lagi dan terus memohon pada anaknya itu.

“Eomma…uljima…mianhae eomma sudah membuatmu sedih selama ini. Aku memang bodoh. Mungkin memang benar dulu aku pernah bilang kalau operasi ataupun tidak toh aku akan mati juga. Tapi, sekarang aku mengerti satu hal eomma. Aku memiliki banyak orang yang aku cintai dan mencintaiku. Seharusnya aku bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk berusaha bertahan hidup.” Papar Hyeri panjang lebar.

“Jadi? Apa kamu mau dioperasi chagiya?” tanya eomma Hyeri memastikan jawaban anaknya.

“Ne eomma, apapun yang terjadi nanti, setidaknya aku sudah berusaha.” Jawab Hyeri dengan tenang.

<3<3<3

Beberapa hari kemudian

“Suster, bagaimana keadaan Hyeri hari ini?” tanya Lay pada seorang suster yang sedang sibuk membereskan file di tempat receptionist.

“Aaahh… mianhaeyoo, ada yang bisa saya bantu?” tanya suster itu sedikit kaget dengan kedatangan Lay yang tiba-tiba dan kelakuannya yang sok akrab.

“Oh! Ternyata bukan suster Younha ya? kalau boleh tahu, suster Younha ada dimana ya?” tanya Lay.

“Suster Younha hari ini tidak masuk karena sakit, jadi saya yang menggantikannya.” Jelas sang suster dengan ramah.

“Oh ne… kalau begitu saya ingin tanya suster. Katanya pasien yang bernama Kim Hyeri tiga hari yang lalu dioperasi ya? bagaimana keadaanya sekarang?” Lay bertanya dengan antusias.

“Sebentar ya, saya cek dulu.” Suster itu pun sibuk membuka data-data di dalam komputernya dan kemudian menjawab pertanyaan Lay dengan sedikit ragu.

“Saya turut berduka cita tuan… nyonya Kim Hyeri sudah meninggal tadi pagi.”

Semuanya telah berakhir bagi Lay. Kini dia benar-benar tak bisa bertemu dengan Hyeri untuk selamanya. Semuanya serasa tak adil bagi Lay. Cinta yang ia pendam selama ini tak akan pernah tersampaikan pada Hyeri. Dunia mereka sudah berbeda.

Lay berjalan gontai menuju rumahnya sambil membawa gitar yang yang terbungkus tas hitam yang ia gendong dipunggungnya. Tadinya gitar itu akan Lay gunakan untuk menyanyi dan menghibur Hyeri. Tapi takdir mungkin memang berkata lain. Lagu terakhir pun tak sempat Lay persembahkan untuk Hyeri.

Semakin jauh Lay berjalan, langit pun semakin gelap, seolah ikut merasakan kepedihan di hati Lay. Tanpa aba-aba, lagit pun menitikan air matanya, ikut menangis bersama Lay.

Hati, tubuh, dan pikiran Lay kini hanya bisa mengingat semua kenangan tentang Hyeri, sama sekali tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang menatapnya aneh. Kini Lay duduk di bangku taman bermandikan air hujan sambil memainkan gitarnya.

Matanya yang sudah sembab menangis berjam-jam menatap kosong ke depan menikmati setiap rasa perih yang menjalar di dadanya bersama alunan melodi gitar yang begitu indah namun menyayat hati. Bagaimana tidak, melodi ini adalah melodi lagu yang sangat disukai yeoja yang  kini mungkin sudah ada di surga itu, yeoja yang selalu mengisi tempat terindah di hatinya.

Tap…tap…tap…tap… suara langkah kaki terdengar semakin mendekat ke arah Lay.

“Lay!!! Apa yang sedang kau lakukan disini huh? Kenapa hujan-hujanan? Nanti kau sakit” Suara dan sosok yang sangat Lay kenal perlahan mendekat sambil membawa payung berwarna bening transparan.

Grep…

Lay langsung memeluk yeoja yang kini ada dihadapannya itu.

“Aku tak peduli, kamu hantu atau mahluk apapun, aku tak akan melepaskanmu Hyeri!” Lay berteriak di tengah derasnya hujan yang kini membasahi seluruh tubuhnya dan mahluk cantik di depannya.

“Yaaa!!! Aku ini bukan hantu! Pabo!” Hyeri memberontak dalam pelukan Lay.

“Apa maksudmu? Tadi aku dengar dari suster kalau kau sudah meninggal karena operasimu gagal.” Lay terus mengoceh tanpa melepaskan pelukannya sedikitpun.

“Bwaahahahahahah….ini aku Lay! Kim Hyeri yang sudah sehat total. Operasi transplantasi jantungku berhasil.” Yeoja itu terus tertawa dalam pelukan Lay. Sedangkan Lay benar-benar kaget dan langsung melepaskan pelukannya.

“Lalu… siapa yang meninggal itu Hyeri?” tanya Lay dengan tatapan kosong saking bingungnya menghadapi kenyataan yang bisa dibilang terlalu membahagiakan tapi terlalu menakutkan.

“Itu…yang meninggal itu Hyeri halmeoni. Dia tetangga kamarku di rumah sakit, kebetulan namanya sama dengan namaku. Dia halmeoni yang sangat baik, aku sangat sedih mendengarnya meninggal.” Mata Hyeri mulai berkaca-kaca.

Grep…

“Jeongmal saranghaeyo Kim Hyeri!!! Jangan tinggalkan aku lagi!!!” Lay berteriak sambil memeluk Hyeri dengan erat.

“Lepaskan aku Lay! “ pinta Hyeri sedikit memberontak

“Shireo! Aku ingin merasakan detak jantungmu, supaya aku tahu kalau kamu memang masih hidup. Hmmm… kenapa detak jantungmu tidak beraturan seperti ini? Apa ada yang salah dengan operasinya?” tanya Lay dengan polos.

Pletaaakkk

“Pabo!!!! Lay Paboo!!! Itu gara-gara kamu, makanya jantungku jadi bermasalah lagi. Kau harus bertanggung jawab!!!” Hyeri berteriak di depan wajah Lay.

“Mianhae… aku kan tak tahu” Jawab Lay polos.

“Lay… ayo pulang… badan kita basah semua nih…dingin banget heuuu….” Hyeri merengek sambil menggigil kedinginan karena air hujan terus mengguyur tubuhnya.

“Aaah tunggu! Aku ingin memelukmu lagi, ada sesuatu yang berubah pada tubuhmu” Lay kembali memeluk tubuh Hyeri dan menyandarkan kepalanya di bahu Hyeri sambil memejamkan mata, mencoba merasakan sensasi tak biasa dari pelukan tubuh Hyeri yang basah.

“Hyeri…” panggil Lay, masih  dalam posisi memeluk.

“Hmmm….wae?” jawab Hyeri yang kini sedang terhanyut dengan hangatnya suhu tubuh Lay.

“Sekarang dadamu empuk ya…”

“Plaaaaaakkkkkkkk!!!!!!”

“Awwwwwwww!!!!!”

Pukulan keras mendarat di pantat Lay dan berhasil membuatnya meringis kesakitan. Pukulan jitu dari Hyeri itu pasti sudah membuat pantat Lay memerah. Betapapun sakitnya, Lay tetap tidak melepaskan pelukannya pada Hyeri.

THE END

Kekekekk author pengen liat kondisi pantat Lay deh jadinya, uwooowww o_O

Readers… mian akhir dari ff ini geje banget, asli dah aku  *alias ‘kim_mus2’ otaknya ga bisa diajak romantis, mianhaaeee…..author inhi_park…tolong ajarin aku biar bisa romantis dong…reader juga…bantuin aku hiks..hiks.. hiks…sruuuutttt (masukin ingus balik ke idung) haha mianhae…^^

Happy RCL deh ya chingu…  😀 # Abaikan curcol abal si author ^^

86 pemikiran pada “Half of My Heart: Lay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s