Regret

Tittle: Regret

Author: @li_idi_il/ Lee Idil/Shineexone

Main Cast:

Kim Joon Myoon (Suho)

Song YoonHee

Support Cast:

Kim Jong Dae (Chen)

***

Note: Sebelumnya mian kalo ff nya gaje, terus banyak typony, trus alurnya gak jelas, trus bahasanya gak menarik, trus kecepetan, dan kekurangan2 lainnya. Tapi biar karya author lebih baik dari sebelumnya, maka author bener2 ngarep komenannya. Gamsahamnida udah mau mampir dan baca ff ini. *bow. Kalo sudi sekalian Like juga yaa. Hihihi

Happy Reading^-^

***

Summary: Tetap saja. Kupikir setelah 5 tahun tak berjumpa dengannya maka cintaku akan luntur. Tapi aku salah. Bahkan cintaku sepertinya semakin besar untuknya.

***

Song YoonHee & Kim Jong Dae

Ku tatap sebuah undangan berwarna emas yang terletak di meja kerjaku. Aku mengenali kedua nama yang ada di undangan itu. Tapi salah satu diantaranya, membuat dadaku sesak. Song YoonHee. Nama yang sama dengan cinta pertamaku akan menikah. Mungkinkah ini dia?

Aku membuka surat undangan pernikahan itu. Undangan yang kelihatan begitu indah dan mewah, dengan warna emas juga hiasan bunga di salah satu sudutnya. Depannya saja sudah sukses membuatku gelisah karena nama yang tertera disitu dan kini kegelisahanku benar-benar kenyataan yang buruk setelah aku membuka undangan itu. Terlihat foto YoonHee-cintapertamaku sedang duduk di bangku megah. Dan berdiri seorang namja tampan disampingnya, namja yang kukenali sebagai rekan kerjasama perusahaan kami.

Ada sesuatu yang mengganjal hatiku sekarang. Seperti sakit di bagian dada. Jantungku juga berdegup tak normal. Lututku bahkan tak bisa menopang tubuhku lagi. Aku segera duduk di bangku kerjaku. Segera mengotak-atik kontak hape-ku. Berharap aku menemukan sesuatu yang berharga disana.

Dapat! Kutemukan nomornya. Nomor telephonnya saat aku dan dia masih SMA. Nomor yang tak pernah kuhubungi, tapi selalu ada di kontak hapeku. Aku tak yakin nomor ini masih aktif. Tapi apa salahnya jika aku mencoba menghubunginya sekarang?

Toh, aku bukan sunbae yang membosankan seperti dulu lagi. Sekarang aku namja yang dewasa dan sudah berpenghasilan.

Segera ku tekan tombol hijau yang ada di hape-ku. Kali ini hatiku mengambil alih tugas otakku untuk menuntunku melakukan sesuatu. Aku seperti diluar batas kesadaran. Aku terlalu merindukannya.

“yoboseyo” suara lembut menyapaku dari sisi sana. Suara yang menentramkan hatiku.

“eh,,,Suho imnida, ini YoonHee kan?” kataku terbata. Tenggorokanku terasa tercekat. Aku terlalu gugup untuk berbicara dengannya. Sampai detik ini, mungkin terhitung berapa banyak aku berbicara dengannya.

“Suho sunbae? Benarkah ini kau? Aku tak menyangka akan dihubungi olehmu” jawabnya girang. Aku senang mendengar nada bicaranya. Seperti sedang menemukan dambaan hati.

“ye. Tentu saja. Selamat ya sebentar lagi kau akan menjadi istri pengusaha ternama” kataku mencoba bisa menandinginya bicara.

“ah, sunbae, kau tau darimana?” tanyanya lagi. Kali ini suaranya memelan.

“perusahaan tuan Chen bekerja sama dengan perusahaan tempat aku bekerja” jelasku.

“begitu ya, emm,,,sunbae apa kita bisa bertemu?”

Mwo? Bertemu? Aku bisa mati kutu di hadapannya. Dulu saja, aku tak berani menatap wajahnya, karena itu akan membuat jantungku berdetak tak normal. Apalagi sekarang, dia akan menjadi istri orang, apa aku harus menangis di depannya?

“sunbae…” katanya lagi.

“ah, ne, baiklah, aku menunggumu di kafe Honey jam 5 sore, bagaimana?” sekali lagi aku berbicara tanpa pengolahan di otakku.

“baiklah. Aku menunggumu kedatanganmu oppa. Annyeong” katanya, lalu mematikan hubungan telepon kami. Kau dengar? Dia memanggilku dengan sebutan oppa. Panggilan yang dari dulu ingin kumiliki dari yeoja manis ini.

Tetap saja. Kupikir setelah 5 tahun tak berjumpa dengannya maka cintaku akan luntur. Tapi aku salah. Bahkan cintaku sepertinya semakin besar untuknya. Aku terlalu merindukannya.

***

Aku menatap dinding kaca disampingku. Yang menembus pemandangan jalan kota Seoul yang ramai. Aku menatapnya kosong, sampai tubuh ramping seorang yeoja terbayang dari kaca itu. Segera ku alihkan wajahku ke lawan arah. Dan mendapatinya sudah tersenyum menatapku.

“annyeonghaseyo sunbaenim, maaf menunggu” katanya sambil menundukkan kepalanya 45 derajat.

“annyeong, silahkan duduk” jawabku tanpa melepaskan sedikitpun tatapanku untuknya. Dia kelihatan semakin cantik dan dewasa dengan dress berwarna pink polos.

“…” setelah kami bercanda lama. Aku tidak canggung lagi dengannya. Aku sudah bisa tertawa didepannya. Kami juga tidak menggunakan bahasa formal lagi.

“oppa, apa kau ingat, dulu kau tak mau menatapku” katanya mendudukkan tangannya dimeja. Membuat jarak antara wajahku dengan wajahnya semakin dekat. Aku pun menyandarkan badanku di dinding kursi, agar jarak kami lebih besar. Aku takut kalau-kalau semburat merah mewarnai pipiku, dan dia menyadarinya.

“ohh, itu kan dulu” Jawabku asal sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. Benar, dulu aku tak bisa menatap wajahnya, karena setiap menatap wajahnya maka lututku akan melemas, dan tidak bisa menopang tubuhku. Apalagi kalau dia tersenyum, mungkin aku bisa pingsan dibuatnya dulu.

“hahaha, wajahmu memerah oppa”

Sekarang dia menyadarinya. Wajahku memerah karena terlalu lama melihat dewi cantik sepetinya.

Aku hanya ikutan tertawa bersamanya. Agar tidak terjadi suasana hening diantara kami.

“oppa, kau tau, aku dulu menyukaimu” serunya sambil menatapku. Ia sudah berhenti tertawa. Aku tercekat mendengarnya. Dia menyukaiku? Itu mustahil. Dia pasti sedang bercanda.

“bercandamu keterlaluan YoonHee, hahaha” kataku sambil memaksakan tawa, padahal jantungku sekarang semakin berdetak tak normal. Darah ditubuhku mengalir begitu deras.

“aku serius oppa” kali ini dia hanya menatapku. Tidak tertawa, bahkan tidak tersenyum. Dia menatapku dalam. Membuatku merasa canggung.

Kini aku diam tanpa kata. Suasana yang tidak ingin kurasakan dengannya kini akhirnya datang. Suasana sepi dan hening. Suasana saat kami hanya saling memandang dan berbicara lewat batin kami saja.

“aku dulu sangat ingin menjadi yeoja chingumu, oppa” dia membuka mulutnya lagi. Kali ini dengan senyuman yang bisa menentramkan jiwaku. Aku tak berhenti menatapnya. Tapi, kelamaan, tatapanku mengabur, embun sudah tercipta di mataku.

“tapi, aku sangat sedih, bahkan untuk menatapku saja, kau tidak mau, kalau aku memanggilmu, kau akan memalingkan wajahmu, dan berkata nanti aku saja sendiri. Kau dulu sungguh menyebalkan oppa” katanya sambil menggembungkan pipi. Ia selalu terlihat manis dengan apapun yang dilakukannya.

Aku masih diam tanpa kata. Aku masih menunggu kelanjutan penjelasannya,

“dan sekarang kau tiba-tiba datang, setelah aku menjadi calon istri seseorang. Kau telah membuatku menyesal menerimanya oppa”

Keadaan berubah, sekarang matanya yang berembun. Sesuatu yang bening pun keluar dari mata indahnya. Aku ingin sekali menyeka air bening itu. Tapi aku tak berani menyentuhnya, dia terlalu suci untuk di sentuh namja menyebalkan seperti aku.

“Mianhae” kataku tertunduk. Aku malu menunjukkan wajah namja menyebalkan seperti aku ini ke hadapannya. Kenapa harus dia yang menjadi korban atas kebodohanku ini? Dia tak berdosa.

“gwenchana” Dia langsung menyeka air matanya. Dan tesenyum ke arahku biarpun aku tau itu terpaksa. “Gamsahamnida, sudah hadir si kisah hidupku oppa” katanya lagi dengan senyuman yang selalu menghiasinya.

“Jangan lupa datang ke pesta pernikahanku juga oppa. Kau sungguh tamu yang sangat kuharapkan” katanya lalu berdiri. Membungkukkan badannya 90 derajat. Dan segera pergi meninggalkanku.

DAMN! Sekarang aku baru menyadari betapa bodohnya aku. Aku telah menyia-nyiakan yeoja yang sangat kucintai dan mencintaiku. Yang seharusnya bersamaku saat ini. Air mataku kini mengalir, tak memperdulikan sekelilingnya. Aku menangis dalam diam.

Kupandangi terus punggungnya yang semakin lama semakin kecil dan kabur di mataku. Bisakah kau memintaku memaksaku untuk menahanmu? Aku akan lakukan dengan senang hati, jika kau memintanya. Berbaliklah, dan peluk aku, YoonHee.

‘Saranghae’ adalah kata yang sejak 7 tahun yang lalu kusimpan dihatiku untukmu, dan sampai sekarang belum ku sampaikan. Satu kalimat saja. Kalimat yang mungkin akan menjadikan kita pasangan sekarang. Andai kau menyadari perasaanku, YoonHee.

Lebih menyesalnya lagi, kau juga mencintaiku. Kupikir pernikahan ini hanya akan menyakiti satu hati, bukan dua hati. Aku tidak bisa memaafkan kebodohanku.

Kenapa rasanya sesakit ini, YoonHee? Lebih sakit daripada saat perpisahan angkatanku dulu yang juga harus melupakanmu. Ini terasa lebih sakit. Bantu aku melupakanmu untuk kedua kalinya, YoonHee.

END~

Author emang ditakdirkan untuk menciptakan FF2 nista. Jadi mohon kesudiannya untuk mengkomen dan juga ngelike salah satu FF nista dari sekian banyak FF nista yang author buat T.T Jebaaaaaallllll>,<

Iklan

49 pemikiran pada “Regret

  1. Annyong ^_^

    Biasax yang tersipu yeoja nah ini malah Namjax Yang tersipu -_-
    hohoho

    Dalem ye Sedihnya !
    Sad ending

    Kgk ada Next nya ni?

Tinggalkan Balasan ke devi saranghae heeteuk Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s